Artikel Ilmiah : I1C019025 a.n. ANANG AGUNG CHRISNANDA

Kembali Update Delete

NIMI1C019025
NamamhsANANG AGUNG CHRISNANDA
Judul ArtikelFormulasi Nanoemulsi Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Kombinasi Surfaktan Tween 80-Span 80 dan Kosolven Gliserol Sebagai Kandidat Terapi Otomikosis
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Minyak atsiri kayu manis memiliki efek antijamur termasuk jamur penyebab otomikosis. Akan tetapi, minyak atsiri kayu manis memiliki kelarutan dalam air yang rendah, mudah menguap, teroksidasi, dan memiliki bioavailabilitas yang rendah dalam tubuh. Pembuatan nanoemulsi dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan surfaktan tween 80-span 80 dan kosolven gliserol dan dilakukan karakterisasi sediaan.

Metodologi: Nanoemulsi dibuat dengan menggunakan kombinasi surfaktan tween 80, span 80, dan kosolven gliserol. Dilakukan karakterisasi nanoemulsi minyak atsiri kayu manis, seperti stabilitas fisik penyimpanan pada suhu ruang dan heating-cooling cycle, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, morfologi, serta analisis FTIR.

Hasil Penelitian: Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan rasio zat aktif dan jumlah surfaktan 1:5 meliputi 6% minyak atsiri, 18,9% tween 80, 11,1% span 80, dan 10% gliserol memiliki karakteristik ukuran partikel rata-rata 36,03 ± 1,00 nm, PDI 1,422 ± 0,13, rata-rata zeta potensial 7,4 mV, morfologi partikel sferis, spektrum FTIR menunjukkan kesamaan bilangan gelombang gugus fungsi antara nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan minyak atsiri kayu manis dengan sedikit pergeseran. Hasil uji stabilitas nanoemulsi di suhu ruang selama 1 bulan tidak menunjukkan pemisahan fase namun pada heating-cooling cycle menunjukkan pemisahan fase.

Kesimpulan: Minyak atsiri kayu manis dapat dibuat nanoemulsi yang optimum dan stabil secara fisik dengan perbandingan minyak : surfaktan 1:5. Minyak atsiri kayu manis telah termuat ke dalam system nanoemulsi melalui analisis FTIR.
Abtrak (Bhs. Inggris)Latar Belakang: Cinnamon essential oil is known to have antifungal effects including the fungus that causes otomycosis. However, this oil has low water solubility, evaporates & oxidizes easily, and has low bioavailability but nanoemulsion can overcome this. This study aims to make and characterize cinnamon essential oil nanoemulsion with tween 80 – span 80 and glycerol.

Metodologi: Nanoemulsion was prepared using a combination of tween 80, span 80, and glycerol as co-solvent. Characterization of this nanoemulsion was carried out such as physical stability at room temperature and heating-cooling cycle, particle size and distribution, zeta potential, morphology, and FTIR analysis.

Hasil Penelitian: Cinnamon essential oil nanoemulsion with active substance and surfactant amount ratio at 1:5, including 6% essential oil, 18,9% tween 80, 11,1% span 80, and 10% glycerol has a characteristic average particle size of 36,03 ± 1,00 nm, PDI 1,422 ± 0,13, average zeta potential 7,4 mV, spherical, and showed similarity in functional group wavenumbers between cinnamon essential oil nanoemulsion and cinnamon essential oil with slight shift. Stability test showed that phase separation did not occur in nanoemulsion at room temperature for 1 month but the heating-cooling cycle showed phase separation.

Kesimpulan: Physically stable cinnamon essential oil can be prepared with an oil : surfactant ratio of 1:5. Cinnamon essential oil has been loaded into the nanoemulsion system through FTIR analysis.
Kata kunciNanoemulsi, minyak atsiri kayu manis, tween 80, span 80, gliserol
Pembimbing 1apt. Dhadhang Wahyu K., M.Sc., Ph.D
Pembimbing 2Dr. dr. Anton Budhi D., M.Kes., Sp-THT-KL (K)
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2023-08-25 12:14:38.600739
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.