Artikelilmiahs

Menampilkan 3.641-3.660 dari 48.749 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
364113445G1H011005HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI GIZI, POLA MAKAN FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA SISWA SEKOLAH DASAR
(Studi Kasus Di SD Negeri 2 Kranji Purwokerto)
Gizi lebih merupakan masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Masalah gizi lebih terjadi karena adanya modifikasi gaya hidup (life style). Anak yang mengalami gizi lebih cenderung menjadi obesitas pada saat dewasa sehingga berisiko untuk masalah kesehatan yaitu munculnya penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi gizi, pola makan fast food dan aktivitas fisik dengan status gizi lebih pada siswa sekolah dasar SD Negeri 2 Kranji di Purwokerto. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 responden usia 9-12 tahun yang diambil dengan metode total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil uji univariat 32,1% responden mengalami gizi lebih, tingkat konsumsi energi, protein dan lemak yang lebih masing-masing 1976,7 kkal (6,4%), 56,7 gr (10,3%) dan 66,09 gr (15,4%), pola makan fast food yang tidak baik sebanyak 38,5% dan 88,5% responden dengan melakukan aktivitas fisik ringan. Hasil uji bivariat ada hubungan tingkat konsumsi energi (nilai p=0,034), tingkat konsumsi protein (nilai p=0,012), tingkat konsumsi lemak (nilai p=0,000), serta pola makan fast food (nilai p=0,000) dengan status gizi lebih pada siswa SD Negeri 2 Kranji Purwokerto, sedangkan yang tidak berhubungan dengan status gizi lebih pada anak adalah aktivitas fisik (nilai p=0,258). Disarankan bagi instansi sekolah untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan gizi seimbang kepada pada siswa mengenai konsumsi menu seimbang yang dapat disisipkan melalui pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).Overweight is a major health problem throughout the world. Overweight problems occur because of lifestyle modification. Children who experience overweight more likely to become obese in adulthood so that the risk for health problems, namely the emergence of degenerative diseases. This study aims to determine the relationship of nutritional consumption, eating fast food and physical activity with overweight on the elementary school students of SD Negeri 2 Kranji in Purwokerto. This type of research is observational analytic with cross sectional approach. These samples included 78 respondents aged 9-12 years who were taken by total sampling method. Analysis of data using univariate and bivariate analyzes (Chi-Square). Results of univariate 32.1% of respondents experienced overweight, consumption levels of energy, protein and fat are more each 1976.7 kcal (6.4%), 56.7 g (10.3%) and 66.09 g (15.4%), eating fast food is not good as much as 38.5% and 88.5% of respondents with light physical activity. The results of bivariate showed that there was relationship between the level of energy consumption (p = 0.034), the level of protein consumption (p = 0.012), the level of fat consumption (p = 0.000), and eating fast food (p = 0.000) with overweight on the students of SD Negeri 2 Kranji Purwokerto, while not associated with overweight in children is physical activity (p = 0.258). Suggested for school authorities to provide balanced nutrition education and knowledge to the students about the consumption of a balanced menu that can be inserted through the lessons of Physical and Health Education.
364213446F1D011009SATIRE SEBAGAI KRITIK POLITIK
ANALISIS ARTIKEL TENTANG PEMILU PRESIDEN 2014 DI SITUS POSRONDA.NET
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana satire politik yang terdapat pada artikel di situs Posronda.net. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Posronda.net memiliki ciri yang khas dalam membuat artikel satire. Ciri yang pertama adalah adanya fictional characters, yaitu karakter fiktif yang dimunculkan dalam artikel. Ciri yang kedua adalah recurring characters yaitu pemunculan kembali karakter-karakter yang sudah ada diartikel yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Ciri yang terakhir adalah recurring jokes, yaitu penggunaan kembali lelucon khas yang sudah digunakan pada artikel sebelumnya. Terkait dengan konten artikel tentang Pemilu Presiden 2014, Posronda.net terlihat cukup adil dalam membuat artikel satire tentang kedua calon. Pada pasangan calon Prabowo-Hatta lebih banyak satire berkaitan tentang figur pribadi Prabowo, sedangkan pada pasangan calon Jokowi-JK cukup berimbang dalam membahas program kebijakan dan figur pribadi JokowiThis study aims to determine how is the political satire article on Posronda.net. The research methodology used in this research is qualitative with critical discourse analysis approach. The result of this study indicate that Posronda.net has a distinctive feature in making the satire article. The first characteristic is the existence of fictional characters that supporting the topic discussed in the article. The second characteristic is recurring characters, reappearance of the fictional characters on different article with supportive background story. The last characteristic is recurring jokes, same kind of jokes often be used in more than one article to give an accentuation to the topic. On the content of article about 2014 Presidential Election in Posronda.net, indicate the fairness of coverage between two candidates although there were some difference on to topic. Prabowo candidate tend to be satirized based on his strong, and bold personality rather than his presidential program. On the other hand, Jokowi is equally satirised based on both personality and program.
364313447F1J011010ANALISIS POLA PIKIR DAN PERILAKU HUBUNGAN SEKS PRANIKAH REMAJA JEPANG YANG TERCERMIN DALAM TOKOH UTAMA PEREMPUAN FILM TENSHI NO KOIPenelitian ini mengkaji pola pikir dan perilaku hubungan seks pranikah (prostitusi dan free seks) remaja Jepang yang tercermin dalam tokoh utama perempuan film Tenshi no Koi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pola pikir dan perilaku manusia yang tercermin dalam tokoh Rio Ozawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini mendeskripsikan film TnK yang bercerita tentang Rio Ozawa yang memilih enjokousai sebagai pekerjaannya dan setelah dia jatuh cinta seketika pola pikir dan perilakunya berubah. Rio Ozawa memulai hidup baru dengan berhenti dari enjokousai. Saat pertama kali bertemu, Rio Ozawa tertarik kepada Kouki Ozawa karena sikap dinginnya. Sejak saat itu Rio Ozawa terus-menerus mengikuti Kouki Ozawa kemanapun dia pergi karena baginya Kouki Ozawa adalah harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu Rio Ozawa memutuskan untuk berhenti dari enjokousai dan hanya ingin hidup bersama dengan Kouki Ozawa. Pola pikir dan perilaku seks bebas dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu dari diri sendiri sebagai internal faktor dan lingkungan sekitar sebagai eksternal faktor. Faktor internal: Rio Ozawa merupakan gadis yang cantik, muda, agresif dan juga pemberani. Faktor eksternal: Ketika Rio Ozawa berumur 14 tahun, dia diperkosa oleh orang yang tidak dikenalinya, oleh karena itu dia berubah menjadi gadis yang berkepribadian buruk dan setelah bertemu dengan Yuuji, Rio Ozawa mengenal dunia enjokousai. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah enjokousai dilakukan ketika merasa hatinya hampa, dan akan berhenti dari enjokousai ketika hatinya telah menemukan kebahagiaan seperti saat sedang jatuh cinta dan saat mempunyai banyak teman.The research is discusses about mindset and love relationship (prostitution and free sex) in Japanese teen behavior in Tenshi no Koi movie and this research has objective to describe paradigma and behavior from human that reflected in the character of Rio Ozawa. The method used in this research was descriptive analysis method. The result shows that TnK movie told about the story of Rio Ozawa who choose enjokousai as her occupation and after she fell in love, she instantly change her mindset and behavior. She started a new life by resigning herself from enjokousai. The first time they are met, because Kouki Ozawa a cold-heart person, Rio Ozawa became interested to him and she has follow him around. For Rio Ozawa, Kouki Ozawa is new hope for better life. Because of it, Rio Ozawa resigning herself from enjokousai. She just want one thing, to stay together with Kouki Ozawa. The mindset and free sex behavior are caused by two factors, individual’s self as internal factor and circumstance as external factor. Internal factor: Rio Ozawa has a beautiful face, young woman, agresive, and brave woman. Extenal factor: when Rio Ozawa 14 years old, she was being rapped by strangers, and she became a bad person. After she met Yuuji, she became knew enjokousai world. In conclusion, if them heart is empty, they did enjokousai but if them heart was being happy, for example they are in love and having friends, they quit from enjokousai.
364413449F1I011007Pengaruh Krisis Ekonomi Amerika Serikat Tahun 2008 terhadap Perdagangan Ekspor-Impor Indonesia dengan Amerika Serikat Periode 2008-2013Penelitian yang berjudul “Pengaruh Krisis Ekonomi Amerika Serikat Tahun 2008 terhadap Perdagangan Ekspor-Impor Indonesia dengan Amerika Serikat Periode 2008-2013” ini merupakan penelitian yang menganalisa bagaimana pengaruh krisis ekonomi yang dialami Amerika Serikat pada tahun 2008 terhadap perdagangan ekspor-impor Indonesia dengan Amerika Serikat. Krisis yang dialami Amerika Serikat diakibatkan invasi mereka ke Irak dan subprime mortgage. Akibat krisis yang dialami Amerika Serikat ini, terjadi penurunan daya beli pada masyarakat Amerika Serikat sehingga akan mempengaruhi perdagangannya dengan Indonesia. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah krisis yang dialami Amerika Serikat pada tahun 2008 mempengaruhi volume perdagangan ekspor-impor dan nilai perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dimana pada kedua sektor tersebut sama-sama mengalami penurunan. Selain itu akibat krisis tersebut, kedua negara sama-sama mengeluarkan berbagai kebijakan untuk melindungi perekonomian masing-masing negara.This research, titled “The Impact of United States of America’s Economy Crisis of 2008 on the Import-Export Trading between Indonesia and the United States Between 2008-2013” is a research which analyzed how the economy crisis suffered by America in the year of 2008 impacted the import-export trading between the two countries. The crisis that America experienced is caused by their invasion to Iraq and also subprime mortgage. Because of this crisis, the American society’s consumption ability suffered a decline so it would definitely impact the country’s trading. Based on the research, it can be summarized that the crisis that America suffered in 2008 definitely had an impact on the volume and value of import-export trading between America and Indonesia where both sectors experienced a decline. Aside from that, because of the crisis, both countries rolled out a number of policies to protect their own country’s economy.
364513351E1A008146TINJAUAN YURIDIS TERHADAP MAHKAMAH KONSTITUSI
(Studi Terhadap Model Putusan Mahkamah Konstitusi No. 14/PUUIX/2013 Dalam Pengujian UU No. 42 Tahun 2008 Tentang Pemilu Presiden & Wakil Presiden)
Contoh putusan MK yang merupakan penundaan keberlakuan putusan (Limited Constitutional) adalah dalam Putusan Perkara Nomor 016/PUU-IV/2006 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap UUD 1945. Dalam pertimbangan hukumnya, Mahkamah Konstitusi mengemukakan sebagai berikut:
Menimbang bahwa untuk menyelesaikan kedua hal tersebut, beserta penataan kelembagaannya, Mahkamah berpendapat diperlukan jangka waktu paling lama tiga tahun. Apabila dalam jangka waktu tiga tahun tidak dapat dipenuhi oleh pembuat undang-undang, maka ketentuan Pasal 53 UU KPK dengan sendirinya, demi hukum (van rechtswege), tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat lagi. Sebelum terbentuknya DPR dan Pemerintahan baru hasil Pemilu 2009, perbaikan undang-undang dimaksud sudah harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya guna memperkuat basis konstitusional upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Apabila pada saat jatuh tempo tiga tahun sejak putusan ini diucapkan tidak dilakukan penyelarasan UU KPK terhadap UUD 1945 khususnya tentang pembentukan Pengadilan Tipikor dengan undang-undang tersendiri, maka seluruh penanganan perkara tindak pidana korupsi menjadi wewenang pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum.
Pembatasan akibat hukum berupa penangguhan tidak mengikatnya Pasal 53 UU KPK yang telah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 sedemikian rupa dengan memberi waktu yang cukup bagi pembentuk UU untuk melakukan perbaikan agar sesuai dengan UUD 1945 dan sekaligus dimaksudkan agar pembentuk UU secara keseluruhan memperkuat dasar-dasar konstitusional yang diperlukan bagi keberadaan KPK dan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Untuk kepentingan umum yang jauh lebih besar, Mahkamah Konstitusi merasa perlu membatasi akibat hukum yang timbul dari pernyataan inkonstitusionalitas suatu Undang-undang.
Putusan Mahkamah Konstitusi lain yang merupakan penundaan keberlakuan putusan adalah putusan terhadap perkara No. 14/PUUIX/ 2013 yang menguji Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden terhadap UUD 1945. Hasil dari putusan MK tersebut adalah, dikabulkan sebagian dengan membatalkan Pasal 3 ayat (5), Pasal 12 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 yang dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945. Adapun Amar Putusan berbunyi sebagai berikut:
1) Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian;
- Pasal 3 ayat (5), Pasal 12 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4924) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Pasal 3 ayat (5), Pasal 12 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4924) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat;
2) Amar putusan dalam angka 1 tersebut di atas berlaku untuk penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019 dan pemilihan umum seterusnya;
3) Menolak permohonan Pemohon untuk selain dan selebihnya;
4) Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya.
Examples decision of the Court which is delay the enforceability of the decision (Limited Constitutional) is in its Decision on Case Number 016 / PUU-IV / 2006 regarding the judicial review of Law No. 30 of 2002 on Corruption Eradication Commission against the Constitution of 1945. In its legal considerations, the Constitutional Court expressed as follows:
Considering that in order to resolve both of these, along with the institutional arrangement, the Court argued required maximum period of three years. If within a period of three years can not be met by the legislators, the provisions of Article 53 of Law Commission itself, by law (van rechtswege), does not have binding legal force again. Prior to the formation of a new Parliament and Government of the results of the 2009 elections, improvement of the legislation referred to had to be resolved as well as possible in order to strengthen the constitutional basis eradicating corruption. If at maturity the three years since the pronouncement of this decision is not made alignment CEC Law against the 1945 Constitution in particular on the establishment of the Corruption Court with a separate law, the entire handling of corruption cases in the court under the authority of the General Courts.
Restrictions legal consequences in the form of suspension is not tied Article 53 Law Commission which has been declared contrary to the 1945 Constitution such a way as to give sufficient time for the former Act to make improvements to conform with the 1945 Constitution and also meant that the former Act as a whole strengthen the foundations of constitutional necessary for the existence of the Commission and efforts to combat corruption. For public interest which is much larger, the Constitutional Court find it necessary to limit the legal consequences arising from the declaration of unconstitutionality of a law.
Another decision of the Constitutional Court is delay the enforceability of the decision is the ruling on case No. 14 / PUUIX / 2013 that tested the Law No. 42 of 2008 on General Election of President and Vice President against the 1945 Constitution of the results is the decision of the Court, granted mostly by repealing Article 3 (5), Article 12 paragraph (1) and paragraph (2), Article 14 paragraph (2), and Article 112 which declared contrary to the Constitution 1945. As for Amar Decision reads as follows:
1) grant the petition in part;
- Article 3 (5), Article 12 paragraph (1) and (2), Article 14 paragraph (2), and Article 112 of Law Number 42 Year 2008 regarding the General Election of President and Vice President (State Gazette of the Republic of Indonesia Year 2008 Number 176, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4924) contradictory to the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945;
- Article 3 (5), Article 12 paragraph (1) and (2), Article 14 paragraph (2), and Article 112 of Law Number 42 Year 2008 regarding the General Election of President and Vice President (State Gazette of the Republic of Indonesia Year 2008 Number 176, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4924) does not have binding legal force;
2) Amar decision in item 1 above applies to the general election in 2019 and the next general election;
3) Reject petition aside and rest;
4) order the publication of this decision in the Official Gazette of the Republic of Indonesia.
364613452H1L008041RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET WISATA DAN RESERVASI HOTEL PADA MATTA TOUR AND TRAVEL PURWOKERTO BERBASIS WEBSistem Informasi Pemesanan Paket Wisata dan Reservasi Hotel merupakan sebuah sistem yang ditujukan untuk mengelola pemesanan paket dan reservasi hotel pada matta tour and travel purwokerto. Sistem ini dapat mengelola kebutuhan informasi tentang paket wisata, detail hotel, serta informasi pemesanan yang telah dilakukan. Sistem informasi pemesanan paket wisata dan reservasi hotel dibangun dengan menggunakan metode Waterfall dan Framework Yii. Sistem yang dibangun ini mempunyai tiga user, yaitu pengunjung, member dan admin. Sistem ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk MATTA tour and travel.Information Systems of Tour Package ordering and Hotel Reservation is a system intended to manage tour package ordering and hotel reservation in Matta Tour and Travel Purwokerto . The system can be used to manage the information needs of tour packages , hotel details , as well ordering information that has been done by the customer. The information system of tour packages ordering and hotel reservation constructed using Waterfall and Yii Framework. This system has three user , that visitors , members and admin . This system is expected to be one of the solutions to MATTA tour and travel
364713453F1A008047MODAL SOSIAL DAN PENANGANAN KONFLIK
(Studi tentang fenomena “Arisan” sebagai bentuk modal sosial dalam penanganan konflik perusahaan di PT. Setia Kawan Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran arisan sebagai bentuk modal sosial dalam penangannan konflik perusahaan PT. Setia Kawan. Penelitian ini berlokasi di PT. Setia Kawan, Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, dengan sasaran utamanya adalah para anggota dan pengelola arisan PT. Setia Kawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Salah satu bentuk konflik yang terjadi adalah terkait kebijakan upah karyawan yang tidak sesuai dengan UMK. Adanya konflik memberi perkembangan yang terjadi dalam karyawan untuk dapat melakukan perubahan bukan dengan kekerasan tetapi dengan kedamaian atau kerukunan yaitu dengan membentuk arisan. Didalam arisan yang diselenggarakan oleh para karyawan PT. Setia Kawan terdapat unsur-unsur modal sosial antara lain jaringan, kepercayaan, nilai dan norma. Jaringan sosial berfungsi sebagai ajang silaturahmi sehingga dapat menjaga sinergi dan kekompakan. Adapun kepercayaan yang terdapat dalam arisan karyawan PT. Setia Kawan adalah mengenai upaya dalam penyelesaian upah yang tidak sesuai. Sedangkan norma berisi tentang peraturan arisan agar dapat berjalan tertib dan di dalam arisan juga terdapat nilai-nilai agama dan sosial didalamnya. Selain memiliki fungsi ekonomi dan sosial arisan juga berperan sebagai wadah aspirasi dan komunikasi yang menjembatani antara karyawan dengan pihak perusahaan sehingga tercapai kesepakatan bersama tentang upah minimum kerja. This study aims to determine the role of social gathering as a form of social capital in conflict penangannan company PT. Setia Kawan. This research located in PT. Setia Kawan, Village Rejasari District of West Purwokerto, Banyumas, the main target is the social gathering of the members and managers of PT. Setia Kawan. The method used is descriptive qualitative, while the technique of taking informants using purposive sampling. One form of conflict is related to the employee wage policy that is not in accordance with the MSE. Conflict gives developments in employees to be able to make changes not with violence but with peace or harmony is to form a social gathering. In the gathering organized by the employees of PT. Setia Kawan contained elements of social capital among other networks, beliefs, values and norms. Social network serves as a gathering place so as to maintain the synergy and cohesiveness. The trust contained in a social gathering of employees of PT. Setia Kawan is about the efforts in the settlement of wages that do not fit. While the regulation contains the norms of social gathering to run orderly and there is also a social gathering in the religious values and social therein. In addition to having the function of economic and social gathering also serves as a platform to bridge the aspirations and communication between employees and the company in order to reach a common agreement on a minimum wage job.
364813544G1B011023HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PENJUAL NASI GORENG DI WILAYAH KAMPUS UNSOED
PURWOKERTO UTARA
Keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal. Data menunjukkan bahwa di Amerika Serikat pada tahun 2014 terdapat lebih dari 600.000 pekerja yang mengalami gangguan muskuloskeletal akibat pekerjaan dan 34% persen diantaranya mengakibatkan tidak bisa bekerja. Penyebab keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) adalah faktor pekerjaan seperti sikap kerja yang tidak aman, gerakan repetitif dan lama kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada penjual nasi goreng di wilayah Kampus Unsoed Purwokerto Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 32 responden. Data didapatkan melalui wawancara kepada responden menggunakan kuesioner dan pengamatan langsung. Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi gamma somer’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) adalah sikap kerja berdiri (p<0,05) dan gerakan tangan memutar (p<0,05). Disarankan penjual nasi goreng dalam melakukan aktivitasnya tidak berdiri secara statis dan pengulangan gerakan tangan memutar pada saat memasak dikurangi. Complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) are the complaints on parts of skeletal muscle. Data show that in the United States in 2014 there were more than 600,000 workers who experience occupational musculoskeletal disorders and 34% percent of which resulted in not able to work. Causes of complaints musculoskeletal disorders (MSDs) are the occupational factors such as unsafe working posture, repetitive movements and duration of work. The purpose of this study was to determine the factors of work-related complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in the fried rice sellers in the area Campus Unsoed, North Purwokerto. This type of research used in this study was observational analytic with cross sectional approach. The number of samples in this study were 32 respondents. Data were obtained through interviews with respondents using questionnaires and direct observations. Data presented in the form of tabulation and to know the relationship standing work position, repetitive movements and duration of work with musculoskeletal disorders complaints on the fried rice sellers use of statistical tests gamma somer’s correlation.The results showed that the factors of work-related complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) are the standing position (p<0.05) and twisting hand motion (p<0.05). Suggested fried rice sellers in their activities do not stand statically and repeated twisting hand movements during cooking is reduced.
364913454F1A011031PEMAHAMAN SANTRI TERHADAP RELASI GENDER DALAM KITAB 'UQUDULLUJAIN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL AMIN PABUWARAN)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pemahaman Santri Terhadap Relasi Gender dalam Kitab ‘Uqudullujain (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Amin Pabuwaran)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemahaman santri mengenai relasi gender dalam kitab ‘Uqudullujain serta mengetahui bagaimana santri memaknai fenomena Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam kaitannya dengan kitab ‘uqudullujain. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Alfred Schutz tentang fenomenologi. Data diperoleh dari wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling, kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada beberapa pranata sosial yang membentuk dan mempengaruhi pemahaman terhadap relasi gender santri, seperti keluarga dan pendidikan. Selain itu santri juga sudah dapat membedakan arti gender dengan jenis kelamin (sex). Relasi gender secara umum dipahami oleh santri tidak hanya sebatas hubungan antara dua jenis kelamin, tetapi juga berkaitan dengan hak dan kewajiban masing-masing. Santri kurang sependapat dengan relasi gender yang dijelaskan dalam kitab ‘uqudullujain. Menurut mereka perlu memahami penjelasan kitab tidak secara tekstual saja, tetapi juga perlu mengkritisi asbabul wurud hadist-hadist yang ada supaya tidak terjadi salah penafsiran.
Fenomena Kekerasan dalam Rumah Tangga diartikan hanya sebatas kekerasan fisik dan kitab ‘uqudullujain berpotensi memiliki pengaruh terhadap kasus KDRT apabila terjadi salah penafsiran terhadap dalil-dalil atau penjelasan kitab. Selain itu bagi santri selain kesalahan dalam menafsirkan penjelasan kitab, faktor kurang tercukupinya kebutuhan jasmani dan rohani juga menjadi pendorong kasus KDRT. Korban kasus KDRT tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki. bagi santri kitab ‘uqudullujain baik jika dipahami dengan pemahaman yang baik dan diterapkan pada konteks dan waktu yang tepat.
SUMMARY

This research entitled “Students’ Understanding of Gender Relation in ‘Uqudullujain Book (A Case Study in Al Amin Islamic Boarding School Pabuaran)”. It aims to know students’ understanding of gender relation, and the phenomenon of marriage violence in ‘Uqudullujain book. This research employed descriptive qualitative method, and Alfred Schutz’s phenomenology as the theory. Data were collected using deep interview, observation, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, and Miles and Huberman’s interactive model was used for the analysis. Data triangulation was used to assure of data validity in this research.
This research results 1) students’ understanding of gender relation is affected by social institutions such as family and education; and 2) students are able to differentiate the meaning between gender and sex. The perspective of students to the gender relation is not only about the relation between two sex but also the rights and obligations of each. Student disagree with the concept of gender relation in ‘uqudullujain book. To avoid a wrong interpretation, it needs not only textual based understanding of the book but also asbabul wurud study of each hadist in the book.
The incorrect interpretation of ‘Uqudullujain book will be one of potential factors of marriage violence. The other factor is the lack of physical and spiritual needs. The victims of this phenomenon can be both men and women. Additionally, based on students’ viewpoint, ‘Uqudullujain book will be proper if it is understood well, and implemented in both right context and time
365013455F1C011074STRATEGI KOMUNIKASI DISKOMINFO DALAM MENSOSIALISASIKAN INSAN (INTERNET SEHAT DAN AMAN) DI KABUPATEN KUNINGANABSTRAKSI

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Diskominfo dalam Mensosialisasikan INSAN (Internet Sehat dan Aman) di Kabupaten Kuningan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh Diskominfo Kabupaten Kuningan dalam mensosialisasikan INSAN (Internet Sehat dan Aman) pada masyarakat Kabupaten Kuningan.
Metodelogi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan melalui teknik snowball sampling dan purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji dengan cara menggunakan teknik trianggulasi sumber dengan membandingkan data hasil wawancara dengan hasil pengamatan, dan membandingkan hasil wawancara dengan wawancara dari sumber lain.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan untuk mensosialisasikan INSAN di Kabupaten Kuningan dengan cara 1) melakukan sosialisasi dan pelatihan. 2) Koordinasi dengan pemerintah Desa dan Kabupaten. 3) Pemanfaatan media online (WEB).
The title of this research is “Communication strategy Diskominfo In Socializing INSAN (Healty and Safe of Internet) in Kuningan regency. The purposive of this study was to determine the communication strategies used by Diskominfo Kuningan to socializing INSAN (Healthy and Safe of Internet) in Kuningan Regency.
The research methodology used is descriptive qualitative research method. Informant selection techniques using snowball sampling and purposive sampling. Collecting data using interviews, observation and documentation. Analysis of the data by using interactive analysis consists of three components: data reduction, data presentation, and conclusion. Data validity was tested by triangulation technique, source by comparing data from interviews with observations, and comparing the results of interviews with interviews from other sources
Results of this study stated that the strategy used to disseminate INSAN in Kuningan regency by means of 1) dissemination and training. 2) Coordination with village and government regency. 3) The utilization of online media (WEB).
365113456G1H011009PENGEMBANGAN MIE MOCAF (Modified Cassava Flour) YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG KACANG HIJAU ATAU TEPUNG KEDELAI UNTUK VARIASI MENU ANAK GIZI KURANGMie adalah makanan sumber karbohidrat yang disukai semua kalangan, penambahan sumber protein menjadikannya padat energi sehingga mie tepat digunakan sebagai variasi menu untuk anak gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tepung suplemen dan proporsi tepung suplemen dengan tepung komposit untuk mendapatkan kualitas produk mie dengan kadar protein optimal serta memiliki karakteristik sensori yang dapat diterima. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu, jenis tepung suplemen (T) yakni tepung kacang hijau (T1) dan tepung kedelai (T2); proporsi penambahan jenis tepung suplemen terhadap tepung komposit (P, b/b) sebesar 5% (P1); 10% (P2); 15% (P3); 20% (P4), ada 8 kombinasi perlakuan yang diulang 3x sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan Uji F 95%, jika berbeda signifikan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% dan variabel sensori menggunakan Uji Friedman, jika berbeda signifikan dilnjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Indeks Efektivitas. Perlakuan terbaik adalah mie mocaf T1P1 (jenis tepung suplemen kacang hijau dengan proporsi 5%) dengan kadar air 75,65% bb; kadar abu 2,23%bk (0,56%bb); kadar lemak total 0,53%bk (0,13%bb); kadar protein total 7,14%bk (1,71%bb); kadar karbohidrat by difference 81,73%bk (19,84%bb); elastisitas 0,50 cm; ekstensibilitas 8,0 cm; produk menghasilkan warna putih kekuningan (2,69); tekstur kenyal (2,98); rasa enak (2,69); dan tingkat kesukaan suka (2,73). Tepung kacang hijau 5% adalah perlakuan terbaik pengembangan produk pangan dari mie mocaf bergizi.

Noodle is one of source of carbohydrate that are consumed by many people. Protein sources addition makes energy-dense therefore noodle is the exact food and is being used as variation menu for malnourished children. This research aims to determine the type and proportion of the supplement flour with composite flour to obtain the mocaf noodle products with optimal quality protein content and has acceptable sensory characteristic. This research used Randomized Block Design (RBD), that was two factors: supplement flour (T), mung bean flour (T1) and soy bean flour (T2), proportion between supplement flour with composite flour (P, w/w) is 5% (P1); 10% (P2); 15% (P3); 20% (P4); there were 8 combinations of treatments that is repeated 3 times so it obtain 24 units experiment. Chemical variables were analysed by F test (95%), if there were siginificant different continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5% and sensory variables were analysed by Friedman test, if there were significant different continued by Comparative Test Dual 5%. Effectiveness Index used to obtain the best combination treatments. The best treatment was mocaf noodle with 5% mung bean flour supplemented. This product had characteristic as follows: water content of 75.65% wb; ash content of 2.23%db (0,56%wb); total fat content of 0.53%db (0,13%wb); total protein content of 7.14%db (1,71%wb); carbohydrate (by difference) 81.73%db (19,84%wb); elasticity 0.50 cm; extensibility 8.0 cm; products produce a yellowish white color (2.69); chewy texture (2.98); good taste (2.69); and the level of preference like (2.73). Mung bean flour of 5% is the best treatment food development of nutritious mocaf noodle.
365213457G1H011038PENGEMBANGAN MIE MOCAF (Modified Cassava Flour) YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG KACANG MERAH DAN TEPUNG KACANG TUNGGAK UNTUK VARIASI MENU ANAK GIZI KURANGPengembangan makanan tinggi protein perlu untuk mencegah anak kekurangan zat gizi. Tepung kacang merah dan tepung kacang tunggak mempunyai nilai protein yang tinggi. Mie mocaf yang d
isuplementasi tepung kacang merah dan tepung kacang tunggak dapat menjadi alternatif makanan tinggi protein untuk anak gizi kurang. Tujuan penelitian ini membuat variasi menu makanan pokok berupa mie dengan kandungan gizi yang tinggi dan organoleptik yang disukai. Metode yg digunakan penelitian eksperimental rancangan acak kelompok dua faktor yaitu penambahan tepung suplemen (tepung kacang merah dan tepung kacang tunggak) (T) dan proporsi penambahan tepung suplemen terhadap tepung komposit (5%, 10%, 15%, 20%) (P). Perbedaan kandungan zat gizi dianalisis menggunakan uji F dengan uji lanjut DMRT. Uji tingkat kesukaan dilakukan dengan uji hedonik pada 15 orang panelis semi terlatih dan dianalisis menggunakan uji Friedman dengan uji lanjut banding ganda. Hasil penelitian perlakuan terbaik mie mocaf pada penambahan tepung kacang merah sebesar 5% (T1P1) dengan nilai energi 398,26 kkal/100 gram mie mocaf dengan nilai rata-rata kadar air 76,85%; kadar abu 1,56% bk (0,36% bb); kadar protein 7,83% bk (1,77% bb); kadar lemak 1,05% bk (0,24% bb); kadar karbohidrat by difference 89,55% bk (20,75% bb); ekstensibilitas 13,3%; produk menghasilkan warna kuning kecokelatan (2,42); tekstur kenyal (2,96); rasa enak (2,71); dan tingkat kesukaan suka (2,76). Mie mocaf T1P1 dapat memenuhi 11% - 32% kebutuhan energi dan dapat memenuhi 8% - 24% kebutuhan protein anak gizi kurang untuk usia 1 – 9 tahun.
Development of a high protein diet is necessary to prevent nutritional deficiencies children. Mocaf noodles which was supplemented red bean flour and cowpea flour are expected to be an alternative of high-protein food for undernourished children. The research objective is to make a varied menu of staple foods, such as noodles with high nutrients and preffered organoleptic. This research was conducted using experimental studies with randomized block design of two factors. They are the addition of a supplement flour (red bean flour and cowpea flour) (T) and proportional addition of supplements flour on the composite flour (5%, 10%, 15%, 20%) (P). Differences in nutrient content were analysed using the F test with a further DMRT test. A level test was done with a hedonic test on 15 semi-trained panelists and analysed using Friedman test with further test double appeal. The conclution, it was found that the best treatment mocaf noodles is the addition of 5% (T1P1) of red bean flour with 398.26 kcal / 100 grams mocaf noodles of energy value and with 76.85%wb of the average value of the water content; 1.56%db (0.36%wb) of ash content; 7.83%dk (1.77%wb) of protein content; 1.05%db (0.24%wb) of fat content; 89.55%db (20.75%wb) of carbohydrate by difference; 13.3% of extensibility; product produces yellow brownish color (2.42); chewy texture (2.96); good taste (2.71); and the level of preference like (2.76). Mocaf noodles (T1P1) can meet 11%-32% of energi requirements, can meet 8%-24% of protein requirements undernourished children aged 1-9 years.
365313458C1A011040EFISIENSI USAHATANI PADI SRI ORGANIK DAN ANORGANIK DI KABUPATEN PURBALINGGAUsahatani padi SRI organik adalah upaya mengembangkan budidaya padi yang sehat untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan. Di Kabupaten Purbalingga terdapat sentra yang melakukan pengembangan usahatani tersebut, yaitu di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja. Dari jumlah 450 petani padi yang ada didesa tersebut hanya 75 petani yang melakukan usahatani ini selebihnya masih melakukan usahatani padi anorganik. Kecilnya jumlah petani padi SRI organik menunjukan rendahnya kesadaran masyarakat tani terhadap produksi padi yang sehat dan ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan, pertama untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi alasan petani padi anorganik kurang berminat terhadap usahatani padi SRI organik, kedua untuk menganalisis pengaruh faktor produksi bibit, pupuk, tenaga kerja dan pestisida terhadap produksi padi baik SRI organik maupun anorganik, ketiga menganalisis tingkat efisiensi ekonomis dari kedua usahatani ini. Metode penelitian menggunakan analisis faktor, analisis regresi berganda dan R/C rasio dengan data crosssection yang bersumber dari data primer.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor informasi teknologi menjadi alasan yang paling dominan kurang minatnya petani padi anorganik untuk melakukan usahatani SRI organik. Kemudian diketahui bahwa variabel bibit berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi baik SRI organik maupun anorganik. Sedangkan variabel pupuk dan pestisida berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi padi baik SRI organik maupun anorganik. Akan tetapi untuk variabel tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan pada usahatani SRI organik dan tidak signifikan terhadap usahatani anorganik. Dalam penelitian ini juga diketahui nilai R/C rasio usahatani padi SRI organik sebesar 2,14 dan dan R/C rasio untuk usahatani padi anorganik sebesar 1,48. Hasil ini menunjukan baik usahatani SRI organik maupun anorganik telah mencapai efisiensi ekonomis sehingga layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Akan tetapi usahatani padi SRI organik lebih layak dan menguntungkan dibandingkan usahatani anorganik.
Rice SRI organic farming is the effort develop paddy a healthy to be consumed and environment-friendly. In Purbalingga there are centers expand the farming , those in the village Kedungjati district of Bukateja. Of the total number of 450 rice farmers that is village were only 75 farmers who performs farming this the rest are still do farming rice inorganic. The small number of rice farmers SRI organic showed the lack of people awareness agricultural to rice production a healthy and environmentally friendly .
This study aims to, first to analyze factors which is one reason rice farmers inorganic not willing to rice SRI organic farming, second to analyze the influence of production factor seeds, fertilizer, labor and pesticide to rice production good SRI organic and inorganic, third analyzed levels of efficiency economical of both farming this. A method of the research uses a factor analysis, analysis of multiple regression and R/C the ratio with the data crosssection sourced from primary data.
Based on the results of research seen that technological information factor was the reason for the most dominant less his interests in inorganic rice farmers to do the farming business SRI organic. Later it was discovered that the variable seeds have had a positive impact and significantly to rice production good SRI organic and inorganic. While variable fertilizer and pesticides can have negative effects and not significantly to rice production good SRI organic and inorganic. However for variables labor have had a positive impact and significant at SRI organic of the farming business and not significantly to inorganic of the farming business In this research it was known value R/C the ratio rice SRI organic farming of 2,14 and and R/C the ratio to farming rice inorganic of 1.48. The results showed good SRI organic farming and inorganic has reached efficiency economical so as to be feasible and profitable for planted. But rice SRI organic farming more worthy and advantageous than farming inorganic.
365413460F1C010064IKLAN TELEVISI DAN BRAND AWARENESS
(Studi Korelasional Tentang Terpaan Iklan Televisi Terhadap Brand Awareness L-Men Pada Anggota Klub Helios Fitness Center Purwokerto)
Hal terpenting dalam pembentukan brand awareness ialah tentang bagaimana cara yang efektif untuk meramu iklan tersebut dibuat semenarik mungkin. Tiga indikator penting dari sekian banyaknya indikator mengenai tingkat keberhasilan suatu pembentukan brand awareness ialah: pertama, pemilihan jam siar dalam penayangan iklan, kedua, unsur format iklan seperti pemberian musik, bintang iklan, gaya penyampaian pesan, tata gambar, dan lain sebagainya, ketiga, ialah bagaimana khalayak dapat memahami fungsi dari produk itu sendiri.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana terpaan iklan televisi L-Men dalam memberikan kesadaran merek (brand awareness) kepada khalayak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan data korelasional dan dengan metode survei. Adapun teori yang digunakan khusus untuk variabel (x) dalam penelitian ini ialah Selective Influence Theory (Teori pengaruh selektif).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tayangan iklan L-Men di televisi dengan Brand Awareness pada anggota klub Helios fitness center Purwokerto dalam pembentukan brand awareness L-Men dengan total populasi 175 member dan sampelnya adalah 64, dengan menggunakan rumus n = N / (1 + N e²) Slovin (1960) dalam (Sevilla dkk,1993:50). Hal ini merujuk dari hasil korelasi Rank Spearman pada anggota Helios Fitness Center Purwokerto sebesar 0,633. Dari hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang tinggi (kuat), karena dibuktikan dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 yang berarti lebih kecil dari tingkat kesalahan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu 10% atau 0,1.
The most important things in the formation of brand awareness is how to creating the right way to makes an attractive advertisement. There are three an important indicator on the level of success of the brand awareness formation: first, selection hours in advertisement broadcasting, second, understandable format of the advertisement format such as music provision, advertising star, style of delivering the message, landscape picture & ecetera, and the third is how the audience understand the function of the product itself.
The purpose of this research was to analyze the effects of L-Men’s TV commercial exposure on its brand awareness towards the specific audience. Quantitative methods was used for this research with correlational and survey methods for collecting the data. This research used special theory for the X variable which is Selective influence theory.
Based on the research result, it can be concluded that there is significant correlation between L-MEN’s TV commercial exposure toward the 64 member who is part of 175 total member of Helios Fitness Center Purwokerto was collected with n = N / (1 + N e²) formulation Slovin (1960) on Sevilla, dkk (1993:50) on creating its brand awareness. This statement refers to the Rank Spearman correlation result of the member of Helios Fitness Center Purwokerto which is 0.633. This result also means that there is high correlation (strong), it is obtained by the significance of the 0,000 which means smaller than the level of errors that used in this research is 10 % or 0,1.
365513462F1C008065STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN WONOSOBO DALAM MENINGKATKAN JUMLAH WISATAWAN DI OBJEK WISATA DIENGPenelitian ini mengambil judul Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan Di Objek Wisata Dieng. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana peranan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo dengan strategi komunikasi pemasaran mampu memberikan pengaruh terhadap kunjungan wisatawan di objek wisata Dieng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang berguna untuk mengetahui data dan fakta mengenai strategi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo untuk promosi pariwisata dalam perspektif komunikasi pemasaran. Pengambilan sampelnya adalah dengan cara purposive sampling, peneliti memilih informan menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Kriteria ini sesuai dengan topik penelitian dan cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalahnya secara dalam. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa strategi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo menggunakan berbagai kegiatan promosi dan pemasaran, meliputi: (1) periklanan, (2) pemasaran langsung, (3) promosi penjualan, (4) penjualan personal dan (5) hubungan masyarakat. Berbagai kegiatan pemasaran ini dilakukan untuk mengingkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata Dieng. Adanya kemajuan teknologi saat membuat informasi mampu tersebar secara meluas kepada masyarakat, dengan penanganan yang tepat dan pengelolaan yang baik akan membawa pengaruh positif bagi meningkatnya kunjungan wisata di objek wisata Dieng. Dengan kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah, dan swasta serta masyarakat akan sangat berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus mampu berperan lebih dominan daripada pihak swasta dan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan terhadap pariwisata, penanganan dan pengelolaan terhadap masalah wisata dengan profesional. Kerjasama atau koordinasi antar pihak memiliki kepentingan yang berbeda harus ditingkatkan untuk mencapai kesamaan visi dalam pengembangan wisata di objek wisata Dieng. Selain itu, kegiatan yang dilakukan dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya dalam ruang lingkup pariwisata dan kebudayaan saja, tetapi hendaknya juga mengangkat masalah-masalah lingkungan yang terjadi di Dieng.
This study took the title Strategy Marketing Communications Department of Tourism and Economy Creative of Wonosobo in Increasing the number of tourists in Attractions Dieng. The main objective of this study was to determine the extent to which the role of the Department of Tourism and Economy Creative of Wonosobo regency with marketing communication strategy capable of giving effect to the tourist arrivals in tourist Dieng.
This study uses descriptive qualitative research that is useful to know the data and facts about the strategy of Tourism and Economy Creative Wonosobo for the promotion of tourism in the perspective of marketing communication. The sample collection is by purposive sampling, the researchers chose informants according to certain criteria that have been set. These criteria must be in accordance with the research topic and tend to choose informants who know and trustworthy considered to be a steady source of the data and determine the problem is inside.
From the results of this study found that the strategy of the Department of Tourism and Economy Creative Wonosobo using a variety of promotional and marketing activities, including: (1) advertising, (2) direct marketing, (3) sales promotion, (4) personal selling and (5) public relations. Various marketing activities is done to remind tourists to visit attractions Dieng. Advances in technology today makes able to spread information widely to the public, with precise handling and good management will bring a positive influence to the increase of tourist visits in tourism Dieng. With good cooperation from the government, private and community will greatly impact on the increase in tourist traffic.
Tourism Agency and Economy Creative should be able to play a more dominant than the private sector and the public to improve services to tourism, handling and management of problems with a professional tour. Cooperation or coordination between the parties should be increased to achieve a common vision in the development of tourist attractions Dieng. In addition, activities carried out in an effort to increase tourist arrivals not only in the scope of Tourism and Economy Creative, but will raised the environmental problems that occur in Dieng.
365613464G1G010024PERBANDINGAN KEKUATAN GESER ANTARA PERLEKATAN ULANG BRAKET KERAMIK MENGGUNAKAN SANDBLASTING ALUMINIUM OXIDE DAN SILICA COATING DENGAN PENAMBAHAN SILANE
Kejadian lepasnya braket keramik pada masa perawatan ortodontik dapat menyebabkan distorsi pada basis braket. Distorsi yang berupa hilangnya retensi mekanik pada basis braket dapat menyebabkan penurunan kekuatan perlekatan ulang. Salah satu metode untuk memberi retensi retensi mekanik tambahan pada basis braket keramik adalah sandblasting menggunakan beberapa partikel abrasif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan geser perlekatan ulang braket keramik menggunakan sandblasting aluminium oxide dan silica coating dengan penambahan silane. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group desain yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu kelompok I (silane), kelompok II (sandblasting aluminium oxide + silane) dan kelompok III (silica coating + silane). Sampel penelitian adalah 21 braket keramik yang dilakukan uji geser dan 2 sampel dari masing-masing kelompok dilakukan uji scanning electron microscopy (SEM). Uji one way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok sampel. Kelompok III memiliki kekuatan geser tertinggi diikuti dengan kelompok II dan kelompok I. Hasil uji SEM pada kelompok III menunjukkan mikroporositas yang teratur dan homogen. Kekuatan geser pada kelompok III lebih tinggi karena adanya proses triboplasma yang menyebabkan mikroretensi yang terbentuk lebih baik dan adanya reaktivitas silane yang berikatan kuat dengan silica. Kekuatan geser tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan kekuatan geser yang optimal untuk perawatan ortodontik. Hal tersebut dapat menyebabkan kecenderungan untuk terjadi fraktur enamel pada saat debonding.The incidence of debonded ceramic bracket in the orthodontic treatment can cause distortion at the bracket base. Distortion due to mechanical retention on the bracket base is lost can reduce bond strength of bracket rebonding. One method to created addition mechanical retention at the bracket base is sandblasting with abrasif sands. The aim of this study was to compare of shear bond strength between rebonded ceramic bracket using aluminium oxide sandblasting and silica coating with addition of silane. This study was an experimental-laboratory study with post test only control group design were randomly divided into 3 groups as follow: Group I (silane), Group II (sandblasting aluminium oxide + silane) and Group III (silica coating + silane). This study was carried on 21 ceramic brackets were done shear strength test, continued by scanning electrone microscopy (SEM) test. Normality and homogenity shows normal distribution of the population. One way ANOVA analysis was used to showed significant differences among the three groups, and the result is p=0,000, continued by Post hoc LSD test. The bond strength of recycled ceramic bracket in group III was higher than group II follow group I. SEM micrographs in group III also showed greater irregularities and homogenity on the surface of the ceramic bracket base. The shear bond strength in group III more high because the process of triboplasma created microretention better and reactivity of silane which bind strongly with silica. That shear strength is twice as high when compared with optimal shear strength for orthodontic treatment. It can lead a tendency to fracture the enamel during debonding.
365713465F1C010073Strategi Komunikasi Pemasaran Wisata Dreamland Park Banyumas dalam Upaya Meningkatkan Kujungan WisatawanPariwisata mempunyai peluang untuk mendorong pendapatan daerah, dan sebagai bentuk investasi yang dimiliki daerah untuk dikembangkan serta diolah agar diketahui oleh masyarakat secara luas. Persoalannya belum semua obyek wisata diketahui oleh masyarakat sehingg perlu adanya promosi.
Penelitian ini mengambil judul “Strategi Komunikasi Pemasaran Wisata Dreamland Park Banyumas dalam Upaya Meningkatkan Kunjungan”, bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi komunikasi pemasaran yang di jalankan dalam manejemen Dream Land Park dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif maka teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Dari penelitian yang telah dilaksanakan maka hasil menunjukkan bahwa Dream Land Park dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dengan menggunakan bauran promosi sebagai sarana untuk menyampaikan pesan akan produk, harga dan tempat dalam mencapai sasaran melalui media komunikasi pemasaran seperti promosi penjualan, personal selling, periklanan dan publikasi. Dari keempat strategi tersebut strategi personal selling (door to door) merupakan cara yang paling efektif meningkatkan kujungan wisatawan..
The tourist sector has significance effect to economic growth and investment of local government income. Actually that a lot of people who know tourist destination, there is should be promotional mix.
The title of this research is “Strategic of Marketing Communication Dreamland Park Banyumas to increase Consumers”, has finding out strategic of marketing communication by manager of Dream Land Park to increase tourist. The method used in this research is qualitative method. Data collection method are interview, observation and literature study that related to tourist.
Base on the research have conclusion that Dream Land Park take a promotional mix to increase consumers, talk about influential about product, price and destination. The promotional mix include sales promotion, personal selling, advertising and publication. There is personal selling (door to door) has more effectiveness to increase tourist. Father more, Dream Land Park always water to change for everyday.
365813482F1D010057DINAMIKA SURVIVEBILITAS PARTAI GOLKAR DALAM REKRUITMEN POLITIK CALON ANGGOTA LEGISLATIF DI KABUPATEN BANYUMAS PADA PEMILU TAHUN 2014Penelitian ini berjudul “Dinamika Survivebilitas Partai Golkar Dalam Rekruitmen Politik Calon Anggota Legislatif di Kabupaten Banyumas Pada Pemilu Tahun 2014”. Alasan saya memilih Partai Golkar karena Partai Golkar memiliki kemampuan bertahan dalam perolehan suaranya di pemilu dan ini tercermin dari proses rekruitmen caleg partai golkar yang sistematis, serta caleg incumben dari partai golkar yang terpilih kembali dalam pemilu legislatif tahun 2014.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif menurut Lexy J Moleong. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data untuk menjamin validitas data.
Ringkasan hasil dari penelitian ini adalah Dinamika Survivebilitas Partai Golkar Dalam Rekruitmen Politik Calon Anggota Legislatif di Kabupaten Banyumas Pada Pemilu Tahun 2014 adalah cenderung Stabil. Survivebilitas partai politik sangat bergantung kepada hubungan timbal balik yang terjalin dalam sebuah relasi patron-klien yang menempatkan partai politik sebagai patron dan masyarakat sebagai klien. Golkar menempatkan diri sebagai patron partai yang berpengaruh, sedangkan masyarakat sebagai kliennya dan melalui proses rekruitmen partai akan memilih kader yang memiliki intergritas dan kredibilitas untuk dijadikan caleg agar relasi patron-klien berjalan berkesinambungan.
Partai Golkar pada pemilu tahun 2014 melakukan rekrutmen politik melalui beberapa cara antara lain: lewat Kaderisasi, Pendidikan Politik, Rekruitmen Calon Anggota Legislatif, Penilaian, dan Strategi Pemenangan. Rekruitmen dilakukan untuk memilih calon anggota legislatif yang memiliki potensi dan cukup populer di masyarakat. Para calon anggota legislatif yang memiliki nama dan populer dan memiliki kredibilitas dan integritas di mata masyarakat biasanya akan lebih mudah dalam meraih suara dan memperoleh kepercayaan sehingga masyarakat memilihnya dalam pemilihan umum legislatif Kabupaten Banyumas tahun 2014.
The research is called Survivebilitas The Dynamics Of Golkar In Political Rekruitmen Prospective Members Of The Legislature In Kabupaten Banyumas In The Election Year 2014. The reason i choose Golkar because Golkar having the ability to survive in its his voice at an election and this is reflected in the process of rekruitmen caleg golkar a systematic, as well as caleg incumben of Golkar who was elected back in legislative election year 2014.
Research methodology that is used is the qualitative method descriptive with the approach a case study. Data is collected from the observation, interview, and study documentation. Data analyzed using analysis of qualitative data according to Lexy J Moleong. In this research technique used triangulation data to ensure the validity of the data.
A summary of the findings of this research is The Dynamics Of Survivebilitas Golkar In Political Rekruitmen Prospective Members Of The Legislature In Kabupaten Banyumas In The Election Year 2014 is Tended to be Stable. Survivebilitas a political party is very dependent to a reciprocal relation interwoven in a relation patron-klien who puts a political party as patron and the community as a client. Golkar put themselves in patron an influential party, while the for a client and through the process rekruitmen parties will choose cadres having intergritas and credibility to be used as praying that relation patron-klien walk sustainable.
Golkar on general election in 2014 do recruitment political in many ways among other: Through Regeneration, Political Education, Rekruitmen Prospective Members Legislative, Assessment, and Strategies For Winning. Rekruitmen is done to choose prospective members legislative that has the potential and was quite popular in the community. The prospective members have the name of legislative and popular and credible and integrity of the in the citizens usually will be easy to win sound and obtain trust and the community chose him in an election legislatures district Banyumas 2014.

365913466F0B012011PENERJEMAHAN SURAT RESMI DISTRIBUSI BERBAHASA MANDARIN DI BAGIAN KEARSIPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) KARANGKANDRI CILACAP Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Surat Resmi Distribusi Berbahasa Mandarin di Bagian Kearsipan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri Cilacap”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2015 sampai 9 Mei 2015, tentang penerjemahan surat resmi berbahasa Mandarin. Adapun tujuan penulis melakukan praktik kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri Cilacap adalah untuk membantu karyawan perusahaan tersebut dalam memahami isi surat resmi distribusi berbahasa Mandarin. Selain itu, penulis juga mempelajari karakteristik surat resmi dalam bahasa Mandarin dan mempelajari mengenai karakteristik surat resmi dalam bahasa Indonesia sebagai acuan atau referensi penulisan terjemahan dengan surat resmi berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Akhirnya, dengan praktik kerja ini, penulis dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan bahasa Mandarin tulisan khususnya yang terkait dengan kosa kata surat menyurat resmi berbahasa Mandarin, dan bahasa Mandarin teknis.This work practice report entitled "Translating Official Letter Distribution Mandarin Language in Section Filing Steam Power (power plant) Karangkandri Cilacap". Job training activities held on March 9, 2015 to May 9, 2015, on the official Chinese translation of the letter. The purpose of the authors do work practices in Steam Power (power plant) Karangkandri Cilacap is to help the company's employees in understanding the content distribution Chinese official letter. In addition, the authors also studied the characteristics of a formal letter in Mandarin and learn about the characteristics of official letters in Indonesian as a reference tool with a translation of writing an official letter of Chinese into Indonesian. Finally, the working practices, the author can improve the experience and knowledge of Chinese writing, particularly related to the vocabulary of Chinese official correspondence, and technical Mandarin language.
366013468C1A008018EFISIENSI EKONOMIS USAHATANI DAN TINGKAT KELAYAKAN HIDUP PETANI NANAS DI KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini berjudul “ Efisiensi Ekonomis Usahatani Dan Kelayakan Hidup Petani Nanas Di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang“. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi ekonomi usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang dan untuk menganalis tingkat kelayakan hidup keluarga petani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai bulan Juli dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 95 orang. Analisis yang digunakan untuk menghitung efisiensi ekonomi usahatani yaitu dengan menggunakan analisis R/C Rasio.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien karena rata-rata penerimaan total dari usahatani nanas adalah sebesar Rp 33.552.982 sedangkan rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani nanas adalah sebesar Rp 18.620.093. Berdasarkan nilai tersebut maka diperoleh nilai R/C ratio rata-rata sebesar 1.80 yang artinya setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan maka akan memperoleh nilai sebesar Rp 1.80. Karena nilai R/C lebih dari satu maka dapat disimpulkan bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) berdasarkan hasil perhitungan R/C rasio dapat diketahui bahwa usahatani nanas di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah efisien, 2) Dari perhitungan Kebutuhan Hidup Layak, sebanyak 43 orang petani memiliki pendapatan dibawah tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sudah ditetapkan di Kabupaten Pemalang sebesar Rp 1.170.000,00. Yang berarti bahwa pendapatan petani tersebut tidak dapat mencukupi tingkat kebutuhan hidup layak di Kabupaten Pemalang. Sedangkan petani nanas yang mempunyai pendapatan diatas nilai dari tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Pemalang berjumlah 52 orang. Berarti bahwa sebanyak 52 orang petani dapat hidup secara layak dengan mengandalkan pendapatan dari bertani nanas tersebut.

Implikasi dari penelitian ini adalah secara keseluruhan usahatani nanas dapat dikatakan sudah efisien, sehingga para petani di harapkan dapat mempertahankan tingkat efisiensi yang sudah baik dan usahatani nanas harus terus dikembangkan karena kedepannya memiliki prospek yang baik.


The study entitled "Economics Efficiency and Feasible Farm Life Pineapple Grow in Belik Sub Regency Pemalang Regency". The purpose of this study was to analyze the level of economics efficiency pineapple farm in Belik Sub Regency Pemalang Regency and to analyze the feasibility of a pineapple farm families living in Belik sub Regency Pemalang Regency.This research was conducted from June to July by using the survey method. Sampling using purposive sampling method. The number of samples (respondents) were used in this study as many as 95 people. The analysis used to calculate the economics efficiency of farming is by using analysis of R/CRatio.

The results showed that the pineapple farm in Belik Sub Regency, Pemalang Regency has been efficient as the average total revenue from pineapple farming is IDR 33,552,982, while the average total cost incurred pineapple farmers is IDR 18,620,093. Based on these values, the obtained values of R/C ratio by an average of 1.80, which means every single Rupiah cost incurred will acquire a value of USD 1.80. Because the value of R/C is more than one, it can be concluded that pineapple farming in Belik Sub Regency, Pemalang Regency has been efficient.

The conclusion of this study were: 1) based on the calculation of R/C ratio can be seen that the farming of pineapple in Belik Sub Regency, Pemalang Regency already efficient, 2) Calculation Living Needs, as many as 43 farmers have an income below the level Living Needs (KHL) which have been defined in Pemalang IDR 1,170,000.00. Which means that the income of these farmers can not meet the level of need for decent living in Pemalang. While the pineapple farmers who have incomes above the value of the degree of Living Needs (KHL) in Pemalang numbered 52 people. Means that as many as 52 people can live a decent farmers to rely on income from the pineapple farming.The implication of this study is overall pineapple farming can be said to have been efficient, so that farmers expected to maintain a level of efficiency that is a good and pineapple farming should be developed for the future have good prospects.

Keywords: Farming Pineapple, Pineapple, Economics Efficiency, Level KHL