Artikel Ilmiah : F1F013016 a.n. FEBIASTI RAHMATUN NADHILAH

Kembali Update Delete

NIMF1F013016
NamamhsFEBIASTI RAHMATUN NADHILAH
Judul ArtikelA Pragmatic Analysis of Banter in Infringing the Maxims of Politeness Principle Found in the Pitch Perfect Movie Sequel (1-3)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Analisis Pragmatik Olok-olok dalam Melanggar Maksim Prinsip Kesantunan yang Ditemukan dalam Film Sekuel Pitch Perfect (1-3)” bertujuan untuk: (1) mengetahui konteks situasi yang menjadi faktor olok-olok terjadi dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3); (2) menunjukkan penggunaan dari pelanggaran maksim prinsip kesantunan dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam menganalisis data penelitian yang merupakan beberapa tuturan yang diucapkan oleh semua karakter dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). Pengumpulan data dilakukan dengan cara menonton film, menyalin, dan mengidentifikasi tuturan olok-olok yang diucapkan oleh semua karakter dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3) yang melanggar maksim prinsip kesantunan. Hasil penelitian terdiri dari dua poin utama. Pertama, peneliti menemukan 26 tuturan yang mengandung olok-olok yang mana tuturan tersebut memiliki 16 situasi berbeda berdasarkan perbedaan topik percakapan dalam film sekuel Pitch Perfect (1-3). 16 situasi yang berbeda ini memengaruhi terjadinya olok-olok pada tuturan yang diucapkan oleh semua karakter. Situasi ini ditemukan pada masing-masing film sekuel yang mana pada Pitch Perfect 1 ada 7 topik, Pitch Perfect 2 ada 7 topik dan Pitch Perfect 3 ada 2 topik. Kedua, peneliti menemukan 26 tuturan olok-olok yang terdapat pada film sekuel Pitch Perfect (1-3) yang melanggar 2 maksim kebijaksanaan (7,69%), 19 maksim pujian (73,07%), 2 maksim persetujuan (7,69%), dan 3 maksim simpati (11,54%). Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan tuturan olok-olok tersebut pada objek penelitian ini digunakan untuk menunjukkan tanda kedekatan antar partisipan dengan menggunakan kata-kata yang menghina, kata-kata yang mengejek, dan olok-olok jenaka yang tercermin dari setiap situasi yang berbeda berdasarkan beberapa topik percakapan, latar tempat dimana olok-olok diucapkan dan hubungan yang dimiliki antar partisipan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research entitled “A Pragmatic Analysis of Banter in Infringing the Maxim of Politeness Principle Found in Pitch Perfect Movie Sequels (1-3)” aims to: (1) find out the context situation that becomes the factor of banter occurs in Pitch Perfect movie sequels (1-3); (2) show the implementation of the infringement of politeness principle maxims in Pitch Perfect movie sequels (1-3). The researcher uses qualitative research method in analyzing the data of the research which are utterances uttered by all the characters in Pitch Perfect movie sequels (1-3). The data were collected by watching the movie, transcribing, and identifying the banter utterances produced by all the characters in Pitch Perfect movie sequels (1-3) that infringing the maxim of politeness principle. The result of the research consists of two main points. First, the researcher finds 26 utterances consisting of banter which have 16 different situations based on the different topics of conversations in Pitch Perfect movie sequels (1-3). These 16 different topics affect banter to occur on the utterances produced by all characters and these situations found in each movie sequel which are; Pitch Perfect 1 (7 topics), Pitch Perfect 2 (7 topics) and Pitch Perfect 3 (2 topics). Second, the researcher finds 26 utterances of banter in Pitch Perfect movie sequels (1-3) which has infringed 2 maxims of tact (7,69%), 19 maxims of approbation (73,07%), 2 maxims of agreement (7,69%), and 3 maxims of sympathy (11,54%). Based on the findings, the implementations of these banter utterances in these research’s objects are used to show a closeness sign among the participants by using insult words, teasing words, and witty banter, which are reflected from each different situation based on some topics of conversation, the settings where the banter is uttered and the relationship between the participants.
Kata kunciPragmatics, Politeness Principle, Maxim of Politeness Principle, Banter, Pitch Perfect
Pembimbing 1Raden Pujo Handoyo, S.S., M.Hum
Pembimbing 2Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum
Pembimbing 3Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum
Tahun2021
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2021-02-23 08:06:16.597848
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.