| NIM | E1A017002 |
| Namamhs | OKI DWI OKTARIN |
| Judul Artikel | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MENJATUHKAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEKERASAN SEKSUAL ANAK (TINJUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 243/PID.SUS/2018/PN.CMS) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Seorang anak yang menjadi saksi tindak pidana kekerasan seksual sangat rentan terhadap tekanan ataupun ancaman yang dapat membahayakan tumbuh kembangnya,sehingga demi terjaminnya tumbuh kembang anak,maka sidang harus dinyatakan tertutup untuk umum dan hakim yang melakukan pemeriksaan harus seorang hakim anak. Skripsi ini merupakan penelitian untuk mengetahui penjelasan tentang proses peradilan pidana yang dilaksanakan secara tertutup dalam tindak pidana kekerasan seksual yang korbannya anak serta bagaimana dasar pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku Metode pendekatakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier berupa peraturan perundang-undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pada prinsipnya, semua persidangan harus dinyatakan terbuka untuk umum, kecuali hal yang diatur dalam undang-undang,karena dalam putusan Nomor 243/Pid.Sus/2018/Pn.Cms yang saksi korbannya adalah anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun,maka persidangan dilakukan tertutup guna untuk menjaga tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun mental. Sedangkan pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam menjatuhkan pidana dalam putusan tersebut mendasarkan pada bukti yang diajukan dalam persidangan, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, serta unsur-unsur dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | A child who witnesses a criminal act of sexual violence is very vulnerable to pressure or threats that can endanger the growth and development, so that for the sake of ensuring the growth and development of children, the trial must be declared closed to the public and the judge who conducts the examination must be a child judge. This thesis is a study to find out the explanation of the criminal justice process carried out behind closed doors in the criminal act of sexual violence whose victims are children and how the basis of legal consideration by the judges in sentencing criminals to perpetrators The short method used in this study is a method of normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials in the form of relevant laws and literature books. Based on the results of the study it can be concluded that in principle, all trials must be declared open to the public, except those stipulated in the law, because in the verdict No. 243 / Pid.Sus / 2018 / Pn.Cms whose victim witnesses are children who have not been 18 (eighteen) years old, then the trial is closed to maintain the growth and development of children both physically and mentally. While the legal consideration by the panel of judges in sentencing the criminal in the ruling is based on the evidence presented in the trial, the facts revealed in the trial, as well as elements in Article 81 paragraph (2) of Indonesian Law No.35 of 2014 on changes to Law No.23 of 2002 on Child Protection.
|
| Kata kunci | Perlindungan,kekerasan seksual,anak |
| Pembimbing 1 | Drs.Antonius Sidik Maryono,S.H.,M.S. |
| Pembimbing 2 | Dessi Perdani Yuris Puspita Sari,S.H.,M.H. |
| Pembimbing 3 | Handri Wirastuti Sarwitri,S.H.,M.H. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2022-02-24 09:04:07.768641 |
|---|