Artikelilmiahs

Menampilkan 3.521-3.540 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
352113322P2CA14018KONTRIBUSI DERAJAT DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERIODE 2002-2013Penelitian ini berjudul “Kontribusi Derajat Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Provinsi DI. Yogyakarta Periode 2002-2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh derajat desentralisasi fiskal dan variabel independen lainnya, seperti level awal pertumbuhan ekonomi, investasi, modal manusia kategori lulusan SMA, modal manusia ketegori lulusan Diploma, modal manusia kategori lulusan Sarjana, pertumbuhan penduduk, koefisien gini dan aglomerasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DI. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dan menggunakan uji determinasi, uji t dan uji f.
Berdasarkan hasil regresi data panel menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi disesuaikan (adjusted R-Square) sebesar 0,856. Artinya bahwa derajat desentralisasi fiskal dan variabel independen lainnya, seperti level awal pertumbuhan ekonomi, investasi, modal manusia kategori lulusan SMA, modal manusia ketegori lulusan Diploma, modal manusia kategori lulusan Sarjana, pertumbuhan penduduk, koefisien gini dan aglomerasi mampu menjelaskan variabel dependen yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 85,6 persen, sedangkan sisanya 14,4 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil Uji F diketahui secara bersama-sama variabel derajat desentralisasi fiskal dan variabel kontrol, seperti level awal pertumbuhan ekonomi, investasi, modal manusia kategori lulusan SMA, modal manusia ketegori lulusan Diploma, modal manusia kategori lulusan Sarjana, pertumbuhan penduduk, koefisien gini dan aglomerasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DI. Yogyakarta. Secara parsial dengan menggunakan Uji t, variabel derajat desentralisasi fiskal, investasi, modal manusia kategori lulusan SMA, modal manusia kategori lulusan Sarjana, koefisien gini dan aglomerasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di DI. Yogyakarta, sedangkan level awal pertumbuhan ekonomi, modal manusia kategori lulusan Diploma dan pertumbuhan penduduk tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
This research entitled "Contributes of Degree of Fiscal Decentralization on Economic Growth Regions in the Province of DI. Yogyakarta Period 2002-2013". The purpose of this research is to analyze the effect of the degree of fiscal decentralization and other independent variables, such as the initial level of economic growth, investment, human capital category of senior high school graduates, human capital category of diploma graduates, the human capital category of Bachelor graduates, population growth, gini coefficient and agglomeration on economic growth in DI. Yogyakarta. This research used panel data regression and determination test, t test and f test.
Research result shows that adjusted R-Square value is 0.856. It means that 85,6 percent of the economic growth can be explained by degree of fiscal decentralization and other independent variables, such as the initial level of economic growth, investment, human capital category of senior high school graduates, human capital category of diploma graduates, human capital category of Bachelor graduates, population growth, gini coefficient and agglomeration, and the others 14.4 percent can be explained by another variable that not include in this research. F test shows that degree of fiscal decentralization and control variables, such as the initial level of economic growth, investment, human capital category senior high school graduates, human capital category of diploma graduates, human capital category of Bachelor graduates, population growth, gini coefficient and agglomeration simultaniously have significant effect to economic growth in the Province of DI. Yogyakarta. Partially used t test, degree of fiscal decentralization, investment, human capital category of senior high school graduates, human capital category of Bachelor graduates, gini coefficient and agglomeration have significant effect on economic growth in the Province of DI. Yogyakarta, while the initial level of economic growth, human capital category diploma graduates and population growth have no significant effect.
352213323H1L011053SISTEM PENDUKUNG PENGAMBIL KEPUTUSAN PEMBELIAN PERUMAHAN MENGGUNAKAN FAZZY DATABASE MODEL TAHANISeiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan rumah sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia ikut meningkat. Berbagai cara dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan yang sangat banyak dilakukan adalah dengan cara membeli rumah di suatu perusahaan yang bergerak di bidang property secara kredit maupun tunai. Setiap perumahan dikembangkan dengan dilengkapi fasilitas yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki kriteria pemilihan rumah yang beragam. Para konsumen pembeli perumahan pada umumnya selalu memiliki pertimbangan dari kriteria-kriteria perumahan yang mereka inginkan sebelum menentukan rumah yang ingin dibeli. Dalam memilih kriteria perumahan yang diinginkan, terkadang seorang konsumen kurang mengetahui nilai atau ukuran yang sebenarnya.
Penerapan fuzzy database model tahani dapat membantu memberikan rekomendasi kepada konsumen dalam memilih perumahan berdasarkan kriteria/parameter yang ada. Penelitian ini menggunakan empat kriteria/variabel fuzzy, yaitu harga, uang muka, luas tanah dan luas bangunan. Data variabel fuzzy tersebut dijadikan sebagai data input sistem. Setiap variabel fuzzy terbagi menjadi beberapa himpunan fuzzy yang direpresentasikan sebagai kurva fungsi keanggotaan dengan pendekatan fungsi linear dan fungsi segitiga. Hasil akhir yang ditampilkan sebagai data output sistem berupa nilai rekomendasi (firestrength) data perumahan sesuai dengan data input yang dimasukkan. Dalam penggunaannya, penerapan fuzzy database model Tahani ini diintegrasikan ke dalam sebuah halaman situs sistem informasi yang terhubung ke internet (website).
The need of house as one of human's main daily needs is increasing along with growing populations. People have done various ways to fulfil these necessity and they mostly purchase houses in the company that leads in the field of property by credit or cash. Every housing is developed by different kinds of facilitation to fulfil public's necessity that have various house's criteria. Consumers usually have a consideration from their criteria before they decide to purchase the house. In selecting intended house's criteria, consumer sometimes less knows the actual value.
The application of fuzzy database tahani's model can help giving recommendation to the consumer in selecting houses based on their criteria. The research is using four fuzzy variables, these are price, down payment, land coverage, and building coverage. The data of fuzzy variables are made as an input data system. Each fuzzy variable is divided into several fuzzy associations that represents as affiliation of function's curve with liner's function approach and triangle's function. The outcome that is presented as output system data in form of housing data recommendation's value (firestrength) appropriate with what the input data entries. In the implementation, the application of fuzzy database tahani's model is integrated into a webpage information system that is connected to internet (website).
352313410G1H011010HUBUNGAN ANTARA SUHU LINGKUNGAN KERJA DAN TINGKAT ASUPAN CAIRAN DENGAN STATUS HIDRASI PADA PEKERJA INDUSTRI KNALPOT DI PURBALINGGAPekerja industri merupakan populasi yang sering melakukan kegiatan fisik di lingkungan panas dalam waktu yang lama sehingga rentan untuk mengalami kekurangan cairan karena pengeluaran keringat berlebih. Hal ini menyebabkan peningkatan asupan cairan pada pekerja jika asupan tidak terpenuhi maka dapat terjadi masalah kesehatan seperti status hidrasi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara suhu lingkungan kerja dan asupan cairan dengan status hidrasi pada pekerja industri knalpot di purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja pada bagian produksi sebanyak 80 orang. Pengangbilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 33 orang. Uji statistik yang digunakan univariat dan bivariat dengan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu lingkungan kerja sebesar 0.183 dengan nilai korelasi – 0.237 dan asupan cairan sebesar 0.065 dengan nilai korelasi – 0.325 terhdapat status hidrasi. Kesimpulan bahwa tiadak ada hubungan antara suhu lingkungan kerja dan asupan cairan terhadap status hidrasi pada pekerja knalpot di purbalingga.Industrial workers are the population who often do a physical activities in the hot environment for a long period so they become susceptible in lacking of liquid because they produce more sweat. Hence, the liquid intake is increasing to these workers. If the liquid intake is not sufficient, it may cause harm to their health such as the bad hydration status. This research aims to know the connection between work environment temperature and liquid intake with hydration status on exhaust pipe workers in Purbalingga. The research method used was cross sectional design. The sample used purposive sampling counted 33 people. Statistical test used univariate and bivariate with Spearman correlation. The univariate results showed that majority of subjects in age 32 years, length of worked 8 hours and the long worked was 20 years. The average of liquid intake is highest water consumption that is 3750 ml. The good level of fluid intake is 21.2% and great is 60.6%. The measuring result WBGT is 35.5˚C, that is highest in area 4 (outdoor). Only 39.4% of workers were considered well hydrated. Other subjects were classified as pre-dehydrated 60.6% and not found dehydrated. The Spearman test results that no correlation between working environment temperature (p>0.05, r – 0.237) and no correlation between fluid intake and hydration status (p>0.05, r – 0.325). The conclusion is no relationship between the working environment temperature and fluid intake with hydration status on workers exhaust in Purbalingga.
352413324H1C009042Analisa Unjuk Kerja PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida) Surya-Angin di Pantai Baru, Pandansimo, Bantul, Yogyakarta Menggunakan Software HOMERPembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) Surya-Angin Pandansimo merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan terpasang di daerah Bantul. Seiring berjalannya waktu pengoprasian PLTH Pandansimo memerlukan kajian analisis unjuk kerja untuk dapat mengetahui bahwa PLTH Pandansimo bekerja dengan optimal atau tidak. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis pada unjuk kerja PLTH menggunakan software HOMER. Komponen pembangkit terdiri dari PV, wind turbine, Inverter, battery dan beban yang digunakan pada PLTH Pandansimo dimodelkan dalam HOMER. Simulasi pembangkit dengan HOMER dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja PLTH meliputi excess electricity, unmet electric load, capacity factor, dan losses. Dari hasil penelitian didapat bahwa pada grup KKP memproduksi energi sebesar 16.112 kWh/yr, excess electricity sebesar 442 kWh/yr, unmet electric load sebesar 1.084 kWh/yr, capacity factor PV sebesar 14,7%, capacity factor wind turbine sebesar 4,74%, capacity factor inverter sebesar 37,5%, dan losses battery sebesar 1.193 kWh/yr. Pada grup PV Barat memproduksi energi sebesar 21.017 kWh/yr, excess electricity sebesar 2.560 kWh/yr, unmet electric load sebesar 1.576 kWh/yr, capacity factor PV sebesar 16%, capacity factor inverter sebesar 20,8%, dan losses battery sebesar 1.300 kWh/yr.Hybrid Power Plant (PLTH) Solar-Wind Pandansimo is one of the power plants that use renewable energy installed in Bantul. Over time pengoprasian PLTH Pandansimo require performance analysis study to be able to know that PLTH Pandansimo work optimally or not. This research will be carried out analysis on the performance of PLTH use HOMER software. Plant components consisting of PV, wind turbine, inverter, battery and load used in PLTH Pandansimo modeled in HOMER. Simulation plants with HOMER conducted to determine the performance of PLTH include excess electricity, unmet electric load, capacity factor, and losses. The result is that the CTF group producing energy by 16 112 kWh / yr, excess electricity amounted to 442 kWh / yr, unmet electric load of 1,084 kWh / yr, capacity factor of 14.7% PV, wind turbine capacity factor of 4.74 %, the inverter capacity factor of 37.5%, and battery losses amounted to 1,193 kWh / yr. In the group of West PV energy production of 21 017 kWh / yr, excess electricity amounting to 2,560 kWh / yr, unmet electric load of 1,576 kWh / yr, PV capacity factor of 16%, the inverter capacity factor of 20.8%, and losses amounted to 1,300 battery kWh / yr.
352513432G1H011016HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS PENAMBAHAN BERAT BADAN DAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DI PUSKESMAS I KEMBARANStatus gizi sebelum dan saat hamil merupakan faktor yang mempengaruhi gizi ibu dan bayi. Apabila ibu mengalami kurang gizi maka akan berakibat buruk untuk ibu maupun anak yang dilahirkannya. Status gizi ibu hamil dapat diukur secara antropometri dengan Lingkar Lengan Atas (LILA), penambahan berat badan selama hamil dan secara biokimia dengan mengukur kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan LILA, penambahan berat badan selama kehamilan, dan kadar hemoglobin dengan berat badan bayi lahir di Puskesmas I Kembaran. Penelitian observasional ini dilakukan dengan pendekatan cohort dengan besar sampel 64 ibu yang melahirkan pada bulan Mei-Juli 2015 yang diambil dengan metode simple random sampling. Data LILA, penambahan berat badan dan kadar hemoglobin diambil dengan melihat buku Kesehatan ibu dan anak, dianalisa dengan Pearson dan Spearman. Rerata LILA responden sebesar 24,9 cm, rata-rata penambahan berat badan 10,48 kg, rata-rata kadar hemoglobin 10,4 g/dl dan rata-rata berat badan bayi lahir 3064 kg. Hasil uji bivariat ada hubungan LILA dan kadar hemoglobin dengan berat badan bayi lahir tetapi tidak ada hubungan penambahan berat badan dengan berat badan bayi lahir berturut-turut adalah (p: 0,032; 0,019; 0,0775). Simpulannya tidak ada hubungan penambahan berat badan dengan berat badan bayi lahir tetapi ada hubungan LILA dan kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas I Kembaran. Disarankan pada pihak puskesmas untuk lebih sering mengadakan kelas ibu hamil untuk memberikan edukasi terkait kehamilanNutritional status before and while pregnancy is a factor affecting maternal and infant nutrition. When mothers are malnourished it will be bad for both mother and child birth. The nutritional status of pregnant women can be measured anthropometry with Upper Arm Circumference (MUAC), weight gain during pregnancy and biochemically by measuring hemoglobin level. The purpose of this study was to determine the relationship of MUAC, weight gain during pregnancy, and hemoglobin level with newborn birth weight in Community Health Center I Kembaran. The observasional study conducted with cohort approach to a sample of 64 mothers who gave birth in May-July 2015 were taken by simple random sampling method. Data MUAC, weight gain and hemoglobin level were taken to look at maternal and child health book, analyzed with Pearson and Spearman. Average of LILA respondents 24.9 cm, an average of weight gain 10.48 kg, the average of hemoglobin level 10.4 g / dl and the average birth weight 3064 kg. Bivariate test showed that there are correlation MUAC and Hb level with newborn birth weight but there is no correlation weight gain and newborn birth weight respectively (p:0,032;0,019;0,775). In conclusion there is no correlation between weight gain and newborn birth weight but there is correlation between newborn birth weight and MUAC, newborn birth weight and hemoglobin level of pregnant women in Community Health Center I Kembaran. Advice on community health center to hold more often prenatal class to provide education about pregnancy
352613326C1A010116PERBANDINGAN EFISIENSI USAHATANI JAMUR MERANG DAN JAMUR TIRAM DI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Perbandingan Efisiensi Usaha Tani Jamur Tiram dan Jamur Merang di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pendapatan dan efisiensi antara usaha tani jamur tiram dan jamur merang dan membandingkan tingkat pendapatan petani jamur tiram dan jamur merang dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas.
Jumlah responden yang diambil di dalam penelitian ini adalah petani jamur tiram sebanyak 27 orang dan petani jamur merang sebanyak 11 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dikarenakan populasi yang ada kurang dari 100 petani. Alat analisis yang digunakan adalah analisis efisiensi ekonomi atau R/C dan analisis pendapatan yang dibandingkan dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa dengan luas lahan yang sama yaitu 100 m2, usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tani jamur tiram. Hasil analisis R/C menunjukkan bahwa nilai R/C usaha tani jamur merang lebih tinggi dibandingkan dengan usaha tani jamur tiram, maka usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dan lebih efisien dibandingan dengan usaha tani jamur tiram di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari penelitian ini adalah petani jamur tiram meningkatkan penggunaan input produksi seperti bibit bahan untuk membuat media jamur, dan disesuaikan deangan standar prosedur budidaya jamur agar tidak terjadi penurunan tingkat produksi yang dapat membuat biaya input produksi semakin bertambah, sehingga dapat mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Sebaiknya petani dapat meningkatkan kemampuan produksi dan diharapkan pemerintah juga memberikan pembinaan pada petani dalam upaya peningkatan keahlian dalam membudidayakan jamur agar pendapatan yang diperoleh dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas. Selain itu, petani jamur tiram perlu mempertimbangkan untuk membudidayakan jamur merang karena usaha tani jamur merang lebih menguntungkan dan lebih efisien dibandingan dengan usaha tani jamur tiram.

Kata kunci : Efisiensi, Rasio R/C, Jamur Merang, Jamur Tiram, Kebutuhan Hidup Layak (KHL)

SUMMARY

This research entitled “Eficiency Comparation of the Oyster Mushroom and Straw Mushroom Farming in Ajibarang Subdistrict Banyumas Regency”. The purpose of this research are to analyze the difference between income and eficiency level of oyster mushroom and straw mushroom farmer and to compare oyster mushroom and straw mushroom farmer income with decent living needs (KHL) in Banyumas Regency.
The respondents are 27 oyster mushroom farmers and 11 straw mushroom farmers. Sampling method that utilized is census method because the population is less than 100. Data analysis method that utilized are R/C Ratio and income analysis that compared with Kebutuhan Hidup Layak (KHL) in Banyumas Regency.
Based on analysis result, with the same land wide (100 m square), straw mushroom farming is more profitable than oyster mushroom farming. Meanwhile, R/C analysis result shows that straw mushroom farming has higher R/C value than oyster mushroom farming, so straw mushroom farming is more profitable and more efficient than oyster mushroom farming in Ajibarang Subdistrict Banyumas Regency.
The implication of this research are oyster mushroom farmer should increase the production input use such as seed material to make mushroom media, and it should be adjusted to the standart procedure of mushroom cultivation in order to avoid decreasing of the production level that can make the input cost increase, so the farming can achieve an higher level of efficiency. We recommend the farmer to increase the production skill and the goverments is expected to provide some guidance to the farmer in an effort to increase the farmer’s cultivation skill in order to meet the decent living needs (KHL) standart in Banyumas Regency. In addition, the oyster mushroom farmer should consider to cultivate straw mushroom because the straw mushroom farming are more profitable and more efficient than oyster mushroom farming.

Keywords : Efficiency, R/C Ratio, Straw Mushroom, Oyster Mushroom, Decent Living Needs (KHL)


352713320H1C011040STUDI POTENSI DAN PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI ALIRAN SUNGAI BANJARAN DESA KEBUMEN, BATURRADEN, BANYUMAS SEBAGAI DESA MANDIRI ENERGIIndonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya air yang berlimpah yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal, salah satunya adalah pemanfaatan sumber daya air menjadi sumber energi alternatif yang terbarukan. Dengan memanfaatkan bangunan air yang sudah ada bisa dikembangkan menjadi unit pembangkit listrik skala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumber daya air di sungai Banjaran sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Perancangan PLTMH ini direncanakan di dusun Kalamenta, Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Dari potensi yang tersedia akan dianalisis desain turbin dan generator sesuai dengan potensi debit dan head yang ada. Dari hasil prediksi debit dan pengukuran langsung menggunakan metode pelampung diketahui sungai Banjaran memiliki debit sebesar 0,905 m3/s. Sedangkan tinggi jatuh air efektif (net head) yang diukur menggunakan selang transparan/waterpass diperoleh head efektif 8,89 m. Desain turbin disimulasikan dengan menggunakan piranti lunak TURBNPRO version 3 menghasilkan solusi turbin Propeller tipe Tubular/Horizontal.Sedangkan desain generator yang dipilih adalah generator sinkron 3 fasa. Dari potensi debit dan head tersebut, PLTMH Kalamenta menghasilkan daya terbangkit 63,47 kW yang dapat menyuplai beban 94 rumah @450 Watt dan sisanya sebagai sumber energi penerangan jalan desa sehingga dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi desa serta membantu pemerintah dalam mewujudkan desa mandiri energi berbasis PLTMH.Indonesia is a country that has the potential of abundant water resources that can be exploited in various ways, which one is the utilization of water resources into alternative renewable energy sources. By utilizing the existing waterworks could be developed into a small-scale power generation units. The aim of this study was to determine the potential of water resources in the Banjaran's river as micro hydro power plant (MHP). MHP design is planned in the Kalamenta's hamlet, Kebumen's village, Baturraden subdistrict, Banyumas. From the available potential will be analyzed the design of the turbine and generator in accordance with the potential discharge and head in there. From the results predicted debit and direct measurement using a float method known Banjaran's river have a discharge of 0.905 m3/s. While effective high water fall (net head) were measured using a transparent hose/waterpass obtained effective head 8.89 m. Turbine design is simulated using software TURBNPRO version 3 generating solution turbine Propeller Tubular/Horizontal type. While generator design chosen is 3-phase synchronous generator. Discharge potential and the head of the MHP Kalamenta generating 63.47 kW power that can supply the load 94 homes @450 Watt and the rest as village street lighting energy source that can increas rural economic activities and assist the government in achieving independent energy village based on MHP
352813327C1C011013PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DENGAN PENGUKURAN RISK BASED BANK RATINGPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh intellectual capital terhadap penerimaan opini kinerja keuangan perusahaan. Hipotesis yang diajukan adalah Intellectual Capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi seluruh perusahaan perbankan dan asuransi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2013. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 63 sampel perusahaan, yang setiap tahunnya terdiri dari 21 perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Secara keseluruhan, temuan empiris penelitian ini menyatakan bahwa semua indikator IC (VACA, VAHU, STVA) memenuhi syarat sebagai indikator pembentuk VAICTM sedangkan resiko pasar, rentabilitas merupakan indikator yang paling signifikan untuk kinerja keuangan perbankan selama 3 tahun. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel hanya menggunakan perusahaan sektor perbankan yang go public.
This study aimed to analyze and provide empirical evidence of the effect of intellectual capital on the acceptance of the company's financial performance opinion. The hypothesis is Intellectual Capital a significant effect on the financial performance of the banking company.
This study uses secondary data with the population of the entire banking and insurance companies listed in the Indonesia Stock Exchange (BEI) 2011-2013. The method used to determine the sample is purposive sampling method, thus obtained 63 samples of the company, which annually consists of 21 companies. The analytical method used in this study is the Partial Least Square (PLS).
The results showed that the intellectual capital significantly influence the financial performance of the banking company. Overall, the empirical findings of this study stated that all indicators of IC (VACA, VAHU, STVA) qualified as an indicator forming VAICTM while market risk, profitability is the most significant indicator of financial performance of banks for 3 years. Limitations of this study is a sample only use companies that go public banking sector.
352913328C1A010099Pengaruh Gaya Hidup dan Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor gaya hidup dan lingkungan sosial terhadap perilaku konsumsi mahasiswa. Objek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang mempengaruhinya adalah gaya hidup dimensi kegiatan (X1.1), gaya hidup dimensi minat (X1.2), gaya hidup dimensi pendapat (X1.3), lingkungan sosial dimensi peer group (X2.1), lingkungan sosial dimensi keluarga (X2.2), dan lingkungan sosial dimensi tempat tinggal (X2.3). Metode penelitian yang digunakan survei eksplanatori dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data dan teknik analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang berjumlah 3320 mahasiswa, sedangkan sampelnya sebanyak 357 mahasiswa.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) jenjang pendidikan Diploma (D3) sebesar 0,716 (71,6 persen) dan Sarjana (S1) sebesar 0,598 (59,8 persen), artinya besarnya kontribusi semua variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 71,6 persen untuk Diploma (D3) dan 59,8 persen untuk Sarjana (S1), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.
Secara parsial terdapat perbedaan antara jenjang pendidikan Diploma (D3) dan Sarjana (S1). Pada Sarjana (S1) variabel lingkungan sosial dimensi peer group berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumsi sedangkan Diploma (D3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi. Kemudian pada Diploma (D3) variabel gaya hidup dimensi aktifitas dan lingkungan sosial dimensi tempat tinggal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumsi sedangkan Sarjana (S1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi. Serta pada Sarjana (S1) variabel gaya hidup dimensi minat berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumsi, sedangkan Diploma (D3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi. Variabel lingkungan sosial dimensi keluarga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Diploma (D3) dan Sarjana (S1). Variabel gaya hidup dimensi pendapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Diploma (D3) dan Sarjana (S1). Secara bersama-sama variabel gaya hidup dan lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa jenjang pendidikan Diploma (D3) dan Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.

The purposes of this research are to find out the impact of lifestyle and social environment factor to consumption behavior of college students. The research objects are Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University students. Some variables that affect are dimension of lifestyle activity (X1.1), dimension of lifestyle interest (X1.2), dimension of lifestyle opinion (X1.3), dimension of social environment peer group (X2.1), dimension of social environment family (X2.2), and dimension of social environment residence (X2.3). The research method that utilized is explanatory survey with questionnaire to collect data and analysis method is multiple linier regressions. Population of this research are entire of Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University students which amounted to 3320 students, and the sample are 357 students.
Based on the research result, coefficient of determination (adj. R2) of Diploma (D3) level is 0.716 (71.6 percent) and Bachelor (S1) level is 0.598 (59.8 percent), it means that the contribution of independent variable to the dependent variable is 71.6 percent for Diploma (D3) and 59.8 percent for Bachelor (S1), while the rest variable is influenced by other factors beyond of the applied research model.
Partially there are differences between the Diploma (D3) and the Bachelor (S1). That is dimension of social environment peer group variable have negative effect to the Bachelor (S1) student’s consumption behavior. Dimension of lifestyle activity and dimension of social environment residence variable do not have significantly effect to the Diploma (D3) student’s consumption behavior, while on a Bachelor (S1) have significantly effect to the consumption behavior. It is also on a Bachelor (S1) and dimension of lifestyle interest variable do not have significantly effect to the consumption behavior, while on a Diploma (D3) have significantly effect to the consumption behavior. Dimension of social environment family variable do not have positive significantly effect to the consumption behavior of Diploma (D3) and Bachelor (S1) student. Dimension of lifestyle opinion variable have positive significantly effect to the consumption behavior of Diploma (D3) and Bachelor (S1) student. Jointly, lifestyle and social environment variable have positive significantly effect to the consumption behavior of Diploma (D3) and Bachelor (S1) students in Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University.

353013333H1L010060RANCANG BANGUN PERMAINAN TRADISIONAL
DAM-DAMAN BERBASIS FLASH3D MENGGUNAKAN FLARE FRAMEWORK
Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk warisan kebudayaan. Dam-daman merupakan permainan tradisional dari pulau jawa. Seiring perkembangan teknologi permainan tradisional mulai ditinggalkan. Teknologi Flash merupakan salah satu perkembangan teknologi yang digunakan untuk pembuatan animasi dan aplikasi multimedia. Untuk mendukung pengembangan aplikasi Flash, Flare Framework mempermudah pengembangan aplikasi berbasis Flash dengan komponen asset 3D. Dengan menggunakan Flare Framework, pengembang dapat menggunakan library Flare untuk menjebatani integrasi dengan Flash, mengatur konfigurasi model 3D, dan pengaturan kamera. Penelitian bertujuan untuk merancang dan membangun permainan dam-daman berbasis Flash menggunakan Flare Framework. Dengan adanya permainan tradisional dam-daman yang dapat dimainkan dengan media komputer, diharapkan permainan tradisional dam-daman dapat tetap dilestarikan sebagai salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia.Traditional games are a form of cultural heritage. Dam-daman is one of traditional games from Java Island. Traditional games becoming obsolete along with the technology development. Flash technology is one technology development that is used for making animation and multimedia applications. To support the development of Flash applications, Flare Framework simplify the development of applications based on Flash with 3D asset component. By using Flare Framework, developers can use the library Flare to bridge the gap of the integration with Flash, set the configuration of 3D models, and camera settings. The research aims to design and build game “Dam-daman” based Flash using Flare Framework. With the traditional game “Dam-daman” that can be played by computer media, is expected traditional game “Dam-daman” can still be conserved as one of Indonesia's cultural heritage.
353113331H1C010016RANCANG BANGUN DAN ANALISA THREE LEVEL NEUTRAL POINT SHORTED PWM INVERTER EMPAT SAKLAR YANG DILENGKAPI TRAFONeutral Point Shorted Inverter merupakan salah satu jenis inverter yang mengubah tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik dengan gelombang tegangan keluarannya memiliki tiga kondisi yaitu kondisi positif, netral, negative. Untuk dapat menghasilkan gelombang, saklar-saklar pada inverter membutuhkan kendali masukan sebagai pengatur saat bekerja dan tidaknya saklar tersebut. Salah satu pengendalian yaitu menggunakan PWM sebagai gelombang sinyal masukan. Penggunaan Dead Time diperlukan untuk mencegah saklar-saklar pada inverter bekerja secara bersamaan yang dapat menimbulkan kerusakan pada komponen. Pengaturan nilai Dead Time berpengaruh pada waktu jeda bekerjanya tiap saklar. Pada penelitian tugas akhir ini akan dibuat inverter dengan empat saklar dan dilengkapi dengan trafo guna menaikkan tegangan keluaran agar dapat dihubungkan dengan jala-jala listrik. Simulasi dan pengujian rancang bangun ini akan diamati hasil gelombang keluaran untuk setiap keluaran inverter tiap indeks modulasinya dan di analisis nilai tegangan rms tiap keluaran.Neutral Point Shorted Inverter is one type of inverter that converts direct voltage into alternating voltage with the output voltage waveform has three conditions, namely conditions of positive, neutral, negative. To gets generate waves, switches on the inverter requires a control input as a regulator while working and whether or not the switch. One control that is used as a PWM input signal waveform. Uses of Dead Time is needed to prevent the inverter switches work simultaneously which can broken the components. Setting the value of Dead Time effect on the operation of each of the switch intervals. At this final project will be made inverter with four switches and is equipped with a transformer to raise the voltage output that can be connected to the grid. Simulation and testing of this design will be observed the results of the output waveform for each output of each inverter modulation index and in the analysis of the value of the rms voltage of each output.
353213329F1F011032GENERAL STRAIN AND SCHOOL BULLYING AS DEPICTED IN JODI PICOULT'S NINETEEN MINUTESBullying atau penganiayaan merupakan tindakan yang agresif dan di sengaja yang melibatkan adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban serta terjadi terus menerus. Tindakan penganiayaan ini dapat terjadi dimana pun, khususnya di sekolah. Beberapa jenis penganiayaan yang terdapat dalam novel Nineteen Minutes berupa penganiayaan fisik, verbal, sosial, dan elektronik.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebab dan akibat dari penganiayaan yang terjadi di lingkungan sekolah berdasarkan novel Nineteen Minutes karya Jodi Picoult. Pendekatan objektif dalam karya sastra yang dikemukakan oleh M.H Abrams digunakan untuk mengumpulkan bukti terkait dengan tindakan penganiayaan yang terdapat dalam novel. Selain itu, bullying teori oleh Dan Olweus dan general strain theory oleh Robert Agnew di aplikasikan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini.
Objek penelitian berupa novel yang berjudul Nineteen Minutes, terbit pada tahun 2007 dan merupakan karya penulis dengan penjualan terbaik asal New York, Jodi Picoult. Novel ini utamanya menceritakan mengenai penganiayaan di sekolah, serta hubungan pertemanan dan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis penganiayaan (penganiayaan fisik, verbal, sosial, dan elektronik) yang terjadi dalam novel Nineteen Minutes. Penyebab dari tindak penganiayaan tersebut terkait dengan beberapa faktor yaitu faktor anak, teman sebaya, keluarga, dan sekolah. Sedangkan akibat dari tindak penganiayaan itu sendiri adalah pembunuhan masal di sekolah tempat penganiayaan tersebut berlangsung.
Bullying is an aggressive and intentional behaviour which involved an imbalance of power and happens repeatedly over time. Bullying nowadays can happen everywhere, especially at school and it takes in many forms. As in Nineteen Minutes novel, the forms of bullying can be listed as physical, verbal, social, and cyber bullying.
This research is aimed to define the causes and effects of school bullying based on Jodi Picoult’s Nineteen Minutes novel. Objective approach in literature proposed by M.H Abrams is used to collect the evidence related to bullying based on the novel. While Dan Olweus’s bullying and Robert Agnew’s general strain theory are applied to answer the research questions.
The object of this research is Jodi Picoult’s best – selling novel, Nineteen Minutes, which describes about school bullying, and also peers and family relationship.
The findings show that there are four types of bullying (physical, verbal, social, and cyber) in Nineteen Minutes novel. The causes are related to several factors which are child, peers, family, and school factors can be the causes of bullying. Whereas one of the effects is the massacre at the school where bullying happens
353313332F1F011010READERS’ RESPONSES ON JEWISH PORTRAYAL IN ERNST HIEMER’S POISONOUS MUSHROOM: A READER RESPONSE STUDYPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui resdpon pembaca mengenai penggambaran karakter Yahudi pada cerita The Poisonous Mushroom karya Ernst Hiemer. Serta menemukan tipe-tipe pembaca yang terbentuk setelah membaca karya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam menganalisa data. Objek utamanya adalah respon pembaca yang dikumpulkan melalui kuisioner dan interview. Teori-teori, seperti strukturalisme pada resepsi sastra, propaganda Nazi yang anti-Semitik, karaketristik orang Yahudi, dan anti-Semitik, digunakan dalam pengembangan dan penjelasan analisis dan data. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa para pembaca berhasil menganalisa ‘tanda-tanda’ dan gambar dalam cerita yang menggambarkan karakter Yahudi, kemudian dikategorikan kedalam empat penggambaran, yaitu: Yahudi sebagai orang yang mendewakan uang, Yahudi sebagai orang yang jahat, Yahudi sebagai orang yang berpenampilan kotor dan terbelakang, dan Yahudi sebagai korban prasangka buruk orang-orang Jerman. Penggambaran tokoh Yahudi ini sesuai dengan propaganda yang dipublikasikan Nazi pada abad 19-20. Namun, tidak semua klaim ini sesuai dengan penggambaran Yahudi di dunia nyata yang sebenarnya karena tujuan dari propaganda tersebut adalah melebih-lebihkan penggambaran tersebut untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat Jerman. Tanda-tanda yang terdapat pada buku juga ternyata berpengaruh terhadap pemikiran pembaca mengenai orang Yahudi baik itu di buku maupun di dunia nyata. Lima pembaca percaya bahwa mereka telah terpengaruh pemikirannya setelah membaca semua cerita. Sisanya tidak menunjukan tanda-tanda bahwa mereka terpengaruh karena ideolog, kepercayaan, dan ilmu yang mereka miliki yang membentengi, juga membantu mereka memproses teks. This research is aimed to find out about the readers’ responses on Jewish portrayal in Ernst Hiemer’s The Poisonous Mushroom and other selected stories and to observe the kinds of readers produced after the process of readings. This research uses qualitative descriptive method in analyzing the data. The main object of this research is the responses of the readers collected through questionnaires and interviews. Some theories, such as structuralism of reader-response theory, Nazi’s anti-Semitic propaganda, Jewish physical and trait’ characteristics, and anti-Semitism, are used in analyzing and supporting the data. The results of the research show that the readers have successfully conveyed the language signs and also pictures to determine the Jewish portrayals which later are classified into four: Jews as money grubber, Jews as bad people, Jews as ugly and dirty people, and Jews as victim of prejudice. These portrayals are similar with most of Nazi’s propaganda during 19th-20th centuries, yet some of them are not true as these depictions are exaggerated in which the Jews portrayed differently from the reality to attract readers. These signs however have affected five readers who believe that they start to dislike the Jews both in the stories and also in real life. Meanwhile, the rest of the readers believe that they are not affected at all because of their belief, ideology, and knowledge on Jews which are related to the kinds of readers with their traits in processing texts.
353413330F1I011012Pengaruh Penempatan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Australia Terhadap Kebijakan Pertahanan China (2011-2013)Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penempatan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Australia Terhadap Kebijakan Pertahanan China (2011-2013)” ini merupakan penelitian yang menganalisa tentang upaya-upaya China dalam meningkatkan kebijakan pertahanannya seiring bertambahnya kekuatan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Pasifik seperti dengan ditempatkanya pangkalan militer AS di Australia pada tahun 2011 dengan ribuan pasukan marinir dan perlengkapan militernya.
Fokus penelitian ini adalah pada kebijakan pertahanan China dalam meningkatkan kekuatan militernya untuk dapat membendung ancaman dari militer AS yang ada di kawasan Asia Pasifik dan juga sekutunya. Hal tersebut dikarenakan dengan ditempatkannya pangkalan militer Amerika Serikat di Australia menambah ancaman terhadap stabilitas keamanan China yang juga merupakan negara besar di kawasan Asia Pasifik. China juga memiliki kepentingan dalam berbagai macam masalah sengketa wilayah dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan ditempatkannya pangkalan militer AS di Australia membuat China semakin meningkatkan anggaran pertahanannya. Sepanjang tahun 2011-2013 China terus meningkatkan anggaran pertahanannya, memperkuat militernya dengan memodernisasi dan membeli alutsista yang mutakhir untuk mengejar ketertinggalannya dari negara lain guna menjadi militer yang besar di dunia dapat mengimbangi militer negara lain seperti AS.
This research analyzes about China's efforts to improve its defense policy by strengthening its military capability as the increasing of the United States (US) military presence in the Asia Pacific region, such as the placement of US military base in Australia in 2011 with thousands of marines and its military equipment. The deployment of US military bases in Australia increasing threats to China’s security stability, which is a large country in the Asia Pacific region. China also has interests in a wide variety of territorial dispute problems with other countries in the Asia Pacific region. Throughout the years 2011-2013 China continues to increase its defense budget, modernize and strengthen its military capability by buying sophisticated weapons system to catch up the other countries military capability and in order to become a great military in the world to counterbalance the US military threats.
353513335H1E011006PENGARUH La3+ TERHADAP STRUKTUR, SIFAT MAGNETIK, DAN ABSORPSI GELOMBANG MIKRO BARIUM FERIT ALAMBahan magnetik barium ferit dengan penambahan La^(3+) telah dibuat secara anisotropik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan La^(3+) terhadap struktur, sifat magnetik, dan karakteristik absorpsi gelombang mikro. Teknik pembuatan bahan magnet menggunakan metode reaksi padatan dengan komposisi 1BaO:(x)La2O3:(6-x)Fe2O¬3, dengan x=0, 0,1, 0,2 dalam mol. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji X-Ray Difraction (XRD), uji Vibrating Sampel Magnetometer (VSM), dan uji Vector Network Analyzer (VNA). Hasil penelitian pada ketiga sampel menunjukan bahwa penambahan La^(3+) meningkatkan jumlah terbentuknya fasa BaLa2Fe2O7 dengan struktur kristal tetragonal dan fasa BaFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal. Namun, keberadaan fasa Fe2O3 menghilang pada penambahan La^(3+) dengan konsentrasi yang lebih tinggi, yaitu sampai 0,2 mol. Akan tetapi ukuran kristal yang terbentuk pada sampel dengan konsentrasi 0,2 mol ini memiliki nilai lebih kecil dibandingkan dengan sampel lainnya. Sedangkan sifat magnetik mengalami peningkatan secara tidak langsung dengan meningkatnya konsentrasi La^(3+). Namun, penambahan La^(3+) hampir tidak berdampak pada nilai magnetisasi saturasi (M_s), nilai magnetisasi remanen (M_r), dan nilai medan koersivitas (H_c). Sementara itu, penyerapan gelombang mikro tertinggi terjadi pula pada sampel dengan penambahan La^(3+) sebanyak 0,2 mol, yaitu 52,31 dB terjadi pada frekuensi 11,68 GHz. Dari hasil-hasil yang diperoleh, tampak bahwa penambahan La^(3+) terhadap campuran BaO dan Fe2O3 mempengaruhi jumlah terbentuknya fasa BaLa2Fe2O7, fasa BaFe12O19. Sementara itu nilai reflection loss pada absorpsi gelombang mikro mengalami peningkatan pada beberapa frekuensi.

Barium ferrite magnetic material with addition of La^(3+) have been synthesized anisotropically. This study was aimed to determine the effect of La^(3+)addition on structure, magnetic properties, and characteristics of microwaves absorption. Magnetic materials were produced by solid state reaction consist of 1BaO:(x)La2O3:(6-x)Fe2O¬3 with x= 0, 0,1, 0,2 mol. Material characterization was conducted by X-Ray Diffraction (XRD), Vibrating Sample Magnetometer (VSM), Vector Network Analyzer (VNA) test. The research result of three samples showed that addition of La^(3+) inceased the BaLa2Fe2O7 phase formation with tetragonal crystal structure and BaFe12O19 phase formation with hexagonal crystal structure. However, the Fe2O3 phase disappeared on La^(3+) addition by higher concentration of 0,2 mol. The size of crystal formed in the sample with 0,2 mol addition has smallest value among samples. The magnetic properties increased indirectly by increasing of La^(3+)concentration. The addition of La^(3+) did not affect the value of saturation magnetization, remanent magnetization, and coercivity. The highest microwave absorption occurred in the sample with 0,2 mol La^(3+) addition, 52,31 dB that occured at 11,68 GHz frequency. The addition of La^(3+) on BaO and Fe2O3 mixture affecting the amount of BaLa2Fe2O7 and BaFe12O19 phase formation. Meanwhile, the value of reflection loss in microwave absorption increased on several frequencies.

353613341F1F011076Mimicry and Hybridity in The Journey Novel by Jiro OsaragiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu mimikri dan hibriditas yang terjadi di Jepang berfokus pada perubahan kebudayaan Jepang setelah kependudukan negara Sekutu yaitu Amerika dan Perancis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data utama yang berupa narasi-narasi dan dialog-dialog yang ada di novel The Journey. Untuk data analisis, ada reduksi data, interpretasi data dan kesimpulan. Dalam menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan poskolonialism dan teori mimikri dan hibriditas sebab objek penelitian membahas tentang interaksi kebudayaan antara negara-negara sekutu, Amerika dan Perancis, sebagai Negara barat dan Jepang sebagai Negara timur. Hasil dari penelitian ini adalah ada tiga bentuk mimikri yang terjadi di Jepang yaitu peniruan bahasa yang digunakan negara-negara sekutu, peniruan kebiasaan orang-orang dari negara sekutu, dan peniruan produk dari aktivitas manusia. Untuk hibriditas, ada dua level yaitu level kebudayaan termasuk di dalamnya ada rumah tradisional Jepang yang baru dan kebiasaan baru orang Jepang dan level linguistik yang berasal dari penggabunggan bahasa Jepang dengan bahasa Perancis.This research aims to analyze mimicry and hybridity issues occurred in Japan which focuses to the change of Japanese culture after Allied Occupation that are America and France. The research uses qualitative method in analyzing the main data of the research that are the narrations and dialogues in The Journey novel. For data analysis, there are data reduction, data interpretation, and data conclusion. To answer the research question, the researcher uses postcolonialism as the approach and theory of mimicry and hybridity since the object of the research talks about Allies, America and France, as the West and Japan as the East country in which those different cultures interact. The result of the research is there are three forms of mimicry occurred in Japan that are adopting Allied languages, behaviors and the product of human activities. For hybridity, there are cultural level including new Japanese traditional house and new Japanese custom and linguistics level in which Japanese mixes Japanese language and French language.
353713334E1A010175PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI KABUPATEN CILACAPPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Satpol PP dalam penertiban peredaran minuman keras di Kabupaten Cilacap dan hal-hal yang menjadi hambatan saat dilakukannya operasi penertiban peredaran minuman keras di Kabupaten Cilacap serta cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi hambatan muncul saat dilakukannya operasi penertiban
Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan wawancara. Data-data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan beberapa hal. Pertama, Satpol PP Kabupaten Cilacap sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai bagian perangkat daerah yang bertugas menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Berdasarkan hal tersebut Satpol PP mempunyai peranan penting dalam hal melakukan penegakan Perda larangan minuman keras di Kabupaten Cilacap, dalam rangka melakukan penegakan Perda larangan minuman keras tersebut Satpol PP melakukan upaya penertiban dengan menerapkan pola operasi persuasif edukatif, represif non yustisial, represif non yustisial yang masing-masing kewenangannya dibagi antara Pol PP dengan PPNS. Kedua, Satpol PP dalam rangka melakukan operasi penertiban minuman keras di Kabupaten Cilacap seringkali menemui hambatan. Jumlah personil yang kurang memadai tidak sesuai dengan luasnya wilayah operasi dari Satpol PP menjadikan kurang optimalnya operasi penertiban peredaran minuman keras, hambatan lain yang dihadapi adalah seringkali terjadi kebocoran informasi saat dilakukannya operasi.
This research has a purpose to finding the role of the Satuan Polisi Pamong Praja for liquor circulation curb in Cilacap district and the things thats being an obstacles when doing the liquor circulation curb in Cilacap district and the way that can be taken by Satuan Polisi Pamong Praja for overcome the obstacles arise when does the liquor circulation curb operation in Cilacap district.

The Approach method in this research is normative juridical with specification of descriptive analytical research.The method of collecting data that used is literature study and interviews. The data achievement will be presented into narative text arangged in systematic form. Data analysis method used is qualitative normative.

The research result showed some things. First, Satuan Polisi Pamong Praja in Cilacap district in accordance with the duties and functions as part of regional forces who is in charge of enforcing the regional regulations and regulation of regional head. Implementation public order and society tranquillity. Based on that case Satuan Polisi Pamong Praja have important role in terms of regional regulation enforcement for prohibition liquor circulation in Cilacap district, in order to conduct enforcement regional regulation of thats prohibition liquor circulation. Satuan Polisi Pamong Praja carry out enforcement efforts by applying the operation pattern educational persuasive, repressive non judicial, repressive judicial that each authority divided between Satuan Polisi Pamong Praja with Pejabat pegawai Negeri Sipil. Second, Satuan Polisi Pamong Praja in order to conduct liquor enforcement operation in Cilacap district often confronted with obstacles. Inadequate number of personnel not in accordance with the operation area of Satuan Polisi Pamong Praja made the operation of curbing the circulation of liquor in Cilacap district was less optimal. Shortage of personnel is not the only obstacle faced by the Satuan Polisi Pamong Praja of Cilacap district in doing the operation to curb the circulation of liquor in Cilacap district, another obstacle faced by the Satuan Polisi Pamong Praja of Cilacap district is oftentimes leaked information about the time of the operation to curb the circulation of liquor in Cilacap district that guested commited by unscrupulous member of Satuan Polisi Pamong Praja itself .
353813336H1D008045ANALISIS PENGGUNAAN KABEL BAJA SEBAGAI PERKUATAN MOMEN NEGATIF BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN PENAMBAHAN TULANGAN KONVENSIONAL PADA BLOK TEKAN MENGGUNAKAN PROGRAM ATENABanyak bangunan dialihfungsikan sehingga kekuatan struktur perlu ditinjau ulang. Untuk menghindari terjadinya kegagalan struktur perlu dilakukan perkuatan elemen struktur. ATENA merupakan program komputer berbasis elemen hingga khusus untuk menganalisis permasalahan struktur beton bertulang. Penggunaan kabel baja sebagai material perkuatan balok beton bertulang memiliki banyak kelebihan diantaranya sifat yang fleksible, bahan yang ringan, dan mudah didapatkan. Pada penelitian ini model benda uji yang terdiri dari balok kontrol (BK), balok perkuatan dengan kabel baja pada blok tarik (BP1), dan balok perkuatan dengan kabel baja dengan penambahan tulangan konvensional pada blok tekan (BP2). Hasil penilitian menunjukan kapasitas beban lentur balok perkuatan (BP1 dan BP2) meningkat terhadap balok kontrol (BK) dengan rasio terhadap eksperimental berturut-turut 1,20, 1,23, dan 0,89 masing-masing untuk BK BP1 dan BP2. Rasio kekakuan ekivalen hasil analisis numerik terhadap eksperimental berturut-turut 1,78, 1,15, dan 1,86 masing-masing untuk BK, BP1, dan BP2. Sedangkan rasio indeks daktilitas hasil analisis numerik terhadap eksperimental berturut-turut 1,11, 0,63, dan 2,99 masing-masing untuk BK, BP1, dan BP2. Hasil pola retak eksperimental dan numerik menunjukan keretakan lentur untuk semua model benda uji.Many buildings are converted so that the structure capacity should be revisited. It needs to do an element structure strengthening to avoid a fail structure occurrence. ATENA is a computer element based program thus particular to analyze reinforced concrete structures problem. The using of wire rope as a strengthening of reinforced concrete beams material has many excesses, they are flexible nature, lightweight material, and easy to get. In this research, the model of the test object consisting of control beam (BK), strengthening beam with wire rope in pull block (BP1), and strengthening beam with wire rope with the addition of conventional reinforcement in press block (BP2). The result of the research shows that the bending load of strengthening beam capacity (BP1 and BP2) is increasing toward control beam (BK) with ratio toward experimental consecutive 1,20, 1,23, and 0,89 each for BK, BP1, and BP2. Stiffness ratio equivalent numeric analysis result toward experimental consecutive 1,78, 1,15, 1,86 each for BK, BP1, and BP2. Meanwhile ductility index ratio of numeric analysis result toward experimental consecutive 1,11, 0,63, 2,99 each for BK, BP1, and BP2. The result of crack pattern experimental and numeric show that the flexural cracks for all model of the test object.
353913338F1A010099Peran Remaja Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional “ Ebeg”
di Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga
Penelitian ini berjudul “Peran Remaja Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional “ Ebeg” di Desa Karangnangka, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga”. Ruang lingkup dari penelitian ini adalah Sistem Sosial Budaya Indonesia (SSBI). Antusias remaja di Desa Karangnangka dalam melestarikan kesenian ebeg sangat tinggi, berbanding terbalik dengan sebagian besar remaja saat ini yang lebih mencintai dan tertarik terhadap budaya modern bahkan budaya asing. Kurangnya minat remaja terhadap kesenian tradisional dapat dilihat dari penelitiaan-penelitian yang ada di berbagai sumber.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sasaran utama adalah remaja pemain ebeg di Desa Karangnangka yang sudah bergabung dengan kelompok ebeg “Ngesti Budaya” selama lebih dari satu tahun dan berusia 15-21 tahun, sasaran pendukung penelitian ini adalah ketua kelompok ebeg “Ngesti Budaya”serta remaja penonton kesenian ebeg di Desa Karangnangka. Berdasarkan hasil penelitian motivasi remaja pemain ebeg adalah pelestarian kesenian, dorongan dari lingkungan dan ekonomi. Remaja yang berperan dalam pelestarian kesenian ebeg bukaan hanya pemain yang aktif dalam kelompok tersebut tetapi juga para remaja yang sering melihat dan menggemari pertunjukan ebeg. Makna indhang bagi pemain ebeg merupakan suatu hal yang sakral dimana mereka berinteraksi langsung dan bekerjasama dengan mahluk ghaib, sedangkan makna indhang bagi para penonton, masuknya indhang di puncak acara merupakan hal yang menarik dan tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan ebeg.
Implikasi dari penelitian ini adalah perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat, remaja harus lebih mengenal kesenian yang berasal dari daerah sendiri agar dapat mencintai kesenian tersebut. Indhang memang saat kental dengan mahluk ghaib namun bukan berarti pemain ebeg menyembah mahluk tersebut. Kesenian ebeg seharusnya bisa mengikuti perkembangan zaman dalam pementasanya agar lebih menarik dan dapat diterima oleh remaja modern di Indonesia.
Kata kunci : Peran Remaja, Kelompok Ebeg
This study, entitled "The Role of Youth InPreservingTraditional Arts"Ebeg"in the village of Karangnangka, District Bukateja, Purbalingga". The scopeofthis study is theSocio-CulturalSystems of Indonesia(SSBI). Enthusiasticteenagersin the villageof Karangnangkain preservingthe arts ofebegis veryhigh, inverselywith mostteenagers todayaremore lovingandinterested in modern culture evenforeign culture. Lack of interestof teenagers towardstraditional artscan be seenfrom research invarious sources.
The method used in this research is qualitative descriptive. The sampling method using purposive sampling with the main target was a teenager in the Karangnangka village ebeg players who have joined in "Ngesti Budaya" ebeg group for more than one year old and 15-21 years old, the goal of this research is supporting the group's chairman "Ngesti Budaya" and teen audience in the village of Karangnangka ebeg art. Based on the research results ebeg player adolescent motivation is the preservation of the arts, the encouragement of environmental and economic. Teenagers who play a role in the preservation of art ebeg openings only players who are active in the group but also teenagers who are often seen and enjoyed the show ebeg. Indhang meaning for players ebeg is a sacred thing in which they interact directly and in cooperation with supernatural beings, whereas indhang meaning for the audience, at the peak of the influx indhang is interesting and can not be separated from the ebeg show.
The implication ofthis studyis theconcernofvariousparties, bothgovernment and society, young people mustbefamiliar withthe artthat comesfrom the regionitselfin order tolove thearts.Indhangwascurrentlysteeped insupernaturalbeings, but that does not meanthe playerebegworshipthese creatures. Ebegartshould be able tokeep upwith the timesinthe playto make it moreattractiveand acceptablebymodernteenagersinIndonesia.
Keywords : Role of Youth, Group “Ebeg”
354013393C1A011038STUDI KOMPARASI NILAI EKONOMI OBJEK WISATA PANTAI
WIDARAPAYUNG, PANTAI JETIS DAN PANTAI KETAPANG INDAH
DENGAN METODE TRAVEL COST
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang
memiliki potensi wisata yang besar. Kabupaten Cilacap bagian timur memiliki
beberapa objek wisata pantai yang cukup banyak menarik wisatawan. Tiga objek
wisata yang paling banyak dikunjungi adalah objek wisata Pantai Widarapayung,
Pantai Jetis dan Pantai Ketapang Indah, namun belum diketahui nilai ekonomi
dari ketiga objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi kunjungan wisata dan untuk mengetahui
nilai ekonomi dari ketiga objek wisata tersebut.
Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dan metode
travel cost. Variabel yang mempengaruhi kunjungan wisata dalam penelitian ini
adalah biaya perjalanan, jarak dan pendapatan. Perhitungan nilai ekonomi
dilakukan dengan menggunakan metode travel cost.
Hasil dari penelitian ini adalah Kunjungan wisata ke objek wisata Pantai
Widarapayung dipengaruhi oleh variabel jarak. Kunjungan wisata ke objek wisata
Pantai Jetis dipengaruhi oleh variabel biaya perjalanan. Kunjungan wisata ke
objek wisata Pantai Ketapang Indah tidak dipengaruhi oleh variabel biaya
perjalanan, jarak dan penghasilan. Total nilai ekonomi objek wisata Pantai
Widarapayung Rp. 127.906.822.778,9 , dengan surplus konsumen per individu
per tahun adalah Rp. 1.802.824,925 dan surplus konsumen per individu tiap satu
kali kunjungan adalah Rp. 255.068,608. Total nilai ekonomi objek wisata pantai
Jetis Rp. 19.902.640.137,3 , dengan surplus konsumen per individu per tahun
adalah Rp. 938.493,9 dan surplus konsumen per individu tiap satu kali kunjungan
adalah Rp. 179.547,331. Total nilai ekonomi objek wisata Pantai Ketapang Indah
Rp. 8.250.910.579,89 , dengan surplus konsumen per individu per tahun adalah
Rp. 1.231.111,695 dan surplus konsumen per individu tiap satu kali kunjungan
adalah Rp. 174.181,055.
Cilacap Regency is one of regencies in Indonesia which has a great
tourism potential. Eastern Cilacap Regency has some pretty coastal attractions
which attract many tourists. Three attractions is the most visited attraction are
Widarapayung beach, Jetis beach and Ketapang Indah beach, but it doesn’t
known the economic value of the three tourist attraction. The purpose of this study
was to determine the factors which influence a tourist visit and to determine the
economic value of those tourist attraction.
Data analyzed using multiple linear regression and travel cost method.
Variables that affect tourist traffic in this study is the cost of travel, distance and
income. Calculation of economic value is done by using the travel cost method.
Results from this study is the visit to the tourist attractions Widarapayung Beach
influenced by variable distances. Excursions to attractions Jetis beach is affected
by the variable cost of the trip. Excursions to attractions Ketapang Indah Beach is
not affected by the variable cost of travel, distance and income. The total value of
economic attraction Widarapayung Beach Rp.127.906.822.778,9. With consumer
consumer surplus per individual per year is Rp.1.802.824,925 and consumer
surplus per individual per one visit is Rp. 255.068,608. The total value of
economic attraction Jetis beach Rp. 19.902.640.137,3. The consumer surplus per
individual per year is Rp.938.493,9 and consumer surplus per individual per one
visit is Rp.179.547,331. The total value of economic attraction Ketapang Indah
Beach Rp. 8.250.910.579,89. The consumer surplus per individual per year is Rp.
1.231.111,695 and consumer surplus per individual per one visit is
Rp.174.181,055.