Artikel Ilmiah : C3A015002 a.n. ERNY RACHMAWATI

Kembali Update Delete

NIMC3A015002
NamamhsERNY RACHMAWATI
Judul ArtikelDirect and indirect effect of entrepreneurial orientation, family involvement and gender on family business performance
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek langsung dari orientasi kewirausahaan terhadap kinerja bisnis keluarga. Penelitian ini juga membahas peran keterlibatan keluarga sebagai variabel mediasi dan peran gender sebagai variabel moderator dalam hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga.
Desain/metodologi/pendekatan – Sebanyak 328 hotel di Yogyakarta, Indonesia, terpilih sebagai sampel dengan metode convenience sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dikirimkan sendiri kepada orang-orang kunci di hotel seperti pemilik, direktur, dan staf utama (HRD, keuangan, hubungan). Hipotesis diuji oleh prosedur pemodelan persamaan struktural menggunakan AMOS 22.0. Tes sobel digunakan untuk menentukan efek tidak langsung dari variabel mediasi.
Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan pada kinerja bisnis keluarga. Keterlibatan keluarga bertindak sebagai mediasi penuh dalam hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Gender bertindak sebagai variabel moderat yang dapat memperkuat hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Hasilnya menunjukkan dukungan untuk penelitian sebelumnya.
Keterbatasan/implikasi penelitian – Hasil penelitian tidak dapat menyimpulkan bisnis keluarga nasional karena mengadopsi convenience sampling dan area pengambilan sampel terbatas di Yogyakarta. Penelitian di masa depan dapat menggunakan sampel yang lebih besar. Penelitian ini hanya meneliti hotel yang dikelola oleh bisnis keluarga, sehingga tidak layak untuk menyimpulkan untuk bisnis keluarga pada umumnya. Penelitian di masa depan dapat memilih untuk menggunakan beberapa jenis bisnis keluarga sehingga hasil yang lebih bervariasi dapat diperoleh. Penelitian di masa depan juga dapat membandingkan hotel yang dikelola oleh bisnis keluarga dengan bisnis non-keluarga. Hasil penelitian juga menemukan bahwa selain peran gender, heterogenitas responden adalah komponen penting dalam studi identitas sosial. Oleh karena itu, penelitian yang meneliti pengaruh budaya yang berbeda pada hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga harus menjadi topik yang luar biasa untuk studi di masa depan. Hasil lain dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peran bagi agama dalam meningkatkan kinerja hotel. Penelitian di masa depan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pemodelan bisnis Islam untuk bisnis keluarga.
Implikasi praktis - Temuan ini memiliki implikasi signifikan yang dapat membantu bisnis keluarga dalam mengembangkan strategi yang cocok untuk manajemen bisnis. Orientasi kewirausahaan menempati posisi strategis dalam mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan dalam bisnis keluarga sektor pariwisata khususnya bisnis hotel di Yogyakarta menjadi lebih baik. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hubungan ini menjadi signifikan jika dikombinasikan dengan keterlibatan keluarga aktif. Temuan ini juga menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpotensi memiliki efek yang lebih bermanfaat karena keterlibatan aktif keluarga dalam membantu manajemen bisnis, meringankan masalah terkait bisnis, dan memiliki pengaruh yang signifikan ketika keluarga juga bertindak sebagai manajemen.
Implikasi sosial – Temuan penelitian menunjukkan peran gender dalam memperkuat hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja bisnis keluarga. Hal ini memberikan posisi yang baik bagi perempuan di lingkungan sosial untuk menunjukkan prestasi. Menempatkan perempuan di sisi kesetaraan gender dan keadilan dalam bisnis keluarga di Indonesia. Dengan membuka akses yang lebih luas bagi perempuan Indonesia di ranah manajemen bisnis, memperluas partisipasi perempuan dalam sebuah bisnis keluarga, meningkatkan peran kontrol bagi perempuan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan untuk meningkatkan manfaat dalam mengelola bisnis keluarga sehingga memiliki ketahanan yang berkelanjutan dalam menghadapi persaingan global.
Orisinalitas/nilai – Hasil penelitian ini memberikan model baru dalam memberikan gambaran peran langsung dan tidak langsung (mediasi dan moderat) dalam penilaian kinerja bisnis keluarga. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yang penting dalam penilaian kinerja, yaitu orientasi kewirausahaan (variabel independen), keterlibatan keluarga (variabel mediasi) dan gender (variabel moderat). Di mana penelitian yang menggabungkan keempat variabel ini, secara langsung dan tidak langsung, belum pernah dilakukan sebelumnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Purpose – This study aims to determine the direct effect of entrepreneurial orientation on family business performance. This study also discusses the role of family involvement as a mediating variable and the role of gender as a moderating variable in the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance.
Design/methodology/approach – A total of 328 hotels in Yogyakarta, Indonesia, were selected as samples by the convenience sampling method. Primary data is collected through structured questionnaires that are delivered by themselves to key people in the hotel such as owners, directors and key staff (HRD, financial, relationship). Hypotheses are tested by structural equation modeling procedures using AMOS 22.0. Sobel test is used to determine the indirect effect of the mediation variable.
Findings – The results showed that entrepreneurial orientation had no significant effect on family business performance. Family involvement acts as a full mediation in the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. Gender acts as a moderating variable that can strengthen the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. The results showed support for previous research.
Research limitations/implications – The results of the study cannot conclude the national family business because it adopts convenience sampling and the sampling area is limited in Yogyakarta. Future research can use a larger sample. This study only researches hotels managed by family businesses, so it is not feasible to conclude for family businesses in general. Future research may choose to use several types of family businesses so that more varied results can be obtained. Future research could also compare hotels managed by family businesses with non-family businesses. The results also found that in addition to gender roles, respondent heterogeneity was an important component in the study of social identity. Therefore, research examining the influence of different cultures on the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance should be an extraordinary topic for future study. Other results from this study also indicate that there is a role for religion in improving hotel performance. Future research is needed to further explore Islamic business modeling for family businesses.
Practical implications – This finding has significant implications that can help family businesses in developing strategies that are suitable for business management. Entrepreneurial orientation occupies a strategic position in developing sustainable competitive advantage in the family business of the tourism sector especially the hotel business in Yogyakarta for the better. Besides, the results of the study also showed that entrepreneurial orientation had no significant effect on performance. This relationship becomes significant when combined with active family involvement. This finding also shows that entrepreneurial orientation has the potential to have a more beneficial effect because of the active involvement of the family in helping with business management, alleviating business-related problems, and having a significant influence when the family also acts as management.
Social implications – Research findings indicate the role of gender in strengthening the relationship between entrepreneurial orientation and family business performance. This provides a good position for women in the social environment to show achievement. To place women on the side of gender equality and justice in the family business in Indonesia. By opening wider access for Indonesian women in the realm of business management, expanding women’s participation in a family business, increasing the role of control for women, and increasing women’s knowledge and skills to increase the benefits in managing family businesses so that they have sustainable resilience in the face of global competition.
Originality/value – The results of this study provide a new model in providing an overview of the direct and indirect roles (mediating and moderating) in the assessment of family business performance. This study uses three variables which are important in performance appraisal, namely entrepreneurial orientation (independent variable), family involvement (mediating variable) and gender (moderating variable). Where research that combines these four variables, directly and indirectly, has never been done before.

















































Kata kunciEntrepreneurial orientation, Family involvement, Gender, Family business performance Paper type Research paper
Pembimbing 1Prof.Dr. Suliyanto, SE., MM
Pembimbing 2Prof.Dr.Agus Suroso, SE., MS
Pembimbing 3-
Tahun2020
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2021-02-27 22:48:45.655812
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.