Artikelilmiahs

Menampilkan 3.481-3.500 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
348113289B1J011071Hubungan Kemiripan Marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber Berdasarkan Morfologi Serbuk SariKarakter serbuk sari merupakan salah satu bukti konvensional yang digunakan dalam penyusunan sistematik tumbuhan. Serbuk sari dapat digunakan dalam menentukan hubungan kemiripan antar takson karena pada serbuk sari terdapat eksin yang mempunyai struktur dan ornamentasi yang khas serta dapat terawetkan karena mengandung sporopolenin yang resisten terhadap bahan organik maupun asetolisis.
Zingiberaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga dengan perkiraan 50 marga dan lebih dari 1000 jenis, semua anggotanya berupa herba perenial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi serbuk sari anggota marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber dan mengetahui hubungan kemiripan antar anggota marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber berdasarkan karakteristik serbuk sarinya.
Penelitian dilakukan dengan metode survai dan teknik pengambilan sampel secara acak (Random Sampling) di wilayah Kabupaten Kebumen, sedangkan preparasi serbuk sari dilakukan dengan metode asetolisis. Parameter yang diamati adalah unit, bentuk, ukuran, aperture, dan ornamentasi serbuk sari. Data yang diperoleh dianalisis dan dibandingkan kemiripannya antar anggota marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi morfologi serbuk sari anggota marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber terdapat pada ukuran dan ornamentasi. Ukuran terkecil terdapat pada jenis C. aeruginosa K. angustifolia, Z. zerumbet, Z. amaricans dan Z. purpureum dengan aksis terpanjang 12.5 µm sedangkan ukuran serbuk sari terbesar terdapat pada jenis C. longa, C. zanthorrhiza, dan Z. officinale dengan panjang aksis terpanjang berkisar antara 37.5-50 µm. Ornamentasi serbuk sari psilate terdapat pada marga Curcuma, verrucate terdapat pada marga Kaempferia, dan reticulate terdapat pada marga Zingiber. Hubungan kemiripan antar anggota marga Curcuma, Kaempferia, dan Zingiber berdasarkan tiga karakter yaitu unit (monad), bentuk (subspheroidal), dan aperture (inaperture).
Pollen characteristics is one of the conventional proof used for systematic plants. Pollen can be used to determine the similarity relations between taxa because it has exine with spesific structure and ornamentation and can be preserved because it contains sporopolenin that are resistant to organic matter and acetolysis.
Zingiberaceae is part of flowering plants with 50 genera and more than 1000 species estimated, all of its members are perennial herbaceous. The purpose of this study are to find out the morphological variation of pollen from genera Curcuma, Kaempferia, and Zingiber and to find the similarity relations between Curcuma, Kaempferia, and Zingiber based on pollen characteristic.
The study was conducted using survey methods and the sample was collected using Random Sampling Technique in Kebumen, while pollen preparation carried out using acetolysis methods. Parameters examined are unit, form, size, aperture, and ornamentation of pollen. Data analyzed and then the similarity between Curcuma, Kaempferia, and Zingiber are compared descriptively.
The results show that pollen morphological variations between Curcuma, Kaempferia, and Zingiber found in the size and ornamentation. The smallest size found in C. Aeruginosa, K. angustifolia, Z. zerumbet, Z. amaricans and Z. purpureum with the longest aksis 12.5 µm while the largest pollen size found in C. longa, C. zanthorrhiza, and Z. officinale with the longest aksis ranged from 37.5-50 µm. Psilate pollen ornamentation found in genus Curcuma, verrucate found in genus Kaempferia, and reticulate found in genus Zingiber. The similarity relations between genus Curcuma, Kaempferia, and Zingiber based on 3 characteristics; unit (monads), form (subspheroidal), and the aperture (inaperture).
348213290H1C010042RANCANG BANGUN THREE-LEVEL NEUTRAL POINT SHORTED INVERTER JENIS MODIFIED SINE EMPAT SAKLAR YANG DILENGKAPI TRAFO DENGAN KONTROL BERBASIS MIKROKONTROLERPenggunaan inverter dalam dewasa ini semakin pesat seiring dengan berkembangnya sistem energi terbarukan yang dapat mengubah sumber tegangan DC seperti pada pembangkit tenaga surya ataupun baterai menjadi tegangan AC. Ide dasar dari sebuah inverter adalah mengatur keluaran sumber tegangan DC positif dan DC negatif agar bekerja menyuplai tegangan secara bergantian dengan bantuan penyaklaran. Namun pada pengaplikasiannya, inverter dapat mngalami loses yang timbul akibat waktu perpindahan penyaklaran yang terlalu singkat sehingga dapat mengakibatkan keluaran yang kurang stabil.
Pada penelitian ini dilakukan perancangan inverter bersumber tegangan baterai yaitu 48 Vdc dengan beberapa macam percobaan untuk membandingkan kinerja inverter pada beberapa macam beban. Inverter ini dihubungkan ke trafo step up untuk mendapatkan tegangan sesuai dengan jala-jala PLN yaitu 220V dan juga dilengkapi filter RC untuk mendapatkan gelombang yang mendekati sinusoidal murni.
Hasil analisis menunjukkan tegangan keluaran inverter tanpa beban adalah ± 21 Vrms dan menurun seiring dengan bertambahnya nilai beban linear resistor. Pada filter diperoleh tegangan keluaran sebesar ± 10,9 Vrms untuk sisi primer trafo dan 104 V rms untuk sisi sekunder trafo.
The use of inverters in today's growing rapidly along with the development of renewable energy systems that can convert the DC voltage source such as a battery or solar power into AC voltage. The basic idea of an inverter is to regulate the output DC voltage source positive and negative DC voltage supply in order to work interchangeably with the help penyaklaran. But in its application, the inverter can mngalami loses arising from penyaklaran switching time is too short so as to result in a less stable output.
In this study design sourced inverter battery voltage is 48 Vdc with some kinds of experiments to compare the performance of the inverter in some kind of load. This inverter is connected to a step-up transformer to get the voltage according to the PLN net is 220V and is also equipped with LC filter to get closer to a pure sinusoidal waveform.
The analysis showed no load inverter output voltage is ± 21 Vrms and decreases with increasing linear load resistor value. In the obtained filter the output voltage of ± 10.9 Vrms to the primary side of the transformer and 104 V rms to the secondary side of the transformer.
348313291A1L111014KORELASI ANTARA VARIABEL PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA GALUR-GALUR KEDELAIKedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia karena memiliki nilai gizi tinggi. Produksi kedelai yang masih rendah belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga dibutuhkan usaha untuk meningkatkan produksi kedelai. Salah satunya adalah menciptakan varietas unggul. Korelasi antar karakter tanaman memiliki arti yang penting dalam kegiatan seleksi untuk menghasilkan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya hasil dari masing-masing galur yang diuji dan mengetahui keeratan hubungan antar variabel pertumbuhan terhadap daya hasil sehingga diketahui variabel pertumbuhan apa saja yang berkaitan erat terhadap daya hasil kedelai sebagai penunjang adaptabilitas galur-galur kedelai. Penelitian dilaksanakan di lahan petani yang terletak di Desa Karangwangkal, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan jenis tanah Inceptisol pada pH 5,8. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2015 dengan rata-rata suhu harian di lahan percobaan berkisar 27ºC, kelembaban 84%, dan curah hujan selama penelitian 543 mm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 faktor berupa 104 genotipe kedelai. Percobaan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah komponen pertumbuhan, komponen reproduktif, komponen hasil, dan hasil. Hasil penelitian menujukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah biji, dan bobot kering brangkasan dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk memperoleh genotipe yang berdaya hasil tinggi dalam program pemuliaan kedelai. Sepuluh galur terseleksi yang memiliki hasil tinggi adalah 2, 71, 74, A343, 76, 41, 65, 69, SSD 301, dan 26.Soybean can be classified as one of important food commodities in Indonesia because it has good nutrient. Soybean productivity which is relatively small still cannot afford the national need, so a new way to increase the soybean productivity is needed. One of them is creat best variety. Correlation between growth variables and yield has an important part of the selection to find the best variety of soybean. The objectives of this research were to study the potential yield of each genotypes and know the correlation between growth variables toward the yield, so it will discovered which growth variables that have correlation toward the yield to support the genotypes adaptability. This research was done in farmers' field, that’s located in the village of Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Central Java, with soil types of Inceptisol on pH 5.8. The research was carried out starting from April to July 2015 which the temperature was around 27ºC, humidity was 84%, and 119 mm rain precitipation during the research. The experimental design were used was a randomized block design (RAK) with 1 factor is 104 soybean genotypes. The experiment was repeated 3 times. The variables that were obsereved were growth components, reproductive componenst, yield components, and yield. The result showed that plant height, number of nodes, number of seeds, and plant dry weight could be used as criteria of the selection to get the best genotype whih has high potential yield in the soybean breeding program. Ten selected genotypes which have high yield are 2, 71, 74, A343, 76, 41, 65, 69, SSD 301, and 26.
348413292A1L009102PEGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM (Amaranthus tricolor).Penelitian bertujuan: menentukan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair, pupuk kandang kambingdan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam Penelitian dilaksanakan di desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang,Banyumas. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama pupuk organik cair 3 taraf yaitu kontrol, 10 ml/l dosis 150 ml/m2, dan 20 ml/l dosis 150 ml/m2. Faktor kedua adalah pupuk kambing, NPK dengan taraf terdiri atas 4 macam yaitu kontrol, pupuk kandang 1 kg/m2, pupuk kandang 2 kg/m2, dan NPK 200gr/m2. Data pengamatan dianalisis ragam (analysis of variance) pada kelompok perlakuan. Apabila nyata dilakukan uji lanjut DMRT pada jenjang galat 5%. Hasil penelitian aplikasi terbaik pemberian Pupuk Organik Cair 20 ml/l dengan konsentrasi tiga kali pemberian 25 ml/m2, 50 ml/m2 dan 75 ml/m2 meningkatkan hasil bobot tanaman segar 415 kg/ha, dan bobot tajuk segar 380 kg/ha. Pemberian kotoran kambing 2 kg/m2 meningkatkan hasil dan perumbuhan tanaman bayam bobot tanaman segar 815 kg/ha. Aplikasi kombinasi konsentrasi Pupuk Organik Cair 20 ml/l dosis 150 ml/m2 dan pemberian pupuk kandang 2 kg/m2 memberikan hasil terbaik bobot tajuk segar 872,5 kg/ha.The aims of this research were to determine the effect concentration of liquid organic fertilizer, animal manure and NPK fertilizer on growth and yields of spinach This research conducted in Banjarsari Kulon Village, Sumbang sub District, Banyumas District. This research conducted in May until Jule 2014. This research use Complete Block Randomized Design (CBRD) with two factors and four repeat. The first factors of liquid organic fertilizer established by three level, such as control, 10 ml/l dosage 150 ml/m2 and 20 ml/l dosage 150 ml/m2. The second factors are manure and NPK with four level, such as control, manure 1 kg/m2, 2 kg/m2 and NPK 200 g/m2. The data have analyzed of the variance on the treatment. If the results showed significant influences, so it will be continued by DMRT 5 %. The result showed that the aplication of liquid organic fertilizer at a levels 20 ml/l dosage 150 ml/m2 with concentration three imes giving generaed best results plant fresh weight 415 kg/ha and plant crown fresh weight 380 kg/ha. Aplication manure 2 kg/m2the best result increased parameter plant fresh weight 815 kg/ha. The combination of liquid organic fertilizer 20 ml/l dosage 150 ml/m2 and goat manure at 2 kg/m2increased parameers of plant crown fresh 872 kg/ha.
348513225F1B011055Hubungan Antara Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Pegawai Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Di Kota BatamPermasalahan yang menjadi latar belakang peneliti untuk meneliti hubungan antara kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di Kota Batam.adalah tidak tercapainya kinerja pegawai serta tingkat kehadiran yang tidak memenuhi standar jumlah jam kerja. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif asosiatif dan alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai sebesar 0,815 taraf kepercayaan 95 persen. Sedangkan pada pengujian variabel kedua, yaitu motivasi kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai sebesar 0,714 taraf kepercayaan 95 persen. Sementara itu secara bersama-sama kepemimpinan dan motivasi kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai sebesar 0,732 pada taraf kepercayaan 95 persen. Dengan demikian ketiga hipotesis penelitian dapat diterima.
Kesimpulannya dalam penelitian ini ada hubungan antara kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja pegwai badan meteorologi klimatologi dan geofisika di kota batam. Maka dari itu pemimpin hendaknya dapat tetap menjaga hubungan yang baik terhadap pegawai di dalam bekerja, sehingga karyawan merasa nyaman di dalam bekerja dan pihak kantor untuk dapat lebih memfokuskan perhatiannya untuk usaha-usaha peningkatan motivasi kerja pegawai karena motivasi mempunyai andil yang besar terhadap kinerja pegawai.
The problem is the background of researchers to examine the relationship between leadership and motivation work with officer performance Meteorology and Geophysics in the City Batam.adalah not achieving the performance of employees and the level of attendance that do not meet the standards on working hours. Research carried out by the associative quantitative methods and means of collecting data using questionnaires and in this study using the technique of saturated sample.
Based on the results of the study showed that the leadership has a significant connection with the performance of employees amounted to 0.815 level of 95 percent. While in the second variable testing, the motivation to work has a significant connection with the performance of employees amounted to 0.714 level of 95 percent. Meanwhile jointly leadership and motivation to work has a significant connection with the performance of employees amounted to 0.732 at the 95 percent confidence level. Thus the three research hypothesis acceptable.
The conclusion in this study there is a relationship between leadership and motivation to work with pegwai performance meteorology climatology and geophysics agency in the city of Batam. Thus the leader should be able to maintain a good relationship to the employee in the work, so that employees feel comfortable in the work and the office to be able to focus attention on efforts to increase the motivation of employees working for motivation have contributed greatly to the performance of employees.
348613421F1I011045BASKETBALL DIPLOMACY AMERIKA SERIKAT DI ERA PEMERINTAHAN BARACK OBAMAJurnal ini membahas mengenai metode soft power diplomacy yang diambil oleh pemerintahan Amerika dibawah kepemimpinan Barack Obama untuk memperbaiki citra global mereka setelah mengalami penurunan drastis selama pemerintahan George W. Bush. Kebijakan agresif dan unilateralistik Amerika untuk melawan terorisme selama era tersebut adalah faktor utama yang menyebabkan penurunan tersebut.

Menyadari hal tersebut, Obama memutuskan untuk mengambil kebijakan baru; mengadopsi kebijakan yang lebih bersahabat dan berbasis soft power diplomacy. Dan salah satu perwujudan kebijakan tersebut adalah penggunaan olahraga bola basket sebagai instrumen diplomasi, juga dikenal dengan istilah basketball diplomacy. Olahraga bola basket adalah pilihan yang tepat karena merupakan olahraga khas Amerika yang populer di dunia, dan juga mengajarkan nilai-nilai penting Amerika, seperti kerjasama, rasa hormat, kebersamaan, dan lainnya. Pemerintah menjalankan kebijakan ini melalui program yang dilaksanakan SportsUnited, dan program-program ini dikelompokkan dalam tiga kategori utama: Sports Envoy, Sports Visitor, dan Sports Grant. Beberapa contoh program ini akan dijelaskan di dalam jurnal.

Kelebihan soft power diplomacy, atau khususnya basketball diplomacy, adalah bahwa diplomasi ini bisa dilakukan oleh aktor manapun; tidak hanya negara, melainkan juga organisasi dan bahkan individu. Jurnal ini akan melihat contoh pelaksanaan basketball diplomacy oleh NBA dan Dennis Rodman. Dan pada bagian akhir, kita akan melihat dan memutuskan apakah basketball diplomacy kebijakan yang efektif dan apakah Amerika harus terus menjalankannya.
This journal discusses about the method of soft power diplomacy that the American government under the presidency of Barack Obama taken to repair the country’s global image after it suffered a great decline during the George W. Bush’s presidency. America’s aggressive and unilateralistic policy to combat terrorism during Bush’s era is the main factor that caused the decline.
Realizing that, Obama decided to go on a whole new direction; by adopting a friendlier, soft power diplomacy-based policy. And one of the embodiments of that policy is through the usage of basketball as an instrument of diplomacy, also known as basketball diplomacy. Basketball is a great choice because it is a signature American sport that is popular globally. It also teaches some quitessential American values, such as teamwork, respect, togetherness, and many more. The government carries out this policy through the programs run by SportsUnited, where the program is classified under three main categories: Sports Envoy, Sports Visitor, and Sports Grant. Several examples of this program will be explained in the journal.
A unique quality of soft power diplomacy in general, and basketball diplomacy more spesificially, is that it can be done by any actors; not only countries, but can also be run by organizations, and even individuals. This journal will look at the examples of it, which are the basketball diplomacy programs run by the NBA and Dennis Rodman. And at the end, we will take a look and decide is basketball diplomacy an effective policy and should America continue to pursue it.
348713422F1A011072POTRET KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG ASONGAN SEBELUM DAN PASCA DIBERLAKUKANNYA KEBIJAKAN LARANGAN BERJUALAN DI STASIUN PURWOKERTO
Penelitian ini bertujuan mengetahui respon pedagang asongan terhadap kebijakan larangan berjualan di Stasiun Purwokerto. Selain itu mengetahui potret kehidupan sosial ekonomi pedagang asongan sebelum dan pasca pemberlakuan kebijakan larangan berjualan di Stasiun Purwokerto. Data yang dikaji, menanggapi larangan kebijakan, perubahan sosial ekonomi sebelum dan pasca pemberlakuan kebijakan, harapan pedagang terhadap kebijakan larangan berjualan, alasan pedagang berjualan di Stasiun Purwokerto dan pendapatan sebelum dan pasca pemberlakuan kebijakan larangan berjualan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini mantan pedagang asongan yang berjualan di stasiun Purwokerto. Metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisi data menggunakan analisis interaktif. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan kebijakan yang diterapkan oleh PT. KAI dirasa sangat merugikan para pedagang asongan. Mereka mengalami penurunan dalam penghasilan pasca diberlakukannya kebijakan. Saat ini mereka hanya mengandalkan ekonomi dari keluarganya, pedagang juga kebanyakan tidak mencari pekerjaan lain, mereka ingin tetap berjualan di stasiun. Para pedagang asongan dengan berbagai dalih sosial, memiliki harapan diperbolehkan berjualan di area stasiun. Pasca diberlakukannya kebijakan tersebut, memang belum ada solusi relevan dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sehingga masalah tersebut menjadi kompleks yang langsung berkaitan dengan perubahan sosial dan ekonomi seseorang.
Kata kunci: Larangan Kebijakan, Perubahan Sosial, Respons Pedagang Asongan.
This research aims to determine the response from hawkers about theirs banned for selling in Purwokerto station. The data that were examined include response to the prohibition policy, socio-economic changes hawkers before and after the implementation of policies, and earnings from hawkers about the policy. The target in this research is individuals who work as hawkers located in Purwokerto station. Methods of data collection using in-depth interviews, observation, and documentation. Methods of data analysis using interactive analysis. Testing the validity of the data using triangulation techniques. These results indicate that the policies adopted by PT. KAI considered very detrimental to the hawkers. The hawkers with various social reason, have hope to be allowed to re-sell in the station area, in order to earn a living for their daily lives. But for PT. KAI as formal legal have rules that must be implemented. Subject hawkers disturbing passenger comfort, control of the hawkers is the way it should be done in order to improve services and the satisfaction of the passenger train. On the other hand, informal street vendors as the actors do not have a strong position in defense of his desire to remain in the area to sell the station and inside the train.

Keywords : Prohibition Policy , Social Change , Response Hawkers .

348813293E1A008024PENGAWASAN INTERNAL BANK BERDASARKAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 8/14/PBI/2006 TENTANG PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BAGI BANK UMUMDalam pengawasan bank secara internal yang dilakukan oleh divisi atau komite audit didasarkan pada Peraturan Bank Indonesia nomor 8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan good corporate governance bagi bank umum. Pengawasan Internal Bank berupa tindakan yang dilakukan oleh Komite Audit yang dibentuk oleh dewan komisaris guna membantu peran dewan komisaris dalam menjalankan kegiatan pengawasan bank. Komite audit bertugas dan bertanggung jawab dalam pelakasanaan pengawasan sebagai bentuk pelaksanaan Good Corporate Governance dan sebagai tugas dari dewan komisaris.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normative. Bahan hukum yang digunakan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder . metode penyajian bahan hokum dalam penyusunan penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian yang disusun sistematis,logis,rasional dan analisis yang dilakukan secara normative kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menyartakan bahwa dalam pengawsan internal suatu bank dilakukan oleh komite yang disebut komite audit. Komite audit sendiri bertugas untuk membantu dewan komisari dalam menyelesikan tugas tugas dari komisaris.
In the bank's internal supervision carried out by the division or the audit committee are based on Bank Indonesia Regulation No. 8/14 / PBI / 2006 about the implementation of good corporate governance for commercial banks. Internal Supervision Bank in the form of actions carried out by the Audit Committee formed by commissioners to help the role of commissioners in the course of bank supervision.
The audit committee in charge and responsible in exercising their oversight as a form of implementation of good corporate governance and as a duty of the commissioners. The audit committee in charge and responsible in exercising their oversight as a form of implementation of good corporate governance and as a duty of the commissioners. The method used is a normative juridical. Materials used law to use primary and secondary legal materials. legal methods of presentation materials in the preparation of this study are presented in the form of a description drawn up a systematic, logical, rational and normative analysis done qualitatively.
Results of research and discussion stated that the bank's internal supervision carried out by a committee called the audit committee. Own audit committee tasked to assist the board of commissioner in fulfilling the duties of commissioner.
348913294E1A011117Tinjauan Yuridis Proses Likuidasi Pada Bank (Studi Kasus PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra)Tinjauan Yuridis Proses Likuidasi Pada Bank (Studi Kasus PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra)
Oleh:
Shenda Rahmania
E1A011117

ABSTRAK
Bank merupakan lembaga keuangan yang bertugas mneghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Setiap bank wajib menjaga kesehatan bank sesuai dengan ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Pemberian kredit dan kegiatan usaha lainnya harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku agar tidak terjadi masalah yang merugikan bank dan kepentingan nasabah yang telah mempercayakan dananya kepada bank. Berdasarkan ketentuan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan juncto Pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1999 tentang Pencabutan Izin Usaha, Pembubaran dan Likuidasi Bank, apabila bank mengalami masalah yang membahayakan kelangsungan usahanya, Otoritas Jasa Keuangan akan membantu melakukan tindakan penyelamatan bank, hingga dapat dilakukan pencabutan izin usaha bank dan proses likuidasi bank, jika keadaan bank membahayakan sistem perbankan.
Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pihak yang berwenang dalam proses likuidasi serta untuk mnegetahui proses likuidasi yang sedang di jalankan oleh PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra yang telah dicabut izin usahanya berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No.4/KDK.03/2014 tentang pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra.
Penelitan ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statue Approach) yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan. Data diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang berwenang dalam proses likuidasi ialah Lembaga Penjamin Simpanan dan proses likuidasi PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan dan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 01/PLPS/2011 sebagaimana telah diamandemen dengan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan Nomor 001/PLPS/2012 tentang Likuidasi Bank.

Kata Kunci : Bank, Likuidasi, Lembaga Pejamin Simpanan, Tim Likuidasi
Juridical Review of Liquidation Process in Bank (Case Study PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra)
Written by:
Senda Rahmania
E1A011117
ABSTRACT
Bank is financial institution which is in charge in collecting and distributing public fund. Every bank is obliged to maintain the health of bank as ruled in Law Number 10 Year 1998 Article 29 Paragraph (2) about Banking. Credit provision and other business activity have to be done accordance with applicable regulations in order to avoid the problems happened among bank and customers who give their fund in banks. Based on Law Number 10 Year 1998 Article 37 about Banking juncto Article 2 and Article 3 Legislation Number 25 Year 1999 about Business License Revocation, Dissolution and Liquidation of Bank, if the bank having problems which jeopardize the business continuity, Financial Services Authority will help to save the bank, until the revocation business license and liquidation process are possible, if the bank condition is jeopardizing banking system.
The research purpose is to find out the authorities in liquidation process and to find out the liquidation process that is being run by PT Bank Perkreditan Rakyat Voc Modern Danamitra which has been revoked its business license based on Board Commissioners Decision of Financial Services Authority Number 4/KDK.03/2014 about revocation business license of PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra.
The research method is juridical normative with statue approach which is analytic descriptive. Data source is secondary data of study literature. Data is presented in systematic narrative text. Analytic data method is qualitative normative method.
The research result showed that the authorities in liquidation process is Deposit Insurance Corporation and liquidation process by PT Bank Perkreditan Rakyat Vox Modern Danamitra were done accordance with Law Number 24 Year 2004 about Deposit Insurance Corporation and Deposit Insurance Corporation Regulation Number 01/PLPS/2011 that amended by Deposit Insurance Corporation Regulation Number 001/PLPS/2012 about Bank Liquidation.
Keywords: Bank, Liquidation, Deposit Insurance Corporation, Liquidation Team

349013295A1L011040POTENSI TIGA ISOLAT Bacillus subtilis B46, B209 DAN B211 SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN SOLANACEAEABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakter tiga isolat B. subtilis B46, B209 dan B211 sebagai pemacu pertumbuhan tanaman Solanaceae dan mempelajari respon pertumbuhan tanaman Solanaceae setelah aplikasi isolat B. subtilis tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2015, di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan kebun percobaan di desa Karangwangkal, Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu in vitro dan in planta. Pengujian di laboratorium meliputi uji penghasil siderofor, uji penghasil IAA, uji pelarut fosfat, uji penghasil nitrogen, dan uji resistensi antibiotik. Pengujian di lapang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan, pada tanaman cabai, terung dan tomat. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot akar segar, volume akar, bobot tanaman kering, bobot akar kering dan jumlah daun. Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat B. subtilis B46, B209 dan B211 mampu menghasilkan siderofor, IAA dan nitrogen, mampu melarutkan fosfat dan tahan terhadap antibiotik Rifampicin, cukup tahan terhadap Chloramphenicol, Kanamycin dan Streptomycin serta kurang tahan terhadap Nalidisic Acid. Perlakuan B. subtilis B46, B209 dan B211 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot akar segar, volume akar, bobot tanaman kering, dan bobot akar kering pada tanaman cabai, terung dan tomat.
ABSTRACT
The objectives of the research were to: 1) Determine the character of the three isolates of B. subtilis B46, B209 and B211 as Solanaceae plant growth promoters and studying the Solanaceae plant growth response after application of the isolates of B. subtilis. The research was conducted from March to August 2015, in the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture University of Jenderal Soedirman, and experimental field in Karangwangkal, Purwokerto. This study used randomized block design (RAK) with 12 treatments and 3 replications. Laboratory tests include siderophores producing tested, IAA producing tested, phosphate solubilizing tested, nitrogen producing tested, and antibiotics resistance tested. Tested in the field use of plant peppers, eggplant and tomatoes. Variables observed included plant height, root length, plant fresh weight, fresh root weight, root volume, dry weight of the plant, root dry weight, and number of leave. Data were analyzed by F test, then tested further by DMRT at the level of 5% error. The results showed that isolates of B. subtilis B46, B209 and B211 are able to produce siderophores, IAA and nitrogen, capable of solubizing phosphate and resistant to antibiotics Rifampicin, quite resistant to Chloramphenicol, kanamycin and streptomycin and less resistant to Nalidisic Acid. Treatment B. subtilis B46, B209 and B211 are able to increase the plants height, number of leaves, root length, the weight of fresh plants, root weight, root volume, the dry weight of the plant, and root dry weight of chili, eggplant and tomato.
349113297B1J011082POTENSI BEBERAPA SPESIES Trichoderma spp. SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI PATOGEN Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa L. cv. Oso Grande)Layu Fusarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh patogen tular tanah Fusarium sp. yang sebagian besar menyerang akar dan batang tanaman. Penyakit ini cukup merugikan petani karena dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Pengendalian menggunakan agen hayati saat ini telah banyak dikembangkan karena diketahui lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pengendalian menggunakan bahan kimia. Salah satu agen hayati yang sering digunakan adalah Trichoderma spp. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka telah dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan Trichoderma spp. dalam menekan pertumbuhan Fusarium sp. dan perkembangan penyakit layu pada tanaman stroberi serta mengetahui spesies Trichoderma yang paling efektif dalam menekan pertumbuhan Fusarium sp. dan kejadian penyakit layu pada tanaman stroberi.
Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan meliputi uji in vitro dan uji in vivo. Uji in vitro terdiri dari uji kompetisi (uji kultur ganda) dan uji antibiosis (uji senyawa non-volatil). Parameter utama yang diamati yaitu jari-jari koloni Fusarium sp. isolat stroberi yang saling menjauhi dan mendekati Trichoderma spp., diameter koloni Fusarium sp. isolat stroberi, serta jumlah tanaman stroberi sehat dibanding tanaman stroberi yang bergejala layu. Parameter pendukung yang diamati yaitu pH media, pH tanah, serta suhu dan kelembaban udara rumah kaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji F pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan.
Hasil penelitian pada uji kultur ganda menunjukkan signifikan (P<0,05). T. harzianum memiliki nilai penghambatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan T. koningii dan T. viride yaitu sebesar 73,09 %. Hasil uji senyawa non-volatil dan uji in vivo menunjukkan nonsignifikan (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa semua jenisTrichoderma mampu menekan pertumbuhan Fusarium sp. isolat stroberi dengan kemampuan yang relatif sama.
Fusarium wilt is a disease caused by soil-borne pathogen Fusarium sp. that mostly attacked roots and stems of the plants. This disease is quite detrimental to farmers since it may cause a death in plants. Biological control is currently being developed as it is more environmentally friendly. One of the biological agents which commonly used is Trichoderma spp. Trichoderma species used in this study were T. harzianum, T. koningii, and T. viride. The aims of this study were to determine the ability of Trichoderma spp. in suppressing the growth of Fusarium sp. strawberry isolate and suppressing the development of wilt disease in strawberry plants; to determine the most effective of Trichoderma species in suppressing the growth of Fusarium sp. strawberry isolate and wilt incidence in strawberry plants. The method used in this study was experimental with Completely Randomized Design (CRD). The treatments comprised in vitro (dual culture and effect of non-volatile substances) and in vivo test. The main parameters observed were the colony radial growth of Fusarium sp. strawberry isolate and Trichoderma spp., the colony diameter of Fusarium sp. strawberry isolate and Trichoderma spp., and also the wilt disease incidence. The data then were analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA) F-test based on the error level of 5% and 1%, followed by Duncan test. The results showed that the dual culture test were significant (P<0,05). T. harzianum had the highest percentage of inhibition growth rate (73,09 %). Effect of non-volatile substance and in vivo test showed no significant (P>0,05). Based on these results, it can be concluded that all the species of Trichoderma were able to suppress the growth of Fusarium sp. strawberry isolate with relatively equal ability.
349213296A1L011044POTENSI TIGA ISOLAT Bacillus subtilis BI, B298 DAN B315 SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN SOLANACEAE ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakter tiga isolat B. subtilis sebagai pemacu pertumbuhan tanaman Solanaceae dan mempelajari respon pertumbuhan tanaman Solanaceae setelah aplikasi tiga isolat B. subtilis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Unsoed dan lahan sawah Desa Karangwangkal, Purwokerto, pada bulan Maret sampai Agustus 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan CTB: Cabai tanpa Bacillus, CB1: Cabai dengan Isolat B1, CB298: Cabai dengan Isolat B298, CB315: Cabai dengan Isolat B315, TeTB: Terung tanpa Bacillus, TeB1: Terung dengan Isolat B1, TeB298: Terung dengan Isolat B298, TeB315: Terung dengan Isolat B315, TTB: Tomat tanpa Bacillus, TB1: Tomat dengan Isolat B1, TB298: Tomat dengan Isolat B298 dan TB315: Tomat dengan Isolat B315. Pengujian di laboratorium meliputi uji penghasil siderofor, uji penghasil IAA, uji pelarut fosfat, uji penghasil nitrogen, dan uji resistensi antibiotika. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot akar segar, bobot akar kering, volume akar. Hasil penelitian menunjukkan isolat B1, B298 dan B315 mampu menghasilkan siderofor, IAA, Nitrogen, melarutkan fosfat dan resisten terhadap antibiotika Rifampycin. Perlakuan isolat B. subtilis mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan bobot kering tanaman, bobot segar dan bobot kering akar, volume akar tanaman cabai, terung dan tomat.
ABSTRACT
This study aims to determine the character of the three isolates of B. subtilis as Solanaceae plant growth promoters and learn studying the Solanaceae plant growth response after application of three isolates of B. subtilis. The study was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Unsoed and wetland Village Karangwangkal, Purwokerto, starting in March 2015 until August 2015. This study used a randomized block design with 12 treatments and 3 replications are treated CTB: Pepper without Bacillus, CB1: Pepper with Isolate B1, CB298 : Pepper with Isolate B298, CB315: Pepper with Isolate B315, TeTB: Eggplant without Bacillus, TeB1: Eggplant with Isolate B1, TeB298: Eggplant with Isolate B298, TeB315: Eggplant with Isolate B315, TTB: Tomato without Bacillus, TB1: Tomato with Isolate B1, TB298: Tomatoes with isolates B298 and TB315: Tomatoes with isolates B315. Laboratory test include siderophores producing tested, IAA producing tested, phosphate solubilizing tested, nitrogen producing tested, and antibiotics restistance tested. Variables observed included plant heght, number of leaves, root length, fresh weight of plants, plant dry weight, fresh root weight, dry root weight, root volume. The results showed that isolates B. subtilis B1, B298 and B315 are able to produce siderophores, IAA, Nitrogen, capability of solubilizing phosphate and resistance to antibiotics Rifampycin. The treatment isolates of B. subtilis is able to increase plant height, number of leaves, root length, fresh weight and dry weight of plants, fresh weight and dry weight of roots root volume pepper, eggplant and tomatoes.
349313298A1H011006KARAKTERISTIK OPTIK TUMPUKAN KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L)
PADA BERBAGAI KADAR AIR
Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang banyak ditanam di Indonesia. Kacang merah merupakan bahan makanan yang memiliki energi tinggi sekaligus sumber protein nabati. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: Mengetahui karakteristik optik (reflektansi) kacang merah utuh, rusak dan terkontaminasi pada berbagai kadar air dan menentukan persamaan matematis hubungan antara karakteristik optik (reflektansi) dengan kadar air kacang merah utuh, rusak dan terkontaminasi. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah integrating sphere alat ini terdiri atas komponen-komponen utama yaitu sinar laser dengan panjang gelombang 650 nm, 532 nm dan bright white. Alat ini juga menggunakan rangkaian 13 buah LDR sebagai sensor pendeteksi cahaya, dan multimeter digital untuk mengamati nilai resistansi LDR. Variabel yang diamatin meliputi nilai resistansi LDR pada 13 sensor dari berbagai sumber cahaya dan kadar air kacang merah. Pengukuran kadar air ini dilakukan untuk melihat perubahan kadar air yang terjadi selama proses pengovenan dengan perhitungan waktu per 60 menit sebanyak enam kali pengulangan hingga kadar air konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya beberapa sensor yang memiliki hubungan erat antara respon sensor dengan kadar air kacang merah utuh, rusak, dan terkontaminasi. Cahaya 650 nm diindikasikan dapat mengidentifikasi kadar air pada kacang merah utuh dan rusak. Sedangkan cahaya 532 nm diindikasikan dapat mengidentifikasi kadar air kacang merah terkontaminasi.Red beans (Phaseolus vulgaris L.) is a plant that is widely grown in Indonesia. Red beans is a food that has a high energy and the source of vegetable protein. The purpose of this study, namely: Knowing the optical characteristics (reflectance) of red beans intact, damaged and contaminated to various levels of water and determine the equation of the relationship between the optical characteristics (reflectance) with red bean moisture content intact, damaged and contaminated. The tools used in this study is the integrating sphere, this tool consists of the main components, namely a laser beam with a wavelength of 650 nm, 532 nm and bright white. This tool also using a series of 13 pieces LDR as the light detecting sensor, and a digital multimeter to observe the LDR resistance value. Variables that observed include LDR resistance value at 13 sensors of various light sources and the water content of red beans. Measurements of water content is done to see changes in water levels that occurred during oven with the computation time per 60 minutes as much as six repetitions until the moisture content is constant. The results showed that only a few sensors that have a close relationship between the sensor response with red bean moisture content intact, damaged and contaminated. 650 nm light can be indicated to identify intact and damaged moisture content of red beans. While the 532 nm light can be indicated to identify contaminated moisture content of red beans.
349413299A1L010225OPTIMALISASI FORMULA BIOPESTISIDA BERBASIS Bacillus subtilis B298 UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN CABAIPenelitian ini bertujuan untuk 1) Menguji kemampuan B. subtilis B298 dalam mengendalikan patogen dari tanaman cabai in vitro. dan 2) Mendapatkan formula biopestisida B. subtilis B298 terbaik untuk menekan penyakit, meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan di lahan percobaan di desa Karangwangkal, Purwokerto Utara. Penelitian dilaksanakan secara in vitro dan in planta selama 5 bulan, dari bulan Maret sampai Juli 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi zona hambatan yang terbentuk pada uji B. subtilis terhadap jamur patogen Colletotrichum capsici, zona hambatan yang terbentuk pada uji B. subtilis terhadap bakteri patogen Ralstonia solanacearum, masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah per tanaman, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. subtilis B298 mampu menghambat C. capsici sebesar 50% dan zona hambatan R. solanacearum sebesar 5mm in vitro. Biopestisida berbasis B. subtilis B298 formula cair dan padat berpotensi menekan penyakit, meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman cabai.This research aimed to 1) test the ability of B. subtilis B298 in controlling pathogens of pepper in vitro. and 2) find the best formula of B. subtilis B298 biopesticide to suppress disease, enhance the growth and yield in pepper. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and at the field trials, Karangwangkal village, North Purwokerto. The experiment was conducted in vitro and in planta for 5 months, from March to July 2015. The research used Randomized Block Design (RAK) with 8 treatments and 4 replications. Variables observed included the inhibition zone formed on B. subtilis test of the fungal pathogen Colletotrichum capsici, the inhibition zone formed on B. subtilis test of pathogenic bacteria Ralstonia solanacearum, the incubation period, the intensity of the disease, plant height, number of leaves, number of fruits, fruit weight per plant, fresh plant weight, dry plants weight. The results indicated that B. subtilis B298 was able to inhibit C. capsici by 50% and inhibition zone of R. solanacearum by 5mm in vitro. Liquid and solid formula of B. subtilis B298 Biopesticides potentially suppressed disease, enhancing the growth and yield in pepper.
349513285F1F010017READERS’ PERCEPTIONS ON BEAUTY CONCEPT DEPICTED ON DISNEY’S CINDERELLA PICTURE BOOKPenelitian yang berjudul "Readers’ Perceptions on Beauty Concept Depicted on Disney’s Cinderella Picture Book" bertujuan untuk menggambarkan bagaimana sebelas responden merespon kecantikan Cinderella pada cerita pendek Cinderella karya Disney. Penelitian ini menggunakan teori reader response (tanggapan pembaca) milik Rosenbalt yang difokuskan pada strukturalisme reader response milik Bressler. Selain itu, metode kualitatif dipilih untuk menyusunnya. Skripsi ini melibatkan anak – anak Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) sebagai responden. Data primer pada penelitian diperoleh dari kata – kata, baik lisan maupun tulisan yang dihasilkan oleh kesebelas responden setelah proses membaca data sekunder yaitu cerita pendek Cinderella karya Disney
Kesebelas responden telah mengamati dan menganalisis cerita pendek Cinderella melalui teks untuk memberikan tanggapan mereka pada kecantikan Cinderella dan memberikan keputusan mengapa mereka memilih persepsi itu untuk menggambarkan kecantikan Cinderella. Berdasarkan hasil analisis, tanggapan responden telah menghasilkan dua kategori respon pada Cinderella: cantik dari dalam, dan cantik dari luar. Setiap responden mempunyai alasan yang berbeda dan menarik mengenai kecantikan Cinderella pada cerita pendek yang sama dengan melihat gambar dan teks dalam cerita tersebut. Beberapa respondenpun menghasilkan tanggapan dan keputusan yang tidak terduga tentang kecantikan Cinderella.
The research entitled “Readers’ Perceptions on Beauty Concept Depicted on Disney’s Cinderella Picture Book” aims at describing how eleven respondents’ respond to Cinderella’s beauty on Disney’s Cinderella short story. This research uses Rosenbalt’s theory of reader response focusing on Bressler’s structuralism of reader response. Furthermore, the analysis is arranged by using qualitative method. The respondents of this research are students of Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1). The primary data of this research are words obtained through questionnaire and interview, both written and spoken produced by the eleven respondents after reading process the secondary data, Disney’s Cinderella short story.
The eleven respondents have observed and analyzed the short story through the text to give their responses on Cinderella’s beauty and to decide why they choose those perceptions to show Cinderella’s beauty. Based on the analysis, the responses of the respondents have produced two categories responses on Cinderella: inner beauty and outer beauty. When deciding Cinderella’s beauty by seeing the picture and the text inside, every respondent has different and interesting reason. Some of the respondents have produced an unique responses and decisions on Cinderella’s beauty concept.
349613301C1B009001Pengaruh Kompensasi, Kepemimpinan, Lingkungan kerja fisik, KOmitmen Organisasi dan Pendidikan Terhadap Kinerja Karyawan
(Studi di kantor PT KAI Daop V Purwokerto)
Judul Penelitian ini adalah “ Pengaruh kompensasi, kepemimpinan, lingkungan kerja fisik, komitmen organisasi dan pendidikan terhadap kinera karyawan (Study pada perusahaan PT KAI Daop V Purwokerto). ” , subyek penelitian ini adalah karyawan tetap perusahaan PT KAI Daop V Purwokerto sebanyak 100 sampel. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan metode Stratifiled random sampling. Alat analisis yang gunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, uji asumsi klasik dan uji elastisitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kompensasi, kepemimpinan, lingkungan kerja fisik, komitmen organisasi dan pendidikan terhadap kinerja karyawan.
Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Peningkatan kinerja karyawan pada PT KAI Daop V Purwokerto dapat di lakukan dengan memberikan kompensasi yang sesuai dan di perlukan oleh karyawan, semisal dengan memberikan asuransi dan biaya pendidikan bagi anak karyawan yang berkerja di PT KAI Daop V Purwokerto. 2)Peningkatan kinerja karyawan dapat di lakukan melalui kepemimpinan yang baik dari pimpinanya terhadap karyawan. 3)Pemimpin bisa menjadi atasan dan teman bagi karyawan sehingga dapat mengatahui karakter dan permasalahan yang dihadapi oleh karyawan PT KAI Daop V Purwokerto, sehingga dapat melakukan suatu tindakan atau solusi yang tepat dan terbaik bagi perusahaan dan karyawan. 4) Untuk meningkatkan kinerja karyawan, Manajemen di PT KAI Daop V Purwokerto seharusnya lebih memperhatikan suasana, tata ruang, dan tata letak barang yang ada di ruangan PT KAI Daop V Purwokerto, supaya lebih semangat di dalam berkerja sehingga di dapatkan kesenangan dan kenyamanan di dalam berkera. 5) Untuk meningkatkan kinerja karyawan, sebaiknya perusahaan lebih banyak melibatkan karyawan untuk meningkatkan komitmen organisasi yang dimiliki karyawan. Berbagai hal yang dapat dilakukan antara lain melibatkan karyawan dalam penyelesaian masalah yang terjadi didalam perusahaan dan dilibatkan dalam penetapan berbagai kebijakan maupun keputusan yang berkaitan dengan tujuan karyawan, sehingga karyawan merasa ikut memiliki organisasi dan memiliki loyalitas terhadap organisasi tersebut. 6 ) Di dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kinerja karyawan, PT KAI Daop V Purwokerto sebaiknya memberikan kesempatan kepada karyawan terbaiknya untuk meneruskan tingkat pendidikan ke jenjang lebih tinggi, sehingga di harapkan nantinya muncul pemikiran, ide dan hal baru bisa di terapkan di PT KAI Daop V Purwokerto untuk perbaikan terus menerus dan kearah kinerja yang lebih baik lagi.
ABSTRACT

This study aims to analyze the effect of compensation, leadership, physical work environment, organizational commitment and education toward employee performance at PT. KAI DAOP V Purwokerto.
This research uses survey method with questionnaires as collecting data method and stratifiled random sampling technique. Multiple linear regression is the analysis data technique with IBM SPSS statistics 16.0 program. The sample of this study is employees at PT. KAI DAOP V Purwokerto for about 100 people.
The implications of this research are ; (1) To increasing the performance of employees at PT KAI DAOP V Purwokerto can be done by gives appropriate compensation and needed by employees, such as by giving insurance and education costs for children of employees who work in PT KAI DAOP V Purwokerto. 2) To increasing employee performance can be done through good leadership from the leader against employees. 3) The leader can be a boss at once as a friend for employees so that they can knows the characters and the problems faced by the employees of PT KAI DAOP V Purwokerto, so it can perform an action or best solution for the company and employees. 4) To increasing the performance of employees, management at PT KAI DAOP V Purwokerto should give more attention to the work environment, layout of the items in the room office of PT KAI DAOP V Purwokerto, in order to provide comfort and pleasure in work, therefore more enthusiasm in work. 5) To increasing the employees performance, the company should involve employees to increase organizational commitment that employees have. Various activities can be done by involve employees in solving problems that occured in the company and involved in making the policies and decisions that related to the goals of employees, so that employees have a sense of belonging and loyalty to the organization. 6) In increasing the quality of human resources and employee performance, PT KAI DAOP V Purwokerto should provide the opportunity for the best employees to continue the level of education, so in the end can appear new ideas and new things that can be applied at PT KAI DAOP V Purwokerto for continual improvements and better performance.
349713300H1F011013GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI GERAKAN TANAH
DI DAERAH JEMBLUNG DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN KARANGKOBAR,
KABUPATEN BANJARNEGARA,
JAWA TENGAH
Secara administratif daerah penelitian berada di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada tanggal 12 Desember 2014 telah terjadi bencana gerakan tanah berupa tanah longsor yang menimbun Dusun Jemblung yang berada pada daerah ini. Daerah penelitian berada pada zona fisiografi Pegunungan Serayu Utara. Geomorfologi daerah ini terbagi ke dalam dua satuan yaitu Satuan Perbukitan Vulkanik dan Satuan Dataran Denudasional Struktural. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan yaitu Satuan Batulempung dan Satuan Breksi. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah Sesar Mendatar Mengiri Turun Karangkobar berarah relatif timurlaut-baratdaya. Jenis material longsoran Jemblung berupa bahan rombakan tanah dan batuan (debris). Mekanisme pergerakan longsoran berupa aliran (flow). Tipe longsoran Jemblung adalah tipe aliran bahan rombakan (debris flow). Curah hujan pada hari terjadinya longsoran mencapai >100 mm/hari. Faktor penyebab terjadinya longsoran dibagi menjadi dua yaitu akibat kenaikan tegangan geser dan penurunan kuat geser.
The study area is administratively located in Karangkobar District, Banjarnegara Regency, Central Java. On December 12, 2014 has been a landslide disaster which hoard Jemblung area, Sampang Village, Karangkobar District, Banjarnegara. The study area is located on the North Serayu Mountains physiographic zones. Geomorphology in this area is divided into two units, namely Steep Volcanic Hills Unit and Denudational Plain Structural Unit. Stratigraphic of the study area can be divided into two units, namely Mudstone Unit and Breccia Unit. Geological structure that developed in the study area is Karangkobar Normal Leftlateral Strike Slip Fault trending northeast-southwest. Jemblung landslide of material types is the material destruction of soil and rock (debris). The movement mechanism is flow. The type of landslide that occured at landslide in the Jemblung area is the type of debris flow. Rainfall on the day of the landslide reaches >100 mm/day. Factors that cause landslide divided into two, due to shear stress increase and shear strength decrease.
349813302E1A111103TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PASAL 15 AYAT (2) JO PASAL 19 HURUF (A) UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTIK MONOPOLI DAN PERSAINGAN
USAHA TIDAK SEHAT (Study Kasus Perkara Nomor : 05/KPPU-I/2014)
Persaingan usaha tidak sehat berpengaruh terhadap terjadinya praktik monopoli. Hal itu disebabkan karena persaingan usaha tidak sehat dapat mematikan mekanisme pasar. Perjanjian tertutup dan penguasaan pasar yang dapat mengakibatkan Persaingan Usaha tidak sehat, diatur dalam Pasal 15 dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti penerapan Pasal tersebut pada kasus antara PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera dan PT. Heksa Eka Life Insurance yang termuat dalam putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha nomor: 05/KPPU-I/2014.
Study kasus dalam penelitian ini yaitu yuridis normative yang menggunakan pendekatan undang-undang, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis dapat diketahui bahwa kerjasama penggunaan asuransi untuk produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) oleh PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera dan PT. Heksa Eka Life Insurance. Hasil penelitian ini menunjukan perjanjian kerjasama tersebut mengandung unsur tying in product dan praktik monopoli setelah ditinjau berdasarkan Pasal 15 ayat (2) Jo Pasal 19 huruf (a) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang laranga n praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Pelanggaran tersebut berdampak pada tertutupnya kesempatan perusahaan asuransi lain yang akan memasarkan jasanya untuk produk KPR BRI.
Unfair business competition has a significant impact on monopoly. It is because unfair business competition can kill market mechanisms. A closed agreement and market share that causing unfair business competition, set in article 15 and article 19 of act number 5 years 1999 for the prohibition of a monopoly and unfair business competition .Hence, researcher interested to examine the application of those article on the case of business relation between PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk. (BRI), PT. Asuransi Jiwa Bringin jiwa Sejahtera and PT. Heksa Eka Life Insurance that contained on a verdict of KPPU (Indonesian business competition supervisory commission) number: 05/KPPU-I/2014.
The Case study of this research is juridical normative that using an act approach with descriptive research specification. Based on the research that writer did, it can be seen that cooperation of insurance for the home ownership loans product of PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk. (BRI) by PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera and PT. Heksa Eka Life insurance. The result of this research showed that those cooperation agreement containing element of tying in product and monopolistic practices after reviewed based on article 15 subsection 2 jo article 19 letters (a) the law number 5 years 1999 about prohibition of monopolistic practices and unfair business competition .The violation has an impact there is no chance for another insurance companies that will market their services to BRI home ownership loans product.
349913309H1B010053PERBANDINGAN METODE KEPUTUSAN BINER MAXIMUM LIKELIHOOD DAN NEYMAN-PEARSON PADA PENGAMATAN TUNGGAL KASUS GAUSSIANPenelitian ini membahas tentang teori keputusan biner dengan menggunakan metode maximum likelihood dan Neyman-Pearson untuk data pengamatan tunggal kasus Gaussian. Metode aplikasi dan perbandingan hasil diterapkan pada proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memberikan hasil keputusan yang sama dengan pemilihan nilai yang tepat pada metode Neyman-Pearson. This study discussed the decision theory maximum likelihood and Neyman-Pearson method for single observation in Gaussian case. Methods of application and comparison results are applied to the decision making process. The results showed that the both methods give similar result with the selection of the appropriate alpha values on Neyman-Pearson method.
350013303B1J011070Biomassa nipah (Nypa fruticans Wurmb.) dan tingkat pemanfaatannya di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten BanyumasNipah (Nypa fruticans Wurmb.) adalah salah satu tumbuhan yang hidup di kawasan hutan mangrove. Biomassa nipah diartikan sebagai jumlah materi hidup dari tumbuhan nipah yang ada di atas permukaan tanah. Beragam manfaat dimiliki oleh N. fruticans Wurmb. yaitu: daun nipah berguna untuk dijadikan atap bangunan atau kerajinan, biji muda dapat diolah menjadi kolang-kaling, pelepah daun dapat dijadikan kayu bakar, abu bakarnya dapat dijadikan garam, air nira dapat diolah menjadi gula. Tumbuhan nipah yang menjadi obyek penelitian kali ini adalah tumbuhan yang sengaja ditanam pada areal dataran rendah yang merupakan kawasan rawan banjir tepatnya berada di Dusun Kalisetra, Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dusun tersebut memiliki ketinggian tanah sekitar 14 m dari permukaan air laut, curah hujan 1.500 mm.tahun-1 dan suhu udara berkisar antara 29 - 31ºC.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, teknik pengambilan sampel dilakukan secara purpose sampling menggunakan metode plot kuadrat. Sampel nipah diperoleh dari empat stasiun dimana setiap stasiun terdapat 3 plot transek berukuran 10 m x 10 m. Biomassa diukur dengan metode non destructive sampling dengan cara mengukur diameter pelepah pada ketinggian 0 m, 1 m, 1,3 m, dan 1,6 m dari permukaan tanah, serta panjang pelepah pada setiap plot. Tingkat pemanfaatan nipah dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dengan responden lokal secara terpilih. Data-data yang telah diperoleh dari proses wawancara kemudian dianalisis secara deskriptif dan dihitung dengan indeks konsensus. Hasil yang didapatkan yaitu biomassa nipah di Dusun Kalisetra tergolong tinggi dengan rata-rata sebanyak 8,135 kg.m-2. Faktor lingkungan yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan biomassa nipah di Dusun Kalisetra adalah kandungan organik tanah (0,685*). Tingkat pemanfaatan nipah yang tertinggi yaitu bagian daun yang dimanfaatkan menjadi atap (FL=96%), sedangkan tingkat pemanfaatan nipah yang terendah adalah buah yang digunakan untuk pakan/jamu ternak (FL=16%).
Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) are plants that grow at the mangrove area. Nipah biomass defined as the number of living matter from nipah plants which above ground. The benefit of N. fruticans Wurmb. i.e.: palm leaves used for roofs of buildings or handycraft, young seeds can be processed as kolang-kaling, the stalk of leaves can be used as fuel wood, ash form leaves used as a salt, nira water can be processed into sugar, nira water fermented can also be processed into vinegar. This study located at Dusun Kalisetra, Plangkapan Village, Tambak, Banyumas, where is around 14 m above sea level, with the rainfall about 1.500 mm.year-1 and temperatures range between 29 - 31ºC.
Survey method was used in this study with purpose sampling technique by using quadratic plot. Nipah was taken from four stations which is consist three plotsized 10 m x 10 m. Non destructive sampling methods used for biomass measurement. measurement the diameter of the leave stalk at high of 0 m, 1 m, 3 m, and 1.6 m, and also measure the length of the stem on each single plot. Semi structured interviews on the selected respondens was used to find the level of utilization of nipah is done. The data from the interview process, then analyzed by consensus index. The results shows that average biomass of nipah at Dusun Kalisetra is highest (8.135 kg.m-2). Environmental factor that significally affect of biomass of nipah at Dusun Kalisetra is the organic content of the soil (0.685*). The highest utilization rate of nipah is from leaf that used for roof (FL=96%), the lowest utilization rate is fruit that used as livestock feed (FL=16%).