Home
Login.
Artikelilmiahs
42302
Update
ISNA HANNY PUSPITANINGTYAS
NIM
Judul Artikel
Pendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi Anak di Sekolah Hompimpaa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang komprehensif. Selain itu, pendidikan seksual dalam hal ini menggunakan media alternatif berupa Kokoru dan cerita anak untuk mencoba melawan tabu dan keraguan orang tua terhadap lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi permasalahan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses ini akan menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, dan kemudian menciptakan alternatif media pembelajaran yang komprehensif. Dengan menggunakan metode kualitatif, artikel ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di Hompimpaa School. Yang menjadi landasan artikel ini adalah keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator di sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The existence of sex education is often considered a taboo subject. This is a sign that society is not open to a phenomenon that could have implications for many things. As long as it has a long-term impact on children's growth and development, sexual education must be presented in a comprehensive form. Apart from that, sexual education in this case uses alternative media in the form of Kokoru and children's stories to try to fight taboos and parental doubts about educational institutions. The aim of this research is to explore the issue of sex education at Hompimpaa School. This process will answer the question of what the condition of sex education is at Hompimpaa School, and then create comprehensive alternative learning media. Using qualitative methods, this article collects data through observations and interviews with the founders, facilitators and parents at Hompimpaa School. The basis of this article is the author's concern regarding parents confusion in responding to children's growth and development as the flow of information develops. The results of this research indicate that sexual education should be carried out from an early age. This is motivated by the rise of social phenomena that are detrimental to future generations. The use of media in the form of Kokoru and children's stories can be an alternative sexual education that involves synergy between parents, children and facilitators at school.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save