Artikelilmiahs

Menampilkan 3.361-3.380 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
336113146A1G012003EFISIENSI SALURAN PEMASARAN SALAK PONDOH DI KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARATujuan dari penelitian ini adalah (1). Mengetahui saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Madukara dari tingkat petani sampai dengan konsumen akhir. (2). Menghitung farmer’s share, persentase biaya dan keuntungan. (3). Menghitung berapa besarnya marjin pemasaran pada setiap saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Madukara. (4). Menganalisis saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Madukara yang paling paling baik baik secara ekonomis maupun teknis. Pola Saluran pemasaran salak pondoh di Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara, yaitu (I). Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang Besar, Pedagang agen (Pasar Keramat Jati). (II). Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang Besar, Pedagang Agen (Pasar Keramat Jati). (III). Petani, Pedagang Besar, Pedagang Agen (Pasar Keramat Jati). (IV). Petani, Pedagang Besar, Pedagang Agen (Pasar Angke). (V). Petani, Pedagang Besar, Pedagang Agen (Pasar Serang Kabupaten Banten). Saluran Pemasaran III memiliki marjin pemasaran salak pondoh yang paling kecil yaitu sebesar Rp3.711,75, Farmer’s Share tertinggi terdapat pada saluran pemasaran III yaitu sebesar yaitu sebesar 45,24 persen. Biaya pemasaran terkecil terdapat pada saluran pemasaran III yaitu sebesar 32,84 persen. Bagian keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran III yaitu sebesar 67,16 persen. Indeks efisiensi teknis terkecil terdapat pada saluran pemasaran III yaitu sebesar Rp2,60 sedangkan indeks ekonomis terbesar terdapat pada saluran pemasaran III yaitu sebsar 2.05.The purpose of this study include (1). Marketing channels pondoh know in District Madukara from the farm to the final consumer. (2). Calculating the farmer's share, the percentage of costs and benefits. (3). Calculating how much marketing margin on each marketing channel pondoh in District Madukara. (4). Analyze the marketing channels in the district pondoh Madukara most best both economically and technically. Pondoh sallaca marketing channels in District Madukara Banjarnegara, namely ;
I. Farmer’s→Collector Trader→Wholesaler→Agent. (Pasar Keramat Jati).
II. Farmer’s→Collector Trader→Wholesaler→Agent. (Pasar Keramat Jati)
III. Farmer’s→Wholesaler→Agent (Pasar Keramat Jati)
IV. Farmer’s→Wholesaler→Agent (Pasar Angke)
V. Farmer’s→Wholesaler→Agent(Market District Serang Banten).
Marketing channel III has a marketing margin is the smallest pondoh sallaca amounting Rp3.711,75. Farmer's Share is highest in the third marketing channel is equal in the amount of 45.24 percent. The smallest marketing costs contained in the marketing channel III in the amount of 32.84 percent. Section biggest advantages contained in the marketing channel III in the amount of 67.16 percent. The smallest technical efficiency index contained in the marketing channel is equal RP2.,60 III, while the greatest economic indexes are the marketing channel III is 2.05.
336213165E1A011092SISTEM JAMINAN SOSIAL (Study tentang Sinkronisasi Pengaturan Fasilitas Kesehatan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional)ABSTRAK
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengatasi masalah kesehatan dalam masyarakat dengan memberikan jaminan sosial kesehatan dengan asas kepesertaan bersifat wajib. Akan tetapi, tidak ada pasal dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 yang mewajibkan fasilitas kesehatan milik swasta untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam rangka mewujudkan asas kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia. Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui taraf sinkronisasi hukum secara vertikal pengaturan fasilitas kesehatan dalam sistem jaminan sosial nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif sehingga penelitian difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis dan pendekatan konsep. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang di peroleh dengan metode kepustakaan. Instrumen penelitiaan yang digunakan dalam pengumpulan data outline, perundang-undangan dan pustaka. Data yang diperoleh diolah dengan cara inventarisasi dan klasifikasi, sedangkan penyajian data dilakukan dengan menyajikan teks naratif. Teknik analisis dilakukan dengan metode naratif kualitatif.
Hasil penelitian pertama adalah taraf sinkronisasi hukum secara vertikal mengenai pengaturan fasilitas kesehatan dalam sistem jaminan sosial nasional adalah sedang. Pengaturan mengenai fasilitas kesehatan pada umumnya telah memiliki keharmonisasian dan kesinkronan dimana adanya keserasian antara peratuan perundang-undangan yang satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, tidak ada pasal dalam Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 yang mewajibkan semua fasilitas kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam rangka mewujudkan asas kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN. Hasil penelitian kedua adalah konsekuensi hukum materi muatan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 yang tidak mewajibakan fasilitas kesehatan swasta untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat menjadi hambatan normatif perwujudan asas kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia.

Kata kunci : SJSN, fasilitas kesehatan dan sinkronisasi hukum

ABSTRACT
National Social Security System (NSSS) overcomes the health problem of society by giving the social health security with mandatory participation principle. Nevertheless, there is no regulation in President Decree No. 12 Year 2013 which oblige the private healthcare facility to cooperate with Healthcare BPJS in establishing mandatory participation principle for all Indonesian citizens. The research purpose is to find out vertical synchronization level of law with the arrangement of healthcare facility in national social security system.
To achieve the purpose, the research done with the juridical normative approach thus the research focused on evaluating the implementation of principles or norms in positive law. The approaches done were laws approach, analytic approach and conceptual approach. In the research, the secondary data obtained by literature method. Instruments used in collecting data were outline data, laws and literature. Data obtained were processed by inventory data and classification, while the served data done by narative text. Analytic method done by narative qualitatively method.
The research result was medium synchronization level of vertical law about the healthcare facility arrangement in national social security system. The arrangement of healthcare facility commonly has been harmonyzed and synchronized that was match among legislations. Nevertheless, there is no article on President Decree No. 12 Year 2013 to oblige all healthcares facility both private and state to cooperate with Healthcare BPJS in obtaining the mandatory participation principle fo all Indonesian citizens which ruled in Law No. 40 Year 2004 about SJSN. The second research result was legal consequences materials of President Decree No. 12 Year 2013 which was not oblige all healthcare facility to cooperate with Healthcare BJPS could be normative obstacle in making the mandatory participation principle for all Indonesian citizens.
336313170D1E011115PERSEPSI ANAK PETERNAK TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH
DI KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH
Penelitian berjudul Persepsi Anak Peternak Terhadap Keberlanjutan Usaha Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Semarang Jawa Tengah, telah dilaksanakan di Kecamatan Getasan, Tengaran, dan Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada tanggal 31 Agustus 2015 sampai dengan 21 September 2015. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak peternak dengan keberlanjutan usaha peternakan sapi perah. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan sasaran penelitian anak peternak sapi perah yang masih aktif menjadi anggota koperasi. Metode penetapan sampel wilayah yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling bedasarkan jumlah populasi peternak. Penetapan sampel responden dilakukan secara purposive sampling yaitu anak peternak yang berumur 10 – 35 tahun sebanyak 30 orang secara acak (non proporsional), di setiap kecamatan terpilih sehingga total responden sebanyak 90 orang. Hasil analisis menunjukkan, umur memiliki hubungan sangat nyata dan bernilai negatif (-0,286**) dengan persepsi anak peternak tentang usaha sapi perah. Tingkat pendidikan dan aktivitas komunikasi memiliki hubungan tetapi memiliki korelasi yang sangat rendah, masing-masing skor 0,100 dan 0,104. Persepsi anak peternak berhubungan dengan keberlanjutan usaha peternakan di Kabupaten Semarang Jawa Tengah karena memiliki skor korelasi yang tinggi yaitu 0,514.Conducted in three sub-districts in Semarang, i.e. Getasan, Tengaran, and West Ungaran from August 31 to September 21, 2015 this study aimed to determine the relationship between the level of education, age, and communication and children’s perception among the families of cattle dairy farmer of their parent’s business sustainability. The study was conducted by survey method, targeted at children whose parents are dairy farmer and active members of the District Dairy Cooperative in Semarang. The sampling technique used is the region Stratified Random Sampling based on population of farmers. Getasan, West Ungaran, and Tengaran were the top-three sub-districts with the largest populations in Semarang. Determination of the sample respondents was done by purposive sampling, i.e. 30 children of dairy farmers aged 10-35 years selected at random (non-proportional) from each district. Therefore the total respondents were 90 people. The analysis result showed that age has a negative correlation (-0.286**) with children's perception of dairy cows farming. Level of education and communication activities has a correlation, but a very low one, respectively scored 0.100 and 0.104. The perception correlate to the bussines sustainability because it has a high correlation score, which is 0.514.
336413175C1A008093ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAHU DAN TEMPE DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui apakah faktor modal, bahan baku, dan tenaga kerja mempengaruhi produksi tahu dan tempe di Kabupaten Banyumas, 2. Untuk mengetahui faktor apakah yang paling berpengaruh terhadap produksi tahu dan tempe di Kabupaten Banyumas, 3. Untuk Mengetahui apakah industri tahu dan tempe sudah mencapai tingkat efisiensi ekonomi. This study aims to: 1. To determine whether the factor of capital, raw materials, labor and production affect tahu and tempe in Banyumas, 2. To determine whether the factors that most influence on the production of tahu and tempe in Banyumas, 3. To Know whether the tahu and tempe industry has reached the level of economic efficiency.
336513187E1A111059KEDUDUKAN PALESTINA DALAM ORGANISASI INTERNASIONAL PBB DITINJAU DARI SEGI HUKUM INTERNASIONALSebagai salah satu subjek hukum internasional, sebuah organisasi internasional juga memiliki permasalahan. Salah satu permasalahan yang penting dalam organisasi internasional adalah permasalahan keanggotaan. Saat ini permasalahan keanggotaan dalam organisasi internasional yang sering dibicarakan yaitu mengenai kedudukan Palestina dalam organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui syarat-syarat menjadi anggota PBB berdasarkan hukum internasional dan untuk mengetahui kedudukan Palestina dalam organisasi PBB pada saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan historis. Data-data sekunder yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian permasalahan keanggotaan yang terdapat dalam organisasi PBB yaitu mengenai klasifikasi keanggotaan, prinsip keanggotaan, persyaratan penerimaan keanggotaan, prosedur keanggotaan, penangguhan keanggotaan, dan berhentinya keanggotaan. Pada awalnya di PBB status Palestina hanyalah non-member observer entity (entitas pengamat). Kemudian Palestina mengajukan keanggotaan penuh pada Sekretaris Jenderal PBB, namun awalnya terganjal pada saat diperiksa oleh Dewan Keamanan. Pada tahun 2012, Palestina mengajukan resolusi kepada Majelis Umum dan mendapatkan suara mayoritas yaitu 138 suara mendukung Palestina, berdasarkan resolusi PBB A/RES/67/19 (Status of Palestine in the United Nations) status Palestina berubah, yang awalnya adalah non-member observer entity (entitas pengamat) menjadi non-member observer State (negara pengamat).
As one of international law subject, an international organization also has problem. One of the most important problem is membership problem. Recent membership problem in international organization which most discussed is about status of Palestine in the United Nations (UN).
Research purpose is to find out the requirements of the UN membership based on international law and to find out the status of Palestine in the UN recently. The research done by historic approach. Secondary data obtained, processed, served and analyzed qualitatively that presented through narrative text data.
Based on research result, the membership problems in the UN were membership classification, membership principle, membership admission requirement, membership procedure, membership suspension, and membership cessation. Initially in the UN, the status of Palestine was non-member observer entity. Later on, Palestine applied full-membership to the UN General Secretary, but it was hampered by Security Council. In 2012, Palestine applied resolution to General Assembly and received majority votes over 138 which were voted for palestine. Based on resolution PBB A/RES/67/19 (Status of Palestine in the United Nations), the Palestine status has been changed, which initially were non-member observer entity then now became non-member observer State.
336613190A1H010077Kajian Pengendalian Mutu Statistik Pada Komoditas Tomat Segar di Kecamatan Mirit Kabupaten KebumenTomat merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap memiliki prospek yang baik dalam pemasarannya. Konsumsi tomat segar dan olahannya selalu meningkat seiring dengan kebutuhan manusia pada pemenuhan gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui sebaran mutu tomat segar di Kecamatan Mirit menurut SNI 01-3162-1992 untuk parameter keseragaman ukuran, tingkat kerusakan, dan tomat busuk dengan menggunakan histogram dan bagan kendali, 2) mengetahui parameter mutu yang paling banyak menyimpang dengan menggunakan pareto, 3) serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu tomat segar dengan menggunakan diagram sebab-akibat dan brainstorming.
Penelitian dilakukan di Desa Lembupurwo dan Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen dan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survey menggunakan multistage purposive sampling. Dipilih masing-masing desa sebanyak 10 petani. Untuk keseragaman ukuran, diambil sebanyak 20 buah per petani dengan 3 kali pengulangan, untuk pengujian kerusakan dan busuk diambil sebanyak 100 buah per petani dengan 3 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan histogram, bagan kendali, pareto, diagram sebab akibat dan brainstorming.
Hasil analisis histogram untuk keseragaman ukuran adalah seragam memenuhi mutu 1 dan 2, tingkat kerusakan sebesar 7,3% masuk dalam mutu 2, sedangkan untuk tomat busuk sebesar 2,07% tidak memenuhi spesifikasi mutu dalam SNI. Analisis bagan kendali untuk ketiga parameter yang diuji adalah sama yaitu dalam pengandalian statistik. Analisis diagram pareto menunjukkan bahwa tomat busuk merupakan variabel mutu yang paling banyak menyimpang, diikuti dengan tingkat kerusakan, dan keseragaman ukuran. Diagram sebab akibat dan brainstorming menunjukkan bahwa penyebab keseragaman mutu tomat segar bersumber dari teknik budidaya, kondisi lingkungan, panen dan pasca panen, serta serangan hama penyakit.
Tomato is one of the leading agricultural commodities that has good prospects in its marketing. The demand of fresh tomato consumption and its processed have been increased due to human needs of balance nutrition. The aims of the research were 1) to determine the distribution of the quality of fresh tomato according to SNI 01-3162-1992 for parameter uniformity of size, defect level and rotten tomatoes by using histograms and control charts, 2) to know the most deviate variable by using pareto and 3) to know the affecting factors of the quality of fresh tomato by using fishbone diagram and brainstorming.
The research was conducted in Lembupurwo Village and Tlogopragoto Village, Mirit Subdistrict, Kebumen Regency from January to March 2015. The samples were obtained by survey method using multistage purposive sampling. Ten farmers were selected from each village. For uniformity of size, was taken 20 tomatoes for each farmer with three repetitions, 100 tomatoes were taken for level of defect and rotten for each farmer with three repetitions. Data was analyzed using histogram, control chart,pareto, fishbone diagram and brainstorming.
The result of histogram analysis shows that the uniformity of size is uniform and fulfill the first quality of SNI, with level of defect 7,3%, this is the second quality, while for the rotten tomato is out of SNI. Control chart analysis for all parameters are in statistical control. Analysis of pareto shows that the rotten tomato is the most deviate variable, followed by level of defect and uniformity of size. Fishbone diagram and brainstorming show that the causes of quality diversity are cultivation techniques, environmental conditions, harvest and post-harvest, and attack of pest.
336713168C1K011031The Influence of Proactive Personality on Perceived Career Success: Internal and External Netrworking Behavior as Mediating Variables at PD BPR BKK PurbalinggaTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepribadian proaktif pada kesuksesan karier yang dirasakan, kepribadian proaktif pada internal maupun perilaku jaringan eksternal, pengaruh perilaku jaringan internal maupun eksternal pada kesuksesan karier yang dirasakan, dan untuk menyelidiki peran mediasi perilaku jaringan internal maupun eksternal pada hubungan antara kepribadian proaktif dan kesuksesan karir dirasakan. Penelitian ini dilakukan di PD BPR BKK Purbalingga. Sasaran populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan di kantor pusat dan kantor cabang yang terdiri dari 129 orang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan simple random sampling sebagai teknik sampling. Berdasarkan perhitungan dengan rumus Slovin, ukuran sampel 98 responden. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kepribadian proaktif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesuksesan karir yang dirasakan. Kepribadian proaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap internal maupun perilaku jaringan eksternal. Perilaku jaringan internal dan eksternal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesuksesan karir yang dirasakan. Selanjutnya, internal maupun eksternal perilaku jaringan partially memediasi antara hubungan kepribadian proaktif dan kesuksesan karir yang dirasakan.The aims of this research were to investigate the influence of proactive personality on perceived career success, proactive personality on internal as well as external networking behavior, the influence of internal as well as external networking behavior on perceived career success, and to investigate the role mediating of internal as well as external networking behavior on relationship between proactive personality and perceived career success. This research was conducted at PD BPR BKK Purbalingga. Target population of this research was all employees in centre office and branch office which comprise of 129 people. This research used survey method with simple random sampling as sampling technique. Based on the calculation with Slovin formula, the sample size was 98 respondents. Furthermore, the technique of data analysis applied in this study was multiple regressions. Based on the result of data analysis, it could be concluded that proactive personality had positive and significant influence to perceived career success. Proactive personality has positive and significant influence to internal as well as external networking behavior. Internal and external networking behavior had positive and significant influence to perceived career success. Furthermore, internal as well as external networking behavior partially mediated between the relationship of proactive personality and perceived career success.
336813141F1B111002MANAJEMEN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI KELURAHAN PURWOKERTO LOR KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen program PUAP pada LKM-A dengan melihat aspek perencanaan program, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan untuk teknik pemilihan informannya dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pelaksanaan fungsi manajmen belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Terlihat dari fungsi perencanaan dalam LKM-A yang tidak sesuai dengan pelaksanaan, kegiatan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian belum dilakukan dengan baik, sedangkan untuk kegiatan pengawasan telah dilakukan dengan baik. Selain kelima fungsi tersebut, terdapat fungsi kepemimpinan dalam LKM-A yang juga kurang baik. Dalam pelaksanaan program PUAP pada LKM-A masih mengalami beberapa kendala diantaranya adalah keterlambatan pembayaran angsuran, terbatasnya jumlah pengurus yang aktif, hal ini terlihat dari beberapa pengurus yang merangkap jabatannya dan SDM yang kurang bagi para peminjam menyebabkan terhambatnya pelaksanaan jalannya program. Adapun implikasinya adalah perlunya perbaikan pembagian tugas yang jelas antara manajer dengan bawahannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaan program PUAP pada LKM-A dan pentingnya regenerasi pengurus LKM-A. This research was conducted in order to determine how the management PUAP Program in Agribusiness Microfinance Institution (LKM-A) to see aspects of the planning, organizing, commanding, coordinating and controlling. The method was used qualitative descriptive, and used purposive sampling as the technique for choosing informant. The data was collected by having a deeply interview, observation and documentation. To ensure the validity of data used triangulation techniques. Then, method analysis data used the interactive model. The result showed that the implementation management functions has not been entirely good. It can be seen from planning, organizing, commanding and coordinating function in LKM-A has not been good, whereas in the activities of controlling has been running well. In addition to the five function, there is a leadership function in LKM-A is not good. There are still obstacles implementation management PUAP program on LKM-A like late payments of installments revolving fund, lack of active management, it can be seen from some directors at the same time office and less the capacity of the agricultural community obstruct the course of implementing the PUAP Program. The implication is the need to improve the clear division of tasks between managers and subordinates in order to avoid misunderstandings in management PUAP Program in LKM-A and considering the importance of the regeneration board in LKM-A.
336913171H1D011059Estimasi Biaya Tidak Langsung Pada Proyek Bangunan Gedung di Kota SurakartaEstimasi biaya merupakan suatu perkiraan yang paling mendekati biaya sesungguhnya, karena nilai sebenarnya dari suatu proyek tidak akan diketahui sampai suatu proyek terselesaikan secara lengkap. Jadi estimasi biaya merupakan hal yang penting dalam dunia konstruksi. Biaya tidak langsung sulit untuk diprediksikan namun merupakan komponen penting dalam memenangkan suatu tender bangunan gedung, karena tidak adanya informasi dan kajian yang mendalam bagaimana menetapkan besarnya biaya tidak langsung, tidak seperti biaya langsung yang mengacu pada gambar dan spesifikasi teknis. Praktek yang umumnya digunakan oleh kontraktor dalam menetapkan biaya tidak langsung yaitu dengan pengalaman kontraktor itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui cara praktek estimasi biaya tidak langsung yang dilakukan oleh kontraktor kecil dan menengah serta mengetahui tingkat pengetahuan kontraktor kecil dan menengah mengenai estimasi biaya tidak langsung. Diharapkan penelitian ini memberikan manfaat bagi penelitian selanjutnya dalam mengidentifikasi dan memperhitungkan komponen dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner pada kontraktor kualifikasi kecil dan menengah yang ada di kota Surakarta secara langsung. Mekanisme estimasi biaya tidak langsung yang dilakukan oleh kontraktor kualifikasi kecil dan menengah menggunakan persen (%) nilai dan nilai tertentu. Kecenderungan model pada kontraktor dengan kualifikasi kecil menggambarkan bahwa semakin besar nilai kontrak maka rasio biaya tidak langsungnya semakin kecil dengan persamaan Y = 0.1914239x-0.0206855 dan hubungan nilai kontrak dengan nilai biaya tidak langsung adalah semakin besar nilai kontrak maka semakin besar nilai biaya tidak langsungnya dengan persamaan Y = 82,635,649ln(x) – 1,549,631,979. Kemudian kecenderungan model pada kontraktor dengan kualifikasi menengah menggambarkan bahwa semakin besar nilai kontrak maka rasio biaya tidak langsungnya semakin kecil dengan persamaan Y = 6.04E-22 x2-8.48E-12x+1.32E-1 dan hubungan nilai kontrak dengan nilai biaya tidak langsung adalah semakin besar nilai kontrak maka semakin besar nilai biaya tidak langsungnya dengan persamaan Y = 161,025,005ln(x) – 3,067,766,376.Cost estimate is an estimation that is closest to the actual costs, because the actual value of a project will not be known until a project is completed. So the cost estimate is important in construction. Indirect costs is difficult to predict but it is an important component in winning a buildings, due to the absence of information and in-depth study of how to determine the amount of indirect costs, such as expenses not directly referring to the drawings and technical specifications. A practice used by contractors in determining the indirect cost is that the contractor's own experience. This study aims to know the way the practice of indirect cost estimates made by small and medium contractors and know the level of knowledge of small and medium contractors regarding the estimation of indirect costs. This research is expected to provide benefits for future research to identify and take into account the components and factors that affect the cost of construction. This research was conducted by distributing questionnaires to qualifying small and medium contractors in the city of Surakarta directly. Mechanism estimate indirect costs undertaken by small and medium contractors using percent (%) value and a certain value. The tendency of the model to the contractors with small qualification illustrates that the greater the value of the contract then the ratio of indirect costs is getting smaller by the equation Y = 0.1914239x-0.0206855 relations value of the contract to the value of the indirect cost is the greater value of the contract, the greater the value of their indirect costs Y = 82,635,649ln(x) – 1,549,631,979. Then the tendency of the model to the contractor with medium qualifications illustrates that the greater the value of the contract then the ratio of indirect costs is getting smaller by the equation Y = 6.04E-22 x2-8.48E-12x+1.32E-1 and relationship value of the contract to the value of indirect costs is the greater the value of the contract, the greater the value of indirect costs to the equation Y = 161,025,005ln(x) – 3,067,766,376.
337013172C1A011094Analisis Pengaruh Variabel Nilai Tukar, Jumlah Produksi, dan Harga Internasional terhadap Volume Ekspor Minyak Atsiri di Kabupaten Banyumas Periode 2010-2014Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Variabel Nilai Tukar, Jumlah Produksi, dan Harga Internasional terhadap Volume Ekspor Minyak Atsiri di Kabupaten Banyumas Periode 2010-2014”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan ekspor minyak atsiri Banyumas, dan meneliti pengaruh variabel-variabel terhadap volume ekspor minyak atsiri di Kabupaten Banyumas selama periode Januari 2010 sampai Desember 2014. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap volume ekspor minyak atsiri di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data time series.
Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa secara parsial variabel nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan jumlah produksi minyak atsiri Kabupaten Banyumas berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor minyak atsiri di Kabupaten Banyumas, sedangkan variabel harga internasional minyak atsiri tidak berpengaruh terhadap volume ekspor minyak atsiri di Kabupaten Banyumas. Secara simultan variabel nilai tukar rupiah terhadap dollar, jumlah produksi dan harga internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap volume ekspor minyak atsiri di Kabupaten Banyumas.
Implikasi pada penelitian ini yaitu pemerintah sebaiknya menyarankan petani untuk menanam tanaman nilam dan cengkeh sebagai bahan baku utama pembuatan minyak atsiri, menyarankan juga bagi pihak penyuling dan perusahaan yang mengelola minyak atsiri terus memperbaiki kualitas produknya dengan cara proses pemurnian secara fisika maupun kimia, dan juga diharapkan dapat memaksimalkan faktor-faktor produksinya agar meningkatkan jumlah produksinya. Bank indonesia sebagai otoritas moneter diharapkan agar dapat menjaga nilai tukar pada posisi yang stabil.
This research is titled “Analysis the effect of exchange rate variable, Product Quantity, and International Price to Volume of Essential Oils Export in Banyumas District 2010-2014 period”. This research’s goals is to find out progress of value and export volume of essentials oils in Banyumas, and to research the variables impact to volume of essential oils export in Banyumas District during January 2010 until December 2014. The research uses descriptive and quantitative description with secondary data. Analysis tools that used in this research is multiple linear regression to make us know impact of variables which is researched to volume of essential oils export in Banyumas District with using time series data.
The result of this research, it shows that partially the variable of exchange rate Rupiah to US Dollar and quantity of essential oils product in Banyumas District takes effect significantly to volume of essential oils export in Banyumas District. Meanwhile, variable of international price of essentials oil doesn’t take effect to volume of essential oils export in Banyumas District. Simultanly, variable of exchange rate rupiah to dollar, product quantity and international price have significant impact to volume of essential oils export in Banyumas District.
Implication of this research is government should give suggestion to farmers to crop Nilam’s plant and clove as main ingredients of essential oils making, also recommend for the distiller and company which manage essential oils keep on fixing the product quality with the way purification process physically although chemically, expected to maximize production’s factors in order to increase the product quantity. Indonesian Bank as monetary authorities in order to save exchange rate on sustainable.
337113173D1E011106HUBUNGAN ANTARA ESTRUS POST PARTUM DAN KAWIN POST WEANING DENGAN JARAK BERANAK PADA BABI DI PERUSAHAAN GARUDA MAS FARM KABUPATEN KARANGANYAR, SOLOTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara estrus post partum dan kawin post weaning dengan jarak beranak pada babi. Penelitian menggunakan metode survey dengan purposive sampling sebanyak 250 ekor induk betina yang sudah pernah beranak minimal dua kali. Variabel yang diamati yaitu jarak beranak (hari), estrus post partum (hari), dan kawin post weaning (hari). Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi berganda kemudian dilanjutkan dengan analisis sumbangan relatif dan sumbangan efektif, serta analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan jarak beranak, estrus post partum, dan kawin post weaning pada babi di perusahaan Garuda Mas Farm sudah cukup baik yaitu 147,27 ± 4,89 hari, 36,94 ± 2,14 hari, dan 6,27 ± 0,63 hari. Tidak terdapat hubungan antara estrus post partum dengan jarak beranak, kawin post weaning dengan jarak beranak dan estrus post partum dengan kawin post weaning.The purpose of this research is to explore the relationship between post partum estrus and post weaning mating with farrowing interval of sows. This research is using a survey method with purposive sampling 250 sows which have previously farrowed at least twice. The variables of observation were farrowing interval (day), post partum estrus (day), and post weaning mating (day). The data analysis is a descriptif and multiple regression analyseis and continued with the analysis of the effective and relative contributions, along with linear regression analysis. The result of this research shows that the average of farrowing interval, post partum estrus, and post weaning mating of the sows in Garuda Mas Farm Company is good at 147,27 ± 4,89 days, 36,94 ± 2,14 days, and 6,27 ± 0,63 days. There is’n relationship between post partum estrus with farrowing interval, post weaning mating with farrowing interval and post partum estrus with post weaning mating.
337213174D1E011167HUBUNGAN ANTARA UMUR TERNAK DAN ESTRUS POST PARTUM DENGAN JARAK BERANAK PADA BABI DI PERUSAHAAN GARUDA MAS KABUPATEN KARANGANYARTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara umur ternak dan estrus post partum dengan jarak beranak pada babi. Penelitian menggunakan metode survey dengan sensus sebanyak 250 ekor induk betina yang sudah pernah beranak minimal dua kali. Variabel yang diamati yaitu jarak beranak (hari), estrus post partum (hari), dan kawin post weaning (hari). Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi berganda kemudian dilanjutkan dengan analisis sumbangan relatif dan sumbangan efektif, serta analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai rata-rata estrus post partum dan jarak beranak pada induk babi umur 2-3 tahun adalah 37,4±2,24 dan 148,20±5,44, sedangkan pada induk umur 3,5-5 tahun nilai rata-rata estrus post partum dan jarak beranak adalah 36,38±1,88 dan 146,18±3,88. Terdapat hubungan antara umur ternak dan estrus post partum dengan jarak beranak. The purpose of this research is to explore the relationship between the age and post partum estrus to farrowing interval of sows. The research is using survey method with cencus was 250 sows which have farrowed at least twice. The observed variables are age (years), post partum estrus (day), and farrowing interval (day). The data analysis is a descriptif and multiple regression analysies and continued with the analysis of the effective contribution and relative contribution, along with linear regression analysis . The results of this research shows that the average of post partum estrus and farowing interval of 2-3 years old sows is 37.4 ± 2.24 days and 148.20 ± 5.44 days , while that of 3.5-5 years old ones is 36.38 ± 1.88 days and 146.18 ± 3.88 days . There is, therefore, a relationship between the age of sows and the post-partum estrus with farowing interval.
337313176F1D011033POLITIK ANGGARAN DAN PENGELOLAAN BUMD DI KABUPATEN BANYUMAS (Polemik Penyertaan Modal PT.Banyumas Investama Jaya)Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan politik anggaran PT.Banyumas Investama Jaya (BIJ) yang meliputi aspek perencanaan dan monitoring mengetahui dan menjelaskan factor kontektual yang mendorong dan menghambat PT.BIJ menciptakan good corporate governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa penolakan penyertaan modal PT.BIJ disebabkan oleh dua alasan yaitu alasan ekonomi dan alasan politik. Selain itu, pemerintah daerah selaku pemilik modal belum memberikan dukungan maksimal agar PT.BIJ mampu menciptakan good corporate governance.
This study aimed to understand and describe the budget policy PT.Banyumas Investama Jaya (BIJ), which covers all aspects of planning and monitoring identify and explain the contextual factors that drive and inhibit PT.BIJ create good corporate governance. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach. Results of this study revealed that rejection PT.BIJ capital investment caused by two reasons, namely economic reasons and political reasons. In addition, the local government as the owner of the capital not yet provide maximum support in order PT.BIJ able to create good corporate governance.
337413166C1A011028Analisis Efisiensi Usaha dan Strategi Pengembangan pada UMKM Batik Gumelem di Kecamatan Susukan Kabupaten BanjarnegaraPenelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Usaha dan Strategi Pengembangan pada UMKM Batik Gumelem di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Dimana yang melatar belakangi penelitian ini yakni produksi batik yang berbeda-beda tiap pengusaha ditambah kurang dapat bersaingnya Batik Gumelem dengan batik-batik lainnya yang sudah lebih dulu terkenal sehingga perlu dilakukan analisis ilmiah untuk bisa mengetahui analisis ekonomi dari setiap usaha batik yang ada dan juga memformulasikan strategi pengembangan ke depan dalam rangka mengembangkan Batik Gumelem di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini memakai metode sensus. Responden adalah pengusaha Batik Gumelem di Kecamatan Susukan dengan total responden berjumlah empat orang. Penelitian ini dilakukan untuk untuk menganalisis tingkat efisiensi usaha, titik impas (break even point) serta merumuskan strategi pengembangan daripada usaha Batik Gumelem tersebut. Alat analisis yang digunakan dalam peneitian ini yakni rumus efisiensi usaha (R/C Ratio), BEP, dan Analisis SWOT.
Hasil Analisis penelitian yang didapat dari penghitungan R/C Ratio menunjukkan bahwa secara umum keempat Usaha Batik Gumelem yang dijadikan studi kasus penelitian telah efisien hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai R/C Ratio > 1 dengan nilai rata-rata R/C Ratio 1,356. Sedangkan dari analisis penghitungan BEP menunjukkan bahwa usaha Batik Gumelem di Kecamatan Susukan telah melebihi titik impas (break even point) atas dasar harga dan atas dasar unit dengan nilai atas dasar harga sebesar Rp88.447,49 dan atas dasar unit yakni sebesar 27,98 unit. Selanjutnya hasil analisis SWOT menunjukkan pengembangan usaha Batik Gumelem di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara berada pada sel I dengan perolehan skor Matriks IFE sebesar 3,452 dan Matriks Skor EFE sebesar 3,522 dimana hal ini menunjukkan strategi terbaik yang dapat diterapkan ialah strategi pertumbuhan dan pengembangan dimana dari sel tersebut implementasi strategi yang dapat dilakukan yakni strategi intensif dan strategi integratif.
Implikasi dari penelitian ini ialah usaha Batik Gumelem di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dapat terus dilanjutkan karena telah memberikan keuntungan. Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk mengembangkan usaha Batik yakni dengan pengikutsertaan pembatik pada pelatihan-pelatihan membatik yang diadakan oleh Pemkab. Banjarnegara, mengoptimalkan berbagai media promosi seperti media internet, media elektronik, maupun promosi dari mulut ke mulut dan juga membuat paguyuban pengusaha Batik Gumelem serta melakukan strategi intensif dan integratif yang telah dirumuskan.
The tittle of this research is “Analysis of Bussiness Efficiency and Development Strategies at Batik Gumelem Micro Enterprises in Susukan Subdistrict Banjarnegara. Where the background of this research is production of batik are different in every entrepreneur and also Batik Gumelem less can compete with another batik which already famous so the scientific analysis needs to be done to know economic analysis from every existing batik bussiness and also to formulate future development strategies in order to develop Batik Gumelem in Susukan District Banjarnegara.
This research used census method. Respondents were Batik Entrepreneur in Susukan Subdstrict with total respondents amounted 4 person. This research is aimed to analyze the level of bussniness efficiency, break even point, and also formulating development strategies of Batik Gumelem bussiness. Analysis tools used are efficiency formula (R/C Ratio), BEP, and SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) analysis.
The result of efficiency formula analysis (R/C Ratio) showed that the fourth of Batik Gumelem Bussnness which be an object of this research already efficient, this statement proven with the score of R/C Ratio more higher than 1 with average score is 1,356. Meanwhile the result of BEP analysis showed that Batik Gumelem Bussniess in Susukan District already exceed break even point based on price and unit. Where the score based on price analysis amount is Rp88.447,49 and then based on unit analysis amount is 27,98 unit. Furthermore the result of SWOT analysis showed that Batik Gumelem Development Bussininess located are on the cell 1 with the IFE Matrix score amount by 3,452 and EFE Matrix score amount by 3,522 where this statement showed the best strategic can be applied is growth strategies and development strategies with intensive and integrative strategies as an implementation.
The implication of this research are Batik Gumelem Bussniness in Susukan Subdistrict Banjarnegara can be continued because they have given benefit. Some steps that can be done to developing batik bussiness are involving the worker to do the batik trainnings which presented by Banjarnegara’s government, optimalize every marketing media such as internet media, electronic media, promotion by word of mouth, and also make batik bussiness association, applied intensive and integrative strategies which previously formulatted.

337512897H1E011047RANCANG BANGUN GENERATOR PENGGERAK GANDA MENGGUNAKAN SISTEM OSILASI BANDULModifikasi generator penggerak ganda menggunakan sistem bandul merupakan salah satu optomalisasi kecepatan generator guna membantu meningkatkan rasio elektrifikasi nasinal terutama didaerah pantai. Metode penelitian dibagi menjadi 4 tahap yaitu perancangan PLSB, pembuatan generator, pembuatan PLSB, dan tahap pengujian generator. Pengambilan data dilakukan menjadi dua tahap yaitu mengunakan satu bandul dan dua bandul. Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan data menggunakan DAQ dan diolah menggunakan NumXL. Karakterisasi yang telah dilakukan meliputi tegangan, arus dan daya pada pengujian tanpa beban dan menggunakan variasi beban. Tegangan keluaran pada dua bandul lebih tinggi dari pada tegangan satu bandul. Pada pengujian tanpa beban, tegangan terbaik berada pada sudut 500 sebesar 6,5x10-2 volt. Daya optimum yang dicapai pada generator ini sebesar 1,62x10-5 watt pada sudut 500 pada beban sebesar 502 ohm.Modified generator with double driving force is one of solusion for optimization generator velocity for increasing national electrification ratio specially in coastal areas. The research method is divided into 4 stages, namely design, manufacture, generator, PLSB manufacture PLSB, and testing phase generator. Data retrieval is done in two stages, namely using a pendulum and two pendulum. This research has been done on data retrieval using DAQ and processed using NumXL. Characterization has done includes voltage, current and power without the burden of testing and using a variation of the load. The output voltage on the two pendulum is higger than one pendulum voltage. On testing without a load, the voltage is at the corner of 500 best of 6, 5x10-2 volts. Optimum power achieved on this generator of 1, 62x10-5 Watts at an angle on the load of 502 ohm
337613177C1A010024FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA MONUMEN PERJUANGAN KOTA BANDUNGPenelitian berjudul ini "Faktor Mempengaruhi pada Pendapatan dari PKL di Bandung Monnumen Perjuangan Region". Objek penelitian ini adalah PKL non-makanan dan penjual makanan jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk: (a) membandingkan pendapatan dari non-makanan dan makanan PKL; (b) menganalisis bagaimana pengaruh modal, lokasi, tenaga kerja, asal PKL, dan latar belakang pendidikan pada pendapatan PKL di wilayah Bandung Monumen Perjuangan; (c) memahami tingkat pendapatan yang non-makanan dan makanan PKL di kawasan Monumen Perjuangan di kepatuhan Standar Hidup Kebutuhan (SLN) berdasarkan peraturan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode survei, sedangkan melalui Cluster Random Sampling mengakuisisi 119 responden secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode yang berbeda avarage tes, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda untuk menganalisis data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan PKL non-makanan IDR1,242,599.00 dan PKL makanan IDR1,786,142.00. Ini menunjukkan bahwa pendapatan dari jalan makanan vendor ≥ dari PKL non-makanan. Variabel (modal, lokasi, tenaga kerja, asal PKL, dan latar belakang eduaction) mempengaruhi tingkat pendapatan yang pada suatu waktu. Untuk jalan non-makanan vendor variabel tenaga kerja tidak signifikan mempengaruhi tingkat pendapatan ini. Variabel latar belakang pendidikan tidak terpengaruh pada tingkat pendapatan yang dari penjual makanan jalanan. Data tingkat pendapatan yang dikumpulkan melalui 32 responden dari PKL non-makanan (60,49%) tidak memenuhi syarat SLN dan sisanya 49 responden (39,51%) yang SLN berkualitas. Sedangkan 14 responden dari penjual makanan jalanan (36,84%) tidak memenuhi syarat SLN dan sisanya 24 responden (63,16%) yang SLN berkualitas.
Implikasi dari penelitian ini karena variabel tenaga kerja tidak berpengaruh pada PKL pendapatan non-makanan, sehingga mereka harus meningkatkan modal, ditempatkan untuk dekat pintu masuk, beradaptasi lebih cepat tentang condicition tempat perdagangan dan meningkatkan pendidikan formal. Karena pengaruh tenaga kerja dan tingkat pendidikan mempengaruhi jalan pendapatan penjual makanan, sehingga tingkat kerja energi perlu ditingkatkan dan tidak lebih meningkatkan pendidikan.
This research entitled “Factors Affect on The Income of Street Vendors in Bandung Monnumen Perjuangan Region”. The object of this research are the non-food street vendors and the food street vendors. This research aims at: (a) comparing the income of the non-food and food street vendors; (b) analyzing how the effect of capital, location, labor, origin of the street vendors, and the education background on the income of street vendors in Bandung Monumen Perjuangan region; (c) understanding the income’s level of the non-food and food street vendors in Monumen Perjuangan region in the compliance of Standard Living Needs (SLN) based on Bandung regulation. This research uses a survey method, whereas through a Cluster Random Sampling acquire 119 respondents overall. This research uses avarage different test method, classical assumption test, and multiple linear regression to analyze the data.
The result of this research reveals that the average income of the non-food street vendors is IDR1,242,599.00 and the food street vendors is IDR1,786,142.00. It shows that the income of the food street vendors ≥ than the non-food street vendors. The variables (capital, location, labor, origin of the street vendors, and the eduaction background) affected on the income’s level at a time. For the non-food street vendors labor variable is not significantly affected on the income’s level. The education background variable is not affected on the income’s level of the food street vendors. The income’s level data collected through 32 respondents of the non-food street vendors (60,49%) are not SLN qualified and the rest 49 respondents (39,51%) are SLN qualified. Whereas 14 respondents of the food street vendors (36,84%) are not SLN qualified and the rest 24 respondents (63,16%) are SLN qualified.
The implication of this research because labour variable does not effect on income non-food street vendor, so they should raise of capital, placed to near of the entrance, adapt faster about the condicition of place of commerce and improve education formal. Because labour influence and educational level are affecting income street vendor food, so level of energy work need to be increased and no more improve education.

337713191A1G012004EFISIENSI SALURAN PEMASARAN UBI JALAR (Ipomea batatas.L)
DI KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN
Meningkatnya produksi ubi jalar di Kecamatan Cilimus harus ditunjang dengan pemasaran yang baik. Semakin panjang saluran pemasaran maka semakin banyak biaya pemasaran. Salah satu aspek pemasaran yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pemasaran ubi jalar di Kecamatan Cilimus adalah meningkatkan efisiensi saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui saluran pemasaran ubi jalar yang efisien di Kecamatan Cilimus, (2) Mengetahui saluran pemasaran yang memberikan keuntungan terbesar bagi petani ubi jalar di Kecamatan Cilimus. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan pada bulan April 2015. Rancangan pengambilan sampel menggunakan Two Stages Cluster Sampling. Tahap pertama pemilihan desa dan tahap kedua menggunakan Simple Random Sampling untuk petani dan snowball sampling untuk pedagang dan diperoleh 39 responden petani dan 8 responden pedagang perantara. Metode analisis data menggunakan analisis marjin, farmer’s share, analisis efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat 4 saluran pemasaran ubi jalar di Kecamatan Cilimus, (2) Marjin pemasaran ubi jalar di Kecamatan Cilimus yang meliliki marjin pemasaran terkecil yaitu pada saluran pemasaran II sebesar Rp300,00. (3) Farmer’s share terbesar ada pada saluran pemasaran II sebesar 88,46%. (4) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis, saluran pemasaran ubi jalar yang paling efisien menurut nilai indeks efisiensi teknis terkecil ada pada saluran IV sebesar 0,70 dan nilai indeks efisiensi ekonomis terbesar ada pada saluran pemasaran I sebesar 9,04. (5) Keuntungan rata-rata saluran pemasaran ubi jalar terbesar pada saluran pemasaran II sebesar Rp12.537.816/ha. The increasing on the sweet potatoes production in Cilimus Subdistrict, should be supported with well marketing. The more marketing channel so the more marketing cost. One of the aspect marketing that should be noticed for enhancing marketing sweet potatoes in Cilimus is to improve efficiency the marketing channel. The purposes of this research are (1) Knowing the marketing channel sweet potatoes efficient in Cilimus subdistrict, (2) Knowing the marketing channel which give the highest profit for sweet potatoes farmers in Cilimus subdistrict. This research implemented in Cilimus Subdistrict Kuningan District on April, 2015. Draft retrieval sample using Two Stages Cluster Sampling. The first step is, the election of the village and the second step is using Simple Random Sampling for farmers and snowball sampling for merchants and retrieved 39 respondents of farmer and 8 respondents of merchant middlemen. The method of analysis data using margin analysis, farmer’s share, analysis of technical efficiency and an economical and f test. Research result shows that : (1) There are 4 sweet potates marketing channel in Cilimus subsdistrict, (2) Marketing margin of sweet potatoes in Cilimus subsdistrict which has the lowest marketing margin that is at II marketing channel by Rp 300,00. (3) Farmer’s highest share exist on marketing channel II of 88,46%. (4) Based on the index value of the efficiency of the technical and economical efficiency, sweet potatoes marketing channels are most efficient, according to the index value of the smallest technical efficiency exists at channel IV of 0.70 and the biggest economic efficiency index value exists on the marketing channel I of 9.04. (5) The biggest average profit is on the marketing channel II by Rp12.537.816/ha.
337813178C1A010014ANALISIS STRUKTUR PASAR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA AIR MINUM ISI ULANG
DI KOTA PURWOKERTO
Penelitian ini berjudul "Analisis Struktur Pasar dan Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Air Isi Ulang di Purwokerto". Objek penelitian ini adalah isi ulang pengusaha air minum di Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (a) menentukan struktur pengusaha pasar isi ulang air minum di Purwokerto pada 2014, (b) mengetahui bagaimana pengaruh modal, harga, biaya promosi, dan tenaga kerja bersama-sama dan parsial terhadap pengusaha pendapatan air isi ulang minum galon di Purwokerto. , (C) mengetahui pendapatan, laba, dan tingkat efisiensi usaha air minum isi ulang di kota Purwokerto pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei, metode analisis yang digunakan adalah rasio metode konsentrasi , uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan rasio R / C.
Berdasarkan hasil yang diperoleh: struktur pasar air minum isi ulang di kota Purwokerto adalah oligopoli dan termasuk dalam tipe IV, yaitu "rendah konsentrasi moderat", ibukota variabel, harga, biaya promosi, dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengusaha pendapatan, variabel modal berpengaruh signifikan pada pendapatan operasional air minum isi ulang di kota Purwokerto, harga variabel tidak berpengaruh signifikan pada pendapatan operasional air minum isi ulang di kota Purwokerto, biaya promosi variabel tidak berpengaruh signifikan pada pendapatan operasional air minum isi ulang di kota Purwokerto , daya variabel berpengaruh signifikan pada pendapatan operasional air minum isi ulang di kota Purwokerto, dan isi ulang bisnis air minum di Purwokerto dinyatakan telah efisien.
Implikasi dari penelitian ini adalah pengusaha isi ulang air minum harus memperhatikan modal dan tenaga kerja faktor, karena faktor-faktor ini memiliki pengaruh yang signifikan pada tingkat pendapatan. Pebisnis isi ulang air minum harus terus berinovasi dan berkreasi untuk menarik pembeli.
This study entitled "Analysis of Market Structure and Factors Affecting Operating Revenue Water Refill in Purwokerto" . The object of this research is the entrepreneur refill drinking water in Purwokerto. The purpose of this study was to ( a) determine the structure of the market entrepreneurs refill drinking water in Purwokerto in 2014 , ( b ) know how the effect of capital , price , promotion costs , and labor together and partially on income entrepreneurs water refill drinking gallons in Purwokerto . , ( c ) know the revenues , profits , and the level of business efficiency refill drinking water in the city of Purwokerto in 2014. The method used in this study is a survey research method, the analysis method used is the ratio of the concentration method, classical assumption test, multiple linear regression, and the R / C ratio.
Based on the results obtained: market structure of refill drinking water in the city of Purwokerto is oligopoly and included in type IV , namely "low moderate concentration " , the variable capital , price , promotion costs , and labor jointly significant effect on income entrepreneurs , variable capital significant effect on operating revenues refill drinking water in the city of Purwokerto , variable price no significant effect on operating revenues refill drinking water in the city of Purwokerto , variable promotional costs no significant effect on operating revenues refill drinking water in the city of Purwokerto , variable power significant effect on operating revenues refill drinking water in the city of Purwokerto , and refill drinking water business in Purwokerto otherwise been efficient .
The implications of this study are businessmen refill drinking water need to pay attention to capital and labor factors, because these factors have a significant effect on the level of income. Businessman refill drinking water should continue to innovate and be creative in order to attract buyers.
337913135F1B011046Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Pengawasan Melekat
Terhadap Kinerja Pegawai Dalam Peningkatan Pelayanan
Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Pengawasan Melekat terhadap Kinerja Pegawai dalam rangka peningkatan pelayanan, baik secara parsial maupun secara bersama-sama dan untuk mengetahui variabel yang dominan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling total dengan jumlah 49 pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode survey. melalui Tabulasi Silang, Koefisien Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordinasi Kendall W dan Regresi Ordinal melalui program SPSS (Statistical Package of Social Science) versi 16.0 for windows. Hasil penelitian menuunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 22,6%. (2) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 33,5%. (3) Pengawasan melekat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 32,5%. (4) Kepemimpinan, motivasi dan pengawasan melekat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 49,4%. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima.The objective of this research is to know and analyses level of Influence Leadership, Motivation and Direct Controlling to Officer Performance to reach service, either partially also together and which having an effect on dominant to officer performance at Department of Demography and Civil Statistic in Regency of Banyumas. The sampling technique is total sampling with a sample of 49 employees. This research applies quantitative research method with survey method through Cross Tabulation, Tau-C Kendall Correlation Coefficient, Kendall Concordance Coefficient, Ordinal Regresion using SPPS (Statistical Package of Social Science) program version 16.0 for windows. The results show that: (1) Leadership positive influence and significantly on officer performance with 22,6%. (2) Motivation positive influence and significantly on officer performance with 33,5%. (3) Direct controlling positive influence and significantly on officer performance with 32,5%. (4) Leadership, motivation and direct controlling positive influence and significantly on officer performance with 49,4%. For this reason, overall of research hypothesis acceptablely.
338013184H1F010005ANALISIS PETROFISIK DAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROKARBON LAPISAN BATUPASIR FORMASI TALANG AKAR PADA “LAPANGAN MHD”, CEKUNGAN SUMATERA SELATANLapangan “MHD” secara umum termasuk ke dalam Cekungan Sumatera Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah pemetaan bawah permukaan, analisis petrofisik dan perhitungan cadangan hidrokarbon. Reservoir yang menjadi target penelitian adalah lapisan Batupasir yang termasuk dalam Formasi Talang Akar yang berumur Oligosen Akhir – Miosen Awal. Berdasarkan analisis data seismik, struktur yang berkembang di daerah penelitian adalah sesar normal yang berarah timurlaut – baratdaya dan sesar naik berupa sesar reverse yang berarah baratlaut – tenggara. Hasil analisis kuantitatif pada lapisan Sand A diperoleh rata-rata porositas 25%, dan rata-rata saturasi air 23%, sedangkan Sand B diperoleh harga rata-rata porositas sebesar 18% dan rata-rata saturasi air 25%. Dari hasil analisis didapatkan kontak fluida pada Sumur AJ-1 dimana Gas Water Contact (GWC) berada pada kedalaman 1328 mbpl, Gas Oil Contact (GOC) pada kedalaman 1340 mbpl, dan Oil Water Contact (OWC) pada kedalaman 1348 mbpl. Berdasarkan hasil perhitungan cadangan dengan menggunakan metode volumetrik, dari reservoir Sand A diperoleh besarnya Original Gas In Place (OGIP) sebesar 329,98 Bscf dan estimasi cadangan yang dapat diproduksi sebesar 277,18 Bscf. Sedangkan hasil perhitungan cadangan dari reservoir Sand B diperoleh besarnya Original Gas In Place (OGIP) sebesar 334,46 Bscf, dan estimasi cadangan yang dapat diproduksi sebesar 280,94 Bscf, serta diperoleh juga besarnya Original Oil In Place (OOIP) sebesar 72,8 MMStb, dan estimasi cadangan yang dapat diproduksi sebesar 25,48 MMstb. "MHD" field generally included in the South Sumatra Basin, South Sumatra Province. The analysis performed in this study is subsurface mapping, petrophysical analysis and hydrocarbon reserves calculation. Reservoir being targeted research was sandstone layer which is included in the Talang Akar Formation Late Oligocene - Early Miocene. Based on seismic data analysis, developing structure in the area of research are normal faults with northeast–southwest trends, and reverse fault with northwest–southeast trends. Results of quantitative analysis at Sand A layer obtained an average porosity of 25%, and the average water saturation of 23%, while Sand B average price obtained porosity of 18% and an average water saturation of 25%. Based on analysis of fluid contact in the well AJ-1 wherein Gas Water Contact (GWC) is located at a depth of 1328 mbpl, Gas Oil Contact (GOC) at a depth of 1340 mbpl, and Oil Water Contact (OWC) at a depth of 1348 mbpl. Based on the calculation of the reserve reservoir Sand A obtained magnitude Original Gas In Place (OGIP) amounted as big as 329,98 BSCF and reserve estimation which can be produced as big as 277,18 BSCF. While the results of the calculation of reserves of the reservoir Sand B obtained magnitude Original Gas In Place (OGIP) amounted as big as 334,46 BSCF, and estimation of reserves that can be produced as big as 280,94 BSCF, and obtained also the magnitude of Original Oil In Place (OOIP) as big as 72,8 MMSTB, and the estimation of reserves that can be produced as big as 25,48 MMSTB.