Artikelilmiahs

Menampilkan 32.281-32.300 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3228135357I1B018022PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN
ORANG TUA TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL PADA ANAK
Latar Belakang: Kejadian kekerasan verbal pada anak oleh orang tua masih banyak dijumpai. Kekerasan verbal dapat menimbulkan dampak serius. Salah satu penyebab kekerasan verbal adalah kurangnya pengetahuan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan orang tua tentang pencegahan kekerasan verbal pada anak.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental pretest-post test with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 46 responden di Desa Kalikesur. Instrumen di adopsi dari Mysa (2016). Intervensi dengan pemberian video edukasi dengan durasi 5 menit. Analisa data menggunakan uji chi-square dan wilcoxon.
Hasil Penelitian: Rerata usia responden pada kelompok intervensi adalah 40,17 tahun, sedangkan median pada kelompok kontrol 35 tahun. Mayoritas responden kedua kelompok dalam penelitian ini adalah perempuan, pendidikan terakhir SD/ sederajat, memiliki dua orang anak atau kurang, berstatus menikah, berpendapatan di bawah UMK Banyumas. Hasil penelitian menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan pretest tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan kekerasan verbal pada anak antara dua kelompok (p=0,131) tetapi terdapat perbedaan pada posttest (p=0,022). Terdapat perbedaan antara pretest dengan posttest tingkat pengetahuan orang tua tentang pencegahan kekerasan verbal pada anak pada kelompok intervensi (p=0,000), tetapi tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol (p=0,133).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan orang tua tentang pencegahan kekerasan verbal pada anak.
Kata Kunci: Kekerasan verbal, pengetahuan, dan video edukasi.
Background: There are still many cases of verbal abuse of children by parents. Verbal abuse can have serious impact. One of the causes of verbal abuse is the lack of parental knowledge. This study aims to determine the effect of educational videos on parents knowledge about preventing verbal abuse in children
Methods: The design of this study was a quasi-experimental pretest-post test with control group design. The sampling technique used stratified random sampling with a total of 46 respondents in Kalikesur Village. The instrument was adopted from Mysa (2016). Data analysis used chi-square and wilcoxon test.
Results: The mean age of respondents in the intervention group was 40.17 years old, while in the median in the control group was 35 years old. The majority of respondents in this study were women, elementary school, had two or less children, married, and income below the Banyumas UMK. The results of the study there was no difference in the pretest level of parental knowledge about preventing verbal abuse in children between the two groups (p=0.131) but there was a difference in the posttest (p=0.022). There is a difference between the pretest and posttest levels of parental knowledge in the intervention group (p=0.000), but there was no difference in the control group (p=0.133).
Conclusion: There is an effect of educational videos on parents knowledge about preventing verbal violence in children

Keywords: Verbal abuse, knowledge, and education video.
3228235555C1B018085PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN EFEK PARABOLA KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKANPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mekanisme internal Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu komponen Good Corporate Governance diantaranya kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, komisaris independen, dan jumlah direksi. Variabel dependennya yaitu kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) serta menggunakan variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan dan leverage. Kepemilikan manajerial akan diidentifikasi dan dianalisis adanya kemungkinan membentuk pola hubungan berbentuk U terbalik, oleh karena itu pengujian pengaruh parabola antara kepemilikan manajerial terhadap ROA dapat dilakukan.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 13 perusahaan perbankan. Untuk analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, uji statistik deskripif, uji regresi data panel, pengujian efek parabola, uji determinasi, uji f dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komisaris independen dan jumlah direksi berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel kepemilikan manajerial dan ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap ROA pada perusahaan perbankan periode 2016-2020. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya pola bentuk parabola (U-terbalik) antara kepemilikan manajerial terhadap ROA. Hal tersebut menyiratkan bahwa sampai tingkat tertentu, peningkatan kepemilikan managerial akan meningkatkan kinerja keuangan, dan setelah melewati titik optimum, peningkatan kepemilikan manajerial dapat menurunkan kinerja keuangan perusahaan.
This purpose of the study to examine the effect of Internal Mechanism Good Corporate Governance on financial performance. The independent variables used in this study are components of Good Corporate Governance including managerial ownership, board size, board of commissioners' independence, and board of directors. Dependent variable is financial performance which is proxied using Return on Assets (ROA) and control variables using firm size and leverage. Managerial ownership will be identified and analyzed on its possibility to form the inverse U-shape relationship pattern, therefore the test on parabolic effect between managerial ownership on ROA can be conducted.
The population in this study are all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020. The sampling technique used is purposive sampling with a sample of 13 banking companies. For data analysis using classical assumption test, statistic descriptive test, panel data regression test, test on parabolic effect, determination test, f test, and t test.
The results showed that the variables of the board of commissioners' independence and board of directors had a positive significant effect on ROA, while the variables of managerial ownership and board size had no significant effect on ROA in banking companies for the 2016-2020 period. The results of this study also showed that parabolic (inverse U-shape) pattern between managerial ownership on ROA. This implies that until certain level, the increase in managerial ownership will increase financial performance, and after passing the optimum point, the increase of managerial ownership can decrease financial performance of the firm.
3228335354I1B018002HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MEKANISME KOPING PERAWAT RUANG COVID-19 DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PADA MASA PANDEMI COVID-19Latar Belakang: Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan garda terdepan pelayanan Covid-19 sangat rentan menerima dampak dari munculnya Covid-19. Dampak tersebut berupa masalah psikologis yaitu stres. Cara individu untuk mengatasi masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan yaitu dengan melakukan mekanisme koping. Dukungan keluarga dimungkinkan memengaruhi mekanisme koping perawat dalam bekerja di masa pandemi Covid-19.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan mekanisme koping perawat ruang Covid-19 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada masa pandemi Covid-19.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cohort retrospective. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2022 pada perawat ruang Covid-19 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo sebanyak 130 responden dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat uji Spearman.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang diterima responden dalam kategori baik sebanyak 124 orang (95,4%). Sebagian besar perawat melakukan mekanisme koping dengan kategori adaptif sebanyak 128 orang (98,5%). Analisis bivariat didapatkan hasil nilai p=0,005 dan nilai r sebesar 0,246.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan mekanisme koping perawat ruang Covid-19 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan kekuatan hubungan lemah.

Kata kunci: Covid-19, dukungan keluarga, mekanisme koping, perawat
Background: Nurses are one of the health workers at the forefront of Covid-19 services are very vulnerable to receiving the impact of the emergence of Covid-19. The effect is a psychological problem that is stress. The individual's way of dealing with stress and adapting to change are performing coping mechanisms. Family support is possible to influence nurses coping mechanisms at work during the Covid-19 pandemic.

Objective: Find out the relationship between family support and the coping mechanism of the Covid-19 room nurse at Prof. Dr. Margono Soekarjo during the Covid-19 pandemic.

Methods: This study used a retrospective cohort design. The study was carried out in January 2022 on Covid-19 room nurses at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo many 130 respondents using univariate analysis and bivariate analysis of the Spearman test.

Results: The results showed that the family support received by respondents was in the excellent category was 124 people (95.4%). Most nurses performed coping mechanisms in the adaptive category many 128 people (98.5%). Bivariate analysis showed p value = 0.005 and r value 0.246.

Conclusion: There is a significant relationship between family support and the coping mechanism of the Covid-19 room nurse at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo with weak relationship strength.

Keywords: Covid-19, family support, coping mechanism, nurses
3228435358I1B018020Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka pada Mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanABSTRAK
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN KESIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Rinta Pirdayanti S1, Wahyu Ekowati 2, Lita Heni Kusumawardani2

Latar Belakang: Hasil belajar yang baik dapat dicapai apabila memiliki kesiapan belajar. Mahasiswa harus beradaptasi apabila sebelumnya melakukan pembelajaran daring kini harus kembali mengikuti PTM dengan metode pembelajaran baru. Jika mahasiswa belum siap untuk melaksanakan PTM, maka akan mengakibatkan kurang optimalnya pembelajaran yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dengan kesiapan PTM pada mahasiswa Fikes Unsoed.
Metodelogi: Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan metode analitik korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan simple random sampling yang berjumlah 304 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan sosial orang tua dan kesiapan PTM. Analisis data menggunakan uji somers’d.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai r=0,354 artinya terdapat korelasi sedang antara dukungan sosial orang tua dengan kesiapan PTM. Sedangkan nilai p=0,000 (p<0,05) artinya terdapat hubungan antara variabel dukungan sosial orang tua dengan kesiapan PTM.
Kesimpulan: Dukungan sosial orang tua berhubungan dengan kesiapan PTM pada mahasiswa Fikes Unsoed.
Kata kunci: Dukungan Sosial, Kesiapan, Pembelajaran Tatap Muka
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP OF PARENTAL SOCIAL SUPPORT FOR THE PREPARATION FACE-TO-FACE LEARNING IN STUDENT AT FACULTY OF HEALTH SCIENCES JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Rinta Pirdayanti Saputri1, Wahyu Ekowati 2, Lita Heni Kusumawardani2
Background: Good learning outcomes can be achieved if you have a readiness to learn. Students must adapt if previously doing online learning, now they have to return to PTM with new learning methods. If students are not ready to carry out PTM, it will result in less optimal learning received. This study aims to determine the relationship of parental social support and face-to-face learning in student at faculty of health sciences jenderal soedirman university.
Methodology: This research is a quantitative research with a cross sectional approach through correlation analytic method. The Sampling process was using probability sampling technique with simple random sampling which was reached the amount of 304 respondents. The instrument of the research was a questionnaire. Data analysis was using somers'd test.
Results: The result of the reaseach showed that the value of (r =0.354), which means that there is a moderate correlation between parental social support for the preparation to learn. While the value of (p = 0.000) means that there is a correlation between the variables of parental social support for the preparation of following PTM.
Conclusion: Parental social support is related to PTM readiness for Fikes Unsoed students.
Keywords: Face-to-face Learning, Readiness, Social Support
3228535359I1B018044GAMBARAN STRESOR DAN SUMBER KOPING PADA
MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UNIVERISTAS
JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok individu yang rentan mengalami ketidakseimbangan hidup khususnya dalam bidang akademik karena harus memenuhi tanggung jawab dan tuntutan akademik sehingga mengalami stres. Stres diakibatkan oleh stresor yang dirasakan oleh mahasiswa. Salah satu cara untuk mengatasi stresor dengan mengembangkan sumber koping yang baik.
Tujuan: Mengetahui gambaran stresor dan sumber koping pada mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak merasakan stresor, yaitu 95 orang (50,5%), stresor keluarga, yaitu sebanyak 137 orang (72,9%), dan stresor lingkungan sosial, yaitu sebanyak 85 orang (45,2%) dan mayoritas responden kurang merasakan stresor pendidikan, yaitu sebanyak 90 orang (47,9%) serta stresor internal, yaitu sebanyak 87 orang (46,3%). Selain itu, mayoritas responden memiliki sumber koping secara keseluruhan yang baik, yaitu sebanyak 176 orang (93,6%), sumber koping keyakinan positif yang baik, yaitu sebanyak 176 orang (93,6%), sumber koping kemampuan individu, yaitu sebanyak 113 orang (60,1%), sumber koping aset material, yaitu sebanyak 182 orang (96,8%), dan sumber koping dukungan sosial, yaitu sebanyak 167 orang (88,8%).
Kesimpulan: Stresor secara keseluruhan dalam kategori stresor tidak dirasakan sedangkan sumber koping secara keseluruhan dalam kategori baik.

Kata Kunci: Mahasiswa keperawatan, stresor, sumber koping,
Background: Students are a group of individuals who are prone to experiencing life imbalances, especially in the academic, because they have to fulfill academic responsibilities and demands, which causes them to experience stress. Stress because of the stressors that students. One way to deal with stressors is to develop good coping sources.
Outcome: Know the description of stressors and coping resources in undergraduate nursing students at Jenderal Soedirman University.
Methods: This study used a quantitative descriptive research design with a cohort retrospective approach.
Results: The results showed that most of the respondents did not feel stressors were as 95 people (50.5%), family stressors were as 137 people (72.9%), and social environment stressors were as 85 people (45.2%) than most of the respondents less experienced academic stressors were as 90 people (47.9%) and internal stressors were as 87 people (46.3%). According to the study's findings, the majority of respondents has good overall coping resources were as 176 people (93.6%), positive beliefs coping resources were as 176 people (93,6%), individual ability coping resources were as 113 people (60.1%), material asset coping resources were as 182 people (96.8%), and social support coping resources were as 167 people (88,8%).
Conclusion: Stressors, in general, are mostly do not feel stressors, whereas coping resources, in general, are mostly good.

Keywords: Nursing students, stressor, coping resources
3228635590C1B018036PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL
(Studi Kasus Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019)
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebijakan Deviden dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol”. Tujuan penlitian ini untuk menguji pengaruh rasio keuangan dan struktur kepemilikan terhadap kebijakan deviden. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Asing, Kepemilikan Manajerial. Variabel dependennya yaitu Kebijakan Deviden yang diproksikan dengan Dividend Payout ratio (DPR) serta menggunakan variabel kontrol yaitu Ukuran Perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sampel yang diperoleh sebanyak 13 perusahaan. Untuk analisis data menggunakan uji deskriptif statistik, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji determinasi, uji F, dan uji T. Berdasarkan hasil penelitian profitabilitas tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden. likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan deviden. leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan deviden. Kepemilikan institusional, kepemilikan asing, dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan deviden. Implikasi pada penelitian ini perusahaan harus memperhatikan kondisi keuangan karena sebagai pertimbangan kebijakan deviden serta keputusan investor dalam pengambilan keputusan investasi, menghadirkan peningkatan monitoring dari struktur kepemilikan demi perkembangan perusahaan, dan mempertimbangkan ukuran perusahaan bagi calon investor dalam investasi ke perusahaan.This research is entitled "Factors Influencing Dividend Policy with Firm Size as Control Variable”. This purpose of the study to examine the effect of financial ratios and ownership structure on dividend policy. The independent variables used in this study are Profitability, Liquidity, Leverage, Institutional Ownership, Foreign Ownership, Managerial Ownership. The dependent variable is Dividend Policy which is proxied by the Dividend Payout ratio (DPR) and used control variable is Firm Size. This research is a quantitative research with secondary data type. The population in this study is the Consumer Goods Industry listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The sampling technique used purposive sampling method with samples obtained as many as 13 companies. For data analysis using statistical descriptive test, classical assumption test, multiple linear regression test, determination test, F test, and T test. Based on the research results, profitability has no effect on dividend policy. Liquidity has a positive and significant effect on dividend policy. Leverage has a negative and significant effect on dividend policy. Institutional ownership, foreign ownership, and managerial ownership have no effect on dividend policy. Firm size has a negative and significant effect on dividend policy. The implication of this research is that the company must attention the financial condition because it’s considers to dividend policy and investor decisions in making investment decisions, provides increased monitoring of the ownership structure for the development of the company, and consider the size of the company for potential investors in investing in the company.
3228735888I1B017053GAMBARAN TINGKAT STRES DAN MEKANISME KOPING MAHASISWA KEPERAWATAN TAHUN PERTAMA SELAMA MENJALANI PERKULIAHAN DARINGLatar Belakang: Universitas Jenderal Soedirman melakukan perubahan metode pembelajaran di tahun pertama pada saat Pandemi Covid-19 melanda. Metode daring dilaksanakan selama perkuliahan sehingga mahasiswa perlu beradaptasi dengan metode belajar yang baru serta suasana yang berbeda yaitu peralihan dari siswa menjadi mahasiswa. Tingkat stres serta mekanisme koping mahasiswa terpengaruh selama menjalankan perkuliahan daring akibat perubahan tersebut. Penelitian ini dijalankan dengan tujuan yaitu guna mengetahui dan memahami gambaran terkait dengan tingkat stres serta mekanisme koping tahun pertama mahasiswa keperawatan selama melaksanakan perkuliahan secara daring.
Metodologi: Deskriptif kuantitatif digunakan sebagai desain penelitian oleh peneliti, dengan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah mahasiswa angkatan 2021 di Jurusan Keperawatan Fikes Unsoed yang berjumlah 119. Uji univariat dilaksanakan untuk menganalisis data.
Hasil: Sebagian besar responden mempunyai tingkat stres sedang 73,1% dan mekanisme koping adaptif 73,1%. Usia responden sebagian besar 18 tahun dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 89,1% dan bertempat tinggal di rumah 84 %.
Kesimpulan: Mayoritas mahasiswa keperawatan tahun pertama memiliki tingkat stres sedang dengan koping adaptif.
Background: Jenderal Sudirman University make changes in learning methods in the first year when the Covid-19 Pandemic hit. Online methods are carried out during lectures so that students need to adapt to new learning methods and different atmospheres, namely the transition from students to students. Stress levels and coping mechanisms of students are affected during online lectures due to these changes. This research was carried out to know and understand the picture related to stress levels and coping mechanisms for the first year of nursing students during online lectures.
Methods: Quantitative descriptive is used as a research design by researchers, with total sampling as a sampling technique. In this study, the sample used was a class of 2021 students in the Department of Nursing Fikes Unsoed which amounted to 119. Univariate tests are performed to analyze the data.
Results: Most of the respondents had moderate stress levels of 73.1% and adaptive coping mechanisms of 73.1%. Most of the respondents were 18 years old, 89,1% were female and 84% live at home.
Conclusion: The majority of first year nursing students have moderate stress levels with adaptive coping.
3228835501H1B016081PENGGUNAAN CALCIUM STEARATE PADA BETON MUTU 40 MPA YANG MENGGUNAKAN OPC DAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP PENETRASI AIR PADA BETON
(Use of Calcium Stearate In Concrete Quality 40 MPa Using OPC And Fly Ash As Binding Materials Againts Water Penetration In Concrete)
Beton ialah suatu bahan atau material struktur yang kerap kali digunakan pada suatu bidang kontruksi, material ini menjadi salah satu alternatif utama dalam pengerjaann suatu struktur karena memiliki banyak kelebihan dibanding material lainnya. Beton memiliki kelebihan dalam hal tegangan desak, dan sangat mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan, serta perawatannya yang terbilang sangat mudah. Namun terdapat juga beberapa kelemahan pada beton yakni kuat tarik pada beton yang sangat rendah. Mutu atau kualitas dari suatu beton ditentukan dari besarnya kuat tekan beton yang diperoleh. Calciumi stearate yang digunakan pada suatu beton bertujuan untuk mencegah masuknya bahan kimia dan air ke dalam beton. Reaksi yang dihasilkan antara calcium stearate dan semen yaitu senyawa yang secara fisik menyerupai lilin. Efek dari pelapisan ini menyebabkan beton menjadi hydrophobic atau tidak menyerap air sehingga beton sukar ditembus oleh bahan kimia atau air. Penggunaan fly ash dalam bidang konstruksi juga dapat dijadikan bahan tambah untuk pembuatan beton kedap air. Karena fly ash ialah suatu material yang memiliki butir lebih kecil daripada semen dan memiliki sifat rekatan antara butiran agregat yang lebih baik karena terdapat kandungan silika amorf yang sangat reaktif serta dapat memperkecil pori – pori pada beton. Karena penyerapan terhadap air sangat tergantung pada pori – pori agregat pengisinya. Hal ini akan menyebab kan semakin tertutupnya rongga – rongga pada beton, sehingga beton akan semakin sulit ditembus oleh air. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh bahan tambah calcium stearate dan fly ash dengan variasi penambahan 0, 1, 2, dan 3 % dari berat semen terhadap nilai penetrasi air pada beton mutu 40 MPa. Pemakaian kadar 20% fly ash terbukti mengurangi angka permeabilitas beton hingga nilai penetrasi mencapai 2,27 cm dari permukaan beton atau terjadinya penurunan-permeabilitas sebesar 69,73% jika dibandingkan dengan beton tanpa fly ash.Concrete is a material or structural material that is often used in construction, a very popular material and is one of the main choices in the manufacture of a structure because of its comparative advantage over other materials. Concrete has advantages in terms of compressive stress, concrete is easy to shape according to needs and easy maintenance. However, concrete also has several basic weaknesses, namely the tensile strength of concrete is relatively low. The quality or quality of a concrete is determined by the amount of compressive strength of the concrete obtained. Calcium stearate used in concrete aims to prevent the entry of water and chemicals into the concrete. The reaction between calcium stearate and cement produces a compound that physically resembles wax. This coating effect causes the concrete to be hydrophobic or does not absorb water so that the concrete is difficult to penetrate by water or chemicals. The use of fly ash in the construction sector can also be used as an added material for the manufacture of waterproof concrete because fly ash is a material that has smaller grains than cement. Fly ash as cementitious has better bonding properties between aggregate grains because the amorphous silica element is more reactive and can reduce the pores of the concrete itself. Because the absorption of water is very dependent on the pores of the filler aggregate. This will cause the cavities to be closed in the concrete, so that the concrete will be more difficult to penetrate by water. water penetration in 40 MPa concrete. The use of 20% fly ash can reduce the permeability of concrete until the penetration value reaches 2.27 cm from the concrete surface or a decrease in permeability of 69.73% compared to conventional concrete (concrete without fly ash).
3228935578E1A018124PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA LAYANAN PARKIR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR : 211/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst
Perlindungan hukum terhadap konsumen adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat, karena masyarakat selalu berkaitan dengan kegiatan penggunaan barang atau jasa. Perlindungan terhadap konsumen di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perlindungan konsumen yang perlu diperhatikan salah satunya adalah perlindungan terhadap konsumen jasa layanan parkir. Permasalahan dalam penelitian ini adalah hilangnya kendaraan bermotor di suatu lahan perparkiran.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitan menunjukkan bahwa konsumen belum mendapatkan perlindungan hukum secara maksimal dalam hal keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dari pengelola maupun pengamanan parkir. Namun, dalam hal ganti kerugian, konsumen sudah mendapatkan ganti kerugian melalui klaim asuransi finance/leasing. Berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 211/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst, majelis hakim tidak menggunakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar pertimbangan dalam membuat putusan akhir. Putusan akhir tersebut akan lebih lengkap jika hakim menambahkan ketentuan Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Legal protection for consumers is very important for the community, because society is always related to the activities of using goods or services. Protection of consumers in Indonesia is stipulated by the government in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protections that need to be considered is the protection of consumers of parking services. The problem in this research is the loss of motorized vehicles in a parking area.
This research was conducted using a normative juridical legal research method, with a descriptive analytical research specification. The data used is secondary data which include primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with narrative text, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
The results of the research show that consumers have not received maximum legal protection in terms of security, comfort, and safety from the manager and parking security. However, in terms of compensation, consumers have received compensation through finance/leasing insurance claims. Based on the decision of the judges of the Central Jakarta District Court Number 211/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst, the panel of judges did not use Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection as a basis for consideration in making the final decision. The final decision will be more complete if the judge adds the provisions of Article 4 letter (a) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
3229035360I1B018077PENGARUH KOMBINASI REBUSAN DAUN CIPLUKAN DAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH JANTAN Latar Belakang : Hipertrigliseridemia adalah kondisi kadar trigliserida (TG) yang berlebih di dalam tubuh dengan ditandai dengan kadar <150 mg/dL. Kadar trigliserida yang tinggi menunjukan adanya keterkaitan dengan risiko terjadinya Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD). Daun ciplukan dan daun salam mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi air rebusan daun ciplukan dan daun salam terhadap kadar trigliserida pada tikus putih hiperlipidemia.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan pretest and post test with control group design. Sampel dibagai menjadi 6 kelompok yaitu kelompok A kontrol sehat, kelompok B kontrol negatif, kelompok C kombinasi air rebusan dosis 160 mg/200 gBB gram daun ciplukan : 720 mg/200 gBB daun salam, kelompok D kombinasi air rebusan dosis 160 mg/ 200 gBB daun ciplukan : 1440 mg/200 gBB daun salam, kelompok E kombinasi air rebusan dosis 320 mg/200 gBB daun ciplukan : 720 mg/200 gBB daun salam, kelompok F kontrol positif (simvastatin 0,18 mg/ 200grBB). Hewan coba diberikan high fat diet (HFD) selama 14 hari lalu diberikan intervensi kombinasi air rebusan sesuai dosis selama 14 hari. Data kadar trigliserida yang diperoleh diuji dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Posthoc Duncan.
Hasil : Terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok C, D, E, F dengan kelompok A. Namun tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok C dengan kelompok D, dan kelompok E & F dengan kelompok B.
Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi air rebusan 160 mg/200 gBB gram daun ciplukan : 720 mg/200 gBB daun salam merupakan dosis paling efektif untuk menurunkan kadar trigliserida pada tikus putih.
Background: Hypertriglyceridemia is a condition of excessive levels of triglycerides (TG) in the body characterized by levels <150 mg/dL. High triglyceride levels indicate an association with the risk of Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD). Ciplukan leaves and bay leaves contain antioxidants that are beneficial for the body. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of boiled water from physalis leaves and bay leaves on triglyceride levels in hyperlipidemic white rats.
Metode: This study uses a true experimental method with pretest and posttest with control group design. The samples were divided into 6 groups, namely group A healthy control, group B negative control, group C combination of boiled water dose of 160 mg/200 gBB gram physalis leaf : 720 mg/200 gBB bay leaf, group D combination boiled water dose 160 mg/200 gBB physalis leaf : 1440 mg/200 gBB bay leaves, group E combination of boiled water dose 320 mg/200 gBB physalis leaf : 720 mg/200 gBB bay leaves, group F positive control (simvastatin 0.18 mg/200 grBB). Experimental animals were given a high fat diet (HFD) for 14 days and then given a combination intervention of boiled water according to the dose for 14 days. The triglyceride level data obtained were tested by One Way ANOVA followed by Posthoc Duncan.
Conclusion: The provision of boiled water a combination of ciplukan leaves and bay leaves can lower the trigyceride levels of male white rats given HFD and PTU.
Keywords: Ciplukan Leaf (Physalis angulate L.), Salam Leaf (Syzygium polyanthum), Triglyceride Level, White Rats.
3229135591E1A018057PENEGAKAN HUKUM PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG LARANGAN MINUMAN KERAS DAN MINUMAN BERALKOHOL DI KABUPATEN PURWOREJOArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk untuk menilai Penegakan Hukum Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol serta mengetahui kendala Penegakan Hukum Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Pemilihan infoman penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode penyajian data dalam bentuk uraian – uraian yang tersusun secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penegakan Hukum Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol dilaksanakan oleh Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo dalam bagian PPNS dan Polres Kabupaten Purworejo melaksanakan tugas dan kewenangan penegakan hukum kasus minuman keras dan minuman beralkohol di Kabupaten Purworejo melalui tindakan preventif dalam bentuk sosialisasi sosialisasi serta penyuluhan mengenai bahaya minuman keras dan minuman beralkohol baik melalui spanduk maupun sosialisasi secara langsung di tengah – tengah masyarakat dan sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol terhadap para pemilik warung atau pedagang yang berpotensi menjual minuman keras, masyarakat, serta pelajar dan tindakan represif dalam bentuk operasi di lapangan atau yustisi. Penegakan hukum Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Larangan Minuman Keras dan Minuman Beralkohol dikatakan masih sangat lemah dalam penegakannya. Kendala penegakan hukum tersebut ada 4 faktor yaitu faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukum, faktor anggaran, dan faktor masyarakat.
This research article aims to assess the Law Enforcement of Purworejo Regency Regulation Number 6 of 2006 concerning the Prohibition of Alcoholic Drinks and Drinks and to find out the causes of Law Enforcement of Purworejo Regency's Regional Regulation Number 6 of 2006 concerning the Prohibition of Alcoholic Drinks and Alcoholic Beverages.
The method used in this study is a qualitative method using a normative juridical approach and an empirical juridical approach. The selection of informants in this study used a purposive sampling technique. The method of presenting data in the form of descriptions that are arranged systematically.
The results show that the Law Enforcement of the Purworejo Regency Regional Regulation No. 6 of 2006 concerning the Prohibition of Alcohol and Alcoholic Drinks is carried out by the Purworejo District Fire Service Satpol PPNS and the Purworejo District Police carry out their duties and enforce the law on liquor and liquor cases in Purworejo Regency through action. prevention in the form of socialization and counseling about the dangers of liquor and alcoholic beverages either through banners or direct socialization amid the community and socialization of Purworejo Regency Regulation Number 6 of 2006 concerning the Prohibition of Liquor and Alcoholic Beverages for stall owners or traders who may sell liquor, community, and students and repressive actions in the form of field operations or judicial proceedings. Law enforcement of the Purworejo Regency Regional Regulation Number 6 of 2006 concerning the Prohibition of Alcoholic Drinks and Alcoholic Drinks is said to be still weak in its enforcement. 4 factors constrain law enforcement, namely the legal factor itself, law enforcement factors, budget factors, and community factors.
3229230733C1G016008ECONOMIC EFFICIENCY ANALYSIS OF POTATO FARMING IN KERTASARI DISTRICT, BANDUNG REGENCY, WEST JAVA PROVINCEJudul dari penelitian ini adalah Analisis Efisiensi Ekonomi Petani Kentang Di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Kertasari terletak di Kabupaten Bandung yang mayoritas mata pencahariannya adalah sebagai petani kentang. Di Kecamatan Kertasari ada dua jenis kentang yang diproduksi, yaitu kentang varietas granola dan atlantis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi ekonomis usahatani kentang di Kecamatan Kertasari, pada dua petani varietas kentang yang di produksi di Kertasari, yaitu kentang varietas granola dan atlantis. Terdapat 30 responden petani granola dan 30 responden petani atlantis. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampling menggunakan metode sample random sampling.
Dengan menggunakan analisis pendapatan TR - TC, R/C Ratio, dan break-even point. Berdasarkan hasil penelitian, rata – rata keuntungan yang didapat petani granola lebih besar dibandingkan petani atlantis. Selain itu, nilai R/C ratio petani granola lebih tinggi dibandingkan petani atlantis. Petani granola maupun petani atlantis pun sudah melalui titik impas atau Break-even point, untuk BEP sales value ataupun untuk BEP quantity of production
The title of this research is Economy Efficiency Analysis Of Potato Farming In Kertasari District, Bandung Regency, West Java Province. Kertasari District is located in Bandung Regency, where the majority of the livelihoods are potato farmers. In Kertasari Subdistrict, two types of potato are produced, namely granola and atlantis potatoes.
The purpose of this research was to analyze the economic efficiency of potato farming in Kertasari District, on two potato variety farmers produced in Kertasari, namely granola and atlantis varieties. There were 30 granola farmer respondents and 30 atlantic farmer respondents.The method used for sampling is random sampling method using the analysis of TR-TC income, R / C Ratio, and break-even point.
Based on the results, The average total revenue obtained by granola farmers is greatwr than atlantic farmers. In addition, the R / C ratio of granola farmers was higher than atlantic farmers. Granola farmers and Atlantic farmers have also passed the break-even point. BEP sales value even for BEP the quantity of production.
3229335361F1D015054Gerakan Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) dalam Menuntut Aspek Kesehatan Mental pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan KerjaPenelitian ini menjelaskan tentang gerakan serikat pekerja media dan industri kreatif untuk demokrasi (Sindikasi) dalam menuntut aspek kesehatan mental pada peraturan menteri ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 5 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan gerakan yang dilakukan oleh Sindikasi dalam menuntut aspek kesehatan mental pada Permenaker nomor 5 tahun 2018 tentang K3 di lingkungan kerja; 2) memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat gerakan Sindikasi dalam menuntut aspek kesehatan mental pada Permenaker nomor 5 tahun 2018 tentang K3 di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian dilakukan dengan purposive sampling yang kemudian diperluas dengan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian ini menjelaskan gerakan yang dilakukan oleh Sindikasi dalam menuntut aspek kesehatan mental pada Permenaker nomor 5 tahun 2018. Gerakan sosial dilakukan dengan maksud untuk mengadakan perubahan terhadap struktur sosial yang ada, termasuk di dalamnya kebijakan publik. Sindikasi menilai bahwa Undang-Undang yang menjadi payung K3 belum memuat secara spesifik mengenai masalah kesehatan mental di lingkungan kerja. Selain usia UU yang cukup lama, peraturan tersebut kurang relevan dengan perkembangan teknologi dan keberagaman pekerjaan di dalamnya. Hal ini didukung dengan data dari BPS dan Bekraf yang menyatakan bahwa ⅓ pekerja kreatif mengalami beban kerja berlebih (overwork). Berangkat dari hal tersebut, Sindikasi berupaya untuk mendorong pemerintah memasukkan aspek kesehatan mental di lingkungan kerja dalam bentuk kebijakan publik. Gerakan yang dilakukan Sindikasi dilakukan dengan berbagai cara yaitu 1) Mengadakan diskusi dengan pihak-pihak terkait perihal masalah kesehatan mental di lingkungan kerja; 2) Memberi masukan serta rekomendasi kepada pemerintah serta berbagai pihak terkait melalui kertas posisi; 3) Kampanye di media sosial; dan 4) Aksi demonstrasi pada Hari Buruh. Adapun faktor pendukung dalam penelitian ini adalah adanya struktur kesempatan politik, solidaritas gerakan, dan rekomendasi dari ILO. Sedangkan faktor penghambat dalam penelitian ini adalah minimnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja, minimnya laporan masalah gangguan kesehatan mental pada pekerja, dan terbatasnya SDM di bidang K3. Kesimpulannya adalah gerakan yang dilakukan Sindikasi dinilai berhasil merubah kebijakan publik dengan terbitnya Permenaker nomor 5 tahun 2018 tentang K3 di Lingkungan Kerja.
This research is to explain the social movement of the Media and Creative Industry Worker Union for Democracy (Sindikasi) in demanding the mental health aspects in the regulation of the Minister of Manpower number 5 year 2018 about Occupational Safety and Health (OSH) at work environment. The purposes of this research are: 1) to understand and explain the social movement that was conducted by Sindikasi in demanding mental health aspects in the regulation of the Minister of Manpower number 5 year 2018 about OSH at work environment; 2) to understand and explain the contributing and inhibiting factors on the social movement that was conducted by Sindikasi in demanding mental health aspects in the regulation of the Minister of Manpower number 5 year 2018 about OSH at work environment. This research uses structuralist perspective and constructivism paradigm with qualitative method research. The selection of informant technique in this research was done with purposive sampling and snowball sampling. The collection of data technique was done with interview, observation, and documentation and analyzed with interactive data analysis technique. The validity data technique using the triangulation data technique.
The results of this research is to describe the social movement that was conducted by Sindikasi in demanding mental health aspects in the regulation of the Minister of Manpower number 5 year 2018. The social movement was conducted to make new changes in social structure, including public policy. Sindikasi consider the law as the umbrella of OSH does not contain specific rules regarding mental health problems at work environment. In addition to the age of the law, the regulation is no longer relevant to technological development and the job diversity in it. This is supported by data from BPS and Bekraf which states that ⅓ creative workers experience excessive workloads (overwork). Based on this, Sindikasi seeks to encourage the government to include aspects of the mental health in the work environment in the form of public policies. The movement that conducted by Sindikasi has done in various ways: 1) Held a discussions with relevant parties regarding mental health issues at work environment; 2) Provide input and recommendations to the government and various relevant parties through “kertas posisi”; 3) Campaigns on social media; and 4) Demonstrations on Labor Day. The supporting factors in this research are the existence of a political opportunity structure, solidarity movement, and recommendations from the ILO. The inhibiting factors in this research are the lack of awareness of the importance of the mental health in the work environment, the lack of reports of mental health problems in workers, and the limited human resources in the field of OSH. The conclusion is that the movement carried out by Sindikasi is considered successful in changing public policy with the issuance of the regulation of the Minister of Manpower number 5 year 2018 concerning OSH at work environment.
3229435127E1A017168PERLINDUNGAN HAK EKONOMI PEMEGANG HAK CIPTA BERDASARKAN UU NO. 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR 19/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst
Penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam Pelanggaran Hak Cipta sering terjadi dimasyarakat karena sangat dekat berkaitan dengan hak ekonomi seseorang yang dilanggar, dimana hak ekonomi atas suatu ciptaan dipegang oleh pencipta dan pemegang hak cipta, seperti kasus antara Inge Christiane dan PT Bintang Cahaya Kencana, Go-Toys, Louis Aston dalam Putusan Nomor 19/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai perlindungan hak ekonomi bagi pemegang hak cipta dan pembuktian bahwa PT Bintang Cahaya Kencana, Go-Toys, Louis Aston telah melanggar Pasal 9 Ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum sekunder. Data yang terkumpul akan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam perkara Penggugat mendapatkan perlindungan hukum, karena Penggugat adalah pemegang hak cipta yang sah berdasar pada sertifikat pencatatan ciptaan dengan Nomor pencatatan ECO00201901975 sehingga Penggugat dapat melaksanakan hak eksklusifnya atas ciptaan tersebut berupa lagu. Majelis hakim mengabulkan gugatan Penggugat karena Tergugat telah terbukti melakukan pelanggaran hak cipta berupa penggandaan.
This research is motivated by problems in Copyright Infringement often occurs in the community because it is very close to someone's economic rights being violated, where economic rights to a work are owned by the creator and the copyright owner, such as the case between Inge Christiane and PT Bintang Cahaya Kencana, Go-Toys, Luois Aston in Decision Number 19/Pdt.Sus-Hak Cipta/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. The purpose of this study was to examine and analyze the legal protection for copyright holders and to prove that CV. Kharisma Mitra Semesta has violated Article 9 Paragraph (2) and (3) of Law Number 28 of
2014 concerning Copyright.
This kind of research is normative juridical research. Sources of data used are secondary data obtained from literature studies in the form of secondary legal materials. The collected data will be analyzed with qualitative normative.
Based on the results of the study, it was shown that the Commercial Court Judges in the Plaintiff's case received legal protection because the Plaintiff was the legal copyright holder based on the copyright registration certificate with Numbers ECO00201901975 so that the Plaintiff could exercise his exclusive right to the creation in the form of a song. The panel of judges requested the Plaintiff because the Defendant has been proven to have committed copyright infringement in the form of duplication.
3229535356I1B018035PENGARUH KOMBINASI REBUSAN DAUN CIPLUKAN DAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR HDL TIKUS PUTIH
Latar Belakang: Hiperlipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang salah satunya ditandai dengan penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi rebusan daun ciplukan dan daun salam terhadap kadar HDL tikus putih hiperlipidemia.

Metodologi: Desain penelitian menggunakan desain true eksperimen dengan rencana penelitian pre-test dan post-test dengan desain kontrol. Jumlah sampel penelitian adalah 30 sampel.

Hasil: Kadar HDL pada kelompok B, C, D, E, dan F mengalami penurunan dibandingkan kelompok A atau kelompok normal. Hasil uji kadar HDL pretest OneWay ANOVA menunjukkan p > 0,05 artinya tidak terdapat perbedaan kadar HDL pretest yang signifikan pada semua kelompok. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antara kelompok A, B, dan F, tetapi kelompok A, B, F memiliki perbedaan yang nyata dengan kelompok kombinasi C, D, E.

Kesimpulan: Kombinasi rebusan daun ciplukan dan daun salam berpengaruh terhadap peningkatan kadar HDL. Dosis yang dianjurkan adalah 320mg/200gBB daun ciplukan dan 720mg/200gBB daun salam.

Kata kunci: daun ciplukan, daun salam, simvastatin, HDL
Background: Hyperlipidemia is a disorder of lipid metabolism, one of which is characterized by a decrease in High Density Lipoprotein (HDL) levels. This study aims to determine the effect of giving a combination of boiled ciplukan leaves and bay leaves on HDL levels in hyperlipidemic white rats.

Methodology: The research design used a true experimental design with a pre-test and post-test research plan with a control design. The number of research samples is 30 samples.

Results: HDL levels in groups B, C, D, E, and F decreased compared to group A or the normal group. The results of the OneWay ANOVA pretest HDL levels showed p > 0.05, meaning that there was no significant difference in pretest HDL levels in all groups. The results of Duncan's test showed that there was no significant difference between groups A, B, and F, but groups A, B, F had significant differences with the combination group C, D, E.

Conclusion: The combination of boiled ciplukan leaves and bay leaves has an effect on increasing HDL levels. The recommended dose is 320mg/200gBB of ciplukan leaves and 720mg/200gBB of bay leaves.

Keywords: ciplukan leaf, salam leaf, simvastatin, HDL

3229635362E2B019026Authorities and Responsibilities of Notaries Regarding the Implementation of Cyber Notary in IndonesiaCyber notary merupakan terobosan dan inovasi yang sangat penting dalam dunia hukum khususnya kenotariatan, melalui pasal 15 ayat 3 Undang-Undang Jabatan Notaris, notaris diberikan kewenangan untuk mensertifikasi transaksi secara elektronik. Sertifikasi transaksi secara elektronik sendiri sejauh ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang didalamnya membahas mengenai segala aturan yang berkaitan dengan transaksi elektronik. Cyber notary sendiri mengalami benturan dengan aturan-aturan yang ada saat ini, khususnya mengenai pembuktian akta yang dibuat secara elektronik oleh notaris dan kewenangan yang diperoleh oleh notaris sebagai mana dijelaskan dalam Pasal 15 ayat 3 Undang-Undang Jabatan Notaris. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kewenangan dan tanggung jawab notaris berkaitan dengan pelaksanaan cyber notary di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif, dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan antara lain sumber hukum primer, sekunder dan tersier. Kewenangan notaris yang diperoleh dalam cyber notary adalah kewenangan mendaftarkan secara online lewat aplikasi AHU Online, diantaranya pendaftaran akta pendirian PT, Perubahan anggaran dasar PT, Fidusia dan Wasiat. Akta yang dibuat ole Notaris secara elektronik dan dalam bentuk lektronik dan/atau digital mempunyai kekuatan pembuktian dibawah tangan.

A cyber notary is a breakthrough and innovation that is very important in the legal world, especially Notary; through article 15, paragraph 3 of the Notary Position Act, notaries are given the authority to certify transactions electronically. So far, the certification of electronic transactions has been regulated in Law Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions, which discusses all rules relating to electronic transactions. Cyber Notary itself conflicts with the current regulations, especially regarding proof of deeds made electronically by a notary and the authority obtained by a notary as described in Article 15 paragraph 3 of the Law on Notary Positions. This study aims to analyze the powers and responsibilities of a notary about the implementation of a cyber notary in Indonesia. The research method used is normative, using secondary data obtained from library research, including primary, secondary, and tertiary legal sources. The Notary's authority obtained in the cyber Notary is the authority to register online through the AHU Online application, including registration of the deed of establishment of PT, amendments to the articles of association of PT, fiduciary, and will. The deed made by the Notary electronically and in electronic and digital form has the power of proof under the hand.

3229735363H1E014027STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT DI LEPAS PANTAI MARINA JAMBU BULAKAN KECAMATAN CINANGKA KABUPATEN SERANG BANTENStudi potensi energi untuk pembangkit listrik tenaga gelombang di pesisir pantai Marina Jambu telah dilakukan berdasarkan pengukuran perubahan ketinggian permukaan air laut menggunakan alat IDSL (Inexpensive Device for Sea Level). Data IDSL tersebut telah dibandingkan dengan data hasil pengukuran dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dari persiapan, pengumpulan, dan pengolahan data sekunder dari tide gauge IDSL dan data BMKG kemudian dilakukan perhitungan energi gelombang laut serta analisisnya. Persiapan dilakukan dengan menentukan lokasi yang telah di tentukan pusat riset kelautan yaitu dipesisir pantai marina jambu, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang Banten. Data yang dikumpulkan adalah data-data sekunder yang telah di lakukan pada tanggal 1 Februari 2019 sampai 15 Juli 2019 menggunakan alat tide gauge IDSL. Dengan mempertimbangkan karakteristik umum gelombang, maka data pembanding dari BMKG yang digumakan adalah pada Bulan Juli 2018. Data yang dikumpulkan dalam studi ini adalah data perubahan ketinggian (h). Dari data ketinggian diperoleh data amplitudo gelombang (A) berdasarkan berdasarkan hubungan A=h/2. Selanjutnya, energi gelombang (E) diperkirakan dengan menggunakan 2 bentuk formula untuk sistem pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL). Metode pertama menggunakan persamaan E=1/2ρgA2 untuk sistem pendulum (SP) dengan energi rata-rata lebih dari 1,88 J. Metode kedua untuk sistem oscillation water column (OCW) dengan menggunakan persamaan E= 1/4 wρgH^2 λ diperoleh energi rata-rata lebih dari 1,28 J. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa area pengamatan terdapat potensi pengembangan PLTGL. Keputusan lebih lanjut terkait hasil ini masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut terkait dengan karakteristik pasang surut dan gelombang laut dalam jangka panjang. Energy potential studies for wave power plants on the coast of Marina Jambu have been carried out based on measurements of changes in sea level using the IDSL (Inexpensive Device for Sea Level). The IDSL data has been compared with the measurement data from the BMKG (Badan Meteorology, Climatology and Geophysics). The stages carried out in this study were starting from the preparation, collection, and processing of secondary data from IDSL tide gauge and BMKG data, then calculated ocean wave energy and analyzed it. Preparations are made by determining the location that has been determined by the marine research center, namely on the coast of Jambu Marina, Bulakan Village, Cinangka District, Serang Regency, Banten. The data collected is secondary data that has been carried out from February 1, 2019 to July 15, 2019 using the IDSL tide gauge. Taking into account the general characteristics of the waves, the comparison data from BMKG used is in July 2018. The data collected in this study is data on changes in altitude (h). From the altitude data, the wave amplitude data (A) is obtained based on the relationship A = h/2. Furthermore, the wave energy (E) is estimated by using 2 forms of the formula for the ocean wave power generation system (PLTGL). The first method uses the equation E=1/2ρgA2 for a pendulum system (SP) with an average energy of more than 1.88 J. The second method for an oscillation water column (OCW) system using the equation E= 1/4 wρgH^2 is obtained the average energy is more than 1.28 J. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that the observation area has the potential for the development of PLTGL. Further decisions regarding this result still require further verification regarding the characteristics of tides and ocean waves in the long term.
3229835365L1C016024PEMETAAN KERAPATAN MANGROVE BERDASARKAN
FRAKSI SEDIMEN PERMUKAAN DI KAWASAN MANGROVE SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR CILACAP
Penelitian ini berjudul Pemetaan kerapatan mangrove berdasarkan fraksi sedimen permukaan di kawasan mangrove Segara Anakan Bagian Timur, Cilacap. Kawasan mangrove Segara Anakan merupakan kawasan mangrove yang terluas di Pulau Jawa. Eksistensi mangrove tersebut diduga didukung oleh fraksi sedimen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kerapatan mangrove dan fraksi sedimen di Segara Anakan Tritih Kulon Cilacap serta mengetahui hubungan antara keduannya. Metode survei ini terbagi menjadi dua yaitu penggambilan data lapang untuk mengetahui kerapatan mangrove dan data sedimen dan metode pengolahan data citra satelit untuk mengetahui kerapatan mangrove berdasarkan nilai NDVI. Data kerapatan mangrove dipetakan dengan software GIS. Fraksi sedimen dianalisis granulometri dan gravimetri. Kerapatan mangrove di Segara Anakan Tritih Kulon Cilacap berdasarkan nilai NDVI dikategorikan jarang dan sedang. Jenis Sedimen diperoleh 3 jenis lanau berlumpur, lanau berpasir dan lumpur berlanau. Fraksi sedimen yang dominan di stasiun 1 dan 2 diperoleh lanau dan di stasiun 3 adalah lumpur. Hubungan kerapatan mangrove berdasarkan NDVI dengan fraksi sedimen yang dominan diperoleh sangat kuat. Sedimen sangat mendukung kerapatan mangrove namun perlu dikendalikan karena menyebabkan kerapatan baru ( tanah timbul).fraction in the mangrove area of Segara Anakan Bagian Timur, Cilacap. The Segara Anakan mangrove area is the largest mangrove area on the island of Java. The existence of the mangrove is thought to be supported by the sediment fraction. The purpose of this study was to determine the mangrove density and sediment fraction in Segara Anakan Tritih Kulon Cilacap and to determine the relationship between the two. This survey method is divided into two, namely field data collection to determine mangrove density and sediment data and satellite image data processing methods to determine mangrove density based on NDVI values. Mangrove density data were mapped using GIS software. The sediment fraction was analyzed granulometrically and gravimetrically. Mangrove density in Segara Anakan Tritih Kulon Cilacap based on the NDVI value was categorized as rare and moderate. Types of Sediment obtained 3 types of muddy silt, sandy silt and silty mud. The dominant sediment fraction at stations 1 and 2 is silt and at station 3 is mud. The relationship between mangrove density based on NDVI and the dominant sediment fraction is very strong. Sediment strongly supports mangrove density but needs to be controlled because it causes new density (soil to emerge).
3229937817J1C018042Perilaku Altruisme Dalam Serial Drama Sora Wo Kakeru YodakaPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang membahas perilaku altruisme dalam serial drama Sora Wo Kakeru Yodaka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan altruisme tokoh Kaga sehingga akan nampak perilaku apa saja yang termasuk dalam aspek altruisme. Teori yang digunakan adalah teori altruisme dari Myers. Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian menemukan perilaku altruisme dalam tokoh Kaga yang diwujudkan melalui tiga aspek, yaitu memberikan perhatian, menolong orang lain, dan mementingkan orang lain. Perilaku yang dimunculkan pada tokoh Kaga merepresentasikan masing-masing aspek tersebut. Kesimpulannya, aspek altruisme yang paling banyak ditemukan dalam drama tersebut adalah memberikan perhatian pada orang lain. Dimana hal tersebut merupakan langkah awal yang dibutuhkan untuk mencapai aspek-aspek selanjutnya.This research is a qualitative descriptive research that discusses altruism behavior in the drama series Sora Wo Kakeru Yodaka. The purpose of this research is to describe the altruism of Kaga so it will be seen what behaviors are included in the altruism aspect. The theory used is the altruism theory of Myers. The data collection method uses the close observation and record technique. The results of the research found altruism behavior in Kaga which is realized through three aspects, namely giving attention, helping others, and prioritize others. The behavior that appears in Kaga's character represents each of these aspects. In conclusion, the most commonly found aspect of altruism is giving attention to others. Which this is the first step needed to achieve the next aspects.
3230035367B1A018077IDENTIFIKASI EPITOP PROTEIN H MEASLES VIRUS DAN
PROTEIN E1 RUBELLA VIRUS SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN
BIVALEN MULTIEPITOP MEASLES-RUBELLA
Measles dan rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Meskipun
program vaksinasi yang dilaksanakan telah secara signifikan mengurangi jumlah kasus
measles dan rubella di seluruh dunia, banyak kejadian kejadian luar biasa masih terjadi
di daerah dengan cakupan vaksinasi yang rendah. Rendahnya tingkat vaksinasi ini
disebabkan oleh meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin dan
banyaknya tantangan logistik. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan
imunoinformatika untuk mendesain vaksin measles-rubella yang diharapkan dapat
mengatasi keterbatasan dari vaksin yang tersedia saat ini. Beberapa perangkat lunak
dan webserver digunakan untuk memprediksi epitop in silico yang kemudian
digunakan untuk mendesain vaksin peptida multiepitop. Sebanyak 15 epitop dari hasil
prediksi epitop terpilih mencakup epitop sel B, epitop sel T CD8+, dan epitop sel T
CD4+ dari protein H Measles Virus (MV) dan protein E1 Rubella Virus (RV).
Measles and rubella are diseases caused by viruses. Although the number of programs
implemented significantly reduced measles and rubella cases worldwide, many
extraordinary events occurred in areas with low vaccination coverage. This level of
vaccination is due to public distrust of vaccines and logistical challenges. This study
uses an immunoinformatics approach to design a measles-rubella vaccine which is
expected to overcome the limitations of currently available vaccines. Several software
and web servers were used to predict in silico epitopes which were then used to design
multiepitope peptide vaccines. A total of 15 epitopes from the predicted epitope were
selected including B cell epitope, CD8+ T cell epitope, and CD4+ T cell epitope from
H Measles Virus (MV) protein and E1 Rubella Virus (RV) protein.