Artikelilmiahs

Menampilkan 38.141-38.160 dari 48.976 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3814140819H1B018058ANALISIS PERKUATAN MOMEN NEGATIF BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN REINFORCED UHPC MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGAMaterial beton bertulang adalah material yang paling banyak digunakan di dunia konstruksi karena dinilai memiliki kuat tekan yang lebih baik dan biaya konstruksi yang lebih murah dibandingkan material lainnya. Pada masa layaknya, struktur beton bertulang dapat mengalami kegagalan struktur. Contoh dari faktor utama penyebab kegagalan struktur dapat berupa penambahan tingkat pada bangunan gedung, alih fungsi bangunan, dan penyesuaian aturan kegempaan yang berlaku daripada bangunan itu sendiri. Penelitian memiliki tujuan untuk mengkaji perbandingan hasil uji eksperimental dengan hasil analisis metode elemen hingga pada balok beton bertulang tampang T dengan perkuatan UltraHigh Performance Concrete (UHPC) di daerah momen negatif. Daerah momen negatif terletak di bawah sepanjang balok uji, merupakan daerah kritis dikarenakan memiliki nilai maksimum baik untuk momen maupun gaya geser. Penelitian ini menggunakan 3 benda uji yaitu balok tanpa perkuatan (BK) dan balok perkuatan (BU-13 dan BU-16) untuk memperoleh hasil analisis berupa kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan, penyerapan energi, dan pola keruntuhan. Perbandingan hasil uji eksperimental dengan hasil analisis MEH divalidasi dengan metode NMSE (Normalized Mean Squared Error). kapasitas beban lentur menunjukkan hasil NMSE bernilaiI 0,00084. Lendutan menunjukkan hasil dengan NMSE bernilai 0,000145. Daktilitas menunjukkan hasil dengan NMSE bernilai 0,000276. NMSE kekakuan bernilai 0,002971. Penyerapan energi menunjukkan hasil NMSE dengan nilai 0,118342. Pola keruntuhan yang terjadi yaitu memperlihatkan bahwa seluruh model benda uji mengalami keruntuhan lentur dengan retakan awal dimulai dari tengah bentang kemudian menjalar kearah tumpuan.

Reinforced concrete is a composite material widely used as a construction material. In its lifetime, reinforced concrete structures can experience structural failure. Examples of the main factors causing structural failure can be adding levels to the building, changing the function of the building, and adjusting the seismic regulations that apply to the building itself. This research aims to investigate the comparison between experimental results and finite element method (FEM) results on T-section reinforced concrete beams with ultrahigh performance concrete in the negative moment region. The negative moment region, located underneath the entire length of the test beam, is a critical area as it possesses maximum values for both moment and shear forces. The study utilizes three test specimens: beam without reinforcement (BK) and beam with reinforcements (BU-13 and BU-16) to analyze the flexural load capacity, ductility, stiffness, energy absorption, and failure patterns. The comparison of experimental results with hasil FEM analysis is validated by the Normalized Mean Squared Error (NMSE) methods. The flexural load capacity shows the NMSE value of 0,000145. Ductility shows the NMSE value of 0,000276. The stiffness shows the NMSE value of 0,002971. And the energy absorption shows NMSE value of 0,118342. The failure patterns showing that all specimens experience flexural failure with initial cracks starting from the mid-span and propagating towards the beam support.
3814240820I1C018079FORMULASI SEDIAAN LIP BALM MINYAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya L.) SEBAGAI ANTIOKSIDANMinyak biji pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenol, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Minyak biji pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan diformulasikan dalam bentuk sediaan lip balm karena kandungan zat aktifnya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi beeswax terhadap sifat fisik dan stabilitas lip balm, serta mengetahui aktivitas antioksidan sediaan lip balm minyak biji pepaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah konsentrasi beeswax dapat meningkatkan daya lekat, titik lebur, kekerasan, dan menurunkan pH. Sediaan lip balm terpilih yaitu F1 dengan konsentrasi beeswax 5% memiliki harga IC50 sebesar 133,42 µg/ml yang menunjukkan aktivitas antioksidan tergolong sedang. Papaya seed oil (Carica papaya L.) contains flavonoids, phenols, saponins, and alkaloids which have potential as natural antioxidants. Papaya seed oil with antioxidant activity is formulated as a lip balm because it contains active substances as antioxidants. This study aims to determine variations in the concentration of beeswax on lip balm's physical properties and stability, as well as to determine the antioxidant activity of papaya seed oil lip balm preparations. The amount of beeswax concentration can increase the stickiness, melting point, and hardness, and decrease the pH. The selected lip balm preparation, F1 with 5% beeswax concentration, had an IC50 value of 133.42 µg/ml, showing moderate antioxidant activity.
3814340821E1A019322GANTI KERUGIAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM PERUSAKAN TERUMBU KARANG DI INDONESIAKepulauan Raja Ampat merupakan kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36/KEPMEN-KP/2014 tentang kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat. MV Caledonian Sky merupakan kapal pesiar berbendera Negara Bahama di Indonesia, yang kandas dan mengakibatkan perusakan terumbu karang di perairan Raja Ampat, Indonesia.
Penelitian ini mengkaji tentang sengketa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh kapal pesiar MV Caledonian Sky dengan tujuan untuk mengetahui hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian sengketa tersebut dan bentuk pertanggungjawaban kerugian dari kapal pesiar MV.Caledonian SKY terhadap perbuatan yang dilakukan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata serta UU No.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Penelitian ini merupakan tipe penelitian yuridis normative dengan metode pendekatan perundang-undang,pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis berdasarkan data yang digunakan adalah data sekunder, dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang disajikan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, hukum yang di pakai untuk menyelesaikan insiden Kapal pesiar MV.Caledonian Sky dengan menggunakan hukum di Negara Indonesia sesuai pasal 18AB berdasarkan prinsip lex loci delicti. Kapal pesiar tersebut terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, dengan sengaja mematikan radar sinyal berlayar dan meneruskan perjalanannya tanpa memikirkan rusaknya terumbu karang. Perusahaan Noble Caledonian Sky bersedia bertanggungjawab terhadap rusaknya terumbu karang dan sepakat untuk membayar ganti kerugian baik kerugian materiil maupun immateriil.
Raja Ampat Islands are a water conservation area that has been established by the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Number 36/KEPMEN-KP/2014 concerning the Raja Ampat Islands Marine Protected Area in West Papua Province. MV Caledonian Sky is a Bahamas-flagged cruise ship in Indonesia, which ran aground and resulted in the destruction of coral reefs in the waters of Raja Ampat, Indonesia.
This research examines the unlawful act dispute committed by the MV Caledonian Sky cruise ship with the aim of knowing the state law used in resolving the dispute and the form of liability for losses from the MV. Caledonian SKY cruise ship for acts committed under Article 1365 of the Civil Code and Law No. .32 of 2009 concerning environmental protection and management.
This research is a type of normative juridical research with statutory approach, case approach and conceptual approach. The specification of the analytical descriptive research based on the data used is secondary data, by collecting data using literature studies which are presented through systematic and logical descriptions in the form of narrative text, then analyzed qualitatively normatively.
Based on the results of research and data analysis, the law used to resolve the MV. Caledonian Sky cruise incident uses Indonesian law according to article 18AB based on the principle of lex loci delicti. The cruise ship was proven to have committed an unlawful, by deliberately turning off the sailing signal radar and continuing its journey without thinking about the damage to the coral reefs. The Noble Caledonian Sky company is willing to take responsibility for the damage to coral reefs and agrees to pay compensation for both material and immaterial losses

3814444905J1E017015Developing Vocabulary Pocket Zine Media
(A Research and Development Study at Grade 7 Students of MTs Al-Ikhsan Beji
Kedungbanteng in the Academic Year 2023/2024)
Penelitian ini membahas tentang pengembangan media Vocabulary Pocket
Zine sebagai media dalam proses belajar dan mengajar Vocabulary. Pocket Zine
merupakan kombinasi dari pocketbook dan zine. Pocket book adalah buku mini
yang berisikan ringkasan dari materi dan zine adalah majalah mini yang dapat
dibuat oleh individual. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) Mengetahui persentasi
dari kelayakan media pocket zine. 2) Mengetahui bagaimana pocket zine
diimplementasikan di dalam kelas. 3) Mengetahui tantangan yang dihadapi guru
dan siswa dalam pengimplementasian pocket zine. Penelitian ini merupakan
sebuah penelitian Riset dan Pengembangan yang memproduksi dan
mengembangkan Vocabulary Pocket-Zine media. Dalam pengembangannya
penelitian ini menggunakan ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation) model sebagai instructional model.Sampel dalam
penelitian ini terdapat 31 siswa MTs. Penelitian ini menggunakan purposive
sampling dalam mengambil sample. Penelitian ini bersetting pada MTs Al-Ikhsan
Beji Kedungbanteng dan Universitas Jenderal Soedirman. Untuk mengambil data,
peneliti menggunakan questionnaire, documentation, and observation. Pengolahan
atau analisis data dalam penelitian ini menggunakan descriptive analysis.
Kesimpulan hasil dari penelitian ini ialah: 1) Berdasarkan hasil persentasi dari
material expert yaitu 100% dan media expert yaitu 94.44% menunjukkan bahwa
Pocket Zine merupakan media yang bagus untuk proses pembelajaran Vocabulary
bagi siswa MTs. 2) Pocket-Zine cenderung mudah diterapkan di kelas. 3)
Berdasarkan questionnaire siswa, Pocket-Zine cenderung berguna bagi siswa
dalam belajar Vocabulary.
This research discusses the development of Vocabulary pocket zine media
as a medium in the Vocabulary learning and teaching process. Pocket Zine is a
combination between pocketbook and zine. Pocket book is a mini book that
contains a summary of the material and zine is a mini magazine that can be made
by individuals. The objectives of thid research are: 1) to find out the percentage of
the fesibility of pocket zine media. 2) to know how pocket zine implemented in
the classroom. 3) to know the challenges faced by teacher and students in
implementing pocket zine. This research is a Research and Development Study
that produces and develops Vocabulary Pocket-Zine media. In its development,
this research used the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation) model as an instructional model. The sample in this study was 31
MTs students. This research uses purposive sampling in taking samples. This
research is set at MTs Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng and Jenderal Soedirman
University. To collect data, researchers used questionnaires, documentation, and
observation. Data processing or analysis in this research uses descriptive analysis.
The conclusions from this research are: 1) Based on the results of the percentage
of expert material, namely 100% and expert media, namely 94.44%, it shows that
Pocket Zine is a good media for the Vocabulary learning process for MTs
students. 2) Pocket-Zine tends to be easy to implement in the classroom. 3) Based
on student questionnaires, Pocket-Zine tends to be useful for students in learning
Vocabulary.
3814540822H1B019061Analisis Elemen Hingga Balok Beton Bertulang Tampang T dengan Perkuatan Momen Negatif Menggunakan Reinforced High Srength MortarStruktur beton bertulang dapat mengalami kegagalan struktur. Kegagalan struktur dapat disebabkan oleh pekerja itu sendiri yaitu saat proses perencanaan maupun pelaksanaan. Oleh karena itu, perkuatan struktur diperlukan sebagai upaya pencegahan terjadinya kegagalan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan hasil Metode Elemen Hingga (MEH) dengan eksperimental pada balok beton bertulang tampang T dengan perkuatan High Strength Mortar (HSM) di daerah momen negatif. Daerah momen negatif merupakan daerah kritis dikarenakan memiliki nilai maksimum baik untuk momen maupun gaya geser. Penelitian ini menggunakan 3 benda uji yaitu balok tanpa perkuatan (BK), balok perkuatan HSM diameter 13 mm (BM-13), dan balok perkuatan HSM diameter 16 mm (BM-16) untuk memperoleh hasil analisis berupa kapasitas beban lentur, daktilitas, kekakuan, penyerapan energi, dan pola keruntuhan. Hasil analisis divalidasi dengan Normalized Mean Square Error (NMSE). Kapasitas beban lentur, daktilitas, kekauan, dan penyerapan energi memiliki nilai NMSE masing-masing sebesar 0,000116, 0,0002705, 0,00162, dan 0,23. Balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol pada kapasitas beban lentur, kekakuan, dan penyerapan energi. Sementara itu, daktilitas balok perkuatan menurut klasifikasi indeks daktilitas komponen yang ditetapkan oleh ASCE/SEI 41-06 (ASSRS Committee, 2007) merupakan kategori daktilitas sedang. Pola keruntuhan yang terjadi pada pemodelan MEH memperlihatkan bahwa seluruh model benda uji mengalami keruntuhan lentur dengan retakan awal dimulai dari tengah bentang kemudian menjalar ke tengah balok.Reinforced concrete structures can experience structural failure. Structural failure can occur due to human errors during both the planning and execution processes. Therefore, structural reinforcement is necessary in an effort to prevent structural failures. This research aims to compare the results of the Finite Element Method (FEM) with experimental results on T-shaped reinforced concrete beams strengthened with High Strength Mortar (HSM) in the negative moment region. The negative moment region is a critical area as it has maximum values for both moment and shear force. This study uses three test specimens: a beam without reinforcement (BK), a beam HSM reinforced with 13 mm diameter (BM-13), and a beam HSM reinforced with 16 mm diameter (BM-16) to obtain analysis results, including bending load capacity, ductility, stiffness, energy absorption, and failure patterns. The analysis results are validated using the Normalized Mean Square Error (NMSE). The NMSE values for bending load capacity, ductility, stiffness, and energy absorption are 0,000116, 0,0002705, 0,00162, and 0,23, respectively. The reinforced beams show improvement compared to the control beam in terms of bending load capacity, stiffness, and energy absorption. Meanwhile, the ductility of the reinforced beams, according to the ductility demand classification set by ASCE/SEI 41-06 (ASSRS Committee, 2007), is falls under the category of moderate ductility. The failure pattern that occurred in the FEM modeling shows that all test specimen models experience flexural failure, with initial cracks starting from the middle of the span and propagating towards the center of the beam.
3814640823J1E016028STUDENTS’ PERCEPTIONS ON ONLINE TEACHING INTERNSHIP PROGRAM AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN PURWOKERTO DURING THE COVID-19 PANDEMICDalam beberapa tahun terakhir, virus COVID-19 telah memaksa penduduk untuk sementara waktu menghentikan aktivitas mereka, termasuk kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan yang harus dipindahkan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap program Pengenalan Lapangan Persekolahan online di sekolah menengah atas di Purwokerto selama pandemi. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, yang memungkinkan pemahaman yang komprehensif tentang topik dan menghasilkan wawasan baru. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner dan wawancara dengan mahasiswa dari angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa adalah positif dengan 100% peserta setuju bahwa program ini merupakan cara yang tepat untuk melakukan magang selama kondisi pandemi yang mendapat dukungan dari 92% peserta dan 69% dari mereka setuju bahwa program ini terlaksana sesuai harapan. Mahasiswa menghadapi berbagai kendala selama program magang pengajaran mereka, termasuk masalah pribadi, partisipasi kelas, masalah koneksi internet yang buruk ,pengelolaan kelas, metode pengajaran, masalah emosional, penyesuaian dengan siswa, dan kualitas supervisi dengan masalah koneksi internet yang buruk sebagai masalah paling sering ditemui dan mengelola siswa sekolah sebagai masalah yang paling sulit. Mahasiswa sebagian besar memecahkan masalah mereka melalui diskusi dengan rekan mereka, dosen, dan guru. Untuk meningkatkan program ini, mahasiswa menyarankan perbaikan dalam persiapan, alokasi data internet, koordinasi elemen magang, dan pedoman. Signifikansi teoritis dari penelitian ini terletak pada memberikan wawasan tentang persepsi dan masalah mahasiswa terkait program Pengenalan Lapangan Persekolahan Daring. Ini dapat berfungsi sebagai referensi bagi lembaga dan peneliti lain dalam mengimplementasikan dan meningkatkan program magang online. Dari segi praktis, temuan penelitian dapat memberi informasi kepada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unsoed tentang tantangan dan area untuk perbaikan dalam program ini. Kesimpulannya, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang persepsi, masalah, solusi, dan saran mahasiswa mengenai program Pengenalan Lapangan Persekolahan Daring selama pandemi COVID-19. Ini memberikan wawasan berharga bagi lembaga dan peneliti dalam meningkatkan program dan berfungsi sebagai referensi untuk penelitian masa depan.
Kata Kunci: Persepsi, Daring, PLP, Pandemi
In the last few years, the COVID-19 virus has forced the inhabitants of the earth to temporarily stop their activities, including face-to-face teaching internship activities which had to be moved to an online mechanism. This research aims to discuss students' perceptions of the online teaching internship program at a high school in Purwokerto during the pandemic. The study utilizes a descriptive qualitative research design, allowing for a comprehensive understanding of the topic and generating new insights. The data collection methods include questionnaires and interviews with students from the batch 2017 of English Education Study Program at Jenderal Soedirman University. The research findings indicate that students’ perceptions are positive with 100% of the participants agreeing that this program was an appropriate way to conduct an internship during the pandemic condition which got support from 92% of the participants and 69% of them agreed that the program was done as expected. Students face various constraints during their teaching internship programs, including personal matters, class participation, class management, poor internet connection, instructional methods, emotional issues, adjusting to students, and quality of supervision with poor internet connection as the most common problem and managing students as the most difficult problem. The students solve their problems mostly through discussions with their colleagues, lecturers, and teachers. To improve the program, students suggest improvements in preparation, internet data allocation, coordination of internship elements, and guidelines. The theoretical significance of this research lies in providing insights into students' perceptions and problems related to the online teaching internship program. It can serve as a reference for institutions and other researchers in implementing and improving online internship programs. From a practical standpoint, the research findings can inform the English Education Department of Unsoed about the challenges and areas for improvement in the program. In conclusion, this research contributes to the understanding of students' perceptions, problems, solutions, and suggestions regarding the Online Teaching Internship program during the COVID-19 pandemic. It provides valuable insights for institutions and researchers in improving the program and serves as a reference for future studies.
Keywords: Perception, Online, Teaching Internship, Pandemic
3814740824C1L019033PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN SELF-DIRECTED LEARNING (SDL) SEBAGAI VARIABEL MODERASIPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan Learning Management System (LMS) terhadap kualitas pembelajaran dengan Self-Directed Learning (SDL) sebagai variabel moderasi pada mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2020, 2021 dan 2022 dengan menggunakan teknik proportional random sampling dan jumlah sampel yaitu 87 responden. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran; (2) LMS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran; (3) SDL memoderasi pengaruh literasi digital terhadap kualitas pembelajaran; dan (4) SDL memoderasi pengaruh LMS terhadap kualitas pembelajaran. This research is a quantitative study that aims to analyze the effect of digital literacy and the Learning Management System (LMS) on the quality of learning with Self-Directed Learning (SDL) as a moderating variable for students majoring in Economics and Development Studies (IESP) Faculty of Economics and Business, University of Jenderal Sudirman. Data collection method used in this study is to use a questionnaire. The population used was students majoring in Economics and Development Studies (IESP) at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University, class of 2020, 2021 and 2022 using a proportional random sampling technique and a sample size of 87 respondents. Hypothesis testing in this study was carried out using multiple linear regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The results of the study show: (1) digital literacy has a positive and significant effect on the quality of learning; (2) LMS has a positive and significant effect on the quality of learning; (3) The effect of digital literacy SDL memory on the quality of learning; and (4) the moderating effect of LMS SDL on the quality of learning.
3814840825G1B019047HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI AIR TANAH DENGAN INDEKS KALKULUS PADA PENDUDUK DAERAH TANAH BERKAPUR DI DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASKalkulus atau karang gigi adalah massa padat berupa kumpulan plak yang mengalami kalsifikasi hingga terbentuk dan melekat pada permukaan gigi. Kalkulus dalam rongga mulut seseorang dapat diukur dengan menggunakan indeks kalkulus. Pembentukan kalkulus dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu konsumsi air dengan kandungan zat kapur yang tinggi. Kandungan zat kapur yang tinggi pada air tanah biasa ditemui pada daerah tanah berkapur, salah satunya yaitu Desa Darmakradenan yang terletak di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Hasil tes Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa uji kesadahan pada 4 sampel air tanah memiliki rata-rata 169,4 mg/liter dengan hasil tertinggi sebesar 183,32 mg/liter dan terendah yaitu 159,75 mg/liter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi air tanah dengan indeks kalkulus pada penduduk daerah tanah berkapur di Desa Darmakradenan. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Darmakradenan yang mengonsumsi air tanah dan air minum isi ulang. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 90 orang. Responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok responden yang mengonsumsi air tanah dan kelompok air minum isi ulang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi air tanah dengan indeks kalkulus (p<0,05), Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan dengan tingkat keeratan rendah antara konsumsi air tanah di daerah berkapur dengan indeks kalkulus.Dental calculus or tartar is a solid mass in the form of a collection of plaque that undergoes calcification until it forms and sticks to the tooth surface. Calculus in a person's oral cavity can be measured using the calculus index. The formation of calculus is influenced by several factors, one of which is the consumption of water with a high lime content. High lime content in groundwater is found in many areas of karst, one of which is Darmakradenan Village, which is located in Ajibarang District, Banyumas Regency. Test results from the Public Health of Banyumas District Laboratory showed that the hardness test on 4 groundwater samples had an average of 169.4 mg/liter with the highest yield is 183.32 mg/liter and the lowest is 159.75 mg/liter. The purpose of this study was to determine the relationship between groundwater consumption and calculus index in residents of karst area in Darmakradenan Village. This research method was analytic observational with a cross sectional approach. The population in this study were residents of Darmakradeden Village who consumed groundwater and refill drinking water. Research respondents were selected using a purposive sampling technique with a total of 90 people. Respondents were divided into 2 groups, namely the group of respondents who consumed groundwater and the group who consumed refill drinking water. Data analysis was performed using the chi square test. The results of the analysis show that there is a relationship between groundwater consumption and the calculus index (p<0.05). The conclusion of this study was that there is a relationship with a low degree of closeness between groundwater consumption in calcareous areas and the calculus index.
3814940826K1C019022Pengaruh H2O2 Terhadap Sifat Optik, Struktur, dan Kemampuan Fotokatalisis ZnO yang Disintesis dengan Metode Laser Ablasi - HidrotermalEfisiensi fotokatalis ZnO sebagai pendegradasi limbah zat warna dapat ditingkatkan dengan modifikasi nanostruktur dalam bentuk nanowires. Penelitian ini bertujuan membuat fotokatalis ZnO nanowires dengan variasi H2O2 sebanyak 0, 0,5, 1, dan 2 ml yang disintesis dengan metode laser ablasi-hidrotermal. Penambahan H2O2 berfungsi mengontrol jumlah, panjang, dan diameter nanowires. Karakterisasi dilakukan menggunakan Spektroskopi UV-VIS, Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil spektroskopi UV-VIS menghasilkan energi gap ZnO pada rentang 3,07-3,27 eV. Morfologi ZnO menunjukkan semakin banyak H2O2 mengakibatkan peningkatan jumlah, panjang, dan diameter nanowires. ZnO menghasilkan fasa zincite dengan struktur heksagonal (wurtzite) dan ukuran kristal meningkat seiring penambahan H2O2. Uji degradasi terhadap Rhodamine 6G mengindikasikan bahwa performa terbaik ditunjukkan sampel ZnO-B yang menghasilkan persen degradasi hingga 88% dengan waktu penyinaran selama 30 menit. Komposisi terbaik pada pembentukan fotokatalis ZnO didapatkan pada variasi 0,5 ml H2O2.The efficiency of ZnO photocatalysts as degraders of dye waste can be improved by modification of nanostructures in the form of nanowires. This study aims to make ZnO nanowires photocatalysts with variations of H2O2 as much as 0, 0.5, 1, and 2 ml synthesized by hydrothermal-ablation laser method. The addition of H2O2 controls the number, length, and diameter of nanowires. Characterization was performed using UV-VIS Spectroscopy, Scanning Electron Microscope - Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), and X-Ray Diffraction (XRD). UV-VIS spectroscopy results in ZnO gap energy in the range of 3.07-3.27 eV. ZnO morphology shows more H2O2 resulting in an increase in the number, length, and diameter of nanowires. ZnO produces a zincite phase with a hexagonal structure (wurtzite) and the crystal size increases with the addition of H2O2. Degradation tests against Rhodamine 6G indicate that the best performance is shown by ZnO-B samples which produce a degradation percent of up to 88% with an irradiation time of 30 minutes. The best composition in the formation of ZnO photocatalysts is obtained in a variation of 0.5 ml H2O2.
3815040827L1C016054Ocean Heat Content (OHC) di Perairan Selatan Jawa-LombokOcean Heat Content (OHC) merupakan panas yang diserap oleh lautan, yang disimpan sebagai energi dalam atau entalpi. Nilai OHC mulai mengalami peningkatan yang signifikan seiring pemanasan global, baik pada perairan global maupun perairan samudra. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi musiman OHC dan hubungannya dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di perairan selatan Jawa-Lombok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi untuk melihat variasi musiman dan dianalisis menggunakan cross correlation untuk mengetahui hubungan OHC dan IOD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa OHC di perairan selatan Jawa-Lombok saat musim barat dan timur cenderung mengalami penurunan, sedangkan pada musim peralihan I dan II mengalami peningkatan. Kemudian variasi OHC dengan IOD memiliki hubungan yang bertolak belakang dengan nilai korelasi yang semakin rendah ke arah timur dan jeda waktu kejadian yang semakin lama.Ocean Heat Content (OHC) is the heat absorbed by the ocean, which is stored as internal energy or enthalpy. OHC values began to experience a significant increase along with global warming, both in global waters and oceanic waters. This study was conducted to determine how the seasonal variation of OHC and its relationship with the Indian Ocean Dipole (IOD) phenomenon in the southern waters of Java-Lombok. This research was used observation method to see seasonal variations and cross correlation analysis to determine the relationship between OHC and IOD. The results showed that OHC in the southern waters of Java-Lombok during the west and east seasons tends to decrease, while in the first and second transition seasons it will increase. Then the variation of OHC with IOD has an opposite relationship with a correlation value that is getting lower towards the east and the time lag of the event is getting longer.
3815140828I1E018061PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK TERHADAP PENINGKATAN SEPAK SILA PADA SISWA KELAS V
SD NEGERI 2 KEDUNGJATI
Sepak takraw adalah gabungan dari sepak bola dan bola voli yang dimainkan di lapangan yang ukurannya sama dengan lapangan bulutangkis pemain ganda, yang selama pertandingan bola tidak boleh menyentuh tangan. Sepak sila (timangan) adalah kemampuan menimang bola sangat dominan mulai dari permulaan permainan sampai membuat angka. Berdasarkan pada prestasi siswa dicabang olahraga sepak takraw belum memiliki prestasi yang signifikan dibandingkan dengan cabang olahraga lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi, menambah minat, meningkatkan bakat, dan mengembangkan prestasi siswa SD Negeri 2 Kedungjati khususnya dalam bidang olahraga sepak takraw. Pada penelitian ini menggunakan metode Eksperimen, dengan desain two group pretest and posttest design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 anak. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikasi <0,05 yang dibantu dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil uji paired sample t-test dengan kelompok bola plastik statis memperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 dan kelompok bola plastik dinamis dengan nilai signifikan sebesar 0,001. Hasil uji independent t-test dari kedua kelompok menunjukkan hasil yang sama nilai signifikan sebesar 0,703. Ada pengaruh signifikan dari latihan menggunakan bola plastik statis dan bola plastik dinamis terhadap peningkatan sepak sila. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment.

Sepak takraw is a combination of soccer and volleyball which is played on a court the same size as a doubles badminton court, during which the ball may not touch the hands. Silat football (timangan) is the ability to rock a ball which is very dominant from the beginning of the game to making points. Based on the achievements of students in the sport of takraw, they have not had significant achievements compared to other sports. This study aims to explore potential, increase interest, increase talent, and develop the achievements of SD Negeri 2 Kedungjati students, especially in the field of takraw. In this study, the experimental method was used, with a two group pretest and posttest design. The sample in this study amounted to 20 children. The data analysis technique used the t-test with a significance value of <0,05 which was assisted by the SPSS version 25 application. The results of the paired sample t-test with the static plastic ball group obtained a significant value of 0,001 and the dynamic plastic ball group with a significant value of 0,001. The results of the independent t-test of the two groups showed the same significant value of 0,703. There is a significant effect of training using a static plastic ball and a dynamic plastic ball on the improvement of Silas. There was no significant difference between the two treatments.
3815244309J1D020005Karakteristik dan Kontinuitas pada Cerita Pendek Karya Siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh dan SMA Negeri 1 Sumpiuh dengan Media Film Pendek Berjudul "Mila"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan Kontinuitas pada Cerita Pendek Karya Siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh dan SMA Negeri 1 Sumpiuh melalui Media Film Berjudul "Mila". Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa SMP dan SMA mengenai mentari pembelajaran menulis teks cerita pendek. Bentuk penelitian ini adalah kualitatif dengan data berasal dari kutipan cerita pendek karya siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh dan Siswa SMA Negeri 1 Sumpiuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mode unjuk kerja (tes), analisis teks, dan kepustakaan. Analisis data yang penulis gunakan adalah model Miles and Huberman. Teknik yang dilakukan untuk menguji validasi isi pada penelitian ini adalah teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: (1) Karakteristik unsur intrinsik cerita pendek karya siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh, (2) Karakteristik unsur intrinsik karya siswa SMA Negeri 1 Sumpiuh, (3) Kontinuitas cerita pendek karya siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh dan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Sumpiuh, dan (4) Meteri tambahan menulis cerita pendek pada siswa SMP dan siswa SMA.This study aims to determine the characteristics and Continuity in Short Stories by Students of Junior High School 01 Sumpiuh and Senior High School 01 Sumpiuh through Film Media Titled "Mila". The background of this research is the lack of understanding of junior and senior high school students about the learning sun of writing short story texts. The form of this research is qualitative with data derived from short story excerpts by junior high school students of 01 Sumpiuh and senior high school students of 01 Sumpiuh. The data collection techniques used were performance mode (test), text analysis, and literature. The data analysis that the author used was the Miles and Huberman model. The technique used to test the content validation in this research is triangulation technique. The results of this study are as follows: (1) Characteristics of the intrinsic elements of short stories by Junior High School 01 Sumpiuh students, (2) Characteristics of the intrinsic elements by Senior High School 1 Sumpiuh students, (3) Continuity of short stories by Junior High School 01 Sumpiuh students and short stories by Senior High School 01 Sumpiuh students, and (4) Additional short story writing materials for junior high school students and high school students.
3815344310J1D020026Rekonstruksi Soal Penilaian Sumatif Akhir Tahun Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Lumbir Tahun Pelajaran 2022/2023Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai yang diperoleh oleh peserta didik kelas VII dan VIII dalam pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas soal PSAT mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII dan VIII serta merekonstruksinya agar menghasilkan instrumen penilaian yang berkualitas baik dan memenuhi validitas isi. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Soal yang dianalisis adalah 40 butir soal pilihan majemuk dan 5 soal uraian. Kualitas soal pada penelitian ini diinterpretasikan berdasarkan validitas isi, daya pembeda, dan tingkat kesukaran serta efektivitas pengecoh untuk soal pilihan majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal PSAT kelas VII terdiri atas 3 butir soal berkualitas sangat baik, 19 butir soal baik, 15 butir soal cukup baik, dan 8 butir soal buruk, sedangkan soal PSAT kelas VIII terdiri atas 11 soal berkualitas sangat baik, 15 butir soal baik, 11 soal cukup baik, 7 soal buruk, dan 1 soal sangat buruk. Sementara itu, rekonstruksi soal dilakukan berdasarkan validitas isi soal. Data validasi isi diperoleh dari lima orang ahli pada bidang pendidikan Bahasa Indonesia. Hasil validasi ahli kemudian dihitung menggunakan formula V Aiken’s dan diperoleh 22 butir soal kelas VII dan 8 soal kelas VIII yang tidak valid karena memperoleh indeks V kurang dari 0,78. Butir soal yang memperoleh indeks V kurang dari 0,78 diperbaiki berdasarkan hasil telaah butir soal dan saran ahli. Setelah direkonstruksi, butir soal diuji kembali validitas isinya dan telah memperoleh indeks V yang baik, yaitu 1,00. Rekonstruksi juga dilakukan terhadap kelengkapan instrumen penilaian seperti kisi-kisi, kunci jawaban dan pedoman penskoran sehingga dihasilkan instrumen penilaian yang berkualitas baik dan layak digunakan pada penilaian hasil belajar.This research was motivated by the low scores obtained by grade VII and VIII students in the implementation of the End of Year Summative Assessment (PSAT). The aim of this research is to determine the quality of the PSAT items for Indonesian language subjects for grade VII and VIII and to reconstruct them to produce a good quality assessment instrument that have good content validity. This research is a mixed methods research that combines qualitative and quantitative research approaches. The test being analyzed are 40 multiple choice items and 5 essay items. The quality of the items in this study was interpreted based on content validity, discriminating power, and level of difficulty, and effectiveness of distractors for multiple choice questions. The results of the study showed that the PSAT class VII items consisted of 3 very good quality items, 19 good quality items, 15 items with fairly good quality, and 8 poor quality items, while the PSAT class VIII items consisted of 11 items with very good quality, 15 items are good, 11 items are quite good, 7 items are bad, and 1 item is very bad. Meanwhile, item reconstruction is carried out based on the validity of the item content. Content validation data was obtained from five Indonesian Language literature ekspers. The eksper validation results were then calculated using Aiken's V formula and obtained 22 items from grade VII and 8 items from grade VIII were invalid because they obtained theV index less than 0,78 . Item items that obtain a V index of less than 0,78 are corrected based on the results of the item item review and eksper advice. After being reconstructed, the items were tested for content validity and obtained v index is 1,00 which means the items have good quality. Reconstruction was also carried out on the completeness of instruments such as outline, answer key, and scoring guideline so that the instrument have a good quality and suitable to use in assessing learning outcomes.
3815440829B1A018095Keanekaragaman Pohon Peneduh Jalan di Kota PurwokertoPohon peneduh jalan merupakan tanaman yang sengaja ditanam di bahu jalan yang memiliki tajuk dan daun yang lebat serta batang cukup tinggi dan kuat sehingga tidak mudah roboh dan tidak mengganggu pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh jalan, indeks keanekaragaman, indeks kesamaan komunitas, serta tingkat kesesuaian jenis pohon peneduh jalan dengan kriteria pohon peneduh jalan di kota Purwokerto. Penelitian menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel sistematik sampling. Penelitian dilakukan di jalan kota Purwokerto, kabupaten Banyumas meliputi Jl. Gerilya, Jl. Suparjo Rustam, Jl. dr. Soeparno, dan Jl. Ahmad Jaelani. Pengambilan sampel dilakukan bulan September sampai Desember 2022. Variabel yang digunakan adalah keanekaragaman jenis pohon dan karakter morfologi pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman pohon peneduh jalan kota Purwokerto tergolong rendah hingga sedang, terdiri dari 19 jenis pohon peneduh. Indeks kesamaan komunitas pohon peneduh jalan antar kategori jalan di kota Purwokerto memiliki indeks kesamaan komunitas yang relatif rendah. Terdapat jenis-jenis pohon yang tidak sesuai dengan kriteria tingkat kesesuaian pohon peneduh jalan meliputi buah yang berukuran besar, jarak penanaman pohon peneduh jalan yang tidak sama, tinggi pohon yang melebihi tinggi kabel pada tiang listrik, cabang serta ranting yang menjuntai ke bawah, tajuk pohon yang tidak teratur, daun yang meranggas, batang yang mudah rapuh, dan memiliki bentuk bunga yang berbahaya.

Kata kunci : jalan, keanekaragaman, pohon, peneduh, Purwokerto
A roadside tree is a plant intentionally grown on the roadside that has a thick canopy and leaves and a shaft high enough and strong enough to fall down without bothering the travelers. The purpose of this study was to determine the types of road shade trees, diversity index, community similarity index between road categories, and the level of suitability of road shade tree species with road shade tree criteria in Purwokerto city. The method used is survey method, by systemic sampling of samples. Research is conducted on several Purwokerto city streets, Banyumas district covers Jl. Gerilya, Jl. Suparjo Rustam, Jl. dr. Soeparno, and Jl. Ahmad Jaelani. Samples were taken September through December 2022. The variables used were the diversity of trees and the character morphology of trees. The research showed that the diversity index of Purwokerto city road shade trees was classified as low to medium, consisting of 19 types of shade trees. The community similarity index of street shade trees between road categories in Purwokerto city has a relatively low community similarity index. Street shade trees in Purwokerto city still have tree species that are not in accordance with the criteria for the level of suitability of street shade trees including large fruit, unequal street shade tree planting distance, tree height that exceeds the height of cables on electric poles, branches and twigs that dangle down, irregular tree crowns, deciduous leaves, easily brittle stems, and have dangerous flower shapes.

Key Words : road, diversity, trees, shade, Purwokerto
3815544311J1D020058Kesantunan Berbahasa dalam Proses Pembelajaran pada Siswa Kelas VIIdi SMP Negeri 1 LumbirPenelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa tidak resmi yang mengakibatkan proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumbir menjadi terganggu. Hal tersebut terjadi karena latar belakang siswa berasal dari keluarga minim pendidikan dan mayoritas tinggal bersama dengan kakek neneknya yang secara otomatis pemerolehan bahasa pertama mereka adalah bahasa daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuin pelanggaran dan pematuhan yang ada adal proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumbir. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan siswa yang melakukan pelanggaran dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tenik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) penemuan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa pada proses pembelajaran di SMP Negeri satu Lumbir terdapat 10 data; (2) penemuan pematuhan maksim kesantunan berbahasa pada proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Lumbir terdapat 35 data. Berdasarkan hal tersebut sebagian besar siswa SMP Negeri 1 Lumbir dalam proses pembelajaran masih mematuhi tata aturan bahasa yang baik, meskipun masih ada beberapa yang melakukan pelanggaran. This research was motivated by the use of unofficial language which resulted in the learning process at SMP Negeri 1 Lumbir being disrupted. This happens because the students' backgrounds come from families with minimal education and the majority live with their grandparents who automatically acquire their first language as a regional language.. The goal of this research is to determine existing violations and compliance in the learning process at SMP Negeri 1 Lumbir. This research uses qualitative research technique. The collected data used in this research are the speech of students who violate and comply with the principles of language politeness. The data collection techniques used in this research are skillful listening, recording, and note-taking techniques. The results of this research are: (1) there were 10 findings on violations of language politeness maxims in the learning process at SMP Negeri 1 Lumbir; (2) the discovery of compliance with language politeness maxims in the learning process at SMP Negeri 1 Lumbir contained 35 data. Based on the results, the majority of students at SMP Negeri 1 Lumbir in the learning process still adhere to good language rules, although there are still some who commit violations.
3815640831I1A019023Analisis Faktor yang Berpengaruh terhadap Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) di Puskesmas KedungbantengLatar Belakang: Berdasarkan data Globocan, insidensi kanker payudara di Indonesia mencapai 11,5%, dengan 12,5% kasus baru dan mortalitas mencapai 7,1%. Sehingga berdasarkan Permenkes RI Nomor 29 Tahun 2017, SADANIS ditetapkan sebagai program pemerintah untuk upaya pencegahan kanker payudara. Teori Precede-Proceed menyatakan bahwa perilaku kesehatan ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Puskesmas Kedungbanteng memiliki cakupan SADANIS dengan persentase tertinggi di Kabupaten Banyumas (8,4%).
Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorr yang berepengaruh terhadap perilaku SADANIS di Puskesmas Kedungbanteng.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan populasi penelitian 6.966 WUS 30 – 50 tahun. Sampel sebanyak 128 responden dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: hasil penelitian yang menunjukan variabel yang berhubungan dengan perilaku SADANIS yaitu pengetahuan, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan (p-value=0,010;0,000;0,011;0,001). Sedangakan yang tidak berhubungan adalah pendidikan, riwayat keluarga, dan sikap (p-value=0,904;0,239;0,415). Faktor yang mempengaruhi perilaku SADANIS adalah pengetahuan (p:0,027;OR:3,274), keterpaparan informasi (p:0,008;OR:16,658), dan dukungan tenaga kesehatan (p:0,037;OR:3,328).
Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi deteksi dini kanker payudara metode SADANIS di Puskesmas Kedungbanteng adalah pengetahuan, keterpaparan informasi, dan dukungan tenaga kesehatan
Background: Based on Globocan, the incidence of breast cancer in Indonesia reaches 11.5%, with 12.5% of new cases and mortality reaching 7.1%. Based on Permenkes RI, SADANIS was established as a government program to prevent breast cancer. Precede-Proceed theory states that health behavior is determined by three main factors, namely predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. Health Center has the highest percentage of SADANIS coverage in Banyumas Regency (8.4%).
Objective: To determine the factors that affecting SADANIS behavior at the Kedungbanteng Health Center.
Methods: This study was a quantitative method with a cross-sectional design with a study population of 6,966 women aged 30-50 years. Sample of this research 128 respondents with cluster random sampling technique, and using questionnaire instrument. Data analysis performed was univariate, bivariate with the chi-square test, and multivariate with the logistic regression test.
Results: The results of the study show that the variables related to SADANIS behavior are knowledge, information exposure, family support, and health worker support (p-value=0.010;0.000;0.011;0.001). While those that are not related are education, family history, and attitude (p-value = 0.904; 0.239; 0.415). Factors affecting SADANIS behavior were knowledge (p:0.027;OR:3.274), information exposure (p:0.008;OR:16.658), and support of health workers (p:0.037;OR:3.328).
Conclusion: Factors that influence the early detection of breast cancer by the SADANIS method at the Kedungbanteng Health Center are knowledge, information exposure, and support from health workers
3815740832I1C019028UJI AKTIVITAS NEFROPROTEKTIF NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) BERBASIS KITOSAN TERHADAP VERO CELL LINEABSTRAK
UJI AKTIVITAS NEFROPROTEKTIF NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL SAMBILOTO (Andrographis paniculata) BERBASIS KITOSAN TERHADAP VERO CELL LINE
Nabilah1 , Dhadhang Wahyu Kurniawan2 , Nunuk Aries Nurulita2
Latar Belakang: Agen nefroprotektif adalah substansi yang memiliki aktivitas melindungi ginjal dari nefrotoksisitas. Tanaman obat dikenal memiliki komponen kimia yang kompleks dan senyawa aktif yang bervariasi. Beberapa diantaranya menunjukkan potensi nefroprotetif. Sambiloto adalah salah satu diantaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi nefroprotektif dari nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan menggunakan vero cell line
Metodologi: Penelitian eksperimental ini dilakukan secara in vitro menggunakan vero cell line dan hasil viabillitas dianalisis secara statistika.
Hasil Penelitian: Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto memiliki %viabilitas 107,258-97,251% pada konsentrasi 50-1000 ppm. Selain itu, nanosambiloto berbasis kitosan konsentrasi 500 ppm pada uji protektif akut memiliki kemampuan proteksi sebesar 3,26%; kemampuan me-recovery sebesar 4,35%-21,01% pada konsentrasi 100-500 ppm pada uji recovery; serta 5,01%-14,24% pada konsentrasi 100-500 ppm pada uji proteksi kronis.
Kesimpulan: Nanopartikel ekstrak etanol sambiloto berbasis kitosan bersifat tidak toksik dan memiliki kemampuan nefroprotektif baik pada uji recovery maupun proteksi
ABSTRACT
NEPHROPROTECTIVE ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT NANOPARTICLES (Andrographis paniculata) CHITOSAN BASED ON VERO CELL
Nabilah1 , Dhadhang Wahyu Kurniawan2 , Nunuk Aries Nurulita2
Background : Nephroprotective agents are substances that have activity to protect the kidney from nephrotoxicity. Medicinal plants are known to have complex chemical components and various active compounds. Some of them show nephroprotective potential. Sambiloto is one of them. This study aims to determine how much the nephroprotective potential of nanoparticles of chitosan-based ethanol extract of Sambiloto uses the Vero cell line.
Methodology : This experimental research was designed in vitro with Vero Cell and viability results were analyzed statistically
Results : Sambiloto ethanol extract nanoparticles have a %viability of 107.258-97.251% at a concentration of 50-1000 ppm. In addition, chitosan-based nanosambiloto concentration of 500 ppm in the acute protective test had a protective ability of 3.26%; recovery ability of 4.35%-21.01% at a concentration of 100-500 ppm in the recovery test; and 5.01%-14.24% at a concentration of 100-500 ppm in the chronic protection test.
Conclusion: Nanoparticles of ethanol extract of sambiloto based on chitosan are non-toxic and have nephroprotective abilities in both recovery and protection tests.
3815844726F1B020053NETWORKING GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SULAP SAMPAH BERUBAH UANG (SUMPAH BERUANG) DI KABUPATEN BANYUMASAdanya Kebijakan “Sumpah Beruang” di Kabupaten Banyumas sebagai inovasi dalam pengelolaan sampah, namun informasi mengenai Kebijakan “Sumpah Beruang” tidak menyebar dengan luas ke masyarakat. Tidak meratanya penyebaran informasi tersebut menimbulkan pertanyaan seperti apa proses network governance yang terjadi dalam Kebijakan “Sumpah Beruang”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menggambarkan, dan mengetahui seperti apa networking governance dalam implementasi Kebijakan “Sumpah Beruang” di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kebijakan “Sumpah Beruang” cenderung menggunakan bentuk Participant/Shared Governed Network. Namun, penggunaan bentuk ini belum optimal karena keterbatasan interaksi antara masyarakat dan anggota jaringan lainnya, menyebabkan informasi mengenai kebijakan tidak tersebar merata.The existence of the "Sumpah Beruang" policy in Banyumas Regency is an innovation in waste management, but information about the "Sumpah Beruang" policy does not spread widely to the community. The uneven distribution of information raises the question of what kind of network governance process occurs in the "Sumpah Beruang" Policy. This research aims to describe, illustrate, and find out what networking governance looks like in the implementation of the "Sumpah Beruang" Policy in Banyumas Regency. The research method used in this research is qualitative with data collection through interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of the "Sumpah Beruang" Policy tends to use the Participant/Shared Governed Network form. However, the use of this form has not been optimal due to limited interaction between the community and other network members, causing information about the policy to be unevenly distributed.
3815944906I1G022001ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BATURRADEN I KABUPATEN BANYUMASAnalisis Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah yang Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Baturraden I Kabupaten Banyumas
Latar belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia. Kejadian tuberkulosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor lingkungan rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor lingkungan rumah (Kepadatan hunian, jenis dinding, ventilasi rumah, dan jenis lantai) terhadap kejadian tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Baturraden 1.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol yang meneliti pengaruh variabel lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis. Sampel penelitian terdiri dari 48 kasus tuberkulosis dan 48 kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2023. Data penelitian dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS 23.
Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis di wilayah Puskesmas Baturraden 1 adalah kepadatan hunian (p value 0,025 OR: 5,549 95%CI: 1,362-22,604). Artinya responden yang tinggal di rumah dengan kepadatan yang tidak memenuhi syarat berisiko 5,549 kali lebih besar menderita tuberkulosis dibanding dengan responden yang tinggal di rumah dengan kepadatan penduduk memenuhi syarat. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis adalah jenis lantai, jenis dinding, dan ventilasi rumah.
Kesimpulan: Faktor risiko kejadian tuberkulosis adalah kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
Kata kunci: Tuberkulosis, lingkungan rumah, kepadatan hunian
Analysis of Risk Factors of the Physical Environment of the House that Affect the Incidence of Tuberculosis in the Baturraden I Health Center Area,
Banyumas Regency

Background: Tuberculosis is an infectious disease that is a serious health problem in Indonesia. Various factors including home environmental factors can cause the incidence of tuberculosis. This study aimed to analyze the influence of home environmental factors (occupancy density, wall type, house ventilation, and floor type) on the incidence of tuberculosis in the Baturraden 1 Health Center Area.
Methodology: This study is an analytical study with a case-control approach that examines the influence of home physical environment variables on the incidence of tuberculosis. The study sample consisted of 48 tuberculosis cases and 48 controls. The research instrument used questionnaires and observation sheets. Data collection will take place in December 2023. The study data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately using SPSS 23.
Results: The results of the analysis showed that the variable that influenced the incidence of tuberculosis in the Baturraden 1 Health Center area was occupancy density (p-value
0.025 OR: 5.549 95%CI: 1.362-22.604). This means that respondents who live in homes with ineligible densities are 5,549 times more likely to suffer from tuberculosis than respondents who live in homes with qualified population densities. Variables that do not affect the incidence of tuberculosis are the type of floor, type of wall, and ventilation of the house.
Conclusion: The risk factor for tuberculosis is occupancy density which does not meet health requirements.
Keywords: Tuberculosis, Physical Environment of the House, Density of House
3816040836C2C021011Factors Causing delayed Claims at the Hospital in Collaboration With Health Social Security Agency (BPJS) branch office of TasikmalayaLatar Belakang: Upaya Pemerintah dalam meringankan biaya pelayanan kesehatan dan meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia telah dijalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), BPJS Kesehatan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial yang bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk membantu rakyat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Rumah Sakit merupakan salah fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang melayani peserta JKN dengan syarat sudah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk dapat menyelenggarakan program JKN. Berdasarkan studi-studi terdahulu masih terjadi pending klaim di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia, sehingga mengganggu cashflow rumah sakit.Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor penyebab pending klaim BPJS kesehatan di RS yang bekerja sama dengan KC Tasikmalaya. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif Hasil Penelitian: dari hasil penelitian diketahui bahwa factor penyebabnya antara lain terdapat kekeliruan penagihan dan pembayaran klaim obat kronis, klaim yang tidak sesuai dengan ketentuan episode perawatan, penagihan klaim dengan kode diagnosa dan prosedur yang tidak sesuai kaidah koding ICD-10 dan ICD-9 CM Tahun 2010, aturan pengkodingan lainnya serta panduan penatalaksanaan solusi permasalahan klaim, klaim kecelakaan lalu lintas yang tidak sesuai ketentuan dan ditagihkan secara fragmentasi. Kesimpulan: Saat ini Secara umum klaim BPJS di fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS KC Tasikmalaya berjalan dengan baik, masih terdapatnya beberapa penyebab klaim pending yang bisa diperbaiki, saran perlu dilakukan Analisa tingkat pengetahuan SDM di bagian Casemix Rumah Sakit, perlu adanya aplikasi untuk membantu penyelesaian klaim dar segi warning atau bloking terhadap aturan regulasi serta evaluasi utilitazation review setiap rumah sakit terhadap pelayanan yang telah diberikan.Background: The Government's efforts to reduce the cost of health services and improve the health of the Indonesian people have been carried out by the National Health Insurance Program by the Health Social Security Agency (BPJS), Health Social Security Agency is the Health Social Security Administering Body which is a legal entity formed to administer the health insurance program. social services that work closely with health facilities to help Indonesian people to obtain basic health services. The hospital is an advanced level health facility that serves National Health Insurance participants on condition that they have collaborated with Health Social Security Agency to be able to organize the National Health Insurance program. Based on previous studies, there are still pending claims in various hospitals throughout Indonesia, thus disrupting hospital cashflow. Research Objectives: To find out the factors causing pending claims for BPJS health in hospitals in collaboration with Health Social Security Agency (BPJS) branch office of Tasikmalaya. Research Methods: The type of research used is descriptive with a qualitative approach Research Results: from the results of the study it is known that the contributing factors include billing and payment of chronic drug claims, claims that are not in accordance with the provisions of the treatment episode, billing claims with diagnostic codes and procedures that not in accordance with the 2010 ICD-10 and ICD-9 CM coding rules, other coding rules and guidelines
International Sustainable Competitiveness Advantage
2022
for the management of claims problem solutions, traffic accident claims that are not in accordance with the provisions and are billed in a fragmented manner. Conclusion: Currently, in general, BPJS claims at advanced health facilities in collaboration with Health Social Security Agency (BPJS) branch office of Tasikmalaya are going well, there are still several causes of pending claims that can be improved, suggestions need to be done. Analysis of the level of knowledge of HR in the Hospital Casemix section, there is a need for an application to assist in the settlement of claims in terms of warnings or blocking of regulatory rules as well as evaluating the utilization review of each hospital on the services provided.
Keywords: Health insurance administration body, Pending, Claim