Artikel Ilmiah : A1A017062 a.n. KHOLIFAH

Kembali Update Delete

NIMA1A017062
NamamhsKHOLIFAH
Judul ArtikelAnalisis efisiensi pemasaran salak pondok di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salak pondoh (Salacca zalacca edulis reinw) merupakan tanaman buah asli dari Indonesia. Melihat potensi tanah dan iklim yang sangat cocok untuk budidaya tanaman salak, Desa Gununggiana merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara yang telah melaksanakan pembangunan di bidang pertanian, yaitu dengan mengembangkan budidaya tanaman salak pondoh. Salak pondoh mempunyai rantai pemasaran yang cukup panjang, sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan harga yang cukup jauh antara petani dengan konsumen akhir. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis pemasaran salak untuk mengetahui bagaimana saluran pemasaran dan efisiensi saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui saluran pemasaran dan fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara, (2) Menghitung margin pemasaran yang diterima oleh masing-masing saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara, dan (3) Mengetahui tingkat efisiensi saluran pemasaran salak di Desa Gununggiana Kecamatan Madukara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada Bulan November tahun 2022. Teknik pengambilan sampel petani ditentukan dengan metode Simple Random Sampling dengan sampel petani sebanyak 35 sampel; sedangkan pengambilan sampel untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode Snowball Sampling terdapat 5 pedagang pengumpul (tengkulak), 3 pedagang besar, 6 penyalur, dan 1 pedagang pengecer. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan saluran pemasaran dan fungsi-fungsi yang dilakukan oleh lembaga pemasaran salak pondoh. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur efisiensi pemasaran salak pondoh dengan menggunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan atas biaya pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh saluran pemasaran salak pondoh di Desa Gununggiana. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap lembaga yang terlibat dalam pemasaran salak adalah fungsi pembelian, penjualan, bongkar muat, pengangkutan, penyimpanan, pengemasan, pembiayaan, penanggungan risiko, sortir dan grading, informasi harga. Saluran pemasaran VII memiliki margin pemasaran tertinggi yaitu sebesar Rp8.500,00/kg, sedangkan saluran II memiliki margin pemasaran terendah yaitu sebesar Rp2.209,00/kg. Saluran pemasaran yang efisien yaitu saluran II, IV, VI dengan menggunakan tiga indikator.
Abtrak (Bhs. Inggris)Salak pondoh (Salacca zalacca edulis reinw) is a native fruit plant from Indonesia. Seeing the potential of the soil and climate which are very suitable for the cultivation of zalacca plants, Gununggiana Village is one of the villages in Banjarnegara Regency which has carried out development in the agricultural sector, namely by developing pondoh zalacca cultivation. Salak pondoh has a fairly long marketing chain, causing a considerable price difference between farmers and end consumers. Therefore, researchers are interested in analyzing salak marketing to find out how the marketing channel and the efficiency of the salak marketing channel are in Gununggiana Village. This study aims to: (1) Know the marketing channels and marketing functions carried out by marketing agencies for salak in Gununggiana Village, Madukara District, (2) Calculate the marketing margin received by each marketing channel for salak in Gununggiana Village, Madukara District , and (3) Knowing the level of efficiency of the salak marketing channel in Gununggiana Village, Madukara District. The research method used is survey method. The research was conducted in November 2022. The sampling technique for farmers was determined by the Simple Random Sampling method with 35 samples of farmers; while the sampling for marketing institutions was determined by the Snowball Sampling method, there were 5 collectors, 3 wholesalers, 6 intermediaries, and 1 retailer. The types of data used in this research are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative analysis. Descriptive analysis is used to explain marketing channels and the functions performed by salak pondoh marketing agencies. While quantitative analysis is used to measure the marketing efficiency of salak pondoh using marketing margin analysis, farmer's share, and the ratio of profits to marketing costs. The results showed that there were seven marketing channels for salak pondoh in Gununggiana Village. The functions performed by each institution involved in marketing salak were purchasing, selling, unloading, transporting, storing, packaging, financing, risk-bearing, sorting and grading, price information. Marketing channel VII has the highest marketing margin of IDR 8.500,00/kg, while channel II has the lowest marketing margin of IDR 2.209,00/kg. An efficient marketing channel II, IV, VI uses three indicators.
Kata kunciSaluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran salak pondoh
Pembimbing 1Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Alpha Nadeira M, S.P., M.P.
Pembimbing 3-
Tahun2023
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2023-08-25 12:13:32.734129
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.