Artikelilmiahs

Menampilkan 28.421-28.440 dari 50.148 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2842131766C1C015037PENGARUH PENERAPAN EXTENSIBLE BUSINESS REPORTING LANGUAGE (XBRL), LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO INFORMASI AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan XBRL, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap risiko informasi akuntansi di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ45 pada periode tahun 2012-2019. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dari 2012-2019 berturut-turut, serta sudah menerapkan XBRL dari tahun 2017. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 113 sampel penelitian. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi. Sumber data penelitian berasal dari laporan keuangan tahunan yang ada di situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs masing-masing perusahaan, serta data historis harga saham yang diperoleh dari situs yahoo finance. Data penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan XBRL dan leverage tidak dapat menurunkan tingkat risiko informasi akuntansi. Sedangkan variabel ukuran perusahaan dapat menurunkan tingkat risiko informasi akuntansi. Implikasi dari hasil penelitian tersebut adalah (1) laporan keuangan basis XBRL harus disampaikan setiap kuartal pada setiap tahunnya untuk meminimalisir risiko informasi akuntansi; (2) meningkatkan kualitas sumber daya manusia, teknologi informasi, dan kemudahan akses informasi.
The purpose of this research is to analyze the effect of XBRL application, leverage, and company size on accounting information risk in Indonesia. The population of this research is companies that are included in the LQ45 index in the period 2012-2019. The sample selection used a purposive sampling method, with the criteria that companies were included in the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange from 2012-2019 consecutively, and had implemented XBRL from 2017. Based on these criteria, 113 samples were obtained. The data used are secondary data collected using the documentation method. Sources of research data come from annual financial reports on the official website of the Indonesia Stock Exchange and the websites of each company, as well as historical data on stock prices obtained from the yahoo finance website. The research data was then analyzed using multiple linear regression.
The results of this study indicate that the application of XBRL and leverage can’t reduce accounting information risk. Meanwhile, the company size variable can reduce accounting information risk. The implications of the results of this study are (1) the submission of XBRL-based financial reports must be submitted every quarter of each year to minimize the risk of accounting information; (2) improve the quality of human resources, information technology, and ease of access to information.
2842231767K1A017011APLIKASI MEMBRAN DARI NATA DE BAMBOO
UNTUK MENURUNKAN NILAI BOD, COD, TSS DAN TDS
LIMBAH CAIR TAPIOKA
Pembuatan membran nata de bamboo dilakukan dengan cara memurnikan nata de bamboo hasil fermentasi bakteri Acetobacter xylinum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik membran nata de bamboo yang kemudian di aplikasikan sebagai alat filtrasi untuk menurunkan nilai BOD, COD, TSS dan TDS limbah cair tapioka. Karakterisasi membran meliputi berat jenis, nilai fluks, koefisien rejeksi dan kekuatan tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis membran sebesar 1,8615 g/cm3 , nilai fluks air sebesar 48,916 L/m2 .jam, fluks limbah sebesar 6,114 L/m2 .jam. Nilai rejeksi sebesar 79,56 % dan kekuatan tarik sebesar 82,5 MPa. Hasil proses koagulasi-flokulasi dan filtrasi menggunakan membran nata de bamboo dapat menurunkan nilai BOD sebesar 91,42 %, COD sebesar 88,57 %, TSS sebesar 87,26 % dan TDS sebesar 57,82 %. The preparation about nata de bamboo membrane had been done by purifying the nata de bamboo fermented by the bacteria Acetobacter xylinum. The purpose of this study was to glimpse the bamboo membrane which was then applied as a filtration tool to reduce the BOD, COD, TSS and TDS values of tapioca liquid waste. Membrane characterization included density, flux value, rejection coefficient and tensile strength. The results showed that the density of the membrane was 1.8615 g/cm3, the water flux value was 48.916 L/m2.hour, the waste flux was 6.114 L/m2.hour. The rejection value was 79.56% and the tensile strength was 82.5 MPa. The results show that the coagulation-flocculation and filtration processes using nata de bamboo membrane can reduce the BOD value by 91.42 %, COD of 88.57 %, TSS of 87.26 % and TDS of 57.82 %.
2842331771H1B017009EVALUASI KERENTANAN GEMPA PADA BANGUNAN GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN METODE SCREENING PHASE (TIER 1)Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari atau dikendalikan, tetapi dapat mengurangi dampak dari bencana gempa bumi tersebut. Sebagai salah satu bentuk dari mengurangi dampak dari bencana gempa bumi yaitu mengurangi kerentanan gedung terhadap gempa, seperti pada Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Gedung ini merupakan fasilitas umum yang digunakan oleh banyak orang dan terletak pada kategori gempa moderately high, sehingga perlu dievaluasi komponen gedung tersebut terhadap bahaya gempa. Maka dari itu, dilakukan evaluasi kerentanan bangunan gedung terhadap gempa menggunakan metode Screening Phase (Tier 1) yang mengacu pada FEMA 310. Metode Tier 1 ini mengevaluasi gedung secara cepat melalui quick check dan checklist pada bagian stuktur dan non struktur gedung serta pondasi. Adapun hasil evaluasi dinyatakan dengan Compliant (C), Non Compliant (NC), dan Not Applicable (NA). Untuk hasil evaluasi menyatakan bahwa tidak terdapat pernyataan Non Compliant pada kategori struktur dan non struktur Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman, sehingga dapat disimpulkan bahwa gedung tersebut tidak rentan terhadap gempa.Earthquakes are natural disasters that cannot be avoided or controlled, but can reduce the impact of these earthquakes. As one form of reducing the impact of an earthquake, which is reducing the vulnerability of buildings to earthquakes, such as the Dean Building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University. This building is a public facility that is used by many people and is located in theearthquake category moderate high, so it is necessary to evaluate the building components against earthquake hazards. Therefore, an evaluation of the vulnerability of buildings to earthquakes is carried out using the Screening Phase (Tier 1) method which refers to FEMA 310. This Tier 1 method evaluates buildings quickly through quick checks and checklists on the structural and non-structural sections of the building and foundation. The evaluation results are stated as Compliant (C), Non Compliant (NC), and Not Applicable (NA). For the evaluation results stated that there is no non-compliant statement on the category of structure and non-structure of the Deanate Building of the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University, so it can be concluded that the building is not vulnerable to earthquakes.
2842431770H1B017011EVALUASI KERENTANAN GEMPA PADA GEDUNG LAYANAN PEMBELAJARAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN METODE TIER 1 FEMA 310Peningkatan bencana alam gempa bumi di Indonesia cukup signifikan sejak tahun 2013, hal tersebut merupakan akibat dari letak Indonesia yang berada antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Bencana alam bukanlah sesuatu yang dapat dihindari dan dapat diprediksi, namun dapat dikurangi dampak dari bencana itu sendiri. Salah satu bentuk pengurangan dampak gempa bumi adalah dengan mengurangi kerentanan gedung, terutama pada fasilitas umum. Gedung Layanan Pembelajaran Fakultas Ilmu Sosial dan Politik merupakan bangunan gedung yang selesai dibangun pada tahun 2020. Untuk memasatikan keamanan gedung terhadap gempa, maka dilakukan evaluasi kerentanan gempa dengan menggunakan Screening Phase (Tier 1) FEMA 310. Tier 1 melakukan evaluasi secara cepat dengan Quick Checklist terhadap 5 kategori. Kategori yang dievaluasi adalah Basic Structural Checklist, Supplemental Structural Checklist, Basic NonstructuraL Checklist, Supplemental Nonstructural Checklist, dan Geologic site Hazard and Foundation Checklist. Hasil evaluasi dinyatakan menjadi Compliant, Non Compliant dan Not Applicable. Selanjutnya, hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pernyataan Non Compliant (NC) pada kategori struktur dan Non struktur pada evaluasi gedung.The increase in earthquake natural disasters in Indonesia has been quite significant since 2013, this is a result of the location of Indonesia which is located between the Eurasian Plate and the Indo-Australian Plate. Natural disasters are not something that can be avoided and can be predicted, but can be reduced by the impact of the disaster itself. One form of reducing the impact of an earthquake is to reduce the vulnerability of buildings, especially in public facilities. The Learning Service Building for the Faculty of Social and Political Sciences is a building that was completed in 2020. To ensure the safety of the building against earthquakes, an earthquake vulnerability evaluation was carried out using the FEMA 310 Screening Phase (Tier 1). Tier 1 conducted a quick evaluation with the Quick Checklist against 5 categories. The categories evaluated are Basic Structural Checklist, Supplemental Structural Checklist, Basic Nonstructural Checklist, Supplemental Nonstructural Checklist, and Geologic Site Hazard and Foundation Checklist. The evaluation results are declared to be Compliant, Non Compliant and Not Applicable. Furthermore, the results of the analysis show that there is a Non Compliant (NC) statement in the structural and non-structural categories in the evaluation of the Building.
2842531772H1B017088ANALISIS KERENTANAN GEMPA PADA BANGUNAN GEDUNG FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN METODE RAPID VISUAL SCREENINGGempa merupakan pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus gempa ke segala arah di dalam bumi. Gempa bumi berdampak korban jiwa dan harta, serta kerusakan infrastruktur. Tidak terkecuali pada bangunan gedung. Pengaruh gempa terhadap kerentanan suatu bangunan dapat diidentifikasikan dengan menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS). Metode ini berpedoman pada FEMAP-154 dengan cut-off-score +2,00 sehingga apabila skor berada dibawah cut-off-score maka gedung tersebut memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap gempa. Apabila skor berada diatas cut-off-score maka gedung tersebut kerentanannya sangat rendah terhadap gempa.

Gedung Pelayanan Pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed merupakan gedung dengan peruntukkan pelayanan kebutuhan pendidikan yang terletak di Purwokerto, Jawa Tengah. Gedung 3 lantai ini dibangun pada tahun 2020 yang diperuntukkan sebagai fasilitas pendidikan. Berdasarkan hasil perhitungan kerentanan suatu bangunan terhadap gempa dengan Metode Rapid Visual Screening (RVS), didapatkan skor akhir +1,4.
Earthquake is a sudden shift in the soil layer below the earth's surface. When this shift occurs, a vibration called a seismic wave occurs. These waves propagate away from the focus of the earthquake in all directions in the earth. The earthquake resulted in loss of life and property, as well as damage to infrastructure. No exception to buildings. The effect of earthquakes on the vulnerability of a building can be identified using the Rapid Visual Screening (RVS) method. This method is guided by the FEMAP-154 with a cut-off-score of +2.00 so that if the score is below the cut-off-score, the building has a high level of vulnerability to earthquakes. If the score is above the cut-off-score, the building has very low vulnerability to earthquakes.

The Education Service Building of the Faculty of Social and Political Sciences, Unsoed is a building for educational needs located in Purwokerto, Central Java. This 3-story building was built in 2020 which is intended as an educational facility. Based on the calculation of the vulnerability of a building to earthquakes using the Rapid Visual Screening (RVS) method, the final score is +1,4.
2842631768H1C015046GEOLOGI DAN PENURUNAN TANAH AKIBAT LIKUEFAKSI DENGAN METODE CONE PENETRATION TEST DAERAH SUMBERMULYO, KECAMATAN BAMBANGLIPURO, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAPada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi di daerah Bantul, Yogyakarta dengan kekuatan gempa sebesar 6.3 SR. Gempa yang terjadi menyebabkan salah satu benca alam, yaitu penurunan tanah (Settlement) yang diakibatkan oleh likuefaksi. Analisis yang dibutuhkan untuk mengetahui kemungkinan penurunan tanah dapat dilakukan dengan metode uji penetrasi konus (Cone Penetration Test). Hasil CPT yang didapatkan nilai, seperti tahanan ujung konus (qc), hambatan selimut (fs), friksi rasio (Rf), dan sebagai data tambahan seperti data muka air tanah. Setelah didapatkan nilai tersebut, nantinya akan dievaluasi sehingga mendapatkan nilai CSR dan CRR yang akan mendapatkan faktor keanaman agar dapat menginterpretasikan zonasi likuefaksi pada daerah penelitian. Lalu dari faktor keamanan tersebut, nilai yang didapatkan akan dianalisis menggunakan metode Ishihara dan Yoshimine (1992) untuk mengetahui nilai penurunan tanah yang kemungkinan akan terjadi. Perbedaan jenis litologi, kedalaman muka air tanah, dan indeks perilaku tanah merupakan faktor pembeda potensi penurunan tanah dari suatu daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah membagi zonasi penurunan tanah yang akan terjadi pada daerah penelitian dan daerah penelitian terbagi menjadi empat mikrozonasi. Daerah Sumberagung, Patalan, Panjangrejo, dan sekitarnya merupakan daerah yang kemungkinan terjadinya penurunan tanahnya tinggi, daerah yang potensinya sedang berada pada daerah Palbapang, Seloharjo, Trimulyo dan sekitarnya, dan daerah yang potensinya rendah sampai sangat rendah berada di daerah Sumbermulyo, Wukirsari, dan sekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini dapat digunakan untuk meminimalisir kerusakan infrastruktur pada daerah penelitian yang dampaknya akan merugikan masyarakat sekitar.An earthquake occurred in the Bantul area, Yogyakarta on May 27th, 2006 with an earthquake magnitude of 6.3 SR. The earthquake that occurred caused one of the natural disasters, namely land subsidence (Settlement) caused by liquefaction. The analysis needed to determine the possibility of settlement is the Cone Penetration Test method. The results of this method are cone tip resistance (qc), sleeve resistance (fs), friction ratio (Rf), and additional data such as groundwater level data. After the data are obtained, it will be evaluated and get CSR and CRR values that become safety factor to define the liquefaction zone in the study area. Afterwards, the safety factor will be analyzed using Ishihara and Yoshimine method (1992) to determine the value of the settlement. The different types of lithology, the depth of the groundwater level, and the index of soil behaviour are distinguishing factors in the potential for settlement. The purpose of this study is to divide the settlement zone that will happen in the study area and divided it into four micro-zonations. Sumberagung, Patalan, Panjangrejo, and surrounding area are the areas who have a possibility of settlement is high, areas with moderate possibility are in Palbapang, Seloharjo, Trimulyo, and the surrounding area, and the areas with poor to very low potential are in Sumbermulyo, Wukirsari, and surroundings. Therefore, this research can be used to minimize infrastructure damage which will give detrimental to the locals in the study area.
2842731755I1D015022HUBUNGAN CITRA TUBUH, ASUPAN ENERGI DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI SANTRI PUTRI PPQ AL AMIN PURWOKERTOLatar Belakang :Status gizi dipengaruhi oleh konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Citra tubuhmempengaruhi persepsi dan pemilihan makanremaja, sehingga akan mempengaruhi status gizi dan berdampak pada kesehatan dimasa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, asupan energi dan asupan protein dengan status gizi.
Metodologi :Penelitian ini merupakan penelitianobservasional dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 75 orang diambil secara stratified sampling. Data diambil menggunakan recall 3x24 jam dan Body Shape Questionnaire (BSQ), sedangkan status gizi diukur menggunakan timbangan badan dan microtoise. Data dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan responden sebesar 57,3% memiliki citra tubuh negatif, 74,7% defisit berat asupan energi, 60,0% defisit berat asupan protein serta 69,3% berstatus gizi normal. Uji rank spearman menunjukkan adanya hubungan antara citra tubuh (P = 0,013) dan asupan protein (p = 0,017) dengan status gizi.
Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan asupan protein dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara asupan energi dengan status gizi.
Background :Nutritional status was influenced by food consumption and physical activity. Body imageaffects the perception and choice of food adolescent intake, so it will affect nutritional status and have an impact on future health. The purpose of this study was to analyze the correlation between body image, energy intake and protein intake with the nutritional status.
Method :This study was an observasional study using a cross-sectional design. The samples were 75 female students chosen through stratified sampling. Data were collected through interviews using 3x24 hours recall and body shape questionnaire (BSQ), while nutritional status were measured using body scales and microtoise. The data were analyzed using Rank Spearman Test.
Result :The result showed that 57,3% respondents had a negative body image, 74,7% had a deficit energy intake, 60,0% had a deficit protein intake and 69,3% had a normal nutritional status. The Spearman Rank tesr showed a correlation between body image (p=0,013) and protein intake (p=0,017) witih nutritional status.
Conclusion:There was a significant correlation between body image and protein intake with the nutritional status. There was no correlation between energy intake with nutritional status.

Keywords: Body Image, Energy Intake, Protein Intake, Nutritional Status, Adolescents Girls.
2842831773D1A016187PENGARUH MARINASI DENGAN JUS BAWANG PUTIH (Alium sativum L.) PADA DAGING ITIK TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KEBUSUKAN SETELAH PENYIMPANAN PADA SUHU RUANGTujuan penelitian mengetahui pengaruh marinasi jus bawang putih pada daging itik dengan konsentrasi berbeda terhadap sifat organoleptik dan tingkat kebusukan setelah penyimpanan pada suhu ruang. Materi yang digunakan daging itik Tegal afkir umur 144 minggu bagian dada dan bawang putih sebanyak 0,5 kg. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk tingkat kebusukan. Perlakuan yang digunakan perbedaan konsentrasi, marinasi jus bawang putih dengan konsentrasi 0% (P0), konsentrasi 7% (P1), konsentrasi 14% (P2) dan konsentrasi 21% (P3). Daging itik yang telah dimarinasi dalam jus bawang putih selama 10 menit dilanjutkan penyimpanan pada suhu ruang (27°C-29°C) selama 6 jam. Hasil analisis variansi menunjukkan daging itik yang dimarinasi jus bawang putih dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap warna, aroma dan kebusukan. Hasil uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan daging itik dimarinasi jus bawang putih dengan konsentrasi berbeda terhadap warna dan aroma berbeda, tetapi uji kebusukan konsentrasi 7, 14, dan 21% tidak berbeda. Kesimpulan, semakin tinggi konsentrasi marinasi jus bawang putih daging itik, aroma bawang putih semakin menyengat, warna semakin pucat dan dapat menghambat kebusukan. purpose of this study is to determine the effect of marinated garlic juice on duck meat with different concentrations with respect to organoleptic properties (color and smell) and level spoilage after storage at room temperature. The material used was 144 weeks old Tegal duck meat, breast and garlic as much as 0.5 kg. The method used was an experimental method using a randomized block design (RBD) for the organoleptic test and a completely randomized design (CRD) for the level of rottenness. The treatments used were different concentrations, marinated garlic juice with a concentration of 0% (P0), a concentration of 7% (P1), a concentration of 14% (P2) and a concentration of 21% (P3). The ducks that have been marinated in garlic juice for 10 minutes are then stored at room temperature (27 ° C-29 ° C) for 6 hours. The results of the analysis of variance showed that duck meat marinated by garlic juice with different concentrations had a very significant effect (p <0.01) on color, smell and rot. The results of Duncan's Multiple Range Test (DMRT) continued test showed that duck meat was marinated by garlic juice with different concentrations of different colors and smell, but the rottenness tests of concentrations of 7, 14 and 21% were not different. Conclusion, the higher the concentration of duck meat garlic juice marinated, the smell of garlic became more pungent, the color was paler and could inhibit spoilage.
2842931774A1A015006EFEKTIVITAS PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI (Studi Kasus di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga)Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan salah satu bantuan modal dari pemerintah yang dapat memberikan dampak langsung pada usaha di sektor pertanian. Pelaksanaan Program PUAP akan berjalan dengan baik jika penggunaan bantuan modal dari Program PUAP digunakan oleh petani untuk kebutuhan usaha produktif. Desa Kedungjati merupakan salah satu desa yang menerima bantuan modal dari Program PUAP. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui efektivitas Program PUAP dalam memenuhi sarana produksi padi dan (2) Mengetahui hasil produksi padi pada petani sesudah dan sebelum adanya Program PUAP. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Variabel yang diamati adalah sarana produksi yaitu benih, pupuk, tenaga kerja, pestisida dan hasil produksi padi sebelum dan sesudah menerima bantuan PUAP. Analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan nilai perbandingan MPPxi dan APPxi terhadap suatu nilai yaitu 80 persen dan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi sarana produksi pertanian benih setelah adanya Program PUAP cukup efektif dalam meningkatkan produksi padi di Desa Kedungjati dengan nilai efektivitas sebesar 74,73 persen. Sarana produksi pupuk, tenaga kerja, pestisida Mipcinta 50 WP, dan pestisida Trebon 95 EC setelah adanya Program PUAP menunjukan nilai efektivitas sangat tidak efektif yaitu kurang dari 40 persen, artinya adanya penggunaan sarana produksi pupuk, tenaga kerja, pestisida Mipcinta 50 WP, pestisida Trebon 95 EC yang berlebihan sehingga jumlah penggunaannya perlu dikurangi. Rata-rata produksi padi di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga sesudah adanya Program PUAP lebih besar daripada sebelum adanya Program PUAP yaitu rata-rata produksi padi petani sebelum adanya Program PUAP sebesar 1.026,74 kg/ha dan setelah adanya Program PUAP menjadi sebesar 2.028,84 kg/ha dalam satu kali produksi. Rural Agribusiness Development (PUAP) Program is one of capital assistance from the government that can have a direct impact on businesses in the agricultural sector. The implementation of the PUAP Program will run well if the use of capital assistance from the PUAP Program is used by farmers for productive business needs. Kedungjati Village is one of the villages that received capital assistance from the PUAP Program. This study aims to: (1) Determine the effectiveness of the PUAP Program in fulfilling rice production facilities and (2) Determine rice production yields of farmers after and before the PUAP Program. This research was conducted using a survey method in Kedungjati Village, Bukateja District, Purbalingga Regency. Sampling was carried out using the Simple Random Sampling method. The variables observed were the means of production, namely seeds, fertilizers, labor, pesticides, and rice production before and after receiving PUAP assistance. Analysis of the data used is by using the MPPxi and APPxi comparison value approach to a value of 80 percent and the Paired Sample t-test. The results showed that the allocation of seed agricultural production facilities after the PUAP program was quite effective in increasing rice production in Kedungjati Village with an effectiveness value of 74.73 percent. The production facilities for fertilizers, labor, Mipcinta 50 WP pesticides, and Trebon 95 EC pesticides after the PUAP program showed that the effectiveness value was very ineffective, which was less than 40 percent, meaning that there was the use of fertilizer production facilities, labor, Mipcinta 50 WP pesticides, and Trebon pesticides. 95 EC excess so that the number of uses needs to be reduced. The average rice production in Kedungjati Village, Bukateja District, Purbalingga Regency after the PUAP Program was greater than before the PUAP Program, namely the average rice production of farmers before the PUAP Program was 1,026.74 kg/ha and after the PUAP Program was 2,028, 84 kg/ha in one production.
2843031775K1A016026PENGARUH VARIASI KADAR SLS (Sodium Lauryl Sulfate) DAN JENIS PEWANGI TERHADAP KARAKTERISTIK SABUN CAIR ANTIBAKTERI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L)Minyak biji nyamplung merupakan bahan alam yang berpotensi digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan sabun karena tidak bersaing dengan kebutuhan lain. Penelitian sebelumnya telah melakukan formulasi sabun dari minyak biji nyamplung dengan penambahan ekstrak temu giring sebagai zat antibakteri, namun stabilitas busa dan aroma yang dihasilkan memiliki tingkat kesukaan yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sabun mandi cair antibakteri dengan stabilitas busa dan aroma yang disukai oleh konsumen. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar SLS dan jenis pewangi terhadap karakteristik sabun cair antibakteri. Dalam penelitian ini variasi kadar SLS yang digunakan yaitu 0,5; 0,75; 1; 1,25; 1,5; 1,75; 2; 2,25% dan jenis pewangi berupa lavender, melati, mawar dan tulip. Sabun hasil formulasi dikarakterisasi dan dilakukan uji hedonik. Hasil uji hedonik yang paling disukai kemudian digunakan untuk uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun SFS8P4 dengan kadar SLS 2,25% dan pewangi tulip paling disukai oleh panelis. Karakteristik sabun SFS8P4 menunjukkan jumlah asam lemak total 21,48%, asam lemak bebas 1,15%, lemak netral 7,57%, bobot jenis 1,02 g/mL, nilai pH 9,6, dan nilai stabilitas busa sebesar 78%. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh diameter zona hambat sebesar 15,6 mm yang berarti sabun memiliki aktivitas antibakteri yang kuat.Nyamplung seed oil is a natural ingredient that has the potential to be used as the
basic ingredient in soap making because it does not compete with other needs.
Previous research has carried out a soap formulation from nyamplung seed oil with
the addition of temu giring extract as an antibacterial agent, but the stability of the
foam and the resulting aroma has a low level of preference. Therefore, this study
aims to obtain an antibacterial liquid bath soap formulation with foam stability and
aroma that is preferred by consumers. In addition, this study was conducted to
determine the effect of variations in SLS levels and types of fragrances on the
characteristics of antibacterial liquid soap. In this study, variations in the SLS levels
used were 0.5; 0.75; 1; 1.25; 1.5; 1.75; 2; 2.25% and types of fragrances in the form
of lavender, jasmine, roses and tulips. Formulated soap was then characterized and
performed a hedonic test. The most loved hedonic test results are then used to test
the antibacterial activity against S. aureus bacteria. The results showed that SFS8P4
soap with SLS content of 2.25% and tulip fragrance was the most preferred by
panelists. The characteristics of the SFS8P4 soap show a total fatty acid amount of
21.48%, 1.15% free fatty acids, 7.57% neutral fat, 1.02 g /mL specific gravity, a pH
value of 9.6, and a foam stability value of 78% . The results of the antibacterial
activity test showed the inhibition zone diameter was 15.6 mm, which means that
the soap has a strong antibacterial activity.
2843131776C1N017001THE EFFECT OF ACTIVITY AND FINANCING RATIOS TOWARD STOCK PRICE THROUGH PROFITABILITY AS AN INTERVENING VARIABLEHarga saham bergerak sangat fluktuatif. Hal itu berdampak pada nilai portofolio yang dimiliki investor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan variabel profitabilitas sebagai intervening antara rasio aktivitas dan pembiayaan terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berbentuk laporan keuangan tahunan perusahaan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor Trade, Service and Investment di Bursa Efek Indonesia. Periode penelitian selama 2016-2019 dan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Sobel. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa profitabilitas mampu memediasi antara rasio aktivitas dan pembiayaan terhadap harga saham. Implikasi bagi investor dari penelitian ini adalah menilai dan mengevaluasi pergerakan harga saham perusahaan, investor perlu mencermati rasio aktivitas dan rasio pembiayaan yang diikuti dengan kemampuan perusahaan menggumpulkan laba. Implikasi bagi perusahaan adalah meningkatkan kondisi fundamental yang baik. Semakin bagus kondisi fundamental perusahaan akan semakin meningkat ketertarikan investor seperti rasio aktivitas dan pembiayaan yang akan berpengaruh pada perolehan laba. Kondisi fundamental tersebut dapat diakses secara publik dan menjadi sinyal bagi pasar. Sinyal akan diterjemahkan investor menjadi sinyal positif bila perusahaan mempunyai kondisi fundamental yang baik.Stock price movement is very fluctuative. It has an impact on the portfolio value owned by investors. This study aims to examine the ability of the profitability as an intervening variable between the activity and financing ratios toward stock prices. This study uses secondary data in the form of audited financial statement. The population of this research is the companies in the Trade, Service and Investment sector listed in Indonesia Stock Exchange. The research period was during 2016-2019 and used purposive sampling. The analysis used in this study is the Sobel test. Based on the results of data analysis, it shows that profitability is able to mediate between activity and financing ratios to stock prices. The implication for investors from this research is to assess and evaluate the movement of the company's stock price, investors need to look at activity and financing ratios followed by the company's ability to collect profits. The implication for the company is to improve the fundamental company. The better of the company's fundamentals, the more investor will be interested in, such as activitiy and financing ratio which will affect profitability. These fundamental conditions can be accessed by the public and become a signal for the market. The signal will be translated by investors into a positive signal if the company has good fundamental conditions.
2843231777E1A017148PEMBATALAN MEREK YANG MENGGUNAKAN NAMA BADAN HUKUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 62/PDT.SUS-MEREK/2019/PN.NIAGA.JKT.PSTPenelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam hal perlindungan merek terkait dengan adanya Merek yang menggunakan nama badan hukum pihak lain, seperti kasus antara Yayasan INSA Manunggal dengan Perkumpulan INSA dalam Putusan Nomor 62/PDT.SUS-MEREK/2019/PN.NIAGA.JKT.PST. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai pembatalan merek yang menggunakan nama badan hukum dalam perkara a quo.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul akan dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Niaga dalam perkara a quo telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a, ayat (2) huruf a, dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek milik Tergugat terbukti memiliki persamaan dengan Merek Penggugat, telah menggunakan nama badan hukum milik Penggugat, sehingga secara tidak langsung membuktikan bahwa Tergugat memiliki iktikad tidak baik dalam mendaftarkan Merek.
The research is motivated by the problems in terms of trademark protection related to the existence of a brand which is using the name of another party's legal entity, such as the case between Yayasan INSA Manunggal and Perkumpulan INSA in the verdict of Central Jakarta Commercial Court Number 62/PDT.SUS-MEREK/2019/PN.NIAGA.JKT.PST. The case will analyze the cancellation of a trademark which use the name of a legal entity.
This research is a normative juridical research. The source of data used the secondary data that was obtained from literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collected data will be analyzed with normative qualitative methods.
The conclusion of this research is the Commercial Court Judges passed a verdict that consistent with the regulation from Article 21 paragraph (1) letter a, paragraph (2) letter a, and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. The Defendant's brand is proven had similarity with Plaintiff’s trademark and use the name of the legal entity owned by the Plaintiff, thus indirectly proving that the Defendant had bad faith while registering the trademark.
2843331779C1L017021Pengaruh Lingkungan Keluarga, Minat Belajar, dan Teman Sebaya Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan EkonomiPenelitian ini merupakan penelitian survei pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang berada di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Lingkungan Keluarga, Minat Belajar, dan Teman Sebaya Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar, (2) pengaruh minat belajar terhadap motivasi belajar, (3) pengaruh teman sebaya terhadap motivasi belajar.

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman yang berjumlah 195 mahasiswa yang terdiri dari angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 132 responden. Quota sampling method digunakan dalam penentuan responden.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 23 menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar mahasiswa, (2) terdapat pengaruh positif minat belajar terhadap motivasi belajar mahasiswa, (3) terdapat pengaruh positif teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa, (4) terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga, minat belajar, dan teman sebaya secara bersama-sama (simultan) terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Kata Kunci: Lingkungan Keluarga, Minat Belajar, Teman Sebaya, Motivasi Belajar
This research is a survey research on Economics Education students at Jenderal Soedirman University. This study takes the title: "The Influence of Family Environment, Study Interest, and Peers on Student Motivation in Economic Education".

The purpose of this study was to determine (1) the influence of the family environment on learning motivation, (2) the effect of interest in learning on learning motivation, (3) the influence of peers on learning motivation.

The population in this study were 195 students of Economic Education at Jenderal Soedirman University, consisting of batches of 2017, 2018, 2019, and 2020. The number of respondents taken in this study were 132 respondents. Quota sampling method is used in determining respondents.

Based on the results of research and data analysis using IBM SPSS Statistics 23, it shows that: (1) there is a positive influence of the family environment on student learning motivation, (2) there is a positive effect of interest in learning on student learning motivation, (3) there is a positive influence of peers on student learning motivation, (4) there is a positive influence of the family environment, interest in learning, and peers together (simultaneously) on student learning motivation.

Keywords: Family Environment, Learning Interest, Peers, Learning Motivation
2843431959H1D016047RANCANG BANGUN MARKETPLACE PENYEWAAN BARANG BERBASIS WEB DENGAN FRAMEWORK LARAVELBanyak sekali bisnis penyewaan barang yang muncul saat ini. Bahkan di satu tempat yang berdekatan ada beberapa pengusaha yang melayani untuk penyewaan barang yang sama. Namun kurangnya informasi atau promosi dari pemilik barang membuat calon penyewa sedikit kesulitan dan memerlukan usaha yang lebih untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem marketplace yang memuduahkan bagi calon penyewa dalam menemukan barang yang diinginkan dan bagi pemilik barang untuk memudahkan memasarkan barangnya dan mengelola barang serta pesanannya. Cara kerja sistem ini, penyewa mencari barang yang diinginkan melalui sistem lalu memesannya. Pesanan tersebut kemudian dikirimkan ke pemilik barang oleh sistem setelah pembayaran untuk biaya sewa dikonfirmasi oleh admin dan pemilik barang dapat memberikan barangnya kepada penyewa sesuai data pesanannya. Sistem ini berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP menggunakan framework laravel yang didukung basis data MySQL dan mengacu pada metode pengembangan waterfall pada proses pembuatannya. Tahap pengujian untuk sistem marketplace penyewaan barang dilakukan dengan metode pengujian blackbox testing dan Mean Opinion Score. Hasilnya menunjukan bahwa sitem berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan mampu mebantu bagi calon penyewa dalam mencari informasi barang sewaan maupun bagi para pemilik barang dalam mempromosikan barangnya.There are so many rental businesses that have emerged today. Even in one nearby place, there are several businessmen who serve for the rental of the same goods. However, the lack of information or promotion from the owner of the goods makes it a little difficult for prospective tenants and requires more effort to get the desired item. This study aims to create a marketplace system that makes it easy for prospective tenants to find the desired item and for the owner of the goods to make it easier to market their goods and manage goods and orders. How this system works, the tenant looks for the desired item through the system and then orders it. The order is then sent to the owner of the goods by the system after payment for the rental fee is confirmed by the admin and the owner of the goods can deliver the goods to the tenant according to the order data. This system is web-based with the PHP programming language using the laravel framework supported by the MySQL database and refers to the waterfall development method in the manufacturing process. The testing phase for the goods rental marketplace system is carried out by the blackbox testing method and the Mean Opinion Score. The results show that the system is running as expected and is able to help prospective tenants in finding information on rental goods and for goods owners in promoting their goods.
2843531821E1A014184Cerai Gugat Karena Perselisihan dan
Pertengkaran (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor : 1455/Pdt.G/2018/PA.Bms)
ABSTRAK

Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk suatu keluarga (rumah tangga( yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ada beberapa faktor dalam perkawinan yang tidak dapat memenuhi tujuan perkawinan yang kekal dan bahagia dan akan berakhir dengan perceraian.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugat cerai karena perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus terhadap Putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 1455/Pdt.G/2018/PA.Bms. Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian perskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventaris bahan hukum, metode analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai putusan Pengadilan Agama Banyumas Nomor: 1455/Pdt.G/2018/PA.Bms pertimbangan hukum hakim mendasarkan pada Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam angka 1, 2 dan 4.



Kata Kunci : Cerai Gugat, Perselisihan dan Pertengkaran
ABSTRACT

Based on Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (a household (which is happy and eternal based on the One Godhead. There are several factors in marriage. who cannot fulfill the purpose of a happy and eternal marriage and will end up in divorce.
The problem in this research is how the judges' legal considerations in granting divorce suit due to ongoing disputes and arguments against the Banyumas Religious Court Decision Number: 1455/Pdt.G/2018/PA.Bms. The juridical normative approach method, analytical perscriptive research specification, library study data collection method with legal material inventory, qualitative normative data analysis method.
Based on the results of research and discussion regarding the decision of the Banyumas Religious Court Number: 1455/Pdt.G/2018/PA.Bms, the judges legal considerations are based on Article 39 Paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 and Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to the researcher, it should be equipped with Article 33 of Law Number 1 Year 1974 and Article 116 letter (g) Compilation of Islamic Law numbers 1, 2 and 4.



Keywords: Claims, Disputes and Quarrels
2843631918C1H016002THE INFLUENCE OF BRAND IMAGE, SERVICE QUALITY, AND PERCEIVED VALUE ON OVERALL CUSTOMER SATISFACTIONPenelitian ini merupakan studi empiris pada UNSOED Press. Penelitian ini mengambil judul: “The Influence of Brand Image, Service Quality, and Perceived Value on overall Customer Satisfaction”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh Brand Image, Service Quality, Perceived Value terhadap Customer Satisfaction
Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Universitas Jenderal Soedriman. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 orang. Penentuan sampel menggunakan metode convenenience sampling. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Brand Image berpengaruh positif terhadap Customer Satisfaction. (2) Service Quality berpengaruh positif terhadap Customer Satisfaction. (3) Perceived Value tidak berpengaruh terhadap Customer Satisfaction.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah perusahaan Spotify untuk lebih meningkatkan nilai yang dirasakan dari layanan streaming musik premium di mata pengguna adalah dengan mengidentifikasi atribut utama dan manfaat yang dicari konsumen atau melakukan survei berkala mengenai kelebihan dan kekurangan layanan tersebut. Serta melakukan perbandingan dengan kompetitor di bidang yang sama dengan memperhatikan hal-hal yang disukai customer service kompetitor untuk diadaptasi dan dikembangkan oleh perusahaan.
This study aims to test empirical studies at UNSOED Press. The research took the title: "The Influence of Brand Image, Service Quality, and Perceived Value on Customer Satisfaction". The purpose of this study was to determine and find empirical evidence of the effect of Brand Image, Service Quality, and Perceived Value on Customer Satisfaction. The population in this study were students of Jenderal Soedirman University. The sample in this study were 150 people. The samples were determined using the convenience sampling method. The analysis tool used is multiple regression. Based on the results of research and data analysis, it is known that: (1) Brand Image has a positive effect on Customer Satisfaction. (2) Service Quality has a positive effect on Customer Satisfaction. (3) Perceived Value has no effect on Customer Satisfaction. The implication of the conclusion above is that Spotify company to further increase the perceived value of premium music streaming services in the eyes of users is by identifying the main attributes and benefits that consumers are looking for or conducting periodic surveys regarding the advantages and disadvantages of these services. As well as making comparisons with competitors in the same field by paying attention to the things that the competitors' customer service likes to be adapted and developed by the company.
2843731780E1A016309PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 0444/Pdt.G/2020/PA.SBY)
Pembatalan Perkawinan dapat terjadi karena disebabkan oleh berbagai macam alasan. Salah satu contohnya yaitu pemalsuan identitas. Namun dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan tidak dijelaskan secara rinci tentang pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Pembatalan Perkawinan Karena Pemalsuan Identitas dan Akibat Hukum Yang Ditimbulkan Dari Suatu Pembatalan Perkawinan Pada Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 0444/Pdt.G/2020/PA. SBY. Metode penelitian yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, dan metode analisis normatif kualitatif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim menggunakan Pasal 20, Pasal 21 ayat (1), dan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Sebaiknya hakim dalam pertimbangan hukumnya menggunakan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 72 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam.
An annulment of a marriage can happen because by various reasons. One example is forgery identity. But in undang-undang number 1 in 1974 about the marriages is not addressed in detail about an annulment of a marriage because forgery identity.
The formulation problems this is how judicial consideration a judge in answer an annulment of a marriage because polygamy wife law without permission and effect caused by a an annulment of a marriage persuading the religious court surabaya number 0444/Pdt. G/ 2020/PA.SBY. The Research methodology, juridical normative specifications prescriptive, research analytical study with inventory data collection literature, and analysis method qualitative normative.
The research results show that judicial consideration judge implementing article 20, article 21 paragraph ( 1 ), and article 23 the law number 1 of 1974 about the marriages.
Should the judge in consideration of the law implementing article 27 verse ( 2 ) act no 1 1974 years about the marriages jo 72 verse ( 2 ). compilation of islamic law.
2843831781G1A017111Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan terhadap Skrining Genetik dan Premarital di Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Skrining genetik merupakan serangkaian tes pemeriksaan genetika untuk mengetahui kemungkinan risiko kelainan yang dimiliki individu. Pemeriksaan skrining yang dilakukan sebelum pernikahan disebut skrining premarital. Perilaku melakukan tes skrining dipengaruhi banyak faktor, antara lain predisposisi, pemungkin, dan pendorong. Sebagai calon pemberi layanan kesehatan, mahasiswa kedokteran dan kesehatan perlu mendukung konsep personal medicine dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilakunya.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku pada mahasiswa kedokteran dan kesehatan mengenai skrining genetik dan premarital.
Metode: Rancangan cross sectional dilakukan pada 379 mahasiswa kedokteran dan kesehatan angkatan 2018, 2019, dan 2020 di Kabupaten Banyumas yang terpilih melalui proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan Kuesioner Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa Kabupaten Banyumas terhadap Skrining Genetik dan Premarital. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Fisher.
Hasil: P-value dari hasil analisis korelasi Fisher antara pengetahuan dengan sikap (p = 0,060), pengetahuan dengan perilaku (p = 1,000) dan sikap dengan perilaku (p = 1,000). Tingkat pengetahuan responden rata-rata berkategori baik (75,46%) dan memiliki sikap yang positif (99,47%). Perilaku responden sebagian besar belum pernah melakukan skrining genetik maupun premarital (99,47%).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku (p > 0,05).
Background: Genetic screening is a complex procedural genetical test to understand the potential genetical risk that someone might have been possessed. Screening procedure which is conducted before a couple got married is called premarital screening. Screening behavior is influenced by many factors, including predisposition, enabling, and reinforcing factors. As a healthcare provider, medical and health students must support the personal medicine concept by increasing their knowledge, attitude, and behavior.
Objective: To understand the relationship between knowledge level with attitude, knowledge level with behavior, and attitude with behavior among medical and health students in genetic and premarital screening.
Methods: A cross-sectional study was conducted among 379 medical and health students at their first, second, and third-year (2020, 2019, and 2018) study in Banyumas Regency, selected with proportional random sampling technique. Datas were collected using Knowledge, Attitude, and Behavior in Genetic and Premarital Screening among Medical and Health Students in Banyumas Regency Questionnaire. The hypothesis was analyzed using Fisher correlation.
Results: The p-value of the Fisher correlation analysis between knowledge and attitude (p = 0,060), knowledge and behavior (p = 1,000), and attitude and behavior (p = 1,000). Participants knowledge level are at good category (75,46%) and have positive attitude (99,47%). Most of the participants’ behavior had never done genetic or premarital screening (99,47%).
Conclusion: There was no relationship between knowledge level and attitude, knowledge level and behavior, and also attitude and behavior (p<0,05).
2843931782L1A016040KOMPOSISI DAN LUAS RELUNG PAKAN ALAMI IKAN Mystus spp.
DI WADUK PB. SOEDIRMAN KABUPATEN BANJARNEGARA
Penelitian ini berjudul Komposisi dan Luas Relung Pakan Alami Ikan Mystus spp. di Waduk PB. Soedirman Kabupaten Banjarnegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pakan dalam lambung ikan dan perairan waduk serta luas relung pakan alami dalam lambung ikan Mystus. Prosedurnya, ikan Mystus spp. diukur panjang dan bobot tubuhnya yang kemudian dikelompokkan berdasarkan ukuran (besar ; sedang; kecil). Selanjutnya ikan dibedah dan diambil sampel isi lambung. Sampel isi lambung dan sampel air waduk diamati menggunakan mikroskop untuk mengetahui pakan alami yang dikonsumsi oleh ikan Mystus dan yang tersedia di perairan. Dari hasil penelitian diperoleh 3 jenis ikan Mystus, yaitu Mystus micracanthus; Mystus nigriceps dan Mystus nemurus yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok ukuran. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa jenis makanan yang dikonsumsi oleh ikan Mystus meliputi Chlorophyta, Cyanophyta, Chrysophyta, serpihan tumbuhan, Protozoa, Arthropoda, Rotifera, Annelida dan serpihan hewan. Jenis pakan alami yang tersedia di perairan Waduk meliputi Chlorophyta, Cyanophyta, Chrysophyta, Euglenophyta , Phyrophyta, Arthropoda, Rotifera, dan serpihan hewan. Nilai luas relung ikan Mystus pada peneliatian ini ditemukan pada kelompok besar (4,63) ; kelompok sedang (4,73); dan kelompok kecil (3,8).
The research entitled Composition and Area of Natural Feed Niche for Mystus spp. in the PB Soedirman Reservoir, Banjarnegara Regency. The purpose of this study was to see the composition of the feed in the fish hull and reservoir waters as well as the wide niche of natural feed in the stomach of Mystus fish. The procedure, Mystus spp fish is measured in body length and weight which then grouped accordingly (large; medium; small). Furthermore, the fish is dissected and the stomach contents are sampled. Samples of stomach contents and reservoir water were observed using a microscope to see the natural feed consumed by Mystus fish and those available in the water. From the research results obtained 3 types of Mystus fish, namely Mystus micracanthus; Mystus nigriceps and Mystus nemurus which were grouped into 3 sizes. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the types of feedd consumed by Mystus fish are Chlorophyta, Cyanophyta, Chrysophyta, plant flakes, Protozoa, Crustacea, Rotifera, Annelida and animal flakes. The types of natural feed available in the reservoir waters are Chlorophyta, Cyanophyta, Chrysophyta, Euglenophyta, Phyrophyta, Arthropoda, Rotifera, and animal flakes. The value of the Mystus fish niche in this study was found in large groups (4.63); medium group (4.73); and small groups (3,8).
2844030596C1C016008ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT (CSR) DI PERUSAHAAN PERTAMBANGAN (Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2018)Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang melatarbelakangi pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2016-2018, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil berjumlah 39 perusahaan yang terdapat di perusahaan pertambangan Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan; (2) Leverage berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan; (3) Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan; (4) Umur perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan; (5) Dualitas CEO tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan; (6) Pengungkapan media tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini tidak mempengaruhi pengungkapan laporan keberlanjutan perusahaan. Batasan dan saran dalam penelitian ini: (1) Penelitian ini hanya menggunakan data sekunder sehingga tidak cukup menggambarkan adanya indikasi Sustainability Reporting, selanjutnya peneliti dapat menggunakan kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif; (2) Variabel CEO Duality dapat diukur dari hubungan antara CEO dan komisaris.This study aims to examine the factors behind company sustainability report disclosure of mining companies in Indonesia Stock Exchange (IDX). The population in this study is all Indonesian mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2016-2018, with a sampling technique that is purposive sampling, the samples taken amounted to 39 companies found in the Indonesian mining companies. The data analysis technique used in this study is logistic regression analysis. The results of this study indicate that: (1) Profitability has not effect on company sustainability report disclosure; (2) Leverage has effect on company sustainability report disclosur; (3) Company size has effect on company sustainability report disclosur; (4) Company age has not effect on company sustainability report disclosure; (5) CEO duality has not effect on company sustainability report disclosure; (6) Media exposure has not effect on company sustainability report disclosure. It can be concluded that all variables in this study did not affect company sustainability report disclosure. Limitations and suggestions in this study: (1) This study only uses secondary data so that it does not adequately illustrate the existence of Sustainability Reporting indications, researchers can then use a combination of quantitative and qualitative research; (2) CEO Duality variable can be measured by relationship between CEO and commissioner.