Artikelilmiahs

Menampilkan 38.101-38.120 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3810140732J1A016035ANTHROPOCENTRISM IN BURTON’S DUMBO (2019)Penelitian berjudul “Anthropocentrism in Burton’s Dumbo (2019)” ini bertujuan untuk menganalisis tokoh-tokoh antroposentris dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data primer penelitian ini adalah film Dumbo (2019) yang disutradarai oleh Burton. Penelitian ini menggunakan teori ekokritisisme sebagai teori utama analisis. Selain itu, teori antroposentrisme dan sinematografi keduanya digunakan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam karakter, empat di antaranya menunjukkan sifat antroposentris yang lemah. Farrier bersaudara bermula sebagai karakter antroposentris yang lemah hingga akhir cerita, sedangkan dua lainnya, Holt Farrier dan Max Medici berubah dan cenderung menjadi karakter antroposentris yang lemah setelah dipengaruhi oleh lingkungannya. Dua dari enam karakter lainnya, Rufus Sorghum dan V.A. Vandevere, menunjukkan sifat antroposentris yang kuat. Sifat-sifat tersebut tidak berubah dan semakin menurun kualitasnya dan pada akhirnya merusak dirinya sendiri.This research entitled Anthropocentrism in Burton’s Dumbo (2019) aims to analyze the anthropocentric characters in the movie. This research used a qualitative method to analyze the data. The primary data of this research was the movie Dumbo (2019) directed by Burton. This research uses the ecocriticism theory as the main theory for the analysis. Additionally, anthropocentrism and cinematography theories are both used to support the analysis. The result of this research shows that out of six characters discussed, four of them show weak anthropocentric traits. The Farrier siblings start as weak anthropocentric characters, meanwhile the other two, Holt Farrier and Max Medici change and tend to become weak anthropocentric characters after being influenced by their environment. The other two characters out of six, Rufus Sorghum and V.A. Vandevere, shows strong anthropocentric traits. These characters do not change and degrade in quality and ruin themselves in the end.
3810240479L1A019018Pengaruh Wadah Pemeliharaan Terhadap Kepadatan Warna Ikan Sumatra (Puntius tetrazona)Puntius tetrazona termasuk kedalam salah satu ikan hias asli Indonesia yang ditemukan di perairan Pulau Sumatera dan Kalimantan. Warna ikan hias umumnya akan memudar karena beberapa faktor antara lain pigmen dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna wadah pemeliharaan dan lamanya waktu pemeliharaan terhadap kepadatan warna P. tetrazona. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Faktorial dengan tiga perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan satu wadah biru, perlakuan dua wadah merah, dan perlakuan tiga wadah hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan warna wadah berbeda tidak menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan kepadatan warna biru dan merah, sedangkan menunjukkan pengaruh kepadatan warna hijau dengan wadah biru sebagai wadah terbaik. Lamanya waktu pemeliharaan menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan kepadatan warna dengan hari ke-14 merupakan hari terbaik untuk kepadatan warna merah dan hari ke-21 merupakan hari terbaik untuk kepadatan warna hijau dan biru.Puntius tetrazona is one of the ornamental fish native from Indonesia found in the waters of Sumatra and Kalimantan. The color of ornamental fish will generally fade due to several factors, including pigments and environment. The purpose of the study was to determine the effect of the color maintenance container and the duration maintenance on the density color of P. tetrazona. This study used the experimental method of a factorial design with three treatments and four replications. The treatments given were one is blue container, two is red container, and three is green container. The result showed that the use of different color container had no effect on increasing the density of blue and red, while it showing an effect on the density of green with a blue container as the best treatment. The duration maintenance shows the effect of increasing the color density with the 14th day being the best day for red density and the 21st day being the best day for green and blue density.
3810340789H1E019028PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN CONTINOUS MENGGUNAKAN METODE OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS (ORE) DAN ANALISIS KERUGIAN UNTUK MELAKUKAN EVALUASI KINERJA (Studi Kasus : PT. ABC)
PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di industri logam yang memproduksi genteng berlapis butiran batuan. Permasalahan yang sering terjadi di PT ini adalah mesin yang sering mengalami downtime sehingga menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Mesin tersebut adalah mesin continuous C05 dan C06, merupakan mesin yang digunakan untuk melapisi genteng dengan butiran batuan. Kerusakan pada mesin dapat menyebabkan terganggunya proses produksi dan menimbulkan kerugian biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab menurunnya efektifitas mesin continuous tersebut dan menghitung biaya kerugian dari terjadinya aktivitas yang menyebabkan kegagalan serta downtime, sehingga dapat memberikan solusi perbaikan untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menggunakan metode Overall Resource Effectiveness (ORE), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Activity Based Costing (ABC). Hasil penelitian menunjukkan nilai ORE Mesin C05 dan C06 dari bulan Juni 2022 hingga Maret 2023 sebesar 45.99% dan 44.01%, dimana hasil ini masih dibawah standar JIPM sebesar ≥ 85%. Penyebab rendahnya nilai ORE kedua mesin ini disebabkan oleh 3 faktor ORE yang masih dibawah standar, yaitu faktor readiness, availability of facilities dan performance. Hasil analisis FMEA didapatkan RPN tertinggi untuk faktor readiness sebesar 280 penyebabnya dikarenakan menunggu plan produksi. Availability of facilitiy sebesar 324 penyebabnya dikarenakan downtime dan breakdown mesin. Performance sebesar 360 penyebabnya adalah menurunnya kecepatan mesin. Dan hasil perhitungan ABC untuk besarnya kerugian akibat kegagalan mesin C05 sebesar Rp 3.545.930.100 dan mesin C06 sebesar Rp 3.762.154.650. Sehingga upaya perbaikan yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektifitas kedua mesin adalah dengan menerapkan pilar-pilar TPM seperti autonomous maintenance, office TPM, dan planned maintenance.ABC company is a company engaged in the metal industry that produces roof tiles covered with rock grains. The problem that often occurs at this company is machines that often experience downtime, causing production targets to not be achieved. These machines are C05 and C06 continuous machines, which are machines used to coat roof tiles with rock grains. Damage to the machine can disrupt the production process and cause a loss of costs borne by the company. This study aims to analyze the causes of the decrease in the effectiveness of the continuous machine and calculate the costs of losses from activities that cause failure and downtime so that they can provide corrective solutions to increase productivity. This research uses Overall Resource Effectiveness (ORE), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Activity Based Costing (ABC) methods. The results showed that the ORE values for Machines C05 and C06 from June 2022 to March 2023 were 45.99% and 44.01%, where these results were still below the JIPM standard of ≥ 85%. The reason for the low ORE values of these two machines is due to 3 ORE factors that are still below standard, namely readiness, availability of facilities and performance factors. The results of the FMEA analysis found that the highest RPN for the readiness factor was 280 because it was due to waiting for a production plan. Availability of facilities 324 caused due to downtime and machine breakdown. The performance of 360 causes a decrease in engine speed. And the results of the ABC calculation for the amount of loss due to the failure of the C05 engine is Rp. 3,545,930,100 and the C06 engine is Rp. 3,762,154,650. So the improvement efforts that can be given to increase the effectiveness of the two machines are by implementing TPM pillars such as autonomous maintenance, office TPM, and planned maintenance.
3810444724C1C020023ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESEHATAN BANK DAN FEE BASED INCOME TERHADAP NILAI PERUSAHAANPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kesehatan bank dengan metode RBBR (Risk Based Bank Rating) dan fee based income terhadap nilai perusahaan. Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2020-2022 yang bertepatan dengan terjadinya pandemi Covid-19. Terdapat tiga teori yang digunakan yaitu teori sinyal (signalling theory), teori agensi (agency theory), dan teori stakeholder (stakeholder theory). Penelitian yang dilakukan termasuk ke dalam penelitian asosiatif, dengan pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang diuji 114 sampel. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian meliputi analisis statistik deskriptif, pemilihan model data panel, uji spesifikasi model, uji asumsi klasik dan uji model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Non Performing Loan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (2) Loan To Deposit Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (3) Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (4) Net Interest Margin tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (5) Return On Asset tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (6) Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (7) Fee Based Income berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.This research aims to analyze the effect of bank soundness level using the RBBR (Risk Based Bank Rating) method and fee-based income on firm value. This research was conducted on banking sector companies registered with the Financial Services Authority (OJK) in 2020-2022 which coincided with the Covid-19 pandemic. There are three theories used, namely signaling theory, agency theory, and stakeholder theory. This research is included in associative research, with sampling conducted using purposive sampling technique with the number of samples tested 114 samples. The statistical analysis used in this research includes descriptive statistical analysis, panel data model selection, model specification test, classical assumption test and regression model test. The results showed that: (1) Non Performing Loan has no effect on firm value, (2) Loan To Deposit Ratio has a positive and significant effect on firm value, (3) Good Corporate Governance has no effect on firm value, (4) Net Interest Margin has no effect on firm value, (5) Return On Asset has no effect on firm value, (6) Capital Adequacy Ratio has a positive and significant effect on firm value, (7) Fee Based Income has a positive and significant effect on firm value.
3810540791J1E016017THE USE OF PICTURE BOOK IN WRITING ACTIVITIES FOR YOUNG LEARNERS
(A Descriptive Study on The Implementation of Picture Book The Very Hungry Caterpillar in Writing Activities to The Students of Third Grade of Shine English Course Kalibagor)
ABSTRAK
Lupita, Putri Feriza. 2023. The Use of Picture Book in Writing Activities for Young Learners (A Descriptive Study on The Implementation of Picture Book The Very Hungry Caterpillar in Writing Activities to The Students of Third Grade of Shine English Course Kalibagor). Skripsi. Pembimbing 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd.; Pembimbing 2: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL.; Penguji : Drs. Ashari, M.Pd, ; Sekretaris : Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan dan Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Kata Kunci: Picture Book, Writing, Young Learners

Perhatian umum dari penelitian ini adalah keterampilan menulis. Dengan demikian, perhatian utama dari penelitian ini adalah penggunaan buku bergambar dalam kegiatan menulis untuk pelajar muda. Mengenai penelitian ini, peneliti menggunakan The Very Hungry Caterpillar oleh Eric Carle, sebuah buku cerita visual yang kaya yang sesuai dan ideal untuk dibagikan dalam beberapa bahasa untuk pelajar muda dan mengeksplorasi bagaimana kata-kata dalam bahasa yang berbeda menggambarkan adegan yang sama. Penelitian ini diawali untuk fokus pada bagaimana pelaksanaan kegiatan menulis dengan menggunakan buku bergambar untuk anak-anak dalam setting EFL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi buku bergambar dalam kegiatan menulis bagi siswa di kelas. Data diperoleh dari observasi, tulisan siswa, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti menjelaskan, mendeskripsikan dan juga merangkum penggunaan buku bergambar dalam kegiatan menulis bagi pelajar muda dalam bentuk naratif. Temuan penelitian ini menggambarkan ada tiga jenis kegiatan menulis; kegiatan menulis terkontrol, kegiatan menulis terbimbing dan kegiatan menulis bebas. Pelaksanaan kegiatan menulis berbasis penggunaan buku bergambar The Very Hungry Caterpillar untuk siswa kelas III Shine English Course Kalibagor berjalan dengan baik dan sesuai bagi mereka, membuat proses belajar mengajar menjadi bermakna dan tidak monoton. Selanjutnya, peneliti menyarankan agar guru selektif dalam memilih buku bergambar bahasa Inggris dan mempertimbangkan beberapa aspek yang mempengaruhi siswa dalam belajar bahasa Inggris terutama keterampilan menulis. Dengan demikian siswa harus lebih banyak berlatih menulis dan meningkatkan motivasi mereka dalam belajar bahasa Inggris.
ABSTRACT
Lupita, Putri Feriza. 2023. The Use of Picture Book in Writing Activities for Young Learners (A Descriptive Study on The Implementation of Picture Book The Very Hungry Caterpillar in Writing Activities to The Students of Third Grade of Shine English Course Kalibagor). Thesis. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd.; Supervisor 2: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL.; External Examiner: Drs. Ashari, M.Pd, ; External Examiner Crew : Weksa Fradita Asriyama, S.Pd., M.Pd. Ministry of Education and Culture, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Education Study Program, Purwokerto.

Keywords: Picture book, Writing, Young Learners
The general concern of this research is writing skill. Thereby, the main concern of this research is the use of picture book in writing activities for young learners. Regarding to this research, the researcher uses The Very Hungry Caterpillar by Eric Carle, a richly visual storybook that is appropriate and ideal to share in several languages for young learners and explore how words in different languages describe the same scenes. This study is initiated to focus on how the implementation of writing activity by using picture book for children in EFL setting. The aims of this research is to know the implementation of the picture book in writing activities for students in the classroom. The data obtained from observation, students writing, interview and documentation. This study used descriptive qualitative method. The researcher explained, described and also summarized the use of picture book in writing activities for young learners in narrative form. The findings of this research described there were three type of writing activities; controlled writing activities, guided writing activities and free writing activities. The implementation of writing activities based on using picture book The Very Hungry Caterpillar for third grade students of Shine English Course Kalibagor was ran well and acomplishable for them, it made the teaching and learning process meaningful and was not monotonous. Furthermore, the researcher suggest that teacher should be selective in choosing English picture book and consider several aspects that influence students in learning English especially writing skill. Thus students must practice more writing and increase their motivation in learning English.
3810640792J1E016036PROBLEMS FACED BY THE TEACHER USING ONLINE TEACHING MEDIA IN TEACHING WRITING FOR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS (A Case Study at Grade XII of SMA N 1 Gunung Kencana Banten in the Academic Year of 2021-2022)Pandemi COVID-19 telah membuat berbagai perubahan pada setiap aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh para guru ketika mengajar writing menggunakan media online seperti Zoom Meet, Google Classroom dan WhatsApp Group. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara. Penelitian ini berfokus pada permasalahan yang dihadapi guru dalam menggunakan media online saat mengajar writing dan bagaimana guru mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan media online dalam mengajar writing. Para guru memiliki banyak masalah yang berurusan dengan perangkat, jaringan, mengamati siswa, kegiatan siswa dan mengkoordinasikan siswa. Selain itu, motivasi siswa untuk belajar di rumah juga menjadi masalah yang dihadapi guru saat mengajar secara daring. Solusi guru untuk masalah tersebut adalah siswa yang tidak memiliki telepon atau perangkat yang tidak mendukung untuk meoperasikan media tersebut, mereka dipersilakan untuk datang ke sekolah untuk diberikan tugas. Untuk solusi dalam mengajar writing, seperti mengkoordinasikan siswa, guru melakukan evaluasi seperti melakukan zoom meet tentang materi yang tujuan pembelajarannya belum tercapai atau belum dipahami siswa. Perlu adanya evaluasi antara guru dan peran orang tua, agar permasalahan yang terjadi selama pembelajaran daring dapat diatasi.The COVID-19 pandemic has made various changes to every aspect of life, including education. This study aimed to find out problems experienced by the teachers when teaching writing using online media such as Zoom Meet, Google Classroom and WhatsApp Group. This study used a descriptive qualitative method with a case study design. The data were collected through classroom observation and interviews. This research focused in problems faced by the teacher by using online media in teaching writing and how the teacher solved the problems by using online media in teaching writing. The teachers had many problems dealing with devices, networks, observed the students, students’ activities and coordinated the students. In addition, student motivation to study at home were also a problem faced by teachers when teaching online. The teacher solutions for those problems were students who did not have phone or the device didn’t support for those media, they were welcomed to come to school to given the assignments, for solution in teaching writing, like coordinated students’, the teacher did evaluation such as did zoom meet about the material that students did not achieve yet or did not understand yet. The need for evaluation between teachers and the role of parents, so that problems that occur during online learning can be overcome.
3810740794J1E018015A NARRATIVE INQUIRY ON THE REALIZATION OF ONLINE LEARNING DURING PANDEMIC CIRCUMSTANCES AT STUDENTS XI OF NATURAL SCIENCE 6 SMA N 5 PURWOKERTOPenelitian ini dimulai dari masalah unik yang terjadi pada tahun 2020-2021 akibat pandemi covid-19. Keprihatinan umum dalam penelitian ini adalah pengalaman belajar online selama situasi pandemi. Keadaan ini memaksa kelas untuk beralih ke pembelajaran online, yang menimbulkan tantangan baik bagi para siswa maupun para guru. Fokus utama dari penelitian ini adalah penyelidikan naratif tentang pelaksanaan pembelajaran online selama situasi pandemi pada siswa kelas XI IPA 6 di SMA N 5 Purwokerto. Karena kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui implementasi, persepsi siswa, serta menilai kelebihan dan kekurangannya. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa dari 40 siswa kelas XI IPA 6 di SMA N 5 Purwokerto. Peneliti mewawancarai setiap siswa selama 15 menit. Instrumen penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penyelidikan naratif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Menurut perspektif siswa, implementasinya tidak efektif. Baik guru maupun siswa harus beradaptasi dan menggunakan berbagai alat untuk melibatkan siswa dan memastikan pemahaman mereka. (2) Siswa memiliki persepsi yang tidak nyaman dan mengganggu terhadap pembelajaran online, mereka percaya bahwa pembelajaran offline memberikan pemahaman pelajaran yang lebih baik dan lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi. (3) Kelemahan pembelajaran online lebih banyak daripada keuntungannya. Implementasi pembelajaran online menjadi tidak efektif karena masalah koneksi internet dan tantangan belajar mandiri. Bagi para guru, mereka perlu memberikan dukungan kepada siswa yang mungkin mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan pembelajaran online.This research was begun from the unique problem that happened in 2020-2021 due to the covid-19 pandemic. The general concern on this research is the realization of online learning during pandemic circumstances. This state compelled classes to transition of online learning, which presented challenges for both students and the teachers. The main concern of this research is a narrative inquiry on the realization of online learning during pandemic circumstances at students XI of natural science 6 at SMA N 5 Purwokerto. Because of this condition, the researcher conducted the research with aimed to find out the implementation, student`s perception and asses the disadvantages and advantages. The data was analyzed using thematic analysis. The subject of this research were 4 students out of 40 students of XI Natural Science 6 SMA N 5 Purwokerto. The researcher interviewed the students for 15 minutes each student. The instruments of this research were interviews and documentations. Narrative inquiry is the method of this research. The results of the research are as follows: (1) According to students` perspective, the implementation is not effective. Both teachers and students have to adapt and utilize various tools to engage students and ensure their understanding. (2) Students have an uncomfortable and disruptive perception of online learning, believing that offline learning provides a better understanding of lessons and more opportunities for socialization. (3) The disadvantages of online learning outweigh the benefits. The implementation of online learning is not effective due to internet connection issues and self-study challenges. For the teachers, provide support to students who may find it challenging to adapt on online learning.
3810840795E1A018326PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KUNINGAN NOMOR 2983/Pdt.g/2021/PA.Kng.ABSTRAK
Pembatalan perkawinan dapat terjadi karena perkawinan yang tidak sesuai syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan, yaitu yang disebabkan oleh berbagai alasan, yang disebutkan pada Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam, dan Pasal 27 ayat (1) dan (2) jo. Pasal 72 ayat (1) dan (2) Kompilasi Hukum Islam, salah satunya pemalsuan identitas. Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa : “ Perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan.” Penjelasan pasal tersebut menyebutkan bahwa pengertian dapat pada pasal ini diartikan bisa batal atau tidak batal bilamana menurut ketentuan hukum agamanya masing-masing tidak menetukan yang lain. Salah satu kasus perihal pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas ialah kasus yang terjadi di Pengadilan Agama Kuningan dalam Putusan Nomor: 2983/Pdt.G/2021/PA.Kng.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim mengenai pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas dan mengetahui akibat hukum dari perkawinan terhadap Putusan Pengadilan Agama Nomor : 2983/Pdt.G/2021/PA.Kng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hakim mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena sesuai dengan ketentuan yang termuat dalam menggunakan dasar hukum pada Pasal 23 huruf c Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, selanjutnya menurut penulis hal tersebut Hakim dapat menambahkan Pasal 73 huruf c Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum dari pemalsuan identitas yang terjadi bisa berupa pembatalan pernikahan yang berarti sebelumnya telah terjadi perkawinan, lalu dibatalkan karena adanya pelanggaran terhadap aturan-aturan tertentu. Pembatalan perkawinan sebagai akibat hukum dari terjadinya pemalsuan identitas karena tidak berfungsinya pengawasan baik dari pihak keluarga atau pejabat berwenang sehingga perkawinan itu terlanjur terlaksana kendati setelah itu ditemukan pelanggaran terhadap undang-undang perkawinan atau hukum munakahat.
ABSTRACT

Marriage annulment can occur because a marriage does not comply with the requirements for marriage, namely for various reasons, which are mentioned in Article 71 of the Compilation of Islamic Law, and Article 27 paragraphs (1) and (2) jo. Article 72 paragraphs (1) and (2) Compilation of Islamic Law, one of which is identity fraud. Article 22 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that: "Marriage can be annulled if the parties do not meet the requirements to enter into a marriage." The elucidation of the article states that the meaning in this article can be interpreted as null and void if according to the provisions of the respective religious law do not determine the other. One of the cases concerning the annulment of a marriage due to identity falsification is the case that occurred at the Kuningan Religious Court in Decision Number: 2983/Pdt.G/2021/PA.Kng.
This study aims to find out the judge's legal considerations regarding the annulment of a marriage due to identity falsification and to find out the legal consequences of marriage against the Religious Court Decision Number: 2983/Pdt.G/2021/PA.Kng. This research uses normative juridical research methods.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Judge granted the request for annulment of the marriage because it was in accordance with the provisions contained in using the legal basis in Article 23 letter c of the Marriage Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage, then according to the author this matter the Judge can add Article 73 letter c Compilation of Islamic Law. The legal consequences of identity forgery that occur can be in the form of an annulment of a marriage, which means that a marriage has previously occurred, then it is canceled due to a violation of certain rules. The cancellation of a marriage is a legal consequence of the occurrence of identity falsification due to the malfunctioning of supervision either by the family or the authorities so that the marriage has already taken place even though after that it was discovered that there was a violation of the marriage law or munakahat law.
3810944303J1A020030Translation Strategies of English Idioms and Its Indonesian Subtitle in Netflix: Enola Holmes 2 MovieSkripsi ini berjudul "Strategi Penerjemahan Idiom Bahasa Inggris dan Teks Terjemahan Bahasa Indonesia dalam Netflix: Film Enola Holmes 2." Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana idiom bahasa Inggris diterjemahkan ke dalam teks terjemahan bahasa Indonesia menggunakan tipe-tipe idiom menurut teori Fernando (1996) dan strategi penerjemahan ekspresi idiomatik menurut teori Baker (2018) dalam film Enola Holmes 2. Dengan menggunakan metode kualitatif sebagai desain penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe idiom dan strategi penerjemahan yang digunakan dalam teks terjemahan film. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan 89 data ungkapan idiomatik dalam film tersebut. Hasilnya, penerjemahan dengan strategi parafrase mendominasi ungkapan idiomatik yang ditemukan dalam film. Namun, terdapat 2 data tipe semi-idiom yang menggunakan strategi penerjemahan idiom yang memiliki makna yang sama namun bentuknya berbeda, dan 1 data tipe idiom literal yang menggunakan strategi penerjemahan dengan penghilangan seluruh idiom. Penerjemahan parafrase mendominasi strategi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah untuk mengatasi keterbatasan ruang dan menyampaikan makna idiom secara ringkas dan mudah dibaca. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan teori yang sama untuk meneliti objek yang berbeda, dan meneliti objek yang sama dengan menggunakan teori yang berbeda.This thesis is entitled “Translation Strategies of English Idioms and Its Indonesian Subtitling in Netflix: Enola Holmes 2 Movie.” The research focuses on analyzing how English idioms are translated into Indonesian subtitle using types of idiomatic expressions by Fernando’s theory (1996) and translation strategies of translating idiomatic expressions by Baker’s theory (2018) in Enola Holmes 2 Movie. Based on using qualitative method as the research design, the research aims to find out the types of idioms and translation strategies applied in the Indonesian subtitle of the movie. After analyzing the data, the researcher found 89 data of idiomatic expressions in the movie. The result is the translation by paraphrase strategy is dominating the idiomatic expressions found in the movie translated into Indonesian subtitle. However, there are 2 data of semi-idiom type using the strategy of using an idiom of similar meaning but dissimilar form, and 1 datum of literal idiom type using the translation by omission of the entire idiom strategy. Translation by paraphrase dominates the translation strategies used by the translator, overcoming space limitations and conveying idiomatic meanings in a concise way for readability. The next researcher can use the same theory to examine different objects, and examine the same object using different theories.
3811040797B1A019024Pengaruh Bakteri Nitrifikasi terhadap Kandungan Amonium (NH4+), Nitrit (NO2-) dan Nitrat (NO3-) pada Fermentasi Kotoran Ternak AyamKotoran ternak ayam memiliki bau yang tidak enak dan seringkali menimbulkan polusi udara di lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan aplikasi bakteri nitrifikasi terhadap kotoran ternak ayam. Bakteri nitrifikasi yang digunakan merupakan hasil isolasi dari kandang domba PT. Ndayu Park Sragen dan belum diketahui aktivitas nitrifikasinya terhadap kotoran ternak ayam serta belum diketahui identitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri nitrifikasi terhadap kandungan amonium (NH4+), nitrit (NO2-) dan nitrat (NO3-) pada kotoran ternak ayam dan mengetahui identitas spesies isolat bakteri nitrifikasi berdasarkan metode karakterisasi fenetik. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 9 taraf (P1: isolat Nts1.3; P2: isolat Ntb1.2; P3: isolat Nts3.1; P4: isolat Nts1.3 dan Ntb1.2; P5: isolat Nts1.3 dan Nts3.1; P6: isolat Ntb1.2 dan Nts3.1; P7: isolat Nts1.3, Ntb1.2 dan Nts3.1; P8: Kontrol positif inokulum EM4; P9: kontrol negatif tanpa inokulum). Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Variabel bebas penelitian adalah penggunaan bakteri nitrifikasi sebagai inokulum dalam fermentasi kotoran ternak ayam dan variabel terikatnya adalah kemampuan bakteri nitrifikasi dalam proses nitrifikasi pada fermentasi kotoran ternak ayam. Parameter utama yang diamati adalah kandungan amonium, kandungan nitrit dan kandungan nitrat. Sedangkan, sebagai parameter pendukung yaitu jumlah sel bakteri dan pH. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan analisis Tukey HSD. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian bakteri nitrifikasi pada kotoran ternak ayam tidak menurunkan kandungan amonium (NH4+) secara signifikan, tetapi mampu menaikan kandungan nitrit (NO2-) dan nitrat (NO3-) dibandingkan dengan kontrol negatif (tanpa inokulum). Setelah diinkubasi selama 8 hari, inokulum P5 (campuran Nts1.3 dan Nts3.1) menghasilkan kadar amonium nilai terendah (7,2 ppm) dan kadar nitrit nilai tertinggi (2,5 ppm) dan inokulum P6 (campuran Ntb1.2 dan Nts3.1) menghasilkan kadar nitrat tertinggi (6,1 ppm). Isolat Nts1.3, Ntb1.2 dan Nts3.1 diduga merupakan bakteri nitrifikasi dari Genus Nitrosomonas, Nitrococcus dan Nitrosococcus.Chicken manure has an unpleasant odor and often causes air pollution in the surrounding environment. One effort that can be done is by applying nitrifiers bacteria to chicken manure. The nitrifiers bacteria used were isolated from PT. Ndayu Park Sragen sheepfold and its nitrification activity on chicken manure is unknown and its identity is unknown. This study aims to determine the effect of nitrifiers bacteria on the content of ammonium (NH4+), nitrite (NO2-) and nitrate (NO3-) in chicken manure and to determine the species identity of nitrifiers bacteria isolates based on phenetic characterization methods. The research was conducted experimentally with a completely randomized design (CRD). Consisted of 9 treatments (P1: Nts1.3 isolate; P2: Ntb1.2 isolate; P3: Nts3.1 isolate; P4: Nts1.3 and Ntb1.2 isolates; P5: Nts1.3 and Nts3.1 isolates; P6 : isolates Ntb1.2 and Nts3.1; P7: isolates Nts1.3, Ntb1.2 and Nts3.1; P8: positive control of EM4 inoculum; P9: negative control without inoculum). Each treatment was repeated three times, so there were 27 experimental units. The independent variable in this study was the use of nitrifiers bacteria as an inoculum in the fermentation of chicken manure and the dependent variable was the ability of nitrifiers bacteria in the nitrification process in the fermentation of chicken manure. The main parameters observed were ammonium content, nitrite content and nitrate content. Meanwhile, the supporting parameters are the number of bacterial cells and pH. The data obtained were analyzed using ANOVA with a 95% confidence level and continued with Tukey HSD analysis. The results showed that the administration of nitrifiers bacteria to chicken manure did not significantly reduce the content of ammonium (NH4+), but was able to increase the content of nitrite (NO2-) and nitrate (NO3-) compared to the negative control (without inoculum). After 8 days of incubation, P5 inoculum (a mixture of Nts1.3 and Nts3.1) produced the lowest ammonium content (7.2 ppm) and the highest nitrite content (2.5 ppm) and P6 inoculum (a mixture of Ntb1.2 and Nts3 .1) produced the highest levels of nitrate (6.1 ppm). Isolates Nts1.3, Ntb1.2 and Nts3.1 are thought to be nitrifiers bacteria from the Genus Nitrosomonas, Nitrococcus and Nitrosococcus.
3811144304A1C020032Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Pasteurisasi terhadap Laju Penurunan Kualitas Getuk LindriGetuk lindri merupakan makanan semi basah yang pada umumnya mempunyai daya simpan yang rendah. Jika disimpan pada suhu ruang akan mempunyai daya tahan sekitar 1–2 hari. Getuk sebagai makanan semi basah masih mempunyai aktivitas air (aw) yang cukup tinggi yaitu 40%, sehingga mudah mengalami kerusakan baik secara mikrobiologi maupun kimiawi. Melihat potensi getuk lindri untuk dijadikan oleh-oleh, maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh jenis kemasan dan atau lama pasteurisasi terhadap laju penurunan kualitas getuk lindri guna mendapatkan hasil perlakuan terbaik untuk mempertahankan kualitas getuk lindri. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap parameter yang diamati yaitu tekstur, pH, warna, kadar brix, dan sifat organoleptik (tekstur, aroma, dan rasa) pada getuk lindri, 2) mengetahui pengaruh lama pasteurisasi terhadap parameter yang diamati yaitu tekstur, pH, warna, kadar brix, dan sifat organoleptik (tekstur, aroma, dan rasa) pada getuk lindri, serta 3) mengetahui pengaruh kombinasi jenis kemasan dan lama pasteurisasi terhadap parameter yang diamati yaitu tekstur, pH, warna, kadar brix, dan sifat organoleptik (tekstur, aroma, dan rasa) pada getuk lindri.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman selama tiga bulan pada September 2023 – April 2024. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor yang diamati ini yaitu faktor jenis kemasan yang terdiri dari 3 taraf (tanpa kemasan, kemasan Polypropylene (PP), dan kemasan Ethylene Vinyl Alcohol (EVOH)) serta faktor lama pasteurisasi yang terdiri dari 2 taraf (10 dan 15 menit). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah derajat keasaman, warna, kadar brix, tekstur, dan organoleptik (aroma, rasa, dan tekstur). Pengamatan variable dilakukan sehari sekali pada hari ke-0 sebagai data awal hingga hari ke-2. Rancangan percobaan menggunakan pola faktorial 3 x 2 sehingga diperoleh 6 kombinasi dan dilakukan 3 ulangan dengan jumlah sampel sebanyak 324 sampel, dimana tiap sampel seberat 20 g getuk lindri. Pengamatan dilakukan selama 3 hari dimulai dari hari ke-0 hingga hari ke-2.
Hasil dari penelitian ini adalah perlakuan jenis kemasan (K) berpengaruh nyata terhadap tekstur dan aroma (uji organoleptik), tekstur, derajat keasaman, dan warna dengan kemasan EVOH (K3) sebagai pilihan terbaik. Perlakuan jenis kemasan (K) tidak berpengaruh nyata terhadap rasa (uji organoleptik) dan kadar brix. Perlakuan lama pasteurisasi (P) berpengaruh nyata terhadap terhadap rasa (uji organoleptik) dan tesktur dengan pasteurisasi 10 menit (P1) sebagai pilihan terbaik. Perlakuan lama pasteurisasi (P) tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur dan aroma (uji organoleptik), derajat keasaman, kadar brix, dan warna. Kombinasi perlakuan jenis kemasan dan lama pasteurisasi (KxP) berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel getuk lindri dengan K3P1 (kemasan EVOH dan lama pasteurisasi 10 menit) dan K3P2 (kemasan EVOH dan lama pasteurisasi 15 menit) sebagai kombinasi terbaik.
Getuk lindri is a semi-wet food which generally has a low shelf life. If stored at room temperature it will last for around 1-2 days. Getuk as a semi-wet food still has quite high water activity (aw), namely 40%, so it is easily damaged both microbiologically and chemically. Seeing the potential of getuk lindri to be used as souvenirs, research was conducted on the influence of the type of packaging and/or pasteurization time on the rate of decline in the quality of getuk lindri in order to obtain the best treatment results to maintain the quality of getuk lindri. The objectives of this research are 1) to determine the effect of packaging type on the observed parameters, namely texture, pH, color, Brix content, and organoleptic properties (texture, aroma and taste) in getuk lindri, 2) to determine the effect of pasteurization time on the observed parameters, namely texture, pH, color, Brix content, and organoleptic properties (texture, aroma, and taste) of getuk lindri, and 3) determine the effect of the combination of packaging type and pasteurization time on the observed parameters, namely texture, pH, color, Brix content, and Organoleptic properties (texture, aroma and taste) of getuk lindri.
The research was carried out at the Food and Agricultural Products Processing Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University for three months in September 2023 – April 2024. The design used in this research was a factorial Completely Randomized Design (CRD). The research consists of two observed factors, namely the packaging type factor which consists of 3 levels (without packaging, Polypropylene (PP) packaging, and Ethylene Vinyl Alcohol (EVOH) packaging) and the pasteurization time factor which consists of 2 levels (10 and 15 minutes ). The parameters observed in this research were the degree of acidity, color, Brix content, texture and organoleptics (aroma, taste and texture). Variable observations were carried out once a day on day 0 as initial data until day 2. The experimental design used a 3 x 2 factorial pattern so that 6 combinations were obtained and 3 replications were carried out with a total sample of 324 samples, where each sample weighed 20 g of getuk lindri. Observations were carried out for 3 days starting from day 0 to day 2.
The results of this research are that the type of packaging treatment (K) has a significant effect on texture and aroma (organoleptic test), texture, degree of acidity and color with EVOH packaging (K3) as the best choice. The packaging type treatment (K) had no significant effect on taste (organoleptic test) and Brix levels. Long pasteurization treatment (P) has a significant effect on taste (organoleptic test) and texture with 10 minute pasteurization (P1) as the best choice. Long pasteurization treatment (P) had no significant effect on texture and aroma (organoleptic test), acidity degree, Brix content and color. The combination of packaging type and pasteurization time (KxP) has a significant effect on all getuk lindri variables with K3P1 (EVOH packaging and 10 minutes pasteurization time) and K3P2 (EVOH packaging and 15 minutes pasteurization time) as the best combination.
3811240799F1D019015Perebutan Ruang Publik di Trotoar PurwokertoTrotoar merupakan ruang publik yang terbentuk dari reseprentasi ruang, namun timbulnya aktivitas disekitar lingkungan menimbulkan praktik spasial sehingga terjadi perebutan ruang. Tulisan ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan perebutan ruang publik di trotoar di Jalan HR.Boenyamin Purwokerto. Objek dalam penelitian ini yaitu alih fungsi trotoar menjadi tempat pedagang kaki lima. Pengumpulan data dalam tulisan ini dilakukan melalui melalui observasi dengan subjeknya adalah pedagang kaki lima yang berjumlah 31 pedagang serta pejalan kaki di Jalan HR.Boenyamin Purwokerto dan wawancara 10 dari 31 pedagang. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa trotoar merupakan ruang publik yang berasal dari representasi ruang yang seharusnya berjalan sesuai fungsinya. Namun, pengunaan trotoar tersebut telahterjadi interaksi didalamnya, sehingga terjadi sebuah persaingan atau perebutan ruang antara pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Pada akhirnya trotoar yang awalnya berfungsi sebagai ruang pejalan kaki menjadi sebuah ruang untuk berjualan. Representasi ruang telah dijelaskan bahwa ruang publik berdasarkan fungsi ruang yang sebenarnya merujuk pada ruang yang telah terkonseptualisasikan oleh para ahli perkotaan seperti perencana kota atau insinyur, namun bisa menjadi tempat untuk keseharian sehingga terjadi terjadi praktik spasial sendiri dimana seharusnya trotoar tersebut digunakan sebagaimana fungsi awalnya yang dirancang oleh perencana kota atau insinyur sebagai ruang bagi pejalan kaki, namun justru digunakan menjadi fungsi lain. Pada kenyataaanya pengunaan trotoar tersebut telah terjadi interaksi didalamnya, sehingga terbentuk adanya persaingan atau perebutan antara pejalan kaki dan pedagang kaki lima.The sidewalk is a public space that is formed from spatial representation, but the emergence of activities around the environment creates spatial practices resulting in a struggle for space. This paper aims to understand and describe the struggle for public space on the sidewalks on Jalan HR.Boenyamin Purwokerto. The object of this study is the conversion of the function of the sidewalk into a place for street vendors. Data collection in this paper was carried out through observation with the subjects being street vendors, totaling 31 traders and pedestrians on Jalan HR.Boenyamin Purwokerto and interviewing 10 of 31 traders. The results of this study state that the sidewalk is a public space that comes from the representation of space that should work according to its function. However, the use of the sidewalk has an interaction in it, resulting in a competition or struggle for space between pedestrians and street vendors. In the end, the sidewalk, which originally functioned as a space for pedestrians, became a space for selling. Spatial representation has explained that public space based on actual spatial function refers to space that has been conceptualized by urban experts such as city planners or engineers, but can be a place for everyday life so that spatial practices occur themselves where the sidewalk should be used as the function originally designed. by urban planners or engineers as space for pedestrians, but instead is used for other functions. In fact, the use of the sidewalk has occurred in interaction, so that there is competition or struggle between pedestrians and street vendors.
3811340800B1A019009PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH
BAGLOG PADA MEDIUM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR
Hypsizygus ulmarius DAN Pleurotus cystidiosus
Perusahaan jamur CV. Asa Agro Corporation, Cianjur memproduksi jenis jamur Hypsizygus ulmarius dan Pleurotus cystidiosus. Pascapanen dari budidaya jamur dihasilkan limbah baglog yang sudah habis masa panen. Sisa unsur hara pada limbah baglog tersebut masih dapat diproses kembali untuk dimanfaatkan sebagai campuran medium tanam jamur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah baglog pada medium tanam terhadap pertumbuhan miselium H. ulmarius dan P. cystidiosus serta mengetahui konsentrasi limbah baglog yang paling baik untuk pertumbuhan miselium H. ulmarius dan P. cystidiosus. Penelitian dilaksanakan di CV. Asa Agro Corporation, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap. Penelitian menggunakan 2 jenis jamur yaitu jamur H. ulmarius dan P. cystidiosus dengan 4 perlakuan konsentrasi limbah baglog yang berbeda. Semua perlakuan terdiri dari 5 ulangan, di setiap ulangan terdapat 4 unit percobaan sehingga terdapat 80 unit percobaan untuk 1 jenis jamur. Jadi, jumlah unit percobaan sebanyak 160 untuk 2 jenis jamur. Analisis data kecepatan pertumbuhan miselium pada medium tanam menggunakan analisis ragam (ANOVA). Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan minimal taraf kesalahan 5% menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan penambahan limbah baglog pada medium tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan miselium jamur H. ulmarius dan P. cystidiosus. Kecepatan pertumbuhan miselium pada jamur dipengaruhi oleh kandungan yang terdapat pada medium tanamnya seperti bahan-bahan yang digunakan, kualitas bibit, pH, kelembapan, dan rasio C/N medium tanam serta faktor lingkungan. Semakin rendah rasio C/N medium tanam maka semakin cepat pertumbuhan miselium jamur.The mushroom company CV. Asa Agro Corporation, Cianjur produces Hypsizygus ulmarius and Pleurotus cystidiosus mushrooms. Post-harvest from mushroom cultivation produces baglog waste that has ended the harvest period. The remaining nutrients in the baglog waste can still be reprocessed to be used as a mixture for the mushroom growth medium. The purpose of this study was to determine the effect of adding baglog waste to the growth medium on the growth of H. ulmarius and P. cystidiosus mycelium and to determine the best concentration of baglog waste for the growth of H. ulmarius and P. cystidiosus mycelium. The study used a completely randomized design experimental method. The study used 2 types of mushrooms, namely H. ulmarius and P. cystidiosus with 4 different concentrations of baglog waste. All treatments consisted of 5 replicates, in each repetition there were 4 experimental units so that there were 80 experimental units for 1 type of mushroom. So, the number of experimental units is 160 for 2 types of mushrooms. Data analysis on the speed of mycelium growth on the growth medium used analysis of variance (ANOVA). The treatment with a significant effect was continued with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) test with a minimum error rate of 5% using SPSS software.The results showed that the addition of baglog waste to the growth medium had an effect on the growth of the mycelium of the H. ulmarius and P. cystidiosus mushrooms. The speed of mycelium growth in mushrooms is influenced by the contents of the growth medium, such as the materials used, the quality of the seeds, pH, humidity, and the C/N ratio of the growth medium, as well as environmental factors. The lower the C/N ratio of the growth medium, the faster the mushroom mycelium grows.
3811440801J1E019030A Narrative Inquiry on Pre-Service English Teachers' Experiences and Perceptions of Their Pedagogical Knowledge in the Praxis of Teaching English to D3 Livestock Farming StudentsPenelitian ini mencoba untuk menginvestigasi pengalaman dan persepsi calon guru bahasa Inggris mengenai pengetahuan pedagogik dalam praksis mengajar bahasa Inggris kepada mahasiswa D3. Motif dalam pelaksanaan penelitian ini adalah bahwa calon guru bahasa Inggris dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2019, mengalami beberapa fenomena dalam studi mereka yang mengakibatkan mereka tidak mendapat pengalaman belajar mengenai pengetahuan pedagogik yang sistematis. Situasi tersebut menyebabkan pengetahuan pedagogik mereka dipertanyakan. Meski demikian, mereka ditugaskan untuk mengajar mahasiswa D3 sebagai asisten dosen. Tentu, hal ini memerlukan investigasi untuk menguak cara mereka mengaplikasikan pengetahuan pedagogik mereka, persepsi mereka terhadap pengetahuan pedagogik mereka, serta dampak dari praksis mengajar tersebut terhadap pengetahuan pedagogik mereka. Menggunakan inkuiri naratif, yang mana merupakan metode kualitatif, penelitian ini berusaha menyelam ke dalam pengalaman dan persepsi terhadap pengetahuan pedagogik mereka dalam praksis mengajar. Serangkaian wawancara mendalam dilaksanakan untuk menggali cerita dari tiga partisipan. Dokumen-dokumen dikumpulkan untuk melengkapi temuan dari wawancara. Analisis tematik yang dilakukan untuk menganalisis temuan data menghasilkan beberapa tema (1) Merencanakan praktik mengajar, (2) Melaksanakan praktik mengajar, (3) Melaksanakan asesmen pembelajaran, (4) Persepsi kesulitan dalam mengakusisi dan menerapkan pengetahuan pedagogik, (5) Persepsi sumber pengetahuan pedagogik, dan (6) Perkembangan pengetahuan pedagogik. Temuan dari penelitian ini mengidikasikan bahwa partisipan memiliki pengetahuan pedagogik yang luas secara kualitatif. Persepsi mencakup pengalaman belajar pengetahuan pedagogik, kesulitan mengakusisi dan menerapkan pengetahuan pedagogik, dan dampak dari praksis mengajar. Partisipan disarankan tetap terlibat dalam aktivitas yang memperkaya pengetahuan pedagogik mereka. Prodi mengevaluasi kurikulum dan kebijaknnya. Riset kelanjutan secara kuantiatif dilaksanakan.This study attempted to investigate pre-service English teachers’ experiences and perceptions of their pedagogical knowledge in the praxis of teaching English to D3 students. The very rationale of this study was that the pre-service teachers of English Education study program, Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University in the batch 2019, had experienced a number of phenomena during their study in the teacher education, causing them not to have proper nor systematic learning of pedagogical knowledge. Such a circumstance rendered their pedagogical knowledge questionable. Yet, they were to teach D3 students as lecturer assistants. This, to be certain, demanded some investigation so as to discover the ways they applied their pedagogical knowledge, their perceptions on their pedagogical knowledge, as well as the impacts of the teaching praxis on their pedagogical knowledge. Employing narrative inquiry, belonging to the qualitative method, this research endeavoured to delve into the experiences and perceptions of their pedagogical knowledge in their praxis of teaching. A series of in-depth interview was undertaken so as to excavate stories from three participants. Documents were also mustered in order to complement the findings from the interview. Thematic analysis, conducted to analyse the collected data, yielded a number of themes: (1) Planning teaching practice, (2) Conducting teaching practice, (3) Conducting assessment of learning, (4) Perceived Difficulties with pedagogical knowledge, (5) Perceived sources of pedagogical knowledge, and (6) Development of pedagogical knowledge. It was revealed that the participants were pedagogically knowledgeable in a qualitative manner. They expressed their voices regarding their difficulties in acquiring and applying pedagogical knowledge, and what they could learn from the teaching praxis. It is cogently suggested that the participants remain engaged in various teaching activities so as to enrich their pedagogical knowledge, that the teacher education evaluate their curriculum and policy, and that further research employing quantitative approach be conducted.
3811540804C1B019099Pengaruh Penggunaan Atribut Destinasi Pada Niat Berkunjung Kembali Ke Wisata Perdesaan Di Purbalingga
Abstrak
Penelitian ini merupakan studi empiris yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Atribut Destinasi pada Niat Berkunjung Kembali ke Wisata Perdesaan di Purbalingga”. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk menjelaskan pengaruh Atribut destinasi (Quality of service, infrastruktur, Accesibility) terhadap Kepuasan Wisatawan dan untuk menjelaskan pengaruh Kepuasan Wisatawan terhadap Niat Berkunjung Kembali. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang pernah berkunjung ke destinasi wisata perdesaan yang ada di Purbalingga. Sampel pada penelitian ini sebanyak 207 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei berbasis kuesioner dengan skala likert. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) melalui program AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kualitas layanan berpengaruh positif pada kepuasan wisatawan. (2) Infrastruktur berpengaruh negatif pada kepuasan wisatawan. (3) Aksesibilitas berpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan. (4) Kepuasan wisatawan berpengaruh positif terhadap niat berkunjung kembali. Penelitian ini mengkonfirmasi kesesuaian penggunaan teori SOR dalam studi mengenai pariwisata. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih spesifik mengenai teori SOR dalam Atribut destinasi, Kepuasan Wisatawan dan Niat berkunjung kembali. Atribut Destinasi sebagai (stimuli) Kepuasan Wisatawan sebagai (organism) dan Niat berkunjung kembali (Respons). Penelitian ini hanya dilakukan di destinasi wisata Purbalingga dan memiliki responden 208, demikian disarankan penelitian yang akan datang dilakukan pada objek wisata yang berbeda dan jauh lebih luas serta memiliki responden lebih banyak.

Kata kunci :Kualitas Layanan, Infrastruktur, Aksesibilitas, Kepuasan Wisatawan, Niat Berkunjung Kembali
Abstract
This research is an empirical study entitled "The Influence of Using Destination Attributes on Intentions to Return to Rural Tourism in Purbalingga". The purpose of this study is to explain the effect of destination attributes (quality of service, infrastructure, accessibility) on tourist satisfaction and to explain the effect of tourist satisfaction on return intentions. The population in this study are tourists who have visited rural tourist destinations in Purbalingga. The sample in this study were 207 respondents who were taken using a purposive sampling method. Data was collected through a questionnaire-based survey with a Likert scale. The data analysis method used is the Structural Equation Model (SEM) through the AMOS 24 program. The results show that: (1) Service quality has a positive effect on tourist satisfaction. (2) Infrastructure has a negative effect on tourist satisfaction. (3) Accessibility has a positive effect on tourist satisfaction. (4) Tourist satisfaction has a positive effect on the intention to visit again. This study confirms the suitability of using SOR theory in tourism studies. This research can provide a more specific understanding of the SOR theory in Destination Attributes, Tourist Satisfaction and Revisit Intentions. Destination Attributes as (stimuli) Tourist Satisfaction as (organism) and Intention to revisit (Response). This research was only conducted at the Purbalingga tourist destination and had 208 respondents. It is thus suggested that future research be carried out at a different tourist object and is much wider and has more respondents.
Keywords: Service Quality, Infrastructure, Accessibility, Tourist Satisfaction, Return Intention
3811644305E1A020058PENERAPAN STRATEGI URBAN WARFARE DALAM PERSPEKTIF HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Penyerangan Kota Kiev, Ukraina oleh Rusia pada 2022)Dalam sejarah politik manusia, salah satu peristiwa yang sering terjadi adalah perang. Untuk meminimalisir dampak buruk dari perang, diperlukan adanya hukum yang mengatur peperangan, yaitu hukum humaniter internasional. Salah satu strategi yang sering digunakan dalam peperangan adalah urban warfare. Strategi urban warfare digunakan oleh pasukan Rusia untuk menyerang dan menguasai kota Kiev, Ukraina pada 2022. Serangan ini berdampak buruk bagi penduduk sipil kota Kiev. Banyak penduduk kota Kiev yang menjadi korban dan banyak bangunan sipil yang hancur akibat serangan Rusia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan strategi urban warfare dalam hukum humaniter internasional dan menganalisis penerapan strategi urban warfare oleh Rusia dalam penyerangan kota Kiev 2022. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan analisis. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metode analisa normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan urban warfare dalam hukum humaniter internasional terdapat pada Pasal 25 sampai dengan 28 Konvensi Den Haag 1907 mengenai larangan penyerangan terhadap wilayah perkotaan, Pasal 16, 17, 20, 27, 30, dan 32 Konvensi Jenewa IV 1949 mengenai perlindungan orang-orang sipil pada saat perang, serta Pasal 51 dan Pasal 52 Protokol Tambahan I 1977 mengenai perlindungan terhadap penduduk sipil dan objek-objek sipil pada saat terjadi pertempuran. Prinsip-prinsip hukum humaniter internasional yang terkait dengan urban warfare adalah prinsip pembedaan, prinsip proporsionalitas, dan prinsip kebutuhan militer. Rusia menerapkan urban warfare dalam penyerangan ke kota Kiev pada 2022. Serangan ini menyebabkan banyaknya korban penduduk sipil dan hancurnya bangunan serta infrastruktur sipil. Dalam penerapannya, Rusia telah melanggar Pasal 25 sampai dengan 28 Konvensi Den Haag 1907 mengenai larangan penyerangan terhadap wilayah perkotaan, Pasal 16, 17, 20, 27, 30, dan 32 Konvensi Jenewa IV 1949 mengenai perlindungan orang-orang sipil pada saat perang, serta Pasal 51 dan Pasal 52 Protokol Tambahan I 1977 mengenai perlindungan terhadap penduduk sipil dan objek-objek sipil pada saat terjadi pertempuran. Dalam menerapkan urban warfare terhadap penduduk sipil kota Kiev, Rusia melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, yaitu prinsip proporsionalitas, prinsip pembedaan, dan prinsip kebutuhan militer.
In human political history, one of the most common events is war. To minimize the adverse effects of war, it is necessary to have laws governing warfare, namely international humanitarian law. One strategy that is often used in warfare is urban warfare. The urban warfare strategy was used by Russian forces to attack and control the city of Kiev, Ukraine in 2022. This attack had a devastating impact on the civilian population of Kiev. Many Kiev residents were victimized and many civilian buildings were destroyed by the Russian attack.
The purpose of this study is to determine the regulation of urban warfare strategies in international humanitarian law and analyze the application of urban warfare strategies by Russia in the 2022 Kiev city attack. The approaches used are legislative approach, case approach, and analytical approach. The type of research used is normative juridical. The data used is secondary data using qualitative normative analysis method and presented in the form of narrative text.
Based on the results of the research, the regulation of urban warfare in international humanitarian law is found in Articles 25 to 28 of the 1907 Hague Convention regarding the prohibition of attacks on urban areas, Articles 16, 17, 20, 27, 30, and 32 of the 1949 Geneva Convention IV regarding the protection of civilians in times of war, as well as Article 51 and Article 52 of Additional Protocol I 1977 regarding the protection of the civilian population and civilian objects during combat. The principles of international humanitarian law related to urban warfare are the principle of distinction, the principle of proportionality, and the principle of military necessity. Russia applied urban warfare in the attack on the city of Kiev in 2022. This attack caused many civilian casualties and the destruction of buildings and civilian infrastructure. In its application, Russia has violated Articles 25 to 28 of the 1907 Hague Convention regarding the prohibition of attacks on urban areas, Articles 16, 17, 20, 27, 30, and 32 of the 1949 Geneva Convention IV regarding the protection of civilians in time of war, as well as Article 51 and Article 52 of Additional Protocol I 1977 regarding the protection of civilians and civilian objects in time of combat. In applying urban warfare against the civilian population of Kiev, Russia violated the principles of international humanitarian law, namely the principle of proportionality, the principle of distinction, and the principle of military necessity.
3811752337J1E019054PRE-SERVICE TEACHERS’ PERCEPTION ON THE IMPLEMENTATION OF “ASISTENSI MENGAJAR” PROGRAM FOR DEVELOPING TEACHING SKILLS
(A Narrative Inquiry on the Implementation of Asistensi Mengajar Year 2024 at Mardikenya Vocational High School Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh program Asistensi Mengajar (AM) terhadap keterampilan metode mengajar dan manajemen kelas calon guru bahasa Inggris, serta relevansi mata kuliah kependidikan yang ditempuh dalam program pendidikan guru. Pendekatan ayng digunakan adalah kualitatif dengan desain inkuiri naratif. Data dikumpulkan dari narasi peserta melalui wawancara dan refleksi selama keterlibatan mereka dalam AM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para peserta mengalami peningkatan dalam perencanaan dan penyampaian pembelajaran, kepercayaan diri mengajar, serta keterampilan manajemen kelas, termasuk kemampuan mengendalikan siswa dan menerapkan manajemen kelas yang terdiferensiasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mata kuliah kependidikan dipersepsikan relevan dan membantu, dengan mata kuliah microteaching diidentifikasi sebagai mata kuliah yang paling bermanfaat karena mengintegrasikan berbagai keterampilan pedagogis dan memberikan gambaran tentang praktik mengajar. Peserta melaporkan adanya tantangan dalam mata kuliah microteaching, khususnya durasi simulasi mengajar yang singkat dan kesenjangan antara microteaching dan praktik mengajar di kelas nyata. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perancangan ulang mata kuliah microteaching dengan memasukkan simulasi mengajar yang lebih panjang dan lebih realistis untuk mempersiapkan calon guru secara lebih optimal dalam menghadapi pembelajaran di sekolah. Selain itu, diperlukan pedoman yang lebih jelas, koordinasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan sekolah, serta peningkatan dukungan pendampingan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program AM. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan kelompok partisipan yang lebih luas, menerapkan desain penelitian metode campuran, serta mengkaji dampak jangka panjang program AM terhadap pengembangan profesional calon guru.This study investigates the influence of the Asistensi Mengajar (AM) program on the teaching methods and classroom management skills of pre-service English teachers, as well as the relevance of teaching courses taken in their teacher education program. Using a qualitative approach with narrative inquiry design, data were collected from participants’ narratives extracted through interview and reflections during their involvement in the AM program. The findings indicate that the participants experienced improvement in lesson planning, lesson delivery, teaching confidence, and classroom management skills, including the ability to control students and apply differentiated classroom management strategies. The results also show that teaching courses were perceived as relevant and helpful, with microteaching identified as the most beneficial course because it integrated various pedagogical skills and provided an overview of teaching practice. However, participants reported challenges in microteaching, particularly the short duration of teaching simulations and the gap between microteaching and real classroom teaching. Based on these findings, this study suggests redesigning microteaching courses to include longer and more realistic teaching simulations to better prepare pre-service teachers for school-based teaching. In addition, clearer guidelines, stronger coordination between universities and schools, and improved mentoring support are recommended to enhance the implementation of the AM program. Future research is encouraged to involve broader participant groups, apply mixed-method designs, and examine the long-term impact of the AM program on pre-service teachers’ professional development.

3811845191C1I020014ANALYSIS OF THE EFFECT OF EARNINGS PER SHARE, DEBT TO ASSET RATIO, AND RETURN ON CAPITAL EMPLOYED (ROCE) TOWARD STOCK PRICES IN ESG SECTOR LEADERS IDX KEHATITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share, Debt to Asset Ratio, dan Return On Capital Employed terhadap harga saham pada indeks ESG Sector Leader IDX KEHATI. Total populasi berjumlah 76 perusahaan. Sedangkan sampel yang diperoleh sebanyak 21 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis (uji F dan uji T), dan uji koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa (1) Earning Per Share tidak berpengaruh terhadap harga saham, (2) Debt to Asset Ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham, dan (3) Return On Capital Employed berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan hasil Uji F (F Test), diperoleh hasil bahwa Earning Per Share, Debt to Asset Ratio dan Return On Capital Employed secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.The purpose of this study was to determine the effect of Earning Per Share, Debt to Asset Ratio, and Return On Capital Employed on stock prices on the ESG Sector Leader IDX KEHATI index. The total population amounted to 76 companies. While the sample obtained was 21 companies. The data analysis techniques used include descriptive statistical analysis test, classical assumption test, multiple linear regression test, hypothesis testing (F test and T test), and determination coefficient test (R2). Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) shows that (1) Earning Per Share has no effect on stock prices, (2) Debt to Asset Ratio has no effect on stock prices, and (3) Return On Capital Employed has a positive and significant effect on stock prices. Based on the results of the F Test, the results show that Earning Per Share, Debt to Asset Ratio and Return On Capital Employed simultaneously have a positive and significant effect on stock prices.
3811944904F1B020001PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENERIMA BEASISWA KIP-K DENGAN MAHASISWA NON KIP-K DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANTuntutan beasiswa dalam penyelesaian studi 4 tahun sangat mendorong mereka untuk giat belajar dan mempertahankan prestasi belajar. Karena jika hasil belajar mahasiswa KIP-K tidak mencapai syarat ketentuan maka beasiswa itu akan di cabut dan diharuskan membayar sendiri UKT (Uang Kuliah Tunggal) setiap tahunnya. Selain itu, mahasiswa penerima KIP-K juga di haruskan untuk memenuhi berbagai macam tuntutan lainnya dalam proses penyelesaian studinya. Lain halnya dengan mahasiswa non KIP-K yang cenderung tidak memiliki tuntutan yang begitu mengikat. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode pengambilan data melalui angket/kuesioner dan dokumentasi. Responden penelitian diperoleh melalui teknik accidental sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data primer berupa hasil angket/kuesioner dan data sekunder berupa data IPK mahasiswa yang diperoleh dari layanan akademik FISIP UNSOED. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan prestasi mahasiswa KIP-K dengan mahasiswa Non KIP-K signifikan. Hal ini terlihat dari perbedaan hasil belajar pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Selain itu, faktor yang menyebabkan prestasi belajar mahasiswa KIP-K yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa Non KIP-K adalah variabel motivasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi menyebabkan prestasi belajar mahasiswa KIP-K lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa Non KIP-K.The demands for scholarships upon completion of 4 years of study really encourage them to study hard and maintain their learning achievements. Because if a KIP-K student's learning results do not meet the conditions, the scholarship will be revoked and they will be required to pay their own UKT (Single Tuition Fee) every year. Apart from that, students who receive KIP-K are also required to fulfill various other demands in the process of completing their studies. This is different with non-KIP-K students who tend not to have such binding demands. Quantitative research method with a survey approach. Data collection methods are through questionnaires and documentation. Research respondents were obtained through accidental sampling technique. The data sources used are primary data in the form of questionnaire results and secondary data in the form of student GPA data obtained from FISIP UNSOED academic services. This research shows that the difference in achievement between KIP-K students and non-KIP-K students is significant. This can be seen from the differences in learning outcomes in the Cumulative Achievement Index (GPA). Apart from that, the factor that causes KIP-K students' higher learning achievement compared to non-KIP-K students is the learning motivation variable. High learning motivation causes KIP-K students' learning achievement to be higher compared to non-KIP-K students.
3812040805I1A019025Rekredensialing Klinik Pratama dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang PurwokertoLatar Belakang : Pada tahun 2022 di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Purwokerto terdapat 24 klinik pratama yang tidak lolos rekredensialing. Klinik “X” lolos dengan nilai 86,785 dan Klinik “Y” tidak lolos dengan nilai 61,452. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekredensialing klinik pratama dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Purwokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 4 informan utama dan 3 informan pendukung serta telaah dokumen dianalisis melalui pendekatan thematic network.
Hasil Penelitian : Terdapat perbedaan ketersediaan komponen input pada Klinik “X” dan Klinik “Y”. Klinik “X” dan Klinik “Y” melakukan pengorganisasian dalam mempersiapkan dan melaksanakan rekredensialing. Proses pelaksanaan rekredensialing terdapat kendala berupa perbedaan persepsi. Namun terjadi kenaikan nilai rekredensialing dan komitmen pemenuhan rekredensialing. Kemudian diputuskan kebijakan hasil rekredensialing berupa kesempatan perpanjangan kerja sama.
Simpulan : Terdapat hambatan pemenuhan rekredensialing di Klinik “Y” berupa keterbatasan kuantitas SDM. Ada pengaruh rentang waktu pendirian klinik dan durasi kerjasama terhadap pemenuhan rekredensialing. Pelaksanaan rekredensialing belum efisien dan terdapat perbedaan persepsi. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi detail indikator rekredensialing serta monitoring dan evaluasi untuk menjaga komitmen klinik.
Background : In 2022 in the working area of the BPJS Kesehatan KC Purwokerto there will be 24 primary health clinics that will not pass recredentialing. Clinic "X" passed with a score of 86,785 and Clinic "Y" did not pass with a value of 61,452. This study aims to analyze the recredentialing of pratama clinics in the National Health Insurance Program (JKN) in the working area of BPJS Kesehatan KC Purwokerto.
Methodology : This study used a qualitative method with a case study design. Selection of informants based on purposive sampling technique. The research was conducted by in-depth interviews with 4 main informants and 3 supporting informants and document analysis was analyzed using the thematic network approach.
Results : There are differences in the availability of input components at Clinic "X" and Clinic "Y". "X" Clinic and "Y" Clinic organize the preparation and implementation of recredentialing. In the process of implementing recredentialing, there are obstacles in the form of differences in perceptions. However, there was an increase in the value of recredentialing and commitment to fulfilling recredentialing. Then a recredentialing policy was decided in the form of an opportunity to extend cooperation.
Conclusion : There are obstacles to fulfilling recredentialing at Clinic "Y" in the form of limited quantity of human resources. There is an influence on the time span of establishing the clinic and the duration of the collaboration on the fulfillment of recredentialing. The implementation of recredentialing has not been efficient and there are differences in perceptions. Therefore it is necessary to socialize the details of recredentialing indicators as well as monitoring and evaluation to maintain clinical commitment.