Artikel Ilmiah : E1A110033 a.n. YOGA PRESTIAN PUTRA

Kembali Update Delete

NIME1A110033
NamamhsYOGA PRESTIAN PUTRA
Judul ArtikelTINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PENGAKUAN HUTANG AKIBAT WANPRESTASI (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR: 906/Pdt.G./2011/PN.Sby)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perjanjian jual beli, sewa menyewa, dan tukar menukar sudah biasa dilakukan pada masyarakat pada umumnya maka saya memilih perjanjian yang belum begitu biasa dilakukan pada umumnya sehari-hari yaitu perjanjian pengakuan hutang agar kita semua dapat mengetahui hak dan kewajiban para pihaknya serta aturan-aturan apa saja yang mengikatnya apa bila terjadi hal-hal tertentu yang salah satunya yaitu wanprestasi agar masyarakat tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Dalam rangka menjawab permasalahan diatas, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah Yuridis kualitatif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa para tergugat dapat di putus melakukan wanprestasi memenuhi unsur kesengajaan atau kelalaian debitur itu sendiri karena para tergugat tidak memiliki itikat baik untuk tidak membayar pinjamannya sesuai dengan pasal 1238 KUHPerdata. memiliki pertimbangan yuridis yaitu para tergugat terpenuhinya dalam keadaan wanprestasi yaitu debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali. Lalu dapat dilihat akibat hukum kreditur dan debitur salah satunya yaitu Kreditur berhak meminta pelunasan hutangnya, bunga, dan dwangsom kepada para debitur, apabila para debitur tetap tidak mau melunasi hutangnya, bunga dan dwangsom maka kreditur berhak menyita rumah yang menjadi jaminan para debitur.
Abtrak (Bhs. Inggris)Purchase agreement, lease, and exchange already common practice in society in general, then I choose the agreement has not so common in general day-to-day recognition agreements of debt so that we all can know the rights and obligations of the company and what rules are tied what happens when certain things which one of them is in default so that the public is not fooled by the parties are not responsible.
In order to answer the above problems, the research method used in this research is to use the type of juridical normative approach to legislation and case method approach. The analytical method used is qualitative juridical.
The study states that the defendant can be broken off in default meet the element of intent or negligence of the debtor itself because the defendant did not have the goodwill to not pay the loan in accordance with Article 1238 of the Civil Code. have juridical considerations that the first defendant and second defendant in a state of default ie the fulfillment of the debtor does not meet the feat at all. Then it can be seen as a result of the law of the creditor and debtor one of which creditors are entitled to request repayment of the debt, interest, and dwangsom to the debtor, if the debtor still do not want to pay the debt, interest and dwangsom the creditors entitled to foreclose on the home as collateral of the debtor.
Kata kunciPerjanjian Pengakuan Hutang Akibat Wanprestasi
Pembimbing 1Prof. Hj. Tri Lisiani Prihatinah, S.H. M.A, Ph.D.,
Pembimbing 2Bambang Heryanto, S.H, M.H.,
Pembimbing 3Nur Wakhid, S.H, M.H.,
Tahun2015
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2015-10-13 16:49:36.504256
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.