Artikelilmiahs

Menampilkan 3.621-3.640 dari 48.749 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
362113430C1B008006ANALISIS PENGARUH PEMBERIAN KREDIT, DANA PIHAK KETIGA, CAR, LDR, DAN BOPO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR PERBANKAN DI BEIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kredit, dana pihak ketiga, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, dan BOPO terhadap kinerja keuangan berupa return on asset pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Objek dalam penelitian ini adalah bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 perusahaan, yang dipilih dengan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial variabel pemberian kredit dan loan to deposit ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank berupa return on asset. Dana pihak ketiga dan capital adequacy ratio berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan berupa return on asset. Sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan berupa return on asset.
Sebagai implikasi, perusahaan harus melakukan penghimpunan dana secara optimal, memiliki manajemen perkreditan yang baik, mampu mengendalikan biaya operasional perusahaan secara efisien, dan mampu mengoptimalkan sumber daya financial (modal) yang dimiliki.

Kata kunci : Pemberian kredit, dana pihak ketiga, CAR, LDR, BOPO, ROA
The research aims to analyze the influence of loans, third party funds, capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, and BOPO to financial performance such as return on asset on the banks listed in Indonesia Stock Exchange. The objects of this study were commercial banks listed in Indonesia stock exchange in 2007-2011. The sample of this study were 23 companies, it selected using purposive sampling method and was analyzed using multiple linear regression.
The result shows that partially, variables of loans and loan to deposit ratio had positive influence and significant to financial performance such as return on asset. But third party funds and capital adequacy ratio were variables that have no significant influence to financial performance such as return on asset. While BOPO were variable that have negative and significant influence on financial performance such as return on assets.
As an implication, the company must perform optimally funding, have a good credit management, capable of controlling operating costs efficiently, and are able to optimize financial resources (capital) owned.

Keywords : Loans, third party funds, CAR, LDR, BOPO, ROA
362213478B1J011172Aktivitas Testis Mencit (Mus musculus L.) yang Diberi Krom Melalui Air Minum dan Bahan Pakan dari Sungai Tercemar Limbah Cair BatikTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Cr melalui air minum dan tepung ikan dalam pakan dari sungai yang tercemar limbah cair batik terhadap struktur testis, kadar testosteron, dan proses spermatogenesis pada mencit (Mus musculus L.). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu konsentrasi Cr6+ dalam air minum yang terdiri dari 0, 200, dan 400 ppm. Kelompok pertama adalah mencit yang diberi pakan dengan sumber tepung ikan dari Sungai Rowojembangan, Wates yang tercemar limbah cair batik dan kelompok kedua adalah mencit yang diberi pakan dengan sumber tepung ikan budidaya. Pemberian perlakuan Cr pada mencit dilakukan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Cr berpengaruh signifikan terhadap diameter tubulus seminiferus, proporsi spermatosit, spermatid, dan spermatozoa (p<0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap rasio berat testis terhadap berat tubuh, volume testis mencit, tebal epitel tubulus seminiferus, proporsi spermatogonia, dan kadar testosteron (p>0,05). Ukuran testis mencit (rasio berat testis terhadap berat tubuh, volume testis, tebal epitel tubulus seminiferus, jumlah sel spermatogenik dan kadar testosteron) yang diberi Cr6+200 dan 400 ppm pada kelompok budidaya lebih rendah dibandingkan perlakuan 0 ppm. Aktivitas testis mencit yang diberi Cr6+ 200 ppm pada kelompok pada kelompok Wates lebih tinggi dibanding perlakuan 0 ppm, sedangkan pada perlakuan Cr6+ 400 ppm lebih rendah dibandingkan perlakuan 0 ppm.The aim of this research was to evaluate the effect of Cr given through drinking water and fish meal originated from river recieving batik waste water on mice testicular activities which as evaluated by testis structure, serum testosterone level and spermatogenic cell development. The research was conducted experimentally using Randomized Block Design (RBD) with Cr concentration in drinking water as the treatment consisted of three levels i.e. 0, 200, and 400 ppm. The blocks were fish meal originated from fish farmer and fish meal from river recieving batik water waste. The treatments were given for 35 days. The results showed that Cr administration through drinking water and feeding significantly affect the diameter of seminiferous tubules, proportion of spermatocyte, spermatid, and spermatozoa (p<0,05), but does not significantly affect the ratio of testicle weight to body weight, testicle volume, epithelial thickness of seminiferous tubules, proportion of spermatogonia, nor testosterone level (p>0,05). The mice testicular activity fed with fish meal originated from the farmer and given Cr6+ through the drinking water at 200 and 400 ppm level, was lower than those without Cr in the drinking water. The mice testicular activity fed with fish meal originated from polluted water and given Cr6+ through the drinking water at 200 ppm, was higher than those given 0 ppm, while recieving Cr6+ treatment at 400 ppm was lower than 0 ppm.
362313431F1C010074Branding Sekolah Dasar Negeri 4 KranjiPenelitian ini mengambil judul “ Branding Sekolah Dasar Negeri 4 Kranji Purwokerto” . peneliti memilih Sekolah Dasar Negeri 4 karna Sekolah Dasar Negeri 4 Purwokerto merupakan instasi pemerintah untuk menyejahtrakan masyarakat dalam hal pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi yang dilakukan sekolah Dasar Negeri 4 Kranji Purwokerto dalam melakukan branding school. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan utama dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan accidental sampling untuk teknik pemilihan informan pendukung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Sekolah Dasar Negeri 4 Kranji Purwokerto melalui Kepala Sekolah melakukan branding school menggunakan dua dari tiga langkah yang ada dalam branding school. Pertama, adalah dengan program unggulan akademis seperti, bimbingan belajar dan bina prestasi, sekolah memilih program ini sebagai program rutin menjaring dan melatih muridnya agar bisa berkompetisi. Kedua program unggulan non akademis seperti, ekstrakulikuler pramuka, kegiatan seni tari, kegiatan seni musik, kegiatan seni lukis, kegiatan olahraga, kegiatan Hadroh, kegiatan komputer, dan kegiatan bahasa inggris.
The title of the rerch is “Branding Public Elementary School 4 Kranji Purwokerto”. The researcher chosen Public Elementary because Public Elementary kind of instance which build by the government to give welfare for all of the people in the context of education. The goal of this research was to knew the strategy that applied elementray school 4 Kranji to branding their school. The research method that used was qualitative that approached case study. The technic to find main informan in this research was purposive sampling, and the technic to find support informan was accidental sampling. The technic to collect data were by indepth interview, observation, and documentation
The result of this research was showed elementary school 4 Kranji Purwokerto there school principal did branding school by two of three ways in branding schools. First way was used primary academic program as tutroing and selection of achievement students, the school chose it as routine program to got and trained their students could to competition. The second way was primary programs as scout, dance, music, painting, sports, Hadroh, computer, and English exercise
362413434G1D011058HUBUNGAN BERMAIN GAME ONLINE KEKERASAN DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE DI PURWOKERTOHUBUNGAN ANTARA BERMAIN GAME ONLINE KEKERASAN DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE DI PURWOKERTO

Atika Khusnul Khotimah, Saryono, Dian Ramawati

ABSTRAK

Latar belakang: Game online adalah situs permainan yang menyediakan berbagai macam jenis permainan yang dapat melibatkan beberapa pengguna internet di berbagai tempat yang berbeda untuk terhubung di waktu yang sama. Game online yang mengandung kekerasan di percaya mempunyai dampak terhadap kecerdasan emosi penggunanya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bermain game online kekerasan dengan kecerdasan emosional remaja pengguna game online yang ada di Purwokerto
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Somers’d.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan antara lama bermain game online perhari, frekuensi dan lama bermain game online perminggu dengan kecerdasan emosional remaja ( p:0,000, p: 0,029 dan p:0,005). Hal ini berarti secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara bermain game online kekerasan dengan kecerdasan emosional.
Kesimpulan: Bermain game online berhubungan dengan kecerdasan emosional remaja pengguna game online di purwokerto.

Kata Kunci: game online kekerasan, kecerdasan emosional, remaja, frekuensi bermain
THE RELATION BETWEEN VIOLENCE GAME ONLINE PLAY WITH EMOTIONAL INTELLIGENCE IN ADOLESCENCE IN PURWOKERTO

Atika Khusnul Khotimah, Saryono, Dian Ramawati

ABSTRACT
Background: Online game is a game site that provides various types of games that can involve multiple internet users in different places to be connected at the same time. Online games containing violence believed to have an impact on the emotional intelligence of its users.
Purpose: This study aimed to determine the relationship between playing online games with violent and emotional intelligence in adolescent online game users in Purwokerto
Methods: This study used cross sectional design. The sampling technique is accidental, with a total sample of 60 respondents. Instruments used are emotional intelligence questionnaire. Data were analyzed statistically using correlation Somers'd.
Results: The result showed the relationship between the length of playing online games per day, frequency and duration per week with adolescent’s emotional intelligence (p:0.000, p:0.029 and p:0.005 respectively). This means there is a statistic a significant relationship between violence playing games online with emotional intelligence.
Conclusion: Playing online game has a significant relation on emotional emotional intelligence of adolescent online game users in purwokerto.

Keywords: violence online games, emotional intelligence, adolescents, frequency of play
362513435G1G010017PENGARUH METODE PENYINARAN TERHADAP POLYMERIZATION SHRINKAGE DAN COMPRESSIVE STRENGTH PADA RESIN KOMPOSIT BULK FILL PACKABLE Resin komposit bulk fill adalah bahan restorasi langsung pada gigi yang dapat diaplikasikan maksimal setebal 4mm. Resin komposit bulk fill terdapat beberapa tambahan bahan untuk mengurangi shrinkage dan menambah kekuatan fisik bahan setelah dilakukan polimerisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode penyinaran terhadap polymerization shrinkage dan compressive strength pada resin komposit bulk fill packable. Jumlah total 24 sampel yang terbagi menjadi 3 kelompok. Bentuk sampel silinder berukuran 2 mm x tinggi 4 mm, dengan alat cetak berbahan fiber glass. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Kelompok I, dilakukan penyinaran dengan metode continous cure. Kelompok II, dilakukan penyinaran dengan metode ramp cure. Kelompok III, dilakukan penyinaran dengan metode intermittent cure. Penyinaran masing-masing dilakukan selama 20 detik. Subjek penelitian selanjutnya dilakukan uji shrinkage menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm dan uji compressive strength dengan Universal Testing Machine. Uji One Way ANOVA polymerization shrinkage dan compressive strength menunjukkan perbedaan yang bermakna diantara metode penyinaran yang digunakan (p < 0,005). Hasil uji polymerization shrinkage diperoleh nilai metode ramp cure 0,03 mm, metode intermittent cure 0,05 mm dan metode continous cure 0,13 mm. Hasil uji compressive strength diperoleh nilai pada metode intermittent cure 337,125 MPa, metode ramp cure 310,375 MPa dan metode continous cure 264,25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh metode penyinaran terhadap polymerization shrinkage dan compressive strength pada resin komposit bulk fill packable. Bulk-fill composite is one of direct restoration material which maximum increment thickness is 4 mm. Resin composite bulk fill have extra material to reduce shrinkage and increase physical force material after conducted polymerization. This study was aimed to determine the effect of light curing method on polymerization shrinkage and compressive strength of bulk-fill packable composite resin. This study was carried on total 24 cylindrical samples (2 mm in diameter and 4 mm in height) with fiber glass material. Simple random sampling was used in this study and divided into 3 groups. In Group I, the samples were light cured with continuous method. In Group II, the samples were light cured with ramp method, and in Group III, the samples were light cured with intermittent method. Each sample was polymerized using LCU for 20 seconds. The polymerization skrinkage was determined with caliper (0,01mm accuracy) and the compressive strength was determined with Universal Testing Machine. One Way ANOVA revealed that there were significant differences in polymerization shrinkage and compressive strength between the three groups (p=0,000, p < 0,005). The result polymerization shrinkage in ramp cure group was 0,03 mm, intermittent cure group was 0,05 mm and continuous cure group was 0,13 mm. The highest compressive strength score was obtained by intermittent cure group (337,125 Mpa), followed by ramp cure group (310,375 Mpa) and continuous cure group (264,25 Mpa), respectively. The result of this study showed the effect cured method to polymerization shrinkage and compressive strength in resin composite bulk fill packable.
362612983G1G011007PERBANDINGAN HISTOMORFOMETRIK LESI ATEROSKLEROSIS KORONER, KADAR LDL, DAN KADAR HDL ANTARA MODEL TIKUS (Rattus norvegicus) PERIODONTITIS KRONIS DENGAN PERIODONTITIS AGRESIF
Aterosklerosis koroner adalah kondisi penumpukan simpanan lemak dan substansi lain pada arteri koroner yang dapat menyebabkan peningkatan kadar LDL, jumlah foam cell dan ketebalan dinding arteri koroner. Aterosklerosis diyakini memiliki hubungan dengan penyakit periodontitis. Periodontitis adalah kondisi peradangan jaringan penyangga gigi yang umumnya disebabkan oleh bakteri Porphyromonas gingivalis (P.g) dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A.a). Kedua bakteri tersebut dapat meningkatkan kadar LDL dan menyebabkan terbentuknya foam cell. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan histomorfometrik lesi aterosklerosis koroner, kadar LDL, dan kadar HDL antara model tikus (Rattus norvegicus) periodontitis kronis dengan periodontitis agresif. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan 30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, lalu diukur kadar LDL dan kadar HDL sebelum dan sesudah induksi bakteri periodontitis. Kelompok kontrol (K) adalah kelompok tikus sehat, kelompok perlakuan I (PI) diinduksi bakteri P.g sebanyak 0,02 ml setiap 3 hari selama 28 hari, dan kelompok perlakuan II (PII) diinduksi bakteri A.a sebanyak 0,2 ml setiap hari selama 7 hari. Kondisi periodontitis ditegakkan dengan pemeriksaan radiografi pada hari ke-8 untuk kelompok PII dan hari ke-29 untuk kelompok PI, kemudian pada hari yang sama dilakukan pemeriksaan LDL dan HDL serta tikus dinekropsi dan dibuat preparat untuk melihat ketebalan dinding arteri koroner. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test, ANOVA dan LSD. Hasilnya menunjukkan terdapat perbedaan bermakna ketebalan dinding arteri koroner, kadar LDL, dan kadar HDL (p<0,05) antara kelompok K, PI, dan PII. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna ketebalan dinding arteri koroner, kadar LDL dan kadar HDL antara kelompok K dan PI, K dan PII, serta PI dan PII.Coronary atherosclerosis is the fatty deposits conditions and other substances in the coronary arteries that can lead to an increase in LDL level, the number of foam cells and the thickness of the walls of the coronary arteries. Atherosclerosis is believed to be associated with periodontitis. Periodontitis is a condition of inflammation of the tissues supporting the teeth are usually caused by the bacterium Porphyromonas gingivalis (P.g) and Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A.a). Both of these bacteria can improve LDL level and causes the formation of foam cells. This study aims to determine the ratio histomorfometrik lesions of coronary atherosclerosis, level of LDL and level of HDL in a rat model (Rattus norvegicus) chronic periodontitis with aggressive periodontitis. This research was an experimental laboratory using 30 male Wistar rats which were divided into three groups, the levels of LDL and HDL were measured before and after induction of bacterial periodontitis. The control group (K) was a group of healthy rat, the treatment group I (PI) inducted Pg bacteria as much as 0.02 ml every 3 days for 28 days, and the treatment group II (PII) A.a bacteria inducted by 0.2 ml every day for 7 day. Periodontitis conditions enforced by radiographic examination on day 8th for groups PII and day 29th for the PI group. Then, on the same day examination LDL and HDL and rats was necropsy and made preparations to see the thickness of the walls of the coronary arteries. The results were analyzed using paired t-test, ANOVA and LSD. The result showed that there were significant differences in the thickness of the walls of the coronary arteries, LDL, and HDL (p <0.05) between the groups K, PI and PII. The conclusions of this study are significant difference coronary artery wall thickness, levels of LDL and HDL levels between groups K and PI, K and PII, and PI and PII.
362713436F1A010083Fenomena Politik Transaksional
(Studi Kasus Money Politics Calon Legislatif di Perkumpulan Majelis Ta’lim
Desa Kaliwadas Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes)
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji praktik money politics dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014 yang ada di perkumpulan majelis ta’lim Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes dan pemaknaan anggota majelis ta’lim terhadap money politics tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripttif, dengan sasaran penelitian pengurus dan anggota Majelis Ta’lim. Money politics terjadi di Desa Kaliwadas, menggunakan bermacam-macam modus, seperti pemberian sembako,uang, bantuan perlengkapan mushola, pakaian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para calon legislatif. Modus lain, calon legislatif menyediakan kendaraan untuk membawa anggota pengajian dan menggiring ke rumah calon legislatif untuk pengajian. Pada saat ceramah diberi pesan khusus untuk memilih calon legislatif tersebut. Para pengurus maupun anggota Majelis Ta’lim memaknai pemberian dari calon legislatif sebagai hadiah atau pemberian bukan sebagai bentuk money politics seperti risywah atau suap. Dalam upaya menekan praktik money politics perlu ada sosialisasi dari pihak penyelenggara pemilihan umum terkait dengan pelanggaran money politics kepada seluruh masyarakat tak terkecuali pengurus dan anggota majelis ta’lim.. The purpose of this study was to examine the practice of money politics in the 2014 Legislative Election in association informal gatherings Kaliwadas Village, District Brits, Brebes and meaning members of the informal gatherings such money politics. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with the goal of research management and members of the Assembly Ta'lim. Money politics occurred in the village of Kaliwadas, using various modes, such as the provision of food, money, relief supplies mosque, clothes, and others were carried out by the candidates. Another mode, candidates provide a vehicle to bring the members study and led to the house candidates for the study. At the time of the lecture was given special messages to select the candidates. The administrators and members of the Assembly Ta'lim interpret the provision of candidates as a gift or giving not as a form of money politics as risywah or bribes. In an effort to suppress the practice of money politics should be no dissemination of the organizers of election-related violations of money politics to the entire community is no exception management and members of Islamic study groups.
362812841G1B011009HUBUNGAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN LEPTOSPIROSIS MELALUI TIKUS DENGAN KEBERADAAN TIKUS DI DESA KEDUNGPRING KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMASLeptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. yang ditularkan melalui tikus sebagai reservoir utama. Kasus leptospirosis terjadi untuk pertama kalinya di Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, yaitu 4 dari 5 kasus pada tahun 2014. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan leptospirosis, sedangkan pencegahan penularan leptospirosis dari tikus ke manusia belum dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan praktik pencegahan penularan leptospirosis melalui tikus dengan keberadaan tikus di Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 1.036 KK. Sampel yang digunakan sebanyak 88 KK dengan teknik Simple random sampling. Uji statistik menggunakan Chi square dengan taraf signifikan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,9% praktik kebersihan lingkungan rumah baik, 67% penyimpanan makanannya baik, 70,5% pemberantasan tikusnnya baik dan 92% tidak memenuhi syarat penerapan rumah rodent proof. Tidak ada hubungan antara praktik kebersihan lingkungan rumah (p=0,985), penyimpanan makanan (p =0,382), dan pemberantasan tikus (p=0,107) dengan keberadaan tikus serta ada hubungan antara praktik penerapan rumah rodent proof (p=0,018) dengan keberadaan tikus. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan sanitasi kebersihan rumah dan menutup lubang pada bangunan rumah. Leptospirosis is an acute infectious disease caused by Leptospira sp. which is transmitted by rats as the main reservoir. The first leptospirosis cases occurred in Kedungpring Village Kemranjen Subdistrict Banyumas Regency where there were 4 from 5 cases in 2014. However, health education related to leptospirosis prevention which is transmitted by rat has not been implemented. This research was aimed to analyze the correlation between leptospirosis prevention practices related to rat transmission with the presence of rats in Kedungpring Village. The research method used observational analytic with Cross sectional study design. The population of this research was 1.036 heads of families. Sample used Simple random sampling technique as many as 88 heads of families. Chi Square test was used with level α=0,05. The results showed that there were 73,9% good hygiene practice, 67% good food storage practice, 70,5% good rats control and 92% not qualify of rodent proof. There was no correlation between practices of hygiene (0,985), food storage (0,382), and rats control (0,107), with the presence of rats and there was correlation between application of rodent-proof house (0,018) with the presence of rats. This study suggests that communities should improve hygiene sanitary and close the holes at house.
362913437G1H011013PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU TENTANG STATUS GIZI ANAK BALITA USIA 13-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANGIbu mengambil peran yang dominan dalam pola asuh pemenuhan gizi balita. Faktor yang mempengaruhi perilaku pola asuh ibu dalam pemenuhan gizi balita, diantaranya pengetahuan dan persepsi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan dan persepsi ibu tentang status gizi anak balita usia 13-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan total 10 narasumber yang terdiri dari 4 narasumber utama, 4 narasumber pendukung keluarga, dan 2 narasumber pendukung kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh narasumber penelitian utama mengetahui status gizi dengan istilah ‘timbangan’. Secara umum, baik ibu yang anak balitanya mengalami gizi kurang maupun gizi lebih, memiliki persepsi bahwa anaknya tetap sehat karena tetap aktif dan jarang sakit. Pola makan anak balita secara umum berbeda antara narasumber penelitian utama yang anak balitanya mengalami gizi kurang dengan narasumber penelitian utama yang anak balitanya mengalami gizi lebih. Saran penelitian yaitu agar kader dan bidan memberikan informasi yang lebih mendalam tentang status gizi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan persepsi tentang gizi balita dan peningkatan promosi kesehatan oleh Puskesmas II Sumbang.Mother take a dominant role in parenting of children’s dietary compliance. The factors that affected parenting of children`s dietary compliance are knowledge and perception. The aim of this research is to describe the knowledge and perception of mother about nutritional status of children ages 13 – 59 month in Sumbang II Public Health Center`s work area. This research is a descriptive research with qualitative method with 10 informant which 4 informant as main informant, 4 informant as family supporting informant, and 2 informant as kader supporting informant. The result showed that all of the informant of this research have known about nutritional status as ‘timbangan’. In general, the perception of either mother who has malnutrition child, or overweight child is the same that their children was fine or health because their children stay active and sick seldomly. Dietary compliance of children generally different between the malnutrition child and overweight child. Study suggest that ‘kader’ and ‘bidan’ should be giving deeply information about nutritional status that can increase the knowledge and perception about nutritional status of children and intensify the health promotion by Sumbang II Public Health Center.
363013438G1H011014HUBUNGAN ANTARA ASUPAN LEMAK DAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA DI PUSKESMAS I SUMBANG KABUPATEN BANYUMASTekanan darah adalah kekuatan yang diperlukan agar dapat mengalir di dalam pembuluh darah dan beredar mencapai semua jaringan tubuh. Asupan lemak dan natrium yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Asupan lemak pada lansia dianjurkan sebesar 43-65 gram per hari dan asupan natrium dianjurkan sebesar kurang dari 1.300 mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak dan natrium dengan tekanan darah lansia. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 54 lansia usia 60-74 tahun yang ditentukan dengan simple random sampling. Asupan lemak dan natrium diukur dengan food recall 24 jam sebanyak 3 kali. Tekanan darah diukur dengan sphymomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara asupan lemak dengan tekanan darah dan hubungan asupan natrium dengan tekanan darah dengan nilai p dan r beruturut-turut adalah p = 0,037; r = 0,285 dan p = 0,044; r = 0,275 dengan korelasi positif dan kekuatan yang lemah. Asupan lemak dan atau asupan natrium yang meningkat, maka dapat meningkatkan tekanan darah. Analisis hubungan antara asupan lemak dan natrium dengan tekanan darah menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah hanya dipengaruhi oleh 8,9% asupan lemak.Blood pressure is power necessary to manage flow in the blood vessels and circulated all reaching body tissues. Fat intake and sodium that can cause an increase blood pressure. Less fat in elderly are encouraged to 43-65 grams per day and sodium intake recommended of less than 1,300 mg. This research aims to know the relation between fat intake and sodium with blood pressure in elderly. This research including observational research with the cross sectional approach. The research is done at 54 elderly age 60-74 years determined with simple random sampling. Fat intakes and sodium measured by food recall 24 hours three times. Blood pressure measured by sphymomanometer digital. The research results shown correlation between fat intake by blood pressure and there was a correlation intake sodium with blood pressure by p value and r consecutive is p = 0,037; r = 0,285 and p = 0,044; r = 0,275 with the positive correlation and strength weak. More than enough fat and sodium, the more blood pressure was also. Correlation between fat intake and sodium intake with blood pressure shown increase in blood pressure influenced by 8.9 % fat intake.
363113439F1G011024MOBILITAS SOSIAL TOKOH RAMDHAN DALAM NOVEL ADA SURGA DI RUMAHMU KARYA OKA AURORASkripsi ini berjudul “Mobilitas Sosial Tokoh Ramdhan dalam Novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka Aurora”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga memanfaatkan tinjauan struktural novel yang berhubungan dengan mobilitas sosial dalam novel Ada Surga di Rumahmu meliputi alur, penokohan dan latar. Manfaat penelitian ini, untuk memberi sumbangan ilmu sastra khususnya sosiologi sastra dan diharapkan dapat memberikan masukan kepada pembaca terhadap novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka Aurora tentang mobilitas sosial tokoh Ramdhan yang terkandung di dalamnya.
Fokus yang diteliti adalah mendeskripsikan mobilitas sosial tokoh Ramdhan dalam novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka Aurora, melalui kajian sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan adalah novel Ada Surga di Rumahmu karya Oka Aurora. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat dan teknik baca. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang penerapannya bersifat penuturan, pemaparan, menganalisis dan penafsiran.
This research entitled "Mobilitas Sosial Tokoh Ramdhan dalam Novel Ada Surga di Rumahmu Karya Oka Aurora". The method used in this research is a deskriptif kualitatif. This research is also utilize structural review of the novel which relates to social mobility in the novel include grooves, characterization and background. The benefits of this research are to contribute to literature study especially sociology of literatureand can provide knowledge to the readers of Ada Surga di Rumahmu by Oka Aurorain social mobility of Ramdhan, acharacterin that novel.
The researcher used qualitative descriptive method. The focus of the study is social mobility of Ramdhan, a character in Ada Surga di Rumahmu Novel by Oka Aurora, by using the sociology of literature. The source of the data is a novel entitle Ada Surga di Rumahmu by Oka Aurora. Data collection technique in this research are record and reading techniques. The data analysis technique that is used in this research is descriptive qualitative analysis in the form of presentation, analysis and interpretation.
363213461F1C010057Pengaruh Jingle Iklan Televisi Sosis So Nice Versi SMS terhadap Pembentukan Brand Image
(Studi Kasus: Pembentukan Brand Image pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Purwokerto)
Penelitian ini berjudul Pengaruh Jingle Iklan Televisi Sosis So Nice Versi SMS terhadap Pembentukan Brand Image (Studi Kasus Pembentukan Brand Image pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Purwokerto). Pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh antara jingle iklan televisi sosis So Nice dengan pembentukan brand image dari siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Purwokerto.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pemilihan informan random sampling. Penelitian ini menggunakan Korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara jingle iklan televisi sosis So Nice dengan pembentukan brand image siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Purwokerto. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Stimulus-Organisme-Response (S-O-R). Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,606 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05), dan tingkat kepercayaan 95% dengan jumlah responden 92 orang.
Koefisien korelasi sebesar 0,606 tersebut dapat dimaknai bahwa diantara variabel jingle iklan televisi sosis So Nice dengan pembentukan brand image pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Purwokerto terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, jingle iklan televisi sosis So Nice secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan dengan pembentukan brand image pada kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama yang terdapat di Kota Purwokerto.
This research is entitled The Influence of So Nice Sausage ‘SMS Version’ Television Commercial Ads towards the Construction of Brand Image (Case Study of Brand Image Construction of Secondary School Students in Purwokerto). The principal issue that will be arised in this research is how the jingle of television commercial ads of So Nice effects the construction of brand image of Secondary School Students in Purwokerto.

The method used in this research is survey method by applying random sampling technique. This research used Product Moment Correlation to discover the relation between So Nice television commercial ads jingle and the construction of brand image of Secondary School Students. In this study, researchers used the theory of Stimulus-Organisme-Response (S-O-R). Based on the statistic result, it was found about 0,606 correlation coefficient (r) on a 5 % (α=0,05) of significance degree, and 95% of trust degree with 92 respondents.

The correlation of coefficient of 0,606 can be interpreted that there is a strong, positive and significant relation between the television commercial ads jingle of So Nice Saussage towards the brand image construction of secondary school students in Purwokerto. The conclusion of this research is the television commercial ads jingle of So Nice sausage has either directly or indirectly related to the construction of brand image among the secondary school students in Purwokerto.
363313440G1H011003KORELASI TINGKAT ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOKarsinoma nasofaring (KNF) merupakan jenis keganasan yang tumbuh di rongga belakang langit-langit rongga mulut. Di Indonesia, KNF berada pada posisi kelima dari 10 besar tumor ganas dan posisi kesatu di bidang Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT). Pasien KNF seringkali mengalami malnutrisi dan kaheksia. Hal tersebut disebabkan adanya kondisi hipermetabolisme dan peningkatan degradasi protein akibat KNF dan efek samping terapi karsinoma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis korelasi tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi pada pasien karsinoma nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan teknik consecutive sampling dan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2015. Responden adalah pasien KNF sebanyak 35 responden. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Penilaian asupan makan diterjemahkan ke dalam energi dan protein menggunakan kuesioner food recall 3x24 jam melalui wawancara. Penilaian status gizi dengan melakukan antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk memperoleh Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden (51,4%) memiliki tingkat asupan energi ≥80% (baik). Tingkat asupan protein <80% (kurang) dialami oleh seluruh responden. Status gizi responden yang diukur dengan IMT sebanyak 19 responden (54,3%) berada pada rentang IMT 18,5-22,9 kg/m2 dan termasuk dalam klasifikasi status gizi normal. Berdasarkan uji korelasi Pearson tingkat asupan energi dengan status gizi (Pvalue=0,248) dan tingkat asupan protein dengan status gizi (Pvalue=0,421) yang menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi pada pasien karsinoma nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a type of malignancy that grows in the cavity behind the palate of the oral cavity. In Indonesia, the NPC is in the fifth position of the 10 malignant tumors and in the first position of Ear, Nose, and Throat (ENT). NPC patients often have malnutrition and cachexia. It is caused by the condition of hypermetabolism and increased protein degradation due to the NPC and the side effects of treatment of carcinoma. The purpose of this study is to determine and analyze the correlation of energy and protein intake level with nutritional status in patients with nasopharyngeal carcinoma in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital. This study used cross sectional design with consecutive sampling technique and was conducted in July-August 2015. The respondents of this study are NPC patients amount 35 respondents. The data analysis is in the form of univariate and bivariate analysis by using Pearson correlation test. The analysis of food intake was transformed into energy and protein intake level by using 3x24-hour food recall questionnaire through interviews. The analysis of nutritional status was done by anthropometric of weight and height to obtain the Body Mass Index (BMI). The results showed that as many as 18 respondents (51.4%) have high level of energy intake ≥80% (good). Protein intake level <80% (or less) was experienced by all respondents. The nutritional status of the respondents, that was measured by BMI as many as 19 respondents (54.3%) were in the range of BMI 18.5-22.9 kg/m2 and were included in the classification of normal nutritional status. Based on Pearson correlation test, energy intake level with nutritional status (Pvalue=0.248) and protein intake level with nutritional status (Pvalue=0.421), indicated that there are no correlation between energy and protein intake level with nutritional status in patients with nasopharyngeal carcinoma in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospital.
363413506F1D010036GERAKAN SOSIAL DAN PERAN KELOMPOK PENEKAN
(PRESSURE GROUP) DALAM KONFLIK AGRARIA
DI KABUPATEN KEBUMEN
Permasalahan agraria merupakan permasalahan yang tak kunjung usai di Indonesia sejak era kerajaan, kolonial hingga hari ini. Perebutan sumber-sumber daya agraria yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak selalu saja menjadi penyebab konflik di berbagai daerah. Di Kebumen, yakni di daerah yang disebut Urutsewu berdasarkan idiom lokal, konflik agraria berkepanjangan juga terus terjadi. Konflik antara warga masyarakat versus TNI-AD ini mencuat sejak 1998 adanya pemetaan dan klaim tanah sepihak oleh TNI-AD. Kondisi ini diperparah dengan adanya backing TNI-AD terhadap perusahaan tambang di wilayah tersebut. Kondisi ini pada akhirnya melahirkan gerakan perlawanan warga masyarakat Urutsewu yang dimotori oleh Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS) dan Urutsewu Bersatu (USB) sebagai kelompok penekan (pressure group) yang memperjuangkan penolakan klaim tanah oleh TNI dan menuntut dijadikannya kawasan Urutsewu sebagai kawasan pertanian dan pariwisata.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data melalui beberapa teknik pengumpulan data, antara lain wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan kelompok penekan (pressure group) di Urutsewu yakni FPPKS dan USB dengan berbagai metode dan pengerahan segala sumber daya yang dimiliki masyarakat sesuai kapasitas dan kemampuannya menopang gerakan. Petani pada umumnya turut serta dalam demostrasi dan tetap menanam sebagai bentuk perlawanan. Kyai dan alim ulama ambil bagian dalam pengorganisiran massa melalui mujahadah dan pengajian-pengajian. Para pengusaha pertanian lokal turut membantu melalui pendanaan gerakan. Mulai dari metode-metode gerakan pada umumnya seperti demontrasi dan audiensi, di tambah dengan metode-metode lain seperti mujahadah, aksi seni, seminar, diskusi dan pembentukan aliansi-aliansi. Gerakan sosial di Urutsewu ini juga diwarnai dengan berbagai bentuk dukungan dari luar Urutsewu.
Yang menjadi faktor pendukung gerakan kelompok penekan di Urutsewu adalah pertama iklim politik Indonesia pasca reformasi membuka ruang bagi masyarakat untuk berorganisasi, ditambah lagi adanya kepemimpinan gerakan yang dipimpin oleh kaum santri (FPPKS) dan kaum intelektual (USB) yang ini berarti mempermudah organisasi dalam meluaskan gerakan baik pemikiran maupun jaringan. Yang menjadi faktor penghambat adalah pertama watak masyarakat tani yang cenderung pragmatis dan sulit diajak dalam gerakan berkepanjangan. Kedua adalah adanya usaha-usaha dari TNI untuk memecah belah gerakan, salah satunya dengan membentuk Forum Komunikasi Konsolidasi Keamanan dan Ketentraman Urutsewu Kebumen (FK4UK) dan yang ketiga adalah masih minimnya usaha pemerintah dalam upaya penyelesaian konflik berkepanjangan di Urutsewu.
Agrarian problem is a problem that would not go over in Indonesia since the feudal era, colonial until today. The struggle for agrarian resources related to the lives of many people always become the cause of conflict in many regions. In Kebumen, namely in the area called Urutsewu by local idioms, prolonged agrarian conflicts also continue to occur. Conflicts between citizens versus the Army was raised in 1998 for mapping and land claims unilaterally by the Army. This condition is exacerbated by the backing of the army against the mining companies in the region. This condition eventually gave birth to the resistance movement residents Urutsewu led by the Forum Association of Farmers Kebumen South (FPPKS) and Urutsewu Unite (USB) as pressure groups (pressure group) who fight rejection of land claims by the military and demanded maketh region Urutsewu as agricultural areas and tourism.
In this study, researchers used a qualitative research method. The approach used in this study is a case study approach. In this study the authors obtained data through multiple data collection techniques, including in-depth interviews, observation, and documentation.
The results showed that the movement of pressure groups in Urutsewu like FPPKS and USB with various methods and the mobilization of all the resources of the community according to the capacity and ability to sustain the movement. Farmers participating in the demonstrations and continue growing as a form of resistance. Clerics and scholars took part in organizing the masses through mujahadah and in study. The local agricultural businesses assisted through funding the movement. Ranging from methods of movement in general, such as demonstrations and hearings, plus with other methods such as mujahadah, action art, seminars, discussions and forming alliances. Social movements in Urutsewu was also marked by various forms of support from outside Urutsewu.
A factor supporting the movement of pressure groups in Urutsewu is the first political climate in Indonesiaafter the reform opened the space for people to organize, plus the leadership of the movement led by the clerical (FPPKS) and intellectuals (USB) which means facilitate the organization in expanding both thought and movement network. Which is the limiting factor is the movement of the first character of the peasant societies that tend to be pragmatic and hard to get in the prolonged movement. The second is the efforts of the military to split the movement, either by forming Communication Forum for Security and Peace Consolidation Urutsewu Kebumen (FK4UK) and the third is still a lack of government efforts in solving the protracted conflicts in Urutsewu.
363513441F1B111039PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI DESA SUMILIR KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAProgram Pamsimas adalah salah satu program pemerintah dengan dukungan Bank Dunia, untukmenyediakan air minum, sanitasi dan meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan penyakit yang ditularkan melalui air.Pamsimas di bawahi oleh Dinas Pekerjaan Umum/Cipta karya dan di berikan kepada masyarakat untuk memberdayakannya.Tahun 2013 Desa Sumilir mulai melaksanakan program pada tahun 2013. Desa Sumilir adalah salah satu desa penerima program Pamsimas dimana Desa Sumilir memiliki keadaan keterlayanan sarana air minum, dan sanitasi yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan Pamsimas terhadap kepuasan masyarakat di Desa Sumilir Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode sensus dimana metode yang menggunakan seluruh bagian populasi untuk dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 79 KK yang menggunakan pelayanan Pamsimas. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Metode pengumpulan data yang utama menggunakan kuesioner, yang didukung dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan Pamsimas berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan koefesien Kendall Tau-b sebesar 0,258. Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil perhitungan regresi ordinal ialah positif, dengan nilai koefesien regresi sebesar 0,076 atau pengaruh yang diberikan oleh kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan masyarakat (Y) sebesar 7,6 persen. Pamsimas program is one government program with World Bank support, to provide drinking water, sanitation and improving public health, especially in reducing disease transmitted water through.Pamsimas at underscored by the Department of Public Works / Copyright works and given to the community to empowerment. Year 2013 Sumilir village began implementing the program in 2013. The village is one of the villages Sumilir receiver Pamsimas program where village Sumilir service have state drinking water facilities and sanitation vary. This study aims to determine the effect of service quality to satisfaction Pamsimas Sumilir village communities in the District Kemangkon Purbalingga. This study uses a quantitative method with census method in which a method of using all parts of the population to be sampled. The sample in this study a number of 79 families who use the services Pamsimas. In this study, sampling was done by total sampling. The main method of data collection using questionnaires, supported by interview. The results showed that the quality of service Pamsimas significantly positive effect on people's satisfaction with Tau-b Kendall coefficient of 0.258. This means that Ho is rejected and Ha accepted. This is also evidenced by the results of ordinal regression calculation is positive, with a value of 0.076 coefecient regression or influence exerted by the quality of service (X) to the satisfaction of the public (Y) by 7.6 percent.
363613415B1J011055KONEKTIVITAS POPULASI Amphibalanus amphitrite
SELAT MALAKA BERDASARKAN PENANDA GENETIK DNA MITOKONDRIA COI
Amphibalanus amphitrite adalah spesies teritip intertidal yang menjadi agen biofouling pada lambung kapal, tiang dermaga, batu, dan benda-benda lain di lautan. Distribusi A. amphitrite tersebar di perairan tropis dan subtropis. A. amphitrite memiliki fase hidup planktonik yaitu pada enam tahap naupilus dan satu tahap cypris, sedangkan fase dewasanya hidup menempel pada substrat. Fase planktonik A. amphitrite berkisar antara tiga hingga empat minggu. Pada fase planktonik, A. amphitrite memiliki kesempatan untuk berekspansi. Selat Malaka merupakan salah satu selat yang memiliki aktivitas transportasi laut yang tinggi di dunia. Selat ini menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik. Selat Malaka pernah beberapa kali menjadi daratan pada masa glacial. Kondisi lingkungan laut yang unik di selat ini diduga memiliki diversitas genetik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas dan konektivitas populasi A. amphitrite Selat Malaka. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung diversitas genetik dan menentukan konektivitas genetik. Diversitas genetik populasi Amphibalanus amphitrite di Selat Malaka berdasarkan analisis 17 haplotipe (12,4% haplotipe A. amphitrite dunia) dan keragaman nukleotida dari populasi A. amphitrite Medan yang dikombinasikan dengan data pendukung (Gen bank) adalah sangat tinggi. Terdapat 3 clade A. amphitrite di Selat Malaka. Sebagian besar populasi A. amphitrite di Selat Malaka termasuk anggota clade 3 dari populasi A. amphitrite di dunia. Clade 1 dengan clade 3 memiliki jarak lebih 18 point mutation. Clade 2 berjarak 5 point mutation dengan clade 3. Gen flow pada masing-masing clade relatif rendah.Amphibalanus amphitrite is an intertidal barnacle species that become a biofouling agent on ship hulls, mast piers, rocks, and other objects in the ocean. A. amphitrite distributed in tropical and subtropical aquatic ecosystem. A. amphitrite has planctonic life phase in six stages of naupilus and one stage of cypris, while the adult phase of life is attached onto the substrate. Period of A. amphitrite planctonic phase is three to four weeks long. In the planctonic phase, A. amphitrite has the opportunity to expand. Malacca Strait is one of straits which has high activity of marine transportation in the world. Malacca Strait connects Indian and Pacific Ocean. Malacca Strait had ever several times been a mainland during the glacial period. An unique marine environmental condition in that Strait was thought to have a high genetic diversity. This research was aims to know the diversity and connectivity of A. amphitrite population in Malacca Strait. Data was collected by survey method. Data analysis was conducted descriptively by determine the genetic diversity and connectivity. The genetic diversity of A. amphitrite population in the Malacca Strait based on the analysis of 17 haplotypes (12.4 % of the A. amphitrite haplotype in the world) and nucleotides diversity of the Medan A. amphitrite population that combined with supporting data from Gene Bank was very great. There were 3 clades of A. amphitrite in Malacca Strait. Most of the A. amphitrite population on Malacca Strait were members of the clade 3 of A. amphitrite population in the world. Clade 1 with clade 3 have more than 18 point mutations distance. Clade 2 with clade 3 have 5 point mutations distance. Gene flow in each clade was relatively low.
363713442F1B010098Faktor-Fakttor Yang Mempengaruhi Kepuasan Masyarakat Pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Pelayanan Poli Obgyn di Rumah Sakit Wijayakusuma PurwokertoPenelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan masyarakat pengguna kartu jaminan kesehatan nasional dalam Pelayanan Poli Obgyn di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto”.Tingginya tingkat kematian ibu dan anak di wilayah Banyumas disebabkan oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat di wilayah Banyumas.Salah satu factor yang mendasar adalah rendahnya tingkat ekonomi masyarakat.Hal tersebut mendorong pemerintah untuk membuat suatu program yang dapat menekan angka kematian ibu dan bayi. Program yang di buat oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan masyarakat pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Nasional.Setelah berjalan kurang lebih setahun, penelitian ini ingin melihat sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat dalam menggunakan program pemerintah ini.Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode Kuantitatif dengan pendekatan survey, dengan jumlah sampel 94 orang yang merupakan masyarakat pengguna Kartu Jaminan Kesehatan Nasional.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara umum masyarakat pengguna kartu jaminan kesehatan nasional tentang pelayanan poli ogbyn di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto merasa puas atas pelayanan yang diberikan.Masyarakat menilai bahwa petugas pelayanan handal dan respon dalam memberikan layanan medis kepada pasien.Faktor jaminan dan emphaty dalam pelayanan di poli ogbyn dirasakan baik oleh masyarakat pengguna kartu jaminan kesehatan nasional. Sebagai rumah sakit penyelnggaran BPJS, dalam memberikan pelayanan poli ogbyn di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto mempunyai fasilitas yang sangat memadai.

Kata Kunci: Cepat Tanggap, Empati, Jaminan, Kasat Mata,Keandalan, Kepuasan Masyarakat, dan Pelayanan Publik.
This research titled “The factors that influence the satisfaction of the people in a national health insurance card users in Obgyn Poly Services at Wijayakusuma Hospital Purwokerto”. The high degree of maternal and child mortality in Banyumas is caused by low levels of education and the economic of society in Banyumas. One fundamental factor is the low economic level of society. It encourages the government to create a program which can reduce maternal and infant mortality. A program created by the government to solve the problem is the National Health Insurance program issued by the Social Security Agency.
The purpose of this research is to know National Health Insurance Card users satisfaction. After about a year, this research wanted to see the extent of public satisfaction in this program. This research uses Quantitative methods with a survey approach, with 94 people as samples.
The results showed that in general, the national health insurance card users in Obgyn Poly Services at Wijayakusuma Hospital Purwokerto satisfied with the services provided. People consider that the officers are reliable and responsive in giving medical services to patients. Factors warranties and empathy in Obgyn Poly Services perceived well by The national health insurance card users. As hospitals organizing BPJS (Social Security Administrator), in providing services ogbyn poly Wijayakusuma Hospital Purwokerto have sufficient facilities.

Key words:Assurance, Community satisfaction, Emphaty, Realibility, Responsivnes, Tangibleand Public Service,
363813448F1B010111Implementasi Perda No. 5 Tahun 2012 Tentang Pengujian Kendaraan Bermotor Oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Di Kabupaten BanyumasKecelakan lalu lintas masih menjadi masalah yang kompleks di negeri ini. Tidak sedikit kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Pemerintah terus berupaya dalam menuruni tingkat kecelakaan tersebut. Salah satunya membuat kebijakan tentang Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan adanya program ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan terutama kendaraan angkutan penumpang dan barang yang memiliki potensial korban jiwa lebih besar dari kendaraan pribadi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Perda No. 5 Tahun 2012 Tentang Pengujian Kendaraan Bermotor Oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) di Kabupaten Banyumas meliputi diskresi pelaksana kebijakan, peran implementor, proses pelaksanaan, pemahaman kelompok sasaran, manfaat yang diterima dan dukungan lingkungan terhadap pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, untuk mengetahui secara mendalam tentang pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dan Aksidental Sampling. Fokus dari dari penelitian ini adalah Pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banyumas. Kabupaten Banyumas di pilih karena lokasi pengujian yang sudah kurang mendukung seperti terbatasnya lahan yang membuat antrian dan parkir kendaraan sampai keluar area gedung pengujian. Ditakutkan hal ini berpengaruh terhadap kualitas pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor.
Berdasarkan hasil yang didapat, serta dengan membandingkan dengan data yang ada bahwa pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor masih kurang baik, itu terjadi karena pemahaman tentang pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor masih mengutamakan keselamatan baik dari birokrat garda depan maupun kelompok sasaran. Hal tersebut didukung dengan tidak dilaksanakan pengujian emisi gas buang. Hal ini disayangkan karena mengingat Perda Kabupaten Banyumas No. 5 Tahun 2012 didasari dua aspek utama yaitu keamanan (safety) dan pencemaran (pollution). Faktor yang membuat tidak dilaksanakannya uji emisi antara lain kertas uji yang mahal takut membebani pemohon uji, toleransi karena apabila diterapkan banyak kendaraan tidak lolos dan banyak yang tidak dapat mencari nafkah, dan yang terakhir kurangnya kesadaran meremajakan armada.
Traffic accidents remains a complex issue in this country. Not a few accidents which cause fatalities. The Government continues in its efforts down the accident rate. One of them made a policy of Vehicle Testing (PKB). With this program is expected to reduce the accident rate, especially passenger and goods transport vehicles which have the potential loss of life greater than private vehicles.
The aim of this study was to describe the implementation of the Regional Regulation No. 5 Year 2012 on Vehicle Testing by the Department of Transportation, Communications, and Information Technology (Dinhubkominfo) in Banyumas include discretionary implementing policies, the role of the implementor, the implementation process, an understanding of the target group, the benefits received and the support environment for the testing of motor vehicles in Banyumas
The method used in this research is qualitative descriptive, to know in depth about the testing of motor vehicles in Banyumas. Informant retrieval techniques used is purposive sampling technique and accidental sampling. The focus of this research is the implementation of Vehicle Testing in Banyumas. Banyumas was chosen as the test site that has less support such limited land that queue and parking of vehicles to exit the building area of testing. Feared it affects the quality of the testing of motor vehicles.
Based on the results obtained, as well as by comparing with existing data that the testing of motor vehicles is not good enough, it happened because of an understanding of the implementation of testing the safety of motor vehicles still better than bureaucrats vanguard and the target group. This is supported by not conducted testing exhaust emissions. This is unfortunate because considering legislation Banyumas No. 5 The year 2012 is based on two major aspects of security (safety) and pollution (pollution). Factors that make the non-performance of the emission test include test paper weighing on the applicant's fear of expensive tests, tolerance because if implemented many vehicles did not pass, and many can not make a living, and finally the lack of awareness of rejuvenating the vehicle.
363912410H1L008063RANCANGAN BANGUNAN SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU
BERBASIS WEB
(STUDI KASUS SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO)
Kegiatan administrasi penerimaan siswa baru di SMK Wiworotomo Purwokerto dikelola dengan bantuan komputer. Mulai dari kegiatan pendaftaran, pencatatan data, sorting nilai, jumlah pendaftar, jumlah siswa yang melakukan daftar ulang, dan kuota yang tersedia dikelola dengan menggunakan software yang bernama Macro Excel. Namun, kegiatan ini banyak menemui kendala, terbukti dengan banyaknya komplain dari orang tua peserta didik dan lambatnya update informasi mengenai jurnal penerimaan peserta didik. Dengan demikian pengolahan data dan penyampaian jurnal menjadi kurang cepat dan akurat. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan sebuah Sistem Penerimaan Siswa Baru pada SMK Wiworotomo. Diharapkan dengan adanya sistem informasi yang baru akan memudahkan proses penginputan data pada Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPSB) dan penyampaian jurnal peserta didik. Pembuatan sistem tersebut menggunakan metode waterfall dan aplikasi dibuat menggunakan Framework Yii.. Pengujian sistem dilakukan menggunakan masukan dari pengguna. Setelah melalui proses pengujian sistem, didapat hasil dimana system penerimaan siswa baru bisa berjalan sesuai dengan keinginan instansi tersebut.The administrative activities of new admission in SMK Wiworotomo Purwokerto were managed by computers. Start from the registration activities, recording the data, sorting the student score, the number of applicants, the complaints from the parents of the students and the slowness updating information about the journal of new student admise the issue, it needed a system Admission at SMK Wiworotomo. Hopefully with the new information system will facilitate the process of inputting data on the New Student Admission System (SPSB) and the journal submission. The system was done by using the waterfall method and The application was made using Yii Framework.. The system testing was done using feedback from the user. After going through the process of testing the system, the result is the new admissions system can be run in accordance with the wishes of the institution.
364013444B1J010237KARAKTERISTIK MORFOLOGI COCOR BEBEK Bryophyllum DI WILAYAH BANYUMASBryophyllum merupakan tanaman yang dikenal dengan nama cocor bebek yaitu tanaman herba sekulen dengan tinggi 1-2 m, berasal dari Madagaskar. Batang cocor bebek lunak dan beruas dengan permukaan yang halus. Daunnya tebal berbentuk lonjong atau membulat dengan ujung tumpul. Bunganya majemuk. Buahnya bertipe kotak yang apabila dikonsumsi akan terasa asam dan dingin. Tanaman ini terkenal karena cara reproduksinya melalui tunas daun atau tunas adventif. Morfologi tanaman cocor bebek berbeda tergantung spesies dan tempat tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik morfologi dan hubungan kemiripan morfologi antar spesies cocor bebek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara acak terpilih di wilayah Kabupaten Banyumas dengan pembagian 3 strata, yaitu 250-500 m dpl, 500-750 m dpl dan >750 m dpl. Paramater yang diamati meliputi tinggi tanaman, morfologi batang, daun dan bunga. Data dianalisis secara deskriptif dan hubungan kekerabatan dianalisis dengan metode UPGMA menggunakan software MEGA 6.0. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah database tanaman cocor bebek yang terdapat di Wilayah Kabupaten Banyumas, untuk pengembangan dan budidaya bagi masyarakat luas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Bryophyllum pada setiap spesies sangat bervariasi. Variasi tiap spesiesnya dapat terlihat pada bentuk daun, ukuran daun, tinggi tanaman, besar kecilnya batang dan tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 Bryophyllum yaitu B. pinnatum, B.manginii var.triplodeum, B.daegromontianum, B.laetivirens, B. delagoense, B.humificum, B.gastonis-bonnieri, dan B.proliferum. B. delagoense dengan B.humificum mempunyai kemiripan yang paling tinggi dengan nilai indeks dissmilaritas 1,86 dikuti B.pinnatum, B. manginii var.triplodeum, B.laetivirens, B.gastonis-bonnieri and B.dageromontianum dengan nilai indeks 3,36 dan B.proliferum dengan nilai indeks 8,89.
Bryophyllum is a kind of flowering plant which is a of herbaceous secculent containing water with 1-2 m high that comes from Madagascar. Soft and segmented rod with a smooth surface. Thick leaves are light green oval or round with a blunt tip. Compound interest box which when consumed fruit will taste sour and cold. This plant is famous because of how reproduction through leaf buds or adventitious buds. The kind of flower morphology differs depending cultivar and growing. The purpose of this study was to determine the morphological characteristics and morphology relationship among species kind of flower. The method used in this study was survey method with random sampling selected in the district of Banyumas with division three strata, namely 0-250 m, 250-500 m and >500 m asl. The observed parameters of height, morphology of stems, leaves and flowers. Data were analyzed descriptively and the relationship was analyzed by using UPGMA method using MEGA 6.0 software.
The result of the research should that there are some variation each variety in the characteristic of Bryophyllum. Variation of each variety could be seen on the leaf shape, size leaf, plant height, stem size and stalk size. The results showed that eight species found Bryophyllum namely B. pinnatum, B. manginii var.triplodeum, B.daegromontianum, B.laetivirens, B.delagoense, B. humificum, B.gastonis-bonnieri, and B. proliferum. B. delagoense with B. humificum relationship has the highest with an dissmilaritas index value of 1.86 followed B. pinnatum, B.manginii var.triplodeum, B.laetivirens, B.gastonis-bonnieri and B.dageromontianum with an index value of 3.36 and B. proliferum with an index value of 8,89.