Home
Login.
Artikelilmiahs
44511
Update
CANTYA AFRA FATHARANI
NIM
Judul Artikel
INTRA-RACIAL RACISM:MALEEKAANDEUROCENTRICBEAUTY STANDARDSINTHESKINI’MINBYSHARONG.FLAKE(1998)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Eurosentrisme lebih dari sekadar persepsi. Kecantikan, sebuah elemen budaya yang penting, mewakili individu atau budaya dan mempengaruhi perilaku dan persepsi sosial. Standar eurosentrisme yang tertanam secara sosial mengukur individu atau masyarakat dalam standar tersebut. Penelitian ini meneliti bagaimana Maleeka, seorang gadis muda Afrika-Amerika, mengatasi norma kecantikan eurosentris dalam The Skin I'm In (1998). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena datanya berupa kata-kata atau ucapan, bukan angka-angka. Eurosentrisme pascakolonial dari Lois Tyson digunakan dalam penelitian ini. Data akan dianalisis dengan standar kecantikan Eurosentris dan rasisme intra-rasial pada bagian pertama. Dimulai dari warna kulit kemudian status sosial ekonomi yang menjadi hambatan Maleeka dalam menjalani kehidupannya di sekolah. Sub-bab kedua diakhiri dengan bimbingan dan pemberdayaan yang membantu Maleeka untuk melawan standar tersebut dan menemukan kedamaian batinnya. Maka dari itu, penelitian ini menunjukkan bagaimana individu melawan standar eurosentris yang diciptakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, standar eurosentris seharusnya tidak dijadikan patokan utama dalam gaya hidup, terutama untuk merundung orang lain.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Eurocentrism is more than just a perception. Beauty, a key cultural element, represents an individual or culture and influences social behaviors and perceptions. Socially embedded eurocentric standards measure an individual or society towards them. This research examined how Maleeka, a young African-American girl, overcomes the Eurocentric beauty norm in The Skin I'm In (1998). This research used a qualitative method since the data are in the form of words or utterances not numbers. Lois Tyson's postcolonial Eurocentrism was used in this research. The data were analyzed in Eurocentric beauty standards and intra-racial racism in the first section. Start with colorism then socioeconomic status which became Maleeka's obstacles in living her life at school. The second subchapter ended with mentorship and empowerment that helps Maleeka to go against the standards and find her own inner peace. Ultimately, this research showed how individuals resist the eurocentric standards created by their society. Therefore, eurocentric standards should not be used as a main benchmark in lifestyle, especially to bully people.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save