Artikel Ilmiah : A1A116020 a.n. SYIFA KAMILIA

Kembali Update Delete

NIMA1A116020
NamamhsSYIFA KAMILIA
Judul ArtikelANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI ORGANIK
DI DESA LEMBERANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Prospek pengembangan beras organik dalam negeri sangat positif terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Salah satu daerah penghasil padi organik di Kabupaten Banyumas yaitu Desa Lemberang Kecamatan Sokaraja. Komoditas utama di Desa Lemberang yaitu padi. Petani di Desa Lemberang mulai beralih melakukan usahatani padi organik dan masih dalam proses pengembangan dikarenakan usahatani padi organik tersebut baru dilaksanakan tahun 2022. Pengembangan yang dilakukan bertujuan agar produksi padi organik dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani padi organik, dan 2) mengetahui kelayakan usahatani padi organik di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupatan Banyumas pada bulan Juni 2023. Penelitian ini mengambil seluruh petani padi organik di Desa Lemberang yang berjumlah 17 petani sebagai responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata biaya produksi padi organik di Desa Lemberang yaitu Rp17.332.025,00 per hektar dan rata-rata penerimaan petani padi organik yaitu Rp19.285.500,00 per hektar sehingga pendapatan petani padi organik yaitu Rp1.944.942,00 per hektar. Nilai R/C ratio usahatani padi organik di Desa Lemberang menunjukkan hasil 1,11 lebih dari 1 berarti usahatani padi organik di Desa Lemberang efisien atau memberikan keuntungan karena penerimaan yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Hasil produksi usahatani padi organik di Desa Lemberang sebesar 356 kilogram lebih dari nilai BEP unit 320 kilogram, penerimaan produksi usahatani padi organik di Desa Lemberang sebesar Rp2.313.235,00 lebih dari nilai BEP penerimaan Rp807.904,00 dan harga padi organik di Desa Lemberang yaitu Rp6.500,00 per kilogram lebih dari nilai BEP harga Rp5.844,00 per kilogram sehingga usahatani padi organik di Desa Lemberang dikatakan layak untuk diusahakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The prospect of developing organic rice in the country is very positive, especially to meet the needs of the domestic market. One of the organic rice producing areas in Banyumas Regency is Lemberang Village, Sokaraja Sub-district. The main commodity in Lemberang Village is rice. Farmers in Lemberang Village are starting to switch to organic rice farming and are still in the process of development because organic rice farming was only implemented in 2022. The development aims to increase the production of organic rice. This study aims to: 1) determine the production cost, revenue and income of organic rice farming, and 2) determine the feasibility of organic rice farming in Lemberang Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. This research was conducted in Lemberang Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency in June 2023. This study took all 17 organic rice farmers in Lemberang Village as respondents. Data analysis in this study used cost analysis, revenue, income, R/C ratio, and break-even point. The results showed that the average value of organic rice production costs in Lemberang Village was Rp17.332.025,00 per hectare and the average revenue of organic rice farmers was Rp19.285.500,00 per hectare so that the income of organic rice farmers was Rp1.944.942,00 per hectare. The R/C ratio value of organic rice farming in Lemberang Village shows a result of 1.11 more than 1, meaning that organic rice farming in Lemberang Village is efficient or profitable because the revenue obtained is greater than the costs incurred. The production yield of organic rice farming in Lemberang Village is 356 kilograms more than the BEP unit value of 320 kilograms, the production revenue of organic rice farming in Lemberang Village is IDR 2,313,235.00 more than the BEP value of IDR 807,904.00 and the price of organic rice in Lemberang Village is IDR 6,500 per kilogram more than the BEP value of IDR 5,844.00 per kilogram so that organic rice farming in Lemberang Village is said to be feasible.
Kata kuncipadi organik, kelayakan, dan usahatani.
Pembimbing 1Dr. Irene Kartika Eka W., S.P., M.P.
Pembimbing 2Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2023-08-25 12:10:08.5838
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.