Artikel Ilmiah : C1C008080 a.n. ERMA SURYANTI

Kembali Update Delete

NIMC1C008080
NamamhsERMA SURYANTI
Judul ArtikelAnalisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam Laporan Keuangan Koperasi di Eks Karesidenan Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan koperasi yang ada di wilayah Eks Karesidenan Banyumas. Jumlah sample koperasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 koperasi primer yang ada di eks Karesidenan Banyumas.Analisis data teknik dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari analaisis data kualitatif penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dalam penyajian laporan keuangan koperasi eks- Karesidenan Banyumas menunjukkan : 1. Penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas sebagian besar belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Ketidaksesuaian penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas diketahui dari 41 koperasi yang belum menyajikan Laporan Perubahan Modal, 41 koperasi yang belum menyajikan Laporan Arus Kas, dan 31 koperasi belum menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan dalam penyajian laporan keuangannya. 2. Faktor-faktor yang menyebabkan penyajian laporan keuangan koperasi primer di eks Karesidenan Banyumas belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) antara lain: penggunaan software akuntansi, kurangnya sosialisasi atau pelatihan akuntansi koperasi oleh pemerintah, dan sumber daya manusia yang kurang kompeten di bidang akuntansi.
Saran yang dapat diberiakan dari hasil penelitian ini adalah, kepada pihak koperasi agar lebih aktif dalam memahami SAK ETAP sehingga dapat menerapkan SAK ETAP secara keseluruhan dalam penyajian laporan keuangannya, kepada pihak akademisi agar dapat mendukung penerapan SAK ETAP dalam penyajian laporan keuangan koperasi di Eks Karesidenan Banyumas dengan cara berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan sosialisasi dan pelatihan SAK ETAP kepada koperasi-koperasi di eks Karesidenan Banyumas, kepada pihak Dinperindagkop di eks Karesidenan Banyumas hendaknya segera mengadakan sosialisasi dan pelatihan secara intensif dan berkesinambungan mengenai penerapan SAK ETAP agar pengurus koperasi dapat mengimplementasikannya dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research is a research qualitative by using case study method. This research aim to know the implementation of Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP) in presentation of the financial statements of the cooperative in the region Ex residency of Banyumas. Amount of cooperative sample which is used in this research counted 43 primary cooperative exist in ex Karesidenan Banyumas. Data analysis techniques in this study using a model developed by Miles and Huberman, namely: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion.
Results of the qualitative data analysis application of Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP) in presentation of cooperative financial statement of Ex Residency of Banyumas show 1. Presentation of primary cooperative financial statement in Ex Residency Banyumas mostly not in accordance with Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP). Incompatibility presentation of financial statements primary cooperatives in the Ex Residency of Banyumas note of 41 cooperatives that have not been present the Statement of Changes in Equity, 41 cooperatives that have not been present the Cash Flow Statement, and 31 cooperatives have not been present Notes to the Financial Statements in the presentation of financial statements. 2. The factors that led to the financial statement presentation of primary cooperatives in the Ex Residency of Banyumas not in accordance with Indonesian Accounting Standard for Non-Publicly-Accountable Entities (SAK ETAP), among others: the use of accounting software, lack of socialization or training cooperative government accounting, and human resources less competent in the field of accounting.
Suggestions are given of the results of this research is, to the cooperative to be more active in the understanding of SAK ETAP in order to applied SAK ETAP as a whole in preparing the financial statements, to the academics in order to support the implementation of SAK ETAP in preparing the financial statements of the cooperative in Ex Residency of Banyumas by means of coordination with the relevant parties to disseminate and training SAK ETAP to cooperatives in the Ex Residency of Banyumas, to the Dinperindagkop in the Ex Residency of Banyumas should immediately conduct socialization and training intensively and continuously on the application of SAK ETAP that cooperative management can implement them in the preparation of the report appropriate financial standards.
Kata kunciKoperasi, SAK ETAP, penyajian laporan keuangan koperasi
Pembimbing 1Dra. Irianing Suparlinah, M.Si, Ak
Pembimbing 2Drs. I Wayan Mustika, M.Si, Ak
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2015-11-11 12:07:33.267448
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.