Artikel Ilmiah : K1B019070 a.n. ANA AENITA SUCIATI

Kembali Update Delete

NIMK1B019070
NamamhsANA AENITA SUCIATI
Judul ArtikelPENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA PEMETAAN KERAWANAN LONGSOR DI WILAYAH DESA KABUPATEN BREBES MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED OVERLAY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanah longsor adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di Kabupaten Brebes. Fenomena ini terjadi ketika massa tanah bergerak secara alami dalam waktu singkat dengan volume yang besar. Dampak dari bencana tanah longsor dapat sangat merugikan baik secara ekonomi maupun sosial. Pada penelitian ini, pemetaan kerawanan longsor dilakukan dengan menggunakan data perkiraan dari Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Kementerian Pertanian tahun 2004. Parameter yang digunakan adalah curah hujan, kemiringan lereng, jenis batuan, tutupan lahan dan jenis tanah. Metode weighted overlay pada SIG digunakan dalam penelitian ini dengan bantuan perangkat lunak QGIS versi 3.22 untuk menentukan tingkat kerawanan tanah longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Kabupaten Brebes, terdapat 72 desa dengan tingkat kerawanan rendah, 151 tingkat kerawanan sedang, 68 desa tingkat kerawanan tinggi, dan 6 desa tingkat kerawanan sangat tinggi.

Abtrak (Bhs. Inggris)Landslides are one of the most common natural disasters in Indonesia, especially in Brebes Regency. This phenomenon occurs when a mass of soil moves naturally in a short time with a large volume. The impacts of landslides can be highly detrimental both economically and socially. In this study, landslide vulnerability mapping was conducted using estimations from the Soil Research Center and Agroclimate, Ministry of Agriculture 2004. The parameters used are rainfall, slope, rock type, land cover, and soil type. The weighted overlay method in GIS was employed in this research with the assistance of QGIS software version 3.22 to determine the level of landslide vulnerability. The analysis results indicate that in Brebes Regency , there are 72 villages with low vulnerability, 151 villages with moderate vulnerability, 68 villages with high vulnerability, and 6 villages with very high vulnerability.
Kata kuncibencana, longsor, pemetaan, kerawanan
Pembimbing 1Dr. Mashuri, M.Si
Pembimbing 2Dra. Ari Wardayani, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2024-07-09 14:11:38.415273
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.