Home
Login.
Artikelilmiahs
13399
Update
MARLINA
NIM
Judul Artikel
STRUKTUR HEPAR DAN GINJAL MENCIT YANG DIBERI K2Cr2O7 MELALUI AIR MINUM DAN BAHAN PAKAN DARI SUNGAI TERCEMAR LIMBAH CAIR BATIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kerusakan hepar dan ginjal setelah pemberian kromium heksavalen secara kronik telah dievaluasi melalui perlakuan pemberian pakan berbahan baku ikan dari tempat budidaya Beji dan sungai tercemar limbah cair batik di Daerah Wates dan air minum mengandung K2Cr2O7 selama 35 hari. Kelompok uji berupa pakan berbahan baku tepung ikan dari tempat budidaya di daerah Beji dan pakan berbahan baku tepung ikan dari sungai yang tercemar limbah cair batik dari Daerah Wates. Perlakuan Cr (VI) yang diuji berupa K2Cr2O7 dalam air minum dengan konsentrasi 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm. setiap perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan diberikan setiap hari mulai pada hari ke-0 hingga hari ke-35 dengan pemberian K2Cr2O7 melalui air minum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah struktur histologis hepar dan ginjal dengan parameter berupa persentase kerusakan hepar dan ginjal, diameter hepatosit, proporsi sel darah merah yang mengalami penuaan pada hepar, diameter tubulus renalis, diameter glomerulus, diameter kapsula Bowman, dan Bowman’s space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cr(VI) yang berasal dari pakan dan air minum menyebabkan perubahan struktur pada semua parameter kecuali proporsi sel darah merah yang mengalami penuaan pada hepar dan Bowman’s space. Pemberian pakan berbahan baku ikan dari tempat budidaya Beji dan K2Cr2O7 400 ppm menyebabkan diameter tubulus renalis dan diameter glomerulus menjadi lebih kecil. Pemberian bahan pakan yang berasal dari sungai tercemar limbah batik di Daerah Wates dan K2Cr2O7 400 ppm menyebabkan diameter hepatosit dan kapsula Bowman menjadi lebih kecil. Perhitungan tingkat kerusakan jaringan melalui evaluasi histologi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan hepar mencapai 0,675%-48,42%(Rata-rata 22,24% ± 18,31)) dan pada ginjal mencapai 9% - 65% (Rata-rata 46.71%± 20,72).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Liver and kidneys damage after cronic administration of hexavalent chromium was investigated trough a 35 days feeding and drinking water containing K2Cr2O7 experiment. Mice treated with feeding raw material of fish from Beji aquaculture combined with K2Cr2O7 of 0 ppm (B0), 200 ppm (B200) and 400 ppm (B400), and feeding raw material of fish from batik wastewater polluted rivers in Wates Region combined with K2Cr2O7 of 0 ppm (W0), 200 ppm (W200) and 400 ppm (W400). It explored in detail from the aspect of percentage of liver and kidney damage, diameter of hepatocytes, proportion of red blood cells aged in the liver, diameter of the renal tubules, diameter of the glomerular, diameter of the Bowman capsule, and Bowman's space. The results showed that hexavalent chromium from feeding and drinking treatments lead structural changes in all parameters except proportion of red blood cells aged in the liver and Bowman's space. Daily treatments with feeding raw material of fish from Beji aquaculture and K2Cr2O7 of 400 ppm causing diameter of renal tubules and glomerular to be small, whereas feeding raw material of fish from batik wastewater polluted rivers in Wates Region and K2Cr2O7 of 400 ppm causing diameter of hepatocytes and Bowman capsule to be small. Quantification of the level damage by histological examination showed the level of liver damage at 0.675% - 48.42% (average 22.24%± 18,31) and kidney at 9% - 65% (average 46.71%± 20,72).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save