| NIM | F1B017076 |
| Namamhs | SEPTIYANI AZIZAH |
| Judul Artikel | Implementasi Program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses (GENDIS) dalam Mewujudkan Kemandirian Bagi Kaum Difabel Usia Produktif di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Negara dan pemerintah bertanggung jawab untuk menghormati, melindungi, membela, dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya tanpa diskriminasi sebagai warga Indonesia. Termasuk penyandang disabilitas. Dalam kenyataannya masih banyak penyandang disabilitas yang mengalami diskriminasi dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk menjadi pengamen/pengemis di jalanan. Salah satu upaya agar penyandang disabilitas memiliki kemandirian adalah pemberdayaan. Kabupaten Banyumas membentuk program Gerbang Penyandang Disabilitas Sukses “Gendis” yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana implementasi program Gendis di Kabupaten Banyumas ?; dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Gendis ?. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Gendis di Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik, namun belum optimal. Beberapa manfaat pemberdayaan telah diperlihatkan, namun ada beberapa kendala yang dihadapi. Pertama, faktor terbatasnya pelaksana program akibat mutasi pegawai menyebabkan implementasi terhambat. Kedua, faktor alokasi sumber daya anggaran belum terserap secara optimal menyebabkan kurangnya kegiatan pemberdayaan. Ketiga, strategi pemerintah belum berjalan dengan maksimal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The state and government are responsible for respecting, protecting, defending, and guaranteeing the human rights of every citizen and resident without discrimination as citizens of Indonesia. Including persons with disabilities. In reality, there are still many people with disabilities who experience discrimination and find it difficult to make ends meet. Many of them finally choose to become buskers/beggars on the streets. One of the efforts to make people with disabilities have independence is empowerment. Banyumas Regency established the “Gendis” Successful Gateway for Persons with Disabilities program implemented by the Banyumas Regency Social and Community Empowerment and Village Service. The problem in this research is how is the implementation of the Gendis program in Banyumas Regency?; and what are the factors that influence the success of the Gendis program?. This research uses descriptive qualitative. Selection of informants using purposive sampling technique. Collecting data through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that the implementation of the Gendis program in Banyumas Regency was running quite well, but not optimally. Some of the benefits of empowerment have been demonstrated, but there are some obstacles faced. First, the limited number of program implementers due to employee mutations has hampered implementation. Second, the factor of budget resource allocation has not been optimally absorbed causing a lack of empowerment activities. Third, the government's strategy has not run optimally. |
| Kata kunci | Implementasi, Gendis, Disabilitas |
| Pembimbing 1 | Dr. Wahyuningrat, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Sukarso, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2022-02-24 10:39:59.657419 |
|---|