Home
Login.
Artikelilmiahs
40883
Update
NURHATINI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM DAN VITAMIN E PADA AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP BOBOT YOLK, WARNA YOLK DAN pH YOLK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi selenium dan vitamin E terhadap bobot, warna, dan pH kuning telur pada ayam niaga petelur. Ayam niaga petelur strain Hy-Line berumur 94 minggu sebanyak 100 ekor digunakan sebagai subjek penelitian. Selain itu, digunakan juga selenium organik (selecell), vitamin E, dan pakan ayam periode produksi yang terdiri dari jagung giling (50%), dedak (25%), dan konsentrat (25%). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut mencakup pakan basal sebagai kontrol (P0), suplementasi dengan 100 mg/kg selenium dan 100 mg/kg vitamin E (P1), 150 mg/kg selenium dan 100 mg/kg vitamin E (P2), 100 mg/kg selenium dan 200 mg/kg vitamin E (P3), serta 150 mg/kg selenium dan 200 mg/kg vitamin E (P4). Adaptasi pakan dilakukan selama 1 minggu, dan pemeliharaan ayam dilakukan selama 8 minggu percobaan. Parameter yang diamati meliputi bobot, warna, dan pH kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA), diikuti oleh Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap bobot (P=0,619) dan warna kuning telur (P=0,548), namun berpengaruh signifikan terhadap pH kuning telur (P=0,010). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa suplementasi selenium dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bobot dan warna kuning telur, tetapi berpengaruh secara signifikan terhadap pH kuning telur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the impact of selenium and vitamin E supplementation on weight, color, and pH of egg yolks in commercial laying hens. Using 100 Hy-Line commercial hens aged 94 weeks, the research includes organic selenium (selecell), vitamin E, and a feed mix of 50% ground corn, 25% bran, and 25% concentrate. Employing a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications, the treatments consist of a control basal diet (P0), supplementation with 100 mg/kg selenium and 100 mg/kg vitamin E (P1), 150 mg/kg selenium and 100 mg/kg vitamin E (P2), 100 mg/kg selenium and 200 mg/kg vitamin E (P3), and 150 mg/kg selenium and 200 mg/kg vitamin E (P4). The hens undergo one week of dietary adaptation followed by an 8-week experimental period. Parameters such as weight, color, and pH of egg yolks are observed. Data are analyzed through Analysis of Variance (ANOVA), and if treatments exhibit significant effects, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) is conducted. Results indicate no significant impact on weight (P=0.619) and color (P=0.548) of egg yolks, but a significant effect on pH (P=0.010). In conclusion, supplementation of selenium and vitamin E in the feed of commercial laying hens does not significantly affect the weight and color of egg yolks, but does influence the pH of the yolks.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save