Home
Login.
Artikelilmiahs
31717
Update
VISTA LIANI TRI AGUSTINA
NIM
Judul Artikel
Peran Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Desa Banteran Kecamatan Sumbang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Banyaknya kasus permasalahan Pekerja Migran Indonesia baik di negara tujuan maupun di negara asal menjadi alasan dibentuknya organisasi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang sekarang telah berubah nama menjadi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Penelitian ini dilakukan: Untuk mengetahui peran Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap para mantan pekerja migran indonesia yang ada di Desa Banteran Kecamatan Sumbang. Untuk mengetahui bentuk pemberdayaan ekonomi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM). Untuk mengetahui kendala pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah anggota Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) memiliki beberapa peran dalam pemberdayaan ekonomi yaitu, Membantu anggota KKBM dalam bidang ekonomi, menumbuhkan jiwa berwirausaha sehingga menekan keinginan untuk kembali bekerja ke luar negeri, sebagai tempat silaturahmi dan berbagi ilmu pengetahuan. Bentuk kegiatan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) adalah pelatihan kewirausahaan budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam rangka menumbuhkan jiwa wirausaha para mantan pekerja migran indonesia sehingga mampu mandiri serta mengurangi niat untuk kembali bekerja ke luar negeri. Kendala yang dialami oleh Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) dalam melakukan pemberdayaan seperti adanya rasa takut gagal dalam diri anggota, faktor iklim, kurangnya semangat anggota, adanya hama dan kurangnya modal. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) masih terbilang kurang berjalan dengan maksimal karena tidak adanya transparansi anggaran produksi yang jelas membuat para anggota memutuskan untuk keluar yang menyebabkan berhentinya produksi jamur tiram. Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) akan dapat berkembang dengan maksimal apabila adanya pendampingan dari pemerintah daerah dan adanya transparansi keuangan yang jelas sehingga mampu menciptakan pekerja migran indonesia maupun keluarganya yang mandiri melalui program pemberdayaannya. Kata kunci: peran, kkbm, pekerja migran indonesia, pemberdayaan ekonomi
Abtrak (Bhs. Inggris)
The number of cases of problems for Indonesian Migrant Workers both in the destination country and in the country of origin is the reason for the formation of the Migrant Worker Family Community (KKBM) by the National Agency for Placement and Protection of Indonesian Workers (BNP2TKI) which has now changed its name to the Indonesian Migrant Workers Protection Agency (BP2MI) . This research was conducted: To determine the role of the Migrant Worker Family Community (KKBM) in carrying out economic empowerment of former Indonesian migrant workers in Banteran Village, Sumbang District. This is to determine the form of economic empowerment for the Migrant Worker Family Community (KKBM). This is to find out the obstacles to economic empowerment carried out by the Migrant Worker Family Community (KKBM). The research was conducted using descriptive qualitative methods. The main targets in this study were members of the Migrant Worker Family Community (KKBM) with a purposive sampling technique. Data collection methods in this study using interviews, observation and documentation. The results of this study explain that the Migrant Worker Family Community (KKBM) has several roles in economic empowerment, namely, helping members of the Migrant Worker Family Community (KKBM) in the economic field, fostering an entrepreneurial spirit so as to suppress the desire to return to work abroad, as a place of friendship and share knowledge. The form of economic empowerment activities carried out by the Migrant Worker Family Community (KKBM) is entrepreneurial training in oyster mushroom cultivation. Training activities are carried out in order to foster the entrepreneurial spirit of former Indonesian migrant workers so that they are able to be independent and reduce the intention to return to work abroad. Constraints experienced by the Migrant Worker Family Community (KKBM) in carrying out empowerment such as fear of failure in members, climate factors, lack of enthusiasm for members, presence of pests and lack of capital. The implementation of economic empowerment activities for the Migrant Worker Family Community (KKBM) is still not running optimally because there is no clear transparency of the production budget that makes members decide to leave which causes the cessation of oyster mushroom production. The Migrant Worker Family Community (KKBM) will be able to develop optimally if there is assistance from the local government and there is clear financial transparency so as to be able to create independent Indonesian migrant workers and their families through their empowerment program. Keywords: role, kkbm, Indonesian migrant workers, economic empowerment
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save