Artikelilmiahs

Menampilkan 4.041-4.060 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
404113868G1A012125HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN JARAK TENDANGAN LONG PASS : Studi Cross Sectional pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 2016Komponen biomotorik dalam kebugaran jasmani menggambarkan kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas keseharian dimana salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kebiasaan olahraga. Sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari di Indonesia. Ciri khas sepak bola ada pada keterampilan menendang bola. Teknik tendangan long pass memiliki berbagai macam tujuan salah satunya mengoper bola pada teman yang berada jauh di depan. Kekuatan otot tungkai menghasilkan daya ledak maksimal dalam teknik menendang sehingga didapatkan jarak tendangan yang maksimal pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai dengan jarak tendangan long pass. Desain penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik cross sectional yang dilakukan pada 43 mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNSOED angkatan 2014/2015 yang berusia 18-24 tahun. Besar sampel didapatkan berdasarkan rumus untuk uji korelatif. Data dianalisis menggunakan analisis univariabel, analisis bivariabel dengan uji korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Korelasi yang dihasilkan sebesar r = + 0,444 dengan nilai kemaknaan p = 0,003 yang berarti terdapat korelasi kekuatan otot tungkai dengan jarak tendangan long pass dengan arah positif dan kekuatan korelasi sedang. Terdapat hubungan kekuatan otot tungkai dengan jarak tendangan long pass pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNSOED.Biomotoric component in healthy physical describe someone ability doing daily activities especially is football. The characteristicistic of football based on the skill of kicking the ball. Long pass kicking technique has many kinds of purpose, one of them is to pass the ball to his friends. Leg strength will provide an explosive power to get maximum distance. The Objective of of research is find the correlation of leg strength and kicking for distance of long pass. The research design using cross sectional analytical observational study which held on the 43 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jenderal Soedirman University students the year of 2014 and 2015 aged about 18-24 years old. The amount of research sample based on the sampling formula for correlative test. Univariabel analysis and bivariable analysis (Pearson correlation with statistical significance p < 0,05) are presented in this research. Pearson correlation result is r = +0,444 and statictical significance p = 0,003, it means that there is positive correlation between the leg strength with kicking for distance of long pass and it has medium strength correlation. There is a correlation between the leg strength with kicking for distance on long pass in Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jenderal Soediman University.
404213870C1J011020MARKETING MARGIN AND MARKETING EFFICIENCY OF TAMBOURINE
(Case Study in Kaliwadas Village, Bumiayu Sub District, Brebes Regency)
Desa Kaliwadas merupakan sentra industry pembuatan rebana di Kecamtan Bumiayu Kabupaten Brebes. Meskipun demikian para produsen rebana di Desa Kaliwadas belum mendapatkan keuntungan secara maksimal karena adanya perbedaan harga di tingkat produsen dan konsumen yang relative tinggi, disebabkan saluran pemasarannya relative panjang. Produsen menjual hasil produksinya kepedagang perantara yang terlibat seperti pengepul dan pedagang lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui margin pemasaran rebana disetiap salurannya dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran melalui producer’s share, profit margin dan elastisitas transmisi harga di Desa Kaliwadas Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.
Populasi pada penelitian ini terdiri dari 215 produsen rebana, sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 ; 4 pedagang pengepul dan 16 orang pedagang lokal. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran rebana di Desa Kaliwadas, yaitu: (1) produsen  pedagang pengepul  pedagang local  konsumen, dan (2) produsen  pedagang local  konsumen. Pemasaran tidak efisien pada kedua saluran pemasaran rebana di Desa Kaliwadas. Struktur pasar bukan merupakan pasar persaingan sempurna dan mengarah pada pasar monopsoni.
Implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya produsen rebana menjual hasil produksinya kepada saluran II yang memiliki margin pemasaran lebih pendek dan perlu dikembangkannya informasi pasar dan harga sampai ketingkat konsumen, seperti melalui penyuluhan UMKM mengenai informasi harga sehingga produsen mempunyai acuan dalam menentukan harga rebana yang akan dijual sehingga diharapkan mampu mencapai system pemasaran rebana yang efisien.
Kaliwadas village is the center of the manufacturing tambourine industry in Bumiayu sub District Brebes Regency. Although like this manufacturers tambourine in kaliwadas village have not benefited to the maximum because of the price difference in the level of producers and consumers are relative, whereas the relatively long marketing channels.Marketing channel due to the relative long time, so profits be received small producers .Producers sell their products to middlemen involved such as local collectors and traders. The purpose of this study was to determine the tambourine margin marketing on every channel and to determine the efficient of marketing through the producer's share, profit margins and price transmission elasticity in Kaliwadas Village Bumiayu sub District Brebes Regency.
The population in this research are 215 tambourine’s producers. The Sample in this reseach consisted of 70 tambourine producers; 4 traders collectors and 16 local collectors.Method of sampling using random sampling techniques. The method was used is survey. These results indicate that there are two marketing rebana channels in Kaliwadas Village, That is: (1) Producer → trader → local collector → consumen, and (2) producer → local collector → consumen. The marketing is not efficient in both marketing tambourine channels in KaliwadasVillage. The market structure is not perfectly competitive market and lead to a monopsony market.
The implication of this research is better tambourine producer sell their products to the channel II which has marketing margin is short and need development of marketing information and prices to the consumer level, as like counseling SMEs regarding market information and price so that producers have a reference in determining the price of tambourine will be sold and tambourine adequate marketing facilities that are expected to achieve an efficient marketing system tambourine.
404313871H1L009018RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN
OBAT (Studi Kasus Apotek Indra Farma)

DESIGNING THE INFORMATION SYSTEM OF THE DRUG SALES (THE CASE STUDY OF INDRA FARMA PHARMACY)
Apotek Indra Farma adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembelian dan penjualan obat-obatan medis. Apotek Indra Farma setiap harinya melayani banyak sekali transaksi, baik pembelian obat maupun penjualan obat sehingga banyak data yang harus dikelola. Selain itu juga terdapat permasalahan yaitu pada sistem pengolahan data apotek Indra Farma masih ditangani secara konvensional yang mana setiap data-datanya diarsip menggunakan buku besar. Proses kalkulasi penjualan obat yang hanya menggunakan cara konvensional yaitu dengan alat penghitung kalkulator. Untuk memecahkan masalah tersebut maka dibangun sebuah sistem informasi penjualan obat menggunakan Microsoft Visual Studio 2012 untuk membantu proses transaksi. Sistem berfungsi untuk memudahkan pengelolaan data transaksi penjualan obat yang cepat dan efisien. Selain itu sistem ini juga didukung dengan fitur SMS Gateway untuk memudahkan Apoteker dalam mengetahui informasi stok obat.Indra Farma Pharmacy is a company that sells medical drugs. Every day, Indra Farma Pharmacy serves a lot of transactions. Purchase and sale of medicinal drugs, so there were plenty of data that must be managed. In the other hands, there’s a problem, that the data processing system of Indra Farma Pharmacy still be handled conventionally in each of the data is archived using the ledger. The drug sales calculation process which uses only conventional way was using a calculator. To solve the peoblem, we built an information system of the drug sales using Microsoft Visual Studio 2012 to make the transaction easier. The system serves to facilitate the management of drug sales transaction data quikly and efficiently. In addition, this system is also supported by SMS Gateway features to facilitate the pharmacist about the information of the drug stocks.
404413874C1A011001Pendapatan dan Efisiensi Usaha Pengrajin Kelom Geulis di Kecamatan Tamansari Kota TasikmalayaPenelitian ini berjudul “Pendapatan dan Efisiensi Usaha Pengrajin kelom Geulis di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya”, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efisiensi, tingkat BEP (Break Even Point), dan tingkat pendapatan yang di terima pada usaha pengrajin kelom geulis. Penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh atau bisa disebut sensus.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) Dari hasil analisis retrun cost ratio (R/C) yang merupakan perbandingan antara penerimaan dibagi dengan biaya total, diperoleh retrun cost ratio (R/C) sebesar 1,41. Hal tersebut terlihat dari rata-rata retrun cost ratio (R/C) lebih dari satu. Ini menunjukan bahwa usaha pengrajin kelom geulis di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya secara ekonomi sudah efisien. 2) Dari analisis hasil perhitungan menyebutkan bahwa perusahaan berada di bawah BEP berjumlah 32 usaha pengrajin kelom geulis dengan rata-rata 5,48 dan di atas BEP berjumlah 19 usaha pengrajin kelom geulis dengan rata-rata 11,98, break even point (BEP) atas dasar unit (kodi) dari jumlah rata-rata keseluruhan sebesar 7,90 kodi dan break even point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp697.290,00 per kodi. 3) Dari analisis hasil perhitungan pendapatan secara keseluruhan menujukan bahwa pendapatan total yang diterima usaha pengrajin kelom geulis rata-rata sebesar Rp28.333.333,33, pendapatan bersih yang diterima sebesar Rp8.273.722,55 dan Rate of Retrun on Invesment (ROI) sebesar 41,25. Dengan demikian dapat diketahui bahwa usaha pengrajin kelom geulis di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya sudah diatas tingkat suku bunga bank dan menguntungkan.
This research is entitled “Income and Efficiency of Business of Kelom Geulis (Sudanese traditional sandals) Craftsmen in Tamansari Sub district, Tasikmalaya City”. This research is aimed to know efficiency level, BEP (Break Even Point) level, and income level on Business of kelom geulis craftsmen. This research uses saturated sample method or census.
The research revealed that 1) the analysis of return cost ratio (R/C) was 1,41, as ratio between receipt and total cost. It presented that the business of kelom geulis craftsmen in Tamansari Sub district, Tasikmalaya City was efficient because the average of return cost ratio was bigger than 1, 2) the analysis of the calculation results mentioned that the company was under the BEP are 32 businesses craftsmen kelom geulis with an average of 5.48 and above BEP are 19 businesses craftsmen kelom geulis with an average of 11.98, the break even point (BEP) on the basis of unit (score) of the amount of the average overall score of 7.90, and a break even point (BEP) on the basis of a price of Rp 697.290,00, 3) the analysis of overall income calculation showed that the total income of kelom geulis craftsmen was about Rp 28.333.333,33 in average, the net income was Rp 8.273.722,55 and Rate of Return on Investment (ROI) was 41,25.
So, the conclusion was the business of kelom geulis craftsmen in Tamansari Sub district, Tasikmalaya City exceeded the rate of interest and profitable.
404513875G1A012018KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PERUBAHAN KADAR ASAMLAKTAT DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN
Studi pada Intervensi Repeated Sprint Sessional 3
Latar Belakang: Rendahnya aktifitas fisik masyarakat dunia pada abad ini menjadi masalah baru. Aktifitas fisik yang rendah akan menurunkan kebugaran fisik, salah satunya ketahanan kardiorepirasi dimana salah satu faktor yang mempengaruhi adalah hemoglobin. Hemoglobin mendistribusikan oksigen ke jaringan untuk digunakan pada metabolisme energi. Kadar hemoglobin yang rendah berakibat pada rendahnya oksigen di jaringan dan metabolisme berubah menjadi anaerobik yang akan menghasilkan asam laktat yang lebih banyak dan mengakibatkan kelelahan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah pada mahasiswa kedokteran setelah repeated sprint sessional 3.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan quasi experimental before and after. Subjek penelitian berjumlah 25 orang yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Pengukuran kadar asam laktat menggunakan metode finger prick test dilakukan dua kali yakni sebelum dan setelah intervensi repeated sprint sessional 3. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Prosedur penelitian ini dinyatakan diterima secara etik oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas Padjadjaran.
Hasil: Uji korelasi pearson menunjukan korelasi bermakna antara kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah (p=0,036; p<0,05) dengan tingkat korelasi sedang (r=0,422) dan arah korelasi negatif yang berarti semakain tinggi kadar hemoglobin, semakin rendah perubahan kadar asam laktat darah.
Kesimpulan: disimpulkan terdapat korelasi sedang kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah pada mahasiswa kedokteran setelah RSS3.
Background: Low physical activity of global society in this era is a new problem. Low physical activity will decrease physical fitness includes cardiorespiratory fitness which one of the factor is hemoglobin. Hemoglobin distributes oxygen to the tissue that will be used for energy metabolism. Low level of hemoglobin causes low level of oxygen in the tissue and the metabolism will be shifted to anaerobic metabolism which produces more lactic acid and causes fatigue.
Aim: This study was aimed to determine the correlation between hemoglobin level and changes of lactic acid level in medical student after repeated sprint sessional 3. This study was experimental research with quasi experimental before and after.
Method: The subject was 25 medical students which were selected used consecutive sampling method. Hemoglobin level was measured by cyanmethemoglobin method. Blood lactic acid level was measured by finger prick test method which was measured twice before and after intervention repeated sprint sessional 3. Statistical analysis used was Pearson correlation test. This research protocol had been ethically agreed by Ethical Comission of Health Research Padjadjaran University.
Result: Pearson correlation test showed significant correlation between hemoglobin level and changes of blood lactic acid level (p=0,036; p<0,05) with medium correlation (r= 0,422) and the direction of correlation was negative which means higher hemoglobin level, so lower changes of blood lactic acid level.
Conclusion: There was medium correlation between hemoglobin level and changes of blood lactic acid level in medical student after RSS3.
404613873E1A011004Penerapan Prinsip Fiduciary Duty Terhadap Pelaksanaan Tugas Direksi (Studi Putusan : Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Timur nomor 02/Pdt.P/RUPS/2011/PN.Jkt.Tim)ABSTRAK
PENERAPAN PRINSIP FIDUCIARY DUTY TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS DIREKSI (STUDI PUTUSAN : PENETAPAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA TIMUR NOMOR 02/PDT.P/RUPS/2011/PN.JKT.TIM)

Prinsip fiduciary duty adalah prinsip terpenting dalam menjalankan perseroan dan merupakan tugas dengan derajat tinggi yang mendasar pada itikad baik, kepercayaan, kejujuran, loyalitas, memiliki kapsitas utuk dipercaya, memiliki kemampuan dan pengetahuan yang diberikan pihak lain (agency), sesuai dengan UUPT. Fiduciary duty diberikan oleh badan hukum perseroan kepada organ perseroan yaitu Direksi, Dewan Komisaris, dan pemegang saham melalui RUPS. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis terdorong untuk meneliti Penerapan Prinsip Fiduciary Duty terhadap Pelaksanaan Tugas Direksi (Studi putusan:Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 02/Pdt.P/RUPS/2011/PN.Jkt.Tim).
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statue Aproach) yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan fiduciary duty pada Penetapan Pengadilan Jakarta Timur nomor 02/Pdt.P/RUPS/2011/PN.Jkt.Tim adalah Direksi tidak melaksanakan duty of loyalty and good faith yaitu Direktur Utama PT Alkurnia Sentosa Internasional telah diberikan kepercayaan oleh perseroan untuk menjalankan kewenangan kepengurusan perseroan dengan itikad baik sebagaimana yang terdapat dalam ketentuan Pasal 97 ayat (2) serta penjelasan Pasal 92 UUPT yang menyebutkan bahwa Direksi diberikan tugas untuk mengurus perseroan meliputi pengurusan sehari-hari dari perseroan. Akan tetapi Direktur Utama PT Alkurnia Sentosa Internasional tidak melaksanakan tugasnya sebagai Direksi. Direksi tidak melaksanakan duty of care and skill yaitu Direktur Utama PT Alkurnia Sentosa Internasional dalam menjalankan tugasnya sebagai Direksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha dari perseroan tidak melaksanakan tugasnya secara profesional dan tidak mampu menjalankan perseroan yang mengakibatkan tidak terlaksananya tugas Direksi salah satunya dalam hal mengajukan pergantian SIUP. Serta Direktur Utama PT Alkurnia Sentosa Internasional tidak menghadiri rapat yang diperlukan untuk kepentingan perseroan dikarenakan Direktur Utama PT Alkurnia Sentosa Internasional hampir 2 (dua) tahun tidak hadir di dalam perusahaan dan tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
ABSTRACT
APPLICATION OF FIDUCIARY DUTY PRINCPLE TO DIRECTOR DUTY IMPLEMENTATION (VERDICT STUDY: DETERMINATIN OF EAST JAKARTA DISTRICT COURT NUMBER 02/PDT.P/RUPS/2011/PN.JKT.TIM)
Fiduciary duty principle is the important principle in running company and task with high degree which based on good faith, trust, honesty, loyalty, believable, have the ability and knowledge from agency, in accordance with UUPT. Fiduciary duty is given by company law to organs of company, those are directors, commissioners and shareholders through General Meeting of the Shareholders. Based on the background, writer is attracted to research about Application of Fiduciary Duty to Director Duty Implementation (Verdict Study: East Jakarta District Court Number 02/Pdt.P/RUPS/2011/PN.Jkt.Tim).
This research uses normative juridical method with analytical descriptive statue approach. The data source uses secondary data from documents. The data is outlined into narrative text systematically. The analytic method of the data is qualitative-normative.
The result shows that application of fiduciary duty on Determination of East Jakarta District Court number 01/Pdt.P/RUPS/2011/PN.Jkt.Tim is the director did not run duty of loyalty and good faith was the President Director of PT Alkurnia Sentosa International had been given credence by the company to run the authority of the company management in good faith as stated on provision of article 97 paragraph 2 and article 92 of Company Law mentioned that the director was given a duty to manage the company included the daily maintenance/management of the company. However, the president director of PT Alkurnia Sentosa International didn’t get it done. The director didn’t do the duty of care and skill, it meant that the director of PT Alkurnia Sentosa International in running the duty as the director which associated with business activities of the company, didn’t do the duty professionally and unable to run the company, it caused failed on director duty, for example in case of proposing Trade Business License. In addition, the president director of PT Alkurnia Sentosa International didn’t attend the meeting which was needed in the interest of company because the president director almost 2 years didn’t come to the company and nobody knew where the president director was.


404713876G1A012140PENGARUH SARI BUAH MARKISA UNGU (PASSIFLORA EDULIS VAR EDULIS) TERHADAP KADAR LDL-HDL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN MODEL HIPERKOLESTEROLEMIALatar belakang: Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kolesterol dalam darah yang dapat memicu terjadinya ateroklerosis, salah satunya disebabkan oleh ox-LDL dengan radikal bebas. Markisa ungu diketahui memiliki efek antioksidan yang diharapkan mampu meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari buah markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) terhadap kadar LDL-HDL serum tikus (Rattus norvegicus) jantan model hiperkolesterolemia. Tiga puluh ekor tikus dibagi lima kelompok; KI (kontrol sehat), KII (kontrol sakit), dan 3 kelompok perlakuan sari markisa ungu (1,1 mL/200gBB/hari; 2,1 mL/200gBB/hari dan 4,2 mL/200gBB/hari). Induksi hiperkolesterolemia pada KII, KIII, KIV dan KV menggunakan minyak babi dan telor bebek dilakukan selama 10 hari kemudian dilanjutkan sari markisa ungu selama 14 hari.
Hasil: Uji Wilcoxon kadar HDL pada kelima kelompok menunjukkan hasil yang signifikan pada kelompok III (p=0,046), kelompok IV (p=0,046), kelompok V (p=0,046). Uji Kruskal Wallis kadar HDL post perlakuan didapatkan nilai p sebesar 0,543. Uji One Way Anova kadar LDL didapatkan hasil (p=0,021) dan post hoc LSD terdapat perbedaan signifikan rerata kadar LDL kelompok III terhadap kelompok V (p=0,020) dan kelompok V terhadap kelompok IV (p=0,036). Uji T-test berpasangan pada post induksi dan post perlakuan didapatkan penurunan kadar LDL signifikan pada kelompok V (p=0,034).
Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari markisa ungu berpengaruh terhadap peningkatan kadar HDL dan penurunan kadar LDL. Sari markisa dosis 4,2 mL/200gBB/hari paling efektif dalam menurunkan kadar LDL pada tikus model hiperkolesterolemia.
Background: Hypercholesterolemia is the increase of cholesterol in the blood that can lead to atherosclerosis by ox-LDL with free radicals. Passiflora edulis var edulis is known to have antioxidant effect which is expected to increase HDL level and decrease LDL level.
Purpose: The purpose of this study is to analyze the effect of Passiflora edulis var edulis juice on serum LDL-HDL of hypercholesterolemia rat models. Thirty rats were divided into five groups: KI (healthy control), KII (sick control), and three Passiflora edulis var edulis treatment groups (1,1 mL/200gBW/day; 2,1 mL/200gBW/day and 4,2 mL/200gBW/day). Hypercholesterolemia induction of KII, KIII, KIV and KV was done using pig fat oil and duck eggs for ten days. And then followed by administration of Passiflora edulis var edulis for 14 days. Result: Wilcoxon test of HDL level in five groups showed significant result in KIII (p=0,046), KIV (p=0,046), KV (p=0,046). Kruskal Wallis test of post treatment HDL level had p value 0,543. One Way Anova test showed significant difference of mean LDL level (p=0,021) and post hoc LSD showed significant difference of mean LDL level, KIII to KV (p=0,020) and KV to KIV (p=0,036). Paired T-test was done to analyze post induction and post treatment LDL. LDL level was significantly decreased in KV (p=0,034) study.
Conclusion: In conclusion, Passiflora edulis var edulis increased HDL level and decreased LDL level. Passiflora edulis var edulis 4,2 mL/200gBW/day was effective in lowering LDL level of hypercholesterolemia rat models.
404813878E1A112026PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBALUT PADA PT. KAO INDONESIA BERDASARKAN PASAL 4 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENMasalah perlindungan konsumen di Indonesia sekarang ini sudah mencakup berbagai bidang kehidupan masyarakat. Tidak terkecuali juga masalah pembalut yang merupakan kebutuhan wanita yang digunakan setiap bulannya. Perlindungan hukum merupakan salah satu upaya agar tujuan hukum dapat tercapai. Tujuan hukum yang dimaksud yaitu terpeliharanya keamanan dan ketertiban sehingga dapat menjamin kepastian hukum, dengan demikian dapat menghindarkan tindakan kesewenangan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usahanya. Perlindungan hukum diberikan kepada konsumen dalam dunia perdagangan, antara konsumen dan pelaku usaha harus dalam keadaan yang seimbang. Peraturan dasar yang mengatur tentang perlindungan konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan dibidang perdagangan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen pembalut. Pembalut merupakan alat kesehatan yang digunakan oleh wanita ketika haid yang biasanya terjadi setiap satu bulan sekali. Salah satu pelaku usaha yang mengeluarkan produk pembalut adalah PT. KAO Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. KAO Indonesia merupakan salah satu pelaku usaha yang telah memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen pembalut sesuai dengan Pasal 4 huruf a dan huruf c UUPK.
Consumer protection problem in Indonesia at the moment has covered all sorts of society life sector. It is including the pad that women used every month. The law protection is one of the efforts in order to reach the law purpose. The law purpose which meant is the protected of the safety ang orderliness so it can certify the law assurance, by that, it could be avoiding the businessman despotism action in doing the business. The law protection is given to teh customer in trading world, between the customer and businessman. It must be in a balance condition. Base regulation which organize about the customer protection is become teh background for the customer and businessman in doing something in trading sector.
The purpose of this researh is to know about the law protection for pad consumer. Pads are medical devices used by women when menstruation which usuallu occurs once a month. One of the businessman that produce pad is PT. KAO Indonesia.
This research was using normative juridiccal method with the legislation approach which has characteristic analysis descriptive.the data resource of this research using secondary data from the literature material which is supported by the primary data from interview. The data is described in narrative text form systematically. Data analysis method which is used is qualitative normative method.
This results showed that PT. KAO Indonesia is one of the businesses that have given law protection to pads consumer in according to Article 4 letter a and letter c in the Law of the Consumer Protection (UUPK).
404913879G1A012016PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAGING MAHKOTA DEWA [Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.] DAN METFORMIN TERHADAP AKTIVITAS SUPEROXIDE DISMUTASE GINJAL TIKUS MODEL DM TIPE 2Latar belakang: Nefropati diabetikum (ND) adalah salah satu komplikasi mikroangiopati utama pada diabetes melitus (DM) akibat pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang memicu terjadinya stress oksidatif dan penurunan aktivitas superoxide dismutase (SOD) sebagai enzim antioksidan. Ekstrak metanol daging buah mahkota dewa (MD) mengandung antioksidan yang diharapkan mampu meningkatkan kembali aktivitas SOD ginjal.
Tujuan:Membandingkan pengaruh metformin dan ekstrak metanol daging mahkota dewa berbagai dosis terhadap aktivitas SOD ginjal tikus DM tipe 2.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only with control group. Objek penelitian 30 ekor tikus putih dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol sehat), kelompok II (kontrol sakit), kelompok III (MD 200 mg/kgBB), kelompok IV (MD 250 mg/kgBB), kelompok V (MD 300 mg/kgBB), dan kelompok VI (metformin 150 mg/kgBB). Kelompok 2,3,4,5 dan 6 diinduksi DM dengan streptozotocin dan nicotinamide lalu diberi perlakuan selama 21 hari. Pada hari ke-22 dilakukan terminasi untuk pemeriksaan glukosa darah post induksi dan pengambilan ginjal guna pemeriksaan aktivitas SOD.
Hasil: Aktivitas SOD kelompok I memiliki rerata terendah (0,1288±0,001 U/ml). Aktivitas SOD tertinggi terdapat pada kelompok IV (0,1298±0,002 U/ml), diikuti oleh kelompok VI (0,1298±0,001 U/ml), kelompok V (0,1294±0,001 U/ml), kelompok II (0,1293±0,002 U/ml), dan kelompok III (0,1293±0,001 U/ml). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,365.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan signifikan rerata aktivitas SOD tikus putih jantan pasca pemberian berbagai dosis ekstrak metanol daging buah mahkota dewa.
Background: Diabetic nephropathy (ND) is one of the major complications of microangiopathy in DM due to the formation of reactive oxygen species (ROS) that lead to oxidative stress and decrease of superoxide dismutase (SOD) as antioxidant enzymes. Methanol extract of mahkota dewa (MD) mesocarp containing antioxidant is expected to increase the activity of renal SOD.
Objective: To compare renal SOD activity after administration metformin and methanol extract of mahkota dewa mesocarp in male rats after type 2 DM induction.
Method: This research was an experimental design with post test only control group. The object are 30 rats and were divided into six treatment groups. Group I (negative control), group II (positive control), group III (MD 200 mg/KgBB), Group IV (MD 250 mg/KgBB), group V (MD 300 mg/KgBB), and group VI (metformin 150 mg/KgBB). Group II,III,IV,V and VI were induced by streptozotocin and nicotinamide. On day 22, the animals were decapitated after fasting for 8 hour, with the blood and kidneys collected.
Result:The activity of SOD in group I had the lowest rates (0,1288±0,001 U/ml). The highest SOD activity showed by group IV (0,1298±0,002 U/ml), followed by group VI (0,1298±0,001 U/ml), group V (0,1294±0,001 U/ml), group II (0,1293±0,002 U/ml), and group III (0,1293±0,001 U/ml). Kruskal-Wallis test showed the value of p=0,365.
Conclusion:There was no significant difference in the mean activity of renal SOD of male white rats after administration of various doses of methanol extract of mahkota dewa mesocarp.
405013880G1A012120Hubungan Antara Waist to Height Ratio (WHtR) dengan Heart Rate Recovery (HRR) pada Subjek Remaja Laki-laki.Latar Belakang: Prevalensi obesitas dan penyakit kardiovaskuler masih menjadi permasalahan nasional. Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi kegemukan dan risiko penyakit kardiovaskuler yang tinggi. WHtR merupakan indeks antropometrik yang dapat digunakan sebagai parameter untuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler. HRR merupakan indikator fisiologis fungsi jantung yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler pada subjek usia remaja.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara WHtR dengan HRR pada subjek remaja laki-laki.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 128 remaja laki-laki, yang terbagi dalam dua kelompok yaitu WHtR normal (n = 64) dan WHtR abnormal (n = 64). Data WHtR didapatkan melalui pengukuran langsung. Data HRR diukur setelah melakukan Kasch Step Test. Analisis hubungan HRR dan WHtR dianalisis menggunakan uji Chi square (α 0.05, 95%).
Hasil: Hubungan antara WHtR dengan HRR didapatakan nilai p = 0.000 dan Rasio Prevalensi (RP) = 3.
Kesimpulan: WHtR abnormal memiliki risiko 3 kali lebih besar mendapat nilai HRR yang buruk dibandingkan subjek remaja laki-laki dengan WHtR normal.
Background: The prevalence of obesity and cardiovascular disease remains a national problem. Banyumas, Central Java, is one of the districts where the prevalence of obesity and the risk of cardiovascular disease is high. WHtR is an anthropometric index that can be a parameter for early detection of cardiovascular disease risks. HRR is a physiological indicator of the heart’s function that can be associated with cardiovascular disease in the subject of adolescence.
Objective: To determine the association between WHtR and HRR in the subject of adolescent boys.
Methods: This study used an analytic observational study with cross sectional approach. Total research subjects were 128 adolescent boys were divided into two groups: normal WHtR (n = 64) and abnormal WHtR (n = 64). WHtR data was obtained from direct measurements. HRR data was measured after the Kasch Step Test. Analysis of association between WHtR and HRR was analyzed using the Chi square test (α = 0.05, 95% CI).
Results: Associaton between WHtR and HRR was obtained with the value of p=0.000 (p < 0.05) and the prevalence ratio (PR) = 3.
Conclusion: Abnormal WHtR has 3 times higher risk obtaining a low HRR value than the subject of adolescent boys with normal WHtR.
405113881G1A012150Hubungan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Plasenta Previa terhadap Skor Apgar di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2014Perdarahan merupakan salah satu penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia. Plasenta previa merupakan penyebab utama terjadinya perdarahan trimester ketiga dan dikaitkan dengan komplikasi maternal yang serius. Ibu hamil yang mengalami plasenta previa akan berada dalam kondisi anemia pada kehamilan. Kadar hemoglobin maternal yang rendah dikaitkan dengan outcome neonatus yang buruk salah satunya yaitu menurunnya skor Apgar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan plasenta previa terhadap skor Apgar di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dari rekam medik pasien ibu hamil dengan plasenta previa yang bersalin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo periode 1 Januari - 31 Desember 2014. Sebanyak 42 sampel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diambil terdiri dari kadar hemoglobin ibu, usia ibu, usia kehamilan, paritas, teknik anestesi dan skor Apgar. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Fisher. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin pada ibu dengan plasenta previa terhadap skor Apgar menit ke-1 dengan nilai p=0,038 dan nilai risiko (OR) sebesar 5,63 kali pada ibu dengan anemia sedang (moderate) untuk melahirkan bayi dengan skor Apgar rendah dibandingkan ibu dengan anemia ringan (mild). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan plasenta previa terhadap skor Apgar menit ke-1.Hemorrhage was one of the main causes of maternal death that frequently happened in Indonesia. Placenta previa is a major cause of third-trimester bleeding and has been associated with serious maternal complications. Pregnant women with placenta previa will be in a state of anemia in pregnancy. Low maternal hemoglobin level was associated with poor neonatal outcomes, one of which is decreasing Apgar score. The aim of this study was to determine the association of hemoglobin levels in pregnant women with placenta previa to the Apgar score in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in 2014. This study used analytic observational study design with cross-sectional approach. The data was taken from medical record of pregnant women patients with placenta previa who gave birth in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in the period of January 1st - December 31st 2014. A total of 42 samples met the inclusion and exclusion criterias. The data consisted of maternal hemoglobin level, mother’s age, gestational age, parity, anesthetic techniques and the Apgar score. The statistical analysis used was Fisher test. There was a significant association between hemoglobin levels in women with placenta previa with the Apgar score at one minute (p=0,038) and the value of the risk (OR) by 5,63 times in women with moderate anemia to give birth to babies with low Apgar score than women with mild anemia. In conclusion, there was an association between hemoglobin levels in women with placenta previa against Apgar score at one minute.
405213883A1G012017EFEKTIVITAS KINERJA KELOMPOK TANI DAN PENYULUH PENDAMPING PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGORDesa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas merupakan salah satu desa yang melaksanakan program PAT kedelai. Permasalahan yang mendasar pada petani kedelai di Desa Srowot adalah petani enggan menanam kedelai secara rutin. Tanaman kedelai dibudidayakan tidak secara intensif karena biaya produksi tinggi serta harga jual kedelai rendah. Tujuan penelitian adalah: 1) mengetahui tingkat biaya dan pendapatan usahatani kedelai pada bantuan PAT, 2) mengetahui efektivitas kinerja kelompok tani penerima bantuan PAT, 3) mengetahui efektivitas kinerja penyuluh pendamping dalam pendampingan program PAT.
Penelitian dilaksanakan di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas pada bulan September 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Pengambilan data secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 28 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan dan analisis kinerja kelompok tani penerima PAT dan penyuluh pendampingan.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pendapatan petani setelah adanya bantuan PAT, biaya usahatani yang dikeluarkan lebih optimal dan pendapatan petani meningkat. Kinerja kelompok tani pengelola program PAT termasuk dalam kategori “efektif”, efektifnya kinerja kelompok tani telah mampu mengelola bantuan PAT baik dari aspek administrasi maupun aspek usaha kelompok tani. Kinerja penyuluh pendamping program PAT termasuk dalam kategori “sangat efektif”, efektifnya kinerja penyuluh pendamping dapat dilihat dari proses fasilitasi identifikasi potensi desa pada awal program PAT, membimbing selama pelaksanaan program PAT, membantu memecahkan masalah selama pelaksaan program PAT, memfasilitasi kelompok tani serta melakukan pengawalan (monitoring dan evaluasi) dalam pemanfaatan dan pengelolaan program PAT.
Srowot village in Kalibagor District of Banyumas is an area that implementing soybean PAT program. Basic problem of farmers in Srowot village are reluctant to plant soybeans with a regular basic. The soybean are not cultivated intensively because of high production costs and low selling prices of soybean. The purposes of this research were: 1) determine the level of fees and soybean farming income on the PAT aid, 2) determine the effectiveness of the PAT farmer group performance beneficiaries, 3) determine the perfomance effectiveness in PAT caring companion extension program.
This research was conducted in the Srowot is village in Kalibagor District of Banyumas in September 2015. The research method is survey method. Census data retrieved by 28 farmers respondents. The data used is analyzed using costs, revenues and performance analysis forwards PAT recipient farmer groups and extension performance facilitation.
The results showed that the increase farmers income occurred after the PAT aid, farming costs incurred more optimal and increasing farmes income. The PAT program manager farmer groups perfomance were categorized as “effective”, it is because they can well supervized the PAT aid both of administration and farmer group businesses. The PAT program companion extension performance were categorized as “highly effective”, it can be seen from identification and facilitation process of the village potency in early PAT program, guiding and solve problem during implementation of PAT program execution, facilitating and escort (monitoring and evaluating) farmer groups in term of use and managing the PAT program.
405313872H1L009056RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN
SPP PADA PERGURUAN KARATE INKANAS

DESIGNING THE INFORMATION SYSTEM PAYMENT OF FEES FOR THE KARATE SCHOOL INKANAS
Pengelolaan pembayaran SPP di Perguruan Karate INKANAS masih mengalami kendala karena proses pengelolaan yang masih dicatat dibuku sehingga data kurang aman, selain itu ketika proses pembuatan laporan dan pencarian data tunggakan pembayaran juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan permasalahan yang ada, maka dibangun Sistem Informasi Pembayaran SPP yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah waterfall model serta alat bantu dalam melakukan perancangan sistem dalam DFD (Data Flow Diagram). Sedangkan untuk implementasinya digunakan perangkat lunak (software) yaitu Microsoft Visual Studio 2012 dan SQL Server 2008 R2. Hasil dari penelitian ini berupa Sistem Informasi Pembayaran SPP.Managing the payment of fees in karate school Inkanas still have a lot of obstacles because the process was still recorded in a book, so the data is not safe, and then when the process of making the report and the arrears payment data search also need a lot of time. With all of this problems, so we designing the information system of payment of fees that can help solving the problems. The Development methods system that we use were waterfall model and tool perform the system design in DFD (Data Flow Diagram). And then, for the implementation, we use two softwares. They were Microsoft Visual Studios 2012 and SQL Server 2008 R2. The result of this research is an Information System of Payment of Fees.
405413882G1A012079PENGARUH POLIMORFISME GEN ACTN3 TERHADAP PERUBAHAN VO2MAX PASCA INTERVENSI SPRINT INTERVAL TRAINING (SIT):
Studi pada Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2015
Latar Belakang. VO2MAX merupakan faktor fisiologis yang memainkan peran penting dalam penentuan kapasitas kerja fisik dan performa atlet. Gen ACTN3 diyakini berpengaruh penting terhadap VO2MAX. Gen ACTN3 mengkode protein alpha-actinin-3, yang hanya terdapat pada serat otot tipe cepat yang bertanggung jawab untuk menghasilkan kecepatan dan kontraksi otot yang kuat. Sprint Interval Training (SIT) merupakan metode latihan yang efektif dan terbukti mampu meningkatkan performa aerobik.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gen ACTN3 terhadap perubahan VO2MAX setelah menjalani SIT.
Metode. Sebanyak 30 sampel berjenis kelamin laki-laki berusia 18-25 tahun dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Jenderal Soedirman diambil sebagai subjek penelitian menggunakan metode consecutive sampling. Subjek dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan genotipnya yang telah diidentifikasi dengan metode PCR-RFLP, yaitu RR, RX dan XX. Seluruh sampel menjalani tiga sesi SIT per minggu selama lima minggu dengan work to rest ratio (W:R) = (1:8). Data diperoleh dari selisih pengukuran VO2MAX sebelum dan setelah menjalani regimen SIT dengan metode Multi-Stage Fitness Test. Data dari masing-masing kelompok dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA.
Hasil. Terdapat perbedaan bermakna nilai rerata VO2MAX yang signifikan pada masing-masing kelompok genotip (p=0,033) dengan rerata perubahan terbesar terjadi pada kelompok genotip RR (10,02±2,18 mL/kg/menit).
Kesimpulan. Terdapat pengaruh polimorfisme gen ACTN3 terhadap perubahan VO2MAX pasca intervensi Sprint Interval Training pada mahasiswa UKM Olahraga Universitas Jenderal Soedirman tahun 2015.
Background. VO2MAX is a physiological factor that has an important role on determining the physical work capacity and athletes performance. ACTN3 gene is believed to influential toward VO2MAX. ACTN3 gene encodes the protein alpha-actinin-3, a component of the contractile apparatus in fast skeletal muscle fibers that generates speed and forceful contractions. Sprint Interval Training (SIT) is a training method that has been proven to improve aerobic.
Objective. The study aims to understand the effect of ACTN3 gene polymorphism on VO2MAX changes on students of SAU of Unsoed after SIT.
Method. Thirty men aged 18-25 years old from Student of Sport Activity Unit (UKM) of Jenderal Soedirman University taken as subjects using consecutive sampling method. Subjects divided into three groups based on genotypes were identified by PCR-RFLP (RR, RX and XX). All groups completed five weeks of SIT (three sessions per week) with work to rest ratio (W:R) = 1:8. Data were obtained from the difference of VO2MAX before and after completed the SIT measured with Multi-Stage Fitness Test. Data of each group was analyzed with One-Way ANOVA.
Results. There was a significant difference of VO2MAX in each group (p=0,033). RR genotype group has the highest value of VO2MAX among the rest (10,02±2,18 mL/kg/menit).
Conclusion. There is an influence of ACTN3 polymorphism on VO2MAX improvement on student of Sport Activity Unit 2015 of Jenderal Soedirman University after Sprint Interval Training.
405513884G1A012081HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN AKURASI TENDANGAN LONG PASS : Studi Cross Sectional pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal SoedirmanSepakbola adalah cabang olahraga yang paling banyak digemari oleh semua lapisan masyarakat. Menendang adalah teknik dasar yang paling dominan dalam permainan sepakbola. Parameter tendangan baik yaitu memiliki jangkauan dan akurasi yang tinggi. Ketika melakukan tendangan, komponen biomotorik yang paling dominan adalah kekuatan otot tungkai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kekuatan otot tungkai dengan akurasi tendangan long pass pada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 43 orang. Pemilihan subyek didasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga kuota terpenuhi. Subyek terlebih dahulu diukur kekuatan ototnya dengan menggunakan back leg dynamometry kemudian melakukan Tes Passing Lambung Bobby Charlton untuk menilai akurasi tendangan long pass. Uji analisis menggunakan Spearman menunjukan terdapat hubungan positif rendah (r= 0,361) yang bermakna (p= 0,017) antara kekuatan otot tungkai dengan akurasi tendangan long pass pada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman (p<0,05). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan akurasi tendangan long pass pada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman, semakin kuat kekuatan otot tungkai maka akan berdampak ringan pada semakin tingginya akurasi tendangan long pass.
Football is the sport most favored by all levels of society. Kicking is the basic technique is the most dominant in the game of football. Best kick parameters which has a range and high accuracy. When performing kicks, biomotoric component is the most dominant leg muscle strength. The purpose of this study to determine the relationship leg muscle strength and long pass accuracy kick on students majoring in Health Physical Education and Recreation Jenderal Soedirman University. The study design was observational analytic with cross sectional approach with a sample size of 43 people. Selection was based subject inclusion and exclusion criteria until the quota is met.Obect first measured their muscle strength by using a back leg dynamometry and then do the Bobby Charlton Long Pass Test. Test analysis using Spearman showed a low positive correlation (r = 0.361) were significant (p = 0.017) between the leg muscle strength with a long pass accuracy kick on students majoring in Health Physical Education and Recreation Jenderal Soedirman University (p <0.05). It can be concluded there is a relationship between leg muscle strength with a long pass accuracy kick on students majoring in Health Physical Education and Recreation Jenderal Soedirman University, the stronger the leg muscle strength it will be a mild impact on the higher accuracy kick a long pass.
405613886C1A009125PERAN AKTIF WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS PADA WANITA BURUH TANI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS)ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah variabel – variable umur, pendidikan, jam kerja dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh terhadap pendapatan wanita buruh tani, untuk menganalisis seberapa besar kontribusi pendapatan wanita buruh tani terhadap pendapatan rumah tangga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pertama, umur, pendidikan, jam kerja dan jumlah tanggungan keluarga mempunyai pengaruh terhadap pendapatan wanita buruh tani. Kedua, pendapatan wanita buruh tani mempunyai kontribusi yang besar terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan melakukan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi pendapatan wanita buruh tani adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel – variabel yang berpengaruh terhadap pendapatan wanita buruh tani adalah jam kerja dan jumlah tanggungan keluarga. Sedangkan variable umur dan pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan wanita buruh tani. Pendapatan wanita buruh tani mempunyai kontribusi yang relatif kecil terhadap pendapatan rumah tangga. Inidibuktikandenganpresentase kontribusinya < 50 persen yaitu sebesar 30,43 persen. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk dapat meningkatkan pendapatan wanita buruh maka dapat dilakukan dengan menambah jam kerja dan menambah wawasan dan ketrampilan melalui penyuluhan pendidikan dan ketrampilan UKM.
ABSTRACT
This study aimed to analyze whether the variables - age, education, hours worked and the number of family dependents pendapatanwanita effect on farm workers, to analyze how much revenue woman farm worker on household income. The hypothesis of this study is the first, age, education, hours worked and number of dependents has an effect on the income of women farm workers. Secondly, the income of women farm workers have a huge contribution to the household income. This study is a survey research with direct interviews to respondents using questionnaires. Data analysis methods used to analyze the variables that affect the income of women farm workers used a simple linear regression analysis. The results showed that the variables - variables that affect the income of agricultural laborers are women working hours and number of dependents. While age and education variables have no effect on the income of women farm workers. Income women farm workers have a relatively small contribution to the household income. This is evidenced by the percentage contribution to <50 percent in the amount of 30.43 percent. The implication of this research is to increase the income of women workers, it can be done by increasing working hours and add insight and skills through education and counseling skills of SMEs
405713887G1H011015Hubungan Status Gizi dan Kebiasaan Konsumsi Sayur dan Buah dengan Tekanan Darah Lanjut Usia di Wilayah kerja Puskesmas I SumbangTekanan darah merupakan faktor penting pada sistem sirkulasi dalam tubuh untuk daya dorong aliran darah.Peningkatan usia menyebabkan adanya perubahan tubuh kearah kemunduran, salah satunya adalah perubahan kardiovaskuler. Perubahan tersebut mengakibatkan kemampuan jantung dalam memompa darah menurun yang menyebabkan tekanan darah cenderung meningkat. Berbagai faktor dapat memicu terjadinya penurunan atau peningkatan tekanan darah pada lansia, diantaranya adalah status gizi dan kebiasaan konsumsi sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan kebiasaan konsumsi sayur dan buah dengan tekanan darah lansia di wilayah kerja Puskesmas I Sumbang. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian crossectional. Subjek sebanyak 61 orang diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling. Data primer yang dikumpulkan meliputi data status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dikonversi dengan tinggi lutut, serta kebiasaan konsumsi sayur dan buah dengan wawancara menggunakan formulir FFQ (Food Frequency Questionnaire). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berstatus gizi normal (52,5%) dengan kebiasaan konsumsi sayur dan buah yang masih kurang baik sebanyak 55,7% dan sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal sebesar 52,5%. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dengan tekanan darah (ρ=0,000), namun kebiasaan konsumsi sayur dan buah dengan tekanan darah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (ρ=0,739). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa status gizi memiliki hubungan dengan terjadinya perubahan pada tekanan darah khususnya pada lansia, dimana semakin besar status gizi, dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah.Blood pressure is an important factor in the circulatory system in the body to thrust the blood flow. Increased age cause any change of the body towards the decline, one is cardiovascular changes. These changes resulted in the ability of the heart in pumping blood that causes decreased blood pressure tends to rise. A variety of factors can trigger the onset of a decline or an increase in blood pressure in the elderly, including the nutritional status and the vegetable and fruit consumption habits. This research aims to know the relationship of nutritional status and fruits and vegetables consumption habitswith blood pressure in elderly health centers in the Puskesmas I Sumbang. Research methods used are analytic observational research with crossectional. The subject of as many as 61 people taken randomly using a simple random sampling method. Primary data collected include data nutritional status by measuring weight and height are converted with a high knee, as well as fruits and vegetables consumption habitswith the interview using the form FFQ (Food Frequency Questionnaire). The results showed that most respondents were on normal nutrition (52.5%) with fruits and vegetables consumption habitsare still less well as much 55.7% and most of the respondents have a normal blood pressure of 52.5%. The results of the analysis of the data shows that there is a correlation between nutritional status with blood pressure (ρ = 0.000), but the fruits and vegetables consumption habitswith blood pressure showed no significant correlation (ρ = 0,739). Based on the results of the research, it can be concluded that nutritional status is associated with the occurrence of changes in blood pressure especially in the elderly, in which the greater the nutritional status, can result in increased blood pressure.
405813888D1E010253BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN ASESORIS AYAM KAMPUNG SUPER PADA BERBAGAI LEVEL PENAMBAHAN SINGKONG SEGAR DALAM PAKAN KOMERSIALINTISARI
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan singkong segar dalam pakan komersial terhadap bobot dan persentase organ asesoris ayam kampung super. Penelitian telah dilakukan Purwokerto, Jawa Tengah, terhadap 80 ekor ayam kampung super unsex dengan perlakuan level penggunaan singkong segar dalam pakan komersial, yaitu: 0,0%; 12,5%; 25,0%; 37,5%; dan 50,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkong segar dalam pakan komersial menurunkan bobot dan persentase hati ayam kampung super. Perlakuan singkong segar level 0% menghasilkan bobot dan persentase hati paling tinggi, yaitu 20,40 gram dan 2,41%. Penambahan singkong segar tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot dan persentase pankreas dan limfa. Bobot pankreas dan limfa rata-rata ayam kampung super pada penelitian yaitu 1,8 gram dan 0,2328 gram dengan persentase 2,43% dan 0,3%.
ABSTRACT
This research aimed to measure the effects of adding fresh cassava in commercial feed on the accessories organ weight and percentage of Kampung Super Chicken. The research was conducted in Purwokerto, Jawa Tengah toward 80 unsex Kampung Super chicken under several treatments, which were adding some levels of fresh cassava into the commercial feed, i. e. 0,0%; 12,5%; 25,0%; 37,5%; and 50,0%. The results show that the addition of fresh cassava in the commercial feed reduced the weight and percentage of the chicken’s liver significantly. The lowest level of fresh cassava produced the highest weight and percentage of liver organ, which were 20,40 grams and 2,41%. The addition of fresh cassava into commercial feed did not influence the weight and percentage of pancreas and lymph that were about 1,8 grams and 0,2328 grams with 2,43% and 0,3%.
405913889D1E012198KEEMPUKAN, pH, DAN TINGKAT KESUKAAN TERHADAP SOSIS DAGING AYAM BROILER YANG DISUBSTITUSI DENGAN DAGING AYAM PETELUR AFKIRPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi daging ayam petelur afkir untuk daging ayam broiler terhadap keempukan, pH, dan tingkat kesukaan sosis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbandingan antara daging ayam broiler dengan daging ayam petelur afkir, P1= 100% : 0%, P2= 75% : 25%, P3= 50% : 50%, P4= 25% : 75%, dan P5= 0% : 100% dengan 4 ulangan. Rancangan Acak Kelompok untuk tingkat kesukaan diuji oleh 19 orang panelis semi terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis daging ayam broiler yang disubstitusi dengan daging ayam petelur afkir berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan dan pH, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat kesukaan sosis. Sosis 100% : 0% memiliki tingkat kesukaan paling tinggi. Sosis 75% : 25% dan sosis 0% : 100% memiliki tingkat kesukaan sama tetapi sedikit di bawah tingkat kesukaan sosis 100% : 0%. Sosis 50% : 50% sedikit di bawah tingkat kesukaan sosis 75% : 25% maupun sosis 0% : 100%. Sosis 25% : 75% memiliki tingkat kesukaan paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa sosis daging ayam broiler yang disubstitusi dengan daging ayam petelur afkir sampai dengan 100% memiliki keempukan, pH dan tingkat kesukaan yang sama.This research aims to assess the effects of substituting culled laying hens meat for broiler chicken meat on the tenderness, pH, and preference levels of the chicken sausages. This experimental research used a Completely Randomized Design with five treatments, i.e. differences in percentage comparisons between broiler chicken meat with culled laying hens meat, P1= 100% : 0%, P2= 75% : 25%, P3= 50% : 50%, P4= 25% : 75%, and P5= 0% : 100%, each of which was repeated four times. The preference level was assessed with a randomized block design tested by 19 semi-trained panelists. The results show that the substitution do not significantly affect (P>0,05) the tenderness and pH, but is highly significant (P<0,01) to the preference level. The percentage of 100% : 0% is the highest level of preference, while that of 75% : 25% and that of 0% : 100% are equal but are slightly below the former. That of 50% : 50% is slightly below the 75% : 25% and that of 0% : 100%. Meanwhile, that of 25%: 75% has the lowest level of preference. It could be concluded that substituting the meat of culled laying hens for that of the broiler chicken up to 100% causes the same level of tenderness, pH and preference.
406013921H1D011017ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN JALAN PADA SIMPANG TIGA KARIANGAU KOTA BALIKPAPAN Simpang Kariangau ini merupakan penghubung lalu lintas menuju daerah perindustrian, pelabuhan, jalan lintas provinsi, dan pusat Kota Balikpapan. Sering terjadinya kemacetan pada jam-jam sibuk membuktikan bahwa simpang ini memiliki kinerja yang buruk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi simpang dan mencari solusi pemecahan masalah dari kemacetan tersebut. Dari hasil survey kendaraan hari senin dan minggu tanggal 26 dan 27 Juli 2015, didapatkan kondisi pada jam sibuk simpang Kariangau adalah hari kerja pada pukul 17.00-18.00 WITA yaitu sebesar 6.220 kend/jam. Analisis simpang tidak bersinyal dilakukan dengan metode PKJI 2014 dan analisis lag kritis menggunakan metode Raff (1950). Kinerja simpang menghasilkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,93, tundaan sebesar 16,42 det/skr, peluang antrian 50-100% dan tingkat pelayanan C. Untuk nilai lag kritis didapatkan sebesar 3,75 detik. Sementara itu, dalam rangka peningkatan kinerja simpang, alternatif peningkatan yang terbaik pada tahun 2015 adalah pemasangan simpang APILL dengan penambahan lebar sebesar 1 meter ruas utara dan 1 meter ruas selatan pada pendekat mayor, dan 1 meter ruas timur pada pendekat minor. Sedangkan untuk 2020, yaitu pemasangan simpang APILL dengan penambahan lebar yang sama dengan alternatif tahun 2015, namun ada perubahan pada lebar masuk dan lebar keluar.Kariangau intersection is a traffic connector toward the industrial zone, harbor, provincial traffic lane, and city center of Balikpapan City. It is proved by the high frequently of congestion which makes this traffic segment has a bad performance. So that, the purpose of this research is to find out the condition and the solution of this intersection’s issues. Traffic survey was held on Monday and Sunday July 26th and 27th 2015 and provides the result that the peak hours of this intersection is occurred at 17.00-18.00 PM on the weekday with the amount of vehicles is 6220 vehicles/hour. Intersection analysis refers to PKJI 2014 method and critical lag analysis refers to Raff method (1950). This Intersection shows the performance which has a results consist of the degree of the saturation is 0.93, intersection delay is 16.42 sec/skr, chances of queue 50-100%, and level of service is C. Critical lag of this intersection is 3.75 sec. In otherwise, the improvement planning of this traffic issues, provides the result that the best alternative for improving this intersection’s performance in 2015 is assembling the signalized intersection with adding 1 meter on the north and south side of mayor segment’s wide and adding 1 meter on the east side of minor segment;s wide. Whereas the best alternative in 2020 is assembling the signalized intersection with adding the wide of the road and have a changes of entrance wide and exit wide.