Home
Login.
Artikelilmiahs
42072
Update
AULIANISA NAFILAH
NIM
Judul Artikel
VALIDASI MARKA MOLEKULER TERKAIT SIFAT AROMATIK PADA GALUR F9 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM LOKAL (PWR) DAN MENTIK WANGI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Persilangan antara Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi diharapkan dapat menghasilkan padi hitam yang kaya akan nutrisi dan memiliki aroma wangi. Diperlukan marka spesifik sifat aromatik untuk mengidentifikasi adanya gen BADH2 pada hasil persilangan tersebut. Validasi marka juga diperlukan untuk mengetahui marka apa saja yang dapat digunakan untuk membedakan karakter aromatik dan non aromatik pada hasil persilangan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui marka yang berkaitan dengan sifat aromatik pada galur F9 hasil persilangan Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Unsoed pada bulan Januari hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan 12 marka SSR (Simple Sequence Repeats) yang berkaitan dengan karakter aromatik dan 10 genotip padi yaitu 2 tetua persilangan (Padi Hitam lokal (PWR) dan Mentik Wangi), 3 galur F9 hasil persilangan (PHMW 482-1-4, PHMW 482-9-134, PHMW 487-24-8), dan 5 varietas pembanding (Ciherang, IR64, Pandan Wangi, Logawa, dan Inpago Unsoed 1). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 12 marka yang diuji pada genotip yang digunakan dalam penelitian terdapat 7 marka yang menunjukkan hasil polimorfik. Marka tersebut adalah marka RM223, RM9, RM80, RM 3459, RM152, RM308, dan RM515. Berdasarkan analisis Principal Component Analysis (PCA) marka RM 308, RM 3459, RM 152, dan RM 515 memiliki kemungkinan paling besar untuk dapat digunakan dalam membedakan sifat aromatik pada galur F9 hasil persilangan Padi Hitam lokal (PWR) dengan Mentik Wangi. Hasil dari penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi untuk program pemuliaan tanaman selanjutnya seperti seleksi karakter aromatik berdasarkan genotip khususnya pada tanaman padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
It is hoped that a cross between local black rice (PWR) and Mentik Wangi will produce black rice that is rich in nutrients and has a fragrant aroma. Specific markers for aromatic traits are needed to identify the presence of the BADH2 gene in the cross. Marker validation is also needed to find out what markers can be used to differentiate aromatic and non-aromatic characters in the results of this cross. The aim of this research was to determine markers related to aromatic properties in the F9 line resulting from a cross between local Black Rice (PWR) and Mentik Wangi. This research was conducted at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed, from January to August 2023. This research used 12 SSR (Simple Sequence Repeats) markers related to aromatic characters and 10 rice genotypes, namely 2 parent crosses (local Black Rice (PWR) and Mentik Wangi), 3 F9 lines resulting from crosses (PHMW 482-1-4, PHMW 482-9-134, PHMW 487-24-8), and 5 comparison varieties (Ciherang, IR64, Pandan Wangi, Logawa, and Inpago Unsoed 1). The results of this study showed that of the 12 markers tested on the genotypes used in the study, there were 7 markers that showed polymorphic results. These marks are the RM223, RM9, RM80, RM 3459, RM152, RM308, and RM515 marks. Based on the Principal Component Analysis (PCA) analysis, the markers RM 308, RM 3459, RM 152, and RM 515 have the greatest possibility of being used to differentiate the aromatic properties of the F9 line resulting from crossing local Black Rice (PWR) with Mentik Wangi. The results of this research can also be used as a source of information for further plant breeding programs such as selection of aromatic characters based on genotype, especially in rice plants.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save