Artikelilmiahs
Menampilkan 32.221-32.240 dari 50.030 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32221 | 35605 | D1B020012 | Perbedaan Produksi dan Bobot Telur Ayam Kampung Yang Dipelihara Secara Ekstensif dan Semi Intensif di Wilayah Banyumas dan Kebumen | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi telur dan bobot telur ayam kampung yang dipelihara secara ekstensif dan semi intensif di wilayah Banyumas dan Kebumen. Sasaran penelitian yaitu ayam kampung umur 8-12 bulan dan telur ayam kampung. Metode penelitian menggunakan survey di tingkat peternak. Analisis data yang digunakan General Linear Models (GLM). Metode pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Jumlah ayam kampung yang digunakan 303 ekor, sistem pemeliharaan ekstensif 140 ekor dan semi intensif 163 ekor. Penelitian di Wilayah Banyumas mencangkup: kecamatan Kembaran, Sumbang, Baturraden, Pekuncen, Cilongok. Penelitian di Wilayah Kebumen mencangkup: kecamatan Petanahan, Puring, Buluspesantren, Klirong, Ambal. Hasil penelitian menunjukan produksi telur ayam kampung yang dipelihara secara ekstensif di Banyumas dan Kebumen berkisar 11-12 butir/ekor/periode dengan bobot telur 41,39-42,76 gram. Produksi telur ayam kampung yang dipelihara secara semi intensif di Banyumas dan Kebumen berkisar 12-13 butir/ekor/periode dengan bobot telur 39,46-41,39 gram. Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayah dan sistem pemeliharaan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap produksi telur, sedangkan sistem pemeliharaan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot telur ayam kampung. Kesimpulan, ayam kampung yang dipelihara di wilayah Banyumas dan Kebumen dengan sistem pemeliharaan ekstensif dan semi intensif menghasilkan produksi telur relatif sama. Namun, ayam kampung yang dipelihara secara ekstensif di wilayah Kebumen menghasilkan bobot telur yang lebih tinggi dibandingkan ayam kampung yang dipelihara secara semi intensif. | This study aimed to examine the egg production and egg weight of native chicken reared extensively and semi-intensively in Banyumas and Kebumen areas. The research targets were native chickens aged 8-12 months and native chicken eggs. The research method used a survey at the farmer level. Analysis of the data used General Linear Models (GLM). The sampling method was purposive random sampling. The number of native chickens used was 303 native chicken, 140 chicken with extensive system and 163 chicken with semi-intensive system. The research in Banyumas region covers sub-districts of Kembaran, Sumbang, Baturraden, Pekuncen, Cilongok. The research in Kebumen region covers sub-districts of Petanahan, Puring, Buluspesantren, Klirong, Ambal. The results showed that the egg production of native chickens reared extensively in Banyumas and Kebumen areas ranged from 11-12 egg/head/period with egg weights ranging from 41,39-42,76 grams. The egg production of native chickens reared semi-intensively in Banyumas and Kebumen areas ranged from 12-13 egg/head/period with an egg weights ranging from 39,46-41,39 grams. The results showed that the area and rearing system had no significant effect (P>0,05) on egg production, while the rearing system had a significant effect (P<0,05) on the egg weight. In conclusion, native chickens reared in Banyumas and Kebumen areas with extensive and semi-intensive rearing systems produce relatively the same egg production. However, native chickens reared extensively in Kebumen area produced higher egg weights compared with native chickens reared semi-intensively. | |
| 32222 | 35610 | C1C017113 | Pengaruh Kemampuan Menyusun Laporan Keuangan Terhadap Kinerja Usaha Kecil Dan Menengah Dengan Penggunaan Teknologi Akuntansi Sebagai Variabel Moderasi | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan menyusun laporan keuangan terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah dan menganalisis penggunaan teknologi akuntansi dalam memperkuat pengaruh kemampuan menyusun laporan keuangan terhadap kinerja Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelaku UKM di Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dengan alat bantu SPSS. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 105 responden dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kemampuan menyusun laporan keuangan terhadap kinerja UKM serta teknologi akuntansi memoderasi hubungan kemampuan menyusun laporan keuangan terhadap kinerja UKM. Implikasi dari penelitian ini yaitu kemampuan pelaku UKM dalam penyusunan dan pengelolaan laporan keuangan diharapkan dapat ditingkatkan kembali penerapannya dalam usaha serta mulai meninggalkan sistem manual dan mulai beralih menggunakan teknologi akuntansi dalam pengelolaan keuangan usahanya. Selain itu diharapkan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM dapat memberikan fasilitas berupa pelatihan terkait pengelolaan dan pencatatan keuangan yang baik dan mudah untuk UKM untuk kemudian diterapkan dalam usaha. | This research focus on analyzing the effect of the ability to prepare financial statements to the performance of Small and Medium Enterprises (SMEs) and analyzing the effect how accounting technology in moderating the ability to prepare financial statements to the performance of Small and Medium Enterprises (SMEs). The population of this study were all SMEs in Banyumas Regency with using the convenience sampling method as the sampling technique and the collected data were analyzed by SPSS tool. Data were collected by distributing questionnaires to 105 respondents and the collected data were analyzed using simple regression analysis techniques and moderated regression analysis. The study results indicate that there is positive effect between the ability to prepare financial statements to the SMEs perfomance and the accounting technology moderates the relationship between the ability to prepare financial statements on SMEs performance. The implication of this study is that the ability of SMEs in preparing and managing financial statements is expected to be able to improved on the enterprises as well as and getting started to switching from manual system to using accounting technology in managing their business finance. In addition, it is hoped that the Department of manpower, cooperative, and MSMEs could provide facilities in the form of training related to good and easy financial management, following for the SMEs so they could apply it on their business. | |
| 32223 | 35307 | B1B018009 | Designing a bivalent multi-epitope vaccine against measles and rubella using an immunoinformatic approach | Measles and rubella are both viral diseases known to affect many children worldwide. Vaccination programs have drastically reduced the number of measles and rubella cases globally, but outbreaks still occur in areas with low vaccination coverage. This low vaccination coverage is largely a result of growing vaccine hesitancy and logistical challenges. Here, we used an immunoinformatics approach to design a new measles-rubella vaccine that is expected to overcome the limitations associated with the currently available vaccine. Several software and web servers were used to predict epitopes in silico, which were then used to design a multi-epitope peptide vaccine. A total of 15 epitopes were selected from the epitope predictions and include a B cell epitope, CD8+ T cell epitope, and CD4+ T cell epitope for the H Measles Virus (MV) protein and E1 Rubella Virus (RV) protein. These designs were then validated using molecular docking and immune response simulation studies the results of which suggest that this novel vaccine has good potential as a new measles-rubella vaccine candidate. | Measles and rubella are both viral diseases known to affect many children worldwide. Vaccination programs have drastically reduced the number of measles and rubella cases globally, but outbreaks still occur in areas with low vaccination coverage. This low vaccination coverage is largely a result of growing vaccine hesitancy and logistical challenges. Here, we used an immunoinformatics approach to design a new measles-rubella vaccine that is expected to overcome the limitations associated with the currently available vaccine. Several software and web servers were used to predict epitopes in silico, which were then used to design a multi-epitope peptide vaccine. A total of 15 epitopes were selected from the epitope predictions and include a B cell epitope, CD8+ T cell epitope, and CD4+ T cell epitope for the H Measles Virus (MV) protein and E1 Rubella Virus (RV) protein. These designs were then validated using molecular docking and immune response simulation studies the results of which suggest that this novel vaccine has good potential as a new measles-rubella vaccine candidate. | |
| 32224 | 35497 | C1A017056 | Valuasi Ekonomi Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Bobosan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas | Permasalahan sampah diperburuk dengan sistem pengelolaan sampah di berbagai daerah yang masih menggunakan paradigma lama yang melihat sampah sebagai hal yang tidak memiliki nilai dan harus dibuang. Proses pengelolaan sampah di Kelurahan Bobosan didukung oleh fasilitas Pusat Daur Ulang (PDU) yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan menggunakan sistem pengelolaan sampah paradigma baru yang memandang sampah sebagai sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi besarnya nilai ekonomi sampah rumah tangga organik dan anorganik di Kelurahan Bobosan, serta mengetimasi besarnya nilai ekonomi sampah rumah tangga yang belum dikelola oleh PDU-KSM Bobosan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Total Economic Value diperoleh hasil yaitu, dalam kurun waktu satu bulan terdapat volume sampah rumah tangga organik sebesar 19.408,095 kilogram/bulan dengan nilai ekonomi Rp116.448.570,00, volume sampah rumah tangga anorganik sebesar 3.667,44 kilogram/bulan dengan nilai ekonomi Rp27.872.544,00, volume sampah rumah tangga yang belum dikelola atau dimanfaatkan adalah sebesar 12.692,977 kilogram dengan nilai ekonomi Rp13.259.823,00. Total nilai ekonomi sampah rumah tangga di Kelurahan Bobosan dalam kurun waktu satu bulan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp157.580.937,00. | The waste problem is exacerbated by the waste management system in various regions that still uses the old paradigm which sees waste as something that has no value and must be discarded. The waste management process in Bobosan Village is supported by a Recycling Center (PDU) facility which is managed by a Non-Governmental Organization (KSM) using a new paradigm of waste management system that views waste as a resource that has economic value and can be utilized. The purpose of this study is to estimate the economic value of organic and inorganic household waste in Bobosan Village, and to estimate the economic value of household waste that has not been managed by PDU-KSM Bobosan. Based on the results of calculations using the Total Economic Value method, the results obtained are, within one month there is a volume of organic household waste of 19,408.095 kilograms/month with an economic value of Rp.116,448,570,000, the volume of inorganic household waste is 3,667.44 kilograms/month with an economic value of IDR 27,872,544.00, the volume of household waste that has not been managed or utilized is 12,692,977 kilograms with an economic value of IDR 13,259,823.00. The total economic value of household waste in Bobosan Village within one month in 2021 is Rp. 157,580,937.00. | |
| 32225 | 35308 | F1C017080 | Makna Perempuan dalam Iklan Shopee 11.11 Big Sale Nikmati COD Gratis Tanpa Minimum Ongkir | Perkembangan era digital yang cukup pesat saat ini, media kini hadir seakan menjadi bagian dari hidup manusia. Awalnya komunikasi dalam media berjalan hanya searah, dalam arti penikmat media hanya bisa menikmati konten yang disajikan sumber media. Namun seiring perkembangan jaman, orang awam sebagai penikmat media tidak lagi hanya bisa menikmati konten dari media yang terpapar padanya, namun sudah bisa ikut serta mengisi konten di media tersebut. Iklan merupakan salah satu bentuk dari perkembangan digital yaitu iklan melalui media sosial. Salah satu iklan yang menjadi sorotan hingga mendapatkan petisi yang ditandatangani oleh 10.000 orang adalah iklan Shopee Big Sale 11.11 tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk makna denotasi, makna konotasi dan makna mitos yang terkandung dalam iklan Shopee Big Sale 11.11. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi karena sumber data merupakan non manusia. Hasil penelitian menemukan bahwa iklan Shopee Big Sale 11.11 mengandung makna denotasi tarian yang ditampilkan serta gesture tarian menunjukan angka 11, lalu makna konotasi yang terdapat dalam penelitian ini tarian yang ditampilkan perempuan sangat energik dibandingkan dengan tarian yang dilakukan model laki-lakinya, terakhir mitoas yang terdapat dalam penelitian ini adalah perempuan dianggap menarik jika menggunakan pakaian mini serta perempuan berada di belakang model laki-laki yang mengkomando gerakan dalam iklan Shopee Big Sale 11.11. | The development of the digital era is quite rapid today, the media is now present as if it is a part of human life. Initially, communication in the media went only in one direction, in the sense that media connoisseurs could only enjoy the content presented by media sources. However, along with the times, ordinary people as media connoisseurs can no longer only enjoy content from the media exposed to them, but can participate in filling out content in the media. Advertising is one form of digital development, namely advertising through social media. One of the advertisements that has been in the spotlight to get a petition signed by 10,000 people is the Shopee Big Sale 11.11 advertisement in 2020. This study aims to determine the denotative meaning, connotative meaning and mythical meaning contained in the Shopee Big Sale 11.11 advertisement. This study uses qualitative research with a semiotic approach. The data collection technique used is documentation because the data source is non-human. The results of the study found that the Shopee Big Sale 11.11 advertisement contained a denotative meaning of the dance displayed and the dance gesture showed the number 11, then the connotative meaning contained in this study, the dance performed by women was very energetic compared to the dance performed by the male model, the last myth contained In this study, women are considered attractive if they use mini clothes and women are behind the male model who commands the movement in the Shopee Big Sale 11.11 advertisement.. | |
| 32226 | 35552 | G1I014003 | HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN LONG PASS SSB PERWIRA TIMUR U-17 PURBALINGGA | ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN LONG PASS SSB PERWIRA TIMUR U-17 PURBALINGGA Oken Holifin¹, Panuwun Joko Nurcahyo², Bayu Suko Wahono³ oken.holifin@mhs.unsoed.ac.id Latar belakang: Otot tungkai merupakan kemampuan otot-otot atau sekelompok otot pada bagian tungkai untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas latihan. Otot tungkai sangat berpengaruh dalam permainan sepakbola saat melaksanakan long pass. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan long pass sepakbola. Metodologi: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel pada penelitian ini menggunakan SSB Perwira Timur U-17 Purbalingga sebanyak 20 responden. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis data menunjukan hasil dari hubungan kekuatan otot tungkai dengan long pass sepakbola sebesar 0.000 dengan arah korelasi positif sebesar 0.958. Kesimpulan: berdasarkan interpretasi data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan long pass sepakbola. | ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN THE STRENGTH OF THE BLOOD MUSCULES LONG PASS SSB PERWIRA TIMUR U-17 PURBALINGGA Background: Leg muscles are the ability of muscles or groups of muscles in the legs to cope with loads or resistance in carrying out exercise activities. Leg muscles are very influential in the game of football during long passing. The purpose of this study was to see the relationship between muscle strength and football. Methodology: This research method is quantitative quantitative research with a correlational approach. The sample in the study using SSB Perwira Timur U-17 Purbalingga as many as 20 respondents. Data analysis techniques using product views. Results: Based on the data analysis, the results of the relationship between leg muscle strength and long football were 0.000 with a positive direction of 0.958. Conclusion: based on the interpretation of the research data, it can be ignored that there is a very significant relationship between leg muscle strength and long football. | |
| 32227 | 35311 | E1A017002 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MENJATUHKAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEKERASAN SEKSUAL ANAK (TINJUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 243/PID.SUS/2018/PN.CMS) | Seorang anak yang menjadi saksi tindak pidana kekerasan seksual sangat rentan terhadap tekanan ataupun ancaman yang dapat membahayakan tumbuh kembangnya,sehingga demi terjaminnya tumbuh kembang anak,maka sidang harus dinyatakan tertutup untuk umum dan hakim yang melakukan pemeriksaan harus seorang hakim anak. Skripsi ini merupakan penelitian untuk mengetahui penjelasan tentang proses peradilan pidana yang dilaksanakan secara tertutup dalam tindak pidana kekerasan seksual yang korbannya anak serta bagaimana dasar pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku Metode pendekatakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier berupa peraturan perundang-undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pada prinsipnya, semua persidangan harus dinyatakan terbuka untuk umum, kecuali hal yang diatur dalam undang-undang,karena dalam putusan Nomor 243/Pid.Sus/2018/Pn.Cms yang saksi korbannya adalah anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun,maka persidangan dilakukan tertutup guna untuk menjaga tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun mental. Sedangkan pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusan tersebut mendasarkan pada bukti yang diajukan dalam persidangan, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, serta unsur-unsur dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. | A child who witnesses a criminal act of sexual violence is very vulnerable to pressure or threats that can endanger the growth and development, so that for the sake of ensuring the growth and development of children, the trial must be declared closed to the public and the judge who conducts the examination must be a child judge. This thesis is a study to find out the explanation of the criminal justice process carried out behind closed doors in the criminal act of sexual violence whose victims are children and how the basis of legal consideration by the judges in sentencing criminals to perpetrators The short method used in this study is a method of normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials in the form of relevant laws and literature books. Based on the results of the study it can be concluded that in principle, all trials must be declared open to the public, except those stipulated in the law, because in the verdict No. 243 / Pid.Sus / 2018 / Pn.Cms whose victim witnesses are children who have not been 18 (eighteen) years old, then the trial is closed to maintain the growth and development of children both physically and mentally. While the legal consideration by the panel of judges in sentencing the criminal in the ruling is based on the evidence presented in the trial, the facts revealed in the trial, as well as elements in Article 81 paragraph (2) of Indonesian Law No.35 of 2014 on changes to Law No.23 of 2002 on Child Protection. | |
| 32228 | 35498 | E1A015271 | IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR (PONED) OLEH BIDAN DALAM UPAYA KESEHATAN DI PUSKESMAS MULYOHARJO KABUPATEN PEMALANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum standar Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) oleh bidan dalam upaya kesehatan dan mengetahui pengaruh faktor kedisiplinan, fasilitas, dan kerja sama terhadap implementasi hukum standar PONED di Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang dengan responden sebanyak 20 bidan. Pengambilan sampel penelitian mengunakan simple random sampling atau sampel random acak. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi serta dianalisis dengan analisis statistik sederhana, content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum standar PONED oleh bidan dalam upaya kesehatan Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 3 (tiga) indikator meliputi Efektifnya pelaksanaan standar PONED dalam pelayanan kesehatan ibu; Efektifnya pelaksanaan standar PONED dalam pelayanan kesehatan anak; dan Efektifnya pelaksanaan standar PONED dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Faktor kedisiplinan kerja sebagai faktor personal, fasilitas kerja dan kerja sama sebagai faktor sosial cenderung berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum standar PONED oleh bidan dalam upaya kesehatan di Puskesmas Mulyoharjo Kabupaten Pemalang. Hal ini mengandung arti bahwa kedisiplinan kerja yang tinggi, fasilitas kerja baik dan baiknya kerja sama maka semakin efektifnya pelaksanaanya. | This study aims to determine the implement PONED standard law by midwives in health efforts and to determine the effect of discipline, facilities, and cooperation factors on the implementation of PONED standard law at Mulyoharjo Health Center Pemalang Regency.This research uses quantitative research methods with sociological juridical approach, and descriptive research specifications. This study took place at the Mulyoharjo Health Center, Pemalang Regency with 20 midwives as respondents. Sampling research using simple random sampling or random random samples. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and library methods. The collected data was processed using coding, editing and tabulation methods and analyzed by simple statistical analysis, content analysis and comparative analysis. The results showed that the implementation of the PONED standard law by midwives in the health efforts of the Mulyoharjo Public Health Center, Pemalang Regency was effective. This is evidenced by the results of research on 3 (three) indicators including the effectiveness of implementing PONED standards in maternal health services; Effective implementation of PONED standards in child health services; and Effective implementation of PONED standards in women's reproductive health and family planning services. Work discipline factors as personal factors, work facilities and cooperation as social factors tend to have a positive effect on the implementation of the PONED standard law by midwives in health efforts at the Mulyoharjo Health Center, Pemalang Regency. This implies that high work discipline, good work facilities and good cooperation will make the implementation more effective. | |
| 32229 | 37815 | C1B017088 | ANALISIS PENERAPAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA BAHAN BAKU PRODUK JENANG (Studi Kasus Pada UMKM Jenang Jaket Asli | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada UMKM Jenang Jaket Asli yang memproduksi makanan khas jawa tengah khususnya Banyumas yang terletak di Jl. Adipati Mersi No. 68, Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Penerapan Metode Material Requirement Planning (MRP) Pada Bahan Baku Produk Jenang”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan MRP dengan metode lot size sistem perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku pada total biaya persediaan bahan baku beras ketan, gula pasir, gula merah, santan, dan wijen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode MRP menunjukkan bahwa metode yang dilakukan sebelumnya kurang efisien sehingga menyebabkan total biaya persediaan bahan baku tinggi. Hasil peramalan dengan metode Holt-Winter’s menjunjukkan total keseluruhan produksi pada Januri 2022 hingga Desember 2022 adalah sebesar 31.775 untuk jenang wijen, 23.126 untuk produk jenang ori dan total produksi sebesar 8.794 untuk produk wajik. Penerapan MRP dengan metode lot for lot menunjukan total biaya persediaan bahan baku sebesar Rp. 787.767.823 untuk periode Januari 2022 hingga Desember 2022. Penggunaan metode lot for lot lebih efisien sebesar 16,9% dari metode yang digunakan oleh perusahaan yakni sebesar Rp. 948,342,983. | This research is a descriptive research that was carried out on the Jenang Jacket Asli UMKM which produced regional food of Central Java, especially Banyumas. Jenang Jacket Asli is located on Jl. Duke of Mersi No. 68, Mersi, East Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java. This study took the title "Analysis of the Application of Material Requirement Planning (MRP) Methods on Raw Materials for Jenang Products". This study aims to analyze the application of MRP with the lot size method of planning and controlling raw material inventory on the total cost of raw material inventory of glutinous rice, granulated sugar, brown sugar, coconut milk, and sesame. Based on the results of research and data analysis using the MRP method, it shows that the previous method is less efficient, causing the total cost of raw material inventory to be high. Forecasting results using the Holt-Winter's method show that the total production from January 2022 to December 2022 is 31,775 for sesame jenang, 23,126 for ori jenang products and a total production of 8,794 for diamond products. The application of MRP with the lot for lot method shows the total cost of raw material inventory is Rp. 787,767,823 for the period January 2022 to December 2022. The used of the lot for lot method is 16.9% more efficient than the method used by the company, which is Rp. 948,342,983. | |
| 32230 | 35313 | I1D015045 | HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN POLA KONSUMSI JUNK FOOD DALAM MASA KULIAH DARING PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN POLA KONSUMSI JUNK FOOD DALAM MASA KULIAH DARING PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Disty Y Anggraeni1, Atikah Proverawati2, Izka S Wahyurin 3 Latar Belakang : Perubahan metode pembelajaran secara daring pada masa pandemi mengakibatkan permasalahan psikis maupun fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan pola konsumsi junk food pada mahasiswa selama masa perkuliahan. Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 72 mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa PSQI dan FFQ secara online melalui google form. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 5% . Hasil Penelitian : Sebanyak 54,5% mahasiswa berusia 19-20 tahun dan 45,5% mahasiswa berusia 21-22 tahun. Jenis kelamin perempuan didominasi oleh 82% mahasiswa. Rata-rata mahasiswa memiliki uang saku tinggi (66,7 %). Sebanyak 79,2% mahasiswa sering mengkonsumsi junk food, sedangkan yang jarang berjumlah 20,8 %. Sebanyak 63,5% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan 36,5% memiliki kualitas tidur baik, serta sebesar 44% mahasiswa yang jarang mengkonsumsi junk food memiliki kualitas tidur baik, sedangkan 56% mahasiswa yang sering mengkonsumsi junk food memiliki kualitas tidur buruk. Hasil analisis chi square diperoleh p-value sebesar 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan pola konsumsi junk food pada masa kuliah daring pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman. | ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN SLEEP QUALITY AND JUNK FOOD CONSUMPTION PATTERNS IN ONLINE LEARNING NUTRITION SCIENCE STUDENT OF UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Disty Y Anggraeni1, Atikah Proverawati2, Izka S Wahyurin3 Background: Changes in online learning methods during covid-19 pandemic have resulted in psychological and physical problems. This study aimed to determine the relationship between sleep quality and consumption patterns of junk food in students during the lecture period. Methodology: This research was a quantitative research using cross sectional method. The sample used in this study were 72 students of the Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman. Online instrument in the form of PSQI and FFQ via google form. Data was analyzed by chi square test with a significance degree of 5%. Results: 54.5% of students aged 19-20 years and 45.5% of students aged 21-22 years. The female gender is dominated by 82% of students. The average student has a high pocket money (66.7 %). As many as 79.2% of students often consume junk food, 20.8% while those who rarely consume 20.8%. As many as 63.5% of students have poor sleep quality and 36.5% have good sleep quality, and 44% of students who rarely consume junk food have good sleep quality, while 56% of students who often consume junk food have poor sleep quality. The results of the chi square analysis obtained a p-value of 0.000. Conclusion: There is a relationship between sleep quality and junk food consumption patterns during online lectures for Nutrition Science students at Jenderal Sudirman University. | |
| 32231 | 35314 | F1B017076 | Implementasi Program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (GENDIS) dalam Mewujudkan Kemandirian Bagi Kaum Difabel Usia Produktif di Kabupaten Banyumas | Negara dan pemerintah bertanggung jawab untuk menghormati, melindungi, membela, dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya tanpa diskriminasi sebagai warga Indonesia. Termasuk penyandang disabilitas. Dalam kenyataannya masih banyak penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk menjadi pengamen/pengemis di jalanan. Salah satu upaya agar penyandang disabilitas memiliki kemandirian adalah pemberdayaan. Kabupaten Banyumas membentuk program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses “Gendis” yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana implementasi program Gendis di Kabupaten Banyumas ?; dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Gendis ?. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Gendis di Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik, namun belum optimal. Beberapa manfaat pemberdayaan telah diperlihatkan, namun ada beberapa kendala yang dihadapi. Pertama, faktor terbatasnya pelaksana program akibat mutasi pegawai menyebabkan implementasi terhambat. Kedua, faktor alokasi sumber daya anggaran belum terserap secara optimal menyebabkan kurangnya kegiatan pemberdayaan. Ketiga, strategi pemerintah belum berjalan dengan maksimal. | The state and government are responsible for respecting, protecting, defending, and guaranteeing the human rights of every citizen and resident without discrimination as citizens of Indonesia. Including persons with disabilities. In reality, there are still many people with disabilities who experience discrimination and find it difficult to make ends meet. Many of them finally choose to become buskers/beggars on the streets. One of the efforts to make people with disabilities have independence is empowerment. Banyumas Regency established the “Gendis” Successful Gateway for Persons with Disabilities program implemented by the Banyumas Regency Social and Community Empowerment and Village Service. The problem in this research is how is the implementation of the Gendis program in Banyumas Regency?; and what are the factors that influence the success of the Gendis program?. This research uses descriptive qualitative. Selection of informants using purposive sampling technique. Collecting data through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that the implementation of the Gendis program in Banyumas Regency was running quite well, but not optimally. Some of the benefits of empowerment have been demonstrated, but there are some obstacles faced. First, the limited number of program implementers due to employee mutations has hampered implementation. Second, the factor of budget resource allocation has not been optimally absorbed causing a lack of empowerment activities. Third, the government's strategy has not run optimally. | |
| 32232 | 35315 | L1B017011 | Lama Waktu Perendaman Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L) Terhadap Daya Tetas Telur Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy. Lac) | Ekstrak daun kemangi(Ocimum basilicum L.) merupakan bahan alami yang didalamnya terkandung senyawa flavonoid, linalool, tannin dan minyak atsiri yang mampu mencegah telur dari serangan jamur dan dapat meningkatkan daya tetas telur serta kelangsungan hidup larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perendaman ekstrak daun kemangi yang efektif untuk meningkatkan daya tetas telur dan kelangsungan hidup ikan Gurami (Osphronemus gourany L.). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan lama waktu perendaman telur dalam ekstrak daun kemangi, yaitu: P1 = 0 menit (perendaman tanpa ekstrak daun kemangi), P2 = 10 menit, P3 = 15 menit dan P4 = 20 menit. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati yaitu daya tetas telur, tingkat serangan jamur (prevalensi), kelangsungan hidup larva (viabilitas) dan kualitas air (suhu dan pH) sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ikan Gurami dalam ekstrak daun kemangi berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva. Perlakuan terbaik yaitu lama waktu perendaman selama 10 menit yang menghasilkan daya tetas 98± 0,82%, nilai kelangsungan hidup 93,55± 1,87% dan prevalensi tingkat serangan jamur 0,67± 0,47%. Nilai kulaitas air masih dalam kisaran yang normal yaitu suhu 21 – 26,7 oC dan pH sebesar 7,5. | Basil leaf extract (Ocimum basilicum L.) is a natural ingredient which contains flavonoid compounds, linalool, tannins and essential oils that can prevent eggs from fungal attacks and can increase egg hatchability and survival of fish larvae. The aim of this study was to determine the effective soaking time of basil leaf extract to increase egg hatchability and survival of gourany (Osphronemus gourany L.). The method used is the experimental method in the laboratory using Completely Randomized Design (CRD). Treatments for soaking eggs in basil leaf extract, namely: P1 = 0 minutes (soaking without basil leaf extract), P2 = 10 minutes, Treatment 3 (P3) = 15 minutes and P4 = 20 minutes. Each treatment was repeated three times. Parameters observed were egg hatchability, fungal attack rate (prevalence), larval survival (viability) and water quality (temperature and pH) as supporting data. The results showed that soaking gouramy eggs in basil leaf extract had a significant effect on egg hatchability and larval survival. The best treatment was soaking time for 10 minutes which resulted in hatchability of 98 ± 0.82%, survival value of 93.55 ± 1.87% and prevalence of fungal attack rate 0.67 ± 0.47%. The value of water quality is still in the normal range, which is a temperature of 21 – 26.7 oC and a pH of 7.5. | |
| 32233 | 35316 | H1B018006 | PENGARUH FLOOR HARDENER TERHADAP KETAHANAN AUS BETON, KUAT TEKAN, DAN BIAYA (STUDI KASUS PROYEK GEDUNG PARKIR DAN BANGSAL PERAWATAN RSUP Dr. SARDJITO) | Pelat lantai merupakan bagian yang banyak dilalui berbagai alat berat dan kendaraan pada bangunan industri, gedung parkir, dan pergudangan. Oleh karena itu, dibutuhkan beton yang berkualitas baik untuk menghasilkan struktur bangunan kuat dan tahan lama. Proses pengecoran pelat lantai biasanya banyak terjadi penurunan agregat kasar sehingga permukaan pelat hanya tersisa agregat halus. Hal ini menyebabkan daya tahan aus dan kuat tekan beton menjadi rendah. Pengikisan terus menerus permukaan lantai pelat beton mengakibatkan penurunan dari mutu beton itu sendiri. Floor hardener merupakan bahan tambah yang bisa digunakan untuk meningkatkan ketahanan aus permukaan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh floor hardener terhadap ketahanan aus dan kuat tekan beton. Pengaruh penggunaan floor hardener juga akan meningkatkan biaya satuan untuk pekerjaan pelat beton tersebut sehingga faktor biaya juga ditinjau dalam penelitian ini. Dosis floor hardener yang digunakan pada beton yaitu 0, 3, 5, dan 7 kg/m2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Floor hardener berpengaruh terhadap ketahanan aus beton. dengan dosis light, middle, dan high berturut-turut sebesar 19,49%, 42,23% dan 32,48%. Kuat tekan beton tidak dipengaruhi oleh floor hardener karena nilainya relatif sama dengan penambahan beberapa variasi floor hardener. Biaya pekerjaan pelat lantai parkir dengan penambahan floor hardener sebanyak light, middle, dan High meningkat sebesar 7,57%; 9,02%; dan 10,48% per m2 luas pelat lantai. Untuk optimasi penggunaan, direkomendasikan dengan dosis middle floor hardener yaitu 5 kg/m2 | Floor plates are wide parts of industrial, parking, and warehouse buildings designed to accommodate various heavy equipment and vehicles. Therefore, good quality concrete is needed to produce a solid and durable building structure. In most buildings, the casting process experiences a decrease in the coarse aggregate, leaving the plate surface with only fine aggregate. This process decreases the concrete's compression strength and wear resistance. Furthermore, continuous erosion of the concrete plate floor surface leads to a decrease in quality, which can be increased using a floor hardener. This study aims to determine the effect of floor hardeners on concrete's wear resistance and compressive strength. It also reviews the impact of cost factors on using concrete plate work of 0, 3, 5, and 7 kg/m2. The results showed that the floor hardener affects wear resistance with the light, middle, and high doses at 19.49%, 42.23%, and 32.48%, respectively. The compressive strength of concrete is not affected by the floor hardener because the value is relatively the same with the addition of several variations of the floor hardener. The parking floor plate work costs with the addition of light, middle, and high floor hardeners increased by 7.57%, 9.02%, and 10.48% per m2,, respectively. It is recommended to ensure the dose of the middle floor hardener is 5 kg/m2. | |
| 32234 | 35264 | I1F020006 | Pengaruh Latihan Range Of Motion( ROM) Berbasis Smartphone Terhadap Kekuatan Otot Pasien stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | ABSTRAK PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) BERBASIS SMARTPHONE TERHADAP KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE DI RSUD PROF. DR . MARGONO SOEKARJO Agus Dwi Putra Setiawan1, Sidik Awaludin2, Arif Imam Hidayat2 Latar Belakang: Data Riskesdas tahun 2018 menyebutkan prevalensi stroke di Indonesia di usia ≥ 15 tahun adalah 10,9% dan sekitar 2,5% meninggal sedangkan sisanya mengalami disabilitas ringan hingga berat. Kecacatan post stroke dapat diminimalisir dengan Latihan Range Of Motion (ROM). Untuk meningkatkan efektifitas dalam latihan ROM post stroke, pasien memerlukan media yang aplikatif untuk dijadikan panduan dalam latihan ROM post stroke. Aplikasi berbasis smartphone diharapkan mampu membantu pasien dalam memahami prosedur ROM untuk meningkatkan kekuatan ototnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh Latihan ROM berbasis smartphone terhadap kekuatan otot pasien stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan metode One group pre and posttest with control group desain. Tenknik pengambilan sampling menggunakan consecutive sampling. Sampel penelitian sejumlah 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan chek list lembar observasi penilaian kekuatan otot dan aplikasi video berbasis smartphone. Analisa data yang di gunakan adalah analisa univariate dan bivariate. Analisa bivariate yaitu menggunakan uji beda dua mean intra dan antar kelompok yaitu menggunakan uji wilcoxon dan uji Mann whitney Hasil: Hasil penelitian mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, usia pada kelompok kontrol mayoritas usia 50-64 tahun, pada kelompok intervensi 35-49 tahun, mayoritas berpendidikan SLTP, jenis stroke mayoritas stroke non hemoragik. Uji beda sebelum dan setelah pada kelompok kontrol di dapatkan nilai p= 0,014 dan pada kelompok intervensi nilai p=0,005.Uji beda antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan nilai p=0.315 Kesimpulan: Terapi latihan ROM berbasis smartphone tidak menunjukan perbedaan pengaruh dengan terapi standar rumah sakit terhadap kekuatan otot pasien stroke. Kata kunci: kekuatan otot, latihan ROM, smartphone, stroke. ________________________________________ 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2 Dosen Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu- Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT THE EFFECT OF SMARTPHONE BASED RANGE OF MOTION (ROM) TRAINING ON MUSCLE STRENGTH OF STROKE PATIENTS IN HOSPITAL PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Agus Dwi Putra Setiawan1, Sidik Awaludin2, Arif Imam Hidayat2 Background: Riskesdas data in 2018 stated that the prevalence of stroke in Indonesia at the age of 15 years was 10,9 % and around 2,5 % died while the rest experienced mild to severe disabilities. Post stroke disability can be minimized by exercise therapy in the form of ROM exercise. To increase effectiveness in post stroke ROM exercise, patients need applicative media to be used guides in the in-post stroke ROM exercise. Media with video is considered quite effective for ROM practise guides. Smartphone- based applications are expected to be able to assist patients in undersranding ROM procedures to increase muscle strebgth. Objective: This study aims to determine how the influence of smartphone- based exercise therapy on the muscle strength of stroke patients in Hospital Prof. DR. Margono Soekarjo Method: The design of this study used a quasy experiment with the one group pre and postest method with control group design. The sampling technique used consecutive sampling. The research sample was 22 respondent and divided into two groups. The research instrument uses a check list of muscle strength assessment observation sheets and a smartphone – based video application Results: The results of the study the majority or research respondents were female, the age in the control group was the majority aged 50-64 years, the intervention group 35-49 years, the majority junior hig school education, the majorityof stroke types were non- hemorrhagic stroke. The difference tes before and after in the control got p value= 0.014 and in the intervention group p value = 0.005. The difference test between the control group and the treatment group p value = 0.315 Conclusion: Smartphone based ROM exercise therapy did not show any difference in effect with standard hospital therapy on muscle strength in stroke patient Keywords: muscle strength, ROM exercises, smartphone, Stroke ________________________________________ 1 Student of Nursing Departement, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University 2 Lecturers of Nursing Departement, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman Universiti | |
| 32235 | 35326 | F1B114029 | IMPLEMENTASI PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI KECAMATAN WARUNGPRING KABUPATEN PEMALANG | Implementasi Kebijakan Program Kredit Usaha Rakyat Di Kecamatan Warungpring. Identifikasi masalah : Bagaimana ketepatan program KUR dalam mencapai tujuan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat. Metode Penelitian adalah Kualitatif. Subjek Penelitian : Warga Kecamatan Warungpring dan Pelaksana KUR. Dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti bermaksud untuk memberikan gambaran mengenai Implementasi Program kredit Usaha Rakyat Di Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang dimana penulis mewawancarai orang, sumber data terditi dari data primer yang diperoleh melalui wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen, catatan-catatan, laporan maupun arsip resmi yang dapat didukung dengan kelengkapan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program kredit usaha rakyat berhasil berjalan dengan baik dengan bukti bahwa adanya kepuasan masyarakat yang tercapai dalam program kredit usaha rakyat di Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang dan pada kualitas pelayanan sudah berjalan dengan baik sebagaimana prosedur yang sudah berlaku walaupun ada sedikit yang musti dibenahi agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih maksimal, namun terlepas dari itu masyarakat sudah merasa puas dengan adanya program Kredit Usaha Rakyat. | Implementation of People's Business Credit Program Policies for Micro Business Development in Warungpring District. Problem identification: How is the accuracy of the KUR program in achieving program objectives that aim to improve the welfare and standard of living of the community through the development of MSMEs. The Research Method is Qualitative. Research Subjects: Residents of Warungpring District and KUR Implementers. The basis of the research used is descriptive qualitative where the researcher intends to provide an overview of the Implementation of the People's Business Credit Program in the Warungpring District, Pemalang Regency where the authors interview people, the data sources consist of primary data obtained through interviews while secondary data is obtained from documents, records, records, reports and official archives that can be supported by complete primary data. The results of this study indicate that the people's business credit program is running well with evidence that there is community satisfaction achieved in the people's business credit program in the Warungpring District, Pemalang Regency and the quality of service has been going well as the procedure has been applied although there are a few things that need to be addressed. so that the services provided to the community can be maximized, but apart from that the community is satisfied with the People's Business Credit program. | |
| 32236 | 35332 | E1A018162 | PRAKTIK MANIPULASI PASAR PADA PERDAGANGAN SAHAM DI PASAR MODAL INDONESIA ( Studi Kasus PT Trada Alam Minera Tbk ) | PT Trada Alam Minera Tbk merupakan salah satu Perseroan Terbatas yang memulai usahanya secara komersial pada bulan September tahun 2000 dan melakukan kegiatan di bidang pelayaran dan penyelenggaraan angkutan laut, jasa pertambangan, pembangunan dan perdagangan umum. Pada tanggal 27 Agustus 2008 PT Trada Alam Minera Tbk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan kode saham “TRAM”. Dalam kurun waktu 2012-2017 terjadi pergerakan harga yang tidak wajar pada saham TRAM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya praktik manipulasi pasar pada perdagangan saham PT Trada Alam Minera Tbk dan menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi investor terhadap praktik manipulasi pasar pada perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perndang-undangan, dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitian berupa deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang dilengkapi dengan data primer berupa wawancara, dan metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pada perdagangan saham PT Trada Alam Minera Tbk terdapat tindakan manipulasi pasar yang merujuk kepada perdagangan semu yang dilakukan oleh Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat dengan cara membentuk harga permintaan dan penawaran rekayasa dengan menggunakan nominee, sehingga tidak terjadi perubahan kepemilikan saham TRAM dan seolah-olah aktif diperdagangkan di Bursa Efek. Tindakan tersebut melanggar ketentuan Pasal 91 dan Pasal 92 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Untuk itu diperlukan adanya suatu perlindungan hukum yang menjamin kepastian hukum bagi para investor ketika melakukan kegiatan di pasar modal Indonesia, baik itu secara preventif maupun represif, salah satunya terdapat di dalam ketentuan POJK Nomor 65/POJK.04/2020 Tentang Pengembalian Keuntungan Tidak Sah dan Dana Kompensasi Kerugian Investor di Bidang Pasar Modal. | PT Trada Alam Minera Tbk is a Limited Company that started its commercial business in September 2000 and engages in activities in shipping and sea transportation operations, mining services, construction and general trading. On August 27, 2008 PT Trada Alam Minera Tbk conducted an Initial Public Offering (IPO) with the stock code “TRAM”. In the period 2012-2017 there was an unnatural price movement in TRAM stock’s. This research aims to analyze the occurrence of market manipulation practices in stock trading of PT Trada Alam Minera Tbk and analyze forms of legal protection for investors against market manipulation practices in stock trading in the Indonesian capital market. The method used in this research is normative juridical, with a statutory, and an analytical approach. The research specifications are descriptive, the data collection method uses a literature study which is equipped with primary data in the form of interviews, and the analytical method uses qualitative normative. Based on the results of the research and study that has been carried out, it can be concluded that in the stock trading of PT Trada Alam Minera Tbk there is an act of market manipulation which refers to false trading carried out by the President Commissioner of PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat by forming an engineering bid and supply price. by using a nominee, so that there is no change in TRAM's share ownership and it seems as if it is actively traded on the Stock Exchange. This action violates the provisions of Article 91 and Article 92 Law Number 8 of 1995 about the Capital Market. For this reason, it is necessary to have a legal protection that guarantees legal certainty for investors when carrying out activities in the Indonesian capital market, both preventively and repressively, one of which is contained in the provisions of POJK Number 65/POJK.04/2020 about Return of Illegal Profits and Investor Loss Compensation Fund in the Capital Market Sector. | |
| 32237 | 35317 | G1B014060 | Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Binangun Tahun 2022 | Latar belakang : Keselamatan dan kesehatan kerja puskemas adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia Puskesmas, pasien, pendamping pasien, pengunjung, dan masyarakat disekitar Puskesmas. Alasan pelakasaan keselamatan dan kesehatan kerja di puskesmas, adalah puskesmas sebagi institut pelayanan kesehatan memiliki berbagai macam potensi bahaya. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja mengaju pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif fenomenologi agar dapat mendalami dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang implementasi keselamatan dan kesehatan kerja. Subyek penelitia terdiri dari informan utama dan informan triangulasi yang berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) Puskesmas. Pengolahan data menngunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian : Pengetahuan karyawan Puskesmas Binangun tentang keselamatan dan kesehatan kerja sudah baik. Namun masih banyak karyawan belum memahami konsep Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pelaksanaaan SMK3 di Puskesmas Binangu belum sempurna. Pada tahap penetapan kebijakan, Puskesmas Binnagun belum memiliki komitmen K3 secara tertulis dan belum memiliki tim khusus K3. Pada perencanaan K3 Puskesmas, Puskesmas binangun belum memiliki rencana kerja K3 sesuai dengan identifikasi risiko. Pada pelaksanaan K3 Puskesmas, Puskesmas Binagun belum terlaksana sepenuhnya sesuai 11 standar K3 PMK Nomor 52 tahun 2018 tentang K3 Fasyankes. Standar yang sudah dilaksanakan yaitu kewaspadaan standar, shift kerja, imunisasi bagi SDM beruisiko, pengukuran kualitas air, pemeliharaan kebersihan gedung, kesiapsiaggan menghadapi kondisi darurat dan bencana, dan pengelolaan B3 dan Limbah B3. Sedangakan standar yang belum dilaksanakan yaitu identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko K3, prinsip ergonomi angkat angkut pasien dan postur kerja, pengaturan tata ruang kerja, serta pemeriksaan kesehata berkala. Budaya K3 di Puskesmas Binangun belum dilaksanakan dengan baik hal ini dikarenakan belum dilaksankannya SMK3 secara sempurna walaupun karyawan Puskesmas Binangun sudah memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi serta perilaku kepatuahn menjalankan K3 sesuai SOP yang ada. Kesimpulan : pengetahuan karyawan Puskesmas Binangun cukup baik. Puskesmas Binangun belum melaksanakan SMK3 secara sempurna. Budaya K3 di Puskesmas Binangun tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna karena SMK3 belum dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan standar K3 belum sepenuhnya dijalankan hal ini dikarenakan belum adanya dukungan organisasi berupa komitmen dan tim khusus K3 Kata kunci :keselamatan dan kesehatan kerja, puskesmas. | Background: Occupational health and safety at the Puskesmas are all activities to ensure and protect the human resources of the Puskesmas, patients, patient companions, visitors, and the community around the Puskesmas. The reason for implementing occupational safety and health at the puskesmas is that the puskesmas as a health service institute has various potential hazards. The implementation of occupational safety and health refers to the Regulation of the Minister of Health Number 52 of 2018 concerning Occupational Safety and Health in Health Service Facilities. Method: This study uses phenomenological qualitative research in order to explore and gain a deeper understanding of the implementation of occupational safety and health. The research subjects consisted of the main informants and triangulation informants who came from the Human Resources (HR) of the Puskesmas. Data processing uses source triangulation and method triangulation. Research result: Knowledge of Binangun Health Center employees about occupational safety and health is good. However, there are still many employees who do not understand the concept of System Occupational Health and Safety Management (SMK3). The implementation of SMK3 at the Binangu Health Center has not been perfect. At the policy setting stage, the Binnagun Health Center does not yet have a written K3 commitment and does not yet have a special K3 team. In the Health Center K3 planning, the Binangun Health Center does not yet have a K3 work plan in accordance with risk identification. In the implementation of the K3 Health Center, the Puskesmas Binagun has not been fully implemented according to the 11 PMK K3 standards Number 52 of 2018 concerning K3 Health Facilities. The standards that have been implemented are standard precautions, work shifts, immunization for human resources at risk, measurement of water quality, maintenance of building cleanliness, preparedness for emergency and disaster conditions, and management of B3 and B3 Waste. While the standards that have not been implemented are identification of potential hazards and control of K3 risks, ergonomics principles of patient transport and work posture, work space arrangement, and periodic health checks. The K3 culture at the Binangun Health Center has not been implemented properly this is because the SMK3 has not been implemented perfectly even though the employees of the Binangun Health Center already have a high level of knowledge and compliance behavior in carrying out K3 according to the existing SOP. | |
| 32238 | 35318 | A1A115041 | STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI KAWASAN WISATA KESEHATAN JAMU KABUPATEN TEGAL | Program pemberdayaan tanaman obat keluarga mempunyai nilai tambah untuk menghemat kebutuhan pokok serta bisa mendatangkan penghasilan tambahan bagi masyarakat. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian mengenai kendala dan strategi yang tepat bagi pengembangan kawasan wisata kesehatan jamu di Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Sasaran penelitian ini adalah pengunjung Wisata Kesehatan Jamu, pengelola, dan masyarakat sekitar wisata. Metode analisis data yang digunakan yakni analisis deskripstif, analisis Matriks IFE – EFE, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor internal dan eksternal strategi pengembangan kawasan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Desa Kalibakung mengidentifikasi bahwa faktor pelayanan wisata menjadi kekuatan terbesar, namun kelemahan terbesar justru pada promosi dan pemasaran yang dilakukan. Sementara itu, faktor lokasi kawasan WKJ yang strategis adalah peluang terbesar, sedangkan banyaknya lokasi wisata lain justru menjadi ancaman terbesar. 2. Analisa SWOT menunjukkan strategi yang terbaik pelaksanaan strategi pengembangan kawasan Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Desa Kalibakung adalah dengan strategi pertahankan dan pelihara; penetrasi pasar dan juga pengembangan produk karena berada di kuadran V yang termasuk usaha yang memiliki posisi kompetitif cukup kuat. Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) merekoendasikan strategi serupa yakni dengan membentuk tim pemasaran yang khusus diberdayakan untuk menjaring lebih banyak pengunjung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi serta membuat promo paket wisata menarik. | Toga empowerment program has received government attention and support. Therefore, the authors are interested in conducting research on the constraints and appropriate strategies for the development of herbal health tourism areas in Kalibakung Village, Balapulang District, Tegal. This research uses quantitative research methods with a field study approach. The target of this research is visitors to Herbal Health Tourism, managers, and the community around the tour. The data analysis methods used are descriptive, IFE – EFE Matrix, and SWOT analysis. The results showed that the analysis of internal and external factors for the development strategy of the Herbal Health Tourism (WKJ) area of Kalibakung Village identified that the tourism service factor was the biggest strength, but the biggest weakness was precisely in the promotion and marketing carried out. Meanwhile, the strategic location of the WKJ area is the biggest opportunity, while the number of other tourist sites poses the biggest threat. 2. The SWOT analysis shows that the best strategy for implementing the development strategy of the Herbal Health Tourism Area (WKJ) in Kalibakung Village is to maintain and maintain; market penetration and product development because it is in the V quadrant which includes businesses that have a fairly strong competitive position. The analysis of the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) recommends a similar strategy, namely by forming a marketing team that is specifically empowered to attract more visitors by taking advantage of technological developments and making attractive tour package promos. | |
| 32239 | 35319 | D1E014141 | PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP KADAR PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI PERTAMA | Penelitian berjudul “Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dan Npk Terhadap Kadar Protein Kasar Dan Serat Kasar Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Defoliasi Pertama” telah dilaksanakan mulai tanggal 17 Februari sampai 10 Mei 2018 di Experimental Farm dan Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi level pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari kadar protein kasar dan kadar serat kasar rumput odot. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanaman rumput odot defoliasi pertama yang awalnya ditanam pada total lahan seluas 278 m2 dengan luas setiap petak adalah 5 m2 serta jarak tanam 0,75 m x 0,35 m sehingga dibutuhkan 720 batang stek rumput odot, 270 kg pupuk kandang dan 2,5 kg pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah eksperimen pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari K0 : pupuk kandang 0 kg/5m2, K 1: pupuk kandang 7,5 kg/5m2, K2: pupuk kandang 15 kg/5m2 dan faktor kedua adalah pupuk NPK (M) yang terdiri dari M0 : pupuk NPK 0 g/5m2, M1 : pupuk NPK 37,5 g/5m2, M2 : pupuk NPK 75 g/5m2 dan M3 : pupuk NPK 112,5 g/5m2. Peubah yang diukur adalah kadar protein kasar dan kadar lemak kasar rumput odot defoliasi pertama. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa Interaksi antara pupuk kandang dan NPK tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar protein kasar namun berpengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar. Kata kunci : rumput odot, pupuk kandang, NPK, protein kasar,serat kasar. | The research entitled "Effect of Combination of Manure and NPK on Crude Protein Content and Crude Fiber of Odot Grass (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) First Defoliation" was carried out from 17 February to 10 May 2018 at Experimental Farm and Agrostology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research objective was to examine the effect of giving the optimum combination of manure and NPK levels in terms of crude protein content and crude fiber content of odot grass. The material used in the study was the first defoliated of Odot grass plant which was initially planted on a total area of 278 m2 with an area of 5 m2 for each plot or unit and a spacing of 0.75 mx 0.35 m so that 720 stems of odot grass cuttings were needed, 270 kg of manure and 2.5 kg of NPK fertilizer. The method used was a factorial pattern experiment with a randomized block design. The first factor was manure consisting of K0: manure 0 kg / 5m2, K 1: manure 7.5 kg / 5m2, K2: manure 15 kg / 5m2 and the second factor is NPK fertilizer (M) which consists of M0 : NPK fertilizer 0 g / 5m2, M1: NPK fertilizer 37.5 g / 5m2, M2: NPK fertilizer 75 g / 5m2 and M3: NPK fertilizer 112.5 g / 5m2. The variables measured were crude protein content and crude fat content of the first defoliated Odot grass. The results of the analysis of variance showed that the interaction between manure and NPK did not have a significant effect on crude protein content but had a very significant effect on crude fiber content. The higher the level of manure and NPK will increase the crude protein content and crude fiber of the first defoliated Odot grass. | |
| 32240 | 35321 | I1F020015 | PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME DI RUANG ICCU RSUD MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO | Latar Belakang : Pasien acute coronary syndrome yang dirawat intensif di ruang ICCU memiliki gangguan secara fisik dan psikologis. Secara psikologis umumnya akan mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan yang tidak diatasi dengan baik dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan bisa memperpanjang masa rawat di ruang ICCU. Tujuan : Mengetahui pengaruh dari kombinasi terapi murottal dan doa terhadap penurunan kecemasan pasien ACS di Ruang ICCU Metodologi : Desain penelitian menggunakan rancangan quasi experiment (pretestposttest with control group). Responden berjumlah 38 pasien yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi belangsung selama 25 menit (murottal 15 menit dan doa 10 menit). Instrumen yang digunakan adalah Visual Analog Scale Anxiety (VAS-A) 0 – 100. Data dianalisis menggunakan uji paired t test dan independent t test. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan dari skor kecemasan dikelompok intervensi dengan nilai p = 0,000. Sedangkan dikelompok kontrol tidak ada perbedaan skor kecemasan yang signifikan dengan nilai p = 0,108. Berdasarkan perbedaan penurunan skor kecemasan dari kedua kelompok menunjukan hasil yang signifikan dengan nilai p= 0,000. Kesimpulan : Kombinasi terapi murottal dan doa berpengaruh untuk menurunkan skor kecemasan pada pasien ACS. Kata Kunci: Acut coronary syndrome, kecemasan, kombinasi murottal dan doa | Background: Acute coronary syndrome patients who are treated intensively in the ICCU room have physical and psychological disorders. Psychologically will generally experience anxiety disorders. Anxiety disorders that are not handled properly can worsen the patient's quality of life and can prolong the stay in the ICCU. Objective: Kowing the effect of the combination of murottal and prayer on reducing anxiety in ACS patients in ICCU room. Methodology: The study used a quasiexperimental design (pretest-posttest with control group). A total of 38 patients and divided into intervention and control groups using consecutive sampling technique. The intervention lasted for 25 minutes (15 minutes murottal and 10 minutes prayer). The instrument used was Visual Analog Anxiety Scale (VAS-A) 0 – 100. Data were analyzed using paired t test and independent t test. Results: There is a significant difference between pretest and posttest anxiety scores in the intervention group (0.000). While in the control group there is no significant difference in scores (0,108). Based on the difference in the decrease in anxiety scores from the two groups showed significant results (0.000). Conclusion: Combination of murottal and prayer has an effect on reducing anxiety scores in ACS patients. Keywords: Acut coronary syndrome, anxiety, combination of murottal and prayer |