Artikel Ilmiah : F1A020091 a.n. ISNA HANNY PUSPITANINGTYAS

Kembali Update Delete

NIMF1A020091
NamamhsISNA HANNY PUSPITANINGTYAS
Judul ArtikelPendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi
Anak di Sekolah Hompimpaa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat
tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka
panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang
komprehensif. Selain itu, pendidikan seksual dalam hal ini menggunakan media alternatif berupa Kokoru dan
cerita anak untuk mencoba melawan tabu dan keraguan orang tua terhadap lembaga pendidikan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi permasalahan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses ini
akan menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, dan kemudian
menciptakan alternatif media pembelajaran yang komprehensif. Dengan menggunakan metode kualitatif, artikel
ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di
Hompimpaa School. Yang menjadi landasan artikel ini adalah keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang
tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh
maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita
anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator
di sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)The existence of sex education is often considered a taboo subject. This is a sign that society is not open to a
phenomenon that could have implications for many things. As long as it has a long-term impact on children's
growth and development, sexual education must be presented in a comprehensive form. Apart from that, sexual
education in this case uses alternative media in the form of Kokoru and children's stories to try to fight taboos
and parental doubts about educational institutions. The aim of this research is to explore the issue of sex
education at Hompimpaa School. This process will answer the question of what the condition of sex education
is at Hompimpaa School, and then create comprehensive alternative learning media. Using qualitative methods,
this article collects data through observations and interviews with the founders, facilitators and parents at
Hompimpaa School. The basis of this article is the author's concern regarding parents confusion in responding
to children's growth and development as the flow of information develops. The results of this research indicate
that sexual education should be carried out from an early age. This is motivated by the rise of social phenomena
that are detrimental to future generations. The use of media in the form of Kokoru and children's stories can be
an alternative sexual education that involves synergy between parents, children and facilitators at school.
Kata kunciKata Kunci : Pendidikan Seks, Sekolah Hompimpaa, Media Alternatif.
Pembimbing 1Arizal Mutahir
Pembimbing 2Wiman Rizkidarajat
Pembimbing 3Ankarlina Pandu Primadata
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-11-16 14:03:25.869685
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.