Artikelilmiahs
Menampilkan 3.321-3.340 dari 48.741 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 3321 | 13119 | H1K010068 | Pertumbuhan transplan G.latifolium pada beberapa jenis substrat skala laboratorium | G.latifolium merupakan salah satu jenis Rhodophyta yang berperan dalam program revitalisasi perikanan yaitu sebagai bahan baku penghasil agar, alginat, karaginan serta bahan baku energi alternatif. Meningkatnya penggunaan rumput laut jenis Rhodophyta dalam berbagai industri, maka akan semakin meningkat permintaan sebagai bahan baku. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidaklah cukup jika hanya mengandalkan hasil alam saja tetapi harus dilakukan budidaya dengan tujuan untuk menggali potensi dan pengembangan produksinya. Penelitian ini berjudul pertumbuhan transplan G.latifolium pada beberapa jenis substrat skala laboratorium. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis substrat yang paling baik terhadap pertumbuhan dan survival rate transplan G.latifolium. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan desain Rancang Acak Lengkap. Perlakuan yang diuji adalah perlakuan substrat yaitu substrat genteng, karang dan semen blok. Kontrol dilakukan dengan penanaman tanpa substrat. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa jenis substrat yang paling baik terhadap pertumbuhan transplan G.latifolium adalah pada substrat karang, kemudian pada substrat semen blok dan yang terendah adalah pada substrat genteng, namun pada perlakuan kontrol (tanpa substrat) mengalami pertumbuhan tertinggi. Uji ANOVA memperlihatkan bahwa perlakuan substrat yang berbeda memberikan pengaruh nyata pada jumlah holdfast. Biomassa dan survival rate memberikan pengaruh yang sangat nyata namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang thallus | G.latifolium is one species of Rhodophyta that role in program revitalization fisheries such as the raw material for producer agar, alginate, karagenan and energy alternative. Increasingly seaweed kind of Rhodophyta in various industries, so will increase demand as raw material. So as to ful fill the need is not enough just rely on natural result only, but must be done cultivation that aims to dig potential and development production, so the research entitled growth G.latifolium transplant on several types of substrates laboratory scale. The purpose of this research was for knowledge of substrate best was transplant growth and survival rate transplan G.latifolium. Methods used was experimental the laboratory using design Complete random design. Treatments tested were treated substrate was substrate tile roofs, coral and cement block. Control was done by planting without substrate. Based on result of observation known that kind of substratethe best on growth of transplants G.latifolium is substrat coral, then substrate cement block and lowest is substrate tile roofs, but in treatment control without substrate saw highes growth. ANOVA showed that the treatment of different substrates significant effect on the amount holdfast. Biomass and survival rate gives significant influence but does not significantly affect length growth thallus. | |
| 3322 | 13133 | D1E011110 | POLA ASUH KELUARGA PETERNAK SAPI PERAH DALAM MEMBENTUK KEMAUAN BETERNAK PADA ANAK (STUDI KASUS PADA ANGGOTA KOPERASI SUSU “PESAT” BANYUMAS) | Penelitian berjudul Pola Asuh Keluarga Peternak Sapi Perah Dalam Membentuk Kemauan Beternak Pada Anak (Studi Kasus Pada Anggota Koperasi Susu “Pesat” Banyumas), ini dilaksanakan di Kecamatan Pekuncen, Cilongok, dan Sumbang Kabupaten Banyumas pada tanggal 5 Agustus 2015 sampai dengan 28 Agsutus 2015. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemauan beternak pada anak peternak sapi perah. Dilakukan dengan metode survey, sasaran penelitian ini adalah anak peternak sapi perah dan peternak sapi perah yang tergabung dan masih aktif menjadi anggota Koperasi Susu “Pesat” Banyumas. Metode penetapan sampel wilayah menggunakan Purposive Sampling, yaitu memilih tiga kecamatan yang memiliki populasi peternak sapi perah terbanyak. Penetapan sampel responden diambil 50% dari total responden yang memiliki anak usia 10-30 tahun pada setiap kecamatan terpilih. Responden terpilih sebanyak 68 orang yang terdiri dari 34 orang peternak sapi perah dan 34 orang anak peternak sapi perah. Hasil analisis menunjukkan, terdapat korelasi positif antara pola asuh (0,118) dan lama kebersamaan orang tua dengan anak (0.050) dengan kemauan beternak pada anak yang termasuk dalam korelasi lemah. Selain itu, ditemukan korelasi negatif antara umur anak peternak dengan kemauan beternak pada anak bernilai -0,015. Hal ini menunjukkan bahwa, semakin bertambah umur anak peternak maka semakin rendah kemauan beternak pada anak. | A research “Parenting Pattern in Dairy Farmer Families in the Shaping Children’s Interest in Farming (A Case Study among the Members of Milk Cooperation "Pesat” Banyumas)" has been conducted in Pekuncen, Cilongok, and Sumbang, Regency of Banyumas on August 5, 2015 until August 28, 2015. This research aims to determine the relationship between parenting patterns among (dairy farmers) and their children’s interest in farming (on whether they are willing to become farmers or not). By using survey method this research was targeted at the dairy farmers who are active members of the Milk Cooperation "Pesat" Banyumas. To determine the sample of regions, the researcher used purposive sampling method by selecting the three districts where the largest population of the dairy farmers dwell. The sample of respondents were 50% of the farmers whose children aged 10 – 30 years in each selected district. The 68 selected respondents consistied of 34 parents and 34 children. The analysis showed that there was a positive correlation between parenting patterns (0,118), children parents togetherness (0.050), and children’s interest in farming, which is included in the low correlation. The negative correlation between children’s age and their interest in farming -0.015. Which shows that the older the children, the lower their interest. | |
| 3323 | 13120 | H1K011001 | KARAKTERISTIK SUARA HARIAN IKAN KETING (Mystus gulio) | Ikan jenis marine catfish dapat memproduksi beberapa jenis suara sebagai alat komunikasi dan suatu isyarat akustik ketika melakukan aktivitas, salah satunya adalah jenis ikan dari family bagridae yaitu ikan Mystus gulio. Karakteristik suara dari individu ikan merupakan informasi dasar dan penting dalam mempelajari aspek bioacoustic ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik suara ikan Mystus gulio berdasarkan jumlah ikan yang berbeda serta dampak variabilitas lingkungan (temperatur perairan dan kondisi cahaya) terhadap karakteristik suara yang dihasilkannya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap produksi suara dari 2 kelompok ikan (1 dan 2 ekor ikan dalam satu akuarium) selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Keting menghasilkan 3 tipe suara yaitu “siul” ,“klik” dan “katak”. Karakteristik suara seperti frekuensi dan intesitas menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan terhadap jumlah ikan dan variabilitas temperatur harian ikan, sedangkan durasi ikan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah ikan dan variabilitas temperatur harian ikan. | The marine catfish can produce some kind of voice as a communication tool and an acoustic cues while performing the activity , one of which is a fish species of the family Bagridae namely Mystus gulio . Sound characteristics of the individual fish is a basic and important information in studying aspects of bioacoustic fish. The purpose of this research is to study the characteristic sound of Mystus gulio on the number of different fish and the impact of variability in the environment ( water temperature and light conditions ) on the characteristics of the resulting sound. This research was conducted by observation of the production of sound from the two groups of fish ( 1 and 2 fish in an aquarium ) for 24 hours . The results showed that fish tendon produces 3 types of sound is " whistling ", "click " and "frog". Sound characteristics such as frequency and intensity showed no significant difference to the amount of fish and fish daily temperature variability. While the duration of the sound of fish showed a significant difference to the amount of fish and fish daily temperatures. | |
| 3324 | 13121 | C1K009011 | THE INFLUENCE ANALYSIS OF E-BANKING SERVICE QUALITY AND PERCEIVED VALUE ON CUSTOMER SATISFACTION: MODERATING ROLE OF SUBJECTIVE DISCONFIRMATION AND E-TRUST (Survey on Customers who Use E-Banking Services in Central Jakarta) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan e-banking serta perceived value pada kepuasan pelanggan, juga untuk menganalisis peran moderasi dari subjektif diskonfirmasi pada hubungan kausal antara kualitas layanan e-banking, perceived value, dan kepuasan pelanggan dan juga untuk menganalisis peran moderasi dari e-trust pada hubungan kausal antara kualitas layanan e-banking, perceived value, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini dilakukan di beberapa kantor cabang bank di Jakarta Pusat. Metode penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Populasi dari penelitian ini adalah para nasabah bank di Jakarta Pusat yang menggunakan layanan e-banking. Berdasarkan hasil dari teknik interval technique, ditentukan ukuran sampel sebanyak 100 responden. Selanjutnya, analisis data teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi dan analisis regresi dimoderasi. Berdasarkan dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan e-banking serta perceived value memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan yang menggunakan layanan e-banking di Jakarta Pusat, dan subjektif diskonfirmasi serta e-trust memoderasi secara signifikan pada kualitas pelayanan e-banking dan perceived value terhadap kepuasan pelanggan yang menggunakan layanan e-banking di Jakarta Pusat. Mengacu pada kesimpulan tersebut, kita bisa simpulkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan secara optimal, pengelolaan industri perbankan di Jakarta Pusat harus memperhatikan kualitas layanan e-banking, perceived value, subjektif diskonfirmasi dan e-trust. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan dan membuat proses layanan prosedur e-banking secara efektif dan efisien sesuai dengan harapan pelanggan, secara konsisten tampil di tingkat praktek terbaik, merekrut staf atau karyawan yang betul-betul menguasai e-banking serta meyadari betapa pentingnya kualitas layanan e-banking bagi nasabah, membangun komunikasi dengan pelanggan yang menggunakan layanan e-banking, menerapkan sistem layanan e-banking yang mudah dan cepat, menindaklanjuti keluhan konsumen terkait dengan masalah layanan e-banking, serta memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen terkait dengan layanan e-banking yang disediakan. | The aims of this research were to analyze the influence of e-banking service quality as well as perceived value on customer satisfaction, to analyze the moderating role of subjective disconfirmation on the causal relationship among e-banking service quality as well as perceived value and customer satisfaction and also to analyze the moderating role of e-trust on the causal relationship among e-banking service quality as well as perceived value and customer satisfaction. This research was conducted at the branch offices of banks in Central Jakarta. Method of study was survey with as the sampling technique used convenience sampling. Population of this research was all banks’ customers in Central Jakarta who use e-banking services. Based on the result of interval estimate technique, it was found the sample size of 100 respondents. Furthermore, the technique data analysis used in this study was multiple regressions and moderated regression analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that e-banking service quality as well as perceived value has a positive influence on customer satisfaction who use e-banking services in Central Jakarta, and so subjective disconfirmation as well as e-trust moderates significantly the influence of e-banking service quality and perceived value on customer satisfaction who use e-banking services in Central Jakarta. Refers to the conclusion, it could be implied that as an effort to increase customer satisfaction optimally, management of banking industries in Central Jakarta need to pay attention on e-banking service quality, perceived value, subjective disconfirmation and e-trust. The ways can be done by create and make the procedure and e-banking service processes effectively and efficiently according to the customer's expectation, consistently perform at best practice levels, recruit the staffs or employee who master e-banking well and also understand the importance of e-banking service quality for the customers, build the communication with the customers who use e-banking services, applying the easy and fast e-banking service system, follow up the consumer complaints related to the e-banking services problems, provide security and convenience to consumers associated with the e-banking services provided. | |
| 3325 | 13123 | H1G011031 | BIOAKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA JENIS MANGROVE Rhizophora apiculata DAN Avicennia marina DI SEGARA ANAKAN CILACAP | Sungai Donan mendapatkan masukan limbah dari aktivitas industri-industri yang mengandung logam Cd. Logam tersebut akan terserap oleh mangrove Rhizophora apiculata dan Avicennia marina. Skripsi ini berjudul “Bioakumulasi Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Mangrove Jenis Rhizophora apiculata Dan Avicennia marina Di Sungai Donan Segara Anakan Cilacap”. Tujuannya untuk mengetahui kandungan logam berat Cd di sedimen, akar, batang dan daun, serta hubungannya antara kandungan logam Cd di sedimen dengan kandungan logam Cd di akar, batang, dan daun. Metode yang digunakan adalah survey, dengan teknik pengambilan Purposive Random Sampling pada 5 stasiun dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan Uji F dan regresi korelasi. Kandungan logam Cd di sedimen berkisar 11,8900 – 34,6189 ppm, Cd di akar R. apiculata berkisar 0,4618 – 1,3250 ppm, Cd di batang berkisar 0,2526 – 0,8264 ppm, Cd di daun berkisar 0,0925 – 0,6038 ppm. Cd di akar A. marina berkisar 0,5629 – 1,0756 ppm, Cd di batang berkisar 0,2670 – 0,8625 ppm, Cd di daun berkisar 0,1345 – 0,6350 ppm. Hubungan Cd di sedimen terhadap Cd di mangrove memiliki keeratan yang kuat. Berdasarkan hasil tersebut kandungan logam Cd di sedimen berpengaruh terhadap Cd di akar, batang dan daun R. apiculata dan A. marina. | Donan river get input wastes from industries activity containing metal Cd. The metal will be absorbed by the mangrove Rhizophora apiculata and Avicennia marina. A study, entitled "Bioaccumulation of Heavy Metal Cadmium (Cd) At type Mangrove Rhizophora apiculata and Avicennia marina On Donan river of Segara Anakan Cilacap ", was to determine Cd heavy metals in sediments, roots, stems and leaves. The relationship in sediment with its content in roots, stems, and leaves. A survey method applied purposive random sampling techniques at 5 stations in triplicates. Data were F-tested and its regression correlation were calculated. Cd content in sediment ranged between 11.8900-34.6189 ppm. While, Cd in the roots of R. apiculata, in stems, and in the leaves were 0.4618-1.3250 ppm, 0.2526-0.8264 ppm, and 0.0925-0.6038 ppm, respectively. Cd in roots of A. marina, in stems, and in leaves ranged between 0.5629-1.0756 ppm, 0.2670-0.8625 ppm, and 0.1345-0.6350 ppm, respectively. The relationship between Cd in mangrove and Cd in sediment were significant. Based on these, Cd content in sediment could affect Cd in roots, stems and leaves in R. apiculata and A. marina. | |
| 3326 | 13134 | C1C008080 | Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam Laporan Keuangan Koperasi di Eks Karesidenan Banyumas | Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan koperasi yang ada di wilayah Eks Karesidenan Banyumas. Jumlah sample koperasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 koperasi primer yang ada di eks Karesidenan Banyumas.Analisis data teknik dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari analaisis data kualitatif penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan koperasi eks- Karesidenan Banyumas menunjukkan : 1. Penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas sebagian besar belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Ketidaksesuaian penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas diketahui dari 41 koperasi yang belum menyajikan Laporan Perubahan Modal, 41 koperasi yang belum menyajikan Laporan Arus Kas, dan 31 koperasi belum menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan dalam penyajian laporan keuangannya. 2. Faktor-faktor yang menyebabkan penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) antara lain: penggunaan software akuntansi, kurangnya sosialisasi atau pelatihan akuntansi koperasi oleh pemerintah, dan sumber daya manusia yang kurang kompeten di bidang akuntansi. Saran yang dapat diberiakan dari hasil penelitian ini adalah, kepada pihak koperasi agar lebih aktif dalam memahami SAK ETAP sehingga dapat menerapkan SAK ETAP secara keseluruhan dalam penyajian laporan keuangannya, kepada pihak akademisi agar dapat mendukung penerapan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangan koperasi di Eks Karesidenan Banyumas dengan cara berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan sosialisasi dan pelatihan SAK ETAP kepada koperasi-koperasi di eks Karesidenan Banyumas, kepada pihak Dinperindagkop di eks Karesidenan Banyumas hendaknya segera mengadakan sosialisasi dan pelatihan secara intensif dan berkesinambungan mengenai penerapan SAK ETAP agar pengurus koperasi dapat mengimplementasikannya dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar. | This research is a research qualitative by using case study method. This research aim to know the implementation of Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP) in presentation of the financial statements of the cooperative in the region Ex residency of Banyumas. Amount of cooperative sample which is used in this research counted 43 primary cooperative exist in ex Karesidenan Banyumas. Data analysis techniques in this study using a model developed by Miles and Huberman, namely: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the qualitative data analysis application of Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP) in presentation of cooperative financial statement of Ex Residency of Banyumas show 1. Presentation of primary cooperative financial statement in Ex Residency Banyumas mostly not in accordance with Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP). Incompatibility presentation of financial statements primary cooperatives in the Ex Residency of Banyumas note of 41 cooperatives that have not been present the Statement of Changes in Equity, 41 cooperatives that have not been present the Cash Flow Statement, and 31 cooperatives have not been present Notes to the Financial Statements in the presentation of financial statements. 2. The factors that led to the financial statement presentation of primary cooperatives in the Ex Residency of Banyumas not in accordance with Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP), among others: the use of accounting software, lack of socialization or training cooperative government accounting, and human resources less competent in the field of accounting. Suggestions are given of the results of this research is, to the cooperative to be more active in the understanding of SAK ETAP in order to applied SAK ETAP as a whole in preparing the financial statements, to the academics in order to support the implementation of SAK ETAP in preparing the financial statements of the cooperative in Ex Residency of Banyumas by means of coordination with the relevant parties to disseminate and training SAK ETAP to cooperatives in the Ex Residency of Banyumas, to the Dinperindagkop in the Ex Residency of Banyumas should immediately conduct socialization and training intensively and continuously on the application of SAK ETAP that cooperative management can implement them in the preparation of the report appropriate financial standards. | |
| 3327 | 13160 | B1J011089 | Kemampuan Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dalam Mendekolorisasi Limbah Cair Batik dengan Waktu Inkubasi Berbeda | Aspergillus sp. dan Penicillium sp. adalah jamur yang memiliki kemampuan dalam mendekolorisasi zat pewarna pada limbah cair batik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kemampuan isolat Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dengan waktu inkubasi berbeda dalam mendekolorisasi limbah cair batik (2) mengetahui perlakuan pemberian isolat Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dengan waktu inkubasi berbeda yang menunjukkan hasil paling baik. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan kombinasi yaitu penggunaan isolat Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dan waktu inkubasi yang berbeda yaitu 36 jam, 72 jam dan 108 jam. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel bebas berupa waktu inkubasi dan isolat jamur. Variabel tergantung adalah hasil dekolorisasi limbah cair batik. Parameter yang diukur, yaitu parameter utama penurunan kadar zat warna pada limbah cair batik. sedangkan parameter pendukungnya pengukuran suhu, pH, bobot basah dan kering miselium serta prediksi hasil degradasi limbah cair batik. Data persentase dekolorisasi yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Perlakuan berpengaruh nyata/sangat nyata kemudian dianalisis lebih lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kesalahan 1 – 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dengan waktu inkubasi berbeda mampu mendekolorisasi limbah cair batik. Hasil rata – rata persentase dekolorisasi tertinggi didapat pada perlakuan konsorsium dengan waktu inkubasi 108 jam yaitu sebesar 97,72%. | Aspergillus sp. and Penicillium sp. are fungi that have the ability to decolorize dye in batik wastewater. The aims for this research were (1) to study the ability of Aspergillus sp. and Penicillium sp. with different incubation time in decolorizing batik wastewater (2) to study the treatment of giving isolate Aspergillus sp. and Penicillium sp. that have different incubation time which shows the best result. Method that used in this research is experimental method with experimental design Completely Randomized Design (CRD) that have combination treatment, which are use isolate of Aspergillus sp. and Penicillium sp. with different incubation times, 36 hours, 72 hours, and 108 hours. The variable that used in this research are independent variable which is different incubation time, and dependent variable is the result of decolorizing dye in batik wastewater. The main parameter in this research is decreasing dye’s rate in batik wastewater, and the supporting parameter are measuring temperature, pH, wet and dry weight of mycelium, and also prediction of the result of batik wastewater’s degradation. The collected decolorization’s percentage data is analyze use variance analysis (F Test) with confidence level 95% and 99%. The significant or very real significant then further analyze with Honestly Significant Different (HSD) test with error level 1-5%. The result of this research show that treatment of Aspergillus sp. and Penicillium sp. with different incubation time is able decolorize batik wastewater. The highest average decolorization percentage is show in consortium treatment with incubation time 108 hours, that is 97,72%. | |
| 3328 | 13124 | E1A011084 | Concurring Opinion Hakim Dalam Putusan Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 96/PID.SUS.K/2013/PN.MDN) | ABSTRAK Seorang hakim didalam membuat putusan atas perkara yang ditangani harus bersumber pada kemampuannya untuk berpikir dan berkehendak secara bebas, namun dalam pembatasan tanggung jawab. Melalui kebebasannya seorang hakim akan menggunakan pertimbangan-pertimbangan objektif untuk memuaskan tuntutan masyarakat atas dasar tuntutan keadilan. Jelas bagi seorang hakim bahwa putusan yang diambil harus memenuhi tuntutan dan harapan oranglain, yang artinya objektivitas hakim menjadi kendali atas putusan yang akan dibuat. Concurring Opinion merupakan bentuk dari kebebasan seorang hakim. Concurring Opinion adalah suatu pendapat yang dikemukakan seorang atau lebih hakim yang setuju dengan pendapat mayoritas yang menjadi putusan pengadilan, tetapi memberikan pertimbangan hukum yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya concurring opinion dalam putusan nomor 96/PID.SUS.K/2013/PN.MDN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis, dan menggunakan data sekunder. Concurring Opinion menunjukkan bahwa hakim adalah pribadi yang mandiri dan bebas dalam memeriksa dan mengadili suatu perkara. | A judge in making decisions about cases handled should be based on his ability to think and free will, but the limitation of liability. Freedom through the judge will use the consideration of the purpose to meet the demands of society on the basis of the demands of justice. Obviously the judge that the decisions taken must meet the demands and expectations of other people, which means that the objectivity of the judge be control over the decisions to be made. Concurring Opinion is a form of freedom of judges. Concurring Opinions expressed are separate opinion delivered one or more judges which agrees with the decision of the majority of the court but offering own reasons for reaching that decision. The aim of this study was to determine the causes concurring opinion in the decision number 96/PID.SUS.K/2013/PN.MDN. The method used in this research is a normative juridical research with prescriptive analytical specifications, and using secondary data. Concurring Opinion shows that judges are independent and free to investigate and adjudicate the case. | |
| 3329 | 13126 | H1K010027 | ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN TINGKAT KERAPATAN MANGROVE DI LAGUNA SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT BERBASIS PEMANFAATAN CITRA LANDSAT | Segara Anakan terletak di antara 7°35'- 7°46' LS, 108°45'- 109°01' BT, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Segara Anakan merupakan sistem laguna semi tertutup yang terhalang oleh Pulau Nusakambangan dan dikelilingi oleh muara sungai. Sungai Citanduy memiliki debit air dan sedimen tinggi. Sebanyak 75% sedimen dari Sungai Citanduy diendapkan di Laguna Segara Anakan dan 25% berasal dari material yang dibawa sungai lainya. Sedimentasi yang terjadi mempengaruhi perubahan garis pantai.Untuk mengetahui perubahan garis pantai dianalisis secara multi temporal dengan menggunakan Citra Satelit Seri Landsat (sensor TM) tahun 1994 dan (sensor ETM+) tahun 2003 dan Citra Landsat 8 tahun 2014. Metode yang digunakan untuk mengetahui perubahan garis pantai dilakukan melalui sistim informasi geografis (SIG) dengan memanfaatkan software ArcGIS 10 dan ER mapper 7.1. Pengukuran tingkat kerapatan mangrove hanya dilakukan pada pohon (trees) dengan ukuran petak contoh 10 x 10 m. Hasil dari analisis adalah perubahan garis pantai yang mengarah kedalam (abrasi) sebesar 0 m/tahun. Perubahan garis pantai yang mengarah keluar (akresi) sebesar 5,1m/tahun. Kondisi mangrove di Laguna Segara Anakan Bagian Barat berkategori rusak dengan Sonneratia caselioralis jenis yang mendominasi. Mangrove memiliki pengaruh yang kecil terhadap perubahan garis pantai di Laguna Segara Anakan. Sedimentasi di Segara Anakan mengancam eksistensi kawasan mangrove. | The Segara Anakanis located between °35' - 7°46' LS, 108°45' - 109°01' BT, Cilacap district, Central Java. The Segara Anakan Lagoon is the Lagoon system of semi-enclosed which is un obstructed by Nusakambangan island and surrounded by estuary. Citanduy river has discharge of water and a high sediment. As many as 75% sediments of Citanduy river were precipitated in the Segara Anakan lagoon and 25% derived from the materials which carried by the other river. An occured sedimentation affects the coastline alteration. To knows it change was analyzed in multitemporal using Satellite Imagery of Landsat Series (sensor TM) in 1994 and (ETM +sensor) in 2003 and Landsat 8 in 2014. The method which used to know the coastline alteration was done through geographical information systems (GIS) with utilize software ArcGIS 10 and ER Mapper 7.1. The level measurement of mangrove density is only done on the mangrove trees (trees) with the size of sample plots 10x10m. The result of analysis was the costline alteration that leads into (abration) as big as 0m/year. The costline alteration that leads out (accretion) was 5.1m/year. The condition of mangroves in the Segara Anakan Lagoon Western categorized damage with Sonneratia caselioralis species that dominating. Mangrove has a little effect toward the costline alteration in the Segara Anakan Lagoon. Sedimentation in Segara Anakan Lagoon endangers the existence of mangrove areas. | |
| 3330 | 13127 | E1A011177 | PRAPERADILAN TIDAK SAHNYA PENETAPAN TERSANGKA BUDI GUNAWAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 04/PID.PRA/2015/PN.JKT.SEL) | Demi untuk terlaksananya kepentingan pemeriksaan tindak pidana, undang-undang memberikan kewenangan kepada penyidik dan penuntut umum untuk melakukan tindakan upaya paksa berupa penangkapan, penahanan, penyitaan dan sebagainya. Seorang aparat sebagai penegak hukum dalam melaksanakan kewajibannya tidak terlepas dari kemungkinan untuk berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku sehingga perbuatan yang dilakukan dengan tujuan untuk pemeriksaan demi terciptanya ketertiban dan keadilan masyarakat justru mengakibatkan kerugian bagi tersangka, keluarga tersangka, atau pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia dan agar aparatur Negara menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, maka KUHAP mengatur sebuah lembaga yang dinamakan praperadilan. Peraturan mengenai praperadilan ini sudah diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yaitu pasal 77 KUHAP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antara putusan nomor 04/PID.PRA/2015/PN.JKT.SEL dengan Pasal 77 KUHAP beserta akibat hukum dari putusan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis, dan menggunakan data sekunder. Dalam putusan ini Hakim menafsirkan lebih dari apa yang tertera dalam Undang-Undang dan tidk sesuai dengan peraturan mengenai praperadilan dimana dimasukannya penetapan tersangka ke dalam putusan ini padahal lembaga praperadilan dan peraturan mengenai praperadilan tidaklah mengatur mengenai penetapan tersangka. Akibat hukum dari putusan berimplikasi pada tersangka yaitu lepasnya status tersangka dalam dirinya, dan diperluas objek dari praperadilan yaitu termasuk sah atau tidaknya penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan. Kata kunci : praperadilan , penetapan tersangka | Demi for proper inspection by a criminal offense, the law gives authority to the investigators and prosecutors to act forceful measures in the form of arrest, detention, seizure and so on. An apparatus as law enforcement agencies in carrying out its obligations can not be separated from the possibility to do something that is not in accordance with the law applicable to acts committed for the purpose of examination for the creation of order and justice community is resulting in a loss for the suspect, the suspect's family, or party concerned. Therefore, to ensure the protection of human rights and that the State apparatus carry out their duties in accordance with the legislation, the Criminal Procedure Code regulate an entity referred to pretrial. The rules regarding pretrial is regulated in the Code of Criminal Procedure, namely Article 77 of the Criminal Procedure Code. The aim of this study was to determine the suitability of the decision number 04 / PID.PRA / 2015 / PN.Jkt.Sel with Article 77 of the Criminal Procedure Code as well as the legal consequences of this decision. The method used in this research is a normative juridical research prescriptive analytical specifications, and using secondary data. In this ruling the judge interprets more than what is stated in the Act, and none in accordance with the rules regarding pretrial stipulation that the inclusion of a suspect in this decision when pretrial agencies and regulations regarding pretrial does not regulate the establishment of the suspect. The legal consequences of a decision that has implications for the alleged escape of a suspect in her status, and expanded the object of pretrial ie including the determination of the validity of the suspects, search, and seizure. Keywords: pretrial, determination of the suspect | |
| 3331 | 13128 | E1A010120 | POLITIK HUKUM HAK ASASI MANUSIA DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL (Tijauan Konfigurasi Politik Perpres Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Partisipasi Pembangunan Berbasis Hak Asasi Manusia) | Deklarasi Hak atas Pembangunan 1986, Deklarasi Wina 1993, dan UUD 1945 menyatakan bahwa manusia dan masyarakat adalah subjek dalam pembangunan yang memiliki hak atas pembangunan. Hak tersebut tidak dapat dicabut, dan semua orang berhak untuk berpartisipasi dalam berkontribusi dan menikmati pembangunan ekonomi, sosial, budaya dan politik. Pemerintah mengeluarkan Perpres Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Perpres tersebut berisi tentang arahan strategis pembangunan ekonomi Indonesia dari tahun 2011 sampai 2025. MP3EI bertujuan mengubah Indonesia menjadi berpendapatan per kapita sampai USD 15.500, PDB sampai USD 4,5 triliun, pertumbuhan ekonomi 9%, dan laju inflasi turun 3%. Negara sangat berpengaruh dalam menentukan arah pembangunannya yang tertuang dalam produk hukum. Menurut Mahfud MD karakter produk hukum ditentukan oleh konfigurasi politik dan hubungan kekuasan yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana konfigurasi politik dan hubungan kekuasaan yang melatarbelakangi MP3EI, serta keselarasan antara karakter produk hukum MP3EI dengan prinsip partisipasi pembangunan berbasis HAM. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, konseptual, dan analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa konfigurasi politik yang melatarbelakangi MP3EI berkarakter otoriter dan melahirkan produk hukum yang konservatif. Hal ini dapat terlihat dari konfigurasi politiknya dimana kekuatan eksekutif lebih dominan dan hubungan kekuasaan yang melanggengkan skema neoliberalisme di Indonesia. Karakter produk hukum MP3EI yang konservatif terlihat dari isinya yang tidak aspiratif berdasarkan masyarakat Indonesia melainkan berdasarkan tuntutan ekonomi global. Karakter produk hukum MP3EI tidak selaras dengan partisipasi pembangunan yang berbasis HAM, karena MP3EI melanggengkan neoliberalisme sehingga prioritas pembangunan bukan pemenuhan HAM. | Declaration on the Right to Development in 1986, the Vienna Declaration of 1993, and the UUD 1945 states that human beings and societies are subject in development that have the right to development. Those rights can’t be revoked, and everyone is entitled to participate in contributing to and enjoy economic, social, cultural and political development. The government issued Presidential Decree No. 32 of 2011 on the Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesian Economic Development (MP3EI). The Presidential Decree contains the strategic directions of economic development of Indonesia from 2011 until 2025. MP3EI aims to transform Indonesia into a per capita income to $ 15,500, to $ 4.5 trillion of GDP, economic growth of 9%, and the inflation rate fell 3%. State are very influential in determining the direction of its development as stipulated in legal products. According to Mahfud MD character of the legal product is determined by its political configuration and power relations that lie behind them. This study describes how the political configuration and power relations behind MP3EI, and find the synchronization between the character of legal products MP3EI with the principles of human rights based development participation. The method used is a normative juridical with approach to legislation, conceptual, and analysis. The results showed that the underlying political configuration MP3EI authoritarian character and give birth to a conservative legal product. It can be seen from the political configuration in which the executive power more dominant and the power relations that perpetuate neoliberalism scheme in Indonesia. Character conservative legal product MP3EI contents are not visible from aspirational by the Indonesian people but by the demands of the global economy. Character legal product MP3EI isn’t synchronized with the participation of human rights-based development, because MP3EI perpetuate neoliberalism that is not the fulfillment of human rights priorities. | |
| 3332 | 13130 | H1K010041 | VALUASI EKONOMI POTENSI SUMBERDAYA PERIKANAN TANGKAP DI EKOSISTEM MANGROVE SEGARA ANAKAN | Segara Anakan merupakan laguna yang berada di Kabupaten Cilacap, diantara daratan Pulau Jawa dan Pulau Nusakambangan. Segara Anakan terdiri dari hutan mangrove yang berisi fungsi penting dalam perikanan untuk tempat kelangsungan hidup berbagai jenis binatang tertentu seperti ikan, udang, dan kepiting. Segara Anakan juga mempunyai fungsi lain sebagai tempat berkembang biaknya aneka jenis biota laut yang mendukung perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan dan menghitung cash and flow analisis dari kegiatan perikanan tangkap di wilayah Segara Anakan. Penelitian dilakukan dengan metode valuasi ekonomi dengan menggunakan kuisoner sebagai uji responden untuk memperoleh data. Dalam penelitian ini diperoleh hasil tangkapan dari jenis udang krosok, udang peci, udang sayur, udang windu, ikan belanak, kerang totok, dan kepiting. Data tersebut diteliti berupa tingkat pendapatan, biaya, dan analisis kelayakan usaha. Hasil perhitungan menunjukkan pendapatan nelayan perhari sebesar Rp. 186.125,00, dengan analisis nilai NPV tahun pertama sebesar Rp. 16.407.101,00, BCR dengan nilai 1,38, dan IRR mengunakan suku bunga terendah sebesar 2%. Namun terdapat kecenderungan pada tahun akhir akan mengalami penurunan yang diindikasi mengalami kerugian, dibuktikan berdasarkan hasil uji analisis NPV tahun akhir dengan nilai Rp. 10.887.738,00, BCR dengan nilai 1,24, dan IRR yang diuji pada tahun terakhir dengan nilai sebesar 0,04. | Abstract The Segara Anakan is the lagoon where located in Cilacap district, between the mainland of Java Island and Nusakambangan Island. The Segara Anakan regions consist of mangrove forests that contain important function in fisheries for life sustainability various of particular animals like fishes, shrimps, and crabs. The Segara Anakan also has another function as breeding grounds many kinds of marine biota that supports the society economy. Aim of this study was to analyzes the income and counts cash and flow analysis of fisheries activity in Segara Anakan regions. Method of this research was economics valuation with questionnaires as respondent test to collect data. Result of the research was obtained the haul from kinds of krosok shrimps, peci shrimps, sayur shrimps, windu shrimps, belanak fishes, totok clams, and crabs. The data was examined such income level, cost, and feasibility analysis. According to the calculation results of the income of fishermen in a day as big as Rp. 186.125,00, with the analisys of NPV value for the first year was Rp. 16.407.101,00, BCR with the value was 1,38, and IRR use the lowest interest rates as much as 2 %. However, there is a tendency of the year-end will encounters the decrease and predicted has the disadvantage, proved with the results of analysis-NPV the year-end with the value is Rp. 10.887.738,00, BCR with the value is 1,24 and IRR wich analyzed to the year-end with the value as big as 0,04. Keywords : The Segara Anakan; Cash and Flow Analysis; NPV; BCR; IRR. | |
| 3333 | 13060 | F1D011008 | KUASA MODAL DI ERA OTONOMI DAERAH (Informal Market Kegagalan Penegakkan Perda Toko Modern di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan bentuk dominasi pelaku modal toko modern terhadap pelaku ekonomi pasar tradisional; 2) mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan Perda nomor 3 tahun 2010 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa toko modern mendominasi pelaku ekonomi pasar tradisional dalam bentuk: 1) managemen dan fasilitas toko modern, 2) keterlibatan oknum dari pemerintah daerah dalam meloloskan informal market yang melanggar Perda. 3) jual beli kekuasaan di ranah wewenang dalam pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelanggaran Perda yang dilakukan toko modern terjadi akibat adanya pemandulan Perda Nomor 3 Tahun 2010 dan adanya politik diskriminasi toko modern. | This research aims to: 1) understand and describe the form of the modern store’s stock owner domination against the economical actors of traditional market; 2) identify and describe the ability of the local regulation number 3 of 2010 on the structure and the development of traditional markets, shopping centers, and modern stores in Banyumas Regency. The method in this research is using the qualitative method with a case study approach. The results of this research revealed the fact that the modern stores dominate the traditional market's economical actors in the forms of: 1) the management and facilities of the modern stores, 2) the involvement of certain individuals of the local government who passed the informal market in violation of the local regulations. 3) The transaction of power in the realm of authority in the local government. This research concluded that the violations of local regulations by the modern stores are the result of the sterilized local regulation number 3 of 2010 and the presence of modern store's political discrimination. | |
| 3334 | 13136 | B1J011163 | UJI POTENSI ISOLAT BAKTERI INDIGENUS BELT2 DAN BELT6 DENGAN LAMA FERMENTASI BERBEDA PADA LIMBAH TAPIOKA DALAM MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK | Nutrisi dalam limbah tapioka dapat dimanfaatkan oleh bakteri BELT2 dan BELT6.Bakteri dalam metabolismenya melepaskan elektron dan proton akibat adanya reaksi redoks. Reaksi redoks tersebut yang memungkinkan adanya perbedaan potensial pada anoda dan katoda dan memungkinkan adanya tegangan listrik..Penelitian ini bertujuan untuk 1.)mengetahuiinteraksi isolat bakteri BELT2 dan BELT6 dengan lama fermentasi terhadap tegangan listrik yang dihasilkan dan 2.) mengetahui interaksi terbaik yang menghasilkan teganganlistrik. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap.Faktor pertama jenis isolat (BELT2, BELT6 dan BELT2-6) dan faktor kedua lama fermetasi (0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari).medium yang digunakan untuk fermentasi adalah limbah cair tapioka.Metode penelitian yang digunakan meliputi peremajaan isolat, pembuatan kurva pertumbuhan, pembuatan inokulum, inokulasi inokulum dan pengukuran tegangan listrik, pH dan kepadatan bakteri. Hasil uji analis variansi pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% menunjukan bahwa interaksi faktor perbedaan pemberian isolat bakteri dengan lama fermentasi memberikan pengaruh yang nyata. Hasil uji Duncan menunjukan perlakuan terbaik adalah BELT2 dengan lama fermentasi 4 hari dengan tegangan listrik sebesar 715 mV. | The nutrient in tapioca liquid waste can be used by bacteria, such as BELT2 and BELT6. These bacteria metabolism release some electrons and protons resulting by redox reactions. Redox reaction produce the potential differentiation at anode and cathode, and voltage. This study aims to 1.) analyze the interaction of BELT2 and BELT6 isolates with fermentation period toward voltage produced and 2.) know the best interaction that produce the highest voltage. This study used a Factorial Completely Randomized Design. The first factor was the isolates (BELT2, BELT6, and BELT2,6) and the second factor was fermentation period (0, 2, 4, 6, and 8 days). The medium fermentation was tapioca liquid waste. The method consists of isolates re-culture, study of the growth curve, inoculum formulation, inoculation of inoculum to the medium, and voltage, pH, and bacteria density measurements. Variance analyze test at the level of 95% and 99% showed that interaction of bacteria isolates and fermentation period have a significant effect. Duncan test indicated that the best treatment was inoculation of BELT2 isolate for 4 days fermentation period with voltage 715 mV. Keywords: bacteria isolate, fermentation, voltage | |
| 3335 | 13137 | F1B010053 | Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Kemampuan Tim Fasilitator Terhadap Efektivitas Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Partisipasi masyarakat dan kemampuan tim fasilitator terhadap efektivitas program sanitasi lingkungan berbasis masyarakat di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas”. Sanitasi merupakan salah satu kebijakan untuk mencapai tujuan pembangunan Kabupaten Banyumas. Kurangnya kesadaran partisipasi dan kepedulian masyarakat akan kesehatan lingkungan pada masalah limbah rumah tangga, drainase, MCK dan perilaku BABS yang masih buruk didaerah perkotaan membuat angka kematian yang diakibatkannya cukup tinggi. disebabkan rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Hal tersebut mendorong pemerintah untuk meningkatkan pembangunan program SLBM yang di anggap mampu menekan angka kematian yang di akibatkan lingkungan kumuh karena sanitasi buruk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dukuhwaluh, Kecematan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode Kuantitatif dengan pendekatan sensus, yaitu penelitian mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan atau dengan jumlah sampel 43 orang yang merupakan masyarakat pengguna IPAL Komunal, SLBM. Sebagai fokus utama dari penelitian ini adalah efektivitas program SLBM. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat penguna Ipal komunal dari program SLBM. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara umum Partisipasi masyarakat dan kemapuan tim fasilitator sepenuhnya mempengaruhi efektivitas program SLBM. Dan memiliki pengaruh pengaruh yang tinggi namun tidak sepenuhnya. Masih ada sebagian kecil variabel lain yang berpengaruh terhadap variabel efektivitas program seperti sosial ekonomi masyarakat, status soasial dan pendidikan. | This research, entitled "Effects of community participation and the ability of the team of facilitators on the effectiveness of community-based environmental sanitation program in the Village of DukuhwaluhBanyumas District of Kembaran". Sanitation is one of the policies to achieve development goals in Banyumas. Lack of awareness and participation of environmental health public awareness on the problem of household waste, drainage, toilets and Babs were still bad behavior in urban areas that make the resulting mortality rate is quite high. Caused by one of the low level of education and knowledge society, it encourages governments to promote development SLBM program that is considered able to reduce the number of deaths in result of rundown neighborhood because of poor sanitation. The aim of this study was to determine the effect of public participation and the ability of the team of facilitators on the effectiveness of community-based environmental sanitation program. After the launch program and utilized by the target communities program that has been running less than a year, this research wanted to see the extent of the success or effectiveness of this program. The method used in this research is a quantitative method with the census approach, the research took a sample group of the population as a whole or with a sample of 43 people who are Communal WWTP user community, SLBM. The results showed that the general public participation and Traffic facilitator team fully affect the effectiveness of the SLBMs program. And has the effect of high impact but not entirely. There is still a small fraction of other variables that influence the effectiveness of program variables such as socio-economic, social and educational status. | |
| 3336 | 13129 | E1A111037 | PENYELENGGARAAN PERIZINAN KLINIK BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 9 TAHUN 2014 (STUDI DI KABUPATEN BANYUMAS) | Klinik merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat. Pendirian dan penyelenggaraan klinik harus memiliki izin dari Pemerintah. Izin adalah suatu persetujuan dari penguasa berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk memperbolehkan melakukan tindakan atau perbuatan tertentu yang secara umum dilarang. Perizinan tidak lepas dari interaksi antara pemohon dengan pemberi izin. Dalam perizinan bisa saja timbul perilaku menyimpang yang dilakukan oleh aparatur sehingga muncul permasalahan tentang penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam penyelenggaraan perizinan dan penegakan hukum terhadap penyelenggaraan perizinan klinik. Pemerintah telah menerbitkan peraturan perundang-undangan untuk menjamin terselenggaranya perizinan klinik yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik. Peraturan tersebut mengatur mengenai pernyelenggaraan klinik termasuk persyaratan perizinan klinik. Pemohon diwajibkan memiliki Izin Mendirikan dan Izin Operasional. Dalam menerapkan Peraturan tersebut, Kabupaten Banyumas telah membuat regulasi terkait hal bidang perizinan bidang kesehatan salah satunya dengan dengan menetapkan prosedur perizinan bidang kesehatan yang diatur didalam Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 24 Tahun 2014 tentang Perizinan Bidang Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang mengkonsepkan hukum sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan. Dari hasil penelitian hukum ini dapat diambil kesimpulan yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 dan Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2014 dalam penyelenggaraan perizinan klinik di Kabupaten Banyumas. | Clinic is one of medical service in a community. The establishment and implementation of clinic should be based on permission from Government. Permission is an agreement from authority based on regulation to allow particular actions that generally forbid. Permission is the relationship between permission applicant and permission giver. In the process, some deviations are potentially occurring by authority, thus resulting many problematic implementations in enforcing the regulation of clinic permission. Government has issued regulation to ensure the clinic permission, which is Ministry of Health Regulation No. 9 in 2014 about Clinic. This regulation is managing the clinic management including the permission to establish a clinic. The applicant must have Establishment Permission and Operational Permission. In implementing the regulation, Banyumas Regency has issued the regulation related to health permission and one of it is implementing permission procedure which is regulated in Regional Regulation of Banyumas Regency No. 24 in 2014 about Health Sector Permission. The research method is normative juridical, which means a research based on the law concept as what it is written. The result shows that Banyumas Regency Government has implement Ministry of Health regulation No. 9 in 2014 and Regional Regulation No. 24 in 2014 about clinic permission in Banyumas regency. | |
| 3337 | 13154 | F1B009023 | Pengawasan Dan Pengendalian Kegiatan Usaha Hiburan Karaoke di Kota Tegal | Berkembang pesatnya pembangunan tempat usaha hiburan karaoke di Kota Tegal yang kemudian timbul masalah dengan maraknya penyalahgunaan tempat hiburan karaoke serta banyaknya pelanggaran atas norma-norma dan nilai yang ada di masyarakat sehingga masyarakat menuntut adanya pengawasan dan pengendalian oleh pemerintah, Disisi lain pemerintah Kota Tegal belum mempunyai peraturan daerah yang mengatur tentang usaha hiburan karaoke, sehingga menarik untuk dianalisis dan dideskripsikan bagaimanakah pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hiburan karaoke di Kota Tegal. Metode penelitian Kualitatif Deskriptif, teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian aspek penetapan standar instansi pengawasan menetapkan standar namun belum sesuai dengan keadaan yang akan dihadapi, aspek pengukuran pelaksanaan kegiatan belum tercapai sesuai standar yang telah ditentukan namun pembagian tugas berjalan cukup baik, aspek perbandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan terjadinya banyak ketidaksesuaian pelaksanaan yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal, aspek pengambilan tindakan koreksi tidak jelasnya mekanisme pemberian sanksi akibat tidak tersedianya peraturan-peraturan yang mengatur objek pengawasan sehingga pengawasan menjadi tidak efektif. | The rapid growth of the construction of entertainment establishments karaoke in Tegal who then have problems with the rampant misuse of entertainment venues karaoke and the number of violations of the norms and values that exist in the community so that the community requires supervision and control by the government, the other hand the government Tegal not have regional regulations governing karaoke entertainment business, so it is interesting to be analyzed and described how surveillance and control activities of karaoke entertainment in Tegal. Descriptive qualitative research methods, techniques used informants election is purposive sampling technique. Results of the research aspects of the standard setting agencies control sets the standard but not in accordance with the conditions that will be faced, aspects of the measurement of implementation has not been achieved according to standards that have been determined, but the division of tasks quite well, the aspect ratio of the implementation of standards and analysis of deviations occurrence of many mismatches execution caused by internal and external factors, aspects of taking corrective action is no clear mechanism for sanctions due to the unavailability of the rules governing the object of supervision so that control becomes ineffective. | |
| 3338 | 13139 | C1C011048 | PERSEPSI PENYUSUN ANGGARAN MENGENAI PARTISIPASI PENGANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI, KOMITMEN ORGANISASI, PENEKANAN ANGGARAN, DAN KOMPLEKSITAS TUGAS TERHADAP TIMBULNYA BUDGETARY SLACK PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penyusun anggaran pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Kebumen mengenai partisipasi penganggaran, asimetri informasi, komitmen organisasi, penekanan anggaran, dan kompleksitas tugas, terhadap timbulnya budgetary slack. Data penelitian diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 73 responden yang merupakan pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran pada BPR di Kabupaten Kebumen dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan jawaban responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap partisipasi penganggaran, asimetri informasi, komitmen organisasi, penekanan anggaran, kompleksitas tugas, dan budgetary slack. | The purpose of this study is to determine the budget maker's perception of Bank Perkreditan Rakyat (BPR) in Kebumen regency about budgetary participation, information asymmetry, organizational commitment, budget emphasis, task complexity, and budgetary slack. Data were obtained by distributing questionnaires to 73 budget makers in rural bank or Bank Perkreditan Rakyat (BPR) in Kebumen regency and were analyzed by using descriptive statistics to determine the tendency of respondents. The results showed that most respondents has a positive perception of the budgetary participation, information asymmetry, organizational commitment, budget emphasis, task complexity, and budgetary slack. | |
| 3339 | 13122 | H1K010065 | PENGARUH SUBSTRAT BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN THALLUS DAN HOLDFAST PADA RUMPUT LAUT Gelidium latifolium DI PANTAI TIMUR PANGANDARAN, JAWA BARAT | Gelidium latifolium merupakan salah satu dari jenis rumput laut yang berpotensi sebagai bahan baku industri, tetapi sampai saat ini belum dibudidayakan karena jenis substrat yang sesuai belum diketahui. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan thallus dan holdfast, serta jumlah holdfast rumput laut G. latifolium pada berbagai jenis substrat buatan di Pantai Timur Pangndaran, Jawa Barat. Penelitian dilakukan selama 3 bulan mulai bulan Mei - Juli 2015 dengan menggunakan metode Eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian menggunakan substrat buatan berupa semen blok (A), genteng (B) ,dan batu karang (C) dengan masing-masing dibuat 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan thallus G. latifolium tertinggi terdapat pada substrat batu karang (0,507%) diikuti substrat semen blok (0,415%) dan terendah substrat genteng (0,072%). Laju pertumbuhan holdfast G. latifolium tertinggi terdapat pada substrat batu karang (0,824 mm/hari) diikuti substrat semen blok (0,568 mm/hari) dan terendah substrat genteng (0,233 mm/hari). Laju pertumbuhan biomassa G. latifolium tertinggi terdapat pada substrat batu karang (0,0180 g/hari) diikuti substrat semen blok (0,017 g/hari) dan terendah substrat genteng (0.0093 g/hari). Sintasan G. latifolium tertinggi terdapat pada substrat batu karang (63,33%) diikuti substrat semen blok (60%) dan substrat genteng (60%). Jumlah holfast G. latifolium paling banyak (6) terdapat pada substrat batu karang di ikuti substrat semen blok (4) dan paling sedikit substrat genteng (3). | Gelidium latifolium is one of seaweed species that is potentially used as industrial raw material, but unfortunately until now it has not cultivated succesfully. One of the obstacle to cultivate this species is because of lack information of the suitable substrate type . This research aimed to know the growth rate of thallus and holdfast, and holdfast amount of seaweed G. latifolium on various types of artificial substrates which were cultivated in the East Pangandaran Coast, West Java. The experiment was conducted for 3 months starting in May to July 2015 by using experimental methods and completely randomized design (CRD). In this research three different treatments were applied, they were an artificial substrates cement blocks (A), tile (B), and rock (C), each treatments were made of 3 repetitions. The results showed that the highest growth rate of G. latifolium thallus (0,507%) was found in the coral substrates, followed by the substrates cement blocks (0,415%) and the tile substrate (0,072%). The highest G. latifolium holdfast growth rate was found in the rock substrate (0,824 mm /day) followed by a block of cement substrate (0,568 mm/day) and the lowest one was found in tile substrate (0,233 mm/day). The highest G. latifolium biomass growth rate is found in the coral substrates (0,0180 g/day) followed by a substrates cement blocks (0,017 g/day) and the tile substrate (0,0093 g /day). The highest survival rate of G. latifolim was found in the rock substrates (63.33%), followed by the cement substrate block (60%), and tile substrate (60%). The highest number of holdfast G. latifolium (6) was found in the coral substrates, followed by substrates cement blocks (4), and tile substrate (3). | |
| 3340 | 13140 | E1A011100 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA SAUS TIDAK BERLABEL | ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA SAUS TIDAK BERLABEL Tujuan dengan diberikannya label pada produk pangan saus cabe dimaksudkan agar konsumen dapat memilih saus yang layak dan sehat untuk dikonsumsi dengan melihat informasi yang ada pada label seperti bahan yang digunakan, kandungan gizi, tanggal kadaluwarsa serta dapat melihat apakah saus tersebut memiliki izin dari pihak terkait yang mengeluarkan izin edar tentang pangan. Pelabelan suatu produk dicantumkan pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 4 mengenai hak-hak konsumen dan Pasal 8 ayat (1) mengenai perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, pengaturan pelabelan produk pangan juga diatur dalam PP No. 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan yaitu BAB II dari Pasal 2 sampai dengan 43 dan Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan BAB VIII yaitu dari Pasal 96 sampai dengan Pasal 103. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivis. Sumber data berasal dari data sekunder berupa literatur dan penunjang data sekunder berupa hasil wawancara. Bahan hukum yang diperoleh dianalisa secara normatif kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Perpustakaan Pusat Universitas Jendral Soedirman, Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman, Badan Pengawas Obat dan Makanan Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dideskripsikan bahwa perlindungan hukum terhadap pengguna saus tidak berlabel secara normatif telah terpenuhi sebagaimana terkandung dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terlebih berkaitan dengan hak-hak konsumen dalam Pasal 4 huruf a, huruf c dan huruf h. Faktanya, hak-hak konsumen tidak terpenuhi secara maksimal karena banyak pelaku usaha yang tidak memenuhi ketentuan pelabelan pada kemasan saus yang mereka pasarkan. Perlindungan hukum yang dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk pangan saus yang tidak berlabel dan membahayakan kesehatan konsumen, maka dibutuhkan izin atas produk saus yang dihasilkan pelaku usaha melalui instansi terkait dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kata kunci : perlindungan konsumen, label pangan, pangan olahan saus. | ABSTRACT CONSUMER PROTECTION LAW OF UNLABELED SAUCE The purpose of label in sauce food product is meant for consumer be able to choose proper and healthy sauce to be consumed by seeing the label such as the ingredients, nutrient content, expired date and nutriton information as well as the registration product of related institutions in charge. The labeling product ruled by Law No. 8 Year 1999 about Consumer Protection Article 4 about the rights of consumer and Article 8 paragraph (1) about the prohibited act for busines actor. Labeling product procedure also ruled in Government Regulation No. 69 Year 1999 About Label and Food Advertisment which are from Chapter II Article 2 until Article 43 and Law No. 18 Year 2012 about Food Chapter VIII which are from Article 96 until Article 103. Method used in the research is Normative Juridical and approach used is positivist legal concept. Data sources come from secondary data such as literature and other supportive secondary data such as interview. Legal materials obtained are being analyzed normative qualitatively. The research place is Universitas Jenderal Soedirman Library Center, Library Center of Law Faculty Universitas Jenderal Soedirman, and National Agency of Food and Drug Semarang. Based on research result, it can described that the consumer protection of unlabeled sauce normatively has been fulfilled as mentioned in Law No. 8 Year 1999 about Consumer Protection especially related with the consumer rights in Article 4 part a, part c and part h. In facts, the consumer rights was not fulfilled maximally due to many business actor which not obey the provision of labeling in their sauce products they sell. Law consumer protection of unlabeled and unhealthy sauce product in market is necessary to give the license to sauce product of business actor by local related institutions, which are National Agency of Food and Drug and Health Institution of Region/City. Keywords:Consumer Protection, Food label, Sauce product. |