Artikelilmiahs
Menampilkan 32.201-32.220 dari 50.030 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32201 | 35292 | I1F020013 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HAMBATAN KOMUNIKASI EFEKTIF PASIEN BEDAH ELEKTIF FASE PRE OPERATIF di RSMS | Latar Belakang : Komunikasi efektif merupakan salah satu aspek yang penting dalam perawatan perioperatif. Banyak penelitian tentang hambatan berkomunikasi efektif yang berdasarkan sudut pandang perawat, dan hanya sedikit yang menggali hambatan berkomunikasi efektif berdasarkan sudut pandang pasien. Tujuan : Mengetahui pengaruh faktor karakteristik responden terhadap hambatan komunikasi efektif pasien dan perawat pada fase pre operatif dalam perspektif pasien di RSMS. Metodologi : Desain penelitian menggunakan pendekatan descriptif analytik dengan desain cross sectional. Data diambil melalui kuesioner dengan sampel 135 pasien bedah elektif yang dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data diolah dengan statistik deskriptif dan dikorelasikan dengan korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian : Hasil penelitian memperlihatkan 14,8% responden memiliki hambatan rendah, 73,3% memiliki hambatan sedang dan 11,9% memiliki hambatan tinggi. Faktor jenis kelamin, usia, status perkawinan, riwayat pendidikan, status pekerjaan, jenis pembiusan dan riwayat rawat inap sebelumnya tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hambatan komunikasi. Faktor bahasa sehari-hari (r = -0,247, p = 0,004), jenis pelayanan operasi (r = 0,207, p = 0,016) dan pengalaman operasi sebelumnya (r = 0,503, p = 0,001) memiliki hubungan signifikan dengan hambatan komunikasi efektif. Kesimpulan : Mayoritas responden memiliki hambatan berkomunikasi efektif tingkat sedang. Bahasa pasien sehari-hari, jenis pelayanan operasi dan pengalaman operasi sebelumnya memengaruhi hambatan berkomunikasi efektif antara pasien dan perawat. Kata kunci : Hambatan komunikasi efektif, Perspektif pasien, pre operatif, | Background : Effective communication is an important aspect of perioperative care. Many studies talk about effective communication barriers by nurse perceived and only a few discuss effective communication barriers perceived by patient. Aim : This study aimed at knowing the correlation of the respondent's characteristic factors to effective communication barriers between patients and nurses in the pre-operative phase perceived by the patients in RSMS. Methods : This study used descriptive analytic approach with cross sectional design. Data were collected through a questionnaire with a sample of 135 elective surgery patients who were selected using a consecutive sampling technique. The data were processed by descriptive statistics and correlated with the Spearman Rank correlation. Result : The results showed that 14.8% of respondents had low barriers, 73.3% had moderate barriers and 11.9% had high barriers. Gender, age, marital status, educational history, employment status, type of anesthesia and previous hospitalization did not have a significant relationship with communication barriers. Daily language factors (r = -0.247, p = 0.004), type of operating service (r = 0.207, p = 0.016) and previous operating experience (r = 0.503, p = 0.001) had a significant relationship with barriers to effective communication. Conclusion : it could be concluded that most people of respondents had a moderate level of powerful communique boundaries. The patient's daily language, the type of operating service and previous operating experience affect the obstacles to effective verbal exchange among sufferers and nurses. Keywords : effective communication barriers, pre operative, patients perceived | |
| 32202 | 35295 | L1B017047 | THE EFFECTS OF SUBSTITUTION ON FISH MEAL WITH MAGGOT MEAL IN ARTIFICIAL FEED FOR EELS (Anguilla bicolor) GROWTH AND SURVIVAL RATE | Ikan Sidat (Anguilla sp.) merupakan komoditas ikan air tawar budidaya unggulan. Pada budidaya ikan sidat sistem intensif, penggunaan padat penebaran tinggi mengakibatkan biaya produksi yang tinggi. Tepung maggot adalah salah satu bahan baku alternatif yang memiliki nilai nutrisi lengkap seperti tepung ikan namun harganya lebih murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas substitusi tepung ikan dengan tepung maggot dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan sidat (Anguilla bicolor) Fase elver. Metode yang dilakukan pada penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan kombinasi tepung ikan dan tepung maggot, P0: TI 100% dan TM 0%, P1 : TI 80% dan TM 20%, P2 : TI 60% dan TM 40% dan P3 : TI 40% dan TM 60%. Hasil pemeliharaan selama 60 hari menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan yield, sedangkan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak, konversi pakan, dan sintasan. Hasil parameter kualitas air media yaitu suhu berkisar antara 24 °C - 29,8 °C, pH berkisar 5,14-7,7, DO berkisar 2,4 mg/l - 5,1 mg/l dan ammonia berkisar 0 ppm – 0,01 ppm. | Eel (Anguilla sp.) is a leading freshwater fish commodity. In the intensive system, high stocking density results in high production costs. Maggot meal is an alternative raw material that has complete nutritional value such as fish meal but is cheaper. The purpose of this study was to determine the effectiveness of substituted fish meal with maggot meal on the growth and survival rate (Anguilla bicolor) Elver phase. The method carried out in this study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications with a combination of fish meal and maggot meal, P0: 100% TI and 0% TM, P1: 80% TI and 20% TM , P2 : TI 60% and TM 40% and P3 : TI 40% and TM 60%. The results of rearing for 60 days showed a significant effect on absolute weight growth, specific growth rate, and yield, while the yield had no significant effect on absolute length growth, feed conversion, and survival. The results of the water quality parameters of the media are temperatures ranging from 24 °C -29,8 °C, pH ranging from 5,14-7,7, DO ranging from 2,4 mg/l – 5,1 mg/l and ammonia ranging from 0 ppm – 0,01 ppm. | |
| 32203 | 35216 | F1A017084 | Pengaruh Status Sosial Ekonomi, Pola Asuh Orang Tua dan Teman Sebaya Terhadap Kedisiplinan Belajar Mahasiswa Sosiologi UNSOED | Kedisiplinan belajar mahasiswa merupakan perilaku patuh mahasiswa pada aturan belajar baik yang berlaku di rumah dan di kelas. Tidak semua mahasiswa dapat menerapkan perilaku kedisiplinan belajar dengan baik, karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kedisiplinan belajar mahasiswa. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dan teman sebaya terhadap kedisiplinan belajar mahasiswa Sosiologi UNSOED. Penelitian ini menggunakan metode survei explanatif. Sasaran penelitian ini mahasiswa Jurusan Sosiologi UNSOED tahun angkatan 2017, 2018 dan 2019. Sampel berjumlah 46 mahasiswa yang diambil dengan teknik proportionate random sampling. Peneliti menggunakan distribusi frekuensi dan tau kendall-b sebagai metode analisis data. Hasil dari penelitian (1) Terdapat pengaruh yang positif, namun tidak signifikan antara status sosial ekonomi terhadap kedisiplinan belajar mahasiswa Sosiologi UNSOED, dengan nilai korelasi 0,081 dan nilai 𝘱 value 0,547, (2) Terdapat pengaruh yang positif, namun tidak signifikan antara pola asuh orang tua terhadap kedisiplinan belajar mahasiswa Sosiologi UNSOED, dengan nilai korelasi 0,203 dan nilai 𝘱 value 0,131, dan (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara teman sebaya terhadap kedisiplinan belajar mahasiswa Sosiologi UNSOED, dengan nilai korelasi 0,337 dan nilai 𝘱 value 0,017. Berdasarkan pemaparan data hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh yang positif antar variabel status sosial ekonomi, pola asuh orang tua dan teman sebaya terhadap kedisiplinan belajar, dapat membentuk perilaku kedisiplinan belajar mahasiswa Sosiologi UNSOED yang tinggi. | Student learning discipline is the student's obedient behavior to the rules of study both at home and in the classroom. But not all students can apply disciplined behavior to learn well, because there are factors that influence student learning discipline behavior. This article aims to explain the influence of socio economic status, parenting of parents and peers on the discipline of studying UNSOED Sociology students. The study used explanative surveillance methods. The target of this research is UNSOED Sociology students in the class of 2017, 2018 and 2019. A sample of 46 students was taken with proportionate random sampling techniques. Researchers used frequency distribution and tau kendall-b as a method of data analysis. The results of the study (1) There is a positive, but insignificant influence between socio economic status on the discipline of UNSOED Sociology students, with a correlation value of 0.081 and a value of p value 0.547, (2) There is a positive, but insignificant influence between the parenting of parents to the discipline of learning students of Sociology UNSOED, with a correlation value of 0.203 and a value of p value of 0.131, and (3) There is a positive and significant influence among peers on the discipline of UNSOED Sociology students, with a correlation value of 0.337 and a value of p value of 0.017. Based on the presentation of the data from the results of this study, it can be drawn conclusion that there is a positive influence between variables of socio economic status, pattern of foster parents and peers on learning discipline, can shape behavior high learning discipline of UNSOED Sociology students. | |
| 32204 | 35296 | F1A016067 | PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MAHASISWI PENGGUNA VAPE DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Seiring perkembangan tekonologi, saat ini beredar rokok elektrik sebagai produk inovasi terbaru asal Amerika Serikat. Bagi kaum perempuan, sebenarnya merokok sendiri adalah perilaku yang telah umum dijumpai dalam masyarakat. Secara sosial, perempuan saat ini semakin berani dan tidak malu lagi jika harus merokok di ruang-ruang publik. Akan tetapi pada daerah yang masih memegang kuat norma sosial seperti Purwokerto, wanita merokok masih mendapat konstruksi negatif dari masyarakat, terlebih bagi mahasiswi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran mengenai persepsi mahasiswa terhadap mahasiswi pengguna vape di Universitas Jenderal Soedirman Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan adalah pegawai mahasiswa pengguna dan non-pengguna vape, mahasiswi pengguna vape di Universitas Jenderal Soedirman, dan penjual vape. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dan validasi penelitian memakai triangulasi data sumber. Dari hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Perempuan perokok vape di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sudah dianggap biasa, dan merupakan sesuatu hal yang tabu dan bagian dari pergaulan. Mereka memersepsikan dirinya baik-baik saja karena mereka menilai dirinya sebagai perokok vape yang tahu diri dengan memilih tempat merokok dan ketika berada dengan orang tertentu saja. 2. Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman ini juga menilai mahasiswi pengguna vape tersebut adalah bukan sesuatu hal yang aneh lagi, karena semakin banyak perempuan yang merokok pada zaman modern sekarang ini di tuntut oleh gaya hidup. Selain itu, para mahasiswa juga memberikan persepsi kepada para pengguna vape ini sebagai perokok yang baik yang mana mereka tidak merugikan orang lain, karena mereka merokok vape di tempat tertentu (tidak sembarangan) dan tidak melanggar aturan. | Along with development of technology, e-cigarettes are currently circulating as the latest innovation product from the United States. For women, actually smoking itself is a behavior that is common in society. Socially, women are now getting bolder and no longer ashamed if they have to smoke in public spaces. However, in areas that still hold strong social norms such as Purwokerto, smoking women still receive negative construction from society, especially for female students. Therefore, the purpose of this study was to find out an overview of student perceptions of female vape users at Jenderal Sudirman University The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The informants are student employees of vape users and non-users, student vape users at Jenderal Sudirman University, and vape sellers. Data collection methods used were interviews, observation, and documentation. Data analysis methods used interactive analysis and research validation used source data triangulation. From the results of the study indicate several points of conclusion. Women who smoke vape among students at Jenderal Soedirman University are considered normal, and are something that is taboo and part of society. They perceive themselves to be okay because they judge themselves as vape smokers who know themselves by choosing where to smoke and only when they are with certain people. 2. This Jenderal Sudirman University student also assessed that this vape user student is not something strange anymore, because more and more women who smoke in modern times are currently being demanded by lifestyle. In addition, the students also gave a perception to these vape users as good smokers where they do not harm others, because they smoke vape in certain places (not arbitrary) and do not violate the rules. | |
| 32205 | 35298 | F1B017106 | Implementasi Peraturan Desa Susukan Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Bumdes Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul Implementasi Peraturan Desa Susukan Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Pembentukan Bumdes Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Judul tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan yang dibuat untuk mengurangi ketergantungan Desa terhadap Pemerintah Pusat, oleh karena itu seluruh Desa harus memilikinya. Desa Susukan merupakan salah satu desa yang memiliki BUMDes yakni BUMDes Mitra Usaha Makmur. Bahkan, BUMDes Mitra Usaha Makmur dianggap telah berhasil dalam pengelolaannya. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan BUMDes dalam mencapai tujuan yang sudah tertera dalam Peraturan Desa Susukan No 11 Tahun 2015. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor keberhasilan Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa Yang Dapat Meningkatkan Pendapatan Asli Desa di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pemilahan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil Penelitian ini yaitu terdapat peningkatan pendapatan asli desa karena adanya implementasi yang dilakukan dengan baik. Penelitian ini mengacu pada model implementasi kebijakan yang dirumuskan oleh Edward III. Implementasi BUMDes Mitra Usaha Makmur, dilihat dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi menunjukan hal yang positif sehingga kegiatan implementasi berjalan dengan baik walaupun masih perlu perbaikan dibeberapa hal. BUMDes Mitra Usaha Makmur memiliki unit usaha yang berfokus pada usaha pariwisata (eduwisata) yaitu Taman Lazuardi. Sehingga dari pengelolaannya, BUMDes Mitra Usaha Makmur Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas meningkatkan pendapatan asli desa. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, BUMDes | SUMMARY The study is entitled Implementation of Susukan Village Regulation Number 11 of 2015 concerning the Establishment of Bumdes in Increasing Village Original Income in Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Titles are motivated by their policies are made to reduce the depence of the village towards Government Center by for the whole village must have it. Desa Susukan is one of the villages that has a BUMDes, namely BUMDes Mitra Usaha Makmur. In fact, BUMDes Mitra Usaha Makmur is considered to have succeeded in its management. It is evidenced by the success of BUMDes to achieve the objectives that have been listed in Perdes Desa Susukan No. 11 of 2015. The purpose of researcg it is to describe and determine the factors success of Implementation of Policies Board Enterprises Owned Village That Can Imcrease Revenue Native Village in the Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Banyumas. The method that is used in research this is qualitative. Selection of informan using technique purposive sampling. Collecting data through interviews, documentation and observation. The data analysis method used is an interactive analysis method. The result of research is that there is an increase in eranings native for their implementation were done with good. The study is reffering to the model of implementation of the policy that was formulated by Edward III. Implementation BUMDes Mitra Usaha Makmur, seen from the aspect of communication, a source of power, disposition and structure of the bureaucracy shows things are positive so that the activities of implementation runs to well although still need improvement in somethings. BUMDes Mitra Usaha Makmur Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas increase the village’s original income. Keywords: Implementation of Policies, BUMDes. | |
| 32206 | 35299 | F1D016035 | DINAMIKA RELASI AKTOR DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dinamika relasi aktor dalam perencanaan dan pengembangan potensi wisata, khususnya di Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk: (1) menjelaskan dinamika relasi aktor dalam perencanaan dan pengembangan potensi wisata Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas; (2) menjelaskan aktor-aktor yang terlibat dalam relasi aktor dalam perencanaan dan pengembangan potensi wisata Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas; (3) menjelaskan faktor- faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat dalam perencanaan dan pengembangan potensi wisata Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Melalui paradigma konstruktivisme dan perspektif post strukturalisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas, terkhususnya di Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perhutani masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya. Perhutani yang lebih mengejar keuntungan untuk kepentingan perusahaan tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai mitra sejajar dalam program PHBM. | This research article aims to explain the dynamics of actor relations in planning and developing tourism potential, especially in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency which aims to: (1) explain the dynamics of actor relations in planning and developing the tourism potential of Karangsalam, Baturraden District, Banyumas Regency; (2) explain the actors involved in actor relations in planning and developing the tourism potential of Karangsalam, Baturraden District, Banyumas Regency; (3) explain the contextual factors that encourage and hinder the planning and development of tourism potential of Karangsalam, Baturraden District, Banyumas Regency. Through the constructivism paradigm and post-structuralism perspective, this research uses qualitative research methods. By being located in the Banyumas Regency area, especially in Karangsalam Village, Baturaden District. The results of this study indicate that Perhutani is still the dominant actor with great power in determining which stakeholders are desired to be involved in program planning. Perhutani pursues profit for the benefit of the company but on the other hand, does not increase the division of roles with LMDH as an equal partner in the PHBM program. | |
| 32207 | 35303 | F1C018021 | Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram @instapurwokerto Terhadap Minat Berwisata di Kabupaten Banyumas | Salah satu akun media sosial yang memanfaatkan instagram sebagai media promosi pariwisata di Kabupaten Banyumas yaitu akun @instapurwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media sosial instagram @instapurwokerto terhadap minat berwisata di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan menggabungkan metode kuantitatif dengan metode kualitatif sebagai data pendukung.. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R (Stimulus – Organism – Respons) yang menjelaskan bahwa suatu pesan atau stimulus yang dberikan kepada khayalak dapat menimbulkan suatu respon. Populasi dalam penelitian ini yaitu keseluruhan followers akun @instapurwokerto dengan sampel sebanyak 100 followers. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Regresi Linier Sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial instagram @instapurwokerto dengan minat berwisata di Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien sebesar 0,502. | One of the social media accounts that uses Instagram as a medium for tourism promotion in Banyumas Regency is @instapurwokerto account. This study aims to determine how the influence of the use of social media Instagram @instapurwokerto on tourism interest in Banyumas Regency. This study uses mixed methods by combining quantitative methods with qualitative methods as supporting data. The theory used in this study is S-O-R (Stimulus – Organism – Response) theory which explains that a message or stimulus given to the audience can cause a response. The population in this study are all followers of the @instapurwokerto account with a sample of 100 followers. The analysis used in this study is the Simple Linear Regression Test. The results of this study indicate that there is a significant influence between the use of social media Instagram @instapurwokerto and interest in traveling in Banyumas Regency with a coefficient value of 0.502. | |
| 32208 | 35301 | H1B016021 | PENGARUH ALIRAN LAHAR TERHADAP MUKA AIR BANJIR DI SUNGAI KALIWORO | Aliran lahar merupakan endapan material piroklastik hasil erupsi dari gunung api yang berada di puncak atau bagian hulu alur sungai. Pengaruh sungai terhadap aliran lahar dapat menyebabkan ketinggian muka air banjir yang tinggi, juga dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Jalan tol Solo – Yogyakarta dalam perencanaan akan dibangun diatas sungai Kaliworo dimana sungai tersebut merupakan sungai yang terkena dampak aliran lahar dari Gunung Merapi. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis ketinggian muka air banjir terhadap pengaruh aliran lahar dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS v. 6.0. dengan aplikasi HEC-RAS ini akan didapatkan hasil kedalaman, kecepatan, dan ketinggian muka air banjir. Pada penelitian ini DAS yang digunakan adalah DAS Kaliworo dengan luas daerah aliran sungai 20,034 km2. Sebelum melakukan pemodelan di HEC-RAS perlu menganalisis hidrologi untuk mendapatkan nilai debit yang nantinya akan diinput ke dalam HEC-RAS. Untuk menganalisis pengaruh aliran lahar digunakan nilai konsentrasi sedimen berdasarkan referensi dari peneliti lain. Hasil data pada masing-masing cross section yang didapat kemudian dibandingkan dengan selisih antara sungai aliran air bersih dengan aliran lahar. Setelah dilakukan analisis, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi lahar mengakibatkan elevasi muka air banjir menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal. | Lava flows are deposits of pyroclastic material resulting from the eruption of a volcano located at the top or upstream of a river channel. The influence of rivers on lava flows can cause high flood water levels, which can also have a negative impact on the environment and surrounding communities. The Solo – Yogyakarta toll road is planned to be built on the Kaliworo river where the river is a river affected by the lava flow from Mount Merapi. In this study, an analysis of the flood water level on the influence of lava flows will be carried out using the HEC-RAS v application. 6.0. With the HEC-RAS application, you will get the results of the depth, speed, and height of the flood water level. In this study, the watershed used is the Kaliworo watershed with a watershed area of 20,034 km2. Before doing the modeling in HEC-RAS, it is necessary to analyze the hydrology to get the discharge value which will be inputted into the HEC-RAS. To analyze the effect of lahar flow, sediment concentration values were used based on references from other researchers. The results of the data in each cross section obtained are then compared with the difference between clean water rivers and lava flows. After the analysis, it can be concluded that the concentration of lahars causes the flood water level to be higher than normal conditions. | |
| 32209 | 35302 | L1B017002 | ISOLASI DAN PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK DARI AIR DAN SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI DESA BUNTON, KECAMATAN ADIPALA, KABUPATEN CILACAP | Lingkungan tambak udang vaname umumnya mengandung banyak bahan organik yang menyebabkan berkembangnya komunitas bakteri, khususnya yang mampu mendegradasi bahan organik seperti karbohidrat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada air dan sedimen tambak udang vaname di Bunton, Adipala, Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Bakteri amilolitik dapat ditemukan pada air dan sedimen tambak udang vaname dengan proporsi berturut-turut yaitu 43% dan 27%. Didapatkan 14 isolat terpilih dngan indeks tinggi. Isolat bakteri amilolitik yang didapatkan memiliki indeks aktivitas berkisar antara 0,3–3,8 (air), dan 0,2-4,3 (sedimen). Indeks aktivitas bakteri amilolitik tertinggi pada air yaitu 3,8, sedangkan pada sedimen 4,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa isolat bakteri tersebut berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bakteri probiotik. | The vannamei shrimp pond environment generally contains a lot of organic matter which causes the development of bacterial communities, especially those capable of degrading organic materials such as carbohydrates. The purpose of this study was to determine the presence and activity index of amylolytic bacteria in water and sediment of vaname shrimp ponds in Bunton, Adipala, Cilacap. The method used in this study is an observation method with a sampling technique carried out by purposive sampling. Amylolytic bacteria can be found in water and sediment of vaname shrimp ponds with proportions of 43% and 27%, respectively. Obtained 14 isolates selected with a high index. The amylolytic bacterial isolates obtained had activity indexes ranging from 0.3–3.8 (water) and 0.2–4.3 (sediment). The highest index of amylolytic bacteria activity in water was 3.8, while in sediment it was 4.3. These results indicate that these bacterial isolates have the potential to be further developed into probiotic bacteria. | |
| 32210 | 35300 | I1F020017 | PENGARUH POSISI LATERAL TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN WEANING VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO | ABSTRAK PENGARUH POSISI LATERAL TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN WEANING VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO Putut Anggara Susetiya, Iwan Purnawan, Arif Imam Hidayat Latar Belakang : Penggunaan ventilator mekanik dalam jangka panjang dapat menimbulkan banyak dampak buruk, sehingga perlu dilakukan weaning. Salah satu indikator keberhasilan weaning adalah peningkatan saturasi oksigen kenilai normal (>95%) Upaya untuk memaksimalkan peningkatan saturasi oksigen dalam intervensi kali ini adalah dengan posisi lateral. Tujuan : Mengetahui pengaruh posisi lateral terhadap saturasi oksigen pasien dengan weaning ventilator mekanik di ruang ICU Metodologi : Desain penelitian menggunakan True experimental with Pretest and Posttest control group design. Responden berjumlah 60 dan terbagi menjadi dua kelompok menggunakan metode consecutive sampling. Intervensi posisi lateral diberikan selama 24 jam. Instrumen yang digunakan adalah bedside monitor dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest dikelompok intervensi (90,6 menjadi 96,07 dengan nilai p = 0,001 (p<0,05)), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan nilai yang signifikan (93,33 menjadi 94,83 dengan nilai p = 0,114 (p>0,05)). Perbedaan selisih nilai menunjukan hasil yang signifikan diantara kedua kelompok dengan nilai p= 0,029 (p<0,05) Kesimpulan : Posisi lateral kanan dan kiri efektif untuk mempercepat peningkatan nilai saturasi oksigen pada pasien dengan weaning VM Kata Kunci : Posisi lateral, saturasi oksigen, weaning ventilator mekanik | ABSTRACT EFFECT OF LATERAL POSITION ON OXYGEN SATURATION IN PATIENTS WITH MECHANICAL WEANING VENTILATOR IN THE ICU ROOM, RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO Putut Anggara Susetiya, Iwan Purnawan, Arif Imam Hidayat Background: The use of mechanical ventilators for a long time can be harmful, so weaning is necessary. One indicator of weaning success is a return to normal oxygen saturation levels (> 95%). During this treatment, the lateral position should be employed to maximize oxygen saturation. Objective: To determine the effect of lateral position on the oxygen saturation of patients with mechanical ventilation weaning in the ICU Methodology: The research design was true experimental with a Pretest and Posttest control group design. The respondents were 60 and divided into two groups based on the consecutive sampling method. Lateral position intervention was given for 24 hours. The instruments used are bedside monitors and observation sheets. Data analysis using paired t-test and independent t-test. Results: There was a significant difference between the pretest and posttest scores in the intervention group (90.6 to 96.07 with p-value=0.000 (p<0.05)), while in the control group there was no significant difference in value (93.33 to 94.83 with p-value=0.114 (p>0.05)). The difference in value differences showed significantly different results between the two groups with p-value=0.029 (p <0.05) Conclusion: Right and left lateral positions are effective in accelerating the increase in oxygen saturation values in patients with weaning VM Keywords: lateral position, oxygen saturation, mechanical ventilator weaning | |
| 32211 | 34717 | C1A016022 | PERBANDINGAN EFISIENSI USAHA BORDIR MANUAL DAN KOMPUTER DI KELURAHAN TANJUNG KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA | Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan pola produksi mukena bordir di Kelurahan Tanjung. Kelurahan Tanjung merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kawalu yang merupakan wilayah Sentra Kerajinan Bordir di Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Usaha bordir di Kelurahan Tanjung terbagi menjadi dua jenis, yaitu Bordir Manual dan Bordir Komputer. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat efisiensi usaha bordir berbasis manual dan komputer di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui survei 34 responden usaha bordir manual dan 39 responden usaha bordir komputer. Teknik analisis menggunakan analisis efisiensi dan analisis perbandingan tingkat rata-rata efisiensi usaha dengan uji Z beda dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi usaha bordir manual di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya rata-rata sebesar 1,77. Hal ini berarti bahwa nilai efisiensi usaha bordir manual sudah berada diatas 1, artinya usaha bordir manual sudah efisien dan menguntungkan. Sedangkan pada usaha bordir komputer di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya tingkat efisiensi usaha rata-rata sebesar 1,64. Hal ini berarti bahwa nilai efisiensi usaha bordir komputer sudah berada diatas 1, artinya usaha bordir manual sudah efisien dan menguntungkan. Sedangkan tingkat perbedaan rata-rata tingkat efisiensi usaha dengan analisis uji Z beda dua rata-rata yaitu sebesar 3,83 untuk kedua usaha ini. Implikasi dari penelitian ini pengusaha bordir diharapkan agar dapat tetap mempertahankan tingkat efisiensinya, dengan cara memanfaatkan dan memperhatikan input yang sudah dimiliki. Serta untuk memperluas jangkauan pemasaran disarankan untuk mulai menggunakan media online shop. | The background of this research is differences in the pattern of production of embroidered mukena in Tanjung Sub-districts. Tanjung Sub-districts is one of the sub-districts in Kawalu District which is the area of the Center for Embroidery Crafts in Tasikmalaya City, West Java Province. The embroidery business in Tanjung Sub-district, is divided into two types, namely Manual Embroidery and Computer Embroidery. The purpose of this study is to analyze the level of efficiency production of computer-based and manual embroidery businesses in Tanjung Sub-districts, Kawalu District, Tasikmalaya City. The data collection method used through a survey of 34 manual embroidery business respondents and 39 computer embroidery business respondents using efficiency analysis techniques and comparative analysis of the average level of efficiency with the Z test of two differences in average. The results showed that the level of efficiency of the manual embroidery business in Tanjung Sub-district, Kawalu District, Tasikmalaya City is an average of 1,77. This means that the efficiency value of the manual embroidery business is above 1. It means that the manual embroidery industry is efficient and profitable. Meanwhile, in the computer embroidery business in Tanjung Sub-district, Kawalu District, Tasikmalaya City, the average level of business efficiency is 1,64. This means that the efficiency of the computer embroidery business is above 1. It means that the manual embroidery industry is efficient and profitable. While the level of difference in the average level of business efficiency with the Z test analysis, there is an average difference of 3.83 for these two businesses. The implication of this research is that embroidery entrepreneurs are expected to maintain their level of efficiency by utilizing and paying attention to the inputs they already have. As well as to expand the marketing reach, it is recommended to start using the online shop media. | |
| 32212 | 35304 | I1B018095 | HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN NORMA SUBJEKTIF DENGAN NIAT LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 | HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN NORMA SUBJEKTIF DENGAN NIAT LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Justine Agrippina , Rahmi Setiyani , Galih Noor Alvian Latar Belakang: Perubahan pada niat lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia mungkin terjadi setelah beberapa waktu kegiatan ini ditunda karena situasi pandemi. Berdasarkan Teori Perilaku Beralasan niat melakukan sebuah perilaku dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sikap dan norma subjektif dengan niat lansia dalam mengikuti posyandu lansia di era new normal pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak 120 lansia di Desa Sinarsari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor diambil menjadi responden menggunakan teknik simple random sampling. Niat, sikap dan norma subyektif penelitian diukur menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Data dianalisis menggunakan uji Somers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang diteliti mayoritas memiliki sikap yang sangat baik (56,7%), norma subjektif yang sangat baik (60,8%), dan niat yang tinggi (54,2%). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan niat mengikuti posyandu lansia (p=0,013) dan norma subjektif dengan niat mengikuti posyandu lansia (p=0,0001). Kesimpulan: Sikap dan norma subjektif berpengaruh terhadap niat lansia dalam mengikuti posyandu lansia di era new normal pandemi Covid-19. | RELATIONSHIP BETWEEN SUBJECTIVE ATTITUDE AND SUBJECTIVE NORMS WITH THE INTENTION OF THE ELDERLY IN FOLLOWING THE ELDERLY INTEGRATED HEALTH POST IN THE NEW NORMAL ERA OF THE COVID-19 PANDEMIC Justine Agrippina, Rahmi Setiyani, Galih Noor Alvian Background: Changes in the elderly's intention to participate in the elderly integrated health activities occur after some time this activity may be postponed due to the pandemic situation. Based on the Theory Reasoned Action, the intention to perform a behavior is influenced by attitude and subjective norms. This study aims to determine whether there is a relationship between attitude and subjective norms with the intention of the elderly in following the elderly integrated health in the new normal era of the Covid-19 pandemic. Methods: This research is a quantitative study with a cross sectional design. A total of 120 elderly people in Sinarsari Village were taken as respondents using a simple random sampling technique. Intention, attitude and subjective norms were measured using a questionnaire which was adapted from previous research. Data analysis using somers'd test. Results: The results showed that the respondents who were asked had very good attitude (56.7%), very good subjective norms (60.8%), and high intentions (54.2%). The results also showed that there was a significant relationship between attitude and intention to following the elderly posyandu (p = 0.013) and subjective norms with the intention to following the elderly posyandu (p = 0.0001). Conclusion: Attitude and subjective norms affect the intention of the elderly in following the elderly integrated health in the new normal era of the Covid-19 pandemic. | |
| 32213 | 35305 | F1D016022 | Pengembangan Kebijakan Transparansi Pelaporan Keuangan Untuk Mewujudkan Good Village Governance | Pandemi Covid-19 telah membawa Indonesia kepada situasi krisis. Situasi krisis yang berdampak pada ketidaksiapan masyarakat maupun pemerintah. Dalam situasi krisis, agar kita terlepas dari situasi tersebut, maka pemerintah dituntut untuk transparan dalam segala hal termasuk pemerintah desa. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kebijakan transparansi pelaporan keuangan untuk mewujudkan good village governance di Desa Panggisari, Kabupaten Banjarnegara yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan sebab-sebab prinsip transparansi masih belum berjalan dengan maksimal; (2) menyusun rekomendasi kebijakan pelaporan keuangan desa untuk mewujudkan prinsip transparansi dalam good village governance; sebagai bentuk wujud pengembangan kebijakan transparansi pelaporan keuangan untuk mewujudkan good village governance. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasilnya adalah: (1) Terjadinya kejanggalan keuangan di Desa Panggisari tidak lepas dari pertanggungjawaban yang telah dibuat oleh Pemerintah Desa Panggisari setiap tahunnya. Pemerintah Desa Panggisari belum transparan dalam bukti transaksi; (2) Prinsip transparansi pelaporan keuangan di perdesaan masih belum maksimal karena disebabkan oleh penggelapan, penyalahgunaan anggaran, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, mark up, laporan fiktif, pemotongan anggaran dan suap; (3) Rekomendasi pengembangan kebijakan pelaporan keuangan desa yang transparan berupa pemanfaatan web desa sebagai media online yang mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Website desa dapat digunakan sebagai sistem anggaran transparan dengan fitur e-planning dan e-budgeting mulai dari proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan. Alternatif lain dengan pelaporan yang tercantum dalam siskeudes diupload ke website desa dengan format excel atau pdf. | The Covid-19 pandemic has brought Indonesia to a crisis situation. A crisis situation that has an impact on the unpreparedness of the community and the government. In a crisis situation, so that we can get out of this situation, the government must be transparent in everything, including the village government. This study focuses on developing a financial reporting transparency policy to realize good village governance in Panggisari Village, Banjarnegara Regency which refers to the Sustainable Development Goals (SDGs) point 16. The objectives of this study are (1) to explain the reasons for the principle of transparency still running optimally. ; (2) formulate recommendations for village financial reporting policies to realize transparency in good village governance; as a form of developing financial reporting transparency policies to realize good village governance. By using qualitative methods, the results are: (1) The occurrence of financial irregularities in Panggisari Village cannot be separated from the accountability that has been made by the Panggisari Village Government every year. The Panggisari Village Government has not been transparent in transaction evidence; (2) The principle of transparency of financial reporting in rural areas is still not maximized because it is caused by embezzlement, budget abuse, abuse of authority, illegal levies, mark ups, fictitious reports, budget cuts and bribes; (3) Recommendations for developing transparent village financial reporting policies in the form of utilizing village webs as online media that are easily accessible anywhere and anytime. The village website can be used as a transparent budget system with e-planning and e-budgeting features starting from the planning, budgeting, administration to reporting processes. Another alternative is that the reports listed in the siskeudes are uploaded to the village website in excel or pdf format. | |
| 32214 | 35550 | K1B017033 | OPTIMISASI FUNGSI RASTRIGIN MENGGUNAKAN FLOWER POLLINATION ALGORITHM | Fungsi Rastrigin merupakan fungsi multimodal yang memiliki banyak minimum lokal yang menyebabkan sulitnya mencari nilai minimum globalnya. Sehingga perlunya algoritma yang efektif dan efisien untuk mencari solusi nilai minimum global fungsi Rastrigin tanpa terjebak oleh minimum lokal. Flower pollination algorithm merupakan algoritma pencarian metaheuristik yang diharapkan mampu untuk menyelesaikan permasalahan optimisasi fungsi multimodal. Dalam penelitian ini flower pollination algorithm digunakan untuk mencari nilai minimum global dari fungsi Rastrigin dua variabel dengan bantuan software MATLAB. Fungsi Rastrigin dua variabel digunakan sebagai fungsi uji pada flower pollination algorithm. Parameter yang digunakan dibagi menjadi tiga konfigurasi, setiap konfigurasi didasarkan pada perbedaan jumlah serbuk sari, probability switch, dan domain pencarian, dengan dua jumlah iterasi berbeda, yaitu 300 dan 1500. Guna mendapatkan hasil terbaik setiap konfigurasi dijalankan pada masing-masing iterasi dengan 10 kali running. Hasil terbaik dari flower pollination algorithm didapat dari konfigurasi pertama dan jumlah iterasi 1500. | The Rastrigin function is a multimodal function. It is difficult to find a global minimum of the function, because it has many local minimums. So, we need an algorithm that effective and efficient to find a solution the global minimum of the function without being trapped by the local minimum. Flower pollination algorithm is a metaheuristic algorithm, it is expected to be capable of solving multimodal function optimization problems. In this study flower pollination algorithm is used to find the global minimum of Rastrigin function of two variable with MATLAB. The Rastrigin function of two variable is used as objective function for the flower pollination algorithm. The parameters are divided into three configurations based on the difference amount of pollen gamets, the probability switch, and the search domain, with two different iterations 300 and 1500. In order, to get the best results each configuration is running for 10 times. The best results from the flower pollination algorithm are obtained from the first configuration and 1500 number of iterations. | |
| 32215 | 35288 | I1A017004 | Hubungan antara Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita: Systematic Review | Latar Belakang: Penyakit diare merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI (2019), prevalensi tertinggi penyakit diare ini lebih banyak diderita oleh balita terutama pada rentang usia 0-1 tahun sebesar 7% dan rentang usia 1-4 tahun sebesar 6,7%. Diare bisa mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terhambat, bahkan jika diare tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita berdasarkan kajian literatur. Metodologi: Metode dalam penelitian ini ialah systematic review dengan melalui literatur relevan yang didapatkan dari Google Scholar dan PubMed. Hasil Penelitian: Terdapat 16 literatur yang direview denga tahun publikasi terbanyak pada tahun 2020. Berdasarkan analisis, teridentifikasi bahwa terdapat 5 faktor yaitu personal hygiene, kondisi sarana air bersih, kondisi tempat pembuangan tinja (jamban), kondisi tempat pembuangan sampah, dan kondisi saluran air limbah (SPAL). Kesimpulan: Literatur yang direview sebanyak 16 dan ditemukan sebanyak 5 faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Faktor yang paling banyak ditemukan berhubungan dengan kejadian diare pada balita yaitu variabel kondisi sarana air bersih dan kondisi tempat pembuangan tinja (jamban) masing-masing sebanyak 11 literatur. Kata Kunci: Diare, Balita, Kebersihan Perorangan, Sanitasi | Background: Diarrhea is a health problem in the world including Indonesia. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2019), the highest prevalence of diarrhea affects children under five, especially in the 0-1 year age range by 7% and the 1-4 year age range by 6.7%. Diarrhea can slow down he growth and development of children, even if diarrhea does not take immediate action properly it can lead to death. The purpose of this study was to determine the relationship between personal hygiene and environmental sanitation with the incidence of diarrhea in children under five based on a literature review. Methods: The method in this study was a systematic review through relevant literature obtained from Google Scholar and PubMed. Results: There are 16 literatures that were reviewed with the most publication years in 2020. Based on the analysis, it was indentified that there were 5 factors, namely personal hygiene factors, clean water, medium of faeces dismissal (latrines), rubbish treatment, and waste water disposal (SPAL). Conclusion: The review literature was 16 and found 5 factors related to the incidence of diarrhea in children under five. The most commonly found factors related to the incidence of diarrhea were clean water and medium of faeces dismissal (latrines) each of which was 11 literatures. Keyword: Diarrhea, Children Under Five, Personal Hygiene, Sanitation | |
| 32216 | 35495 | A1F018013 | KADAR AIR DAN KADAR ABU BISKUIT BERBASIS TEPUNG UWI DAN LABU KUNING DENGAN VARIASI JENIS PEMANIS | Biskuit merupakan salah satu produk bakery yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya biskuit di pasaran hanya memiliki keunggulan tinggi karbohidrat dan gula. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung komposit uwi dan labu kuning serta variasi jenis pemanis terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori biskuit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor yang dicoba yaitu proporsi tepung komposit (T) yang terdiri dari terigu, tepung uwi dan tepung labu kuning. Serta faktor variasi jenis pemanis (P) yang terdiri dari gula pasir, gula kelapa kristal, stevia dan sorbitol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu meningkat dengan penggunaan variasi jenis pemanis, semakin tinggi proporsi tepung komposit maka kadar air dan abu biskuit semakin meningkat. Kadar air paling tinggi yaitu perlakuan T2P3 sebesar 4,57%, sedangkan kadar abu paling tinggi yaitu perlakuan T1P2 sebesar 4,27%. | Biscuits are one of the bakery products favored by the people of Indonesia.Generally, biscuit on the market only have the advantage of being high in carbohydrates and sugar. The purpose of this study was to determine the effect of the proportion of uwi and pumpkin composite flour and variations in the type of sweeteners on the physicochemical and sensory characteristics of biscuits. This study used a completely randomized design (CRD) with the tested factors being the proportion of composite flour (T) consisting of wheat flour, uwi flour and pumpkin flour. As well as the various types of sweeteners (P) which consist of granulated sugar, crystal coconut sugar, stevia and sorbitol. The results showed that the ash content increased with the used of various types of sweeteners, the higher the proportion of composite flour, the moisture and ash content of the biscuits increased. The highest water content was T2P3 treatment of 4.57%, while the highest ash content was T1P2 treatment of 4.27%. | |
| 32217 | 35306 | H1C017019 | GEOLOGI DAN ANALISIS STATUS MUTU AIR TANAH DAERAH GRUJUGAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS | Air merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Kebutuhan air bersih terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi manusia, namun potensi terjadinya pencemaran juga semakin bertambah. Warga Desa Grujugan dan sekitarnya menggunakan air tanah dari sumur sebagai sumber air bersih. Pencemaran pada air, khususnya air tanah dapat berasal dari kondisi geologi maupun aktivitas manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kondisi geologi dan tingkat pencemaran air tanah pada daerah penelitian. Untuk menentukan status mutu air, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Storet. Standar baku mutu air yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 32 Tahun 2017. Geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi dua satuan, yaitu Punggungan Homoklin Kemranjen dan Dataran Aluvial Nusawuluh. Stratigrafi pada daerah penelitian meliputi Satuan Batupasir Sisiipan Breksi dan Endapan Aluvial. Daerah penelitian didominasi oleh pemukiman dan persawahan. Pengamatan dilakukan pada 54 sumur dan 10 diantaranya diambil sampel air sebanyak dua kali untuk dianalisis. Parameter fisika yang digunakan yaitu bau, TDS, dan juga suhu. Sedangkan untuk parameter kimia yaitu derajat keasaman (pH), Besi (Fe3+), mangan (Mn2+), dan juga nitrat (NO3-). Hasil dari analisis dan perhitungan dengan metode Storet menunjukkan pada pengujian pertama air pada 10 sumur sampel tercemar, sedangkan pada pengujian kedua sebanyak 5 sumur sampel dinyatakan tercemar. | Water is one of the primary human needs. The need for clean water continues to increase along with the increase in the human population, but the potential for pollution is also increasing. The residents of Grujugan Village and its surroundings use groundwater from wells as a source of clean water. Pollution of water, especially groundwater can come from geological conditions and human activities themselves. Therefore, this study aimed to determine the geological conditions and the level of groundwater pollution in the study area. To determine the status of water quality, the method used in this study is the Storet method. The water quality standards used in this study refer to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 32 of 2017. The geomorphology of the research area is divided into two units, namely the Kemranjen Homocline Ridge and the Nusawuluh Alluvial Plain. Stratigraphy in the research area includes the Breccia Inserts Sandstone Unit and Alluvial Deposits. The research area is dominated by settlements and rice fields. Observations were made on 54 wells and 10 of them were sampled twice for analysis. The physical parameters used are odor, TDS, and also temperature. As for the chemical parameters, namely the degree of acidity (pH), iron (Fe3+), manganese (Mn2+), and also nitrate (NO3-). The results of the analysis and calculations using the Storet method showed that in the first test the water in 10 sample wells was polluted, while in the second test 5 sample wells were declared polluted. | |
| 32218 | 34998 | F1D017024 | PENOLAKAN ETNIS MELAYU TERHADAP RENCANA RATIFIKASI INTERNATIONAL CONVENTION ON THE ELIMINATION OF ALL FORMS OF RACIAL DISCRIMINATION (ICERD) DAN KEJATUHAN KOALISI PAKATAN HARAPAN DI MALAYSIA | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana bagaimana penolakan etnis Melayu terhadap rencana ratifikasi ICERD di Malaysia dan pengaruhnya bagi kejatuhan koalisi Pakatan Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan paradigma non-positivisme dengan bingkai penelitian perspektif strukturalisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rencana ratifikasi ICERD oleh Mahathir Mohamad di Malaysia telah memancing reaksi yang negatif bagi masyarakat Malaysia, dalam hal ini yang paling menentang adalah orang-orang Melayu. Meskipun rencana ratifikasi ICERD telah dibatalkan oleh Mahathir, orang-orang Melayu dari berbagai macam lapisan dan berbagai daerah memutuskan unttuk turun ke jalanan Kuala Lumpur untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait dengan penolakan rencana ratifikasi ICERD di Malaysia. Aksi turun ke jalan tersebut kemudian dikenal dengan aksi unjuk rasa 812. Alasan yang mendasari orang-orang Melayu menolak rencana ratifikasi ICERD adalah mereka khawatir keistimewaan mereka di Malaysia akan hilang apabila ICERD benar-benar terwujud di Malaysia. Selain itu, aksi penolakan rencana ratifikasi ICERD oleh orang-orang Melayu juga dipicu oleh trauma sejarah yang belum hilang di benak orang-orang Melayu. Trauma sejarah yang dimaksud disini adalah ketakutan bahwa peristiwa kerusuhan rasial tahun 1969 terulang lagi dimana orang – orang Melayu tidak mau keistimewaan dan harga diri mereka diinjak -injak oleh orang-orang non-Melayu. Gelombang protes atau penolakan terhadap rencana ratifikasi ICERD oleh orang Melayu di Malaysia pada akhirnya ikut andil dalam goyahnya kekuasaan koalisi Pakatan Harapan di Malaysia hingga berujung pada kejatuhan koalisi Pakatan Harapan. Kata Kunci: ICERD, Koalisi, Melayu, dan Pakatan Harapan | This research article aims to analyze how the Malay ethnic rejection of the ICERD ratification plan in Malaysia and its impact on the downfall of the Pakatan Harapan coalition. This study uses a qualitative method and a non-positivism paradigm approach with a structuralism perspective research frame. The results of this study indicate that Mahathir Mohamad's planned ratification of ICERD in Malaysia has provoked a negative reaction for the Malaysian people, in this case the Malays are the most opposed. Even though Mahathir had canceled the proposed ICERD ratification, Malays from all walks of life and from various regions decided to take to the streets of Kuala Lumpur to voice their aspirations regarding the rejection of the ICERD ratification plan in Malaysia. The demonstrations that took to the streets became known as the 812 demonstrations. The underlying reason for the Malays rejecting the ICERD ratification plan was that they were worried that their privileges in Malaysia would be lost if ICERD actually materialized in Malaysia. In addition, the action of rejecting the ICERD ratification plan by the Malays was also triggered by the historical trauma that has not disappeared in the minds of the Malay people. The historical trauma referred to here is the fear that the 1969 racial riots would happen again where the Malays did not want their privileges and dignity to be trampled on by non-Malays. The wave of protest or rejection of the planned ratification of ICERD by Malays in Malaysia ultimately contributed to the shaky power of the Pakatan Harapan coalition in Malaysia which led to the downfall of the Pakatan Harapan coalition. Keywords: ICERD, Coalition, Malay, and Pakatan Harapan | |
| 32219 | 35496 | G1A018054 | PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING (HIIT) DAN CONTINUOUS TRAINING (CT) DALAM MENURUNKAN LINGKAR PINGGANG WANITA OBESITAS | Pendahuluan: Tatalaksana obesitas memerlukan pendekatan yang komprehensif. Latihan fisik dapat mengurangi obesitas. Metode yang selama ini banyak digunakan adalah Continuous Training (CT) dan High Intensity Interval Training (HIIT). Obesitas dapat ditentukan dengan lingkar pinggang. Lingkar pinggang dinilai lebih unggul karena dapat memberikan gambaran lemak viseral di area abdominal Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas HIIT dan CT dalam menurunkan lingkar pinggang pada wanita dengan obesitas di Banyumas. Metode: Penelitian menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental (RCT). subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok HIIT dan CT. Masing-masing kelompok terdiri dari 16 subjek. Pengumpulan subjek dilakukan dengan metode purposive sampling. Setiap subjek melakukan intervensi selama 8 minggu dengan 3 sesi setiap minggu. Lingkar pinggang diukur sebelum intervensi dan setelah intervensi. Hasil: Hasil menunjukkan ada penurunan lingkar pinggang pada kedua model intervensi. HIIT dapat menurunkan lingkar pinggang sebesar 2,37±0,39 dan CT dapat menurunkan lingkar pinggang sebesar 1,40±0,36. Hasil uji t-berpasangan menunjukkan kedua model memberikan penurunan yang signifikan (p=0,000) pada HIIT dan (p=0,003) untuk CT. Uji t-tidak berpasangan terhadap perubahan rerata lingkar pinggang antara kedua kelompok tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p=0,082). Kesimpulan: Intervensi HIIT dan CT selama 8 minggu sama efektif dalam menurunkan lingkar pinggang wanita obesitas. | Introduction: Obesity management requires a comprehensive approach. Physical exercise can reduce obesity. The physical exercise methods that have been widely used are Continuous Training (CT) and High Intensity Interval Training (HIIT). Obesity can be determined by waist circumference. Waist circumference is considered superior because it can provide a picture of visceral fat in the abdominal area. Objectives: To understand the difference in the effectiveness of HIIT and CT in lowering waist circumference in women with obesity in Banyumas. Methods: The study used quasi experimental research designs. Subjects were divided into two groups: HIIT and CT. Each group consists of 16 subjects. The collection of subjects is done by a purposive sampling method. Each subject intervened for 8 weeks with 3 sessions each week. Waist circumference is measured before and after intervention. Results: Results showed a decrease in waist circumference in both intervention models. HIIT can lower waist circumference by 2.37±0.39 and CT can decrease waist circumference by 1.40±0.36. T-paired test results showed both models provided significant reductions (p=0.000) in HIIT and (p=0.003) for CT. The independent T-test of the change of waist circumference mean between the two groups showed no significant difference (p=0.082) Conclusion: HIIT and CT interventions for 8 weeks were equally effective in lowering the waist circumference of obese women. | |
| 32220 | 35551 | A1D015081 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA MARIGOLD (Tagates patula) DENGAN PERLAKUAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN BURUNG WALET DAN KAMBING Growth Response and Yield of Marigold (Tagetes patula) with Treatment of Various Dosage of Fertilizer Swallow and Goat Manure | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan pengaruh pemberian pupuk bokashi kotoran walet dan pupuk kotoran kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman marigold. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto dengan ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan terdiri dari 2 jenis pupuk yaitu pupuk bokasi walet dan pupuk kandang kambing dengan 4 dosis pupuk meliputi 0, 90, 180, dan 270 g/tanaman. Percobaan diulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah kuntum bunga per tanaman, diameter bunga, jumlah bunga full bloom, dan bobot bunga segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan jenis pupuk dan dosis pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah kuntum bunga, jumlah bunga full bloom, bobot bunga segar, dan diameter bunga. Variabel jumlah kuntum bunga dengan perlakuan dosis pupuk bokashi walet 270 g/tanaman mampu meningkatkan jumlah kuntum bunga sebesar 48.62% dibandingkan tanpa perlakuan. | ABSTRACT This research aimed to know the dose of botrh fertilizer and effect given by bokashi the swallow fertilizer and goat manure for the growth and yield of the marigold. The research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Karangwangkal, Purwokerto with an altitude of 110 meters above sea level. This research was carried out from November to December 2019. This study used a method of the Randomized Complete Block Design. The treatment consisted of 2 types of fertilizers, namely swallow manure and goat manure with 4 doses of fertilizers including 0, 90, 180, 270 grams/plant. The experiment was repeated 3 times. The variables observed were the number of leaves, plant height, number of flowers per plant, flower diameter, number of full blooms flowers, and weight of fresh flowers. The results showed that the type of fertilizer and dose of fertilizer had no significant effect on the number of leaves, plant height, number of flower buds, number of full blooms, weight of fresh flowers, and flower diameter. Variable number of flower buds in the treatment with bokashi swallow fertilizer dose of 270 grams/plants that increases the number of flower buds by 48.62% compared with no treatment. |