Artikelilmiahs
Menampilkan 38.181-38.200 dari 48.973 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 38181 | 40853 | I1E019042 | MOTIVASI MASYARAKAT MELAKUKAN AKTIVITAS OLAHRAGA DI AREA CAR FREE DAY KOTA BEKASI | Pertumbuhan dan pembangunan kota memicu isu kekurangan ruang terbuka hijau di perkotaan. Mayoritas penduduk perkotaan sulit menemukan area terbuka untuk berolahraga, yang berpengaruh pada motivasi masyarakat. Motivasi merupakan faktor psikologis yang mendorong individu mencapai tujuan. Kota Bekasi menerapkan kebijakan car free day diadopsi untuk mengatasi masalah ini, memberikan kesempatan berolahraga tanpa kendaraan guna mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai motivasi masyarakat di wilayah car free day Kota Bekasi. | The growth and development of cities triggers the issue of a lack of green open space in urban areas. The majority of urban residents find it difficult to find open areas for exercise, which affects people's motivation. Motivation is a psychological factor that drives individuals to achieve goals. Bekasi City implemented a car free day policy adopted to address this problem, providing opportunities to exercise without a vehicle to reduce pollution and improve air quality. Therefore, further research is needed regarding the motivation of the people in the car free day area of Bekasi City. | |
| 38182 | 40854 | H1B016077 | PENGGUNAAN MODEL HEC-RAS GUNA MENSIMULASIKAN GENANGAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KLAWING | Bencana banjir telah melanda kota Purbalingga dalam kurun waktu 20 tahun terakhir hampir disetiap tahunnya. Hal tersebut sebagian besar terjadi karena meluapnya air sungai Klawing dan beberapa anak sungai Klawing ke pemukiman warga akibat hujan deras yang tak kunjung reda selama beberapa hari. Wilayah yang terdampak di kota Purbalingga yakni desa Jetis, Gambarsari, dan Toyareka. Air banjir yang menggenang di ketiga desa tersebut mencapai ketinggian 1,5 meter hingga mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan warga terpaksa diungsikan dibeberapa tempat yang telah disediakan oleh pemerintah. Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini akan dilakukan simulasi pemodelan banjir dengan HEC-RAS (Hydrological Engineering Center - River Analysis System) untuk mengetahui potensi banjir yang akan datang agar dapat digunakan sebagai peringatan dini terhadap terjadinya bencana banjir dan dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan penanggulangan banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa desa yang berpotensi akan terdampak banjir di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banyumas pada periode kala ulang tertentu. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis bahwa diperoleh luas genangan banjir pada periode kala ulang 2 tahun yaitu 15,18 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 5 tahun yaitu 20,38 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 10 tahun yaitu 23,64 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 25 tahun yaitu 26,41 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 50 tahun yaitu 28,02 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 100 tahun yaitu 29,21 km2, luas genangan banjir pada periode kala ulang 1000 tahun yaitu 32,51 km2. Dalam mengatasi masalah ini peneliti menyarankan untuk pembuatan tanggul pada bagian tepi sungai dimana air mulai meluap ke area sekitar sungai. | Flood disasters have struck the city of Purbalingga almost every year over the past 20 years. This is mainly caused by the overflow of the Klawing River and some of its tributaries into residential areas due to continuous heavy rainfall for several days. The affected areas in the city of Purbalingga include the villages of Jetis, Gambarsari, and Toyareka. The floodwater in these three villages reaches a height of 1.5 meters, inundating hundreds of houses and forcing residents to evacuate to several designated shelters provided by the government. Based on this issue, research will be conducted to simulate flood modeling using HEC-RAS (Hydrological Engineering Center-River Analysis System) to assess the potential for future floods. This information will be used for early warning systems and as a reference for flood management planning. The results of the analysis show that several villages in the Purbalingga and Banyumas regencies are at risk of being affected by floods in certain return periods. The analysis indicates that the flooded area for a 2-year return period is 15.18 km2, for a 5-year return period it is 20.38 km2, for a 10-year return period it is 23.64 km2, for a 25-year return period it is 26.41 km2, for a 50-year return period it is 28.02 km2, for a 100-year return period it is 29.21 km2, and for a 1000-year return period it is 32.51 km2. To address this problem, the researchers suggest constructing embankments along the river's edge, where water starts to overflow into the surrounding areas. | |
| 38183 | 40855 | B1A019007 | Prevalensi dan Kelimpahan Ektoparasit Pada Benih Ikan Bawal (Colossoma macropomum) Di Desa Kincang Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. | Desa Kincang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Salah satu jenis ikan yang dibudidayakan di Desa Kincang yaitu ikan bawal (Colossoma macropomum). Permasalahan yang sering terjadi dalam budidaya ikan bawal yaitu munculnya penyakit dan kematian ikan. Penyakit ikan sering ditimbulkan oleh adanya parasit yang hidup pada inang dan menimbulkan efek negatif seperti iritasi pada ikan, kurangnya nafsu makan, bakteri, virus, jamur akan mudah masuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kelimpahan ektoparasit yang menginfeksi benih ikan bawal (C. macropomum) yang dibudidayakan oleh petani ikan di Desa Kincang Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Parasitologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengambilan sampel benih ikan menggunakan teknik random sampling di salah satu kolam milik petani ikan di Desa Kincang Kecamatan Rakit Banjarnegara. Analisis data menggunakan analisis dekstriptif. Parameter yang diamati meliputi jumlah dan jenis benih ikan bawal yang terinfeksi. Prevalensi ektoparasit benih ikan bawal dihitung dengan membandingkan jumlah benih ikan bawal yang terinfestasi dengan jumlah benih ikan bawal yang diamati, sedangkan kelimpahan dihitung dengan membandingkan jumlah ektoparasit yang menginfestasi sejumlah benih ikan bawal yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi total benih ikan bawal yang terinfeksi ektoparasit di Desa Kincang Kecamatan Rakit Banjarnegara sebesar 25% termasuk dalam kategori sering. Kelimpahan total Ichthyophthirius multifilis 0,52 ind/ekor atau kategori melimpah, sedangkan Gyrodactylus sp. 0,05 ind/ekor, dan Oodium sp. 0,02 ind/ekor terhadap 100 ekor benih ikan bawal tergolong kategori ringan. | Kincang Village is one of the villages in Rakit Sub-district, Banjarnegara Regency, Central Java. One of the fish species cultivated in Kincang Village is pomfret (Colossoma macropomum). Problems that often occur in pomfret cultivation are the emergence of disease and fish death. Fish diseases are often caused by the presence of parasites that live in the host and cause negative effects such as irritation in fish, lack of appetite, bacteria, viruses, fungi will easily enter. This study aims to determine the prevalence and abundance of ectoparasites that infect pomfret (C. macropomum) fry cultivated by fish farmers in Kincang Village, Rakit District, Banjarnegara Regency. This research was conducted at the Laboratory of Entomology Parasitology, Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman. The method used in this study was a survey method with fish seed sampling using random sampling technique in one of the ponds owned by fish farmers in Kincang Village, Rakit District, Banjarnegara. Data analysis used descriptive analysis. Parameters observed included the number and type of pomfret fry infected. The prevalence of pomfret seed ectoparasites was calculated by comparing the number of pomfret seeds infested with the number of pomfret seeds observed, while the abundance was calculated by comparing the number of ectoparasites that infested a number of pomfret seeds observed. The results showed that the total prevalence of pomfret fry infected with ectoparasites in Kincang Village, Rakit Subdistrict, Banjarnegara was 25%, which was categorized as frequent. The total abundance of Ichthyophthirius multifilis was 0.52 ind/head or abundant category, while Gyrodactylus sp. was 0.05 ind/head, and Oodium sp. was 0.02 ind/head against 100 pomfret fry classified as mild category. | |
| 38184 | 40856 | G1B019017 | PERBANDINGAN KADAR sIgA PENDERITA GINGIVITIS PADA ANAK TALASEMIA MAYOR DAN ANAK NON TALASEMIA USIA 12-17 TAHUN | Talasemia adalah penyakit anemia bawaan yang ditandai dengan adanya defek atau kelainan pada sintesis satu atau lebih subunit rantai globin dari tetramer hemoglobin (Hb). Salah satu manifestasi klinis yang mungkin muncul di rongga mulut adalah gingivitis. Secretory IgA (sIgA) merupakan antibodi utama dalam saliva. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kadar sIgA penderita gingivitis anak talasemia mayor dengan anak non talasemia usia 12-17 tahun. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak talasemia mayor usia 12-17 tahun di Unit Talasemia RSUD Banyumas dan anak tanpa talasemia di Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran skor modified gingival index (MGI) dilakukan pada gigi 16, 11, 24, 36, 31, dan 44 dan pengukuran kadar sIgA saliva menggunakan uji ELISA. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji independent t-test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kadar sIgA kelompok penderita gingivitis anak talasemia mayor dan anak kelompok penderita gingivitis anak non talasemia (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah kadar sIgA penderita gingivitis anak talasemia mayor lebih rendah dibandingkan penderita gingivitis anak non talasemia. | Thalassemia is a congenital anemia characterized by defects or abnormalities in the synthesis of one or more globin chain subunits of the hemoglobin (Hb) tetramer. One of the clinical manifestations that may appear in the oral cavity is gingivitis. Secretory IgA (sIgA) is the main antibody in saliva. The aim of this study is to compare sIgA levels of gingivitis patients in children with thalassemia major and non-thalassemia children aged 12-17 years. This research method was descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study were children with thalassemia major aged 12-17 years at the Thalassemia Unit of RSUD Banyumas and children without thalassemia at the Dharmo Yuwono Orphanage, Purwokerto. Samples were taken using purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The modified gingival index (MGI) score was measured on teeth 16, 11, 24, 36, 31, and 44 and the salivary sIgA level was measured using the ELISA. Statistical analysis was performed using an independent t-test. The results of the statistical analysis showed that there was a significant difference between the sIgA levels of the gingivitis group of children with thalassemia major and the group of children with non-thalassemia gingivitis patients (p<0.05). The conclusion of this study is that the sIgA level of gingivitis patients with thalassemia major is lower than gingivitis patients with non-thalassemia children. | |
| 38185 | 40857 | L1B019018 | UJI AKTIVITAS BAKTERI AMILOLITIK PADA PENCERNAAN IKAN UDIKAN (Tor sp.) TANGKAPAN SUNGAI BANJARAN KABUPATEN BANYUMAS | Ikan Udikan (Tor sp.) merupakan ikan endemik di Sungai Banjaran, Kabupaten Banyumas. Ikan ini mulai terancam keberadaannya dikarenakan penangkapan berlebih dan kerusakan habitat. Untuk menjaga populasinya agar tidak punah diperlukan upaya domestikasi. Diperlukan informasi gambaran ikan makan di habitatnya sebelum dilakukan domestikasi. Dalam proses pencernaan karbohidrat pada ikan, bakteri amilolitik yang menghasilkan enzim amilase berperan penting dalam mencerna karbohidrat menjadi gula (glukosa). Penelitian ini bertujuan untuk menguji keberadaan dan tingkat aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan Udikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Kelimpahan bakteri dihitung menggunakan metode total plate count (TPC), sedangkan aktivitas amilolitik diukur melalui uji hidrolisis pati 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri pada saluran pencernaan ikan Udikan yaitu 3,79 x 106. Dari 6 isolat koloni bakteri yang diuji, sekitar 33% diantaranya memiliki aktivitas amilolitik, sementara 66% koloni lainnya tidak menunjukkan aktivitas tersebut. Indeks aktivitas amilolitik yang diperoleh berkisar 0,28 hingga 1,54 yang termasuk rendah hingga sedang. | The Udikan Fish (Tor sp.) is an endemic fish in the Banjaran River, Banyumas Regency. This fish is currently threatened with extinction due to overfishing and habitat destruction. To preserve its population and prevent its extinction, domestication efforts are required. Before domestication is carried out, it is essential to gather information about the fish's feeding habits in its natural habitat. In the process of carbohydrate digestion in fish, amylolytic bacteria that produce the enzyme amylase play a crucial role in breaking down carbohydrates into glucose. This research aims to examine the presence and level of amylolytic bacteria in the digestive system of the Udikan Fish. The research method used is observation with purposive sampling technique. Bacterial abundance is calculated using the total plate count (TPC) method, while amylolytic activity is measured through a 1% starch hydrolysis test. The research results indicate that the bacterial abundance in the digestive system of the Udikan Fish is 3.79 x 106. Out of the six bacterial colony isolates tested, approximately 33% of them exhibited amylolytic activity, while the other 66% did not show such activity. The obtained amylolytic activity index ranges from 0.28 to 1.54, which is considered low to moderate. | |
| 38186 | 45192 | C2C021036 | Utilization of Hospital Management Information System (SIMRS) Using the Technology Acceptance Model (TAM) at RSGM UNSOED | Pandemi Covid-19 telah mengubah paradigma kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit harus mampu beradaptasi dan beradaptasi agar dapat terus memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien, pemanfaatan teknologi kesehatan semakin berkembang pesat di tengah pandemi. Penggunaan sistem manajemen rumah sakit elektronik di RSGM Unsoed merupakan upaya untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan menerapkan teknologi di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit RSGM Unsoed melalui sikap petugas rumah sakit dalam menggunakan SIMRS. Populasi yang diteliti adalah staf rumah sakit yang menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSGM Unsoed. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan non-probability sampling yaitu dengan cara purposive sampling. Data yang digunakan bersumber dari data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Teori yang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap sikap pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit terhadap staf rumah sakit. | The Covid-19 pandemic has changed the paradigm of health. Health care facilities, especially hospitals, must be able to adapt and adapt in order to continue to provide quality services for patients, the use of health technology is growing rapidly in the midst of a pandemic. The use of an electronic hospital management system at RSGM Unsoed is an effort to guarantee the quality of health services in hospitals by applying technology in the health sector. This study aims to determine the utilization of the RSGM Unsoed hospital management information system through the attitude of hospital staff in using SIMRS. The population studied were hospital staff who used the Hospital Management Information System (SIMRS) RSGM Unsoed. The sampling technique in this study used a non-probability sampling approach, namely by purposive sampling. The data used are sourced from primary data. The data collection technique used is a questionnaire. This research is a quantitative research with data analysis using multiple regression analysis. The theory used is the Technology Acceptance Model (TAM). The results showed that perceived usefulness and perceived convenience had a significant effect on the attitudes of hospital management information system users to hospital staff. | |
| 38187 | 40858 | F1A016048 | PERILAKU PEMASANGAN TOGEL DI KALANGAN WARGA DUSUN PENARUBAN PURBALINGGA | Togel merupakan judi yang sering dijumpai di masyarakat, salah satunya di desa Penaruban. Perjudian ini telah memunculkan fenomena perilaku dan tindakan-tindakan dikalangan peminat togel di Penaruban. Ini merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji, sehingga peneliti membahasnya dengan analisis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model analisis interaktif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan perjudian togel di Penaruban menimbulkan perilaku pencarian angka jitu berupa ngerumus, tasfir mimpi, kode alam, bantuan dukun, hingga menanyakan kepada orang gila. Perilaku pencarian dana pemasangan togel dengan berhutang dan menipu. Perilaku pemanfaatan hasil kemenangan sebagai alat pemenuh kebutuhan, untuk berbagi dengan teman penjudi, hingga untuk modal berjudi. Dan perilaku dimana kekalahan berjudi dapat memicu depresi.Pemasangan togel di Penaruban juga dikaji dalam teori tindakan sosial yaitu tindakan rasionalitas instrumental berupa pencarian angka jitu. Tindakan rasionalitas nilai berupa harapan nilai ekonomi atau keuntungan finansial. Kemudian tindakan afeksi berupa perasaan senang saat kemenangan serta dendam saat kekalahan. Adapun tindakan tradisional bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk melibatkan diri dalam aktivitas perjudian sebagai bagian dari tradisi. Penyebab maraknya togel di Penaruban di pengaruhi oleh faktor lingkungan, ketidakpastian ekonomi, lemahnya penegakan hukum, serta kuatnya jaringan togel di Penaruban. | Togel is a gambling that is often found in the community, one of which is in Penaruban village. This gambling has led to the phenomenon of behavior and actions among togel enthusiasts in Penaruban. This is an interesting phenomenon to study, so researchers discuss it with this analysis. This research uses a qualitative method with an interactive analysis model. The technique of determining informants uses snowball sampling technique. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews and documentation. The results of the study explained that togel gambling in Penaruban led to the behavior of finding the right numbers in the form of ngerumus, dream interpretation, natural codes, the help of shamans, and asking crazy people. The behavior of finding funds to install togel by getting into debt and cheating. The behavior of utilizing the winnings as a means of meeting needs, to share with fellow gamblers, to gambling capital. And behavior where gambling defeat can trigger depression.The installation of togel in Penaruban is also studied in social action theory, namely instrumental rationality actions in the form of searching for the right numbers. Value rationality actions in the form of expectations of economic value or financial gain. Then affectionate action in the form of feeling happy when winning and resentment when losing. The traditional action is that a person has a tendency to involve themselves in gambling activities as part of tradition. The causes of the rise of togel in Penaruban are influenced by environmental factors, economic uncertainty, weak law enforcement, and the strength of the togel network in Penaruban. | |
| 38188 | 40859 | I1A019043 | PERBEDAAN LARUTAN LENGKUAS (Alpinia galangal) DAN LARUTAN KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP PENURUNAN KADAR FORMALIN PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) | Latar Belakang : Ikan tongkol memiliki sifat mudah busuk. Banyak dijumpai penambahan formalin sebagai bentuk pengawetan ikan tongkol. Lengkuas dan kunyit memiliki kandungan saponin yang dapat menurunkan kadar formalin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan larutan lengkuas dan larutan kunyit dalam menurunkan kadar formalin pada ikan tongkol. Metode : Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan tongkol pindang di Pasar Wage Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri dengan perendaman larutan lengkuas dan larutan kunyit dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40% dan pengulangan sebanyak 4 kali. Ikan tongkol pindang direndam pada masing – masing larutan selama 60 menit kemudian diuji kadar formalinnya. Uji statistik yang digunakan yaitu uji normalitas dengan Saphiro Wilk, dilanjutkan dengan uji Kruskall Wallis dan uji Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata penurunan kadar formalin antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kadar formalin paling rendah terdapat pada perlakuan perendaman menggunakan larutan kunyit 40%. Kadar formalin pada ikan pindang tongkol dengan perlakuan perendaman kunyit 20% sebesar 4,424 ppm, kunyit 30% sebesar 4,304 ppm, dan kunyit 40% sebesar 4,251 ppm. Kadar formalin pada ikan pindang tongkol dengan perlakuan perendaman lengkuas 20% sebesar 4,652 ppm, lengkuas 30% sebesar 4,734, dan lengkuas 40% sebesar 4,365 ppm. Kesimpulan : Perlakuan dengan perendaman larutan lengkuas dan larutan kunyit efektif mengurangi kadar formalin pada ikan tongkol pindang. Larutan kunyit 40% mempunyai kemampuan untuk mengurangi kadar formalin paling tinggi. Kata Kunci : Lengkuas, kunyit, ikan pindang tongkol, formalin | Background : Tuna fish is highly perishable food. The use of formalin increase widely as a form for preservation process. Galangal and turmeric has active compounds that is saponin which can decrease formalin level. This study aims to determine the difference between galangal and turmeric solutions in reducing formaldehyde levels in tuna fish. Methods : This research is a true experimental research using posttest with control group design. The population on this study is pindang tuna fish at Wage Market in Banyumas. This research uses a spectrophotometric method by soaking a solution of galangal and turmeric in a concentration of 20%, 30% and 40% with 4 repetitions. Pindang tuna fish was soaked in each solution for 60 minutes and then tested for formaldehyde levels. The statistical test is the normality test with Saphiro Wilk, followed by the Kruskall Wallis test and Mann Whitney test. Results : The result shows that there is a significant difference in reducing formaldehyde levels between the control group and the treatment group. The lowest formaldehyde levels were found in the immersion treatment using 40% turmeric solution. The formaldehyde levels in pindang tuna fish soaked in turmeric solution 20% is 4,424 ppm, turmeric solution 30% is 4,304 ppm, and turmeric solution 40% is 4,251 ppm. The formaldehyde levels in pindang tuna fish soaked in galangal solution 20% is 4,652 ppm, galangal solution 30% is 4,734 and galangal solution 40% is 4,365 ppm. Conclusion : Treatment by immersing galangal solution and turmeric solution was effective in reducing formalin levels in pindang tuna fish. Turmeric solution 40% has the ability to reduce the highest levels of formalin. Keywords : Galangal, turmeric, pindang tuna fish, formaldehyde | |
| 38189 | 44315 | F1F020008 | Implementasi Kebijakan Luar Negeri Adaptif Convulsive Amerika Serikat dalam Perang Dagang Amerika-Tiongkok terkait Kenaikan Tarif Impor Tahun 2018-2020 | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya Tiongkok sebagai negara adidaya baru yang mana Amerika Serikat merasa hegemoni Amerika yang telah terbangun lama terancam kemudian Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan luar negerinya terhadap Tiongkok yang bertujuan untuk mempertahankan posisinya dalam kancah internasional. Penelitian ini menganalisis mengapa Amerika Serikat mengimplementasi kebijakan luar negeri adaptif tipe convulsive dalam perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok terkait kenaikan tarif impor. Penelitian ini dianalisi menggunakan pemikiran Rosenau mengenai teori kebijakan luar negeri dan Anna Grzywacz mengenai kebijakan adaptif tipe convulsive. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebijakan Amerika Serikat kenaikan tarif impor produk terhadap Tiongkok menyebabkan perang dagang anatar kedua negara. Perang dagang ini sangat memperngaruhi perdagangan internasional pada saat itu. Kebijakan yang dikeluarkan Amerika terhadap Tiongkok dipengaruhi oleh tiga variabel yaitu external change, structural change, dan leadership. Kesimpulannya adalah kebijakan Amerika Serikat kenaikan tarif impor tehadap produk Tiongkok yang menyebabkan perang dagang merupakan kebijakan adaptif tipe convulsive yang menggambarkan perubahan besar dilingkungan external maupun internal Amerika Serikat. | This research was motivated by the emergence of China as a new superpower where the United States felt that American hegemony had long been threatened and then the United States issued its foreign policy towards China which aimed to maintain its position in the international arena. This research analyzes why the United States implemented a convulsive type of adaptive foreign policy in the United States-China trade war regarding increasing import tariffs. This research was analyzed using Rosenau's thoughts on foreign policy theory and Anna Grzywacz regarding convulsive type adaptive policy. The results of this research found that the United States' policy of increasing product import tariffs on China caused a trade war between the two countries. This trade war greatly influenced international trade at that time. The policies issued by America towards China are influenced by three variables, namely external changes, structural changes and leadership. The conclusion is that the policy of increasing United States import tariffs on Chinese products which caused a trade war is a convulsive type of adaptive policy that reflects major changes in the external and internal environment of the United States. | |
| 38190 | 40862 | A1C019029 | PEMODELAN DAN KERANGKA KERJA UNTUK KEMUDAHAN PENGAJUAN SERTIFIKASI HALAL PADA RUMAH MAKAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang tercatat oleh data industry research sampai dengan pertengahan September 2022 mencapai 1,17% dan di laporkan bahwasanya 86,7% komposisi penduduk di Indonesia beragama Islam sehingga membawa pengaruh akan konsumsi pangan halal, data state of global Islamic economy report pada tahun 2019, melaporkan bahwa Indonesia telah menempati posisi pertama dalam konsumsi pangan halal di dunia yang mencapai 144 miliar dolar pada tahun 2019. Dengan kondisi tersebut dibutuhkan jaminan akan kehalalan suatu produk yang diperjual belikan di Indonesia dengan sertifikasi halal, namun ditemukan bahwa dari 116 rumah makan yang ada di Banyumas mayoritas rumah makan yang telah memiliki sertifikasi halal merupakan rumah makan yang berskala menengah sampai besar hal ini disebabkan oleh adanya hambatan-hambatan baik segi internal dan eksternal yang menyebabkan proses pengajuan sertifikasi halal jalur reguler sulit untuk diterapkan. Untuk menciptakan adanya kemudahan dalam pengajuan sertifikasi halal diperlukan adanya suatu kerangka kerja dan model sebagai panduan untuk mendorong adanya perubahan dalam mengatasi hambatan. Kerangka kerja yang dihasilkan menunjukkan terdapat dua tahapan yang harus dilalui secara internal yang pertama hambatan mengenai komitmen dan pemenuhan pelaksanaan jaminan produk halal dilanjutkan dengan penanganan hambatan sumber daya manusia segi internal, sedangkan untuk segi eksternal terdapat empat tahapan hambatan yang harus dilalui dan ditangani yakni ketersediaan bahan baku, regulasi, sosialisasi dan yang terakhir adalah sumber daya manusia segi eksternal, kerangka kerja yang telah ditemukan kemudian dibuat ilustrasi praktis dengan dilakukannya pemodelan yang menunjukkan perlu adanya keterlibatan baik pihak internal dan eksternal dalam implementasi solusi yang ditemukan. | The increase in population in Indonesia recorded by industry research data until mid-September 2022 reached 1.17% and it was reported that 86.7% of the population composition in Indonesia is Muslim, which has an influence on halal food consumption, state of global Islamic economy report data in 2019, reported that Indonesia has occupied the first position in halal food consumption in the world which reached 144 billion dollars in 2019. With these conditions, it is necessary to guarantee the halalness of a product that is traded in Indonesia with halal certification, but it was found that of the 116 restaurants in Banyumas, the majority of restaurants that already have halal certification are medium to large-scale restaurants, this is due to the existence of obstacles in both internal and external aspects which make the process of applying for regular halal certification difficult to implement. To create convenience in applying for halal certification, a framework and model are needed as a guide to encourage change in overcoming obstacles. The resulting framework shows that there are two stages that must be passed internally, the first is obstacles regarding commitment and fulfillment of the implementation of halal product guarantees followed by handling internal human resource obstacles, while for the external side there are four stages of obstacles that must be passed and handled, namely the availability of raw materials, regulations, socialization and the last is human resources in the external side, the roadmap that has been found is then made a practical illustration by modeling which shows the need for involvement of both internal and external parties in the implementation of the solutions found. | |
| 38191 | 40861 | B1A018047 | STRUKTUR POPULASI DAN LAJU EKSPLOITASI IKAN PALUNG (Hampala macrolepidota C.V. 1823) DI WADUK PB. SOEDIRMAN BANJARNEGARA, JAWA TENGAH | Ikan palung (Hampala macrolepidota C.V. 1823) merupakan spesies asli ikan air tawar anggota Famili Cyprinidae. Ikan spesies asli di Waduk PB. Soedirman antara lain ikan gabus, brek, nilem, baung dan palung. Ikan ini digemari masyarakat untuk dikonsumsi dan nelayan yang menangkap ikan ini di Waduk PB. Soedirman. Adanya penangkapan berlebih berpengaruh terhadap siklus hidup menjadi penyebab penurunan populasi ikan. Ikan palung sudah menurun populasinya di Waduk PB. Soedirman dari 49 individu pada bulan Juni-Juli 2013 menjadi 31 individu pada bulan Februari-Agustus 2020. Penangkapan ikan palung telah mengakibatkan perubahan struktur populasi. Kegiatan penangkapan ikan di beberapa perairan telah menunjukkan overexploitasi. Overexploitasi mungkin pula terjadi pada populasi ikan palung di Waduk PB. Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, rasio kelamin, sebaran ukuran panjang dan berat, laju pertumbuhan, laju mortalitas serta laju eksploitasi spesies asli ikan palung di Waduk PB. Soedirman. Penelitian dilakukan di Waduk PB. Soedirman, Banjarnegara, Jawa Tengah dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2021, Januari 2022 dan Maret 2022 dengan menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Data dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA. Hasil penelitian diperoleh kelimpahan ikan palung sebanyak 195 individu dan paling banyak terdapat pada zona inlet sebanyak 98 individu. Rasio kelamin ikan palung jantan dan betina yaitu 23,4 : 1, namum belum mempresentasikan rasio kelamin yang diharapkan. Sebaran ukuran panjang didominasi ikan palung muda berukuran 10,8-18,7 cm dan berat 9,6-318,1 g. Laju eksplotasi pada ikan palung pada bagian tengah dan outlet dengan nilai E yaitu 0,69 dan 0,68. | Hampala macrolepidota C.V. 1823 is a native species of freshwater fish belonging to the Cyprinidae family. Native species fish in the PB. Soedirman reservoir included C. striata, B. balleroides, O. vittatus, B. nemurus and H. macrolepidota. This fish is popular with the community for consumption and is a catch target for fishermen in the PB. Soedirman reservoir. The existence of overfishing affects the life cycle and causes a decrease in fish populations. H. macrolepidota population has decreased in the PB. Soedirman from 49 individuals in June-July 2013 to 31 individuals in February-August 2020. H. macrolepidota fishing has resulted in changes in population structure. Fishing activities in several waters have shown overexploitation. Overexploitation may also occur in the trough fish population in the PB. Sudirman reservoir. This study aims to determine abundance, sex ratio, length and weight distribution, growth rate, mortality rate and exploitation rate of native species of H. macrolepidota in the PB. Soedirman. The research was conducted in the PB. Soedirman, Banjarnegara, Central Java using the survey method. Sampling was carried out in November 2021, January 2022 and March 2022 using the Purposive Random Sampling technique. Data were analyzed statistically using ANOVA. The results of the study obtained an abundance of 195 individyals of population and most commonly found in the inlet zone as many as 98 individuals. The sex ratio of male and female is 23.4 : 1, but this does not represent the expected sex ratio. The distribution of length sizes was dominated by young trough fish measuring 10.8-18.7 cm and weighing 9.6-318.1 g. H. macrolepidota deaths in the middle and outlet have been exploited with E = 0.69 and 0.68. | |
| 38192 | 40863 | F1A019113 | Pendidikan Seks pada Anak dalam Keluarga Single Parent | Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan orang tua dengan status single parent memberikan pendidikan seks pada anak yang berbeda jenis kelamin di Desa Gemuruh Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deksriptif. Sasaran penelitian menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini sebanyak 3 single parent dan 3 anaknya yang berbeda jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian single parent memilih momen memandikan anaknya sebagai waktu yang paling cocok untuk memberikan pendidikan seks. Selain itu mereka juga mengalami beberapa kendala seperti kesulitan menjelaskan materi tentang masa pubertas dan reproduksi, single parent dan anaknya sama-sama malu membicarakan tentang pubertas dan reproduksi, dan orang tua hanya memahami mekanisme pubertas dan reproduksi sesuai dengan jenis kelamin orang tua. Artinya single parent laki-laki hanya memahami proses reproduksi laki-laki saja, dan sebaliknya. Single parent melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah tersebut, seperti menjelaskan pendidikan seks menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak, lebih sering meluangkan waktunya bersama anak supaya lebih terbuka mengenai masalah pribadi, dan mempelajari materi-materi pendidikan seks untuk anak laki-laki dan perempuan. | This study aims to describe parents with single parent status providing sex education to children of different sexes in Gemuruh Village, Bawang District, Banjarnegara Regency. This study uses a descriptive qualitative method. The research objective uses a purposive sampling method. Data was collected using observation, interview, and documentation methods. The informants of this study were 3 single parents and 3 children of different sexes. The results showed that some single parents chose the moment of bathing their child as the most suitable time to provide sex education. In addition, they also experience several obstacles such as difficulty explaining material about puberty and reproduction, single parents and their children are both embarrassed to talk about puberty and reproduction, and parents only understand the mechanism of puberty and reproduction according to the sex of the parents. This means that male single parents only understand the male reproductive process, and vice versa. Single parents make several efforts to overcome this problem, such as explaining sex education using language that children can easily understand, spending more time with children so they are more open about personal issues, and studying sex education materials for boys and girls. | |
| 38193 | 40864 | C1A016016 | ANALISIS WILLINGNESS TO PAY (WTP) PENGUNJUNG TERHADAP OBYEK WISATA DI WANA WISATA BATURADEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA | Wana Wisata Baturaden yang terletak di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu obyek wisata yang banyak diminati oleh para pengunjung, baik yang berasal dari dalam kota, luar kota, maupun mancanegara. Dalam masa pandemi covid-19 Wana Wisata Baturaden mengalami penutupan sementara, akibatnya terjadi penurunan jumlah pengunjung secara drastis serta penurunan pendapatan pada obyek wisata. Pihak pengelola obyek wisata bertanggungjawab besar dalam mengelola kawasan wisata terutama dalam menjaga sumber daya alam yang ada. Dengan cara menetapkan biaya retribusi untuk pelestarian lingkungan di kawasan obyek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesediaan membayar atau willingness to pay (WTP) pengunjung terhadap obyek wisata di Wana Wisata Baturaden serta untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi nilai willingness to pay (WTP) pengunjung Wana Wisata Baturaden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, responden yang digunakan sebanyak 96 orang. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner dan wawancara sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan metode Contingent Evaluatuation Method (CVM) dan teknik analisis linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hasil nilai rata-rata willingness to pay (WTP) adalah Rp 5.781,25 untuk setiap individu dan nilai total willingness to pay (WTP) adalah Rp 555.000. (2) Sedangkan pendapatan rumah tangga berpengaruh secara signifikan terhadap nilai willingness to pay (WTP) pengunjung. (3) Sementara biaya perjalanan, daya tarik wisata, dan waktu kunjungan tidak berpengaruh terhadap nilai willingness to pay (WTP) pengunjung. | Wana Wisata Baturaden, located in Purwokerto City, Banyumas Regency, is one of the tourist attractions that is in great demand by visitors, both from within the city, outside the city, and abroad. During the COVID-19 pandemic, Wana Wisata Baturaden experienced a temporary closure, and as a result, there was a drastic decrease in the number of visitors and a decrease in revenue at the tourist attraction. The manager of the tourist attraction is very responsible for managing the tourist area, especially maintaining existing natural resources. By setting a retribution fee for environmental conservation in the tourist attraction area. The purpose of this research is to analyze the willingness to pay (WTP) of visitors to tourist attractions in Wana Wisata Baturaden and to find out what factors affect the value of the willingness to pay (WTP) of visitors to Wana Wisata Baturaden. This research uses quantitative descriptive methods; the respondents used were 96 people. Data collection techniques include questionnaires and interviews, while data analysis techniques use the Contingent evaluation Method (CVM) and multiple linear analysis techniques.The results of this study indicate (1) that the average willingness to pay (WTP) value is IDR 5,781.25 for each individual, and the total willingness to pay (WTP) value is IDR 555,000. (2) While household income has a significant effect on the willingness to pay (WTP) value of visitors. (3) While travel costs, tourist attractions, and time of visit have no effect on the willingness to pay (WTP) value of visitors. | |
| 38194 | 44316 | J1D020011 | STIMULUS BERPIKIR KRITIS DAN PENYELESAIAN MASALAH PADA SOAL BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA NEGERI DI PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stimulus berpikir kritis dan penyelesaian masalah pada soal Bahasa Indonesia SMA Negeri di Purwokerto. Masalah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah mengetahui kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah yang dimiliki oleh guru untuk dikembangkan kepada peserta didik melalui soal yang diberikan. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal penilaian formatif Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Negeri di Purwokerto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen berupa soal yang telah dibuat oleh guru. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik mengalir dengan analisis data interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) guru mampu memunculkan stimulus berpikir kritis yang baik pada soal Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri di Purwokerto; (2) guru mampu memunculkan stimulus penyelesaian masalah yang baik pada soal Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri di Purwokerto. Berdasarkan uraian tersebut, stimulus berpikir kritis dan penyelesaian masalah pada soal yang dibuat oleh guru sudah memunculkan stimulus berpikir kritis dan penyelesaian masalah dengan baik. | This study aims to analyze the critical thinking stimulus and problem-solving in Indonesian language problems of public high schools in Purwokerto. The problem that becomes the background in this study is to know the ability of critical thinking and problem solving owned by the teacher to be developed to students through the questions given. This research uses a qualitative research form with a descriptive approach. The data used in this study are formative assessment questions of Indonesian Language Class XI State High School in Purwokerto. Data collection techniques in this study used document studies in the form of questions that had been made by teachers. Data analysis techniques in this study used flowing techniques with interactive data analysis. The results of this study are as follows: (1) the teacher can bring up a good critical thinking stimulus on Indonesian language questions of grade XI State High School in Purwokerto; (2) the teacher can bring up a good problem-solving stimulus on Indonesian language questions of grade XI State High School in Purwokerto. Based on this description, the critical thinking stimulus and problem-solving in the questions made by the teacher have raised the critical thinking stimulus and problem-solving well. | |
| 38195 | 40866 | F1A016046 | PKL DAN PLASTIK (STUDI TENTANG KESADARAN PKL DALAM MENGURANGI PENGGUNAAN PLASTIK DI CIBINONG KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT) | Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan mendeskripsikan kesadaran PKL mengurangi penggunaan plastik dalam berdagang dan kesadaran PKL tentang isu kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data tersebut dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian adalah PKL di area Pasa Cibinong sebanyak 5 orang dan petugas UPT Wilayah 1 Cibinong sebanyak 2 orang. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa kesadaran PKL mengenai isu kerusakan lingkungan akibat sampah plastik masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan pedagang tidak mengetahui bahan plastik yang digunakan dan kurang memahami dampak yang akan ditimbulkan oleh plastik sekali pakai. Perilaku yang buruk disebabkan ketidaktahuan dan informasi yang didapatkan sebelumnya. Kesadaran tentang mengurangi sampah plastik pada PKL juga dinilai masih sangat rendah. Hal ini dilihat pada plastik yang digunakan oleh pedagang sangat beragam dan jumlahnya juga tidak sedikit. PKL juga tidak menerapkan sistem pengolahan sampah dengan cara memilah, melainkan hanya sebatas dikumpulkan menjadi satu dan dibiarkan begitu saja. Kurangnya sosialisasi dan himbauan secara langsung oleh petugas secara serendak kepada seluruh pedagang menjadi salah satu sebab kesadaran pedagang kaki lima dalam mengurangi plastik yang digunakan sehari-hari. | This study aims to discuss and describe the awareness of street vendors to reduce the use of plastic in trading and street vendors' awareness of the issue of environmental damage due to plastic waste. The data used consists of primary and secondary data. The data was collected using interviews, observation, and documentation. The research targets were street vendors in the Cibinong Pasa area as many as 5 people and UPT Region 1 Cibinong officers as many as 2 people. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study found that street vendors' awareness of the issue of environmental damage due to plastic waste is still low. This is evidenced by traders not knowing the plastic material used and not understanding the impact that single-use plastic will cause. Bad behavior is caused by ignorance and previously obtained information. Awareness about reducing plastic waste at street vendors is also considered to be very low. This can be seen in the plastics used by traders are very diverse and the amount is also not small. Street vendors also do not apply a waste management system by sorting it, but only collecting it together and leaving it alone. The lack of socialization and direct appeals by officers simultaneously to all traders is one of the reasons for the awareness of street vendors in reducing the plastic they use daily. | |
| 38196 | 40841 | K1C019031 | Relokasi Hiposenter Gempabumi Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Periode Oktober 2020-November 2021 Menggunakan Metode Double-Difference | Telah dilakukan penelitian mengenai relokasi hiposenter gempabumi wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta periode Oktober 2020-November 2021 menggunakan metode double-difference. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan posisi hiposenter gempabumi sebelum dan setelah relokasi, menentukan perbandingan nilai residual waktu tempuh gempabumi sebelum dan setelah relokasi, serta memetakan kegempaan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta periode Oktober 2020 hingga November 2021 berdasarkan analisis hasil relokasi menggunakan metode double-difference. Relokasi hiposenter gempabumi merupakan teknik menghitung ulang posisi hiposenter agar menghasilkan data yang lebih baik dan akurat. Salah satu metode yang digunakan untuk merelokasi posisi hiposenter adalah metode double-difference. Data yang digunakan merupakan data arrival time yang diperoleh dari katalog gempabumi BMKG sebanyak 160 event gempabumi dengan batasan wilayah 6,0 -11,0 LS dan 108,5-111,6 BT. Berdasarkan hasil relokasi, gempabumi mengalami perubahan posisi latitude, longitude, serta nilai kedalaman. Sebagian besar posisi hiposenter gempabumi mengalami pergeseran ke arah barat laut dan timur laut dengan rata-rata jarak pergeseran sebesar 2,9163 km. Nilai residual waktu tempuh gempabumi sebelum relokasi berkisar antara 0,3−10.28 s, sedangkan setelah relokasi berkisar antara 0,141−0,6 s. Gempabumi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagian besar terjadi di zona Megathrust Jawa yang didominasi dengan jenis gempabumi dangkal dengan kedalaman < 60 km. | Research has been conducted on the relocation of earthquake hypocenters in Central Java and Yogyakarta for the period October 2020 to November 2021 using the double-difference method. This study aims to determine the comparison of the hypocenter position of the earthquake before and after relocation, determine the comparison of the residual value of earthquake travel time before and after relocation, and map the seismicity that occurred in the Central Java and Yogyakarta regions from October 2020 to November 2021 based on analysis of relocation results using the double-difference method. Earthquake hypocenter relocation is a technique for recalculating the position of the hypocenter in order to produce better and more accurate data. One method used to relocate the position of the hypocenter is the double-difference method. The data used is arrival time data obtained from the BMKG earthquake catalog as many as 160 earthquake events with area limits of 6.0-11.0 LS and 108.5-111.6 BT. Based on the results of the relocation, the earthquake experienced changes in latitude position, longitude, and depth value. Most of the hypocenter position of the earthquake shifted to the northwest and northeast with an average shift distance of 2.9163 km. The residual value of earthquake travel time before relocation ranged from 0.3-10.28 s, while after relocation ranged from 0.141-0.6 s. Earthquakes in Central Java and Yogyakarta mostly occur in the Java Megathrust zone which is dominated by shallow earthquake types with a depth of < 60 km. | |
| 38197 | 40865 | E1B019024 | APPLICATION OF THE PRINCIPLES OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) IN PERUMDA BPR KUNINGAN | The economy cannot be separated from the banking service industry. Banks are financial institutions that have strategic value in the economic life of a country. Principle Good Corporate Governance implemented as a basis for banking operations in order to improve and improve the management and resolution of problems in banking. This research was conducted to find out how the principles are applied Good Corporate Governance at Perumda BPR Kuningan. This research was conducted using a normative juridical method with qualitative normative analysis. The specifications of the research used descriptive analytical research, the data collection method used secondary data through library research and primary data through interviews at Perumda BPR Kuningan, using data assessment methods in the form of narrative text and arranged qualitatively normatively. Based on the research results, it can be seen that Perumda BPR Kuningan has implemented the five principles Good Corporate Governance, namely transparency, accountability, accountability, independence, and fairness in accordance with Financial Services Regulation Number 4/POJK.03/2015 concerning Implementation of Governance for Rural Banks. | The economy cannot be separated from the banking service industry. Banks are financial institutions that have strategic value in the economic life of a country. Principle Good Corporate Governance implemented as a basis for banking operations in order to improve and improve the management and resolution of problems in banking. This research was conducted to find out how the principles are applied Good Corporate Governance at Perumda BPR Kuningan. This research was conducted using a normative juridical method with qualitative normative analysis. The specifications of the research used descriptive analytical research, the data collection method used secondary data through library research and primary data through interviews at Perumda BPR Kuningan, using data assessment methods in the form of narrative text and arranged qualitatively normatively. Based on the research results, it can be seen that Perumda BPR Kuningan has implemented the five principles Good Corporate Governance, namely transparency, accountability, accountability, independence, and fairness in accordance with Financial Services Regulation Number 4/POJK.03/2015 concerning Implementation of Governance for Rural Banks. | |
| 38198 | 40884 | F1A019076 | PEMAKNAAN BAHASA CINTA PADA PERSAHABATAN SESAMA JENIS | Artikel ini menggambarkan makna bahasa cinta dalam hubungan persahabatan sesama jenis yang dijalin oleh mahasiswa menggunakan perspektif sosiologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada empat pasang mahasiswa yang menjalin hubungan persahabatan sejenis minimal satu tahun, dan dilakukan di Kota Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa cinta dimaknai informan sebagai cara menunjukkan kepedulian dan memperkuat chemistry antarsahabat sejenis. Bahasa cinta paling utama dalam hubungan persahabatan informan adalah act of service (tindakan melayani). Ada perbedaan dalam mengungkapkan bahasa cinta berdasarkan jenis kelamin. Sahabat perempuan membantu memenuhi kebutuhan primer dan dukungan secara emosional; sedangkan laki-laki membantu dari segi tenaga, transportasi atau finansial. Menghabiskan waktu bersama dan memberikan kalimat afirmasi juga sering ditunjukkan informan. Sementara, saling menerima hadiah dan memberi sentuhan fisik jarang dilakukan. Meski demikian, informan mampu menafsirkan bahasa cinta dalam hubungan persahabatan sejenis sebagai alat yang berperan aktif untuk membangun interaksi yang lebih baik dan penuh cinta kasih. | This article describes the meaning of the language of love in same-sex friendship relationships developed by students using a sociological perspective. The research was conducted using a descriptive qualitative research method with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation of four pairs of students who had established similar friendships for at least one year, and were conducted in Purwokerto City. The results showed that the language of love was interpreted by informants as a way of showing concern and strengthening chemistry between same-sex friends. The most important love language in the informant's friendship relationship is the act of service. There are differences in expressing love languages based on gender. Girl friends help with primary needs and emotional support; while men help in terms of energy, transportation or financial. Spending time together and giving affirmations were also often shown by informants. Meanwhile, receiving gifts and giving physical touch is rarely done. However, informants were able to interpret the language of love in same-sex friendships as a tool that plays an active role in building better and more loving interactions. | |
| 38199 | 40909 | J1D019029 | Leksia pada Novel Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki Karya Pepi Al-Bayqunie (Analisis Kajian Semiotika Roland Barthes) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai tanda yang ada dalam novel Calabai: Perempuan dalam Tubuh Lelaki karya Pepi Al-Bayqunie sehingga perlu diungkap menggunakan semiotika Roland Barthes berupa mitologi dan sistem kode. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data menggunakan metode simak catat. Data dianalisis secara interaktif. Kemudian, peneliti melakukan verifikasi menggunakan triangulasi teori. Hasil analisis data menunjukkan adanya makna yang terkadung di dalam mitos ritual mappalili berupa bentuk rasa syukur, bentuk menghormati dan menghargai leluhur, sebagai tanda bagi para petani, serta bentuk kelestarian budaya. Makna pada ritual irebba berupa bentuk pengorbanan, bentuk pengabdian, bentuk menahan diri dari hawa nafsu, dan bentuk spiritual. Pada kode simbolik terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu nilai tradisi, nilai pendidikan, dan nilai estetika. Pada kode gnomik, diperoleh hubungan kehidupan yang terikat pada masyarakat Bugis yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia. | This research is backgrounded by various signs in the novelCalabai: A Woman in a Man's Body by Pepi Al-Bayqunie so it needs to be revealed using Roland Barthes' semiotics in the form of mythology and code systems. The form of this research is descriptive qualitative. The researcher collected data using the note-taking method. Data is analyzed interactively. Then, the researcher verified using theoretical triangulation. The results of the data analysis show that there is a meaning contained in ritual myths map them in the form of gratitude, respect and respect for ancestors, as a sign for farmers, as well as a form of cultural preservation. The meaning of the ritual irebba form of sacrifice, form of devotion, form of refraining from lust, and form of spirituality. In the symbolic code there are values contained in it, namely traditional values, educational values, and aesthetic values. In the gnomic code, the life relations that are bound to Bugis society are obtained, namely the relationship between humans and God, humans and nature, and humans and humans. | |
| 38200 | 40885 | I1D019074 | HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ASUPAN KARBOHIDRAT DAN PROTEIN DENGAN KEKUATAN OTOT ATLET TAEKWONDO USIA 13-17 TAHUN DI KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Kekuatan otot yang baik menghasilkan performa yang optimal bagi atlet Taekwondo. Tingkat kecukupan asupan karbohidrat dan protein merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan asupan karbohidrat dan protein dengan kekuatan otot atlet Taekwondo usia 13-17 tahun di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross-sectional pada atlet Taekwondo yang berusia 13-17 tahun di Kabupaten Banyumas. Kriteria inklusi yang ditentukan adalah atlet yang menjalani latihan aktif dan dalam kondisi sehat. Kriteria eksklusi yang ditentukan adalah atlet yang mengonsumsi suplemen karbohidrat dan protein, serta sedang mengalami cedera. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 42 sampel. Instrumen penelitian berupa formulir recall 24 jam dan Hand Grip Dynamometer. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman Correlation. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan positif cukup antara tingkat kecukupan asupan karbohidrat dengan kekuatan otot atlet Taekwondo (p = 0,039 (tangan kanan) dan 0,029 (tangan kiri), r = 0,32 (tangan kanan) dan 0,337 (tangan kiri)). Terdapat hubungan positif kuat antara tingkat kecukupan asupan protein dengan kekuatan otot atlet Taekwondo (p = 0,000 (tangan kanan dan kiri), r = 0,773 (tangan kanan) dan 0,727 (tangan kiri)). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan asupan karbohidrat dan protein dengan kekuatan otot atlet Taekwondo usia 13-17 tahun di Kabupaten Banyumas. | Background: Good muscle strength results to optimal performance for Taekwondo athletes. Adequate level of carbohydrate and protein intake are factor that affects muscle strength. This study aims to determine correlation between adequate level of carbohydrate and protein intake with muscle strength of Taekwondo athletes aged 13-17 years in Banyumas Regency. Methods: An observational study with a cross-sectional method was conducted on Taekwondo athletes aged 13-17 years in Banyumas Regency. The inclusion criteria were athletes who undergone active training and were in good health. Exclusion criteria were athletes who consumed carbohydrate and protein supplements, and currently injured. Total sampling was used to recruit respondents. The research instruments were 24-hour recall form and Hand Grip Dynamometer. The results of the study were analyzed using Rank Spearman Correlation test. Results: There’s a moderate positive relationship between the level of adequate carbohydrate intake and muscle strength of Taekwondo athletes (p = 0.039 (right hand) and 0.029 (left hand), r = 0.32 (right hand) and 0.337 (left hand)). There’s a strong positive relationship between the adequate level of protein intake and muscle strength of Taekwondo athletes (p = 0.000 (right and left hand), r = 0.773 (right hand) and 0.727 (left hand)). Conclusion: There’s a significant relationship between adequate level of carbohydrate and protein intake with muscle strength of Taekwondo athletes. |