Artikelilmiahs

Menampilkan 39.561-39.580 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3956141963K1A019080ANALISIS SENYAWA TIOCONAZOLE MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DENGAN KOLOM C8Tioconazole adalah anti jamur turunan imidazole tersubstitusi yang secara struktural terkait dengan obat lain dalam kelas ini seperti clotrimazole, econazole, dan miconazole. Tioconazole juga telah terbukti memiliki aktivitas yang signifikan terhadap bakteri tertentu seperti Gardnerella vaginalis. Senyawa tioconazole sering digunakan salam sediaan obat untuk mengatasi akibat jamur pada kulit, kuku dan area kewanitaan. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode penetapan kadar senyawa tioconazole menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dalam sediaan salep. Sistem KCKT dioptimasi
menggunakan kolom Zorbax Eclipse plus C8 (150 x 4,6mm, 5μm) dengan perbandingan fasa gerak metanol : deionized water (buffer asam format 0,1%) 65:35 (v/v); laju alir 1,0 mL/menit, volume injeksi 20µL; panjang gelombang 220 nm. Kurva kalibrasi linear diperoleh pada rentang 50-200 ppm dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9977 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9988. Batas deteksi (LOD) dan batas kuantifikasi (LOQ) yang diperoleh berturut -turut sebesar 11,3713 ppm dan 37,9043 ppm. Koefisien variasi (KV) atau relative standard deviation (RSD) sebesar 0,42%; standar deviasi (SD) 0,43 dan HORRAT sebesar 0,04. Nilai perolehan kembali (%recovery) yang didapatkan sebesar 102,384%. Nilai resolusi yang didapatkan pada uji selektivitas senyawa tioconazole sebesar 1,714. Hasil optimasi yang diperoleh digunakan untuk menentukan kadar tioconazole yang diperoleh yaitu sebesar 1,0299 ± 0,2871 ppm dan diperoleh nilai % klaim label sebesar 102,9975%. Hasil yang diperoleh telah memenuhi
persyaratan sehingga metode ini dapat dikatakan valid, dan akurat.
Tioconazole is an imidazole-substituted antifungal derivative that is structurally related to other drugs in this class such as clotrimazole, econazole, and miconazole. Tioconazole has also been shown to have activity which is significant against certain bacteria such as Gardnerella vaginalis. The tioconazole compound is often used in medicinal preparations to treat the effects of fungus on the skin, nails and female areas. This study aims to validate the method for determining the content of tioconazole compounds using high performance liquid chromatography (HPLC) in ointment preparations. The HPLC system was optimized using a Zorbax Eclipse plus C8 column (150 x 4.6mm, 5μm) with a mobile phase ratio of methanol : deionized water (0.1% formic acid buffer) 65:35 (v/v); flow rate 1.0 mL/min,
injection volume 20µL; a wavelength of 220 nm. A linear calibration curve was obtained in the range of 50-200 ppm with a coefficient of determination (R2) of 0.9977 and a correlation coefficient (r) of 0.9988. The limits of detection (LOD) and quantification limits (LOQ) obtained were 11.3713 ppm and 37.9043 ppm respectively. The coefficient of variation (KV) or relative standard deviation (RSD) is 0.42%; standard deviation (SD) of 0.43 and HORRAT of 0.04. The recovery value (% recovery) obtained is 102,384%. The resolution value obtained in the selectivity test for the tioconazole compound was 1.714. The optimization results obtained were used to determine the tioconazole levels obtained, which were 1,0299 ± 0.2871 ppm and the % label claim value was 102.9975%. The results obtained have met the requirements so that this method can be said to be valid and accurate.
3956241964K1A019038ANALISIS SENYAWA MYCLOBUTANIL DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI MENGGUNAKAN KOLOM C18Myclobutanil merupakan salah satu jenis senyawa triazol yang digunakan sebagai zat aktif dalam fungisida sistemik. Selain manfaatnya dalam pengendalian jamur tanaman, myclobutanil sebagai fungisida juga memiliki dampak negatif yang sudah terbukti dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi pemisahan yang sederhana, cepat, akurat dan efektif pada sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), yaitu dengan diperolehnya hasil yang baik yang ditunjukkan oleh waktu retensi yang tidak terlalu lama serta bentuk peak atau asymmetrical peak guna diaplikasikan pada penelitian yang dilakukan secara rutin. Kondisi optimum sistem KCKT yang diperoleh dengan menggunakan kolom Brownlee Choice C18 (150 x 4,6mm, id 5μm) yaitu pada komposisi fasa gerak metanol : akuades (85:15, v/v) dan panjang gelombang 220nm. Hasil analisis diperoleh waktu retensi sekitar 2,45 menit dengan kurva kalibrasi yang diperoleh pada rentang konsentrasi 10 – 100 ppm menghasilkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9991. Batas deteksi (LOD) dan batas kuantifikasi (LOQ) yang diperoleh berturut-turut adalah 4,99 ppm dan 16,64 ppm. Standar deviasi (SD) yang diperoleh adalah 0,39 dengan nilai KV adalah 0,39% serta nilai HORRAT sebesar 0,04. Rata-rata nilai % perolehan kembali adalah 100,58%. Nilai resolusi pada uji selektivitas
sebesar 1,84. Hasil optimasi yang diperoleh digunakan untuk menentukan kadar sampel pestisida dan diperoleh kadar sebesar 122.816,67 ± 982,77 ppm dengan nilai % klaim label sebesar 81,88%, dengan demikian metode KCKT yang digunakan telah terbukti valid dan akurat.
Myclobutanil is a type of triazole compound which is used as an active substance in a systemic fungicide. In addition to its benefits in controlling plant fungi, myclobutanil as a fungicide also has a negative impact that has been proven to cause health problems. This study aims to obtain simple, fast, accurate and effective separation conditions in the High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) system, namely by obtaining good results as indicated by the retention time which is not too long and the shape of the peaks or asymmetrical peaks to be applied in research. routinely. The optimum conditions for the HPLC system were obtained using the Brownlee Choice C18 column (150 x 4.6mm, id 5µm), namely the mobile phase composition of methanol: distilled water (85:15, v/v) and a wavelength of 220nm. The results of the analysis obtained a retention time of about 2.45 minutes with a calibration curve obtained at a concentration range of 10 – 100 ppm resulting in a correlation coefficient (r) of 0.9991. The limits of detection (LOD) and quantification limits (LOQ) obtained were 4.99 ppm and 16.64 ppm, respectively. The standard deviation (SD) obtained is 0.39 with a KV value of 0.39% and a HORRAT value of 0.04. The average value of % recovery is 100.58%. The resolution value in the selectivity test is 1.84. The optimization results obtained were used to determine the levels of pesticide samples and obtained levels of 122.816,67 ± 982,77 ppm with a % label claim value of 81.88%, thus the HPLC method used has proven to be valid and accurate.
3956341965E1A019290ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM HAK ATAS MEREK PADA UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022Hak Atas Merek merupakan hak eksklusif pemilik Merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu agar dapat menggunakan sendiri mereknya atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Kecermatan pemilik merek terhadap barang/jasa milik orang lain menjadi komponen yang menentukan apakah merek milik orang lain tersebut telah melanggar Hak Atas Merek yang dimiliki atau tidak. Merek ERG sebagai produk fashion yang ergonomik dengan Nomor Pendaftaran IDM000540156, Nomor Pengumuman BRMA1716, Nomor Permohonan D082014006872 dan kode kelas 25 menggugat merek Erigo dengan Nomor Pendaftaran IDM00507415, Nomor Pengumuman BRMA4715, Nomor Permohonan D002013037801 dan kode kelas 25. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perlindungan hukum Hak atas Merek pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022 dan akibat hukum yang ditimbulkan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus (case approach) dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan metode normatif kualitatif sebagai metode analisis data.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Penggugat sebagai pemilik Merek ERG kurang mendapat perlindungan hukum terhadap Hak atas Mereknya dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022 yang mana belum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum yang ditimbulkan yaitu Para Tergugat terbebas dari gugatan Penggugat dengan dibatalkannya putusan tingkat pertama, dan masing-masing pihak dapat menggunakan Hak atas Mereknya masing-masing kembali sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Trademark rights represent the exclusive prerogatives granted to the registered trademark owner for a specific duration, enabling them to either utilize the trademark themselves or grant permission to third parties for its use. The attentiveness of trademark proprietors towards the goods or services of others becomes a pivotal component in determining whether another party's trademark has infringed upon their trademark rights. In a case involving ERG, an ergonomic fashion product trademark registered under Registration Number IDM000540156, Announcement Number BRMA1716, Application Number D082014006872, and categorized under class 25, taking legal action against the Erigo trademark, bearing Registration Number IDM00507415, Announcement Number BRMA4715, Application Number D002013037801, and also classified under class 25, this study aims to analyze the legal protection of Trademark rights under Law Number 20 of 2016 on Trademarks and Geographical Indications within the context of Supreme Court Decision Number 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022, while also examining the legal consequences arising from this decision.
This research employs a normative juridical research methodology with a case approach and analytical descriptive research specifications. Secondary data sources encompass primary, secondary, and tertiary legal materials. Data collection for this research utilizes library research methods, subsequently presented in the form of narrative texts, employing qualitative normative methods as a data analysis approach.
Based on the research findings and discussions, it can be concluded that the Plaintiff, as the owner of the ERG Trademark, received limited legal protection for their Trademark rights in Supreme Court Decision Number 1349 K/Pdt.Sus-HKI/2022, which does not align with the provisions of Law Number 20 of 2016 on Trademarks and Geographical Indications. The legal consequences include the Defendants being absolved from the Plaintiff's lawsuit, the annulment of the first-instance decision, and both parties regaining the ability to exercise their respective Trademark rights in accordance with the prevailing legal framework.
3956441966J1C016035REPRESENTASI NILAI BUSHIDO PADA SERIAL ANIMASI ReLIFEPenelitian ini berjudul “Representasi Nilai Bushido pada Serial Animasi Relife Karya Yayoiso” bertujuan untuk meneliti konsep bushido pada tokoh yang terdapat dalam serial animasi Relife. Analisis data menggunakan teori bushido oleh Nitobe (2015). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu metodes simak catat. Berdasarkan hasil analisis penelitian terdapat tujuh data yang masing–masing mewakili nilai–nilai dari bushido, yaitu : Keberanian, Kesetiaan, Kejujuran, Kebajikan, Kesopanan, ketulusan, dan kehormatan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Representasi Nilai Bushido pada Serial Animasi ReLIFE yang dicerminkan oleh tokoh–tokoh dalam serial animasi ReLIFE baik secara lisan ataupun tindakan
This study entitled “Representation of Bushido Values in the Relife Animation Series by Yayoiso” aims to examine the bushido concept of the characters in the Relife animated series. Data analysis uses bushido theory by Nitobe (2015). The method used is a qualitative descriptive method using data collection methods, namely the recording method. Based on the results of the research analysis, there are seven data that each represent the values of bushido, namely: Courage, Loyalty, Honesty, Virtue, Politeness, Sincerity, and Honesty.
Based on the results of the study it can be interpreted that the Representation of Bushido Values in the Relife Animation Series is reflected by the characters in the ReLIFE animated series both orally and in action.
3956541967F1B019037KUALITAS PELAYANAN KEPEGAWAIAN MELALUI E-SERVICE QUALITY PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (SIMPATIKA) KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURBALINGGAPerkembangan dunia yang semakin maju dan modern, serta mengingat pesatnya perkembangan teknologi, hal tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai peluang untuk mencoba memajukan birokrasi pemerintah. Kementerian Agama sebagai organisasi publik telah memperkenalkan E-Service dengan sistem informasi manajemen yang terintegrasi. Semua bidang di Kementerian Agama memiliki sistem informasinya masing-masing. Bidang Pendidikan Madrasah, bagian ini memiliki sistem informasi manajemen, yaitu Sistem Informasi Manajemen Guru Dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA), untuk dapat memberikan manfaat yang optimal, SIMPATIKA harus diimplementasikan dan dikelola dengan benar, serta diintegrasikan dengan baik melalui pegawai yang yang mengelola serta memastikan bahwa pelayanan yang ada pada aplikasi SIMPATIKA tersebut dapat di manfaatkan dan digunakan sesuai dengan tujuan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Tingkat Kualitas Pelayanan Kepegawaian Melalui E-Service Quality Pada Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SIMPATIKA) di Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 61 orang yang dikhususkan pada Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Karangmoncol. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner, Observasi, Wawancara Dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan Teknik indeks, Pada penelitian ini pengujian validitas dilakukan dengan cara mengorelasi skor butir dengan skor total menggunakan Korelasi Product Moment. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas penelitian ini adalah nilai cronbach’s alpha > 0,05 dinyatakan reliabel. Hasil analisis menunjukan bahwa tingkat kualitas pelayanan SIMPATIKA ditandai dengan tingginya nilai yang diberikan terhadap kualitas pelayanan. Nilai indeks konversi pada variabel kualitas pelayanan sebesar 81,25 dengan nilai rata-rata tertimbang 3,25 berada pada kategori baik.The development of an increasingly advanced and modern world, and considering the rapid development of technology, is being used by the government as an opportunity to try to advance government bureaucracy. The Ministry of Religion as a public organization has introduced E-Service with an integrated management information system. All fields in the Ministry of Religion have their own information systems. In the Madrasah Education Sector, this section has a management information system, namely the Teacher and Education Personnel Management Information System (SIMPATIKA), to be able to provide optimal benefits, SIMPATIKA must be implemented and managed correctly, as well as well integrated through employees who manage and ensure that The services available in the SIMPATIKA application can be utilized and used according to the program objectives. This research aims to determine and describe the level of quality of personnel services through e-service quality in the Educator and Education Personnel Management Information System (SIMPATIKA) at the Ministry of Religion, Purbalingga Regency. This research uses descriptive quantitative methods with a survey approach. The sampling technique uses the Cluster Random Sampling technique. The population in this study was 61 people specifically at Madrasah Ibtidaiyah, Karangmoncol District. Data collection uses questionnaires, observations, interviews and documentation. Data analysis uses index techniques. In this study, validity testing was carried out by correlating item scores with total scores using Product Moment Correlation. The basis for decision making in the reliability test of this research is that a Cronbach's alpha value > 0.05 is declared reliable. The results of the analysis show that the level of SIMPATIKA service quality is characterized by the high value given to service quality. The conversion index value for the service quality variable is 81.25 with a weighted average value of 3.25 in the good category.
3956641968F1F019006DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA TERHADAP KOREA SELATAN DALAM PENGADAAN ALUTSISTA MARITIM TAHUN (2016-2021)Pergeseran geopolitik dari Heartland dan Island or Outer/kawasan yang mempunyai SDA melimpah menjadikan negara di kawasan ini menjadi global imperium. Berakhirnya Perang Dingin juga mempengaruhi keamanan di kawasan Asia-Pasifik, di mana Amerika dan China muncul dan ikut campur tangan sebagai kekuatan hegemonik yang ingin menjalin berbagai diplomasi pertahanan keamanan untuk menginvasi negara di kawasan guna menguatkan pengaruhnya di Asia-Pasifik. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari data sekunder. Berdasarkan data-data yang diperoleh, hasil penelitian ini memperlihatkan langsung bahwa hipotesis penulis terbukti dalam penelitian ini. Di mana motivasi Indonesia dan Korea Selatan menggunakan pendekatan persepsi ancaman saat terjadinya pergeseran geopolitik ke Asia-Pasifik yakni karena hubungan ketegangan antara Amerika dan China menyebabkan jalur tersebut tidak aman.
Hal tersebut menjadikan Asia-Pasifik sebagai pintu masuk baru khususnya di Laut China Selatan. Hubungan diplomasi pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan sesuai dengan yang disebutkan Cohen, faktor ketidakpercayaan dan pengalamann masa lalu dapat dilihat dari hubungan buruk Indonesia dan Korea Selatan dengan AS dan China yang membuat kedua negara ini merasa terancam/cemas bahwa AS dan China dapat melakukan hal yang sama di kemudian hari. Ditutup dengan pola yang sesuai pada point pertama dari konsep diplomasi pertahanan yaitu Defence Diplomacy for Confidence Building Measures berhasil dilakukan Korea Selatan dan Indonesia melalui konsep ini dinyatakan langsung oleh presiden Moon Jae-in yaitu keterbukaan antara Indonesia dan Korea Selatan dalam kapabilitas militer, membuat hubungan kedua negara ini erat, tidak merasa terancam, dan menumbuhkan rasa kepercayaan antara kedua negara ini.

kata kunci : Diplomasi Pertahanan, Alutsista Maritim, Asia-Pasifik
The geopolitical shift from Heartland and Island or Outer/regions that have abundant natural resources has made countries in this region become global empires. The end of the Cold War also affected security in the Asia-Pacific region, where America and China appeared and intervened as hegemonic powers who wanted to establish various security cooperations to invade countries in the region to strengthen their influence in the Asia-Pacific. In this study, the authors used a qualitative research method with a literature study approach from secondary data. Based on the data obtained, the results of this study show directly that the author's hypothesis is proven in this study. Where is the motivation for Indonesia and South Korea to use the treat perception approach when there is a shift in geopolitics to the Asia-Pacific, namely because the tense relationship between America and China makes the route unsafe.
So that makes Asia-Pacific a new entry point, especially in the South China Sea. The cooperative relationship between Indonesia and South Korea is in accordance with what Cohen mentioned, the factor of distrust and past experiences can be seen from the bad relations between Indonesia and South Korea with the US and China which makes these two countries feel threatened/worried that the US and China could do something similar. same later. Closing with the appropriate pattern on the first point of the concept of defense diplomacy namely Defense Diplomacy for Confidence Building Measures was successfully carried out by South Korea and Indonesia through this concept which was stated directly by President Moon Jae-in namely openness between Indonesia and South Korea in military capability, making the second relationship this country is close, does not feel threatened, and fosters a sense of trust between the two countries.

keywords: Defense Diplomacy, Maritim Defense Equipment, Asia-Pasific
3956741984E1A019081PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT DALAM RANGKA PEMBINAAN NARAPIDANA
(Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal )
Dalam hukum pidana dikenal adanya sanksi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia Dalam Pasal 10 ayat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan mengatur mengenai hak-hak seorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa pelaksanaan pemberian pembebasan bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Tegal serta kendala dan solusi dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Tegal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan pada pencarian-pencarian. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kualitatif sedangkan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Tegal telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, akan tetapi ada beberapa hambatan. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Tegal antara lain proses di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sangat lama, pihak penjamin bukan dari pihak keluarga, narapidana melanggar hukum disiplin Lembaga Pemasyarakatan, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana.In criminal law, there is the existence of imprisonment sanctions. Imprisonment is the last resort in the prevailing criminal legal system; therefore, in its implementation, it must adhere to human rights. Article 10, paragraph of Law Number 22 of 2022 regarding Penitentiary regulates the rights of inmates, including the right to conditional release. This research aims to understand and analyze the implementation of conditional release at the Tegal Penitentiary and the challenges and solutions in the implementation of conditional release at the Tegal Penitentiary. In this research, the researcher used a juridical-sociological approach, which emphasizes investigations. The data sources consisted of primary and secondary data. The data are presented systematically and analyzed using qualitative methods, with a descriptive analytical research specification. Based on the research findings, it is known that the implementation of conditional release by the Tegal Penitentiary is in accordance with Law Number 22 of 2022 regarding Penitentiary. However, there are several obstacles. Obstacles that occur in the implementation of conditional release by the Tegal Penitentiary include the lengthy process in the Directorate General of Penitentiaries, the guarantor is not from the inmate's family, inmates violating the disciplinary rules of the Penitentiary, and psychological barriers from society in accepting inmates back into the community.
3956841969F1D019011PENDANAAN POLITIK PARTAI PADA TINGKAT LOKAL
(Studi Tentang Pengelolaan Bantuan Keuangan Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Banyumas Tahun 2019)
Penelitian ini berjudul “Pendanaan Politik Partai Pada Tingkat Lokal (Studi Tentang Pengelolaan Bantuan Keuangan Politik Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Banyumas Tahun 2019).” Latar belakangnya adalah pendanaan partai politik harus dilakukan secara merata karena hal ini sangat penting untuk mewujudkan demokrasi terutama di ranah lokal. Kabupaten Banyumas sebagai daerah yang mempunyai pendapatan terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp. 3.725.000.000. Berdasarkan data perolehan suara pada pemilu 2014 dan pemilu 2019, PDIP menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di Kabupaten Banyumas. Hal ini menjadi dasar dari penelitian ini untuk mengungkapkan pengelolaan bantuan keuangan politik yang diterima oleh partai. PKS dipilih sebagai partai pembanding karena merupakan salah satu partai yang memiliki ideologi yang berbeda dan secara konsisten menjadi oposisi dari PDIP berturut-turut pada pemilu 2014 dan 2019.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara kepada perwakilan dari PDIP, PKS dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas, serta pengumpulan dokumen dan referensi tertulis lainnya. Dalam penelitian ini data yang didapat kemudian dianalisis dengan teknik triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pengelolaan bantuan keuangan politik sesuai dengan Permendagri Nomor 36 tahun 2008 yaitu untuk mengalokasikan dana bankeupol untuk pendidikan politik minimal 60% dan operasional partai minimal 40% telah dilaksanakan oleh PDIP Kabupaten Banyumas yang menganggarkan pendidikan politik sebesar 83% dan untuk operasional partai sebesar 13%. Sementara PKS Kabupaten Banyumas tidak menganggarkan bantuan keuangan politik yang diterima sesuai Permendagri Nomor 36 tahun 2008. PKS menganggarkan dana untuk pendidikan politik sebesar 44% dan untuk operasional partai sebesar 56% dari bantuan keuangan politik yang diterima. Meski demikian, kedua partai tersebut telah dinyatakan akuntabel berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
This research is entitled "Party Political Funding at the Local Level (Study of the Management of Political Financial Assistance of the Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) and Partai Keadilan Sejahtera (PKS) in Banyumas Regency in 2019)." The background is that political party funding must be carry out evenly because this is very important for realizing democracy, especially in the local sphere. Banyumas Regency is the region with the second largest income in Central Java Province, reaching IDR. 3,725,000,000. Based on vote acquisition data in the 2014 and 2019 elections, PDIP is the party with the most votes in Banyumas Regency. The basis of this research to reveal the management of political financial assistance received by parties. PKS was chosen as a comparison party because it is a party that has a different ideology and has consistently been in opposition to PDIP in successive elections in 2014 and 2019.
The method used in this research is a qualitative research method with a case study approach. The data collection technique was carried out using the interview method with representatives from PDIP, PKS, and the Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas, as well as collecting documents and other written references. In this research, the data obtained used data triangulation techniques.
The results of this research reveal that political financial assistance management is in accordance with Minister of Home Affairs Regulation Number 36 of 2008, namely to allocate bankeupol funds for political education of at least 60% and operational parties at least 40% has been implemented by PDIP Banyumas Regency which budgeted 83% for political education and 13% for party operations. Meanwhile, PKS Banyumas Regency does not budget for political financial assistance received in accordance with Minister of Home Affairs Regulation Number 36 of 2008. PKS budgets 44% for political education and 56% for party operations of the political financial assistance received. However, the two parties have been declared accountable based on an audit by Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
3956941970C1I018006Factors Affecting The Financing of Islamic Banks in IndonesiaPenelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pada perbankan syariah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Modal, Laba, Efisiensi, Risiko Pembiayaan, Likuiditas, Inflasi, BI Rate terhadap Pembiayaan. Populasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Perbankan Syariah Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk analisis data menggunakan statistik deskripstif, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda dan uji hipotesis. Penetuan sampel menggunakan purposive sampling. Sample dalam penelitian ini adalah 52 sampel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variable modal tidak signifikan terhadap pembiayaan, laba tidak signifikan terhadap pembiayaan, efisiensi tidak signifikan terhadap pembiayaan, risiko pembiayaan tidak signifikan terhadap pembiayaan, likuiditas berpengaruh terhadap pembiayaan.
This research is a type of quantitative research on Islamic banking in Indonesia. The aim of this research is to analyze the effect of Capital, Profitability, Efficiency, Financing Risk, Liquidity, Inflation, and BI Rate on Financing. The population used in this research consists of Indonesian Islamic Banks listed on the Indonesia Stock Exchange. Descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing were employed for
data analysis. The sample was determined using purposive sampling, resulting in 52 samples being included in this research. The research findings indicate that the capital variable has no significant effect on financing, profitabilty has no significant effect on financing, efficiency has no significant effect on financing, financing risk has no significant effect on financing, but liquidity does have an effect on financing.
3957044499F1B017108PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KINERJA PEGAWAI TERHADAP
KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PATEN (PELAYANAN
ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN) DI KECAMATAN KEMBARAN
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kinerja Pegawai terhadap
Kepuasan Masyarakat dalam Program PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan)
di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi pelayanan
PATEN (Pelayanan Adminstrasi Terpadu Kecamatan) di Kecamatan Kembaran belum
mencapai tingkat optimal dalam memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat ketidakpuasan yang dirasakan oleh masyarakat
terhadap pelayanan yang meraka terima. Pentingnya peran kualitas pelayanan dan kinerja
pegawai dalam pelayanan PATEN sangat signifikan dalam menciptakan kepuasan masyarakat.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan dan kinerja
pegawai terhadap kepuasan masyarakat.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dengan variabel kualitas
pelayanan (X1) dan kinerja pegawai (X2) dan kepuasan masyarakat (Y), pengambilan sampel
yang dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 100 orang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik (uji normalitas
dan uji heteroskedastisitas), dan Regersi Linear Berganda.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan antara kualitas pelayanan dan kinerja pegawai terhadap kepuasan masyarakat dalam
program PATEN (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) di Kecamatan Kembaran
Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil perhitungan Regersi Linear Berganda variabel kualitas
pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai
thitung (2,218) > ttabel (1,664), maka H1 diterima. Hasil perhitungan Regersi Linear Berganda
variabel kinerja pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan
masyarakat dengan nilai thitung 9,084 > ttabel 1,664, maka H2 diterima. Hasil perhitungan
Regersi Linear Berganda antara kualitas pelayanan dan kinerja pegawai terhadap kepuasan
masyarakat menunjukkan bahwa nilai Fhitung 229,798 > nilai ftabel 3,091 dengan arah yang
positif, maka H3 diterima. Hasil perhitungan Regersi Linear Berganda secara keseluruhan
variabel independen yaitu kualitas pelayanan dan kinerja pegawai berpengaruh secara signifikan
terhadap variabel dependen yaitu kepuasan masyarakat. Hasil uji regresi linear berganda
menunjukkan bahwa nilai R square sebesar 82,6% yang berarti kualitas pelayanan dan kinerja
pegawai berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat sebesar 82,6%. Sedangkan sisanya 17,4%
dipengaruhi oleh variable lain. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kualitas pelayanan
dan kinerja pegawai mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat
dalam program PATEN (Pelayanan Adminsitrasi Terpadu Kecamatan) di Kecamatan Kembaran
Kabupaten Banyumas.
This research is titled "The Influence of Service Quality and Employee Performance on
Public Satisfaction in the PATEN Program (Integrated Administrative Services in the District) in
Kembaran District, Banyumas Regency." The study is motivated by the fact that PATEN services
in Kembaran District have not yet reached an optimal level in providing services according to
established standards. This is evident from the level of dissatisfaction felt by the community
regarding the services they receive. The importance of the role of service quality and employee
performance in PATEN services is highly significant in creating public satisfaction. The aim of
this research is to identify the influence of service quality and employee performance on public
satisfaction.
The method used is an associative quantitative approach with variables of service quality
(X1) and employee performance (X2) influencing public satisfaction (Y). The sample was selected
using accidental sampling with a sample size of 100 individuals. Data collection techniques
included questionnaires, observation, and documentation. Data analysis techniques included
classical assumption tests (normality and heteroskedasticity tests) and multiple linear regression.
The results of this research reveal a positive and significant influence between service
quality and employee performance on public satisfaction in the PATEN program in Kembaran
District, Banyumas Regency. Based on the multiple linear regression calculations, the service
quality variable has a positive and significant effect on public satisfaction with a t-value (2.218)
> critical t-value (1.664), hence H1 is accepted. The employee performance variable also has a
positive and significant effect on public satisfaction with a t-value of 9.084 > critical t-value
1.664, therefore H2 is accepted. The multiple linear regression results between service quality
and employee performance on public satisfaction show an F-value of 229.798 > critical F-value
3.091 with a positive direction, thus H3 is accepted. The overall multiple linear regression
calculations for the independent variables, service quality, and employee performance, show a
significant influence on the dependent variable, public satisfaction. The multiple linear
regression results indicate an R-square value of 82.6%, meaning that service quality and
employee performance collectively influence public satisfaction by 82.6%. The remaining 17.4%
is influenced by other variables. Therefore, it can be stated that service quality and employee
performance have a positive and significant impact on public satisfaction in the PATEN program
in Kembaran District, Banyumas Regency.
3957141972J1B019024Analisis Makna Kultural dalam Leksikon Teknik Pembuatan Batik Banyumas (Kajian Etnolinguistik)Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan makna kultural yang terkandung dalam leksikon cara atau teknik pembuatan batik di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan kajian teori Etnolinguistik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar pada metode ini adalah teknik pancing dan teknik lanjutan dalam metode ini berupa teknik catat. Proses analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan berupa metode padan referensial dan metode padan translasional. Selain itu dalam penelitian ini menggunakan metode analisis interaktif yang digunakan dalam menganalisis data. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode penyajian informal. Hasil analisis data tersebut menunjukan bahwa ditemukan 4 (empat) data leksikon jenis atau teknik pembuatan batik banyumasan di wilayah Kabupaten Banyumas yang terdiri dari a) batik tulis banyumasan b) batik kombinasi atau batik semi tulis banyumasan c) batik cap banyumasan dan d) batik printing banyumasan. Berdasarkan hasil penelitian, ke 4 (empat) leksikon tersebut mempunyai makna yang berbeda secara umum dimaknai sebagai pemaknaan kultural di lingkungan pengrajin dan juga masyarakat Banyumas sekitar. Makna kultural yang diungkapkan oleh pengrajin maupun masyarakat pada umumnya merupakan makna yang terlihat dari hubungan penamaan teknik pembuatan batik dengan kebudayaan penutur leksikon tersebut.This study aims to be able to describe the cultural meaning contained in the lexicon of ways or techniques of making batik in Banyumas Regency using the study of Ethnolinguistic theory. This research is a type of research using a qualitative descriptive approach. Data collection in this study uses a proficient method with the basic techniques in this method are fishing techniques and advanced techniques in this method in the form of recording techniques. The data analysis process used in this study is the padan method in the form of referential padan method and translational padan method. In addition, this study used interactive analysis methods used in analyzing data. The presentation of the results of data analysis in this study used informal presentation methods. The results of the data analysis showed that 4 (four) lexicon data were found on the type or technique of making banyumasan batik in the Banyumas Regency area consisting of a) banyumasan written batik, b) combination batik or semi written banyumasan batik, c) banyumasan stamp batik, and d) banyumasan batik printing. Based on the results of the study, the 4 (four) lexicons have different meanings in general interpreted as cultural meanings in the craftsman environment and also the surrounding Banyumas community. The cultural meaning expressed by craftsmen and society in general is a meaning that can be seen from the relationship between the naming of batik making techniques with the culture of the lexicon speakers.
3957241933I1E019029Pemanfaatan Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu Blencong Sebagai Sarana dan Prasarana Olahraga MasyarakatLatar Belakang: Upaya mendukung tercapainya olahraga masyarakat diperlukan sarana dan prasarana yang memadahi, salah satunya yaitu Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu belencong. Pentingnya penelitian ini untuk mengetahui Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu belencong apa saja faktor pendukung, faktor penghambat dan bagaimana objek wisata ini dapat dijadikan sarana dan prasarana olahraga masyarakat.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini mengguanakan teknik purposive sampling dengan informan berjumlah 31 pengunjung.
Hasil Penelitian: Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu Belencong layak digunakan sebagai sarana dan prasarana olahraga masyarakat. Pengunjung mendapatkan fasilitas untuk berenang, camping, dan outbound, Pengunjung juga mendapatakan daya tarik keindahan alam dan terdapat taman bunga. Pengelolaan dan keamanan diprioritaskan bagi pengunjung menjadi nilai tambah bagi objek wisata ini. Akan tetapi, masih perlu adanya peningkatan dari segi fasilitas toilet dan pelampung, dan akses jalan menuju lokasi.
Kesimpulan: Hasil analisis data Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu belencong memenuhi aspek yang mendukung dijadikan sarana dan prasarana olahraga masyarakat, diantaranya memenuhi dari fasilitas, daya tarik, pengelolaan dan keamanan. Dapat disimpulkan Objek Wisata Taman Banyu Kencana Watu belencong baik digunakan untuk sarana dan prasarana olahraga masyarkat.
Background: Efforts to support the achievement of community sports require adequate facilities and infrastructure, one of which is the Banyu Kencana Watu Belencong Park Tourist Attraction. The importance of this research is to find out the Banyu Kencana Watu Belencong Park tourist attraction, what are the supporting factors, inhibiting factors and how this tourist attraction can be used as community sports facilities and infrastructure.
Methodology: This study used a descriptive qualitative method. By using the instruments of observation, interviews, and documentation. This study used a purposive sampling technique with 31 informants as visitors.
Research results: The Banyu Kencana Watu Belencong Park tourist attraction is suitable for use as community sports facilities and infrastructure. Visitors get facilities for swimming, camping and outbound. Visitors also get the attraction of natural beauty and there is a flower garden. Management and security are prioritized for visitors, which is an added value for this tourist attraction. However, improvements still need to be made in terms of toilet and life vest facilities, and road access to the location.
Conclusion: The results of data analysis at the Banyu Kencana Watu Belencong Park tourist attraction fulfill aspects that support being used as community sports facilities and infrastructure, including meeting facilities, attractiveness, management, and security. It can be concluded that the Banyu Kencana Watu Belencong Park Tourism Object is good for community sports facilities and infrastructure.
3957341973B1B019037Diversity of The Fiddler Crabs (Crustacea: Brachyura: Ocypodidae) in The Segara Anakan Mangrove Ecosystem CilacapFiddler crab belongs to the subphylum Crustacea, Order Decapoda, and the Family Ocypodidae. Fiddler crab are characterized by sexual dimorphism and asymmetry in one male crab claw. Therefore, this study aims to evaluate the diversity of fiddler crabs in the Segara Anakan mangrove ecosystem based on morphological characters and number of species This research purpose was conducted by survey and purposive random sampling techniques. Stations determined by the difference in vegetation and samples of fiddler crabs caught randomly (random sampling) from natural habitats in Segara Anakan, which was conducted 2 stages at four stations in the villages of Kutawaru, Tambakreja, Ujunggalang, Tritih Kulon, and Ujunggagak. Additional specimens from the crustacean collection at Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) will also be used. The variable are the Meristic, Morphometric and General Morphological. The data obtained was analyzed descriptively. The result indicated the general morphology of fiddler crab species can be differentiated by color patterns, carapace shape, and chela variations. Meristic characters of fiddler have differences in the total number of long grooves of the dactylus, predistal triangular teeth, and tubercles on the orbital floor. Variations in morphometric characters on CL, CW & PL measurements were significantly different between individuals of 9 species (A. annulipes, A. triangularis, T. arcuata, T. bellator, T. coarctata, T. dussumieri, T. demani, T. forcipata and T. rosea)Fiddler crab belongs to the subphylum Crustacea, Order Decapoda, and the Family Ocypodidae. Fiddler crab are characterized by sexual dimorphism and asymmetry in one male crab claw. Therefore, this study aims to evaluate the diversity of fiddler crabs in the Segara Anakan mangrove ecosystem based on morphological characters and number of species This research purpose was conducted by survey and purposive random sampling techniques. Stations determined by the difference in vegetation and samples of fiddler crabs caught randomly (random sampling) from natural habitats in Segara Anakan, which was conducted 2 stages at four stations in the villages of Kutawaru, Tambakreja, Ujunggalang, Tritih Kulon, and Ujunggagak. Additional specimens from the crustacean collection at Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) will also be used. The variable are the Meristic, Morphometric and General Morphological. The data obtained was analyzed descriptively. The result indicated the general morphology of fiddler crab species can be differentiated by color patterns, carapace shape, and chela variations. Meristic characters of fiddler have differences in the total number of long grooves of the dactylus, predistal triangular teeth, and tubercles on the orbital floor. Variations in morphometric characters on CL, CW & PL measurements were significantly different between individuals of 9 species (A. annulipes, A. triangularis, T. arcuata, T. bellator, T. coarctata, T. dussumieri, T. demani, T. forcipata and T. rosea)
3957444500F1C019041KOMUNIKASI KONSELOR DALAM PROSES PENDAMPINGAN KESEHATAN MENTAL NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KOTA BENGKULUPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran komunikasi konselor dalam proses pendampingan kesehatan mental narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Kota Bengkulu. Pemahaman akan bagaimana komunikasi konselor memengaruhi kesehatan mental narapidana perempuan dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif terhadap upaya rehabilitasi di dalam lembaga pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non partisipatif, wawancara mendalam dengan konselor, dan tiga narapidana perempuan dengan latar belakang yang berbeda-beda di Lembaga pemasyarakatan. Temuan utama dari penelitian ini menyoroti strategi komunikasi yang efektif antara konselor dan narapidana perempuan dalam memfasilitasi proses pendampingan kesehatan mental di dalam lembaga pemasyarakatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif, seperti kepercayaan, empati, dan pengertian, juga menjadi perhatian utama. Penting adanya rasa empati dalam proses pendekatan diri konselor dengan narapidana, menerapkan pandangan Onion Theory of Social Penetration yang terbukti benar dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam meningkatkan program rehabilitasi dan pendampingan kesehatan mental di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Rekomendasi untuk peningkatan pelatihan dan pengembangan keterampilan komunikasi bagi konselor serta peningkatan kesadaran akan pentingnya komunikasi dalam mendukung kesehatan mental narapidana perempuan diungkapkan.This study aims to investigate the role of counselor communication in the process of accompanying the mental health of female inmates in Class II B Women's Correctional Facility in Bengkulu City. Understanding how counselor communication influences the mental health of female inmates can provide a more comprehensive view of rehabilitation efforts within the correctional facility. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data were collected through non-participatory observation, in-depth interviews with counselors, and three female inmates with different backgrounds in the correctional facility. The main findings of this study highlight effective communication strategies between counselors and female inmates in facilitating the process of mental health accompaniment within the correctional facility. Factors influencing effective communication, such as trust, empathy, and understanding, are also the main focus. The importance of empathy in the counselor's approach to inmates, applying the perspective of the Onion Theory of Social Penetration proven true in this study. The results of this study have important implications for improving rehabilitation programs and mental health accompaniment in Indonesian correctional facilities. Recommendations for enhancing training and developing communication skills for counselors, as well as increasing awareness of the importance of communication in supporting the mental health of female inmates, are expressed.
3957541974K1C019050KONDUKTIVITAS IONIK MEMBRAN POLIMER KITOSAN/LiOH TERDISPERSI SILIKA FLY ASH SEBAGAI MATERIAL ELEKTROLIT PADAT BATERAI SEKUNDERBaterai sekunder merupakan jenis baterai yang dapat digunakan berkali-kali karena bersifat rechargeable. Salah satu komponen penyusunnya adalah elektrolit yang berperan sebagai jembatan untuk mentransfer ion-ion dalam baterai. Jenis elektrolit yang dikembangkan saat ini merupakan elektrolit padat berbentuk membran. Modifikasi elektrolit berbentuk membran dapat dilakukan dengan menambahkan garam dan filler anorganik. Bahan yang digunakan untuk membuat elektrolit padat adalah kitosan dengan modifikasi berupa penambahan garam LiOH serta filler anorganik berupa silika dengan metode solution casting. Silika yang digunakan berasal dari fly ash. Fly ash merupakan limbah hasil pembakaran batubara dengan kandungan silika sebesar 65,97%. Kandungan silika yang terdapat pada fly ash berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai filler anorganik pada membran polimer. Variasi penambahan silika fly ash yang digunakan sebesar 0% dan 12% dengan karakterisasi Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Hasil karakterisasi EIS bertujuan untuk menentukan nilai konduktivitas ionik membran. Hasil karakterisasi EIS membran kitosan, kitosan/LiOH, dan kitosan/LiOH/silika fly ash 12% yang menghasilkan nilai sebesar 1,275 x 10-8 S/cm, 3,824 x 10-6 S/cm dan 1,304 x 10-4 S/cm. Nilai konduktivitas yang meningkat akibat penambahan silika menunjukkan bahwa adanya silika fly ash dapat mempengaruhi nilai konduktivitas ionik membran polimer elektrolit padat.Secondary batteries are a type of battery that can be used many times because they are rechargeable. One of the constituent components is the electrolyte which acts as a bridge to transfer ions in the battery. The type of electrolyte developed today is a membrane-shaped solid electrolyte. Modification of membrane-shaped electrolyte can be done by adding salts and inorganic fillers. The material used to make solid electrolyte is chitosan with modification in the form of adding LiOH salts and inorganic fillers in the form of silica by solution casting method. The silica used comes from fly ash. Fly ash is waste from coal combustion with a silica content of 65.97%. The silica content found in fly ash has the potential to be used as an inorganic filler in polymer membranes. The variation of silica fly ash addition used by 0% and 12% with characterization Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). EIS characterization results aim to determine the ionic conductivity value of the membrane. The results of EIS characterization of chitosan, chitosan/LiOH, and chitosan/LiOH/silica fly ash 12% membranes resulted in values of 1,275 x 10-8 S/cm, 3,824 x 10-6 S/cm and 1,304 x 10-4 S/cm. The increased conductivity value due to the addition of silica indicates that the presence of fly ash silica can affect the ionic conductivity value of the solid polymer electrolyte membrane.
3957644501F2C021010MANAJEMEN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PIMPINAN DALAM MEMBENTUK KOHESIVITAS KARYAWAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI FAJAR UTAMA KARYA
Budaya pada setiap organisasi memiliki keunikan dan kekhasan yang berbeda di setiap
perusahaan. Keunikan yang khas dari setiap organisasi berasal dari gaya manajemen, kebijakan,
operasi karyawan, gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh
pemimpin. PT Fajar Utama Karya merupakan perusahaan konstruksi di wilayah Kabupaten
Brebes. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana manajemen komunikasi interpersonal yang
dilaksanakan oleh pimpinan kepada karyawan. Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya
komunikasi tidak efektif pada proyek. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menemukan bahwa seluruh kegiatan komunikasi perusahaan dipimpin oleh direktur
utama perusahaan. Kegiatan komunikasi interpersonal untuk membangun kohesivitas dilakukan
melalui briefing, syukuran, pemberian bonus tahunan dan tunjangan hari raya, sementara dalam
praktiknya kegiatan komunikasi yang dilakukan pimpinan masih tertinggal. Praktik komunikasi
efektif yang tertinggal disebabkan oleh kurangnya kemampuan pemimpin untuk memberikan
pelatihan yang dibutuhkan pekerja dalam pengelolaan penggunaan teknologi komunikasi,
sehingga menyebabkan pembengkakan biaya, kelebihan biaya, hingga pelaksanaan kegiatan
yang salah sehingga harus didesain ulang.
The culture of each organization is unique and different from each company. The uniqueness of each organization comes from the management style, policies, employee operations, leadership style and interpersonal communication applied by the leader. PT Fajar Utama Karya is a construction company in the Brebes Regency area. This research examines how interpersonal communication management is carried out by leaders with employees. Analyze the factors that cause ineffective communication on projects. The research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The research results found that all company communication activities were led by the company's main director. Interpersonal communication activities to build cohesiveness are carried out through briefings, thanksgivings, giving annual bonuses and holiday allowances, while in practice communication activities carried out by leaders are still lagging behind. Lagging effective communication practices are caused by a lack of leadership ability to provide the training needed by workers in managing the use of communication technology, resulting in cost overruns, cost overruns, and incorrect implementation of activities that must be redesigned.
3957744502I1E020061PENGARUH LATIHAN MEDICINE BALL TERHADAP KEMAMPUAN FREE THROW PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET
SMA NEGERI 1 SOKARAJA
PENGARUH LATIHAN MEDICINE BALL TERHADAP KEMAMPUAN FREE THROW PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 SOKARAJA

Latar Belakang : Siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Sokaraja sebagian besar siswa melakukan shooting free throw masih air ball. Faktor yang menyebabkan air ball ialah kurangnya kekuatan lengan pada saat melempar bola sehingga menyebabkan free throw terjadi secara tidak sempurna. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan skill atau keterampilan khususnya dalam shooting free throw yang lebih baik.
Metodelogi Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini menggunakan seluruh siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Sokaraja. Teknik analisis data menggunakan uji reabilitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis.
Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, latihan medicine ball berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Sokaraja. Latihan menggunakan medicine ball ini dapat menjadi solusi bagi atlet pemula bola basket dalam upaya meningkatkan kemampuan free throw, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, dari data pretest memiliki rata-rata (2,67) dan posttest rata-rata mencapai (5,50). Hasil hipotesis H1 = terdapat pengaruh latihan menggunakan medicine ball terhadap hasil free throw pada siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Sokaraja.

Kesimpulan : Terdapat pengaruh metode latihan menggunakan medicine ball terhadap kemampuan free throw.

Kata Kunci : Pengaruh, Latihan, Ekstrakurikuler, Bola basket, Medicine ball, Free throw
Medicine ball exercises against free throwing capabilities in extracurricular high school basketball country 1 SOKARAJA

Background : Extracurricular students of state high school basketball 1 Sokaraja most of the students perform shooting free throw still water ball. The factor causing the water ball is the lack of strength of the arm at the time of throwing the ball so that the free threw occurs imperfectly. The aim of this research is to improve the skill or skill specifically in better shooting free throw.

Research Methodology : The research method used is experimental. The sample on this study used the entire extracurricular students basketball high school State 1 Sokaraja. Data analysis techniques use rehabilitation tests, homogenity tests, and hypothesis tests.

Research results : Based on research that has been done, medicine ball exercises have an impact on the improvement of free throw skills in extracurricular students of 1st Sokaraja State High School basketball. Exercise using medicine ball can be a solution for beginner basketball athletes in an effort to improve free throw skills, research results show that there is a significant difference between pretest and posttest, from pretest data has an average (2,67) and the posttest averages reach (5,50). The result of the H1 hypothesis is that there is an influence of practice using medicine ball on free throw results in extracurricular students of 1st Sokaraja State High School basketball.

Conclusion : There is an influence of the practice method using the medicine ball on the ability to free throw.

Keywords : Influence, Exercise, Extra-curricular, Basketball, Medicine ball, Free throw.
3957841979F1D019065STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DALAM MENGGAET SUARA PEMILIH PEMULA PADA PEMILU SERENTAK 2019 DI DKI JAKARTAKomisi Pemilihan Umum sebagai suatu lembaga yang menyelenggarakan proses dan tahapan pemilihan umum menjadi sorotan publik sehingga perannya sangat penting dalam penyelenggaraan pemilu. Tentunya Komisi Pemilihan Umum melakukan strategi untuk menggaet suara, terutama dalam suara pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta dalam menggaet suara khususnya pemilih pemula pada pemilu serentak 2019 di DKI Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan pendekatan studi kasus, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, strategi berlandaskan kelompok sasaran (pra-pemilih dan pemilih pemula) sehingga terdapat perbedaan fokus saat melakukan strategi untuk kelompok pra-pemilih dengan strategi yang digunakan untuk kelompok pemilih pemula dan yang kedua strategi yang berlandaskan kerjasama dengan badan/lembaga untuk mempermudah tercapainya tujuan menggaet suara pemilih pemula. The General Election Commission as an institution that organizes the process and stages of general elections is in the public spotlight so that its role is very important in organizing elections. Of course, the General Election Commission has a strategy to attract votes, especially in the votes of novice voters. This study aims to determine the strategy of the DKI Jakarta Provincial General Election Commission in attracting votes, especially novice voters in the 2019 simultaneous elections in DKI Jakarta. This research method uses primary data and secondary data with a case study approach, based on the results of the study, it shows that first, the strategy is based on target groups (pre-voters and novice voters) so that there is a difference in focus when carrying out strategies for pre-voter groups with strategies used for groups of novice voters and second strategies based on cooperation with agencies / institutions to facilitate the achievement of the goal of attracting the votes of novice voters.
3957941975J1B019055Peristiwa Alih Kode dalam Interaksi Jual-Beli di Pasar Karangpucung, CilacapPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alih kode dalam interaksi jual-beli di Pasar Karangpucung, Cilacap. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada masyarakat bilingual dan multilingual, yaitu penggunaan dua bahasa secara bersamaan. Pemilihan Pasar Karangpucung sebagai objek penelitian karena wilayah ini merupakan wilayah peralihan. Bahasa yang terdapat di Karangpucung antara lain, bahasa Sunda, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa. Selain itu, lokasi Pasar Karangpucung berdekatan dengan terminal dan pengunjung di Pasar ini tidak hanya penduduk setempat, tetapi juga masyarakat luar karena Kecamatan Lumbir di Kabupaten Banyumas tidak memiliki pasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif berupa kata-kata yang sistematis, aktual, dan akurat. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik sadap dan catat. Teknik lanjutan yang digunakan berupa simak bebas libat cakap. Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya penggunaan alih kode. Alih kode yang terjadi berupa alih kode intern. The research was conducted to determinethe use of code switching in Karangpucung Market, Cilacap. This study is motivated by the prevalent issue experienced in bilingual and multilingual communities, namely the simultaneous use of two languages. The choice of the Karangpucung Market as the research site because this area is a transitional area. The languages ​​found in Karangpucung include Sundanese language, Indonesian language, and Javanese language. In addition, the location of the Karangpucung Market is adjacent to the terminal and visitors to this market are not only local residents but also outsiders because the Lumbir District in Banyumas Regency does not have a market. This research uses a descriptive method with a qualitative approach in the form of systematic, actual, and accurate words. The data collection method used is the listening method with tapping and note-taking techniques. The advanced technique used is free-involved listening. The findings of this study reveal the use of code switching. The code switching that occurs is internal code switching.
3958041977C1G019007THE EFFECT OF USING QRIS ON REVENUE AND PROFIT OF MICRO AND SMALL ENTERPRISE IN BANYUMAS REGENCYKemajuan teknologi dalam sistem pembayaran menggeser peranan uang tunai sebagai alat pembayaran ke dalam bentuk pembayaran digital. QRIS (Quick Response Indonesian Standard) merupakan salah satu alat pembayaran non tunai yang dibuat oleh Bank Indonesia. Kabupaten Banyumas merupakan Kabupaten pengguna QRIS tertinggi di Karesidenan Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan revenue UMK menggunakan QRIS dan tidak menggunakan QRIS, perbedaan profit UMK menggunakan QRIS dan tidak menggunakan QRIS, perbedaan revenue UMK sebelum dan sesudah memakai QRIS dan perbedaan profit UMK sebelum dan seseudah memakai QRIS.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif komparatif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon dan analisis deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dengan menyebar kuesioner. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 200 yang meliputi usaha mikro dan kecil menggunakan QRIS dan tidak menggunakan QRIS.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan revenue UMK pengguna QRIS dan bukan pengguna QRIS, terdapat perbedaan profit UMK pengguna QRIS dan bukan pengguna QRIS, terdapat perbedaan revenue sebelum dan sesudah menggunakan QRIS, dan terdapat perbedaan profit sebelum dan sesudah menggunakan QRIS bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Banyumas.
Implikasi penggunaan QRIS oleh masyarakat luas belum tersedia dengan baik, banyaknya masyarakat yang belum memiliki sarana dan prasarana internet dari berbagai operator seluler, sehingga pengguna QRIS tidak dapat memaksimalkan dalam kemudahan dan bertransaksi secara non tunai. Penerapan QRIS memerlukan waktu yang cukup lama terutama di kota-kota kecil. Hal ini mengingat tingkat literasi keuangan digital di Indonesia yang masih sangat rendah. Sehingga, dibutuhkan sosialiasi dan edukasi secara masif ke seluruh lapisan masyarakat.
Technological advances in the payment system have shifted the role of cash as a means of payment to digital payments, QRIS (Quick Response Indonesian Standard) is a non-cash payment instrument created by Bank Indonesia. Banyumas Regency is the highest QRIS user district in the Banyumas Residency. This study aims to analyze the differences in MSE revenue using QRIS and without QRIS, the differences in MSE profits using QRIS and without QRIS, the differences in MSE revenue before and after using QRIS and the differences in MSE profits before and after using QRIS.This study aims to analyze the differences in MSE revenue using QRIS and without using QRIS, the differences in MSE profit using QRIS and without using QRIS, the differences in MSE revenue before and after using QRIS and the differences in MSE profits before and after using QRIS.
This research is with a quantitative comparative descriptive approach. The method used in this study is the Wilcoxon test and descriptive analysis. The data used is primary data by distributing questionnaires. The number of respondents to this study was 200, including micro and small businesses using QRIS and without using QRIS.
The results of this study indicate that there are differences in the revenue of MSE using QRIS and without using QRIS, there are differences in the profits of MSE using QRIS and without QRIS, there are differences in revenue before and after using QRIS, and there are differences in profit before and after using QRIS for micro and small businesses in Banyumas Regency.
The implications of using QRIS by the wider community are not yet well available, many people do not yet have internet facilities and infrastructure from various cellular operators, so that QRIS users cannot maximize convenience and make non-cash transactions. QRIS implementation requires quite a long time, especially in small towns. This is because the level of digital financial literacy in Indonesia is still very low. Thus, massive outreach and education is needed to all levels of society.