Artikelilmiahs
Menampilkan 39.621-39.640 dari 48.927 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39621 | 42016 | I1D019051 | Hubungan Ketepatan Besar Porsi, Ketepatan Waktu Penyajian Makanan, dan Mutu Organoleptik Makanan dengan Sisa Makanan Pasien Diet Diabetes Mellitus di RSUD Wates | Latar Belakang: Salah satu indikator penting dalam mutu pelayanan gizi rumah sakit adalah sisa makanan pasien, termasuk pada pasien diet DM yang cenderung menyisakan makanannya. Penelitian terdahulu menemukan bahwa dari 30 pasien dengan diet DM, 26 pasien diantaranya menyisakan makanannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketepatan besar porsi, ketepatan waktu penyajian makanan, dan mutu organoleptik makanan dengan sisa makanan pasien diet DM di RSUD Wates. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi cross sectional di RSUD Wates pada Agustus 2023. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien yang diambil dengan metode total sampling. Data diperoleh dari penimbangan besar porsi, observasi waktu penyajian makanan, penilaian sisa makanan, serta kuesioner mutu organoleptik makanan. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas porsi makanan tidak tepat, penyajian makanan tepat waktu, dan responden menilai mutu organoleptik makanan cukup baik. Mayoritas sisa makanan pokok, lauk hewani, dan lauk nabati <20%, sedangkan sayur cenderung >20%. Analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan ketepatan besar porsi dan ketepatan waktu penyajian dengan sisa makanan. Terdapat hubungan rasa makanan pokok (p=0,026), tekstur lauk hewani (p=0,034), dan penampilan sayur (p=0,028) dengan sisa makanan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan ketepatan besar porsi dan ketepatan waktu penyajian makanan dengan sisa makanan. Terdapat hubungan rasa makanan pokok, tekstur lauk hewani, dan penampilan sayur dengan sisa makanan. | Background: One crucial indicator of the quality of hospital nutritional services is the amount of plate waste, especially among patients on diabetic diets who often leave their meals. The previous research found that out of 30 patients with a diabetic diet, 26 of them left their food. Purpose: The purpose of this study was to investigate the correlation between portion size accuracy, meal serving timeliness, dan the organoleptic quality of food with plate waste among patients with diabetic diets at Wates Hospital. Methods: This cross-sectional study was conducted at Wates Hospital in August 2023. The total sample for this study was 51 patients. Data were collected through portion size measurement, meal serving time observation, plate waste assessment, dan an organoleptic food quality questionnaire. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The research findings indicate that the majority of food portions were not accurate, meal serving was timely, dan respondents rated the organoleptic quality of food as fairly good. The majority of plate waste for staple foods, animal protein, dan plant-based protein was less than 20%, while vegetables tended to exceed 20%. There was no correlation between portion size accuracy dan meal serving timeliness with plate waste. There was a correlation between the taste of staple foods (p=0.026), the texture of animal proteins (p=0.034), dan the appearance of vegetables (p=0.028) with the plate waste. Conclusion: Portion size accuracy dan meal serving timeliness were not correlated with plate waste. There was a correlation between the taste of staple foods, the texture of animal proteins, dan the appearance of vegetables with the plate waste. | |
| 39622 | 42015 | D1A019176 | PENGARUH DOSIS NITROGEN DARI JENIS PUPUK ANORGANIK YANG BERBEDA TERHADAP LUAS DAUN DAN WARNA DAUN RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) | Penelitian dengan judul “Pengaruh Dosis Nitrogen Dari Jenis Pupuk Anorganik yang Berbeda Terhadap Luas Daun dan Warna Daun Rumput Setaria (Setaria sphacelata)” dilaksanakan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas serta pengamatan dilakukan di Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari pupuk anorganik terbaik yang pemberiannya dicampur dengan pupuk dasar feses sapi perah terhadap luas daun dan warna daun rumput setaria (Setaria sphacelata). Materi penelitian yang digunakan adalah rumput setaria, pupuk organik feses sapi perah dan pupuk anorganik (Urea, ZA dan NPK). Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis pupuk anorganik yang diberikan mengacu pada kandungan nitrogen urea yaitu 100 kg/ha/defoliasi, 200 kg/ha/defoliasi, dan 300 kg/ha/defoliasi kemudian pemberiannya masing-masing dicampur dengan pupuk organik feses sapi perah sebanyak 2 kg/m2/defoliasi atau 3 kg/1,5m2/defoliasi. Hasil analisis ragam analysis of variance (ANOVA) menunjukan pengaruh level nitrogen dari jenis pupuk anorganik berbeda yang pemberiannya dicampur dengan pupuk organik feses sapi perah terbukti tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun dan warna daun Rumput Setaria (Setaria sphacelata). Jenis pupuk anorganik Zwavelzure Amonium (ZA) dosis 200 menghasilkan rataan tertinggi pada luas daun sebesar 53,05 cm2. Jenis pupuk anorganik Urea dosis 100 menghasilkan rataan tertinggi pada warna daun yaitu 43,74. Kesimpulan yang didapat adalah pemberian level nitrogen dosis 100, 200 dan 300 dari pupuk anorganik Urea, ZA dan NPK yang dicampur dengan pupuk organik feses sapi perah menghasilkan luas daun dan warna daun yang sama. | The research with the title “The Effect of Nitrogen Dose From Different Types of Inorganic Fertilizers on the Leaf Area and Leaf Color of Setaria Grass (Setaria sphacelata)” was carried out at Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency and observations have been carried out at the Agrostology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The purpose of this research was to looking for the best inorganic fertilizer which was mixed with basic fertilizer from dairy cow feces on leaf area and leaf color of Setaria grass (Setaria sphacelata). The research materials used were Setaria grass, organic fertilizer from dairy cow feces and inorganic fertilizers (Urea, ZA and NPK). The research method used was Completely Randomized Design (RAL). The dose of inorganic fertilizer given refers to the nitrogen content of urea, which is 100 kg/ha/defoliation, 200 kg/ha/defoliation, and 300 kg/ha/defoliation, then each application is mixed with organic fertilizer of 2 kg/m2/defoliation dairy cow feces or 3 kg/1,5m2/defoliation. The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that the effect of nitrogen levels from different types of inorganic fertilizers mixed with organic fertilizer from dairy cow feces showed no significant effect on leaf area and leaf color of Setaria grass (Setaria sphacelata). The inorganic fertilizer type Zwavelzure Ammonium (ZA) with a dose of 200 produced the highest average on the leaf area of 53,05 cm2. The inorganic fertilizer type Urea with a dose of 100 produced the highest average of leaf color which is 43,74. The conclusion obtained was that the application of nitrogen levels in dose of 100, 200 and 300 from the inorganic fertilizer Urea, ZA and NPK mixed with organic fertilizer from dairy cow feces produced the same leaf area and leaf color. | |
| 39623 | 42020 | C1A019034 | POTENSI PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SURABAYA DI WILAYAH GERBANGKERTOSUSILA | ABSTRAK Kota Surabaya sebagai pusat pertumbuhan Gerbangkertosusila. Oleh karena itu, Kota Surabaya memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerahnya dan sebagai penggerak ekonomi bagi daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait 1) sektor unggulan yang dimiliki Kota Surabaya; 2) perbedaan struktur ekonomi antara Kota Surabaya dengan kabupaten/kota anggota lain di Wilayah Gerbangkertosusila; 3) interaksi keruangan antara Kota Surabaya dengan daerah lain di Wilayah Gerbangkertosusila dan interaksi keruangan antar kecamatan di Kota Surabaya; 4) penetapan kecamatan yang menjadi pusat pertumbuhan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik tahun 2013 sampai tahun 2022 dan google maps tahun. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan alat analisis Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Analisis Overlay, Indeks Divergensi Regional Krugman, Analisis Gravitasi, dan Analisis Skalogram. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa 1) Sektor Konstruksi; Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Sektor Transportasi dan Pergudangan; Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi; Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan Sektor Jasa Lainnya merupakan sektor unggulan Kota Surabaya; 2) Terdapat perbedaan besar pada struktur ekonomi antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan. Sedangkan, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto memiliki struktur ekonomi yang kurang lebih sama; 3) Nilai interaksi terbesar di Gerbangkertosusila yaitu interaksi antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, dan nilai interaksi terendah adalah antara Kota Surabaya dengan Kota Mojokerto; 4) Kecamatan yang menjadi pusat pertumbuhan di Kota Surabaya meliputi, Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Sawahan, dan Kecamatan Wonokromo. Implikasi dari penelitian ini meliputi, koordinasi secara efektif melalui hubungan kerja antara pemerintah daerah dan badan usaha di berbagai bidang ekonomi serta membuka peluang bagi para investor agar tertarik untuk menanamkan modalnya. Perlunya dukungan dari sisi kualitas infrastruktur seperti perbaikan pelebaran jalan, penerangan lampu jalan, penambahan jumlah transportasi, dan tata ruang wilayah. Mengoptimalkan penggunaan dana desa serta meningkatkan anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana. | ABSTRACT The City of Surabaya is a growth center for Gerbangkertosusila. Therefore, the city of Surabaya has a lot of potential that can be utilized for regional development and as an economic driver for other regions. This research aims to examine 1) the superior sectors of the City of Surabaya; 2) differences in economic structure between the City of Surabaya and other member districts/cities in the Gerbangkertosusila Region; 3) spatial interactions between the City of Surabaya and other areas in the Pintukertosusila Region and spatial interactions between sub-districts in the City of Surabaya; 4) determination of sub-districts as centers of growth in Surabaya City. This research uses secondary data sourced from the Central Statistics Agency from 2013 to 2022 and Google Maps. This research uses data analysis methods with Location Quotient (LQ) analysis tools, Growth Ratio Model (MRP), Overlay Analysis, Krugman Regional Divergence Index, Gravity Analysis, and Scalogram Analysis. Based on research results and data analysis, it shows that 1) Construction Sector; Wholesale and Retail Trade, Car and Motorcycle Repair Sector; Transportation and Warehousing Sector; Accommodation and Food and Drink Provision Sector; Financial Services and Insurance Sector; Health Services and Social Activities Sector; and Other Services Sector is the leading sector of the City of Surabaya; 2) There are big differences in the economic structure between Surabaya City and Gresik Regency, Bangkalan Regency, Mojokerto Regency, Sidoarjo Regency and Lamongan Regency. Meanwhile, Surabaya City and Mojokerto City have more or less the same economic structure; 3) The largest interaction value in Pintukertosusila is the interaction between Surabaya City and Gresik Regency, and the lowest interaction value is between Surabaya City and Mojokerto City; 4) The sub-districts which are the centers of growth in the city of Surabaya include Tambaksari Sub-district, Sukolilo Sub-district, Mulyorejo Subdistrict, Gubeng Sub-district, Sawahan Sub-district and Wonokromo Sub-district. The implications of this research include effective coordination through working relationships between local governments and business entities in various economic fields as well as opening up opportunities for investors interested in investing their capital. There is a need for support in terms of infrastructure quality,such as improving road widening, street lighting, increasing the amount of transportation, and regional spatial planning. Optimize the use of village funds and increase the budget allocated for the development of facilities and infrastructure. | |
| 39624 | 44786 | J1A020033 | Analysis of Translation Metaphor and Personification in Nicole Album (2020) | Penelitian ini berjudul Analisis Terjemahan Metafora dan Personifikasi dalam Album Nicole 2022. Penelitian ini menggunakan teori Greg dan Thomas (2018) untuk menganalisis metafora dan personifikasi. Peneliti menggunakan pendekatan teori penelitian deskriptif dan kualitatif. Setelah dilakukan penelitian di dalam lirik album Nicole terdapat 132 metafora dan personifikasi. Penelitian ini mengidentifikasi total 118 metafora dan 14 personifikasi dalam lirik lagu album Nicole. | This research is titled Analysis of Translation Metaphor and Personification in Nicole Album 2022. This research uses Greg and Thomas (2018) theory to analyze metaphor and personification. The researcher utilized a descriptive and qualitative research approach. In Nicole album lyrics contained 132 metaphors and personifications. The research identifies a total of 118 metaphors and 14 personifications within the song lyrics of Nicole album. | |
| 39625 | 42018 | C1A019074 | ANALISIS KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA TAHUN 2018-2021 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan ketahanan pangan Indonesia, dimana Indonesia merupakan negara agraris dengan lahan pertanian yang luas dan subur, serta memiliki iklim tropis. Namun, kondisi ketahanan pangan Indonesia masih rendah di tingkat ASEAN maupun tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi beras, pendapatan per kapita, jumlah penduduk dan harga beras terhadap indeks ketahanan pangan setiap provinsi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi data panel. Periode penelitian dari tahun 2018 hingga 2021. Hasil penelitian ini yaitu variabel pendapatan per kapita dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP), sedangkan variabel produksi beras dan harga beras tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah mendorong penciptaan lapangan kerja, perluasan akses keuangan masyarakat, mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pemberdayaan masyarakat, diversifikasi pangan, meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas, menumbuhkan minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, mengadakan pelatihan keterampilan (skill) petani atau tenaga kerja di sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan Indeks Ketahanan Pangan. Kata Kunci: Indeks Ketahanan Pangan, Produksi Beras, Pendapatan Per Kapita, Jumlah Penduduk, Harga Beras. | This research is motivated by the problem of Indonesia's food security, where Indonesia is an agricultural country with vast and fertile agricultural land, and has a tropical climate. However, the condition of Indonesia's food security is still low at the ASEAN and global levels. This study aims to analyze the effect of rice production, per capita income, population and rice price on the food security index of each province in Indonesia. This type of research is descriptive quantitative using secondary data. The data analysis technique uses panel data regression analysis. The research period is from 2018 to 2021. The results of this study are that the variables of income per capita and population have a positive and significant effect on the Food Security Index (FSI), while the variables of rice production and rice prices have no significant effect on the Food Security Index (FSI). The implications obtained from the results of this study are encouraging job creation, expanding access to public finance, supporting the progress of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), developing Human Resources (HR), community empowerment, food diversification, increasing access to quality education, fostering the interest of the younger generation to work in the agricultural sector, conducting skills training for farmers or labor in the agricultural sector so as to increase the Food Security Index. Keywords: Food Security Index, Rice Production, Per Capita Income, Population, Rice Price. | |
| 39626 | 42019 | D1A019114 | INDEKS REPRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS DOMBA SAKUB DI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES | Penelitian “Indeks Reproduksi dan Produktivitas Domba Sakub di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes” bertujuan untuk mengetahui mortalitas anak prasapih, litter size, lambing interval, dan bobot sapih pada domba Sakub; mengkaji indeks reproduksi induk domba Sakub di wilayah Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes; dan mengkaji produktivitas induk induk domba Sakub di wilayah Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan selama 3 minggu mulai tanggal 1 Juli 2023 hingga 22 Juli 2023, bertempat di kelompok tani ternak domba Sakub Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Materi penelitian yang digunakan yaitu ternak domba Sakub milik Dinas Peternakan dan Peternak yang tergabung dalam wadah kelompok tani ternak domba Sakub di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah secara purposive sampling sebanyak 25% dari 160 populasi induk domba Sakub yang memiliki kriteria umur 2-3 tahun dengan paritas 2 dan 3. Alat dan bahan penelitian terdiri atas kuisioner data reproduksi domba Sakub, logbook, ATK, timbangan digital, dan selang. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Variabel yang diukur meliputi mortalitas anak prasapih, litter size, lambing interval, bobot sapih, indeks reproduksi induk, dan produktivitas induk. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif presentatif, untuk mengetahui indeks reproduksi induk dan produktivitas induk digunakan formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan litter size, mortalitas prasapih, lambing interval, bobot sapih, indeks reproduksi induk, dan produktivitas induk domba Sakub di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes masing-masing adalah 1,74 ekor/induk/kelahiran; 18,18%; 0,65 tahun; 14,80 kg; 2,20 ekor/induk/tahun; 32,56 kg/induk/tahun. Disimpulkan bahwa domba Sakub memiliki keunggulan dari aspek litter size, lambing interval, indeks reproduksi induk, bobot sapih dan produktivitas induk. Namun memiliki kelemahan dengan tingkat mortalitas yang tinggi. | The research "Index of Reproduction and Productivity of Sakub Sheep in Paguyangan District of Brebes" aims to find out the pre-weaning mortality, litter size, lambing interval, and weaning weight in Sakub sheep; to study the reproduction index of Sakub ewe in the area of Paguyangan district of Brebes district; and to study productivity of Sakub ewe in the area of Paguyangan districts of Brebes. The research was carried out for three weeks, from July 1, 2023, to July 22, 2023, in a group of sheep farms in the Paguyangan district of Brebes, Central Java. The research material used is Sakub sheep belonging to the Department of Farming and Farmers, which is incorporated into the Sakub Sheep farming group in the Paguyangan district, Brebes District, Central Java, purposefully sampling as much as 25% of the 160 population of Sakub ewe that have a criterion of age 2–3 years with parities 2 and 3. Research tools and materials consist of Sakub sheep reproduction data questionnaires, logbooks, office stationery, digital scales, and water hose. The research was done using the survey method. The variables measured included prenatal mortality, litter size, lambing interval, weaning weight, maternal reproduction index, and maternal productivity. Analysis of research data using presentative descriptive analysis to find out the primary reproductive index and primary productivity using the formula. The research results showed that the average litter size, pre-weaning mortality, lambing interval, weaning weight, maternal reproductive index, and productivity of Sakub sheep in Paguyangan District, Brebes Regency were each 1.74 head/ewe/birth; 18.18%; 0.65 years; 14.80 kg; 2.20 head/ewe/year; 32.56 kg/ewe/year, respectively. It was concluded that Sakub sheep had advantages in terms of litter size, lambing interval, maternal reproductive index, weaning weight and maternal productivity. However, it has the weakness of a high mortality rate. | |
| 39627 | 42017 | E1A019079 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM TRANSAKSI JUAL BELI HAK ATAS TANAH OLEH WARGA NEGARA ASING (Studi Putusan Nomor 1290 K/Pdt/2022) | Hukum Agraria di Indonesia mengenal asas nasionalitas, dimana hanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang dapat mempunyai hak milik atas tanah. Namun, kenyataannya terdapat praktik penyelundupan hukum yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) agar dapat membeli dan memiliki tanah dengan melibatkan WNI yakni dengan perjanjian pinjam nama. Penelitian ini bertujuan menganalisa unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam transaksi jual beli hak atas tanah oleh WNA dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 1290 K/Pdt/2022 dan akibat hukum terhadap transaksi jual beli hak atas tanah oleh WNA dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 1290 K/Pdt/2022. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis-normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data dalam penilitian bersumber dari data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan metode analitis data bersifat kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh hasil penelitian bahwa unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam transaksi jual beli hak atas tanah oleh WNA adalah bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku yakni Tergugat I yang dibantu dengan Tergugat II telah mengadakan perjanjian pinjam nama dengan Penggugat untuk mengelabui aturan hukum bertentangan dengan Pasal 21 Ayat (1) UUPA, khusus untuk tergugat II sebagai Notaris/PPAT bertentangan dengan Instruksi Mendagri No. 14 Tahun 1982 tentang Larangan Kuasa Mutlak Sebagai Pemindahan Hak Atas Tanah dan Pasal 39 Ayat (1) huruf d PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Selanjutnya, Akibat hukum transaksi jual beli hak atas tanah oleh WNA adalah Penggugat ditetapkan sebagai pemilik berdasarkan sertifikat, Perjanjian pinjam nama batal demi hukum namun tidak membatalkan AJB dan SHM, diserahkannya tanah objek sengketa oleh Tergugat I dalam keadaan kosong kepada Penggugat. Notaris/PPAT yang membuatkan akta nominee berupa surat pernyataan dan kuasa mutlak dapat dikenakan sanksi berupa teguran tertulis sampai dengan pemberhentian dari jabatannya sebagaimana diatur dalam Pasal 62 Ayat (1) PP Pendaftaran Tanah. | Agrarian Law in Indonesia recognizes the principle of nationality, where only Indonesian citizens can have property rights to land. However, in reality there are legal smuggling practices carried out by foreign citizens in order to buy and own land by involving Indonesian citizens, namely by nominee agreement. This research aims to analyze the elements of unlawful acts in the sale and purchase of land rights by foreigners in Supreme Court Decision Number 1290 K/Pdt/2022 and the legal consequences of the sale and purchase of land rights by foreigners in Supreme Court Decision Number 1290 K/Pdt/2022. The research method used in this research is a juridical-normative approach with prescriptive research specifications. The source of data in the research comes from secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials with qualitative data analytical methods. Based on the results of research and discussion, the research results show that the elements of unlawful acts in the sale and purchase of land rights by foreigners are contrary to the legal obligations of the perpetrator, namely Defendant I, who was assisted by Defendant II, had entered into a nominee agreement with the Plaintiff to circumvent the rule of law contrary to Article 21 Paragraph (1) of the UUPA, specifically for Defendant II as a Notary/PPAT contrary to Minister of Home Affairs Instruction No. 14 of 1982 concerning the Prohibition of Absolute Power of Attorney as a Transfer of Land Rights and Article 39 Paragraph (1) letter d of PP No. 24 of 1997 concerning Land Registration. Furthermore, the legal consequences of the sale and purchase transaction of land rights by foreigners are that the Plaintiff is determined as the owner based on the certificate, the name loan agreement is null and void but does not cancel the AJB and SHM, the delivery of the disputed object land by Defendant I in an empty condition to the Plaintiff. Notary/PPAT who makes nominee deeds in the form of a statement letter and absolute power of attorney may be subject to sanctions in the form of a written warning up to dismissal from office as stipulated in Article 62 Paragraph (1) of the Land Registration Regulation. | |
| 39628 | 44506 | I1J020004 | The Relationship Between Sleep Patterns and Performance among Women Employees of a Synthetic Hair Company in Banyumas | Latar Belakang: Banyak karyawan yang mengalami permasalahan terutama kelelahan dan pola tidur yang terganggu. Tingkat gangguan pola tidur bervariasi diantaranya tingkat buruk, tingkat sedang dan tingkat baik. Gangguan pola tidur ini menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah menurunnya kinerja pegawai. Penelitian terkait hubungan pola tidur dengan kinerja karyawan masih terbatas. Metodologi: Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan desain cross-sectional dengan analisis korelasi. Sebanyak 111 responden karyawan pabrik rambut palsu di Kabupaten Banyumas dilibatkan dengann menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola tidur dan kuesioner kinerja karyawan. Data dianalisis dengan cara univariate dan uji somer’d gamma. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki pola tidur tingkat sedang sebesar 49,5%, sedangkan kinerja karyawan mayoritas berada pada tingkat sedang sebesar 84,7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kinerja karyawan (nilai p=0,0005, r=0,311). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kinerja karyawan perusahaan rambut palsu di Banyumas. | Background: Many employees experience problems, especially fatigue and disturbed sleep patterns. The level of sleep pattern disturbance varies, including poor level, moderate level and good level. This disruption in sleep patterns causes various negative impacts, one of which is decreased employee performance. Research regarding the relationship between sleep patterns and employee performance is still limited. Methodology: This research method is quantitative correlation with a cross-sectional design with correlation analysis. A total of 111 respondents from synthetic hair factory employees in Banyumas Regency were involved using a random sampling technique. Data collection uses sleep pattern questionnaires and employee performance questionnaires. Data were analyzed using univariate methods and the somer'd gamma test. Results: The research results show that the majority of respondents have a moderate level of sleep pattern at 49.5%, while the majority of employee performance is at a moderate level at 84.7%. The research results show that there is a significant relationship between sleep patterns and employee performance (p value = 0.0005, r = 0.311). Conclusion: There is a significant relationship between sleep patterns and the performance of synthetic hair company employees in Banyumas. | |
| 39629 | 42022 | E1A019235 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WISATAWAN ATAS KELALAIAN PELAKU USAHA WATER PARK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor 2521/Pid.Sus/2022/PN Sby) | Water park merupakan suatu taman hiburan yang menyediakan berbagai area dan wahana permainan air, termasuk water slides, splash pads, spraygrounds (water playgrounds), lazy rivers, serta kegiatan rekreasi lainnya seperti berenang dan mandi air. Sebagai salah satu bentuk usaha pariwisata, water park menjadi tempat yang rawan atas tindakan pelaku usaha yang menyampingkan kepentingan konsumen demi mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya, salah satunya adalah tindakan kelalaian yang dilakukan oleh Soetiadji Yudho Bin Slamet Loekimsoen sebagai pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap wisatawan atas kelalaian pelaku usaha water park berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dalam Putusan Nomor 2521/Pid.Sus/2022/PN Sby. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 2521/Pid.Sus/2022/PN Sby, diketahui bahwa konsumen belum mendapatkan perlindungan hukum secara penuh terkait hak-haknya, diantaranya pada Pasal 4 huruf a dan huruf i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 20 huruf b dan huruf f UndangUndang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Majelis hakim dalam putusannya hanya mempertimbangkan Pasal 8 ayat (1) huruf a juncto Pasal 62 ayat (1) UndangUndang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan menjatuhkan pidana kepada Soetiadji Yudho Bin Slamet Loekimsoen dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan | A water park is an amusement park that provides various water play areas and rides, including water slides, splash pads, spray grounds (water playgrounds), lazy rivers, as well as other recreational activities such as swimming and bathing. As a form of tourism business, water parks are places that are vulnerable to the actions of business actors who put aside the interests of consumers in order to obtain maximum profits, one of which is the act of negligence committed by Soetiadji Yudho Bin Slamet Loekimsoen as a business actor. This research aims to determine legal protection for tourists due to negligence by water park business operators based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in verdict Number 2521/Pid.Sus/2022/PN Sby. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data types used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials from library research. The data presented in logical, systematic, and rational descriptions were then analyzed qualitatively and normatively. Based on the results of research and discussion in the Surabaya District Court verdict Number 2521/Pid.Sus/2022/PN Sby, it is known that consumers have not received complete legal protection regarding their rights, including in Article 4 letters a and letter i of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, as well as Article 20 letters b and f of Law Number 10 of 2009 concerning Tourism. The panel of judges, in their verdict, only considered Article 8 paragraph (1) letter a in conjunction with Article 62 paragraph (1) of Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and sentenced Soetiadji Yudho Bin Slamet Loekimsoen to prison for 3 (three) months. | |
| 39630 | 42023 | K1A019020 | PEMBUATAN KOAGULAN TAWAS DARI LIMBAH TUTUP BOTOL ALUMINIUM DAN APLIKASINYA UNTUK PENURUNAN KADAR AMONIA DAN NITRAT LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM | Penggunaan tutup botol aluminium bekas sebagai bahan dasar pembuatan tawas dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat timbunan sampah yang tidak dapat terurai. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini merupakan tawas kalium, KAl(SO4)2.12H2O. Tawas ini digunakan dalam proses pengolahan limbah cair Rumah Potong Ayam (RPA) Rubung untuk menurunkan kadar amonia dan nitrat dengan metode koagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi KOH, H2SO4, temperatur, waktu, dan berat limbah tutup botol aluminium untuk menghasilkan tawas paling banyak sehingga persentase penurunan kadar amonia dan nitrat mencapai hasil maksimum. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kadar Al dalam limbah tutup botol aluminium, tawas tutup botol aluminium, dan tawas komersial. Penelitian dilakukan dengan cara membuat variasi konsentrasi KOH sebesar 10; 15; 20; 25%, H2SO4 7; 8; 9; 10 M, temperatur sebesar 50; 60; 70; 80℃, waktu pemanasan selama 5; 10; 15; 20 menit, dan berat limbah tutup botol aluminium sebanyak 1; 2; 3; 4 gram. Hasil penelitian menunjukkan tawas paling banyak dihasilkan pada 4,0054 gram limbah tutup botol aluminium, KOH 25%, H2SO4 7 M, temperatur 80℃ dan waktu pemanasan selama 10 menit dengan penurunan kadar amonia sebesar 95,4024% dan nitrat sebesar 93,2965%. | The use of aluminum bottle caps as a basic ingredient for making alum can reduce environmental pollution due to non-biodegradable waste piles. The product produced from this research is potassium alum, KAl(SO4)2.12H2O. This alum is used in the processing of Rubung’s Chicken Slaughterhouse wastewater to reduce ammonia and nitrate levels by the coagulation method. This study aims to determine the concentration of KOH, H2SO4, temperature, time, and weight of aluminum bottle cap waste to produce the most alum so that the percentage of reduction in ammonia and nitrate levels achieves maximum results. This study also aims to determine the Al content in waste aluminum bottle caps, aluminum bottle cups alum, and commercial alum. The research was carried out by varying the concentration of KOH by 10; 15; 20; 25%, H2SO4 7; 8; 9; 10 M, temperature of 50; 60; 70; 80℃, heating time for 5; 10; 15; 20 minutes, and the weight of aluminum bottle cap waste is 1; 2; 3; 4 grams. The results showed that the most alum was produced at 4.0054 grams aluminum bottle caps, 25% KOH, 7 M H2SO4, temperature 80℃ and heating time for 10 minutes with a decrease in ammonia levels of 95.4024% and nitrate of 93.2965%. | |
| 39631 | 42024 | L1B019051 | PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME (Litopanaeus Vannamei) DI PT. BIRU LAUT NUSANTARA PANGANDARAN JAWA BARAT | Udang vaname merupakan komuditas perikanan yang banyak memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga komuditas ini memiliki permintaan yang sangat tinggi. Terdapat beberapa factor pendukung yang sangat penting dalam usaha budidaya udang vaname yaitu persiapan kolam, proses budidaya udang dan tahap pemanenan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dari penggunaan kolam yang berbeda dengan ukuran 3000 m² terhadap tingkat pertumbuhan, sintasan dan tingkat konversi pakan udang vaname. Metode yang di gunakan dalam penelitian kali ini adalah metode survey kemudian di analisis dengan menggunakan uji independent T-test untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan sintasan, Hasil rata-rata yang di dapatkan dari uji independent T-test pada penelitian kali ini adalah MBW (Mean Body Weight) 6,9 gram perminggu di tambak 4 dan 5,5 gram perminggu di tambak 5. SR (Survival Rate) tambak 4 adalah 78% dan 75% di tambak 5. FCR (Feed Conversion Rate) 1,7 di tambak 4 dan 1,8 di tambak 5. | Vaname Shrimp is a fishery commodity that has a high nutritional content so that this commodity has a very high demand. There are several supporting factors that are very important in vannamei shrimp farming, namely pond preparation, shrimp cultivation process and harvesting stage. The purpose of this study was to determine the effect of using different ponds with a size of 3000 m² on the growth rate, survival rate and feed conversion rate for vannamei shrimp. The method used in this study was a survey method and then analyzed using the Independent T-test to determine differences in growth and survival. The average results obtained from the Independent T-test in this study were MBW (Mean Body Weight). 6.9 grams per week in pond 4 and 5.5 grams per week in pond 5. The SR (Survival Rate) of pond 4 was 78% and 75% in pond 5. FCR (Feed Conversion Rate) was 1.7 in ponds 4 and 1, 8 on pond 5. | |
| 39632 | 42031 | E1A019346 | ADAT JAWA NGALOR NGULON SEBAGAI ALASAN DIKABULKANYA PENETAPAN WALI ADHAL (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Nomor 32/Pdt.P/2022/PA.BL) | Wali dalam hukum perkawinan Islam merupakan salah satu rukun yang harus dipenuhi dalam sebuah perkawinan. Adanya wali yang tidak mau atau enggan untuk menikahkan anak perempuannya disebut dengan wali adhal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam hal penolakan atau enggannya wali nasab dikarenakan adanya kepercayaan adat Jawa Ngalor Ngulon, seperti kasus yang terjadi di daerah Blitar dalam Putusan Nomor 32/Pdt.P/2022/PA.BL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan wali adhal pada Putusan Pengadilan Agama Blitar Nomor 32/Pdt.P/2022/PA.BL dan akibat hukum dari dikabulkanya wali adhal berdasarkan Kompilasi Hukum Islam jo. Peraturan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2019 tentang Pencatatan Nikah jo. Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005 Tentang Wali Hakim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah mengabulkan permohonan wali adhal karena penolakan adat jawa ngalur ngulon. Hakim mendasarkan pada ketentuan Pasal 19, Pasal 20 Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 23 ayat 1 Kompilasi Hukum Islam jo. Pasal 13 ayat 3 huruf b Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang pecatatan nikah. Menurut peneliti, dalam perkara tersebut terdapat fakta hukum bahwa penolakan orang tua menjadi wali nikah atau adhal dikarenakan tidak bersifat syar’i, karena tidak bersifat syari’i maka permohonan wali adhal dikabulkan oleh hakim. Akibat hukum yang timbul dari dikabulkannya permohonan wali adhal yaitu berpindahnya wali nikah dari wali nasab kepada wali hakim dan harus dengan adanya putusan Pengadilan Agama atau Mahkamah Syari’yah sesuai dengan ketentuan Pasal Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam Jo Pasal 13 ayat 3 huruf b Peraturan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2019 tentang Pencatatan Nikah. Dalam pelaksanaanya perkawinan karena wali adhal, wali hakim tetap akan menawarkan kembali kepada wali nasabnya untuk menikahkan calon mempelai wanita. Apabila wali nasab tetap menolak maka akan dilaksanakan dengan menggunakan wali hakim. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang di atur dalam Pasal 5 Peraturan Menteri Agama Nomor 30 tahun 2005 tentang wali Hakim. | In Islamic marriage law, a guardian (wali) is one of the essential pillars that must be fulfilled in a marriage. When a guardian refuses or is unwilling to marry off his daughter, it is referred to as a guardian adhal. This research is motivated by issues related to the rejection or reluctance of a paternal guardian due to the presence of the Javanese tradition of "Ngalor Ngulon," as seen in cases such as the one that occurred in the Blitar region, as documented in Decision Number 32/Pdt.P/2022/PA.BL. The objective of this study is to understand the legal considerations made by judges when approving the request for a guardian adhal in the Decision of the Religious Court of Blitar Number 32/Pdt.P/2022/PA.BL and the legal consequences of granting the guardian adhal based on the Compilation of Islamic Law, in conjunction with the Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning Marriage Registration and Regulation of the Minister of Religion Number 30 of 2005 concerning Guardian Judges. This research employs a normative juridical research method with descriptive-analytical specifications. Secondary data sources are used, obtained through literature studies. The data obtained are presented in the form of narrative texts using qualitative normative analysis methods. Based on the research findings and discussions, it is evident that the Panel of Judges granted the request for a guardian adhal due to the rejection of the Javanese tradition of "Ngalor Ngulon." The judge based the decision on the provisions of Articles 19, Articles 20 of the Compilation of Islamic Law and Article 23 paragraph 1 of the Compilation of Islamic Law, in conjunction with Article 13 paragraph 3 letter b of the Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning marriage registration. According to the researcher, in this case, there is a legal fact that the parents' refusal to act as marriage guardians or adhal is due to the non-Shariah nature of the prospective bride's parents' reasons. Because it is not in accordance with Shariah, the judge granted the request for a guardian adhal. The legal consequence of granting the guardian adhal is the transfer of the marriage guardian from the paternal guardian to the judge's guardian, and this can only be done through a decision of the Religious Court or Sharia Court in accordance with the provisions of Article 23 of the Compilation of Islamic Law, in conjunction with Article 13 paragraph 3 letter b of the Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning Marriage Registration. In practice, in cases of marriage with a guardian adhal, the judge's guardian will still offer the opportunity to the paternal guardian to marry off the prospective bride. If the paternal guardian continues to refuse, then the marriage will proceed with the judge's guardian, in accordance with the provisions outlined in Article 5 of the Regulation of the Minister of Religion Number 30 of 2005 concerning Guardian Judges. | |
| 39633 | 44787 | G1B020029 | Pengaruh Pengetahuan Mengenai Maloklusi Terhadap Minat Perawatan Ortodonti pada Remaja 12-15 Tahun yang Menempuh Pendidikan Menengah Pertama di Pesantren dan Nonpesantren (Studi pada Siswa di SMP Muhammadiyah Boarding School Zam Zam Cilongok dan SMP Negeri 2 Purwokerto) | Maloklusi merupakan penyimpangan oklusi ideal yang dapat berdampak terhadap aspek fungsional, aspek psikologis dan sosial pada remaja. Perawatan maloklusi memiliki tantangan karena membutuhkan adaptasi dalam penggunaannya. Proporsi perawatan ortodonti pada usia 10-14 tahun di Indonesia masih rendah yaitu sebesar 0,34%. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya minat memperoleh perawatan. Salah satu faktor yang memengaruhi minat adalah pengetahuan. Survey pendahuluan yang telah dilakukan pada 343 siswa secara acak menunjukkan bahwa dari sejumlah 90% siswa yang memiliki gigi tidak rapi hanya 2,6% yang sudah dirawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan mengenai maloklusi terhadap minat perawatan ortodonti pada remaja usia 12-15 tahun yang menempuh pendidikan menengah pertama di pesantren dan nonpesantren. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah Boarding School Zam Zam dan SMP Negeri 2 Purwokerto yang berusia 12-15 tahun. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik proportionate cluster random sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 105 siswa pada masing-masing sekolah. Pengambilan data dilakukan kuesioner yang bersifat valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai maloklusi terhadap minat perawatan ortodonti pada kelompok pesantren (p>0,05, C =0,111) dan terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai maloklusi terhadap minat perawatan ortodonti pada kelompok nonpesantren (p<0,05, CC=0,284). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai maloklusi terhadap minat perawatan ortodonti pada kelompok pesantren serta terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan mengenai maloklusi terhadap minat perawatan ortodonti pada kelompok nonpesantren | Malocclusion is a deviation from ideal occlusion that can impact the functional, psychological, and social aspects of adolescents. One of the factors that influences interest is knowledge. This study aimed to determine the effect of knowledge about malocclusion on interest in orthodontic treatment in adolescents aged 12–15 who studied junior high school in pesantren and non-pesantren. This research method is analytical and observational, with a cross-sectional approach. The population in this study were students of Junior High School Muhammadiyah Boarding School Zam Zam and Public Junior High School 2 Purwokerto, aged 12–15 years. The research sample was selected using the proportionate cluster random sampling technique. The number of research samples was 105 in each school. The data were collected using a valid and reliable questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square test. The results of the study showed that there was no relationship between knowledge about malocclusion and interest in orthodontic treatment in the pesantren group (p > 0.05, C = 0.111), and there was a relationship between knowledge about malocclusion and interest in orthodontic treatment in the non-pesantren group (p<0.05, CC = 0.284). This study concludes that there is no relationship between knowledge about malocclusion and interest in orthodontic treatment in the pesantren group, and there is a significant relationship between knowledge about malocclusion and interest in orthodontic treatment in the non-pesantren group. | |
| 39634 | 42033 | D1A019038 | ANALISA PERBEDAAN PENGAPLIKASIAN BIOSEKURITI TERHADAP DEPLESI DAN FEED CONVERSION RATIO AYAM NIAGA PEDAGING DI PT. CEMERLANG UNGGAS LESTARI | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaplikasian biosekuriti terhadap deplesi dan Feed Conversion Ratio (FCR) ayam niaga pedaging di PT. Cemerlang Unggas Lestari. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung pada empat peternakan yang bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari dengan pelaksanaan biosekuriti yang berbeda. Peternakan tersebut meliputi Kandang Sodik (nilai biosekuriti sedang), Kandang Priyono (nilai biosekuriti kurang), Kandang Bheqi 1 (nilai biosekuriti bagus) dan Kandang Bheqi 2 (nilai biosekuriti bagus). Biosekuriti dinilai dari seberapa sering penerapan biosekuriti di kandang dilakukan. Teknik pengambilan data yang digunakan untuk menghitung persen deplesi yaitu dengan mencatat mortalitas dan culling harian, sedangkan untuk menghitung FCR yaitu dengan mencatat konsumsi pakan setiap hari dan bobot badan harian. Data yang didapatkan dianalisis dengan Uji T (T test). Hasil analisis menunjukkan perbedaan pengaplikasian biosekuriti berpengaruh secara nyata terhadap persentase deplesi (P<0.05), namun tidak berpengaruh secara nyata terhadap nilai FCR (P>0.05). Penerapan biosekuriti yang baik dapat menurunkan persentase deplesi ayam niaga pedaging, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai FCR dari ternak tersebut. | This study aims to analyze the application of biosecurity on the depletion and Feed Conversion Ratio (FCR) of commercial broilers at PT. Cemerlang Unggas Lestari. This research was carried out directly on the four farms in partnership with PT. Cemerlang Unggas Lestari with different biosecurity implementations. The farms include Kandang Sodik (moderate biosecurity value), Kandang Priyono (poor biosecurity value), Kandang Bheqi 1 (good biosecurity value), and Kandang Bheqi 2 (good biosecurity value). Biosecurity is assessed by how often the application of biosecurity in the cage is carried out. The data collection technique used to calculate the percent of depletion is by recording daily mortality and culling, while calculating the FCR is by recording daily feed consumption and daily body weight. The data obtained was analyzed using the T-test. The results of the analysis showed that the difference in the application of biosecurity had a significant effect on the proportion of depletion (P<0.05), but had no significant effect on the FCR value (P>0.05). The application of good biosecurity can reduce the proportion of broiler depletion but does not significantly affect the FCR value of these livestock. | |
| 39635 | 42034 | C1C018008 | Pengaruh Pengendalian Diri, Gaya Hidup, Lingkungan Sosial dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Perencanaan Keuangan Mahasiswa Akuntansi | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian diri, gaya hidup, lingkungan sosial, dan kecerdasan intelektual terhadap perencanaan keuangan mahasiswa akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Jurusan Akuntansi FEB Unsoed angkatan 2018-2022. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Sumber data penelitian data primer dan teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian diri dan kecerdasan intelektual berpengaruh dalam meningkatkan perencanaan keuangan mahasiswa akuntansi. Sementara itu, gaya hidup dan lingkungan sosial tidak berpengaruh dalam meningkatkan perencanaan keuangan mahasiswa akuntansi. | The purpose of this research is to analyze the influence of self-control, lifestyle, social environment, and intellectual intelligence on the financial planning of Accounting students. This research is a quantitative research employing convenience sampling techniques for sample selection. Population in this research has involved all active students of Accounting major, Faculty of Economic and Business at Jenderal Soedirman University who are enrolled in the year 2018-2022. The total utilized sample size in this research is 100 respondents. The research data source consists of primary data, and data collection is conducted through the utilization of a questionnaire. Data is processed is analyze using multiple regression analysis with the assistance of SPSS software version 26. The findings of the research revealed that self-control and intellectual intelligence has a impact on improving financial planning among accounting students. Meanwhile, lifestyle and social environment does not have an influence on improving financial planning among accounting students. | |
| 39636 | 42038 | A1A019028 | Kontribusi Usahatani Jambu Kristal terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo | Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena cocok dengan tanah, iklim dan cuaca di Indonesia. Sentra pembudidayaan jambu kristal yang terbesar yaitu di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Salah satu wilayah di Jawa tengah yang banyak membudidayakan jambu kristal adalah Kabupaten Purworejo. Melalui usahatani jambu kristal, masyarakat memperoleh kontribusi terhadap pendapatan rumah tangganya. Namun demikian, pendapatan dari usahataninya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya produksi dan harga. Penelitian ini dilakukan di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode disproportionate stratified random sampling dengan membagi strata ke dalam lima kategori berdasarkan umur tanaman jambu kristal yang diusahakan yaitu dari umur satu tahun hingga lima tahun. Diperoleh sampel sebanyak 75 orang yang terdiri dari 4 orang pada strata satu, 11 orang pada strata dua, 29 orang pada strata tiga, 26 orang pada strata empat, dan 5 orang pada strata lima. Analisis data yang digunakan antara lain terdiri dari analisis biaya, analisis pendapatan, dan analisis kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya rata-rata yang dikeluarkan petani pada usahatani jambu kristal di Desa Munggangsari adalah sebesar Rp38.562.575/ha/tahun. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani jambu kristal adalah sebesar Rp84.030.315/ha/tahun. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani jambu kristal adalah sebesar Rp45.467.741/ha/tahun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 2,18 yang menyatakan bahwa usahatani jambu kristal di Desa Munggangsari layak untuk diusahakan dengan payback period atau jangka waktu pengembalian modal selama 3 tahun 1 bulan. Besarnya kontribusi usahatani jambu kristal pada rumah tangga petani di Desa Munggangsari selama lima tahun adalah sebesar 43% dan termasuk dalam kategori sedang. | Crystal guava is one of the potential horticultural commodities to be developed in Indonesia because it’s suitable for the soil, climate and weather in Indonesia. The largest crystal guava cultivation centers are in DKI Jakarta, West Java and Central Java. One area in Central Java that cultivates a lot of crystal guava is Purworejo Regency. Through crystal guava farming, the community gets a contribution to their household income. However, the income from farming is influenced by several factors including production and prices. This research was conducted in Munggangsari Village, Grabag Sub-district, Purworejo Regency. Sampling was carried out using the disproportionate stratified random sampling method by dividing the strata into five categories based on the age of the crystal guava plant, from one year to five years old. A sample of 75 people was obtained consisting of 4 people at stratum one, 11 people at stratum two, 29 people at stratum three, 26 people at stratum four, and 5 people at stratum five. The data analysis used consists of cost analysis, income analysis, and contribution analysis. The results of this study indicate that the average cost incurred by farmers on crystal guava farming in Munggangsari Village is Rp38.562.575/ha/year. The average income obtained by crystal guava farmers is Rp84.030.315/ha/year. The average income of crystal guava farmers is Rp45.467.741/ha/year. The results of the feasibility analysis showed an R/C ratio of 2,18 which stated that crystal guava farming in Munggangsari Village was feasible with a payback period of 3 years and 1 month. The contribution of crystal guava farming to farmer households in Munggangsari Village for five years is 43% (medium). | |
| 39637 | 42035 | E1A019127 | IMPLEMENTASI HAK JAWAB DALAM JURNALISME TELEVISI (STUDI PELAKSANAAN PASAL 5 UU NO 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DI TVRI JAWA BARAT) | Indonesia merupakan negara yang mengakui kemerdekaan pers sebagai salah satu perwujudan kedaulatan rakyat. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi landasan hukum bagi pers nasional dalam melakukan aktivitas jurnalistik. Pengukuhan UU Pers sebagai landasan pers nasional didasari oleh adanya kebutuhan pemenuhan kemerdekaan pers sebagai bentuk perwujudan kedaulatan rakyat yang menjadi unsur penting bagi kehidupan bermasyarakat. Masa reformasi menjadi titik balik kebebasan pers yang sebelumnya terbelenggu kekuasaan Orde Baru. Kendati telah mempunyai regulasi di level undang-undang, pelaksanaan kegiatan-kegiatan pers bukannya tak bebas dari persoalan dan konflik ketika pemberitaan yang disajikan memuat informasi yang dinilai tidak benar dan mencemari nama baik seseorang atau kelompok tertentu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut UU Pers memberikan solusi penyelesaian melalui mekanisme hak jawab yang tercantum dalam Pasal 5 ayat (2). Penelitian ini akan menganalisa bagaimana implementasi hak jawab yang dilakukan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Jawa Barat sebagai salah satu jenis media massa yang berperan menyampaikan pesan (berita, informasi dan hiburan) kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosio-legal dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari yaitu Encep, Yesi, dan Agus sebagai informan penelitian dari TVRI Jawa Barat, implementasi hak jawab di TVRI Jawa Barat telah dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam Pasal 5 ayat (2) UU Pers dengan diprosesnya pengajuan hak jawab yang diterima oleh TVRI Jawa Barat, Meskipun terdapat beberapa kendala baik dari internal dan eksternal dalam proses implementasi hak jawab di TVRI Jawa Barat. | Indonesia is a country that recognizes the freedom of the press as one of the manifestations of people’s sovereignty. Law Number 40 of 1999 concerning the Press serves as the legal foundation for the national press in carrying out journalistic activities. The establishment of the Press Law as the basis for the national press is driven by the need to fulfill the freedom of the press as a vital component of community life, representing an essential element for social well-being. The reform era marked a turning point in press freedom, liberating it from the grip of the New Order regime. Despite having regulations at the legislative level, the implementation of press activities is not without challenges and conflicts when the presented information is deemed inaccurate and tarnished the reputation of an individual or a specific group. To address these issues, the Press Law provides a solution through the right of reply mechanism. This study will analyze how the right of reply is implemented by Televisi Republik Indonesia (TVRI) in West Java as one of the mass media responsible for conveying messages (news, information, and entertainment) to the public. The research methodology used in this study is a socio-legal approach with a descriptive research. Both primary and secondary data are used in this research. Based on the research obtained from informants Encep, Yesi, and Agus from TVRI West Java, the implementation of the right of reply at TVRI West Java has been carried out in accordance with the provisions of Article 5, paragraph (2) of the Press Law, as demonstrated by the processing of right of reply requests received by TVRI West Java, despite encountering certain internal and external challenges in the implementation process. | |
| 39638 | 44507 | I1E020016 | PENGARUH LATIHAN LARI ZIG-ZAG TERHADAP KEMAMPUAN KELINCAHAN BOLA BASKET PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA N 1 PAGUYANGAN | ABSTRAK PENGARUH LATIHAN LARI ZIG-ZAG TERHADAP KEMAMPUAN KELINCAHAN BOLA BASKET PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA N 1 PAGUYANGAN Roska Zyanita1, Ayu Rizky Febriani2. Ajeng Dian Purnamasari2 Latar Belakang: Basket diartikan dengan permainan bola yang dilakukan oleh dua regu, masing-masing terdiri atas lima orang yang berusaha mengumpulkan angka sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke dalam ring basket salah satu kondisi fisik yang harus dilatih adalah kelincahan. Penelitian ini menggunakan metode latihan lari zig-zag dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh setelah di berikan latihan lari zig-zag pada peserta ekstrakurikuler bola basket di SMA N 1 Paguyangan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian experimen design dengan menggunakan model pretest-posttest control group design. Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Total sampling dan diperoleh 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi <0,05 yang dibantu dengan SPSS25. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukan rerata pre-test post-test kelompok treatment sebesar 18.71 dan 13.42 sedangkan rerata pre-test post-test kelompok kontrol sebesar 18.56. Hasil uji paired t-test kelompok treatment memperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 dan kelompok kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan lari zig-zag terhadap kecepatan tendangan pada kelompok treatment dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok treatment dan kontrol. Kata Kunci: Bola Basket, Dribble. Lari zig-zag, pre test. Post test, kelincahan. 1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT THE EFFECT OF ZIG-ZAG RUNNING EXERCISES ON THE BASKETBALL AGILITY ABILITIES OF EXTRACURRICULAR PARTICIPANTS AT SMA N 1 PAGUYANGAN Roska Zyanita1, Ayu Rizky Febriani2. Ajeng Dian Purnamasari2 Background: Basketball is defined as a ball game played by two teams, each consisting of five people who try to collect as many points as possible by putting the ball into a basketball ring. One of the physical conditions that must be trained is agility. This study used the zig-zag running training method with the aim of finding out whether there was an effect after being given zig-zag running training on basketball extracurricular participants at SMA N 1 Paguyangan. Methodology: This research is an experimental design research using a pretest-posttest control group design model. The sampling used in this research was total sampling and 20 respondents were obtained who were divided into two groups using the ordinal pairing technique. The data analysis technique uses the t-test with a significance level of <0.05 assisted by SPSS25. Research Results: The results of this study show that the pre-test post-test mean for the treatment group was 18.71 and 13.42, while the pre-test post-test mean for the control group was 18.56. The results of the paired t-test test for the treatment group obtained a significance value of 0.000 and the control group obtained a significance value of 0.000. Conclusion: There is a significant effect of zig-zag running training on kick speed in the treatment group and there is a significant difference in effect between the two treatment and control groups. Keywords: Basketball, Dribble. Zigzag run, pre test. Post test, agility. 1Students of Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University 2Department of Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University | |
| 39639 | 44788 | C1A020065 | ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI BANTEN (PENDEKATAN INPUT OUTPUT) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antar sektor terhadap perekonomian di Provinsi Banten serta daya penyebaran dan derajat kepekaan sektor-sektor ekonomi terhadap perekonomian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini merupakan data sekunder yang di analisis menggunakan analisis Input-Output. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa (1) Terdapat keterkaitan yang kuat antara sektor-sektor perekonomian di Provinsi Banten karena memiliki nilai keterkaitan >1 serta terdapat sektor unggulan dengan nilai keterkaitan lebih dari nilai rata-rata (>1,3356) sektor tersebut antara lain sektor pengadaan listrik dan gas, sektor konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan, sektor informasi dan komunikasi, serta sektor jasa perusahaan , (2) Terdapat sektor kunci di Provinsi Banten, berikut sektor-sektor kunci yang ada di Provinsi Banten yaitu sektor pengadaan listrik dan gas, sektor konstruksi, sektor transportasi dan pergudangan, sektor informasi dan komunikasi, serta sektor jasa perusahaan. | Abstract This study aims to analyze the linkage between sectors to the economy in Banten Province as well as the power of dissemination and the degree of sensitivity of economic sectors to the economy. This research is a quantitative descriptive research. This study is secondary data that is analyzed using Input-Output analysis. The results of this study were obtained that (1) There is a strong correlation between economic sectors in Banten Province because it has a correlation value of >1 and there are superior sectors with a correlation value of more than the average value (>1.3356) of these sectors, including the electricity and gas procurement sector, the construction sector, the transportation and warehousing sector, the information and communication sector, and the corporate service sector, (2) There are key sectors in Banten Province, the following key sectors in Banten Province, namely the electricity and gas procurement sector, the construction sector, the transportation and warehousing sector, the information and communication sector, and the corporate services sector. | |
| 39640 | 42037 | K1C019074 | Rancang Bangun Alat Pengolah Limbah Fixer dengan Metode Elektrolisis Menggunakan Elektroda Stainless Steel | Pembuatan negatif film pada instalasi radiologi rumah sakit merupakan kegiatan yang menghasilkan limbah cair salah satunya limbah fixer yang mengandung perak hingga termasuk ke dalam limbah B3. Diperlukan pengelolaan limbah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pembuatan alat pengolah limbah fixer dengan metode elektrolisis diharapkan dapat mengurangi konsentrasi perak pada limbah fixer agar dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rancang bangun alat pengelola limbah fixer dengan menggunakan metode elektrolisis dan mengatur tegangan sampai pada titik optimal agar menghasilkan laju elektrolisis yang besar. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman. Metode pembuatan alat melalui beberapa tahap antara lain; persiapan, perancangan, dan pengujian alat. Limbah fixer yang digunakan berasal dari RS Betesdha Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dalam penelitian ini setiap pengujian menggunakan 5 liter limbah fixer pada setiap tegangan yang diatur selama 3 jam. Semakin tinggi tegangan massa yang dihasilkan dan laju elektrolisis akan semakin tinggi. Akan tetapi semakin tinggi tegangan maka proses sulfidasi akan semakin cepat. Pada perancangan alat pengelola limbah fixer ini dapat bekerja dengan optimal pada tegangan 4 V dengan kelajuan 4,87 g/jam. | The production of negative film in hospital radiology installations is an activity that generates liquid waste, one of which is fixer waste containing silver, which falls under hazardous waste category. Waste management is necessary to reduce environmental pollution. The creation of a fixer waste treatment device using the electrolysis method is expected to decrease the silver concentration in the fixer waste, allowing for safe disposal into the environment. The objective of this study is to design a fixer waste management device using the electrolysis method and adjust the voltage to an optimal point to achieve a higher electrolysis rate. This research was conducted at Universitas Jendral Soedirman. The device fabrication method involves several stages, starting from preparation, design, and device testing. The fixer waste used in the study originates from Bethesda Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta Hospital. In each test, 5 liters of fixer waste were used at various voltages regulated for 3 hours. Higher voltage results in increased mass and electrolysis rate. However, higher voltage accelerates the sulfidation process. In the design of this fixer waste management device, optimal performance was achieved at 4 V voltage with a rate of 4.87 g/hour. |