Artikel Ilmiah : I1F020015 a.n. ROKHANTO WICAKSONO
| NIM | I1F020015 |
|---|---|
| Namamhs | ROKHANTO WICAKSONO |
| Judul Artikel | PENGARUH KOMBINASI TERAPI MUROTTAL DAN DOA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME DI RUANG ICCU RSUD MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang : Pasien acute coronary syndrome yang dirawat intensif di ruang ICCU memiliki gangguan secara fisik dan psikologis. Secara psikologis umumnya akan mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan yang tidak diatasi dengan baik dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan bisa memperpanjang masa rawat di ruang ICCU. Tujuan : Mengetahui pengaruh dari kombinasi terapi murottal dan doa terhadap penurunan kecemasan pasien ACS di Ruang ICCU Metodologi : Desain penelitian menggunakan rancangan quasi experiment (pretestposttest with control group). Responden berjumlah 38 pasien yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi belangsung selama 25 menit (murottal 15 menit dan doa 10 menit). Instrumen yang digunakan adalah Visual Analog Scale Anxiety (VAS-A) 0 – 100. Data dianalisis menggunakan uji paired t test dan independent t test. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan dari skor kecemasan dikelompok intervensi dengan nilai p = 0,000. Sedangkan dikelompok kontrol tidak ada perbedaan skor kecemasan yang signifikan dengan nilai p = 0,108. Berdasarkan perbedaan penurunan skor kecemasan dari kedua kelompok menunjukan hasil yang signifikan dengan nilai p= 0,000. Kesimpulan : Kombinasi terapi murottal dan doa berpengaruh untuk menurunkan skor kecemasan pada pasien ACS. Kata Kunci: Acut coronary syndrome, kecemasan, kombinasi murottal dan doa |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Acute coronary syndrome patients who are treated intensively in the ICCU room have physical and psychological disorders. Psychologically will generally experience anxiety disorders. Anxiety disorders that are not handled properly can worsen the patient's quality of life and can prolong the stay in the ICCU. Objective: Kowing the effect of the combination of murottal and prayer on reducing anxiety in ACS patients in ICCU room. Methodology: The study used a quasiexperimental design (pretest-posttest with control group). A total of 38 patients and divided into intervention and control groups using consecutive sampling technique. The intervention lasted for 25 minutes (15 minutes murottal and 10 minutes prayer). The instrument used was Visual Analog Anxiety Scale (VAS-A) 0 – 100. Data were analyzed using paired t test and independent t test. Results: There is a significant difference between pretest and posttest anxiety scores in the intervention group (0.000). While in the control group there is no significant difference in scores (0,108). Based on the difference in the decrease in anxiety scores from the two groups showed significant results (0.000). Conclusion: Combination of murottal and prayer has an effect on reducing anxiety scores in ACS patients. Keywords: Acut coronary syndrome, anxiety, combination of murottal and prayer |
| Kata kunci | Acut coronary syndrome, kecemasan, kombinasi murottal dan doa |
| Pembimbing 1 | Ns. Iwan Purnawan, M.Kep |
| Pembimbing 2 | Nuriya, M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2022-02-24 17:52:03.646744 |