Artikelilmiahs

Menampilkan 32.301-32.320 dari 50.024 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3230135368B1A015125POTENSI ISOLAT Azospirillum spp. SEBAGAI KANDIDAT AGENSIA PENGENDALI HAYATI FUNGI PATOGENAzospirillum dikenal sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bakteri tersebut berpotensi sebagai agensia pengendali hayati (APH) melalui kemampuan memproduksi siderofor, antifungi, dan menginduksi ketahanan tanaman. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui kemampuan isolat Azospirillum spp. dalam menghambat beberapa fungi patogen, mengetahui kemampuan pelarutan fosfat dan produksi IAA isolat Azospirillum spp. terpilih. Kemampuan Azospirillum spp. dalam menghambat fungi patogen (Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, dan Sclerotium rolfsii) dilakukan masing-masing secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan percobaan melibatkan sepuluh perlakuan yang merupakan jenis isolat Azospirillum spp. dan masing-masing dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati dari penelitian ini adalah persentase daya hambat, zona pelarutan fosfat, perubahan warna, dan konsentrasi IAA. Hasil penelitian menunjukkan kesepuluh isolat Azospirillum spp. mampu menghambat F. oxysporum, R. solani, dan S. rolfsii. Kemampuan penghambatan yang tinggi terhadap F. oxysporum dimiliki oleh Azospirillum sp. C4D1b4, HR 12-2, KP 1-4, KP 2-1, KR 2-2 dan KR 2-6 dengan kisaran antara 34,41 – 44,62 %. Azospirillum spp. C3D2a4.1, HP 1-2, HP 5-3, HR 5-3, HR 12-2, KP 1-4, dan KR 2-2 memiliki kemampuan yang tinggi menghambat R. solani (24,43 – 36,93 %), dan Azospirillum sp. KR 2-6 tertinggi dalam menghambat S. rolfsii (44,10 %). Aktivitas antagonisme Azospirillum spp. terhadap S. rolfsii hanya berupa perlambatan pertumbuhan miselium tanpa zona hambat. Azospirillum spp. HR 12-2, KR 2-2, dan KR 2-6 tidak mampu melarutkan fosfat, namun ketiganya mampu memproduksi IAA. Konsentrasi IAA yang dihasilkan yaitu sebanyak 2,397 – 7,238 ppm selama inkubasi 2-3 hari. Ketiga isolat kandidat APH terpilih terkonfirmasi sebagai spesies anggota genus Azospirillum.Azospirillum known as Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) which have ability to promote plant growth. These bacteria are having potency as biocontrol agent which ability producing siderophore, antifungi, and inducing plant resistance. This research aimed to know the potency of Azospirillum spp. isolates in inhibiting several fungal pathogens, and to know the ability of selected isolates in solubilizing phosphate and producing IAA. The inhibitory potency against fungal pathogens (Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, and Sclerotium rolfsii) by Azospirillum spp. conducted by completely randomized design. The design consist of 10 treatments (Azospirillum spp. isolates) in three replications. Parameter observed in this research were the percentage of inhibitory potency of isolates, solubilizing zone, color change, and the concentration of IAA. The results of this research showed that 10 Azospirillum spp. having inhibitory potency against F. oxysporum, R. solani, and S. rolfsii. High inhibitory potency against F. oxysporum showed in Azospirillum spp. C4D1b4, HR 12-2, KP 1-4, KP 2-1, KR 2-2, and KR 2-6 by the range of 34,41 – 44,62 %. Azospirillum spp. C3D2a4.1, HP 1-2, HP 5-3, HR 5-3, HR 12-2, KP 1-4, and KR 2-2 were having high inhibition of R. solani by the range of 24,43 – 36,93 %, and Azospirillum sp. KR 2-6 were the highest against S. rolfsii (44,10 %). Inhibition zone not found in the antagonism activity against S. rolfsii. Azospirillum spp. HR 12-2, KR 2-2, dan KR 2-6 were not having an ability to solubilize phospate. These three isolates produced IAA by the range of 2,397 – 7,238 ppm in 2-3 days of incubation. The three selected isolates of biocontrol agents confirmed as species members of the genus Azospirillum.
3230235369I1B018063Pengaruh Kombinasi Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Putih HiperkolesterolemiaLatar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Pada penelitian sebelumnya, daun ciplukan dan daun salam terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total karena mengandung flavonoid, namun kombinasi keduanya belum diteliti. Kombinasi keduanya diharapkan dapat mengoptimalkan penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian kombinasi rebusan daun ciplukan dan daun salam untuk tikus putih hiperkolesterolemia.
Metode : Penelitian ini menggunakan true eksperiment dengan pendekatan pre-test post-test control group design terhadap tikus wistar jantan yang diinduksi diet tinggi lemak. Sampel sebanyak 36 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok A = kontrol sehat, B = kontrol negatif, C = kombinasi daun ciplukan : daun salam (160 : 720) mg/200 grBB, D = kombinasi daun ciplukan : daun salam (160: 1.440 ) mg/200 gBB, E = kombinasi daun ciplukan : daun salam (320: 720) mg/200 gBB dan F = simvastatin 0,18 mg/200 gBB selama 14 hari. Data yang diperoleh diolah menggunakan software SPSS melalui uji One Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dilanjutkan dengan uji Pos Hoc Duncan. Hasil : Rata-rata penurunan kolesterol total post test pada kelompok C = 68 mg/dl, kelompok D = 26,25 mg/dl, kelompok E = 44,75 dan kelompok F = 55 mg/dl. Ada perbedaan yang signifikan antara kelompok C dan F terhadap kelompok B (p < 0,05) pada uji Post Hoc Duncan. Kesimpulan : Kombinasi rebusan daun ciplukan dan daun salam berpengaruh terhadap kadar kolesterol total pada tikus putih hiperkolesterolemia dengan dosis yang paling efektif adalah dosis kombinasi daun ciplukan dan daun salam (160 : 720) mg/200 gBB. Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Kolesterol Total, Kombinasi, Daun Ciplukan, Salam Daun, Simvastatin.
Background : Hypercholesterolemia is a risk factor for cardiovascular disease. In previous
studies, ciplukan leaves and salam leaves have been shown to reduce total cholesterol levels
because they contain flavonoids, but the combination of the two has not been studied. The
combination of the two is expected to optimize the reduction. The purpose of this study was to
determine whether there was an effect of giving a combination of boiled ciplukan leaves and
salam leaves to hypercholesterolemic white rats.
Methods : This study used a true experiment with a pre-test post-test control group design
approach on male Wistar rats induced by high fat diet. A sample of 36 rats was divided into 6
groups, namely group A = healthy control, B = negative control, C = combination of
ciplukan leaves: salam leaves (160: 720) mg/200 grBB, D = combination of ciplukan leaves:
salam leaves (160: 1,440 ) mg/200 gBW, E = combination of ciplukan leaves: salam leaves
(320: 720) mg/200 gBW and F = simvastatin 0.18 mg/200 gBW for 14 days. The data
obtained were processed using SPSS software through the One Way ANOVA test at a
significance level of 5% followed by the Pos Hoc Duncan test.
Results : The average post-test total cholesterol decreased in group C = 68 mg/dl, group D =
26.25 mg/dl, group E = 44.75 and group F = 55 mg/dl. There was a significant difference
between groups C and F against group B (p < 0.05) in Duncan's Post Hoc test.
Conclusion : Combination of decoction of ciplukan leaves and salam leaves has an effect on
total cholesterol levels in hypercholesterolemic white rats with the most effective dose being
the combined dose of ciplukan leaves and salam leaves (160: 720) mg/200 gBB.
Keywords : Hypercholesterolemia, Total Cholesterol, Combination, Ciplukan Leaf, Salam
Leaf, Simvastatin.
3230335370G1F014075EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PASIEN BEDAH RSMS PURWOKERTO PADA BULAN JANUARI-JUNI 2020Latar Belakang: Bedah adalah metode penanganan suatu penyakit dengan prosedur tertentu yang dapat memunculkan luka terbuka. Kondisi ini memungkinkan terjadinya infeksi luka daerah operasi. Penggunana antibiotik sebagai profilaksis merupakan upaya pencegahan infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat mengakibatkan resistensi dan dapat memberikan dampak buruk, seperti memperpanjang masa infeksi, memperburuk kondisi klinis, dan dapat mengubah alur terapi menjadi tahap lanjut yang lebih mahal.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional dan dilakukan secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan cara simple random sampling sebanyak 100 rekam medik. Sebanyak 100 sampel dievaluasi secara kuantitatif menggunakan metode DDD/100 patient days dan secara kualitatif menggunakan metode kategori gyssens.
Hasil: Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis antibiotik yang digunakan dengan nilai DDD/100 patient days sebesar 72,27. Golongan antibiotik terbanyak adalah sefalosporin (45,19) dengan jenis antibiotik terbanyak adalah ceftriaxone (52,94). Hasil analisis kualitatif pada penelitian ini antara lain kategori IIA (5%); kategori IIB (6%); kategori IIIB (1%); kategori IVA (88%).
Kesimpulan: Nilai DDD/100 patient days yang tinggi menunjukkan bahwa peresepan antibiotik belum selektif.
Background: Surgery is a method of treating a disease with certain procedures that can cause open wounds. This condition allows the occurrence of surgical site wound infection. The use of antibiotics as prophylaxis is an effort to prevent infection. Inappropriate use of antibiotics can lead to resistance and can have adverse effects, such as prolonging the duration of infection, worsening clinical conditions, and can change the course of therapy to a more expensive advanced stage.
Methods: This study is observational and conducted retrospectively. Data collection was done by simple random sampling of 100 medical records. A total of 100 samples were evaluated quantitatively using the DDD/100 patient days method and qualitatively using the Gyssens category method.
Results: The results of the quantitative analysis showed that there were 4 types of antibiotics used with a DDD/100 patient days value of 72.27. The most class of antibiotics were cephalosporins (45.19) with the most type of antibiotics being ceftriaxone (52.94). The results of qualitative analysis in this study include category IIA (5%); category IIB (6%); category IIIB (1%); category IVA (88%).
Conclusion: The high value of DDD/100 patient days indicates that antibiotic prescribing has not been selective.
3230435371F1D016044Dinamika Relasi Aktor dalam Pengelolaan Objek Wisata Bukit Tengtung di Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang dinamika relasi aktor dalam pengelolaan objek wisata Bukit Tengtung di Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. yang bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dinamika relasi aktor dalam pengelolaan objek wisata Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas; (2) mendeskripsikan aktor-aktor yang terlibat dalam relasi aktor dalam pengelolaan objek wisata Bukit Tengtung di Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas; (3) mendeskrisikan faktor- faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat dalam pengelolaan objek wisata Bukit Tengtung Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Melalui paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas, terkhususnya di Desa Karangsalam Kecamatan Baturaden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perhutani masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya. Perhutani yang lebih mengejar keuntungan untuk kepentingan perusahaan tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai mitra sejajar dalam program PHBM. Setelah terbitnya SK Kulin KK Perhutani menjadi aktor yang pasif dalam proses pembangunan sampai ke tahap pengelolaan. LMDH sebagai leading sector pada proses perencanaan sampai pembangunan menjadi aktor utama yang mewadahi lembaga-lembaga Desa dan juga investor. This research article aims to describe the dynamics of actor relations in the management of the Tengtung Hill tourist attraction in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency. which aims to: (1) describe the dynamics of actor relations in the management of Karangsalam tourism objects, Baturraden District, Banyumas Regency; (2) describe the actors involved in actor relations in the management of the Bukit Tengtung tourist attraction in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency; (3) describe the contextual factors that encourage and hinder the management of the Bukit Tengtung Karangsalam tourist attraction, Baturraden District, Banyumas Regency. Through constructivism paradigm and structuralism perspective, this research uses qualitative research methods. By being located in the Banyumas Regency area, especially in Karangsalam Village, Baturaden District. The results of this study indicate that Perhutani is still the dominant actor with great power in determining which stakeholders are involved in program planning. Perhutani which pursues profit for the benefit of the company but other parties do not increase the division of roles with LMDH as an equal partner in the PHBM program. After the issuance of the SK Kulin KK Perhutani became a passive actor in the development process until the management stage. LMDH as the leading sector in the planning to development process is the main actor that accommodates village institutions and investors.
3230535372F1D015046SOSIALISASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MEDIA POLITIK INSTAGRAM ACHMAD HUSEINArtikel hasil penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui peran Instagram Ir. Achmad Husein sebagai media sosialisasi politik Perda No. 2 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Banyumas; 2) Mengetahui bentuk komunikasi politik Ir. Achmad Husein dalam Instagram untuk melakukan sosialisasi politik Perda No. 2 tahun 2020 tentang pencegahan dan penanggulangan pandemi COVID-19 di Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa media politik Instagram tersebut berperan mensosialisasikan perda no. 2 tahun 2020 kepada masyarakat serta bentuk komunikasi yang dibentuk dan digunakan Husien dalam menyampaikan pesan politiknya melalui Instagram @ir_achmadhusein memiliki fungsi dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat Banyumas terlihat dari adanya fungsi newsmaking, interpretation, socialization, persuasion dan agenda setting pada Instagram Husein. Selain itu fungsi agen stabilitas, monitoring dan fungsi firefighter juga hadir dalam pengimplementasian media politik Instagram Husei. Hingga fungsi distribution control, dan feedback control sehingga informasi yang masyarakat dapatkan bersifat massif dan komprehensif serta bentuk komunikasi yang husein tayangkan bersifat inferior, sehingga dengan gayanya yang cablaka, ketertarikan masyarakat menjadi lebih tinggi. Sehingga penelitian ini mengungkapkan bahwa Instagram Husein efektif sebagai media sosialisasi namun memiliki respon yang sangat minim sehingga masyarakat hanya bisa memanfaatkan informasinya namun tidak untuk komunikasi masih pasif.This research article aims to 1) Knowing the role of Instagram Ir. Achmad Husein as a media for political socialization of Regional Regulation No. 2 of 2020 concerning the prevention and control of the COVID-19 pandemic in Banyumas Regency; 2) Knowing the form of political communication Ir. Achmad Husein on Instagram to carry out political socialization of Regional Regulation No. 2 of 2020 regarding the prevention and control of the COVID-19 pandemic in Banyumas Regency. By using qualitative methods and a case study approach within the framework of a structuralist perspective and constructivism paradigm, the results of this study reveal that the political media Instagram plays a role in socializing Perda no. 2 of 2020 to the public and the form of communication that was formed and used by Husien in conveying his political message through Instagram @ir_achmadhusein has a function and impact that is felt by the people of Banyumas as seen from the functions of newsmaking, interpretation, socialization, persuasion and agenda setting on Husein's Instagram. In addition, the stability agent functions, monitoring and firefighter functions are also present in the implementation of Husei's Instagram political media. Until the function of distribution control, and feedback control so that the information that people get is massive and comprehensive and the form of communication that Husein broadcasts is inferior, so that with his cablaka style, public interest is higher. So this study reveals that Husein's Instagram is effective as a socialization medium but has a very minimal response so that people can only use the information but not for passive communication.
3230635502I1A017094ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH SISWA SMA “X”
TAMBUN SELATAN
Perilaku seks pranikah masih menjadi masalah dikalangan remaja. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menunjukkan terjadinya peningkatan kasus HIV pada kelompok umur 15-24 dari tahun 2015-2017 dengan puncaknya sebesar 162 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah siswa SMA "X" Tambun Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner online (google form). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMA “X” Tambun Selatan sebanyak 639 orang dan sampel penelitian sebanyak 96 orang dengan menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi keluarga tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah (p=0,291), dan ada hubungan antara teman sebaya (p=0,000) dan akses media informasi (p=0,006) dengan perilaku seksual pranikah. Variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah adalah teman sebaya. Diharapkan adanya program terkait kesehatan reproduksi remaja seperti peer education guna meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja sehingga dapat mencegah perilaku seks pranikah.Premarital sex behavior is still a problem among adolescents. Data from the Bekasi District Health Office showed an increase in HIV cases in the age group of 15-24 from 2015-2017 with a peak of 162 cases. This study aims to find out the factors that affect the premarital sexual behavior of high school student "X" Tambun Selatan. The method used in this study is quantitative with a cross sectional approach. Data were obtained through online questionnaire (google form). The subjects of the study were students of South Tambun's XI and XII high school with 639 people and 96 people sampled the study using proportionate stratified random sampling. Data was analyzed univariately, bivariate using Chi-Square test, and multivariate using Logistic Regression test. The results showed family communication patterns were not associated with premarital sexual behavior (p=0.291) and there was a relationship between peers (p=0.000) and access to information media (p=0.006) with premarital sexual behavior. The variables that most influence premarital sexual behavior are peers. It is expected that there are programs related to adolescent reproductive health such as peer education to improve the knowledge and attitudes of adolescents so as to prevent premarital sex behavior.
3230735580H1B017079ANALISIS FREKUENSI BANJIR TRIVARIAT MENGGUNAKAN FUNGSI
COPULA PADA DAS CILIWUNG
Salah satu upaya untuk pengendalian banjir yaitu dengan memprediksi frekuensi kejadian banjir
ekstrim melalui analisis frekuensi banjir. Variabel banjir umumnya bersifat acak dan saling berkorelasi, terdiri
dari: debit puncak, durasi banjir dan volume banjir. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model
trivariat analisis frekuensi banjir dilakukan analisis frekuensi banjir di DAS Ciliwung secara simultan dengan
menggunakan fungsi Copula untuk tiga variable banjir. Copula merupakan sebuah fungsi yang menghubungkan
fungsi distribusi marginal menjadi fungsi distribusi multivariat. Hasil dari pemodelan tersebut didapatkan
bahwa model Copula Gumbel cocok untuk menjelaskan hubungan ketergantungan antara tiga variabel banjir.
Nilai parameter  Copula Gumbel pada variabel Durasi-Volume-Debit Puncak sebesar 3.289463. Kemudian
Nilai kolerasi antara Durasi dan Volume menggunakan kolerasi spearman adalah 0.9703765 sehingga
menunjukan bahwa keduanya mempunyai hubungan yang sangat tinggi. Sedangkan untuk variabel Durasi dan
Debit puncak serta Volume dan Durasi dengan Debit Puncak secara berturut nilai nya adalah 0.2707275 dan
0.4397130 yang berarti hubungan antar variabel rendah tapi pasti. Pada evaluasi berbagai distribusi probabilitas
untuk representasi variabel banjir, ditemukan bahwa ketiga variabel banjir direpresentasikan Distribusi
Generalized Extreme Value (GEV).
One of the efforts to control floods is to predict the frequency of extreme flood events through flood
frequency analysis. Flood variables are generally random and correlated, consisting of: peak discharge, flood
duration and flood volume. In this study, an analysis of the frequency of flooding in the Ciliwung watershed
was carried out using a trivariate simultaneously using the Copula function for three flood variables. Copula
is a function that relates the marginal distribution function to a multivariate distribution function. The results
of the modeling show that the Copula Gumbel model is suitable for explaining the dependency relationship
between the three flood variables. The parameter  ˆ value Copula Gumbel on the Duration-Volume-Peak
Discharge variable is 3.289463. Then the correlation value between Duration and Volume using the Spearman
correlation is 0.9703765 so that it shows that the two have a very high relationship. Meanwhile, for the variables
of Duration and Peak Discharge and Volume and Duration with Peak Discharge, the values are 0.2707275 and
0.4397130, respectively, which means the relationship between variables is low but definite. In the evaluation
of various probability distributions for the representation of the flood variable, it was found that the three flood
variables were represented by the Generalized Extreme Value (GEV) distribution.
3230835373C1A015012DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT PROVINSI JAWA BARATTujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan konsumsi makanan dan non makanan sebelum dan selama pandemi covid-19, menganalisis perbedaan konsumsi makanan dan non makanan daerah perdesaan sebelum dan selama pandmei covid-19, serta menganalisis perbedaan konsumsi makanan dan non makanan daerah perkotaan sebelum dan selama pandemic covid-19 di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan analisis data menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test dan uji non-parametrik menggunakan wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan konsumsi makanan sebelum dan selama pandemi covid-19 di Provinsi Jawa Barat, (2) terdapat perbedaan konsumsi non makanan sebelum dan selama pandemi covid-19 di Provinsi Jawa Barat, (3) terdapat perbedaan konsumsi makanan dan non makanan daerah perdesaan sebelum dan selama pandemi covid-19 di Provinsi Jawa Barat, (4) terdapat perbedaan konsumsi makanan daerah perkotaan sebelum dan selama pandemi covid-19, serta tidak terdapat perbedaan konsumsi non makanan daerah perkotaan sebelum dan selama pandemi covid-19 di Provinsi Jawa Barat. The purpose of this study was to analyze differences in food and non-food consumption before and during the COVID-19 pandemic, analyze differences in food and non-food consumption in rural areas before and during the COVID-19 pandemic, and analyze differences in food and non-food consumption in urban areas before and during the COVID-19 pandemic. COVID-19 pandemic in West Java Province. This study uses data analysis using the normality test, paired sample t-test and non-parametric tests using the Wilcoxon sign rank test. The results showed that: (1) there were differences in food consumption before and during the covid-19 pandemic in West Java Province, (2) there were differences in non-food consumption before and during the covid-19 pandemic in West Java Province, (3) there were differences in consumption food and non-food in rural areas before and during the covid-19 pandemic in West Java Province, (4) there are differences in food consumption in urban areas before and during the covid-19 pandemic, and there are no differences in non-food consumption in urban areas before and during the covid-19 pandemic. 19 in West Java Province.
3230935374I1B018028Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Lansia Dengan Komorbid Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas KemangkonLatar belakang: Lansia dengan komorbid merupakan salah satu kelompok usia yang rentan terjangkit penyakit terlebih lagi pada masa pandemic Covid-19. Salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Faktor-faktor yang mempengaruhi lansia dengan komorbid dalam menerapkan protokol kesehatan perlu dikaji yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan Covid-19 khususnaya pada kelompok lansia.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik serta rancangan cross sectional. Sebanyak 175 masyarakat lansia menjadi responden pada penelitian ini secara sukarela. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner Health Belief Model yang telah dimodifikasi dan kuesioner Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19.
Hasil Penelitian: Karakteristik responden pada penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Gambaran persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, efikasi diri, dan penerapan protokol kesehatan sebagian besar memiliki persepsi dan tindakan yang baik. Persepsi hambatan merupakan satu-satunya persepsi yang berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Persepsi hambatan juga merupakan faktor yang paling mempengaruhi lansia dengan komorbid dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Kemangkon.
Kesimpulan: Persepsi Hambatan merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kata Kunci: Lansia dengan Komorbid, Penerapan Protokol Kesehatan, Health Belief Model.
Background: The elderly with comorbidities are one of the age groups that are vulnerable to contracting the disease, especially during the Covid-19 pandemic. One of the efforts to prevent the spread of Covid-19 is to implement the Covid-19 health protocol. The factors that influence the elderly with comorbidities in implementing health protocols need to be studied which aims to improve the implementation of the Covid-19 health protocol, especially in the elderly group.
Methods: This research is a quantitative research with analytical observational design and cross sectional design. A total of 175 elderly people became respondents in this study voluntarily. The instruments in this study were the modified Health Belief Model questionnaire and the Covid-19 Health Protocol Implementation questionnaire.
Results: The characteristics of the respondents in this study were mostly male. The descriptions of perceived vulnerability, perceived severity, perceived barriers, perceived benefits, self-efficacy, and application of health protocols mostly had good perceptions and actions. The perception of barriers is the only perception related to the implementation of the Covid-19 health protocol. The perception of barriers is also the most influencing factor for the elderly with comorbidities in implementing the Covid-19 health protocol in the working area of the Kemangkon Health Center.
Conclusion: The perception of barriers is a factor that significantly influences the implementation of the Covid-19 health protocol.
Keyword: Elderly with Comorbid, Application of Health Protocol, Health Belief Model.
3231035375F1C017035ANALISIS RESPONS PEMAKZULAN TRUMP PASCA CAPITOL RIOT DALAM ARTIKEL "TRUMP IMPEACHED FOR INCITING INSURRECTION"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons dari media The New York Times, mengenai pemakzulan kedua Donald J Trump dalam artikel “Trump Impeached for inciting insurrection”. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode analisis wacana kritis dari Teun a Van Dijk. Pengumpulan data diambil melalui 3 dimensi analisis yaitu, dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Yang kemudian dilakukan elaborasi data untuk menemukan pola-pola yang berulang untuk menghasilkan kesimpulan mengenai respons di dalam artikel. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, (1) Respon di dalam artikel mewakili respon dari media, jurnalis, dan juga editor. (2) Dalam mempengaruhi opini publik, media The New York Times menggunakan strategi persuasif, dan Partai Demokrat menggunakan strategi sebab-akibat. (3) Respon dari media terbukti bias pada liberalis dan neutral bipartisan (left-centris). (4) artikel “Trump Impeached for inciting insurrection” digunakan sebagai media ekspresi oleh jurnalis dan editor, atas kekesalan dan kemarahan mereka sebagai salah satu korban dari kejadian Capitol Riot.This study aims to describe the response of The New York Times's media regarding the second impeachment of Donald J. Trump, in the article "Trump Impeached for inciting insurrection." This study uses a critical paradigm with the critical discourse analysis method of Teun Van Dijk. The data was collected using three dimensions of analysis: text dimensions, social cognition, and social context. The data was then analyzed to find repetitive patterns to produce conclusions about the responses in the article. The results of this study found that: (1) the response in the article represents the response from the media, journalists, and also editors;(2) The media of the New York Times uses a persuasive strategy to influence public opinion, whereas the Democratic Party uses a persuasion cause and effect technique;(3) The response from the media proved to be biased towards liberals and neutral (left-centris);(4)The article "Trump Impeached for inciting insurrection" is used as a medium of expression by journalists and editors to express their frustration and anger as one of the victims of the Capitol Riot incident.
3231134723C1I017055THE EFFECT OF INTERNAL AUDIT AND INTERNAL CONTROL SYSTEM ON FRAUD PREVENTION (STUDY AT PT MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh audit internal dan system pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan di perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam departemen audit internal dan department business support. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 48 karyawan. Analisis data yang digunakan adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa audit internal dan system pengendalian internal secara parsial dan simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan perlu meningkatkan audit internal dan system pengendalian internal dalam perusahaannya agar tindakan kecurangan yang dapat menyebabkan kerugian dapat dicegah kemunculannya.The purpose of this study was to examine the effect of internal audit and internal control system on fraud prevention in the company. This research is a quantitative research using primary data. The population in this study were employees of PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia in the internal audit and business support department. The sampling method used in this study is a saturated sampling technique with a total sample of 48 employees. Data analysis used is data quality test, classical assumption test, multiple regression analysis, coefficient of determination test, and hypothesis test. Based on the results of research and data analysis shows that internal audit and internal control systems partially and simultaneously have a positive and significant influence on fraud prevention. The implication of this research is that companies need to improve their internal audit and internal control systems so that fraudulent actions that can cause losses can be prevented from occurring.
3231234846C1I017041REVEALING THE READINESS, KNOWLEDGE, AND OBSTACLES OF MSME PLAYERS IN IMPLEMENTING THE DIGITIZATION OF FINANCIAL REPORT DURING THE COVID 19 PANDEMICTujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui apakah pelaku UMKM siap dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan, (2) untuk mengetahui apakah pelaku UMKM, memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan dan (3) apa hambatan yang dirasakan pelaku UMKM dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer. Subjek dalam penelitian ini adalah UMKM Kota Tangerang Selatan yang bergerak dalam bidang kuliner dan terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan. Data diambil dari hasil wawancara, observasi dan doumentasi. Analisis data menggunakan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah UMKM kota Tangerang Selatan belum siap dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan. UMKM kota Tangerang Selatan belum memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan. Kebanyakan UMKM masih menemui hambatan dalam mengimplementasikan digitalisasi laporan keuangan. Implikasi dalam penelitian ini adalah Dinas Koperasi dan UMKM kota Tangerang Selatan dapat memberikan edukasi yang lebih terarah kepada UMKM di kota Tangerang Selatan mengenai implementasi digitalisasi laporan keuangan.The purpose of this research are (1) to find out whether MSME actors are ready to implement digitization financial reports, (2) to find out whether MSME actors have sufficient knowledge in implementing digitization financial reports and (3) what are the obstacles felt by MSME actors in implementing digitization financial reports. This research is a qualitative research using primary data. The subjects in this study were MSMEs in South Tangerang City which were engaged in the culinary field and registered at Department Cooperatives and MSMEs in South Tangerang City. The data is taken from the results of interviews, observations and documentation. Data analysis used 4 stages, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The result of this research is that MSMEs in South Tangerang City are not ready to implement the digitization of financial reports. MSMEs in South Tangerang City do not yet have sufficient knowledge in implementing the digitization of financial reports. Most MSMEs still encounter obstacles in implementing the digitization of financial reports. The implication of this research is that the Department of Cooperatives and SMEs in South Tangerang City can provide more targeted education to MSMEs in South Tangerang City regarding to the implementation of digitization financial reports.
3231335376F1F014022A phonological study of happiness expressions produced by 3 year old kid in Deru Crew Vlogs
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek fonologis ekspresi kebahagiaan yang dihasilkan oleh anak usia 3 tahun dalam video youtube Dre Crew Vlogs. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Studi fonologi digunakan sebagai instrumen untuk menggali data. Subjek penelitian ini adalah anak berusia 3 tahun bernama Porter. Penelitian pada anak menunjukkan bahwa sekitar 55% perasaan anak diekspresikan melalui isyarat nonverbal, seperti melalui ekspresi wajah atau gerak tubuh. Sementara itu, 38% perasaan disampaikan melalui nada suara. Kajian fonologi tidak hanya menghubungkan bahasa dan olah, tetapi juga menghubungkannya dengan hal-hal di luar bahasa, seperti pengaruh lingkungan sosial dan pengetahuan individu tentang dunia.The aim of this study was to find out the phonological aspect of happiness expressions produced by 3 year old kid in Deru Crew Vlogs. The approach of this study was qualitative.
Phonological study were used as the instruments of eliciting the data. The subject of this research was the 3 year old kid. Research on children shows that about 55% of children’s feelings are expressed through nonverbal cues, such as through facial expressions or gestures. Meanwhile, 38% of feelings are conveyed through the tone of voice. Phonological studies not only link language and thought, but also relate it to things outside of language, such as the influence of the social environment and individual knowledge of the world.
3231435310I1A018088ANALISIS PENENTUAN TARIF PELAYANAN GIGI SPESIALISTIK PEDODONTIK DENGAN METODE FULL COST PRICING DI KLINIK BUNDA DENTAL CARE BEKASILatar Belakang: Pada era saat ini tingkat kompetitif semakin tinggi dalam sektor kesehatan. Penentuan tarif yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam meningkan kualitas pelayanan dan mencegah terjadinya distorsi biaya. Metode Actvity Based Costing adalah metode yang tepat dalam menentukan tarif pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif dengan Full Cost Pricing untuk pelayanan spesialistik pedodontik di Klinik Bunda Dental Care Bekasi. Metodologi: Metode analisis data yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif komparatif kuantitatif. Unit cost pelayanan gigi spesialistik pedodontik dihitung menggunakan metode Activity Based Costing kemudian menggunakan
metode Full Cost Priving untuk menentukan tarif. Perhitungan dilakukan menggunakan Microsoft Excel.Hasil Penelitian: Hasil perhitungan menunjukan terdapat perbedaan antara tarif yang dihitung menggunakan metode Full Cost Pricing dengan tarif Klinik Bunda Dental Care saat ini. Perbedaan tarif berdasarkan analisis unit cost dengan metode Activity Based Costing memperoleh hasil yang lebih besar dibandingkan dengan tarif pelayanan spesialistik pedodontik Klinik Bunda Dental Care pada pelayanan konsultasi, ekstraksi anastesi topikal, ekstraksi anastesi filtrasi, tambalan composite, PSA open bor, PSA ganti obat, oral provilaksis dan pengisian GIC. Namun memperoleh hasil yang lebih kecil pada tarif tindakan tambalan GIC. Tarif yang dihitung sudah dijumlahkan dengan presentase jasa dokter sebesar 30%. Kesimpulan: Hasil perbandingan menunjukan terdapat perbedaan antara tarif yang dihitung menggunakan metode Full Cost Pricing dengan tarif Klinik Bunda Dental Care saat ini.
Background: In today’s era, the health sector’s competitiveness is getting higher. Effective price calculations are fundamental to improving health care and preventing cost distortions. The activity-Based Costing method is appropriate in determining health service prices. This study aimed to calculate and determine the unit cost value of spesialistists pedodontic dental service at Bunda Dental Care Clinic. Methods: The method of data analysis used is a descriptive comparative quantitative research design. Unit cost was applied by Activity Based Costing method. The cost was calculated by using computerized Microsoft Excel analysis. Results: The calculation indicates that there are differences between price by
using full-cost pricing and the current prices of Bunda Dental Clinic. The difference in price by using Full-Cost Pricing from unit cost by using Activity-Based Costing get higher results compared to Bunda Dental Care Clinic price at the consultation, extraction with topical anesthesia, extraction with filtration anesthesia, restoration with a composite, root canal treatment with open bor, root canal treatment with medicament change, oral prophylaxis, and the GIC filling. But the restoration with a GIC price using Activity Based Costing is lower than the current price of Bunda Dental Clinic. The price calculated has been added to the percentage of doctor services by 30%. Conclusion: The findings outline that there are
differences between price by using Full-Cost Pricing and the current price of Bunda Dental Clinic.
3231535287F1A016070KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGEMUDI OJEK KONVENSIONAL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI CICALENGKAOjek konvensional atau ojek pangkalan merupakan salah satu jenis moda transportasi umum yang banyak dijumpai di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Namun semenjak pandemi Covid-19, jumlah pengemudi ojek konvensional di Cicalengka menurun drastis. Hal ini tampak dari pangkalan-pangkalan ojek di Cicalengka yang biasa ramai, semenjak pandemi terlihat sepi bahkan beberapa pangkalan ada yang dikosongkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi pengemudi ojek konvensional selama pandemi Covid-19 di Cicalengka. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan secara berkala di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung pada Bulan Maret 2021 hingga Bulan Oktober 2021. Sumber data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dengan lima tukang ojek konvensional sebagai informan utama. Sedangkan data sekunder didapat dari wawancara dengan pihak BOC (Baraya Ojeg Cicalengka), observasi lapangan, serta dokumentasi dari berbagai jurnal dan media. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi sebagai teori utama. Hasil dari penelitian ini adalah tukang ojek konvensional di Cicalengka mengalami berbagai masalah sosial ekonomi selama pandemi Covid-19. Permasalahan utamanya adalah penurunan pendapatan yang signifikan atau secara persentase lebih dari 50% dibanding pendapatan harian sebelum pandemi Covid-19.Conventional motorcycle taxi is one type of public transportation mode that are often found in Cicalengka District, Bandung Regency. However, since the Covid-19 pandemic, the number of conventional motorcycle taxi drivers in Cicalengka has decreased drastically. This can be seen from the ojek bases in Cicalengka which are usually busy, since the pandemic it looks deserted and even some bases have been emptied. This study aims to determine the socio-economic life of conventional motorcycle taxi drivers during the Covid-19 pandemic in Cicalengka. To achieve these goals, the authors use qualitative research methods. To collect data, the author uses in-depth interviews, observation, and documentation methods. This research is carried out periodically in Cicalengka District, Bandung Regency from March 2021 to October 2021. Primary data sources are obtained from in-depth interviews with five conventional motorcycle taxi drivers as main informants. While secondary data were obtained from interviews with the BOC (Baraya Ojeg Cicalengka), field observations, and documentation from various journals and media. This study uses a phenomenological approach as the main theory. The result of this study is that conventional motorcycle taxi drivers in Cicalengka experienced various socio-economic problems during the Covid-19 pandemic. The main problem is a significant decrease in income or a percentage of more than 50% compared to daily income before the Covid-19 pandemic.
3231635503H1B018056EVALUASI RANGKA KUDA-KUDA BAJA POFIL WIDE FLANGE (WF) DENGAN BALOK IKAT DAN TANPA BALOK IKAT TERHADAP KINERJA STRUKTUR ATAP
(Studi Kasus Renovasi dan Penataan Gedung Rawat Jalan RSUD Muntilan)
Penutup atap merupakan bagian terpenting konstruksi bangunan gedung yang berfungsi untuk melindungi penghuni bangunan dari panas, hujan, dan angin serta perubahan cuaca hingga radiasi panas berlebih. Penutup atap dan beban-beban yang mengenainya ditopang oleh struktur rangka atap atau yang dikenal secara umum sebagai kuda-kuda. Kuda-kuda harus memiliki struktur yang stabil untuk menahan beban yang ada, agar tidak terjadi kegagalan struktur yang dapat membahayakan penghuni di dalam bangunan gedung. Gedung Rawat Jalan RSUD Muntilan menggunakan jenis kuda-kuda baja konvensional gable frame dengan perkuatan struktur tambahan berupa balok ikat yang menghubungkan kedua kaki kuda-kuda. Balok ikat dipasang untuk melawan pemisahan dari kaki kuda-kuda akibat adanya angin kencang atau beban lateral khusus lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variasi peletakan balok ikat terhadap gaya dalam dan lendutan pada kuda-kuda gable frame profil WF. Variasi peletakan balok ikat yang digunakan adalah 1/3 H, ½ H, dan 2/3 H dari puncak kuda-kuda. Variasi bentang kuda-kuda yang digunakan adalah 25; 28,6; dan 30 meter. Hasil analisis menggunakan software ETABS menunjukkan bahwa pengurangan lendutan pada profil rafter akibat penambahan balok ikat 1/3 H, 1/2 H, dan 2/3 H berturut-turut adalah sebesar 63%, 84%, dan 64%. Pengurangan strength ratio kuat lentur pada profil rafter akibat penambahan balok ikat 1/3 H, 1/2 H, dan 2/3 H berturut-turut adalah sebesar 4%, 11%, dan 20%. Gaya geser tidak dipengaruhi oleh penambahan balok ikat karena nilainya relatif sama dengan perubahan beberapa variasi letak balok ikat. Untuk optimasi penggunaan, direkomendasikan menggunakan balok ikat 2/3 H.The roof is an essential structure in buildings that protects the building from the hot sun, rainwater, weather changes, and excessive heat radiation. The roof truss structure supports the roof and the loads on it. The truss must have a stable structure to withstand the existing loads so that there is no structural failure that can endanger the occupants in the building. Gedung Rawat Jalan RSUD Muntilan uses a conventional steel truss type of gable frame with additional structural reinforcement in a tie beam that connects the two horses' legs. Tie beams are installed to resist separation from the hooves of the truss due to strong winds or other special lateral loads. This study aims to determine how much the influence of variations in the laying of tie beams on internal forces and deflections on WF profile gable frames. The variation of the laying of tie beams used is 1/3 H, H, and 2/3 H from the top of the truss. The variation of the truss span used is 25, 28,6, and 30 meters. The results of the analysis using ETABS software showed that the reduction in deflection of the rafter profile due to the addition of 1/3 H, 1/2 H, and 2/3 H tie beams were 63%, 84%, and 64%, respectively. The reduction in the flexural strength ratio in the rafter profile due to the addition of 1/3 H, 1/2 H, and 2/3 H tie beams was 4%, 11%, and 20%, respectively. The shear force is not affected by the addition of tie beams because the value is relatively the same as changes in several variations in the location of the tie beams. For optimization of use, it is recommended to use a 2/3 H tie beam. 
3231734842C1C016072PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PERBANKAN DENGAN MODAL INTELEKTUAL SEBAGAI PEMODERASIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan dengan melibatkan variabel moderasi berupa modal intelektual pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu 2016-2020. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Version 26.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Debt to Asset Ratio berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan perbankan; (2) Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan perbankan; (3) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan perbankan; (4) Modal Intelektual memperkuat pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap kinerja perusahaan perbankan; (5) Modal Intelektual memperlemah pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap kinerja perusahaan perbankan; (6) Modal Intelektual tidak memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan perbankan.This study aims to determine the effect of Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), and company size on company performance by involving moderating variables in the form of intellectual capital in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2016-2020 period. The sample selection used purposive sampling method and obtained a sample of 32 companies. Data analysis in this study used the SPSS Version 26.0 program. The results of this study indicate that: (1) Debt to Asset Ratio has a positive effect on the performance of banking companies; (2) Debt to Equity Ratio (DER) has a negative effect on the performance of banking companies; (3) Company size has a positive effect on the performance of banking companies; (4) Intellectual Capital strengthens the effect of the Debt to Asset Ratio on the performance of banking companies; (5) Intellectual Capital weakens the effect of the Debt to Equity Ratio on the performance of banking companies; (6) Intellectual Capital does not moderate the effect of firm size on the performance of banking firms.
3231835246H1B018002EVALUASI KERENTANAN BANGUNAN GEDUNG TERHADAP GEMPA MENGGUNAKAN METODE RAPID VISUAL SCREENING (STUDI KASUS : GEDUNG FEBI UIN PROF. KH. SAIFUDDIN ZUHRI)Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Dengan demikian, Indonesia termasuk dalam kategori negara yang rawan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi menimbulkan gelombang seismik yang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur maupun bangunan gedung. Salah satu rekomendasi yang dapat mengurangi kerusakan gedung yaitu dengan mengevaluasi kerentanannya. Rapid Visual Screening (RVS) merupakan salah satu metode awal yang digunakan untuk mengevaluasi sebuah gedung. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kerentanan dan final score Gedung FEBI UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri menggunakan metode RVS berdasarkan FEMA P-154. Metode ini memiliki batasan nilai akhir sebesar 2, yang apabila skor akhir lebih dari 2 maka gedung yang ditinjau memiliki kerentanan yang rendah terhadap gempa dan berlaku sebaliknya. Gedung FEBI UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri merupakan salah satu mid-rise-building yang ada di Purwokerto yang didirikan pada tahun 2019. Hasil skor akhir yang didapatkan yaitu 3,6 untuk kategori gedung beton rangka pemikul momen (C1) dan 1,4 untuk kategori gedung bingkai beton dengan tembok batu bata tanpa perkuatan (C3). Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan gedung 6 lantai ini mempunyai kerentanan terhadap gempa dengan kategori tingginya probabilitas kerusakan tingkat 3 dan sangat tinggi probabilitas kerusakan tingkat 2.Indonesia is a country that is located at the confluence of three large tectonic plates namely the Indo-Australian plate, the Eurasian plate, and the Pacific plate. Thus, Indonesia is included in the category of countries that are prone to earthquakes. Earthquakes cause seismic waves that can cause damage to infrastructure and buildings. One recommendation that can reduce damage to a building is to evaluate its vulnerability. Rapid Visual Screening (RVS) is one of the earliest methods used to evaluate a building. The purpose of this research is to find out the vulnerability and final score of the Faculty of Islamic Economic and Business of Islamic State Prof. KH. Saifuddin Zuhri University used the RVS method based on FEMA P-154. This method has a final value limit of 2, which if the final score is more than 2 then the building under review has a low vulnerability to earthquakes and applies vice versa. Faculty of Islamic Economic and Business Islam of Islamic State Prof. KH. Saifuddin Zuhri University is one of the mid-rise-buildings in Purwokerto which was established in 2019. The final score was 3.6 for the category of concrete moment-resisting frames (C1) and 1.4 for the category of concrete frames with unreinforced masonry infill walls (C3). Thus, the results showed this 6-story building has a vulnerability to earthquakes with a high category of high probability of damage level 3 and very high probability of level 2 damage.
3231935176H1B017017ANALISIS PENGARUH PERGESERAN LUBANG BAUT
TERHADAP KAPASITAS SAMBUNGAN TIPE SEDERHANA
PADA PEKERJAAN BALOK – BALOK DENGAN ANALISIS NUMERIKAL DAN BANTUAN SOFTWARE ABAQUS
Pada pelaksanaan pekerjaan sambungan baut, terkadang dijumpai permasalahan yang mungkin dapat mempengaruhi kapasitas sambungan tersebut. Salah satu permasalahan yang dapat ditemukan adalah adanya pergeseran lubang baut karena kesalahan proses fabrikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pergeseran lubang baut terhadap kapasitas sambungan. Pada penelitian ini, dilakukan analisis numerikal dengan bantuan software Abaqus terhadap permasalahan pergeseran lubang baut karena kesalahan proses fabrikasi pada sambungan tipe sederhana pada pekerjaan balok – balok. Pergeseran lubang baut diasumsikan sebesar 10 mm ke arah X, kiri dan arah Y, bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria signifikan terdapat pada regangan maksimum untuk selisih antara sambungan variasi D2 (geser 10 mm, arah X, kiri) dengan D1 (desain asli) yaitu sebesar 32,009%, dan sambungan variasi D3 (geser 10 mm, arah Y, bawah) dengan D1 (desain asli) yaitu sebesar 30,219%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan pergeseran lubang baut memberikan pengaruh yang berarti terhadap kapasitas sambungan kaitannya dengan regangan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa adanya penggunaan kombinasi baja dan pelat sambung mutu normal dengan baut mutu tinggi memberikan pengaruh yang cukup berarti pada hasil persentase selisih.In the implementation of bolt connection work, sometimes problems are encountered that might affect the capacity of the connection. One of the problems that can be found is the shift of the bolt holes due to errors in the fabrication process. Therefore, it is necessary to conduct research to determine the effect of shifting bolt holes on the capacity of the connection. In this study, a numerical analysis was carried out with the help of Abaqus software on the problem of shifting bolt holes due to errors in the fabrication process for simple type connections in beam work. The bolt hole shift is assumed to be 10 mm in the X direction, left and Y direction, down. The results showed that the significant criteria were in the maximum strain for the difference between the connection variations D2 (shifting 10 mm, X direction, left) and D1 (original design) which was 32.009%, and the connection variation D3 (shifting 10 mm, Y direction, down) with D1 (original design) which is 30.219%. This shows that the bolt hole shift problem has a significant effect on the connection capacity in relation to strain. In addition, this also shows that the use of a combination of normal steel and connection plates with high strength bolts has a significant effect on the result of the percentage difference.
3232035504E1A016192PENERAPAN PASAL 21 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS TERHADAP SENGKETA AYAM GEPREK BENSU (DALAM PUTUSAN : NOMOR 576/K/Pdt.Sus-HKI/2020)Merek merupakan bagian dari wujud karya intelektual yang memiliki peranan penting bagi suatu perusahaan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa yang perlu untuk dilindungi. Perlindungan itu sendiri berupa pendftaran merek kepada Menteri Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (atau disingkat UUMIG). Pelanggaran merek tentu saja menimbulkan kerugian bagi pihak produsen yang salah satunya adalah merek milik PT. AYAM GEPREK BENNY SUDJONO merupakan perusahaan pemegang hak atas merek I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR, sehingga pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan upaya pembatalan merek ke Pengadilan Niaga di wilayah hukum tempat tinggal Tergugat sebagaimana diatur di dalam Pasal 83 UUMIG.
Penelitian dalam skripsi ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif analitis, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif dengan sumber bahan hukum berupa data sekunder yang dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst., menunjukan bahwa merek I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR adalah merek milik PT. AYAM GEPREK BENNY SUDJONO sebagai perusahaan merek yang telah terdaftar dalam Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan mempunyai hak eksklusif terhadap merek miliknya. Tegugat Rekopensi selaku pemilik merek BENSU dalam mendaftarkan mereknya memiliki itikad tidak baik karena adanya persamaan pada pokoknya dengan merek milik Penggugat Rekopensi yang mereknya telah terlebih dahulu sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3) UUMIG, dan Majelis Hakim dalam menjatuhkan keputusan untuk menolak permohonan kasasi dari Permohon Kasasi RUBEN SAMUEL ONSU merupakan keputusan yang tepat.
Trademarks are part of the form of intellectual work that has an important role for a company in trading goods or services that need to be protected. The protection itself is in the form of trademark registration to the Minister of Law and Human Rights, Directorate General of Intellectual Property, this has been regulated in Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications (or abbreviated UUMIG). Brand infringement of course causes losses for the producers, one of which is a brand owned by PT. AYAM GEPREK BENNY SUDJONO is the company that holds the rights to the I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR brand, so that parties who feel aggrieved can file an attempt to cancel the mark to the Commercial Court in the jurisdiction where the Defendant lives as regulated in Article 83 of the MIG Law.
The research in this thesis was carried out using a normative juridical approach, the specifications of the research used were analytical prescriptive, while the data analysis method used was normative qualitative with legal material sources in the form of secondary data collected through the literature study method and presented in the form of narrative text.
Based on the results of research on the Commercial Court Decision at the Central Jakarta District Court Number 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst., it shows that the I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR brand is a brand owned by PT. AYAM GEPREK BENNY SUDJONO as a trademark company that has been registered with the Directorate General of Intellectual Property and has exclusive rights to its trademark. The Defendant of Rekopensi as the owner of the BENSU mark in registering his mark had bad faith because of the similarity in principle with the mark belonging to the Plaintiff of Rekopensi whose mark had already been regulated in Article 21 paragraph (3) of the UUMIG, and the Panel of Judges in making a decision to reject the cassation request from RUBEN SAMUEL ONSU's Cassation Application is the right decision.