Artikelilmiahs
Menampilkan 38.201-38.220 dari 48.972 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38201 | 40887 | I1E019003 | PENGARUH METODE LATIHAN FARTLEK TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIC PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRA SMA NEGERI 1 BUKATEJA | Latar Belakang: Fartlek merupakan salah satu metode latihan untuk meningkatkan kemampuan daya tahan. Prinsip dari fartlek sendiri adalah atlet mampu mengendalikan kecepatannya sendiri sesuai kondisi dan kemampuanya pada saat melaksanakan latihan fartlek. Penelitian ini menggunakan metode latihan fartlek dengan tujuan untuk meneliti sejauh mana dampak latihan fartlek terhadap peningkatan daya tahan aerobic pada peserta ekstrakurikuler futsal putra SMA Negeri 1 Bukateja. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan menggunakan model pretest-posttest control group design. Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi <0,05 yang dibantu dengan SPSS25. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukan rerata pretest posttest kelompok treatment sebesar 41,71 dan 46,23 sedangkan rerata pretest posttest kelompok kontrol sebesar 41,93 dan 41,83. Hasil uji paired t-test kelompok treatment memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dan kelompok kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,852. Kemudian hasil analisis uji independent sample t-test posttest memperoleh signifikansi sebesar 0,047. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan fartlek terhadap kemampuan daya tahan aerobic pada kelompok treatment dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok treatment dan kontrol. | Background: Fartlek is one of the training methods to improve endurance ability. The principle of fartlek itself is that athletes are able to control their own speed according to their conditions and abilities when carrying out fartlek training. This study used the fartlek training method with the aim of examining the extent of the impact of fartlek training on increasing aerobic endurance in male futsal extracurricular participants Public High School 1 Bukateja Methodology: This study is a true experimental design research using a pretestposttest control group design model. The sampling used in this study was purposive sampling and obtained 20 respondents who were divided into two groups with ordinal pairing techniques. The data analysis technique uses a t-test with a significance level of <0.05 assisted by SPSS25. Research Results: The results of this study showed the average pretest posttest treatment group was 41.71 and 46.23 while the average pretest posttest of the control group was 41.93 and 41.83. The paired t-test results of the treatment group obtained a significance value of 0.000 and the control group obtained a significance value of 0.852. Then the results of the independent sample t-test posttest analysis obtained a significance of 0.047. Conclusions: There was a significant effect on fartlek exercise on aerobic endurance in the treatment group and there was a significant difference in effect between the treatment and control groups. | |
| 38202 | 40867 | I1E019028 | Asupan Gizi, Persentase Lemak Tubuh, Status Gizi, Aktivitas Fisik dan Tingkat Kebugaran jasmani Atlet Perwira Swimming Club Purbalingga usia 6-12 Tahun | Latar belakang: Hasil survei yang dilakukan melalui wawancara dengan pelatih klub renang Perwira Swimming Club Purbalingga diketahui bahwa belum ada data yang menunjukan tentang asupan gizi, persentase lemak tubuh, status gizi, aktivitas fisik dan tingkat kebugaran jasmani dimana aspek tersebut sangat penting bagi atlet untuk menunjang performa maupun prestasi atlet. Perwira Swimming Club Purbalingga merupakan klub renang yang berada di Purbalingga yang aktif dan memiliki cukup banyak prestasi dimana klub tersebut sering mengirimkan atlet-atletnya untuk mengikuti kejuaraan renang di tingkat kabupaten maupun provinsi. Peneliti berkeinginan untuk mengetahui tingkat asupan gizi, persentase lemak tubuh, status gizi, aktivitas fisik dan kebugaran jasmani atlet yang dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan performa atau prestasi atlet. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan wawancara dan tes pengukuran. Metode pengambilan data menggunakan food recall 1x24 jam untuk mengetahui asupan gizi, alat Bioelektrical Impedence Analysis (BIA) untuk mengetahui persentase lemak tubuh, aplikasi WHO Anthroplus untuk mengetahui status gizi, Global PhsycalActivity Questionnaire (GPAQ) dan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Penelitian dilaksanakan pada Perwira Swimming Club Purbalingga dengan rentang usia atlet 6-12 tahun. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukan bahwa untuk asupan gizi berda dalam kategori normal, persentase lemak tubuh atlet berada dalam kategori baik, status gizi atlet berada dalam kategori normal, aktivitas fisik atlet berada dalam kategori baik dan kebugaran jasmani berada pada kategori baik. Kesimpulan: Hasil asupan gizi, persentase lemak tubuh, status gizi, aktivitas fisik dan tingkat kebugaran jasmani berada pada kategori baik. Namun pelatih dan atlet harus memperhatikan beberapa hal agar aspek yang sudah baik dapat dipertahankan dan aspek yang masih kurang dapat ditingkatkan | Background: Nutritional intake, body fat percentage, nutritional status, physical activity and physical fitness are very important for athletes because they can support activities in sports and when competing. The results of a survey conducted through interviews with the trainers of the Perwira Swimming Club Purbalingga swimming club found that there was no data showing nutritional intake, body fat percentage, nutritional status, physical activity and level of physical fitness. Perwira Swimming Club Purbalingga is a swimming club located in Purbalingga that is active and has quite a lot of achievements where the club often sends its athletes to take part in swimming championships at the district and provincial levels. The researcher wants to know the level of nutritional intake, body fat percentage, nutritional status, physical activity and physical fitness of athletes which can be used as a guide to improve athlete performance. Methods: This study used a quantitative descriptive method by conducting interviews and measurement tests. The data collection method used a 1x24 hour food recall to determine nutritional intake, the Bioelectrical Impedence Analysis (BIA) tool to determine body fat percentage, the WHO Anthroplus application to determine nutritional status, the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI). The research was conducted on Perwira Swimming Club Purbalingga with an age range of athletes 6-12 years. Result: This study showed various categories in each component of the results. There are results showing that for nutritional intake is in the normal category, the body fat percentage of athletes is in the good category, the nutritional status of athletes is in the normal category, the physical activity of athletes is in the heavy category for male athletes and moderate for female athletes, then for Athletes' physical fitness is in the moderate category for male athletes and good for female athletes. Conclusion: The results of each aspect in this study are in a fairly good category. However, these aspects must be considered by coaches and athletes so that aspects that are already good can be maintained and aspects that are still lacking can be improved. | |
| 38203 | 40868 | J1A019058 | PRAGMATIC EQUIVALENCE OF INDONESIAN SUBTITLE OF HEDGES IN TV SHOW ANNE WITH AN E SEASON 1 EPISODE 1 (2017) | Penelitian ini berkaitan dengan analisis ekspresi pagar yang ditemukan di subtitel Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada acara TV Anne with an E Season 1 Episode 1 (2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klasifikasi ekspresi pagar yang ditemukan dalam teks sumber dan teks sasaran, dan strategi subtitling yang digunakan subtitler untuk mencapai kesepadanan pragmatis. Penelitian ini menggunakam dokumentasi dalam mengumpulkan data dan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, teori dari Prince dkk (1982) diterapkan untuk mengidentifikasi klasifikasi ekspresi pagar yang ditemukan. Teori Gottlieb (1992) digunakan untuk menganalisis strategi subtitling yang digunakan subtitler dalam menerjemahkan ekspresi pagar. Selanjutnya, teori dari Coates (2004) dan Hymes (1972) digunakan untuk menentukan pencapaian kesepadanan pragmatis dari setiap terjemahan ekspresi pagar. Terdapat 3 jenis ekspresi pagar yang ditemukan dengan dominasi tipe plausibility shields (55.77%), diikuti oleh adaptors (30.77%) dan attribution shield (13.46%). Selain itu, terdapat 5 strategi yang digunakan oleh subtitler yaitu paraphrase (54.90%), transfer (21.57%), deletion (13.73%), condensation (5.88%), dan decimation (3.92%). Untuk menganalisis kesepadanan pragmatis, jenis dan fungsi masing-masing pasangan ekspresi pagar dalam teks sumber dan teks sasaran dibandingkan dan dicocokkan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar data sepenuhnya sepadan, dan ada hubungan antara jenis strategi subtitling yang digunakan dan pencapaian kesepadanan pragmatisnya. Beberapa strategi seperti parafrase dan transfer sangat cocok untuk menerjemahkan ekspresi pagar, sedangkan strategi seperti decimation dan deletion cenderung hanya menghasilkan terjemahan dengan kesepadanan pragmatisnya hanya tercapai sebagian ataupun tidak sama sekali. | This study investigates the hedges in the English-Indonesian subtitle of TV show Anne with an E Season 1 Episode 1 (2017). It aims to identify the classification of the hedges in SL and TL, and the subtitling strategies which the subtitler uses on achieving pragmatic equivalence. This study takes documentation on collecting the data and uses a descriptive qualitative method. In this study, the theory from Prince et al (1982) is applied to identify the classification of the hedges. Gottlieb’s (1992) theory is used to analyze the subtitling strategies. Furthermore, Coates’ (2004) and Hymes’ (1972) theories are used to determine the pragmatic equivalence accomplishment of each hedge translation. There are 3 types of hedges found in the subtitles with the most dominant one being plausibility shields (55.77%), followed by adaptors (30.77%) and attribution shield (13.46%). In addition, there are 5 strategies used by the subtitler. The strategies consist of paraphrase (54.90%), transfer (21.57%), deletion (13.73%), condensation (5.88%), and decimation (3.92%). To analyze the pragmatic equivalence, the type and function of each hedge pair in SL and TL is compared and matched. The result shows that most of the data are fully equivalent, and there is a relation between the types of subtitling strategies employed and its pragmatic equivalence achievement. Some strategies like paraphrase and transfer are very suitable to translate hedges, whereas strategies like decimation and deletion tend to result in only partly or not achieved pragmatic equivalence. | |
| 38204 | 40869 | K1B018053 | REPRESENTASI PENYELESAIAN MASALAH PERMAINAN SUDOKU HIJAIYAH UKURAN 12×12 DALAM PEWARNAAN GRAF | Sudoku adalah permainan teka-teki logika berbasis kombinasi penempatan angka dalam puzzle. Permainan ini memiliki peran penting dalam perkembangan otak, emosional, konsentrasi dan kecerdasan anak dalam bidang matematika maupun logika. Aturan dari permainan ini adalah melengkapi papan dengan mengisi sel-sel yang kosong dengan huruf hijaiyah sehingga dalam satu baris, kolom dan blok tidak memuat huruf yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permainan sudoku hijaiyah dan merepresentasikan solusinya ke dalam pewarnaan graf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penempatan huruf hijaiyah secara acak sebanyak 47 huruf, diperoleh solusi tunggal. Setiap sel pada permainan Sudoku merepresentasikan simpul graf. Dua buah simpul saling terhubung apabila kedua sel berisikan huruf yang berbeda. Graf hasil representasi solusi permainan sudoku memiliki bilangan kromatik sebanyak 12. Banyak cara mewarnai simpul-simpul pada graf hasil representasi juga dapat ditunjukkan oleh polinomial kromatik P_G (k) = k(k-1)^12 (k-2)^12(k-3)^12 (k-4)^12 (k-5)^12 (k-6)^12 (k-7)^12 (k-8)^12 (k-9)^12 (k-10)^12 (k-11)^12 dengan hasil sebesar 1963586×e^92 cara mewarnai. Selanjutnya berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, permainan Sudoku hijaiyah ukuran 12×12 memiliki solusi lebih dari satu jika banyaknya huruf yang dimunculkan kurang dari 47 huruf. | Sudoku is a logic puzzle game based on combining the placement of numbers in a puzzle. This game has an important role in the development of the brain, emotional, concentration and intelligence of children in the fields of mathematics and logic. The rules of this game are to complete the board by filling in the empty cells with hijaiyah letters so that one row, column and block do not contain the same letters. This research aims to solve the hijaiyah sudoku game and represent the solution in graph coloring. The results showed that by randomly placing 47 hijaiyah letters, a single solution was obtained. Each cell in a Sudoku game represents a graph vertex. Two vertices are connected if the two cells contain different letters. The graph representing the solutions of the sudoku game has a chromatic number of 12. There are many ways to color the vertices on the graph represented by the chromatic polynomial kromatik P_G (k) = k(k-1)^12 (k-2)^12(k-3)^12 (k-4)^12 (k-5)^12 (k-6)^12 (k-7)^12 (k-8)^12 (k-9)^12 (k-10)^12 (k-11)^12 with a result of 1963586×e^92 coloring ways. Furthermore, based on the experiments that have been carried out, the game Sudoku hijaiyah size 12 × 12 has more than one solution if the number of letters that appear is less than 47 letters | |
| 38205 | 40559 | B2A020004 | EFEKTIVITAS KONSORSIUM BAKTERI PADA MEDIA DEDAK DALAM DEKOMPOSISI JERAMI PADI | Pengomposan adalah salah satu metode untuk mengatasi limbah organik menjadi senyawa yang menyerupai humus (humus like subtance) melalui proses aerobik dan melibatkan mikroba. Pemanfaatan konsorsium mikroba diharapkan dapat meningkatkan laju degradasi limbah organik, di antaranya jerami padi. Penerapan konsorsium mikroba pada proses pengomposan memerlukan medium pembawa. Pemanfaatan dedak padi sebagai alternatif media pembawa dinilai murah dan mudah diperoleh. Penelitian menggunakan isolat LG73, LG101, LG113, LG126, dan SA127 yang memiliki kemampuan enzimatis hidrolitik. Tujuan penelitian adalah mengetahui viabilitas dan aktivitas enzimatis konsorsium bakteri yang disimpan pada media pembawa dedak selama 28 hari dan kemampuannya mendegradasi jerami padi. Percobaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji penggunaan dedak sebagai media pembawa dan pengujian efektifitas degradasi jerami padi. Percobaan penggunaan dedak sebagai media pembawa menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) untuk menguji viabilitas konsorsium bakteri yang disimpan pada dedak selama waktu inkubasi 7, 14, 21 dan 28 hari. Tahap percobaan pengujian efektifitas degradasi jerami padi mengunaakan rancangan acak kelompok (RAK) untuk menguji kemampuan degradasi jerami padi oleh konsorsium bakteri pada lama pengomposan 7, 14, 21 dan 28 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas konsorsium bakteri pada dedak sampai dengan waktu inkubasi 28 hari masih tinggi yaitu 94,79%, dengan jumlah sel bakteri 1,48.108 CFU/g serta memiliki kemampuan enzimatis dengan indeks hidrolitik 0,1141 - 0,3839 dari waktu inkubasi 7 sd 28 hari. Laju dekomposisi jerami padi menggunakan konsorsium bakteri dengan media dedak sebesar 0,022%/hari dengan penurunan massa terbaik terjadi pada waktu inkubasi 7 hari yaitu sebesar 62,96%. | Composting is one of the methods to manage organic waste and convert it into a humus-like substance through aerobic processes involving microorganisms. The utilization of microbial consortia is expected to enhance the degradation rate of organic waste, such as rice straw. The application of microbial consortia in the composting process requires a carrier medium. The utilization of rice bran as an alternative carrier medium is considered cost-effective and easily obtainable. This study utilized isolates LG73, LG101, LG113, LG126, and SA127, which possess hydrolytic enzymatic abilities. The objective of this research was to determine the viability of the bacterial consortium stored on rice bran carrier medium for 28 days and its ability to degrade rice straw. The experiment was conducted in two stages, namely testing the use of rice bran as a carrier medium and testing the effectiveness of rice straw degradation. The use of rice bran as a carrier medium experiment employed a completely randomized design (CRD) to assess the viability and enzymatic ability of the bacterial consortium stored on rice bran during incubation periods of 7, 14, 21, and 28 days. The stage of testing the effectiveness of rice straw degradation utilized a randomized block design (RBD) to evaluate the ability of the bacterial consortium to degrade rice straw during composting periods of 7, 14, 21, and 28 days. The obtained data were analyzed using One-Way ANOVA and further analyzed using Tukey's HSD test. The research results showed that the viability of the bacterial consortium on rice bran remained high until the 28-day incubation period, with a viability rate of 94,79% and a bacterial cell count of 1,48.108 CFU/g. The consortium also exhibited enzymatic capabilities with hydrolytic index values ranging from 0.1141 to 0.3839 during the 7 to 28-day incubation period. The decomposition rate of rice straw using the bacterial consortium with the best rice bran medium is 0.022% per day, with the highest decrease in mass occurring after a composting period of 7 days, amounting to 62.96%. | |
| 38206 | 40870 | H1B019028 | ANALISIS KEGEMPAAN PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT 7 DENGAN METODE ANALISIS DINAMIK RIWAYAT WAKTU | Pembanguanan struktur gedung di wilayah Banyumas, Jawa Tengah dan sekitarnya saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam pembangunan struktur gedung tentunya penting untuk mempertimbangkan pengaruh akibat gempa dengan memperkirakan besaran gaya gempa yang terjadi terhadap bangunan. Hal ini tentunya berkaitan dengan tingginya potensi peristiwa gempa di sepanjang selatan pulau Jawa di mana merupakan letak pertemuan antara lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Penelitian ini menggunakan metode analisis riwayat waktu yang mengacu pada SNI 1726:2019 terhadap gedung 7 lantai IAB Unsoed. Rekaman gempa yang digunakan pada analisis riwayat waktu adalah gempa Coalinga-05, Whitter Narrows, Northridge, Kobe, Loma Prieta, Darfield, Chichi, dan Mentawai. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai base shear, drift, dan displacement. Dari data output dapat disimpulkan pengaruh besaran skala richter gempa terhadap hasil analisis. Nilai output yang didapat dari penelitian ini dapat menunjukan level kinerja struktur bangunan gedung terhadap beban gempa yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbesar base shear terdapat pada gempa Darfield untuk arah X dan Coalinga-05 untuk arah Y, nilai terbesar drift terdapat pada gempa Kobe untuk arah X dan Loma Prieta untuk arah Y, dan nilai terbesar displacement terdapat pada gempa Darfield untuk arah X dan Whittier Narrows untuk arah Y. Dari data output yang ada diketahui besaran skala richter gempa tidak mempengaruhi hasil analisis. Gedung ini masuk ke dalam level kinerja gedung IO (Immediate Occupany) pada arah-X dan arah-Y menurut ATC-40. | The construction of building structures in Banyumas, Central Java and surrounding areas is currently experiencing rapid development. In the construction of building structures, of course, it is important to consider the influence of the earthquake by estimating the magnitude of the earthquake force that occurs on the building. This is certainly related to the high potential for earthquake events along the south of Java island where it is the meeting point between the Eurasian and Indo-Australian tectonic plates. This study uses a time history analysis method that refers to SNI 1726:2019 on the 7-storey building of IAB Unsoed. Earthquake records used in time history analysis are the Coalinga-05, Whitter Narrows, Northridge, Kobe, Loma Prieta, Darfield, Chichi, and Mentawai earthquakes. This study aims to find the value of base shear, drift, and displacement. From the output data, it can be concluded that the influence of the magnitude of the earthquake Richter scale on the results of the analysis. The output value obtained from this study can show the level of performance of building structures against the given earthquake load. The results of the analysis showed that the greatest value of base shear was found in the Darfield earthquake for X direction and Coalinga-05 for Y direction, The largest value of drift is found in the Kobe earthquake for the X direction and the Loma Prieta for the Y direction, and The greatest displacement values are found in the Darfield earthquake for the X direction and the Whittier Narrows for the Y direction. From the existing output data, it is known that the magnitude of the earthquake Richter scale does not affect the results of the analysis. This building is included in the IO (Immediate Occupany) building performance level in the X-direction and Y-direction according to ATC-40. | |
| 38207 | 40872 | L1C017034 | BIOEKOLOGI IKAN GLODOK (MUDSKIPPER) BERDASARKAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) MUARA KALI IJO, KABUPATEN KEBUMEN | Ekosistem mangrove memiliki produktivitas yang dapat mendukung kelimpahan sumber makanan untuk ikan glodok. Ikan glodok yang mencari makanan di area hutan mangrove sehingga kondisi kawasan hutan mangrove seperti KEE Muara Kali Ijo Kabupaten Kebumen penting untuk mengetahui kelimpahan ikan glodok. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kerapatan mangrove, bioekologi ikan glodok dilihat dari pola pertumbuhan dan faktor kondisi, serta hubungan tingkat kerapatan mangrove dengan kelimpahan ikan glodok di KEE Muara Kali Ijo Kabupaten Kebumen. Metode dalam penelitian ini menggunakan purposive random sampling dan data dianalisis dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil yang didapat yaitu tingkat kerapatan mangrove yang sangat padat dengan tingkat kerapatan 1800-3800. Pola pertumbuhan ikan glodok allometrik negatif dengan nilai b 2,33-2,8 dan nilai faktor kondisi 1,00-1,02. Hasil uji regresi menyatakan hubungan kuat antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan ikan glodok di Muara Kali Ijo (r=0,75591). | The mangrove ecosystem has a productivity that can support an abundance of food sources for the mudskippers. Mudskippers search for food in the mangrove forest area, making the condition of the mangrove forest areas like KEE Muara Kali Ijo in Kebumen Regency important for understanding the abundance of mudskippers. This research was conducted with the aim of determining the level of mangrove density, the bioecology of mudskippers based on growth patterns and condition factors, as well as the relationship between mangrove density and the abundance of mudskippers in KEE Muara Kali Ijo, Kebumen Regency. The method used in this research is purposive random sampling, and the data is analyzed using correlation and regression analysis. The results obtained indicate a very dense level of mangrove density ranging from 1800 to 3800. The growth pattern of glodok fish is negatively allometric with values of b 2.33-2.8, and the condition factor values range from 1.00 to 1.02. Regression analysis results indicate a strong relationship between mangrove density and the abundance of mudskippers in Muara Kali Ijo (r=0.75591). | |
| 38208 | 40873 | I1A018058 | HUBUNGAN PAPARAN MEDIA EDUKASI LARANGAN MEROKOK DAN PENGETAHUAN TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DENGAN SIKAP MAHASISWA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Adanya kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dan media edukasi larangan merokok tidak serta merta menghasilkan lingkungan bebas asap rokok. Masih banyak mahasiswa merokok pada lingkungan Kawasan Tanpa Rokok di kampus dan menghiraukan media-media edukasi larangan rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan media edukasi larangan merokok dan pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok terhadap sikap mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan responden 228 mahasiswa perokok yang dipilih secara accidental. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok (p-value = 0,083) dengan sikap mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman dan tidak ada hubungan antara paparan media dengan sikap mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman (p= 0,001). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara paparan media edukasi larangan merokok dengan sikap mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Sementara itu, di satu sisi terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok dengan sikap mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman. Hal tersebut menandakan diperlukannya penegakan kebijakan yang lebih optimal dari pihak pemangku kebijakan Universitas Jenderal Soedirman. | Background : The existence of a No-Smoking Area policy and smoking ban education media does not necessarily resulting a smoke-free environment. There still many students that smoking in No-Smoking Area on campus and ignoring educational media of smoking bans. This study aims to determine the relationship between smoking ban educational media and knowledge about smoking-free areas on student’s attitudes in Jenderal Soedirman University. Research Method: This study uses quantitative methods with a cross sectional approach. The study involved 228 student as respondents who were selected accidentally. The data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. Research Results: There is a relationship between knowledge about non-smoking areas (p-value = 0.083) with the attitudes of students at Jenderal Soedirman University and there is no relationship between media exposure and student attitudes at Jenderal Soedirman University (p = 0.001). Conclusion: There is no relationship between exposure to educational media smoking ban and the attitude of students at Jenderal Soedirman University. Meanwhile, on the one hand there is a relationship between knowledge about non-smoking areas and the attitude of Jenderal Soedirman University’s student. This indicates the need for more optimal policy enforcement from the policymakers of Jenderal Soedirman University. | |
| 38209 | 40874 | I1A016041 | PENGARUH PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW | ABSTRAK PENGARUH PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Alifia1, Arif Kurniawan2, Budi Aji3 Latar belakang: Diresmikannya BPJS Kesehatan dan program JKN KIS membawa perubahan besar pada sistem pelayanan dan pembiayaan kesehatan. Sepanjang tahun 2014 terjadi banyak isu dan keluhan pelayanan kesehatan dalam sistem JKN (PKMK FK UGM, 2016). Donald Berwick (2001) dan WHO (2019) menyatakan clinical pathway sebagai tools/ strategi dalam meningkatkan mutu pelayanan. Di Indonesia clinical pathway menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit versi KARS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh- pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia berdasarkan kajian literature review. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review dan menggunakan data sekunder. Penelusuran ilmiah menggunakan database Mendeley, Pubmed, Science Direct, Garuda dan Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian: Hasil seleksi dengan menggunakan prisma flow diagram didapatkan terdapat 14 literatur. Terdapat beberapa pengaruh pelaksanaan clinical pathway terhadap perbaikan mutu pelayanan rumah sakit yang dikelompokan pada 4 dimensi mutu: efektifitas, efisiensi, keamanan, dan kompetensi teknis. Namun, masih terdapat beberapa hambatan yang menyebabkan pelaksanaan tidak sesuai dengan tujuan pelaksanaan clinical pathway. Kesimpulan: Studi ini menunjukan clinical pathway dapat memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia. Penerapan sosialisasi, pelatihan dan evaluasi berkala sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan clinical pathway. Kata Kunci: Clinical Pathway, Mutu Pelayanan, Lama Hari Rawat, Biaya Pelayanan 1Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat Fikes Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat, FIKes Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACK THE EFFECT OF CLINICAL PATHWAY IMPLEMENTATION ON THE QUALITY OF HOSPITALS IN INDONESIA: LITERATURE REVIEW Alifia1, Arif Kurniawan2, Budi Aji3 Background: The inauguration of BPJS Health and the JKN KIS program has brought major changes to the health services and financing system. Throughout 2014, there were many issues and complaints about health services in the JKN system (PKMK FK UGM, 2016). Donald Berwick (2001) and WHO (2019) stated that clinical pathways are tools/strategies for enhancing service quality. In Indonesia, the clinical pathway is a requirement that must be met in the KARS version of the Hospital Accreditation Standard. This study aims to determine the effects of implementing clinical pathways on the quality of hospital services in Indonesia based on a literature review. Methodology: This study used a literature review research method and used secondary data. Scientific search used the Mendeley, Pubmed, Science Direct, Garuda and Google Schoolar databases using keywords and inclusion and exclusion criteria. Results: The selection results using the prism flow diagram, there are 14 literature. There are several influences from the implementation of clinical pathways on improving the quality of hospital services which are grouped into 4 quality dimensions: effectiveness, efficiency, safety, and technical competence. However, there are still several obstacles causes the implementation to not be under the aims of implementing the clinical pathway. Conclusion: Implementation of clinical pathways can improve the quality of hospital services in Indonesia. The application of socialization, training, and periodic evaluation is urgently needed to optimize the implementation of clinical pathways. Keywords: Clinical Pathway, Quality of Service, Length of Stay, Cost of Service 1Student of Public Health Department, FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Lecturer of Public Health Department, FIKes Universitas Jenderal Soedirman | |
| 38210 | 40875 | G1B019028 | Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kepuasan Pasien Unit Paviliun Serayu RSGMP Unsoed | Kepuasan pasien merupakan kebutuhan dan harapan dari perawatan kesehatan pasien yang terpenuhi. Rumah sakit yang akan melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan harus melakukan pengukuran kepuasan pasien karena kepuasan pasien berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien dapat dinilai berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan meliputi tampilan fisik (tangibles), keandalan (reliability), jaminan (assurance), daya tanggap (responsiveness), dan hubungan antar manusia (emphaty). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien di Unit Paviliun Serayu RSGMP Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 38 sampel dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner harapan, mutu pelayanan, dan kepuasan pasien yang didistribusikan secara langsung dan secara daring. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien pada dimensi tangibles, reliability, assurance, responsiveness, dan emphaty (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan kepuasan pasien Unit Paviliun Serayu RSGMP Universitas Jenderal Soedirman. | Patient satisfaction is the needs and expectations of the patient are met. Hospitals that will improve the quality of health services must measure patient satisfaction because patient satisfaction is related to the quality of health services. Patient satisfaction can be assessed based on five dimensions of service quality including tangibles, reliability, assurance, responsiveness, and emphaty. The purpose of this research was to determined the relationship between the quality of dental and oral health services with patient satisfaction at Serayu Pavilion Unit RSGMP Jenderal Soedirman University. This research method was observational analytics with a cross-sectional design. Samples were taken from 38 patients using the accidental sampling technique. The research instrument used questionnaires on expectations, service quality, and patient satisfaction that were distributed online. Data analysis was performed univariate, bivariate using the chi-square test, and multivariate using multinomial logistic regression test. The results showed that there was a relationship between the quality of dental and oral health services with patient satisfaction on the dimensions of tangibles, reliability, assurance, responsiveness, and emphaty (p<0,05). The conclusion of this study there was a relationship between the quality of dental and oral health services with patient satisfaction at the Serayu Pavilion Unit RSGMP Jenderal Soedirman University. | |
| 38211 | 40876 | C1C019101 | Pengaruh Efektivitas Komite Audit dan Leverage terhadap Pengungkapan Sukarela | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Efektivitas Komite Audit dan leverage terhadap Pengungkapan Sukarela Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019- 2021)” merupakan penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Pengungkapan sukarela merupakan hal yang menarik untuk dibahas karena memiliki fungsi sebagai informasi tambahan bagi investor dan kreditur dalam mengambil keputusan investasi dan bisnisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas komite audit dan leverage terhadap pengungkapan sukarela perusahaan. Teori stakeholder digunakan sebagai grand theory pada penelitan ini karena penelitian ini mengkaji tangung jawab perusahaan berupa pengungkapan sukarela terhadap para stakeholder. Pihak stakeholder memerlukan pengungkapan sukarela yang dilaporkan oleh perusahaan sebagai alat keputusan bisnisnya karena di dalam pengungkapan sukarela berisi indikator yang lebih rinci daripada pengungkapan wajib yang dikeluarkan Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Perusahaan tambang dipilih karena perusahaan tambang merupakan sektor yang memiliki risiko besar terkait permodalan dan lingkungan sehingga informasi tambahan mengenai kondisi faktual perusahaan perusahaan perlu diketahui oleh para investor dan stakeholder. Jumlah sampel perusahaan yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 138 perusahaan.. Penelitian ini menggunakan eviews 8 karena data bersifat panel yang terdiri atas data cross section dan time series. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan data dummy yang memberikan nilai 0 jika indikator tidak terpenuhi dan nilai 1 jika indikator terpenuhi kemudian dijumlah untuk mengetahui nilai dari setiap sampel. Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode random method Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan eviews 8 menunjukkan bahwa: (1) Ukuran komite audit tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela (2) Komite audit independen berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela, (3) frekuensi rapat komite audit tidak berpngaruh terhadap pengungkapan sukarela, (4) Leverage berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah informasi beberapa faktor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela, yaitu komite audit independen dan leverage. Komite audit independen merupakan sikap objektif seoang auditor dalam menjalankan fungsi audit sehingga dapat mempengaruhi integritas dan kelengkapan laporan perusahaan yang dikeluarkan. Leverage yang berkaitan dengan kepemilikan utang perusahaan juga memiliki pengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela karena perusahaan memiliki ketergantungan terhadap pihak kreditur sehingga perusahaan harus bertanggung jawab dengan melaporkan informasi sukarela. | The research entitled "Analysis of the Influence of Audit Committee Effectiveness and leverage on Company Voluntary Disclosures (Empirical Study of Mining Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019- 2021)" is a quantitative study using the documentation method as a data collection technique. Voluntary disclosure is an interesting matter to discuss because it functions as additional information for investors and creditors in making investment andbusiness decisions. The purpose of this study was to determine the effect of audit committee effectiveness and audit quality on corporate voluntary disclosures.The population in this study are non-financial service companies listed on the IDXin 2019-2021. Mining companies were chosen because mining companies are a sector that has big risks related to capital and the environment so that investors and stakeholders need to know additional information about the factual conditions of the companies. The number of company samples taken in this study amounted to 138 companies. Screening is the method used in determining the sample for this study. The study uses eviews 8 because the data in this study ae panel consisting of cross section and time series data. Variable measuement in this study uses dummy data which gives a value of 0 if the indicators ar not met and a value of 1 if the indicator is fulfilled, then added up to find out the value of each sample. Regression analysis used in this study using the random method. Based on the results of research and data analysis using Eviews8, it shows that: (1) Audit Committee size has no effect on voluntary disclosure. (2) Audit committee independent has a positive effect on voluntary disclosure. (3) Audit committee meeting has no effect on voluntary disclosure, ( 4) Leverage size has a positive effect on voluntary disclosure. Stakeholder theory is used as the grand theory in this research because this research examines corporate responsibility in the form of voluntary disclosure to stakeholders. Stakeholders require voluntary disclosures reported by the company as a business decision tool because voluntary disclosures contain more detailed indicators than mandatory disclosures issued. The implication of the conclusions above is that in an effort to improve the quality of voluntary disclosure, companies need to pay attention to the independence of the audit committee as a step to encourage voluntary disclosure to stakeholders such as creditors who have contributed to the company. companies should be responsible by reporting information voluntarily | |
| 38212 | 40877 | B1A019006 | Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas | Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah jenis ikan budidaya air tawar yang dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi unggulan pada komoditas perikanan. Salah satu sifatnya yang dapat dibudidayakan dengan mudah. Beji adalah salah satu desa di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas yang membudidayakan ikan nila. Usaha budidaya ikan nila tidak terlepas dari berbagai penyakit ikan, salah satunya serangan ektoparasit. Infeksi yang disebabkan ektoparasit dapat diketahui dengan menghitung nilai prevalensi dan intensitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit, prevalensi dan intensitas ektoparasit pada benih ikan nila. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 100 ekor benih ikan nila ukuran 3-5 cm yang diperoleh dari kolam budidaya ikan di Desa Beji. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali ulangan dengan interval waktu satu minggu. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi prevalensi dan intensitas ektoparasit. Parameter prevalensi yang diamati adalah jumlah ikan yang terinfeksi ektoparasit, dan intensitas dengan parameter jumlah jenis ektoparasit yang menginfeksi benih ikan nila yang diperiksa. Identifikasi ektoparasit yang menginfeksi ikan nila dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan tiga jenis ektoparasit yang menginfeksi yaitu Trichodina sp, Gyrodactylus sp, Ichthyophthirius multifilis. Nilai prevalensi pada benih ikan nila yang dibudidayakan di Desa Beji yaitu sebesar 9% dikategorikan sebagai infeksi kadang, dan nilai intensitas sebesar 1,5 individu/ekor termasuk dalam kategori rendah. | Tilapia (Oreochromis niloticus) is a type of freshwater aquaculture fish that is widely recognized by the public and is a superior in fisheries commodities. One of its characteristics that can be cultivated easily. Beji is one of the villages in Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency that cultivates tilapia. Tilapia farming is inseparable from various fish diseases, one of which is ectoparasite attack. Infection caused by ectoparasites can be determined by calculating prevalence and intensity values. This study aims to determine the types of ectoparasites, prevalence and intensity of ectoparasites in tilapia fish seeds. The research method used was survey method with random sampling technique. The number of samples examined was 100 tilapia fish fry measuring 3-5 cm obtained from fish farming ponds in Beji Village. Sampling was done twice with an interval of one week. Variables observed in this study included prevalence and intensity of ectoparasites. The prevalence parameter observed was the number of fish infected with ectoparasites, and intensity with the parameter of the number of ectoparasite species infecting the tilapia fry examined. The identification of ectoparasites infecting tilapia was analyzed descriptively quantitatively and presented in the form of figures and tables. The results of the research conducted found three types of ectoparasites that infect namely Trichodina sp, Gyrodactylus sp, Ichthyophthirius multifilis. The prevalence value in tilapia fry cultivated in Beji Village is 9% categorized as occasional infection, and the intensity value of 1.5 individuals/head is included in the low category. | |
| 38213 | 44317 | J1D020053 | KOMPARASI KELAYAKAN BAHASA DAN STIMULUS KOLABORASI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS VII | Detti Amalia, Adhysta. 2024. “Komparasi Kelayakan Bahasa dan Stimulus Kolaborasi Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Siswa kelas VII umumnya sedang berada pada masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Pada masa ini terjadi pembentukan karakter pada siswa. Penggunaan buku teks pembelajaran pun harus disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Penulisan kata dan kalimat dalam buku teks harus bisa dipahami oleh siswa kelas VII. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek kelayakan bahasa, stimulus kolaborasi dan perbandingannya pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VII penerbit Kemendikbud dan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif komparatif. Data dikumpukan menggunakan metode baca catat. Analisis data kualitatif dilakukan dalam tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan menarik simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Dengan memadukan teori yang berbeda, hasil penelitian akan lebih kuat. Hasil penelitian menunjukkan aspek kelayakan bahasa pada buku Bahasa Indonesia kelas VII penerbit Kemendikbud dan Erlangga mendapatkan skor rata-rata yang sama yaitu 86,06 dengan kategori sangat layak (SL). Stimulus kolaborasi pada kedua buku teks mendapatkan nilai yang tipis. Pada buku teks Kemendikbud mendapat skor 82,11 dan Erlangga 82,12; keduanya mendapatkan skor sangat layak (SL). Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa buku bahasa Indonesia kelas VII penerbit Kemendikbud dan Erlangga layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran. | Detti Amalia, Adhysta. 2024. “Comparison of Language Appropriateness and Stimulus Collaboration of Indonesian Textbooks Grade VII”. Thesis. Purwokerto: Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University. Students in the seventh grade are generally in a transitional period from childhood to adolescence. During this time, character building occurs in student. The use of learning textbook must be adjusted to the development conditions of the students. The writing of words and sentences in textbooks must be understandable by seventh grade students. This study aims to examine the aspects of linguistic appropriateness, collaboration stimulus, and comparison in Indonesian language textbooks for seventh grade published by the Kemendikbud and Erlangga. This research uses a qualitative descriptive comparative. Data were collected using the read and write method. Qualitative data analysis is carried out using in three stages, namely, data reduction, display data, and verification of data. Data validity in this research uses theoretical triangulation. By combining different theories, the research results will be stronger. The results showed that the feasibility aspect of language in Indonesia Languange books for grade VII publish by Kemendikbud and Erlangga reseive the same average score of 86,06 with category very feasible (SL). Collaboration stimulus in both textbooks gets a thin score. The Kemendikbud books scored 82,11 and the Erlangga one 82,12; both get a score of very feasible (SL). Based on the results of the above research, it can be concluded that Indonesian langaunge books for grade VII published by Kemendikbud and Erlangga are suitable to be used as a guide for students in learning. | |
| 38214 | 40886 | I1D019061 | PENGARUH PELATIHAN DENGAN METODE TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA DAN KERAGAMAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI (Studi Pada Anggota PMR di SMA Negeri 1 Purwokerto) | Latar Belakang: Kejadian anemia pada remaja dapat dicegah dengan peningkatan pengetahuan teman sebaya melalui pelatihan dan konsumsi keragaman makanan zat besi. Salah satu metode pembelajaran kooperatif adalah metode Team Game Tournament (TGT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan dengan metode TGT terhadap pengetahuan anemia dan keragaman makanan zat besi pada anggota PMR di SMA Negeri 1 Purwokerto. Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan one group pre-test post-test pada 37 anggota PMR menggunakan metode TGT. Variabel diukur menggunakan kuesioner dan formulir FFQ. Kedua variabel dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Karakteristik responden berumur 15-16 tahun (64,9%), perempuan (78,4%) dan kelas 10 (51,4%). Sebanyak 54,1% terpapar edukasi anemia selama ≥ 6 bulan (55%) oleh petugas puskesmas (45%). Metode TGT memiliki pengaruh terhadap pengetahuan responden (p <0,05), dan tidak memiliki pengaruh terhadap keragaman makanan zat besi heme, non-heme, enhancer, dan inhibitor (p >0,05). Peningkatan pengetahuan sebesar 19,46%. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan anggota PMR mengenai anemia sebelum dan sesudah pelatihan tutor sebaya dengan metode TGT di SMA Negeri 1 Purwokerto. Tidak terdapat perbedaan keragaman makanan zat besi heme, non-heme, enhancer, dan inhibitor sebelum dan sesudah pelatihan tutor sebaya pada anggota PMR Wira SMA Negeri 1 Purwokerto. | Background: Anemia incidence in adolescents can be prevented by increasing the peers knowledge through training and consumption of iron foods variety. The Team Game Tournament (TGT) is a cooperative learning method. Purpose of this study was to determine the effect of training using the TGT on anemia knowledge and iron food diversity in PMR members at SMA Negeri 1 Purwokerto. Methods: Quasi-experimental study with one group pre-test post-test on 37 PMR members using the TGT. Variables measured using a questionnaire and the FFQ form. Both variables were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Characteristics of respondents aged 15-16 years (64.9%), female (78.4%) and grade 10 (51.4%). Up to 55% were exposed to anemia education for ≥ 6 months by health center workers (45%). The TGT affected respondents' knowledge (p <0.05), and unaffected on heme, non-heme, enhancers, and inhibitors diversity (p > 0.05). The percentage increase in knowledge is 19.46%. Conclusion: There’s a difference in anemia knowledge of PMR members before and after peer tutor training using the TGT. There was no difference in heme, non-heme, enhancer, and inhibitor foods diversity before and after peer tutoring training for members of PMR. | |
| 38215 | 40878 | H1E018001 | Usulan Peningkatan Pelayanan Service Mobil menggunakan Quality Function Deployment Berbasis Service Quality dan Kano Model pada Bengkel ABC | Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, faktor utama dalam melakukan bisnis suatu perusahaan yang perlu diperhatikan adalah orientasi pelanggan, khususnya dalam bisnis yang penyedia layanan jasa. Bengkel ABC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perawatan serta perbaikan kendaraan roda empat. Ketidaksesuaian pelayanan dengan kebutuhan dan keinganan konsumen merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bengkel. Dampak dari pelayanan yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen, mengakibatkan konsumen tidak merasa puas terhadap pelayanan tersebut, sehingga dapat mengakibatkan konsumen beralih ke bengkel lain yang sudah sesuai dengan kebutuhan dan keingingan konsumen. Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan service kendaraan roda empat dengan menggunakan pendekatan service quality dengan kano model ke dalam Quality Function Deployment (QFD) untuk memberikan rekomendasi perbaikan kualitas agar dapat menjadi perbaikan terus-menerus bagi perusahaan. Penerapan metode Service Quality, Kano Model, dan QFD pada penelitian ini dapat memberikan berbagai informasi mengenai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pada penelitian ini akan mengumpulkan 100 sampel dan teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan perhitungan pada servqual, diketahui nilai gap rata-rata dari 27 atribut pelayanan adalah -0.915. Selanjutnya kano model menghasilkan 7 atribut kategori attractive, 5 atribut kategori one dimensional, 11 atribut kategori must be, dan 4 atribut kategori indifferent. Kemudian pengolahan data menggunakan QFD didapatkan atribut pelayanan prioritas berdasarkan tingkat kepentingan yaitu pengecekan kendaraan secara detail, ada diskon service, dan lain-lain. | In increasingly competitive conditions, the main factor in conducting a company's business that needs to be considered is customer orientation, especially in businesses that provide services. ABC workshop is a company engaged in the maintenance and repair of four-wheeled vehicles. The mismatch of services with the needs and desires of consumers is one of the obstacles in efforts to improve the quality of workshop services. The impact of services that are not in accordance with the wishes of consumers, resulting in consumers not feeling satisfied with the service, so that it can result in consumers switching to other workshops that are in accordance with the needs and desires of consumers. The purpose of the research is to improve the quality of four-wheeled vehicle service services by using a service quality approach with the kano model into Quality Function Deployment (QFD) to provide recommendations for quality improvement so that it can be a continuous improvement for the company. The application of Service Quality, Kano Model, and QFD methods in this study can provide various information about customer needs and wants. In this study will collect 100 samples and the technique used is purposive sampling. Based on calculations on servqual, it is known that the average gap value of 27 service attributes is -0.915. Furthermore, the kano model produces 7 attributes of the attractive category, 5 attributes of the one-dimensional category, 11 attributes of the must be category, and 4 attributes of the indifferent category. Then data processing using QFD obtained priority service attributes based on the level of importance, namely checking the vehicle in detail, there is a service discount, etc. | |
| 38216 | 40880 | I1D019001 | Hubungan Pengetahuan Gizi dan Preferensi Sayur dan Buah Dengan Keragaman Pangan Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Mahasiswa adalah sasaran penting dalam perbaikan gizi yang berkaitan dengan kebiasaan dan pola konsumsi makan. Konsumsi makanan yang beragam sangat disarankan dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi sayur dan buah dengan dietary diversity score pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Metodologi: Penelitian menggunakan studi cross sectional dengan melibatkan 63 mahasiswa. Kriteria inklusi adalah mahasiswa aktif angkatan 2019 yang berlokasi di Purwokerto, sedangkan kriteria eksklusi yaitu mahasiswa kesehatan dan teknik. Data pengetahuan dan preferensi sayur dan buah diambil menggunakan kuesioner, data keragaman pangan diambil menggunakan wawancara recall 1x24 jam hingga didapatkan dietary diversity score. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Squar. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (p=0,016), serta terdapat hubungan antara preferensi sayur dan buah dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (p=0,027). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan preferensi sayur dan buah dengan keragaman pangan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. | Background: College students are an important target for nutrition repair, which is related to their eating habits and patterns. Diverse eating habits are highly recommended for fulfilling nutrition requirements. This study aimed to find a correlation between knowledge of nutrition and preference for vegetables and fruits with dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman. Methods: This cross-sectional study included a total of 63 students. The inclusion criteria were active student batch 2019, which was located in Purwokerto, whereas the exclusion criteria were health science and technique students. Data of knowledge and preference for vegetables and fruits were collected using a questionnaire, while data on dietary diversity scores were collected by a recall interview session of 1 × 24 hours. Univariate and bivariate chi-squared tests were used for data analysis. Results: Based on the analysis, there was a correlation between knowledge of nutrition and dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman (p=0.016), and there was a correlation between the preferences for vegetables and fruits and dietary diversity scores for students at Universitas Jenderal Soedirman (p=0.027). Conclusion: There was a correlation between knowledge of nutrition and preferences for vegetables and fruits among students in Universitas Jenderal Soedirman. | |
| 38217 | 40882 | B1A019143 | Variasi Morfologi Polen Hibiscus di Purwokerto dan Sekitarnya | Hibiscus merupakan salah satu genus yang memiliki keragaman bunga, berupa bentuk dan warna bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi polen genus Hibiscus dan hubungan fenetiknya. Hubungan fenetik dianalisis dengan metode UPGMA menggunakan program NTSYSpc version 2.0. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi polen dari sembilan spesies anggota genus Hibiscus yang ditemukan di Purwokerto dan sekitarnya yaitu H. acetosella, H. cannabinus, H. macrophyllus, H. mutabilis, H. rosa-sinensis, H. sabdariffa, H. schizopetalus, H. syriacus dan H.tiliaceus menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan karakter. Persamaan karakter morfologi polen sembilan spesies yang ditemukan adalah unit polen monad, apertura periporate, ornamentasi eksin echinate, ukuran polen giganteae dan bentuk polen prolate spheroidal. Sedangkan, ukuran panjang aksis polar, diameter bidang ekuatorial, indeks P/E, panjang ornamentasi eksin dan kerapatan echinate menunjukkan adanya perbedaan. Berdasarkan karakter morfologi polen hubungan fenetik yang paling dekat yaitu antara H. cannabinus dan H. sabdariffa dengan indeks similaritas terbesar yaitu 1,000. Hubungan fenetik paling jauh pada H. acetosella & H. rosa-sinenesis dan H. mutabilis & H. syriacus yaitu 0,714. | Hibiscus is a genus that has a variety of flowers, in the form of flower shape and colors. This study aims to determine the variation of pollen morphology of the genus Hibiscus and the phenetic relationship. The phenetic relationship was analyzed by the UPGMA method using the NTSYSpc version 2.0 program. The results showed that the morphological characters of pollen from nine species from Hibiscus found in Purwokerto and surroundings, H. acetosella, H. cannabinus, H. macrophyllus, H. mutabilis, H. rosa-sinensis, H. sabdariffa, H. schizopetalus, H. syriacus and H.tiliaceus, showed similarities and differences. The similar pollen morphological characters of the nine species found were monad pollen unit, periporate aperture, echinate exine ornamentation, giganteae pollen size and prolate spheroidal pollen shape. Meanwhile, the polar axis length, equatorial diameter, P/E index, exine ornamentation length and echinate density show differences. Based on the pollen morphological characters, the closets phenetic relationship was between H. cannabinus and H. sabdariffa with the largest similarity index of 1.000. The furthest phenetic relationship between H. acetosella & H. rosa-sinenesis dan H. mutabilis & H. syriacus is 0,714. | |
| 38218 | 40883 | D1A019106 | PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM DAN VITAMIN E PADA AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP BOBOT YOLK, WARNA YOLK DAN pH YOLK | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi selenium dan vitamin E terhadap bobot, warna, dan pH kuning telur pada ayam niaga petelur. Ayam niaga petelur strain Hy-Line berumur 94 minggu sebanyak 100 ekor digunakan sebagai subjek penelitian. Selain itu, digunakan juga selenium organik (selecell), vitamin E, dan pakan ayam periode produksi yang terdiri dari jagung giling (50%), dedak (25%), dan konsentrat (25%). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut mencakup pakan basal sebagai kontrol (P0), suplementasi dengan 100 mg/kg selenium dan 100 mg/kg vitamin E (P1), 150 mg/kg selenium dan 100 mg/kg vitamin E (P2), 100 mg/kg selenium dan 200 mg/kg vitamin E (P3), serta 150 mg/kg selenium dan 200 mg/kg vitamin E (P4). Adaptasi pakan dilakukan selama 1 minggu, dan pemeliharaan ayam dilakukan selama 8 minggu percobaan. Parameter yang diamati meliputi bobot, warna, dan pH kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA), diikuti oleh Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap bobot (P=0,619) dan warna kuning telur (P=0,548), namun berpengaruh signifikan terhadap pH kuning telur (P=0,010). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa suplementasi selenium dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bobot dan warna kuning telur, tetapi berpengaruh secara signifikan terhadap pH kuning telur. | This study examines the impact of selenium and vitamin E supplementation on weight, color, and pH of egg yolks in commercial laying hens. Using 100 Hy-Line commercial hens aged 94 weeks, the research includes organic selenium (selecell), vitamin E, and a feed mix of 50% ground corn, 25% bran, and 25% concentrate. Employing a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications, the treatments consist of a control basal diet (P0), supplementation with 100 mg/kg selenium and 100 mg/kg vitamin E (P1), 150 mg/kg selenium and 100 mg/kg vitamin E (P2), 100 mg/kg selenium and 200 mg/kg vitamin E (P3), and 150 mg/kg selenium and 200 mg/kg vitamin E (P4). The hens undergo one week of dietary adaptation followed by an 8-week experimental period. Parameters such as weight, color, and pH of egg yolks are observed. Data are analyzed through Analysis of Variance (ANOVA), and if treatments exhibit significant effects, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) is conducted. Results indicate no significant impact on weight (P=0.619) and color (P=0.548) of egg yolks, but a significant effect on pH (P=0.010). In conclusion, supplementation of selenium and vitamin E in the feed of commercial laying hens does not significantly affect the weight and color of egg yolks, but does influence the pH of the yolks. | |
| 38219 | 52343 | C0B023060 | Prosedur Penanganan dan Penentuan Kelayakan Bantuan Uang Bagi Orang Terlantar di Dinas Sosial Kabupaten Banyumas | Orang terlantar merupakan bagian dari Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terukur dari pemerintah. Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, melalui Bidang Pemberdayaan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial (PJRS), memiliki peran strategis dalam memberikan bantuan uang bagi orang terlantar sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulangan ke daerah asal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur penanganan dan penentuan kelayakan bantuan uang bagi orang terlantar di Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Metode penulisan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis pengalaman magang, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa prosedur penanganan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penemuan atau pelaporan, asesmen awal, verifikasi data dan identitas melalui aplikasi SIKS-DJ V2, serta pemberian bantuan atau fasilitas. Prosedur tersebut telah berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku dan mendukung akuntabilitas serta ketepatan sasaran bantuan, meskipun masih ditemukan kendala dalam kompetensi sumber daya manusia dan keterbatasan data identitas penerima. | Displanced people are part of the Popolation with Social Welfare Problems (PMKS) whp require prompt, appropriate , and measurable intervention from the government. The social Affairs Office of Banyumas Regency. Through the Division of Empowerment, Social Security, and Social Rehabilitation (PJRS), plays astrategic role in providing cash assistance to displanced people as an effort to fulfill basic needs and facilitate reparation to their religion of origin. This article aims to describe the procedures for handling and determining egibility for cash assistance for abandoned people at this Social Affairs Office of Banyumas Regency. The writing method employs a qualitative descriptive approach based on intership experience, field observations, and documentation studies. The result indicate that the handling procedure is carried out through several stages, including discovery or reporting, initial assessment, date and identity verification through the SIKS-DJ V2 application, and the provision of assistance or facilities. These procedures have been implemented in accordance with applicable standard operating procedures and support accountability as well a accurate targeting of assistance, although challenges remain in terms of human resource competencies and limitations in the availability of recipient identity data. | |
| 38220 | 40888 | F1C019024 | Pengaruh Konten Pendidikan Politik Terhadap Tingkat Partisipasi Politik Followers Akun Instagram @Edukasiparlemen | Peningkatan jumlah generasi Z dan milenial sebagai pemegang suara terbesar dalam pemilihan umum mendatang nyatanya tidak sejalan dengan besarnya tingkat partisipasi politik masyarakat dalam hal ini ialah generasi muda. Sejalan dengan hal tersebut, Bagian Humas dan Pengelolaan Museum DPR RI mengambil peran untuk memberikan edukasi politik melalui akun Instagram @edukasiparlemen untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik Masyarakat diantaranya ialah generasi muda. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten pendidikan politik yang terdapat pada akun Instagram @edukasiparlemen terhadap tingkat partisipasi politik pengikut akun. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif dengan paradigma positivisme. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang merupakan pengikut akun @edukasiparlemen dan dipilih secara acak melalui teknik simple random sampling. Teori yang digunakan adalah Teori Stimulus Organisme Respons (S-O-R) oleh Hosland, Janis, dan Kalley pada tahun 1953. Analisis data menggunakan SPSS 29 dengan Uji Korelasi menggunakan Teknik Pearson Product Moment dan Analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang rendah antara konten pendidikan politik pada akun @edukasiparlemen (X) dengan tingkat partisipasi politik followers akun @edukasiparlemen (Y), dengan koefisien korelasi 0,309. Adapun, konten pendidikan politik berkontribusi 10% terhadap tingkat partisipasi politik followers, sementara 90% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konten pendidikan politik pada akun @edukasiparlemen terhadap tingkat partisipasi politik generasi muda melalui platform media sosial Instagram hanya saja berada pada hubungan yang rendah. Kata Kunci : Partisipasi politik, Konten pendidikan politik, Akun Instagram @edukasiparlemen | The increasing number of Generation Z and millennials as the largest voting bloc in the upcoming elections is not aligned with the low level of political participation among the youth. In line with this concern, the Public Relations and Management Department of the Museum of the Indonesian Parliament (DPR RI) has taken the initiative to provide political education through the Instagram account @edukasiparlemen to enhance political awareness and participation among the young generation. Therefore, this research aims to investigate the influence of political education content on the Instagram account @edukasiparlemen on the level of political participation among its followers. The research adopts a quantitative explanatory approach within the positivist paradigm. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents who were followers of the @edukasiparlemen account, selected using a simple random sampling technique. The theoretical framework employed in this study is the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Theory proposed by Hosland, Janis, and Kalley in 1953. Data analysis was conducted using SPSS 29, employing the Pearson Product Moment Correlation and Simple Linear Regression Analysis. The findings reveal a low correlation between the political education content on the @edukasiparlemen account (X) and the level of political participation among its followers (Y), with a correlation coefficient of 0.309. Furthermore, the political education content contributes to 10% of the variation in followers' political participation, while the remaining 90% is influenced by other factors. In conclusion, there is a significant influence of the political education content on the @edukasiparlemen account on the level of political participation among the young generation through the Instagram social media platform, albeit with a low correlation. Keywords : Political Participation, Political Education Content, Instagram account @edukasiparlemen |