Artikel Ilmiah : I1C019040 a.n. DIAN ANGGRAENI

Kembali Update Delete

NIMI1C019040
NamamhsDIAN ANGGRAENI
Judul ArtikelPemantauan Efektivitas dan Efek Samping Penggunaan Analgesik pada Pasien Kanker
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasien kanker yang mengalami nyeri dapat diterapi dengan menggunakan analgesik tetapi terdapat keterbatasan dalam pemberian terapi seperti tidak efektifnya analgesik yang digunakan dan terjadinya efek samping obat (ESO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgesik berdasarkan perubahan intensitas nyeri dan kejadian ESO dari analgesik pada pasien kanker. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif analitik dengan pengambilan data secara konkuren menggunakan metode purposive sampling dari hasil wawancara dan data rekam medis pasien terdiagnosis kanker yang sedang menjalani one day chemotherapy di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode Mei-Juli 2023 dengan total sampel sebanyak 80. Analisis data terkait efektivitas analgesik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan melihat perubahan intensitas nyeri. Analisis kejadian ESO dilakukan secara deskriptif menggunakan algoritma Naranjo. Analgesik yang paling banyak digunakan pada pasien kanker ialah parasetamol (25,00%), tramadol (23,75%), dan kombinasi parasetamol-tramadol (2,50%). Dari hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa terdapat penurunan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan setelah penggunaan analgesik (p-value < 0,05). Efek samping terbanyak yang dikeluhkan adalah perut terasa perih dan bagian ulu hati terasa nyeri, serta sembelit. Hasil penggolongan ESO menggunakan algoritma Naranjo menunjukkan bahwa ESO yang terjadi masuk ke dalam kategori Probable (76,47%) dan Possible (23,53%). Penggunaan analgesik pada pasien kanker cukup efektif untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan. Kejadian ESO terbanyak yang dikeluhkan adalah perut terasa perih dan bagian ulu hati terasa nyeri.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cancer patients who experience pain can be treated using analgesics, but there are still limitations in providing therapy, such as the ineffectiveness of analgesics and adverse drug reactions (ADR). This study aims to determine the effectiveness of analgesics based on changes in pain intensity and the incidence of ADR from analgesics in cancer patients. This was an observational concurrent study using the purposive sampling method from interviews and medical record data of patients diagnosed with cancer who were undergoing chemotherapy daycare at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto in May–July 2023 with 80 samples. Data analysis related to analgesic effectiveness was analyzed using the Wilcoxon test by looking at changes in pain intensity. The analysis of the incidence of ADRs was done descriptively using Naranjo algorithm. The most commonly used analgesics in cancer patients were paracetamol (25.00%), tramadol (23.75%), and the paracetamol-tramadol combination (2.50%). From the results of the Wilcoxon test, it is known that there is a significant decrease in pain intensity before and after using analgesics (p-value < 0.05). The most common ADRs were abdominal pain and heartburn, and constipation. The results of ADR classification using the Naranjo algorithm showed that ADRs that occurred were categorized as probable (76.47%) and possible (23.53%). The use of analgesics in cancer patients is effective enough in reducing pain intensity. The most common ADR was abdominal pain and heartburn.
Kata kunciNyeri kanker, analgesik, efektivitas, efek samping obat, algoritma Naranjo
Pembimbing 1apt. Dewi Latifatul Ilma, M.Clin.Pharm.
Pembimbing 2apt. Masita Wulandari Suryoputri, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-11-25 20:49:06.640975
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.