Artikelilmiahs

Menampilkan 3.561-3.580 dari 48.746 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
356113337E1A009058PERLIDUNGAN HUKUM PASAR TRADISONAL DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PASAR.PERLINDUNGAN HUKUM PASAR TRADISIONAL di KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PASAR
Penelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Pasar Tradisional Di Kabupaten Banyumas Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pasar” penelitian ini dilatarbelakangi oleh kian pesat berkembangnya toko-toko modern yang berada di daerah Kabupaten Banyumas dimana jarak pendirian toko-toko modern tersebut berdekatan dengan pasar tradisional. Rumusan masalahnya yaitu: Bagaimana perlindungan hukum terhadap Pasar Tradisional berdasarkan ketentuan peraturan Perundang-undangan di Indonesia?; Apakah penataan dan pengelolaan serta perlindungan hukum antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern di kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010?. Penelitian ini termasuk tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan yang mencakup peraturan tertulis, buku-buku, pendapat para ahli,sumber internet. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlindungan hukum pasar tradisional di Indonesia diatur dalam Perpres nomor 112 tahun 2007 serta Permendag Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 Tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Sedangkan di kabupaten banyumas sendiri perlindungan hukum pasar tradisional diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pasar. Apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pasar Tradisional ataupun Toko Modern maka menurut Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 Dinas Pengelolaan dan Pegawai Negeri Sipil yang diberi kewenangan akan langsung melakukan tindakan nyata yaitu dijatuhkan sanksi sesuai dengan Peraturan yang berlaku.
Kata kunci : Perlindungan Hukum, Pasar Tradisional, Toko Modern, Peraturan Daerah.
Abstract
LEGAL PROTECTION OF TRADITIONAL MARKETS IN BANYUMAS BASED REGIONAL REGULATION NO. 3 OF 2010 CONCERNING THE MARKET"
This study entitled "Legal Protection of Traditional Markets In Banyumas Based Regional Regulation No. 3 of 2010 Concerning the Market" study was motivated by the increasingly rapid development of modern shops are located in areas Banyumas where the distance establishment of modern shops are close to traditional markets , The formulation of the problem is: How is legal protection of traditional market based on the provisions of legislation in Indonesia ?; Does the administration and management as well as legal protection between Traditional and Modern Market Market in Banyumas district is in conformity with the Regional Regulation No. 3 of 2010 ?. This research includes the study of type normative approach to legislation. Data used is secondary data and data collection method used is through the study of literature that includes written rules, the books, the opinion of experts, internet sources. These results indicate that the legal protection of traditional markets in Indonesia is regulated in Presidential Decree number 112 of 2007 and Regulation No. 70 / M-DAG / PER / 12/2013 on Guidelines for Planning and Development of Traditional Markets, Shopping Centers and Modern Stores. Whereas in Banyumas regency itself the legal protection of traditional markets regulated in Local Regulation No. 3 of 2010 Concerning the Market. If there are abuses by traditional market or Modern Stores then according to the Regional Regulation Number 3 Year 2010 Office of Management and Civil Servants were given the authority will immediately take action that imposed sanctions in accordance with the applicable regulation.
Keyword : Legal Protection, Traditional Market, Modern Store, Local Regulation.
356213360H1L010054RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY BARANG BERBASIS WEB
(Studi Kasus : Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto)
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto adalah salah satu akademi kebidanan swasta didaerah purwokerto. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar akbid YLPP purwokerto memiliki berbagai macam sarana dan prasarana. Dibutuhkan sebuah pendataan yang baik dan tepat agar sarana dan prasaran dapat digunakan dengan baik. penulisan laporan ini bertujuan untuk membangun sistem informasi inventory barang. Sistem ini dibangun dengan MySQL sebagai basis data dan HTML,PHP sebagai bahasa pemograman yang digunakan. Sistem informasi inventory barang diharapkan dapat mempermudah pihak akademi dalam mengelola barang inventory.YLPP Midwifery Academy Purwokerto is one of many of private midwifery academy in purwokerto. Akbid YLPP purwokerto has a wide range of facilities and infrastructure to support teaching and learning activities. It takes a good data collection and appropriate facilities and infrastructure can be used well. The purpose of this study to build an inventory goods information system . This system is built with MySQL as database and HTML, PHP as the programming language used. inventory goods information system is expected to facilitate the academy in managing inventory goods.
356313362H1A011003PENGARUH pH TERHADAP FOTOKATALIS Ag3PO4 DAN UJI FOTOKATALISNYA PADA RHODAMIN BPerak fosfat dapat dibuat menggunakan AgNO3 dalam campuran pelarut etanol-air dan H3PO4 dalam pelarut etanol. Kondisi pH campuran pelarut 3, 5, 7, 9, 11. Karakterisasi XRD menunjukan bahwa Ag3PO4 hasil sintesis pada variasi pH berstruktur kubus berpusat badan. Hasil SEM memenunjukan bentuk campuran tetrahedron, bulat, dan rombik dodekahedron pada Ag3PO4 yang disintesis pada pH 3, 7, dan 11. Bentuk tetrahedron Ag3PO4 yang disintesis pada pH 11 lebih sempurna dibandingkan Ag3PO4 yang disintesis pada pH 3 dan 7. Hasil SEM juga menunjukan ukuran Ag3PO4 hasil sintesis pada pH 3 berkisar sekitar 2,5-5,0 µm, pH 7 sekitar 1,5-4,5 µm, dan pH 11 sekitar 1,0-3,5 µm. Hasil SAA dengan metode BET menunjukan luas permukaan Ag3PO4 pH 3 sebesar 6, 18 m2g-1, pH 7 sebesar 6, 57 m2g-1, pH 11 sebesar 7,00 m2g-1. Pengujian dengan DRS menunjukan kesamaan energi celah pita Ag3PO4 yang disintesis pada variasi pH yakni sekitar 2,40 eV. Hasil uji aktivitas votokatalitik terhadap rhodamin B oleh Ag3PO4 yang disintesis pH 11 paling tinggi dibandingkan yang lainnya, selanjutnya diikuti oleh Ag3PO4 pH 9, 5, 7, dan 3, hal ini dikarenakan bentuk tetrahedron lebih sempurna yang memiliki energi permukaan lebih besar dari bentuk lain. Hasil reusing menunjukan Ag3PO4 yang disintesis pH 11 mengalami penurunan aktivitas setelah digunakan lebih dari satu kali yang diakibatkan oleh adanya reduksi Ag3PO4 menjadi Ag0.
Silver phosphate can be created using Ag3NO3 in a solvent mixture of ethanol-water and H3PO4 in ethanol. Conditions solvent mixture at pH 3, 5, 7, 9, 11. Characterization XRD showed that the synthesized Ag3PO4 at variation of pH of body-centred cubic structure. SEM result showed mixture of shape are tetrahedron, sphere, and rombic dodecahedron. Tetrahedron of Ag3PO4 wich synthesized at pH 11 more perfect then Ag3PO4 which sythesized at pH 3 and 7. SEM result also showed size of Ag3PO4 which sythesized at pH 3 around 2.5 to 5.0 µm, about 1.5 to 4.5 µm pH 7 and pH 11, about 1.0 to 3.5 µm. The results of SAA with the BET method showed surface area Ag3PO4 pH 3 by 6, 176 m2g-1, pH 7 by 6, 565 m2g-1, pH 11 of 7.003 m2g-1. Testing with DRS showed similary of energy band gap of Ag3PO4 which sythesized at variation of pH are 2,40 eV. The photocatalytic test results on rhodamine by Ag3PO4 which sythesized at pH 11 is highest than others, followed by Ag3PO4 pH 9, 5, 7, and 3, this is because the tetrahedron shape has a greatest surface energy then the other shape. Results showed Ag3PO4 reusing pH 11 with occurrence of a decline in activity after used more than once because of reduction of Ag3PO4 become Ag0.
356413363C1C009054ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI AKHIR KUMULATIF PADA MATA KULIAH AUDITING 1 DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini dilatar belakangi oleh persaingan mutu perguruan tinggi yang semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi harus mampu untuk meningkatkan kualitasnya masing-masing, seperti halnya Universitas Jenderal Soedirman. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas perguruan tinggi adalah melalui nilai mata kuliah. Di jurusan Akuntansi, mata kuliah Auditing 1 merupakan salah satu mata kuliah yang harus diupayakan untuk dipahami dengan baik oleh mahasiswa.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak sekali variabel yang dapat mempengaruhi nilai akhir kumulatif pada suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat merepresentasikan seluruh variabel tersebut, dilakukan analisis faktor terhadap jawaban kuesioner yang disebar pada mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 faktor yang terbentuk dari 16 variabel yang diproses melalui analisis faktor eksploratori. Keenam faktor tersebut kemudian dinamakan Faktor Intensitas Belajar Kelompok (1), Faktor Kondisi Fisiologis Mahasiswa (2), Faktor Sistem Pembelajaran (3), Faktor Minat Terhadap Mata Kuliah Auditing 1 (4), Faktor Konsentrasi belajar (5), Faktor Fasilitas Belajar Mandiri (6).
This research is motivated by the intense competition of quality among universities in Indonesia. Therefore, each Universities should be able to improve their quality, as with Universitas Jenderal Soedirman. One of the parameters that can be used to measure the quality of higher education is through the value of the course. Majoring in Accounting, Auditing 1 course is one of the subjects that must be taken to be well understood by the students.
Various studies show that there are many variables that can affect the final value on a cumulative learning process. Therefore, to determine what factors that can represent all the variables, Exploratory Factor Analysis (PCA) test used to process the response of questionnaire that shared among students.
The results showed that there are 6 factors formed due to 16 variables were processed through Exploratory Factor Analysis. These six factors are then called Intensity of Study Group (Factor 1), Students Physiological Conditions (Factor 2), Learning System (Factor 3), Interests Of Auditing 1 (Factor 4), Learning Concentration (Factor 5), and Self-Study Facility (Factor 6).
356513364F1I011004STRATEGI DIPLOMASI INDONESIA MENANGANI KASUS HUKUMAN MATI BURUH MIGRAN DI MALAYSIA TAHUN 2011-2014Penelitian yang berjudul “Strategi Diplomasi Indonesia Menangani Kasus Hukuman Mati Buruh Migrant di Malaysia tahun 2011-2014”, akan menganalisis penanganan kasus ancaman hukuman mati buruh migran Indonesia di Malaysia tahun 2011-2014, dengan menggunakan multi track diplomacy yakni first track diplomacy dan second track diplomacy. First track diplomacy dilaksanakan Pemerintah Indonesia dan second track diplomacy dilaksanakan organisasi masyarakat buruh migrant.

Hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan first track diplomacy dan second track diplomacy berhasil dalam menangani kasus ancaman hukuman mati buruh migrant Indonesia di Malaysia, hal ini dibuktikan dari data tahun per-tahun adanya buruh migrant Indonesia yang terbebas dari ancaman hukuman mati dan diturunkannya/keringanan hukuman dari ancaman hukuman mati terhadap buruh migrant Indonesia di Malaysia. Jadi, sinergisitas upaya Pemerintah Indonesia dan organisasi masyarakat buruh migrant, mampu menyelamatkan buruh migrant Indonesia yang terancam hukuman mati di Malaysia.

Kata Kunci : Upaya-upaya, Diplomasi, Kasus Ancaman Hukuman Mati, dan Buruh Migrant Indonesia.
This research, titled ‘The Strategy of Indonesian Diplomacy in Handling the Death Penalty Cases of Indonesian Migrant Workers in Malaysia in 2011-2014’, will analyze in handling case of the death penalty for Indonesian migrant workers in Malaysia of 2011-2014, using multi track diplomacy, which are first track diplomacy and second track and second track diplomacy. First track diplomacy implemented by Indonesian government and second track diplomacy is implemented by organizations of migrant workers.

The results of this research can be summarized that the implementation of the first track diplomacy and second track diplomacy is success in handling the death penalty cases of Indonesian migrant workers in Malaysia, this is proven from the year to year data, that there are Indonesian migrant workers freed from the threat of death penalty and they got commutation of the death penalty. Its conclusion, synergy of the effort of Indonesian government and organizations of migrant workers is capable to saving Indonesian migrant workers from the threat of death penalty in Malaysia.

Keywords : Effort, Diplomacy, The Threat of Death Penalty, and Indonesian Migrant Workers.
356613365C1C011063PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PEMILIHAN KARIER
(Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Akuntansi Reguler Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kota Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karier dan untuk mengetahui faktor yang dominan memengaruhi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karier. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Kuesioner didistribusikan kepada 90 responden yang merupakan mahasiswa program strata satu jurusan akuntansi reguler perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Purwokerto. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor terbentuk yang memengaruhi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karier, yaitu faktor pertimbangan pasar kerja, lingkungan kerja, dan pendidik profesional. Faktor yang dominan memengaruhi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karier yaitu faktor pertimbangan pasar kerja.
This research aims to determine the factors that influence accounting student perception for career selection and determine the dominant factors that influence accounting student perception for career selection. The research is a quantitative research by using survey method in collecting data. The questionnaire distributed to 90 respondents who are undergraduate accounting student of public and private universities in Purwokerto. The data analysis technique is exploratory factor analysis.
The results of analysis data shows that there are three factors formed that influence accounting student perception for career selection namely consideration factor of labor market, work environment, and professional educator. The dominant factor that influence accounting student perception for career selection is consideration factor of labor market.
356713354H1F011034GEOLOGI DAN GENESA MINERAL BIJIH DAERAH BANYUWANGI KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR
PROVINSI JAWA BARAT

Daerah Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu bagian dari kompleks Kubah Bayah yang kaya akan potensi mineralisasi. Meski demikian masih sedikit sekali penelitian yang mengungkap keberadaan mineralisasi bijih di daerah penelitian. Kondisi demikian menjadikan daerah Banyuwangi dan sekitarnya menarik untuk diteliti mengenai aspek geologi dan hubungannya dengan pembentukan mineral bijih. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian lapangan untuk pengumpulan data geologi dilanjutkan dangan analisis spektral mineral alterasi menggunakan ASD TerraSpec. Analisis mikroskopik conto yang diambil di lapangan dilakukan pada conto batuan (petrografi) dan conto mineralisasi (mineragrafi) untuk mengetahui hubungan pembentukan mineral-mineralnya. Berdasarkan pengamatan tersebut diketahui daerah penelitian didominasi oleh batuan beku ekstrusif dan intrusif bersifat dasitik yang diperkirakan kembali diterobos oleh magma bersifat riolitik dan dasitik/tonalitik. Setidaknya telah terjadi dua kali periode tektonik yang menghasilkan sesar-sesar mendatar di daerah penelitian. Pada pengamatan mineralisasi didapatkan empat tipe mineralisasi yang berbeda yaitu tipe Cirotan, tipe pongkor, vuggy quartz dan porfiri. Keempat tipe mineralisasi yang berbeda tersebut terbentuk bertahap baik secara overlapping maupun berurutan terhadap perubahan kondisi geologi daerah penelitian. Genesa mineral bijih daerah Banyuwangi dan sekitarnya dimulai ketika intrusi bersifat dasitik/tonalitik menerobos dasit intrusif sebelumnya melalui zona sesar yang terbentuk pada periode pertama. Intrusi ini membentuk mineralisasi porfiri di sekitarnya. Pada level yang lebih jauh terbentuk urat kaya sulfida logam dasar atau tipe Cirotan. Pergerakan naik fluida hidrotermal dengan pH asam dari intrusi tersebut menghasilkan tipe mineralisasi vuggy quartz. Pada level yang lebih jauh lagi fluida hidrotermal ber-pH netral membentuk urat kuarsa-adularia tipe Pongkor yang mengalami peningkatan komposisi emas dan perak. Proses ini diakhiri oleh proses supergen yang menghasilkan banyak mineral-mineral oksida.Banyuwangi area,Cigudeg district, Bogor, Central Java is a part of Bayah Dome complex that rich in ore mineralisation potential.Yet there has been a little research that revealed the existance of ore mineralisation in study area.Such condition makes Banyuwangi and surrounding area interesting to do a research about geological aspects and the relationship with ore mineral formation. This research was conducted with field geological methods to collect geological data, continued with alteration mineral spectral analysis with ASD TerraSpec. Microscopic analysis of samples collected from field was conducted to rock samples (petrography) and mineralisation samples (mineragraphy) to know the relationship between minerals formation. Based on this observation, study area was dominated by dacitic intrusive and extrusive rocks that intruded by ryolitic and dacitic/tonalitic magma. At least there are two periods of tectonic resulted on strike-slip faults in study area.In observation of mineralisation, there were four different mineralisation types such as Cirotan type, Pongkor type, vuggy quartz and porphyry. Four different types of mineralisation gradually formed overlappingly or successively due to the change of geological condition in study area. Genesis of ore minerals in Banyuwangi and surroundings started when the dacitic/tonalitic magma intruded the previous extrusive and intrusive dacite through fault zone formed in first tectonic period. This intrusion formed porphyry mineralisation on the surroundings. In the firther level formed basemetal sulphide-rich veins also called Cirotan type. The upward movement of acid hydrothermal fluid from this intrusion created mineralisation in vuggy quartz. In further level netral hydrothermal fluid formed quartz-adularia vein also known as Pongkor type that increases the composition of gold and silver. This proccesses ends with pupergene proccess that produced abundant masses of oxide minerals.
356813399B1J011095STRUKTUR HEPAR DAN GINJAL MENCIT YANG DIBERI K2Cr2O7 MELALUI AIR MINUM DAN BAHAN PAKAN DARI SUNGAI TERCEMAR LIMBAH CAIR BATIK
Kerusakan hepar dan ginjal setelah pemberian kromium heksavalen secara kronik telah dievaluasi melalui perlakuan pemberian pakan berbahan baku ikan dari tempat budidaya Beji dan sungai tercemar limbah cair batik di Daerah Wates dan air minum mengandung K2Cr2O7 selama 35 hari. Kelompok uji berupa pakan berbahan baku tepung ikan dari tempat budidaya di daerah Beji dan pakan berbahan baku tepung ikan dari sungai yang tercemar limbah cair batik dari Daerah Wates. Perlakuan Cr (VI) yang diuji berupa K2Cr2O7 dalam air minum dengan konsentrasi 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm. setiap perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan diberikan setiap hari mulai pada hari ke-0 hingga hari ke-35 dengan pemberian K2Cr2O7 melalui air minum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah struktur histologis hepar dan ginjal dengan parameter berupa persentase kerusakan hepar dan ginjal, diameter hepatosit, proporsi sel darah merah yang mengalami penuaan pada hepar, diameter tubulus renalis, diameter glomerulus, diameter kapsula Bowman, dan Bowman’s space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cr(VI) yang berasal dari pakan dan air minum menyebabkan perubahan struktur pada semua parameter kecuali proporsi sel darah merah yang mengalami penuaan pada hepar dan Bowman’s space. Pemberian pakan berbahan baku ikan dari tempat budidaya Beji dan K2Cr2O7 400 ppm menyebabkan diameter tubulus renalis dan diameter glomerulus menjadi lebih kecil. Pemberian bahan pakan yang berasal dari sungai tercemar limbah batik di Daerah Wates dan K2Cr2O7 400 ppm menyebabkan diameter hepatosit dan kapsula Bowman menjadi lebih kecil. Perhitungan tingkat kerusakan jaringan melalui evaluasi histologi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan hepar mencapai 0,675%-48,42%(Rata-rata 22,24% ± 18,31)) dan pada ginjal mencapai 9% - 65% (Rata-rata 46.71%± 20,72).Liver and kidneys damage after cronic administration of hexavalent chromium was investigated trough a 35 days feeding and drinking water containing K2Cr2O7 experiment. Mice treated with feeding raw material of fish from Beji aquaculture combined with K2Cr2O7 of 0 ppm (B0), 200 ppm (B200) and 400 ppm (B400), and feeding raw material of fish from batik wastewater polluted rivers in Wates Region combined with K2Cr2O7 of 0 ppm (W0), 200 ppm (W200) and 400 ppm (W400). It explored in detail from the aspect of percentage of liver and kidney damage, diameter of hepatocytes, proportion of red blood cells aged in the liver, diameter of the renal tubules, diameter of the glomerular, diameter of the Bowman capsule, and Bowman's space. The results showed that hexavalent chromium from feeding and drinking treatments lead structural changes in all parameters except proportion of red blood cells aged in the liver and Bowman's space. Daily treatments with feeding raw material of fish from Beji aquaculture and K2Cr2O7 of 400 ppm causing diameter of renal tubules and glomerular to be small, whereas feeding raw material of fish from batik wastewater polluted rivers in Wates Region and K2Cr2O7 of 400 ppm causing diameter of hepatocytes and Bowman capsule to be small. Quantification of the level damage by histological examination showed the level of liver damage at 0.675% - 48.42% (average 22.24%± 18,31) and kidney at 9% - 65% (average 46.71%± 20,72).
356913404F1C010051Struktur Kekuasaan dalam Film Snowpiercer (Analisis Semiotika John Fiske Mengenai State Apparatus dalam Film Snowpiercer)
Penelitian ini berjudul, “Struktur Kekuasaan dalam Film Snowpiercer (Analisis Semiotika John Fiske Mengenai State Apparatus dalam Film Snowpiercer)”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana struktur kekuasaan berjalan dalam Film Snowpiercer dan representasi ideology state apparatus dan repressive state apparatus. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik, khususnya analisis The Code of Television John Fiske. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi isi film dan juga studi literatur yang berkaitan dengan state apparatus.

Hasil yang diperoleh dalam film ini adalah Film Snowpiercer merupakan film yang menggambarkan perjuangan kelas proletar dalam melawan dominasi kelas borjuis. Sebagai kelas yang berkuasa, kelas borjuis menggunakan state apparatus untuk mempertahankan struktur kekuasaan yang menguntungkan dirinya. Sekolah, hukum, tentara, komunikasi merupakan bagian dari perangkat state apparatus yang digunakan kelas borjuis untuk mempertahankan posisinya. Film ini dianalisis menggunakan 3 level semiotika John Fiske yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Pada level realitas ditemukan berbagai kode seperti pakaian, dialog, ekpresi yang merepresentasikan posisi orang-orang yang ada di dalam kereta. Level representasi memperjelas pemaknaan yang yang dimunculkan dalam level realitas. Sedangkan level ideologi menjelaskan mengenai pemaknaan berbagai pesan yang ada dalam film Snowpercer. Selain menggambarkan bagaimana struktur kekuasaan berjalan, film ini juga merepresentasikan apparatus negara, baik ideology state apparatus dan repressive state apparatus.
The title of this research was “Structure of Power at film Snowpiercer (Analysis Semiotic John Fiske About State Apparatus at Snowpiercer). The goal of this research was to knew how the structure of power at Snowpiercer and representation ideology state apparatus and repressive state apparatus. The method that used in this research was semiotic analysis method, escpesially analysis The Code of Television John Fiske. And the method to got data did by observation the content of film and also literature that related to state apparatus.

The result from this research was Snowpiercer was a film that representation struggle class, between proletariat class against bourgeouis class. As ruler class, bourgeouis, class used state apparatus to defend structure of power that gave benefit to them. School, Laws, Soldier, and Communication were parts of state apparatus that used bourgeouis class to defend their position. This film was analysed by 3 level of semiotic John Fiske were reality level, representation level, and idelogy level. At reality level was found various code were costum, dialog, expression that representated positions people in the train. Representation level explained means that appeared at reality level before. Ideology level explained various messages that found at Snowpiercer. Except representation the structure of power works, the film was also explained state apparatus, even ideology state apparatus or repressive state apparatus.
357013367B1J010111VARIASI MORFOLOGI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DITANAM DI PEKARANGAN DAN SAWAHCabai rawit (Capsicum frutescens. L) merupakan salah satu jenis sayuran dan bumbu yang penting dan dibudidayakan secara komersial di daerah tropis. Sebagian besar cabai rawit dikonsumsi untuk keperluan rumah tangga dan sebagian lagi diekspor ke negara-negara beriklim dingin dalam bentuk kering. Cabai rawit ditanam di areal dataran rendah ataupun dataran tinggi. Hal ini dapat dilihat dari luas pertanaman cabai rawit di Indonesia, sebagian varietas unggul dapat tumbuh baik pada lingkungan tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi batang, daun, bunga, dan buah pada beberapa kultivar cabai rawit yang ditanam pada persawahan dan perkarangan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode survay. Parameter yang diamati meliputi morfologi batang, daun, bunga, dan buah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan karakter morfologi batang, daun, bunga, dan buah tiap kultivar cabai rawit di sawah dan perkarangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai rawit yang ditanam di pekarangan memiliki karakter morfologi yang lebih baik dari pada yang ditanam di sawah. Tanaman di pekarangan lebih tinggi, batang lebih kokoh, dan percabang banyak. Daun lebih lebar dan berwarna lebih hijau dan buah yang dihasilkan lebih besar.
Hot chili (Capsicum frutescens L) is one of the important vegetable species commercially cultivated in the tropics. Usefulness mostly for household consumption and partly of dried chili is exported to the cold climate countries. Hot chili isplanted both inlowlandand highland. It can be seenfrom the extensiveplantingof hot chiliinIndonesia, some varietiescan grow well incertain environments.
This study aims to know the morphological structure of stems, leaves, flowers, and fruit in several varieties of chili planted in rice fields and gardens. The method used in this research is the survey method and analyzed descriptive. The parameters observed inclouden morphological characters of stems, leaves, flowers, and fruit. Data were analyzed descriptively to compare the morphological characters of stems, leaves, flowers, and fruit per variety of hot chili in rice fields and gardens.
The results showed that the hot chili grown in rice fields have morphological characters better than planted in the gardens. Higher plants, more robust stems and branches of many. The leaves are wider and colored green. The fruit produced is greater.
357113368C1C011006Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan Sebagai Pemoderasi (Studi pada BP4KKP di Kabupaten Ciamis)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan menggunakan tiga variabel moderasi, yaitu komitmen organisasi, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan. Subjek penelitian ini adalah BP4KKP di Kabupaten Ciamis. Tujuan utama dari penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan-pertanyaan: (1) apakah partisipasi anggaran memiliki pengaruh terhadap kinerja manajerial, dan (2) apakah komitmen organisasi, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan mempengaruhi hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pihak yang terlibat dan bertanggungjawab pada proses penyusunan anggaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, sedangkan untuk pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasilnya semua variabel valid dan dapat diandalkan, serta uji asumsi klasik dapat terpenuhi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap kinerja manajerial. Selain itu komitmen organisasi, budaya organisasi, dan gaya kepemimpinan memoderasi secara positif hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
This research is to examine the relationship between budgetary participation and managerial performance by incorporating three moderating variables, namely organizational commitment, organizational culture, and leadership style. The subject of this research is BP4KKP in Ciamis Regency. The main objective of this study formulating in to these questions: (1) is budgetary participation has effect toward the managerial perfomance, and (2) are organizational commitment, oragnizational culture, and leadership style fulfilled in the relationship between budgetary participation and managerial performance.
This research is a quantitative research using primary data. The population and sample in this research is all who involved and responsibilities on the process budgetary. Data collection method that used is questionnaire. Data analyze methods are validity and reliability tests, classic assumption analysis, hypothesis analysis that used are single regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA).
The results are all variables valid and reliable and fulfilled classic assumption analysis. The result in this research shows that the budgetary participation negatively affect to the managerial performance. Furthermore, organizational commitment, organizational culture, and leadership style moderated the relationship between budgetary participation and managerial performance.
357213371C1C011100ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergantian manajemen, ukuran KAP, ROE, ukuran klien, dan pertumbuhan klien terhadap auditor switching pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014. Jumlah perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel penelitian ini adalah 56 perusahaan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran KAP berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap auditor switching. Sedangkan pergantian manajemen, ROE, ukuran klien dan pertumbuhan klien tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan perusahaan untuk melakukan auditor switching.SUMMARY
The purpose of this research is to examine the effect of Change in Management, Accounting Firm Size, ROE, Client Size and Client Growth Rate on the auditor switching on Manufacturing Companies listed on Indonesian Stock Index. The number of Manufacturing Companies in study were 56 companies. Hypothesis in this research are tested by multiple linier regression analysis. Data analysis show that Accountant Firm Size has significantly effect on auditor switching with negative direction. Otherwise, Change in Management, ROE, Client Size, Client Growth Rate do not have significantly effect on the auditor switching.
357313369E1A111013Mekanisme Penyelesaian Sengketa Antidumping Melalui GATT-WTO (Studi Kasus Antidumping Produk Kertas Indonesia dengan Korea Selatan tahun 2003)ABSTRAK

Seiring dengan perkembangan jaman, pertumbuhan perdagangan internasional pun semakin pesat, namun sengketa makin sering terjadi. Salah satu sengketa yang sering terjadi yaitu dumping. Praktik dumping ini dapat menimbulkan kerugian bagi negara lain, dan untuk mengantisipasi kerugian tersebut, negara yang dirugikan dapat melakukan suatu tindakan yaitu antidumping. Pada umumnya tindakan antidumping yang dilakukan berupa pemberlakuan Bea Masuk Antidumping kepada barang impor yang terbukti dumping. Untuk menyelesaikan sengketa mengenai dumping, World Trade Organization (WTO) memiliki prosedur dan forum untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yaitu Dispute Settlement Body (DSB).
Salah satu contoh sengketa dagang yang pernah dialami oleh Indonesia adalah tuduhan dumping oleh Korea Selatan. Sengketa bermula saat produsen Korea mengajukan petisi kepada Korea Trade Commission (KTC). KTC kemudian melakukan penyelidikan terhadap produsen Indonesia. Atas penyelidikan tersebut, Pemerintah Korea Selatan memberlakukan Bea Masuk Antidumping kepada kertas plain paper copier or business information paper used on copies in business and home officess (PPC) dan uncoated wood-free printing paper used for printing (WF).
Penyelesaian sengketa dimulai dengan proses konsultasi, namun dalam proses tersebut tidak menemukan hasil. Indonesia lalu meminta DSB untuk membentuk Panel. Panel DSB memutuskan bahwa pemerintah Korea Selatan telah melanggar ketentuan yang berkaitan dengan dumping dan dalam penentuan BMAD. Panel DSB merekomendasikan agar pemerintah Korea selatan melakukan penghitungan kembali terhadap BMAD yang diberlakukan kepada produsen Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang menekankan pada norma hukum yang menjadi permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian dapat diketahui dalam kasus Antidumping Duties on Imports of Certain Paper from Indonesia melalui dua tahap, yaitu konsultasi dan pembentukan panel.

ABSTRACT
In the globalization era, the growth of international trade has become rapid, but the disputeswere increasing. One of the usual dispute happened is dumping. The dumping can cause loss for other country and to anticipate the loss, the disadvantaged country can opt the anti dumping policy. Generally, the anti dumping policy is regulate Anti Dumping Duties on import products which are proven as dumping ones. In order to solve the dispute about dumping, World Trade Organization (WTO) has procedure and forum to solve the trade dispute that is Dispute Settlement Body (DSB).
One of the dispute happened in indonesia was dumping accusation by South Korea. The dispute was started when Korea manufaturers demanded petition to Korea Trade Commission (KTC). KTC investigated the Indonesian manufacturers. By the investigations, South Korea Government imposed the Anti Dumping Duties on plain paper or business information paper used in copies in business and home offices (PPC) and uncoated woodfree printing paper used for printing (WF).
The dispute settlement has begun by consultation process, but it did not find any result. Indonesia asked DSB to form the Panel. DSP Panel decided that South Korean Government has violated the dumping regulation and BMAD enactment. DSB Panel recommended South Korean Government to recalculate about enactment BMAD to Indonesian manufacturers.
Research method was juridical normative that was research based on law norms which became the research problem. Based on the research results, it was known that Anti Dumping Duties on Imports of Certain Paper from Indonesia has gone 2 steps which were consultation and panel formation.

357413372B1J011019PERILAKU SOSIAL OWA JAWA (Hylobates moloch) DI PUSAT PRIMATA SCHMUTZEROwa jawa (Hylobates moloch) merupakan satu-satunya jenis kera kecil (small apes) yang terdapat di pulau Jawa. Owa jawa oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) dikategorikan dalam status “endangered” (terancam punah) sejak tahun 2008. Owa Jawa merupakan primata endemik Pulau Jawa yang unik sehingga menarik untuk diteliti lebih mendalam tentang perilaku sosialnya. Owa Jawa yang hidup berkelompok menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan berinteraksi satu sama lain dengan anggota keluarganya maupun dengan kelompok Owa yang lain.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku sosial yang muncul dan frekuensi manakah yang tertinggi dari Owa jawa di kawasan rekreasi Pusat Primata Schmutzer, Taman Margasatwa Ragunan. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati perilaku sosial Owa jawa dan dilakukan selama satu bulan.
Metode yang digunakan adalah survei. Pengambilan data dilakukan dengan teknik Ad Libitum Sampling dan Focal Animal Sampling. Analisis data yang digunakan secara deskriptif dalam bentuk persentase dan selanjutnya diinterpretasikan lalu diuji dengan analisis ragam uji F dan uji lanjut BNT. Penelitian dilakukan pada empat individu Owa Jawa yaitu Atet (Jantan dewasa), Ula (betina dewasa), Adul (Jantan remaja) dan Kasih (Betina anak). Hasil penelitian perilaku sosial Owa jawa di Pusat Primata Schmutzer adalah menelisik (grooming), bersuara (vocalisasi), bermain (playing), duduk berdekatan (huddle), mengikuti (follow) dan perilaku kasih sayang (affection). Frekuensi dan durasi untuk tiap individu sebagai berikut Jantan dewasa 0,64% dan 0,09 menit untuk grooming, 1,75% dan 0,23 menit untuk playing, 0,27% dan 0,04 menit untuk follow; Betina dewasa 1,67% dan 0,22 menit untuk grooming, 1,29% dan 0,08 menit untuk vocalisasi, 10,74% dan 0,80 menit untuk playing, 6,20% dan 0,72 menit untuk duduk berdekatan, 1,57% dan 0,22 menit untuk follow, 4,90% dan 0,55 menit untuk perilaku kasih sayang; Jantan remaja 0,44% dan 0,16 menit untuk grooming, 0,27% dan 0,01 menit untuk vocalisasi, 13,56% dan 0,88 menit untuk playing; Betina anak 0,27% dan 0,01 menit untuk grooming, 0,37% dan 0,02 menit untuk vocalisasi, 33,45% dan 0,94 menit untuk playing, 5,18% dan 0,55 menit untuk duduk berdekatan, 5,18% dan 0,59 menit untuk follow, 2,40% dan 0,29 menit untuk perilaku kasih sayang.
Hasil analisis ragam dan uji lanjut BNT adalah frekuensi tertinggi dan durasi terlama perilaku sosial Owa Jawa adalah aktivitas bermain Owa Jawa induk betina dan anaknya.

Kata kunci: Owa jawa, Perilaku Sosial, Schmutzer
Javan gibbon is the only species of lesser apes distributed in Java Island. Javan gibbon (Hylobates moloch) is categorized in the status of "endangered" since 2008 by IUCN (International Union for Conservation of Nature). Javan Gibbon is endemic primate in Java which behavior is unique then interesting to study more about their social behavior. Java gibbons that live in groups, spent most of his life by interacting with each other in family members and with other groups of gibbons.
The purpose of this study was to determine the social behavior emerged and which of the highest frequency of Javan gibbon in the recreational area Schmutzer Primate Center, Ragunan Zoo. This research was conducted by observing the social behavior of Javan gibbon and conducted for one month.
The method used was survey. Data collection was performed by using Ad Libitum and Focal Animal Sampling. Analysis of the data used descriptively in the form of a percentage, and then interpreted then tested by analysis of variance F test and a further test BNT. The result showed social behavior in Java gibbon in Schmutzer Primate Center is a grooming, vocalisasi, playing, huddle, follow and affection. Frequency and duration for each individual are Atet 0.64% and 0:09 minutes for grooming, 1.75% and 0.23 minutes for playing, 12:27% and 12:04 minutes to follow; Ula 1.67% and 0.22 minutes for grooming, 1:29% and 0:08 minutes for vocalisasi, 10.74% and 0.80 minutes for playing, 6.20% and 0.72 minutes to sit close together, 1.57% and 0.22 minutes to follow, 4.90% and 0.55 minutes for the affection; Adul 12.44% and 12.16 minutes for grooming, 12.27% and 12:01 minutes for vocalisasi, 13.56% and 0.88 minutes for playing; Kasih 12.27% and 12:01 minutes for grooming, 12:37% and 12.02 minutes for vocalisasi, 33.45% and 0.94 minutes for playing, 5.18% and 0.55 minutes to huddle, 5.18% and 0:59 minutes to follow, 2.40% and 0.29 minutes for the affection.
The results of analysis of variance and a further test BNT is the highest frequency and duration of the longest social behavior is a activity playing the mother and her child.

Keywords: Owa Jawa, Social Behavior, Schmutzer
357513374E1A011091TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN KEPADA SESAMA PEMBALAP MOTOR DI LINTASAN BALAP (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Banyumas No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms).ABSTRAK

Kecelakaan di dalam pertandingan balap resmi di Indonesia selama ini belum pernah ada yang sampai menggunakan jalur hukum dalam penyelesaiannya, cukup diselesaikan secara kekeluargaan apabila kecelakaan tersebut memang murni kecelakaan tanpa disengaja. Tetapi dalam pertandingan balap resmi Kejurda Grasstrack yang diadakan oleh Pemuda Pancasila di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada 23 Februari 2014 lalu sangat berbeda. Kasus tersebut ternyata sampai ke pengadilan.
Tujuan penulisan skripsi ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam penerapan unsur - unsur tindak pidana penganiayaan dalam putusan No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms. serta mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana terhadap tindak pidana penganiayaan dalam putusan No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms. Penulisan skripsi ini menggunakan metode pendekatan yang bersifat yuridis normatif dan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan mempelajari peraturan perundang - undangan, buku - buku literatur, dokumen, hasil penelitian terdahulu, situs - situs di internet serta putusan Pengadilan Negeri Banyumas No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms. Data yang diperoleh selanjutnya disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, dan dianalisis secara normatif kualitatif yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
Penerapan unsur - unsur tindak pidana penganiayaan (pasal 351 ayat (1)) dalam putusan perkara Nomor : 123/Pid.B/2014/PN Bms., telah dipertimbangkan dan dibuktikan oleh Majelis Hakim secara tepat dan benar antara fakta - fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan unsur - unsur yuridis tindak pidana penganiayaan yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dalam penerapan unsur - unsur tindak pidana ini tidak ditemukan adanya hal - hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, sehingga terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyumas pada putusan perkara Nomor : 123/Pid.B/2014/PN Bms., dalam menjatuhkan putusan pidana telah mempertimbangkan hal - hal berdasarkan ketentuan pembuktian dan alat - alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, yaitu berupa : keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk (barang bukti), dan keterangan terdakwa serta berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu : tentang hal - hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Kata Kunci : Penganiayaan
ABSTRACT

There was no accident in Indonesia Official Racing which was used law lane as the solution until now. It’s enough to reach a settlement by agreement if there was pure accident intuitively. However, in Kejurda Grasstrack Official Racing which was held on February 23, 2014 by Pemuda Pancasila at Sumbang District, Banyumas Regency was differently carried out. Surprisingly, in fact, they brought the case to the court.
This report writing was aimed to know about how was judge’s consideration in applying of elements for maltreatment in doing an injustice on court judgment No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms. This report used normative juridical as approximation methods and analytical-descriptive for research specification. Using secondary data which was obtained through learning regulation of law, books of literature, document, result of former research, sites of internet and judgment of Banyumas district court No. 123/Pid.B/2014/PN.Bms. Furthermore, the result data was served as details-form which was arranged systematically and it was normative-qualitative analyzed. In addition, the result data made conclusion regarding:
Applying of elements for maltreatment in doing an injustice (article 351, paragraph (1)) on verdict of lawsuit Number: 123/Pid.B/2014/PN.Bms., The Judge had correctly and truly considered and verified between the revealed law facts in court and the juridical elements for maltreatment in doing an injustice which were impeached by Public Prosecutor. Here was not found anything which could miss out the punishment responsibility, whether for justified reason or forgiven reason. Finally, the defendant must account for the deed.
The Judges of Banyumas District Court on verdict of lawsuit Number: 123/Pid.B/2014/PN.Bms., in handing down the verdict of punishment had considered all the things based on provision of verification and appliances of evidence which was regulated on article 184, paragraph (1) of Criminal-Law Procedural Code, those were: witness’ testimony, expert’s testimony, letter, hint (evidence) and defendant’s testimony. In addition, it’s based on provision article 197, paragraph (1) letter f of Criminal-Law Procedural Code, those were: prosecution and demulcent things for defendant

Keyword: maltreatment
357613400F1F010036Cultural Preservation by Afghans Portrayed in Marciano's The End of MannersPenelitian yang berjudul “Cultural Preservation by Afghan Portrayed in Marciano’s The End of Manners” bertujuan untuk menemukan upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat Afghanistan, khususnya masyarakat pedalaman, dalam mempertahankan budayanya ditengah peperangan dan dominasi orang Barat. Dalam penelitian ini, pendekatan dan teori Sosiologi digunakan untuk meneliti novel The End of Manners. Kemudian, analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu, membaca novel The End of Manner suntuk memahami novel tersebut. Langkah kedua yaitu mengidentifikasi teks yang berisi tentang faktor-faktor pemertahanan budaya untuk selanjutnya dijadikan kumpulan data. Langkah ketiga yaitu menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat Afghanistan untuk mempertahankan budayanya yang dilakukan yang digambarkan didalam novel The End of Manners berdasarkan pada terori perubahan budaya oleh Soerjono Soekanto. Langkah terkahir yaitu penulis meringkas hasil penelitian yang dilakukan pada novel The End of Manners.
Berdasarkan analisis yang, penulis menemukan bahwa ada tiga upaya yang dilakukan oleh masyarakat Afghanistan untuk mempertahankan budayanya. Upaya yang pertama adalah dengan menerapkan lingkungan berbasis tradisi. Dalam hal ini, masyarakat Afghanistan menerapkan aturan berbusana tradisional dan menerapkan sistem sosial yang tradisional. Upaya yang kedua adalah menerapkan nilai-nilai ideologi. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Afghanistan memberlakukan norma-norma sosial dan sistem kepercayaan. Upaya yang ketiga adalah menanamkan prejudis terhadap hal-hal baru yang ditujukan untuk orang baru dan pemikiran baru.
The research entitled “Cultural Preservation by Afghan portrayed in Marciano’s The End of Manners” is purposed to find out the efforts which are done by Afghan especially the people in the rural area in preserving the cultures in the war condition and under Western domination. This research uses Sociological approach and theories to analyze The End of Manners novel. Furthermore, the analysis is arranged using descriptive qualitative method.
There are several steps in analyzing The End of Manners novel. The first step, the researcher reads the novel to comprehend the content of the novel. The second step, the researcher identifies text which contains the information about the factors of cultural preservation to be collected as the data collection. The third step, the researcher analyzes the efforts of Afghan to preserve the culture based on The End of Manners novel according Soerjono Soekanto’s theory. The last step is summarizing, the researcher summarizes of all the result of analyze which is done on The End of Manners novel.
As the result of the analysis, the researcher finds that there are three efforts that are conducted by Afghans to preserve the culture. The first effort is implementing the traditional society. In this case, Afghans implement the rule of traditional costume and implement the traditional social system. Second effort is implementing the values of ideology. In the daily life, Afghans implement the social norms and the belief system. The third effort is prejudicing towards new things which are addressed to the new people and new thought.
357713377H1L010023RANCANG BANGUN FRONT-END FRAMEWORK RESPONSIF MENGGUNAKAN PRE-PROCESSOR SASSDukungan desain yang responsif merupakan salah satu fitur penting dalam website user-friendly yang modern. Desain yang responsif memungkinkan website menyesuaikan ukuran layar dengan display dan resolusi perangkat yang menampilkan website tersebut. Membangun website responsif bukan pekerjaan yang mudah, khususnya saat pengembang tidak akrab dengan pendekatan tersebut. Penting bagi para pengembang untuk mempertimbangkan penggunaan front-end framework agar dapat mencapai desain responsif. Kesan yang monoton akan terlihat pada website yang menggunakan front-end framework populer, karena sering dan banyak digunakan oleh pengembang. Pilihan membuat front-end framework sesuai dengan kebutuhan pengembang kerap kali dilakukan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun front-end framework yang responsif. Pre-processor CSS, SASS (Syntactically Awesome Stylesheets) digunakan agar penulisan CSS tidak repetitive dan lebih cepat, efisien, serta mudah untuk dipelihara. Metode incremental dipilih sebagai metode pengembangan sistem. Penelitian ini menghasilkan produk inti (core) front-end framework responsif yang ringan serta memiliki fitur-fitur dasar dari framework.Responsive design support is one of the most important features in a user-friendly modern website. Responsive design allows website to adjust screen size and resolution of the device that displays the website. Build a responsive website is not an easy job, especially when developers are not familiar with this approach. It is important for developers to consider the use a front-end framework in order to achieve a responsive design. However, monotonous impression will appear on the website when using popular front-end framework, since it is frequently and widely used by developers. Therefore, option to create a front-end framework according to the needs of developers often conducted as an alternative. The research aims to design and build a responsive front-end framework. CSS preprocessor, SASS (Syntactically Awesome Stylesheets) is used in the writing of CSS, so the code is not repetitive but faster, efficient, and easy to maintain. Incremental chosen as the method of system development. This research produces the core of responsive front-end framework that has the basic features and extras as well as documentation.
357813378F1B011060Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai PT. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan SemarangPenelitian ini berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai PT. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Semarang“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipatif dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Dengan sasaran penelitian pegawai PT. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Semarang sebanyak 44 pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menggunakan korelasi kendall tau-b didukung dengan regresi ordinal, sementara pengujian hipotesis ketiga menggunakan analisis konkordansi kendall w didukung dengan regresi ordinal. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,239 df 95 persen). Sedangkan lingkungan kerja yang kondusif berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,658 df 95 persen). Sementara itu gaya kepemimpinan partisipatif dan lingkungan kerja yang kondusif secara bersamaan berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,664 df 95 persen).This study, entitled "Effects of Participatory Leadership Style and Working Environment on Employee Performance PT. PLN (Persero) Education and Training Semarang". The purpose of this research is to know is there any significant effect between participative leadership style and work environment on employee performance. The subject of this research is employees of PT. PLN (Persero) Education and Training Unit Semarang as many as 44 employees. This study uses a quantitative research methods associative, with data collection through questionnaires and documentation. The first and second hypothesis testing using Kendall tau-b correlation supported by ordinal regression, while the third hypothesis testing using W Kendall concordance analysis supported by ordinal regression. Based on the results of a quantitative analysis in this study can be concluded that the participative leadership style significantly positive effect on employee performance (correlation coefficient 0.239 df 95 percent). While the work environment positive and significant effect on employee performance (correlation coefficient 0.658 df 95 percent). Meanwhile participative leadership style and a conducive working environment simultaneously positive and significant effect on employee performance (correlation coefficient 0.664 df 95 percent).
357913379F1B008005EFEKTIVAS PELAYANAN PROGRAM LISTRIK PRABAYAR PT.PLN (PERSERO) UPJ TASIKMALAYA KOTAPT. PLN (Persero) membuat suatu inovasi, dimana program terbaru yang PT.PLN keluarkan adalah Program Listrik Prabayar. Latar belakang diluncurkannya program ini sebagai wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan dengan harapan dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik. Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar efektivitas pelayanan program listrik prabayar PT PLN (Pesero) UPJ Tasikmalaya Kota. Dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas pelayanan program listrik prabayar PT.PLN (Persero) UPJ Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode analisisnya menggunakan kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Metode analisis datanya menggunakan distribusi frekuensi, mean dan standar deviasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan program listrik prabayar PT.PLN (Persero) UPJ Tasikmalaya Kota tergolong cukup efektif, dimana dari 268 responden sebanyak 193 orang menjawab cukup setuju dan nilai mean sebesar 90.70 berada pada kategori cukup setuju. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya inovasi program listrik prabayar ini dikatakan sudah cukup efektif karena dirasa sudah tepat sasaran, dimana pengguna listrik prabayar ini sudah masuk pada semua golongan, terutama golongan menegah kebawah, selain itu dengan adanya program ini dirasa dapat memberikan perubahan yang lebih baik, dalam masalah kelistrikkan, baik kemudahan maupun kepuasaan kepada para pelanggannya.
PT. PLN (Persero) make an innovation, where new programs are PT.PLN remove Prepaid Electricity Program. The background of the launch of this program as PLN's commitment to continuously improve its service to customers with the hope to bring change towards the better. Thus this study was conducted to measure the effectiveness of services prepaid electricity program PT PLN (partners) UPJ Tasikmalaya City. In order to determine and describe the effectiveness of services prepaid electricity program PT.PLN (Persero) UPJ Tasikmalaya. The method used is a combination of research methods of quantitative and qualitative approaches. Using quantitative descriptive analysis method. Data collection methods used were questionnaires. The method used in data analysis, frequency distribution, mean and standard deviation. The results showed that the effectiveness of the service of prepaid electricity program PT.PLN (Persero) UPJ Tasikmalaya City is quite effective, where as many as 193 of the 268 respondents answered quite agree and the mean value of 90.70 in the category quite agree. It shows that with the innovation program prepaid electricity is said to have been quite effective because thats right on target, where in the prepaid electricity has been entered in all groups, especially groups medium down, in addition to the program is deemed able to provide change for the better, in electriciy problems, both convenience and satisfaction to its customers.
358013380F1B008099Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Rumah Tangga di Perusahaan Daerah Air Minum CilacapPDAM Tirta Wijaya Cilacap, sebagai perusahaan jasa, mengembangkan produk dan layanan kualitas. Strategi perusahaan menyediakan dasar yang baik untuk kelangsungan bisnis, mendorong terciptanya kepuasan pelanggan, membangun citra yang menguntungkan perusahaan, perusahaan terkemuka PDAM Tirta Wijaya Cilacap untuk menjadi baik di mata pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan, untuk mengetahui dampak dari kualitas layanan pada kepuasan pelanggan, untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan kualitas layanan pada kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kendall tau-b dari kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan adalah 0,096, hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kendall tau-b kualitas pelayanan pada kepuasan pelanggan adalah 0,171.Ini berarti bahwa semua variabel independen memiliki positif efek pada kepuasan pelanggan. Uji hipotesis kualitas produk dan layanan parsial variabel kualitas menunjukkan signifikan, karena semua nilai yang signifikan di bawah 0,05. Kualitas produk berpengaruh signifikan positif terhadap kepuasan pelanggan. Hasil pengujian hipotesis secara simultan yang menolak H0 dan menerima H1. Jadi dapat disimpulkan bahwa kualitas produk (X1) dan kualitas pelayanan (X2) secara simultan mempengaruhi variabel kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian, Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan adalah komponen penting untuk ditingkatkan oleh PDAM Tirta Wijaya Cilacap.PDAM Tirta Wijaya Cilacap, as the service company, develops the products and services quality. The companies’ strategies are providing a good foundation for business continuity, encourage the creation of customer satisfaction, establish recommendations through word of mouth the enterprises profitable, reputable company PDAM Tirta Wijaya Cilacap to be good in customers trust. The purpose of this study is to know the effect of product quality on customer satisfaction, to know the impact of service quality on customer satisfaction, to know the influence the product quality and service quality on customer satisfaction. The results showed that the kendall tau-b equation of product quality on customer satisfaction is 0,096, the results showed that the kendall tau-b equation of service quality on customer satisfaction is 0,171.It means that all the independent variables has a positive effect on customer satisfaction. The hypothesis test of partial variable product quality and service quality showed significantly, because all the significant value under 0.05. Product quality has significantly positive effect on customer satisfaction. The result of simultaneous hypothesis testing are rejecting H0 and accepting H1. So it can be concluded that the product quality (X1) and service quality (X2) simultaneously influence the customer satisfaction variable. Based on the result of study, The Product Quality and Service Quality are the important components to be increased by PDAM Tirta Wijaya Cilacap.