| NIM | F1D020074 |
| Namamhs | WENI ASTUTI |
| Judul Artikel | Simbolisasi Ruang Publik sebagai Personal Branding Kepemimpinan Achmad Husein Periode 2013 - 2023 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Personal branding merupakan hal penting yang wajib dimiliki oleh kepala daerah. Menurut McNally & Speak, dalam membangun personal branding, diperlukan 3 hal mendasar yang menjadikan personal branding kuat, yaitu kekhasan, relevansi, dan konsistensi. Penerapan personal branding dapat dilakukan dengan pemaknaan simbol yang ada dalam produksi ruang. Ruang yang diproduksi menginterpretasikan branding dan penyampaian makna politik yang ingin diciptakan oleh seorang pemimpin. Hal ini kemudian menjadi bahan kajian peneliti mengenai personal branding Achmad Husein yang di interpretasikan melalui simbolisasi ruang publik di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian tentang personal branding yang dibangun oleh Achmad Husein menunjukkan makna politik bahwa kekhasan yang dimiliki oleh Achmad Husein yaitu ingin menunjukan kepada masyarakat Banyumas bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang sangat menjunjung nilai, adat dan tradisi Banyumasan dengan pembangunan simbolisasi ruang publik yang banyak mengandung unsur budaya Banyumasan. Relevansi memunculkan bagaimana iconic simbol ruang publik tersebut ditunjukan sebagai objek wisata, pembangunan ekonomi dan pengenalan budaya. Konsistensi tercermin pada fokus pembangunan yang ada dari dulu, yaitu tidak meninggalkan unsur kebudayaan Banyumas. Pada Menara Pandang Teratai simbolisasi makna politik personal branding muncul dan menggambarkan loyalitas tinggi terhadap partai pengusungnya yaitu PDI-Perjuangan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Personal branding This is an important thing that regional heads must have. According to McNally & Speak, in building personal branding, 3 basic things are needed to make personal branding strong, namely distinctiveness, relevance and consistency. Applicationpersonal branding This can be done by interpreting the symbols that exist in the production of space. The space produced interprets the branding and conveys the political meaning that a leader wants to create. This then became material for researchers to study personal branding Achmad Husein interpreted through the symbolization of public space in Banyumas Regency using qualitative research methods and a case study approach. Research results about personal branding which was built by Achmad Husein shows the political meaning that Achmad Husein's uniqueness is that he wants to show the people of Banyumas that he is a leader who really upholds Banyumasan values, customs and traditions by building symbolic public spaces that contain many elements of Banyumasan culture. Relevance brings out the howiconic This symbol of public space is shown as a tourist attraction, economic development and cultural introduction. Consistency is reflected in the development focus that has existed from the past, namely not abandoning elements of Banyumas culture. At the Teratai View Tower, a symbol of the political meaning of personal branding emerges and depicts high loyalty to the supporting party, namely PDI-Perjuangan. |
| Kata kunci | Personal Branding, Simbolisasi Ruang Publik, Achmad Husein |
| Pembimbing 1 | Khairu Roojiqien Sobandi, S.IP., M.A., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Titis Perdani, S.IP., Msos. |
| Pembimbing 3 | Luthfi Makhasin, M.A., Ph.D. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2023-11-20 19:24:17.02643 |
|---|