Home
Login.
Artikelilmiahs
12930
Update
HERLINA TIARASANI
NIM
Judul Artikel
Potensi Aspergillus niger dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik dengan miselium tersuspensi dan teramobil pada sistem inkubasi berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penurunan konsentrasi zat warna limbah cair batik menggunakan Aspergillus niger dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan miselium tersuspensi (bebas) dan miselium teramobil (terlekat). Spons loofa merupakan material yang baik digunakan sebagai bahan pengamobil jamur karena mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa yang dapat berfungsi sebagai inducer dalam proses produksi enzim lignolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh kombinasi perlakuan miselium tersuspensi-teramobil pada sistem inkubasi agitasi-statis dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik, dan 2) kombinasi perlakuan yang paling optimum dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 2 yang terdiri atas 2 taraf. Perlakuan faktor I adalah kondisi miselium a). miselium tersuspensi, b). miselium teramobil dan faktor II adalah sistem inkubasi a). agitasi (dengan penggoyangan), b). statis (tanpa penggoyangan) dengan jumlah ulangan 5 kali. Parameter utama yang diamati adalah persentase penurunan konsentrasi zat warna limbah cair batik dan parameter pendukungnya adalah perubahan pH dan suhu sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium A. niger dengan beberapa kombinasi perlakuan memberikan pengaruh terhadap penurunan konsenrasi zat warna limbah cair batik. Perlakuan miselium teramobil pada sistem inkubasi agitasi yang paling optimal dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik yaitu sebesar 97,90 % sehingga menghasilkan limbah cair batik yang lebih jernih. Kata kunci : Aspergillus niger, tersuspensi-teramobil, agitasi-statis, Konsentrasi zat warna limbah cair batik
Abtrak (Bhs. Inggris)
Reduction the concentration of dye batik wastewater using Aspergillus niger can be done in two ways: using suspended mycelium and immobilized mycelium. Loofa sponge is a good material used as an ingredient immobilized fungus because it contains lignin, cellulose and hemicellulose that can serve as an inducer in the process of production of the enzyme lignolitik. The aims of this research are to know 1) the effect of combined treatment of suspended-immobilized mycelium on agitation-static incubation system in reducing the concentration of dye batik wastewater, and 2) the most optimum combination treatment in reducing the concentration of dye batik wastewater. This research used experimental method with a completely randomized design (CRD) 2 x 2 factorial design consisting of 2 level. As the treatment of the first factor is the condition of mycelium a). suspended mycelium, b). Immobilized mycelium and the second factor is the incubation system a). agitation (with shaker), b). Static (without shaker) the number of repeat 5 times. The main parameters measured were the perentage reduction in the concentration of dye batik wastewater and Suporters parameter are pH and temperature changes before and after treatment. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5% and 1%. The results showed that the mycelium of A. niger with some combination treatment to give effect to the reduce of concentration of the dye batik wastewater. Immobilized mycelium in agitation incubation system the most optimal in reducing the concentration of dye batik wastewater is equal to 97.90% resulting batik wastewater of clearer. Keywords: Aspergillus niger, suspended-immobilized, agitation-static, the concentration of the dye batik wastewater.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save