Artikelilmiahs

Menampilkan 28.401-28.420 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2840131747B1A017040Infestasi Cacing Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) Yang Dipelihara Secara Intensif Dan Tradisional Di Desa Klareyan Kecamatan Petarukan, PemalangPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing, prevalensi dan intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara secara intensif dan tradisional serta mengetahui perbandingan prevalensi dan intensitas cacing gastrointestinal berdasarkan jenis kelamin dan usia kambing. Penelitian ini dilakukan pada peternakan kambing intensif dan tradisional di Desa Klareyan, kecamatan Petarukan, Pemalang dengan metode survey purposive random sampling pada bulan November 2020. Jenis cacing gastrointestinal yang ditemukan pada kambing yang dipelihara secara intensif yaitu Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., dan Ascaris sp., sedangkan jenis cacing yang ditemukan pada kambing yang dipelihara secara tradisional yaitu Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., Ascaris sp., Moniezia expansa, Moniezia benedeni, Fasciola sp., dan Schistosoma sp. Intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara secara intensif yaitu 1184,44±1743,283 lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas telur cacing pada kambing yang dipelihara secara tradisional yaitu 1109,50±1573,737 (P>0,05). Prevalensi infestasi cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara intensif yaitu 90%, lebih rendah dibandingkan dengan prevalesi telur cacing pada kambing yang dipelihara secara tradisional dengan prevalensi 100% (Sign. 0,147). Prevalensi dan intensitas cacing gastrointestinal pada kambing jantan lebih kecil dibandingkan pada kambing betina (Sign. 0,189; P>0,05). Selain itu prevalensi dan intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing anakan lebih besar dibandingkan pada kambing medium dan dewasa (Sign.0,241; F<0,05).The main purpose of this study are to compare gastrointestinal worm species founds in goats, to compare prevalence and intensity in goats under intensive and traditional rearing system and to compare sex-wise and age related prevalence and intensity of gastrointestinal worms in goat. This research was conducted in intensive and traditional goat farms in Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Pemalang using survey method with purposive random sampling technique in November 2020. Gastrointestinal worms species found in goat feces under intensive rearing system are Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., and Ascaris sp. while species founded in goats under traditional rearing system are Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., Ascaris sp., Moniezia expansa, Moniezia benedeni, Fasciola sp., And Schistosoma sp. The intensity of gastrointestinal worm eggs in goat under intensive rearing system was 1184.44±1743,28, its higher than the intensity in goats under traditional rearing system which has 1109.50±1573.73 (P> 0.05). The prevalence of gastrointestinal worm infestations in goats under intensive rearing system is 90%, lower than the goats under traditional rearing system which has 100% prevalence (Sign. 0.147). Gastrointestinal worms prevalence and intensity in male goats is lower than female goats (Sign. 0,189; P>0,05), while Gastrointestinal worms prevalence and intensity in lamb goat is higher than young goat and adult goat (Sign.0,241; F<0,05).
2840231748E1A016003KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI TESTIMONIUM DE AUDITU DALAM TINDAK PIDANA MEMAKSA ANAK UNTUK MELAKUKAN PERSETUBUHAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2019/PN Bnr)
Pembuktian merupakan proses dalam hukum acara pidana yang memiliki peranan sangat penting. Namun seringkali tindak pidana kejahatan tidak meninggalkan alat bukti apapun, khususnya saksi yang melihat secara langsung mengenai tindak pidana tersebut. Seperti tindak pidana persetubuhan, karena sangat jarang ada saksi yang mengetahui adanya tindak pidana persetubuhan kecuali tindak pidana persetubuhan tersebut tertangkap basah atau pelaku lebih dari satu orang, sehingga sulit untuk membuktikan kebenaran ada atau tidaknya tindak pidana tersebut. Penelitian ini didasarkan pada Putusan Pengadilan Negeri Banjarnegara Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Bnr. yang memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana memaksa anak untuk melakukan persetubuhan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa bagaimana kekuatan alat bukti keterangan saksi testimonium de auditu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya menurut ketentuan dalam Kitab Hukum Acara Pidana keterangan saksi testimonium de auditu tidak memiliki kekuatan pembuktian dan tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti. Namun keterangan saksi testimonium de auditu dapat dijadikan sebagai alat bukti apabila terdapat persesuaian antara keterangan saksi tersebut dengan alat bukti yang lain dan adanya keyakinan hakim. Keterangan saksi testimonium de auditu dalam penelitian ini dapat dipakai sebagai alat bukti karena keterangan saksi tersebut saling berkesesuaian dengan alat bukti yang lain dan terdapat keyakinan hakim.

Kata Kunci : Pembuktian, Keterangan Saksi, Testimonium de Auditu, Tindak Pidana Persetubuhan.
Proof is a process in criminal procedural law that has a very important role. However, criminal acts often do not leave any evidence, especially witnesses who have seen firsthand the crime. Such as the crime of sexual intercourse, because it is very rare for a witness to be aware of a criminal act of intercourse unless the criminal act of intercourse is caught red-handed or the perpetrator is more than one person, so it is difficult to prove the truth of the crime. This research is based on the Banjarnegara District Court Decision Number 7/Pid.Sus-Anak/2019/ PN.Bnr. those who examine and adjudicate criminal cases force the child to have sexual intercourse. The method used is a normative juridical approach by examining existing library materials (secondary data). This study intends to analyze the strength of the evidence for the testimony of the witness testimonium de auditu. The results showed that basically according to the provisions in the Criminal Procedure Code, the testimony of the witness testimony de auditu did not have the power of proof and could not be used as evidence. However, the testimony of the witness testimony de auditu can be used as evidence if there is a match between the witness's testimony and other evidence and there is a judge's conviction. The testimony of the witness testimony de auditu in this study can be used as evidence because the witness's testimony is compatible with other evidence and there is a judge's conviction.

Keywords : Evidence, Witness Statement, Testimonium de Auditu, Criminal Intercourse.
2840331749C1B017054Analisis Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Firm Size Sebagai Variabel Kontrol Penelitian ini merupakan penelitian mengenai pengaruh pengungkapan sustainability report terhadap kinerja keuangan perusahaan studi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2015-2019. Penelitian ini berjudul Pengaruh Pengungkapan Sustianbility Report Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Firm Size Sebagai Variabel Kontrol.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 17 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi data panel menunjukkan bahwa : Firm Size mengontrol tidak signifikan pengaruh pengungkapan sustainability report dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial terhadap kinerja keuangan, Dimensi ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, Dimensi lingkungan berpengaruh positif tidak siginifikan terhadap kinerja keuangan, Dimensi sosial berpengaruh negatif tifak signifikan terhadap kinerja keuangan. Implikasi dan kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan proxy Return On Asset perusahaan hendaknya tidak hanya memperhatikan Sustainability Report akan tetapi faktor lain seperti penjualan yang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja keuangan.
This study is a study of the effect of sustainability report disclosure on the financial performance of study companies in companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2015-2019 period. This study entitled The Effect of Sustianbility Report Disclosures on Company Financial Performance with Firm Size as a Variable Control.
The population in this study are companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The sampling technique used in this study was purposive sampling technique and obtained 17 samples. Based on the results of research using panel data regression analysis, it shows that: Firm Size controls not a significant effect of sustainability report disclosure on economic, environmental and social dimensions on financial performance, Economic dimensions have a significant positive effect on financial performance, Dimensions The environment has a positive and insignificant effect on financial performance, The social dimension has a negative and insignificant effect on financial performance. The implications and conclusions above are that in an effort to improve the company's financial performance by using a Return On Asset proxy, the company should not only pay attention to the Sustainability Report but other factors such as sales that have a direct effect on financial performance.
2840431750A1C014085PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PROGRAM KARTU TANI DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Kartu Tani yang merupakan program baru untuk pembelian pupuk bersubsidi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil petani padi penerima Kartu Tani dan pelaksanaan Kartu Tani, Mengetahui persepsi petani terhadap Kartu Tani, Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap Kartu Tani. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dengan unit populasi adalah petani. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings, yang dilanjutkan dengan metode Succesive Interval, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil petani padi penerima Kartu Tani dan pengguna Kartu Tani di Kecamatan Kedungbanteng di dominasi oleh petani yang produktif 54 tahun, sebagian besar berpendidikan yaitu pada jenjang sekolah dasar, rata-rata pengalaman usahatani 36 tahun dengan rata-rata luas lahan yang diusahakan 0,59 ha. Persepsi petani padi terhadap program Kartu Tani di Kecamatan Kedungbanteng masuk kedalam katagori Sedang. Secara keseluruhan terdapat pengaruh faktor-faktor seperti umur, pengalaman usahatani, luas lahan, tingkat pendidikan, kedudukan petani dalam kelompok, dan lingkungan sosial terhadap persepsi petani terhadap program kartu tani. dari semua faktor-faktor tersebut terdapat pengaruh secara nyata yaitu pengalaman usahatani, luas lahan dan kedudukan petani dalam kelompok.Tani Card, which is a new program for purchasing subsidized fertilizers. This research was conducted in Kedungbanteng District. The purpose of this study was to determine the profile of rice farmers who received the Tani Card and the implementation of the Tani Card, to find out the farmers 'perceptions of the Tani Card, to find out what factors influenced farmers' perceptions of the Tani Card. Determination of respondents in this study using simple random sampling with the population unit is the farmer. The data analysis used is descriptive with the help of ameasurement tool Likert's Summated Ratings, followed by themethod Succesive Interval, and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the profiles of rice farmers receiving Tani Cards and Farming Cards users in Kedungbanteng District are dominated by productive farmers of 54 years, most of whom are educated, namely at the primary school level, the average farming experience is 36 years with an average The average cultivated area is 0.59 ha. The rice farmers' perceptions of the Tani Card program in Kedungbanteng District were included in the Medium category. Overall, there are factors such as age, farming experience, land area, level of education, position of farmers in the group, and social environment on farmers' perceptions of the farmer card program. Of all these factors, there is a significant influence, namely farming experience, land area and the position of farmers in the group.
2840531751C1C017026PENGARUH SOSIALISASI PAJAK, MOTIVASI WAJIB PAJAK, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKMPajak adalah kewajiban setiap warga negara yang sifatnya memaksa namun tetap berdasarkan Undang-Undang, dan tidak mendapatkan imbalan secara langsung, namun digunakan untuk kebutuhan serta kemakmuran rakyatnya (Rusmana,. At al. 2016). Pemerintah wajib melindungi rakyatnya dan membantu UMKM. Pemerintah telah membantu UMKM namun bukan diberikan oleh pemungut pajak. Ini menimbulkan kesan bahwa Pemerintah tidak membantu UMKM. Skripsi ini bertujuan memberikan sumbangan pemikiran tentang peningkatan kepatuhan pajak dengan prinsip keadilan pajak. Penelitian ini menggunakan Teori Atribusi, untuk menjelaskan perilaku kepatuhan pajak, dan untuk mengungkapkan tingkat kepatuhan wajib pajak menggunakan Theory Regulation yang dikemukakan oleh John Braitwithe (1970).
Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi UMKM yang terdaftar di KPP Pratama Tasikmalaya. Pemilihan sampel menggunakan metode accidental sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis jalur, sedangkan pengolahan data dibantu dengan menggunakan software SPSS for Windows versi 22.0 dan disajikan dalam bentuk output SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis membuat kesimpulan bahwa (1) sosialisasi pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM (2) motivasi wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM dan (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM (4) Sosialisasi pajak, motivasi wajib pajak, dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM sebesar 59,3%, dan sisanya yaitu 40,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
Taxes are the obligation of every citizen which is forcing but still based on law, and does not get direct compensation, but is used for the needs and prosperity of the people (Rusmana, at al. 2016). The government is obliged to protect its people and help MSMEs. The government has helped MSMEs but it is not provided by tax collectors. This creates the impression that the Government does not help MSMEs. This thesis aims to contribute ideas about increasing tax compliance with the principle of tax justice. This research uses Attribution Theory, to explain tax compliance behavior, and to reveal the level of taxpayer compliance using Theory Regulation proposed by John Braitwithe (1970).
The research method used is survey research with a quantitative approach. The population in this study is the MSMEs taxpayers registered at KPP Pratama Tasikmalaya. Sample selection uses a accidental sampling method. The data source used is primary data with data collection methods using a questionnaire. The analysis used is path analysis, while data processing is assisted by using SPSS for Windows version 22.0 and presented in the form of SPSS output.
Based on the results of the study, the authors conclude that (1) tax socialization has a positive effect on MSMEs taxpayer compliance (2) taxpayer motivation has a positive effect on MSMEs taxpayer compliance and (3) service quality has a positive effect on MSMEs taxpayer compliance (4) Tax socialization, taxpayer motivation, and service quality are simultaneously, it has a positive and significant effect on MSMEs taxpayer compliance of 59.3%, and the remaining 40.7% is influenced by other variables not studied.

2840631752E1A015123PERAN BIDAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
(Studi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bidan dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi peran bidan dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana dalam pelayanan kebidanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Arif Purwokerto dengan responden sebanyak 25 bidan. Pengambilan sampel penelitian mengunakan simple random sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran bidan dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana dalam pelayanan kebidanan adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi tingginya peran bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan, tingginya peran bidan sebagai penyuluh konselor serta fasilitator, tingginya peran bidan sebagai penggerak peran serta masyarakat dan pemberdayaan perempuan, tingginya peran bidan sebagai pemberi pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap peran bidan dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana dalam pelayanan kebidanan meliputi faktor semangat kerja dan faktor motivasi kerja sebagai faktor personal, setrta faktor fasilitas kerja sebagai faktor sosial.
This study aims to determine the role of midwives and the factors that tend to influence the role of midwives in women's reproductive health services and family planning in midwifery services at the Bunda Arif’s Mother and Child Hospital of Purwokerto.
This research uses quantitative research methods with juridical-sociological approaches, and descriptive research specifications. This study took place at the Bunda Arif’s Mother and Child Hospital of Purwokerto with a response from 25 midwives. The research sample was taken using simple random sampling. Types and sources of data include primary data and secondary data obtained by questionnaire, documentary and literature methods. The collected data were processed using coding, editing and tabulation methods and analyzed using analysis frequency distribution, cross-table analysis, content analysis and comparison analysis.
The results showed that the role of midwives in women's reproductive health services and family planning in midwifery services was high. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including the high role of midwives as midwifery service providers, the high role of midwives as providers of counselors and facilitators, the high role of midwives as activists for community participation and women's empowerment, the high role of midwives as women's reproductive health services and family planning. Factors that tend to influence the role of midwives in women's reproductive health services and family planning in midwifery services include work morale and work motivation as a personal factor, work facilities as a social factor.
2840731753C2C018023PENGARUH EMOSI NEGATIF TERHADAP NIAT BELI ULANG DENGAN E-WOM NEGATIF SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN REGULASI EMOSI SEBAGAI VARIABEL MODERASI Ada berbagai pencarian ulang yang dilakukan peneliti pemasaran terkait dengan emosi konsumen sebagai fokus dari penelitian dan mencoba untuk mengeksplorasi sisi yang tidak diketahui dari segi psikologi konsumen. Adanya inkonsistent Hasil penelitian antara emosi dan niat beli ulang, Hasil penelitian Hume & SullivanMort (2010) emosi tidak dapat berpengaruh secara lengsung terhadap niat beli ulang tetapi pengaruhnya di mediasi oleh variabel lain. Menurut penelitian Yunfan Lu et all (2012) menemukan bahwa emosi berpengaruh secara langsung terhadap niat beli ulang. Penelitian ini dilakukan untuk menguji inkonsistensi penelitian dengan menambahkan variabel e-WoM sebagai mediasi dan regulasi emosi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada konsumen yang tidakpuas dalam marketplace dengan melakukan pengujian pada set data terdiri dari 242 responden marketplace yang telah mengalami kegagalan pembelian. Penelitian ini berfokus dengan dampak dari emosi negatif konsumen terhadap marketplace sebagai pihak ketiga dalam perdagangan online.There are various searches conducted by marketing researchers related to consumer emotion as the focus of research and trying to explore the unknown in terms of consumer psychology. The existence of inconsistencies in the results of research between emotions and repurchase intention. The results of the research by Hume & SullivanMort (2010) that emotions cannot directly influence repurchase intention but the effect is mediated by other variables. According to research by Yunfan Lu et al (2012), it is found that emotions have a direct effect on repurchase intention. This study was conducted to test the inconsistency of the study by adding the e-WoM variable as a mediator and emotion regulation as a moderating variable. This research was conducted on consumers who were not satisfied in the marketplace by testing a data set consisting of 242 marketplace respondents who had experienced purchase failures. Research focuses on impacting the impact of negative consumer emotions on the market as a third party in online commerce.
2840831754L1C017039
PENGARUH PENAMBAHAN ASAM LAKTAT DAN SUMBER AMONIUM BERBEDA PADA MEDIA KULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Rhodobium marinum
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penambahan Asam Laktat dan Sumber Amonium Berbeda pada Media Kultur terhadap Pertumbuhan Bakteri Rhodobium marinum”. Bakteri Rhodobium marinum merupakan spesies bakteri laut yang memiliki beberapa manfaat utamanya sebagai bahan biohidrogen dan bioplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh perbedaan sumber karbon dan perbedaan sumber nitrogen pada media terhadap pertumbuhan bakteri Rhodobium marinum serta untuk menentukan pengaruh penambahan asam laktat dan sumber amonium berbeda pada media terhadap pertumbuhan bakteri Rhodobium marinum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan laboratorium. Kegiatan penelitian meliputi kultur bakteri pada 2 media berbeda yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif perbedaan pertumbuhan bakteri pada kedua media yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik kultur bakteri Rhodobium marinum meliputi tahapan preparasi dan sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media tumbuh bakteri, kultivasi atau penanaman stok bakteri,dan identifikasi pertumbuhan bakteri bakteri serta pertumbuhan bakteri Rhodobium marinum pada media kultur dengan komposisi amonium asetat, ekstrak yeast, dan monosodium glutamat lebih optimal dibandingkan pada media kultur dengan komposisi amonium sulfat, ekstrak yeast, monosodium glutamat, dan asam laktat.

This study entitled "The Effect of Lactic Acid and Different Ammonium Sources Addition in Culture Media on the Growth of Rhodobium marinum Bacteria". Rhodobium marinum bacteria is a marine spesies bacteria that has several uses especially as a biohydrogen and bioplastic material. The aims of this study were to determine the effect of differences carbon source and differences nitrogen source on the growth of Rhodobium marinum bacteria and to determine the effect of lactic acid and different ammonium sources addition in the culture media on the growth of Rhodobium marinum bacteria. The method that used in this research was laboratory observation. The research activities included bacterial culture on 2 different media which were then analyzed of the qualitatively and quantitatively on the differences bacterial growth in the two different media. The results of this study show that the Rhodobium marinum bacteria culture technique includes the preparation and sterilization of tools and materials, manufacturing of bacterial growth media, cultivation or planting of bacterial stocks, and identification of bacterial growth and the growth of Rhodobium marinum bacteria on culture media with a composition of ammonium acetate, yeast extract powder, and monosodium glutamate were more optimal than those in culture media with the composition of ammonium sulfate, yeast extract powder, monosodium glutamate, and lactic acid.

2840931756E2A016030PERAN PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT DAN BANTEN DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (STUDI DI KOTA CIREBON)Bank adalah lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi orang perseorangan, badan-badan usaha milik negara, badan-badan usaha swasta, bahkan lembaga-lembaga pemerintahan menyimpan dana-dana yang dimilikinya. Pencucian uang merupakan masalah yang sulit untuk dibuktikan. Pencucian uang sering dilakukan dengan memanfaatkan jasa atau fasilitas yang diberikan perbankan. Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011. Lembaga ini didirikan untuk melakukan pengawasan atas industri jasa keuangan secara terpadu dalam mencegah terjadinya tindak pidana pencucian uang. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merupakan Lembaga independen yang diberi tugas untuk pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia. Dua tugas utamanya yaitu mendeteksi terjadinya tindak pidana pencucian uang dan membantu penegakan hukum yang berkaitan dengan pencucian uang dan tindak pidana asal (predicate crimes.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank bjb) dalam mencegah tindak pidana pencucian uang dan menganalisis faktor penghambat dalam mencegah tindak pidana pencucian uang di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank bjb) Cirebon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yuridis sosiologis (sosio-legal research). Bahan hukum yang terkumpul akan dikaji secara komprehenif dan dianalisa secara deduktif dengan penyajian yang sistematis.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Bank bjb dalam mencegah tindak pidana pencucian uang belum efektif, karena dalam mengidentifikasi dan memverifikasi data nasabah/ calon nasabah/ Walk In Customer Bank bjb yang dilakukan oleh Teller/ Customer Service belum dapat melaporkan hasil verivikasi nasabah/ calon nasabah/ Walk In Customer tersebut kepada bjb AMOLA dan pegawai Bank bjb juga belum memiliki kewenangan untuk mengakses bjb AMOLA tersebut sehingga belum dapat menggunakan From Identifikasi TKM. Faktor Penghambat dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pencucian Uang di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten (Bank bjb) Cirebon adalah faktor dari penegak hukum itu sendiri yaitu terkait dengan adanya kendala yuridis dan teknis dalam mencari alat bukti dalam melakukan hasil identifikasi, verifikasi dan hasil pemantauan transaksi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana pencucian uang serta sulitnyanya meminta keterangan dari bank mengenai simpanan pelaku terhadap bank apabila uang hasil kejahatan tersebut disimpan di rekening yang bukan milik pelaku akan tetapi tersimpan di rekening pihak lain. Selain itu, masih ada beberapa nasabah yang tidak melakukan pengkinian data ke Customer Service sehingga menimbulkan perbedaan antara jumlah penghasilan dengan profil nasabah.
Bank is a financial institution that is a place for individuals, state-owned enterprises, private business entities, and even government institutions to store their funds. Money laundering is a difficult problem to prove. Money laundering is often carried out by utilizing services or facilities provided by banks. The Financial Services Authority is an institution established under Law Number 21 of 2011. This institution was established to carry out integrated supervision of the financial services industry in preventing the occurrence of money laundering crimes. The Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK) is an independent institution tasked with eradicating the crime of money laundering in Indonesia. Its two main tasks are detecting money laundering and assisting law enforcement related to money laundering and predicate crimes.
This study aims to analyze the role of PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat and Banten (Bank bjb) in preventing money laundering and to analyze the inhibiting factors in preventing money laundering at PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat and Banten (Bank bjb) Cirebon. This research was conducted using sociological juridical legal research methods (socio-legal research). The collected legal materials will be studied comprehensively and analyzed deductively with a systematic presentation.
In this study it can be concluded that the role of Bank bjb in preventing the crime of money laundering has not been effective, because in identifying and verifying customer / prospective customer data / Bank bjb Walk In Customer conducted by Teller / Customer Service has not been able to report the verification results of customers / prospective customers. / Walk In Customer to bjb AMOLA and Bank bjb employees also do not have the authority to access the AMOLA bjb so they cannot use TKM From Identification. Inhibiting Factors in Tackling the Crime of Money Laundering at PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat and Banten (Bank bjb) Cirebon is a factor of law enforcement itself, which is related to juridical and technical constraints in finding evidence in carrying out identification, verification and monitoring results. transactions carried out by the perpetrator of the crime of money laundering and the difficulty of asking for information from the bank regarding the perpetrator's savings against the bank if the proceeds from the crime are kept in an account that does not belong to the perpetrator but is stored in the account of another party. In addition, there are still some customers who do not update their data to Customer Service, causing a difference between the amount of income and the customer's profile.
2841031757G1A017086HUBUNGAN ANTARA USIA, UKURAN, DAN JENIS KANKER OVARIUM DENGAN METASTASIS DI BAGIAN/SMF PATOLOGI ANATOMI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE 2017 - 2019Kanker ovarium merupakan keganasan organ reproduksi wanita dengan angka kejadian cukup tinggi. Prognosis kanker ovarium masih belum memuaskan dilihat dari angka kematian yang masih tinggi. Klasifikasi, etiologi, dan patogenesis kanker ovarium belum diketahui secara komplit. Penelitian kanker ovarium saat ini ditujukan dalam rangka memperbaiki prognosis dengan mengupayakan deteksi dini dan target terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kanker ovarium dengan usia, ukuran, dan metastasis di RSMS periode 2017-2019. Data kanker ovarium yang didapatkan pada penelitian ini terbanyak adalah jenis mosinosum, berbanding terbalik dengan yang tercantum dalam berbagai literatur yaitu jenis serosum. Etiologi kanker musinosum sebagian besar adalah sporadik sedangkan etiologi kanke serosum sebagian besar adalah heriditer. Data awal ini diharapkan dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya dalam rangka mencari faktor resiko, metode deteksi dini, dan mengetahui etiologi kanker ovarium yang terjadi di RSMS sehingga dapat memperbaiki prognosis.Ovarian cancer is a malignancy of female reproductive organs with a high incidence. The prognosis for ovarian cancer is still not content, given the high mortality rate. Classification, etiology, and pathogenesis of ovarium cancer are not completely known. Ovarium cancer research is currently aimed at improving prognosis by seeking early detection and targeted therapy. This study aims to determine the relationship between types of ovarium cancer and age, size, and metastasis in RSMS for the 2017-2019 period. The most ovarium cancer data obtained in this study were the types of mosinosum, which is inversely proportional to those listed in the literature, namely the type of serosum. The etiology of cancer of the mucosum is mostly sporadic, while the etiology of cancer of the serosum is largely heriditary. This preliminary data is expected to be a reference for further research in order to find risk factors, early detection methods, and to find out the etiology of ovarian cancer that occurs in RSMS so that it can improve prognosis.
2841131758K1A017058SINTESIS DAN KARAKTERISASI ENKAPSULAN KITOSAN EKSTRAK DAUN KENITU (Chrysophyllum cainito L.) SERTA UJI SITOTOKSISITASNYA TERHADAP SEL MCF-7Kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi pada wanita. Kemoterapi merupakan penanganan penderita kanker yang dianggap paling efektif dan hampir semua pasien melewati proses pengobatan ini. Fakta di lapangan menyatakan bahwa kemoterapi ternyata tidak spesifik dalam mematikan sel-sel kanker tetapi turut merusak sel normal dalam tubuh sehingga akan cukup berbahaya ketika digunakan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, berbagai pengembangan obat terus dilakukan terutama melalui pengembangan bahan alam. Pada penelitian ini digunakan ekstrak etanol daun kenitu. Senyawa metabolit dalam bahan alam umumnya memiliki stabilitas yang rendah sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan efektivitas dalam tubuh, dalam hal ini menggunakan enkapsulasi kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap ukuran dan morfologi serta membandingkan nilai IC50 dari masing-masing produk yang diperoleh. Langkah penelitian yang dilakukan meliputi maserasi, uji fitokimia, deasetilasi kitosan teknis, sintesis enkapsulan, karakterisasi produk enkapsulan (FTIR, PSA dan SEM) dan uji sitotoksisitas terhadap sel MCF-7 (DKN, CH-TPP, dan CH-TPP/DKN5). Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya kandungan polifenol, flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Ukuran partikel CH-TPP, CH-TPP/DKN5 dan CH-TPP/DKN10 berturut-turut adalah 202,7 ± 68,6; 253,1 ± 31,2 dan 564 ± 161,9 nm. Bentuk produk CH-TPP berupa lembaran dengan permukaan halus dan terdapat sedikit crack. CH-TPP/DKN5 memiliki bentuk lonjong tidak beraturan dengan permukaan yang cukup kasar dan CH-TPP/DKN10 memiliki bentuk lebih bulat dengan permukaan lebih kasar dibanding CH-TPP/DKN5. Selanjutnya nilai IC50 pada DKN, CH-TPP, dan CH-TPP/DKN5 berturut-turut adalah 378,23; 4623,21 dan 4276,87 μg/mL. Berdasarkan hasil uji menunjukkan tidak adanya potensi sitotoksik sampel terhadap sel MCF-7.Breast cancer is one of the leading causes of death in women. Chemotherapy is a treatment for cancer patients that are considered as the most effective and almost all patients go through this treatment process. The fact, chemotherapy not only killing cancer cells but also normal cells, so it can be dangerous when used in long term. Therefore, various drug developments have been carried out especially in natural product. In this study, the ethanol extract of kenitu leaves were used. Metabolite compunds in the natural product have low stability, so it need to modification to increase the effectiveness, chitosan encapsulation were used. This research was conducted to determine the effect of extract concentration towards size and morphology of the product to compare the IC50 value of each product obtained. The research steps included maceration, phytochemical tests, deacetylation of technical chitosan, encapsulation synthesis, characterization of the encapsulation products (FTIR, PSA, and SEM), and cytotoxicity tests on MCF-7 cells (DKN, CH-TPP and CH-TPP/DKN5). Phytochemical test results showed the presence of polyphenols, flavonoids, alkaloids, and terpenoids. The particle sizes of CH-TPP, CH-TPP/DKN5, and CH-TPP/DKN10 were 202.70±68.6; 253.10±31.2, and 564.00±161.9 nm. The form of the CH-TPP product is a sheet with a smooth surface and there is a little crack. CH-TPP/DKN5 has an irregular oval shape with a fairly rough surface and CH-TPP/DKN10 has a rounder shape with a rougher surface than CH-TPP/DKN5. Furthermore, the IC50 values on DKN, CH-TPP and, CH-TPP/DKN5 are 378.23; 4623.21 and 4276.87μg / mL. The results of the cytotoxicity test did not show any cytotoxic potential in MCF-7 cells.
2841231759H1B017010PENGARUH RASIO ALKALI AKTIVATOR DENGAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET)Mortar geopolimer adalah mortar dengan bahan pengikat yang sepenuhnya tidak menggunakan semen sebagai pengikat, melainkan menggunakan fly ash karena kandungan silika dan aluminanya yang sangat tinggi. Proses reaksi hidrasi akan terjadi jika menggunakan material semen, sedangkan reaksi polimerisasi akan terjadi pada kandungan komponen padat yang terdiri dari komponen alkali aktivator berupa natrium hidroksida (NaOH) dan natrium silikat (Na2SiO3). Mortar geopolimer memiliki banyak kelebihan diantaranya yaitu dapat membantu dalam mengurangi emisi gas CO2 yang dihasilkan dalam pembuatan semen, dapat menghasilkan kuat tekan yang tinggi dan tahan terhadap api. Pada penelitian ini akan mengkaji tenntang penggunaan plastik dari bahan bekas yang merupakan bahan polimer Poly Ethylene Terephtalate (PET) sebagai bahan pengganti pasir. Serta menggunakan bahan limbah pengganti semen yaitu fly ash yang diaktifkan menggunakan alkali aktivator. Penelitian ini bermaksud untuk membandingkan pengaruh rasio alkali aktivator sebesar 0,4 terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Kemudian membandingkannya dengan kuat tekan mortar PCC konvensional yang menggunakan rasio additional water sebesar 0,4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan yang dihasilkan oleh mortar geopolimer lebih tinggi daripada mortar PCC. Mortar geopolymer is a mortar with a binding material that completely does not use cement as a binder, but rather uses fly ash because of its very high silica and alumina content. The hydration reaction process will occur if using cement material, while the polymerization reaction will occur in the content of solid components consisting of alkaline activator components in the form of sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (Na2SiO3). Mortar geopolymer has many advantages that can help in reducing the emissions of CO2 gas produced in cement production, can produce a high pressure strength and resistant to fire. In this study will examine the use of plastic from used materials that are polymer materials Poly Ethylene Terephtalate (PET) as a substitute for sand. As well as using cement replacement waste material that is fly ash that is activated using alkali activator. This study aims to determine the influence of alkaline ratio of activators of 0.4 against the strength of geopolymer mortar compression. Then compare it with the compression strength of conventional PCC mortar using additional water ratios of 0.4. The results showed that the ratio of alkaline activators that the compression strength produced by the geopolymer mortar is higher than the PCC mortar.
2841331658C1A016057ANALISIS PERMINTAAN LISTRIK PADA PELANGGAN RUMAH TANGGA PLN
DI INDONESIA TAHUN 2005-2018
Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Listrik Pada Pelanggan Rumah Tangga PLN di Indonesia Tahun 2005-2018”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, kapasitas daya listrik terpasang dan bahan bakar gas terhadap permintaan listrik pada pelanggan PLN di Indonesia Tahun 2005-2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan model regresi linier berganda. Setelah dilakukan analisis regresi linier berganda ditemukan bahwa jumlah penduduk dan kapasitas daya listrik terpasang mempengaruhi permintaan listrik pada pelanggan rumah tangga PLN di Indonesia. Implikasi dari penelitian adalah adanya pengaruh jumlah penduduk terhadap permintaan listrik hendaknya dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk lebih mendorong dan menggalakkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengendalian pertumbuhan penduduk melalui pemerataan jumlah penduduk pada wilayah-wilayah yang masih jarang penduduknya, dengan begitu diharapkan distribusi populasi penduduk di Indonesia lebih merata, demikian juga berkenaan dengan konsumsi listrik bisa terdistribusi secara merata khususnya untuk daerah-daerah yang kebutuhan listriknya masih kurang terpenuhi. Pemerintah juga dapat melakukan berbagai upaya seperti himbuan bagi masyarakat untuk berperilaku hemat dalam menggunakan alat-alat elektronik, supaya penggunaan konsumsi dalam lingkup rumah tangga dapat lebih dikontrol. Pengendalian penggunaan alat elektronik akan membuat penggunaan daya terpasang bisa dikendalikan sehingga tidak perlu menambah daya baru untuk mencukupi kebutuhan listrik sehari-hariThis research is entitled "Analysis of Electricity Demand for PLN Household Customers in Indonesia in 2005-2018". The purpose of this research is to analyze the effect of population, installed electric power capacity and gas fuel on electricity demand for PLN customers in Indonesia in 2005-2018. The method used in this research is quantitative descriptive analysis with multiple linear regression models. After conducting multiple linear regression analysis, it is found that the population and installed electric power capacity affect the electricity demand of PLN household customers in Indonesia. The implication of this research is that the influence of population on electricity demand should be a consideration for the government to further encourage and promote policies related to controlling population growth through equal population distribution in areas that are still sparsely populated, with the hope that the population distribution of the population is expected. in Indonesia it is more evenly distributed, likewise with regard to electricity consumption it can be evenly distributed, especially for regions where electricity needs are still not fulfilled. The government can also make various efforts such as calling on the public to behave economically in using electronic devices, so that the use of consumption within the household scope can be more controlled. Controlling the use of electronic devices will make the use of installed power controllable so that there is no need to add new power to meet daily electricity needs
2841431760A1D115038STUDI AGIHAN FOSFOR DALAM TANAH DAN SERAPANNYA OLEH TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LAHAN SAWAH KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui agihan kandungan P total tanah dan ketersediaannya di Kecamatan Jatilawang Kabupaten banyumas, (2) mengetahui korelasi antara beberapa sifat kimia tanah dengan serapan P oleh tanaman dan produksi kacang hijau, dan (3) menentukan rekomendasi pemupukan P untuk tanaman kacang hijau di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan mulai Februari sampai Mei 2020 dengan menggunakan metode survei. Penentuan titik observasi didasarkan pada purposive random sampling. Pada setiap titik observasi, sampel tanah komposit dan tanaman diambil untuk analisis di Laboratorium. Variabel yang diamati meliputi beberapa sifat kimia tanah (potensial redoks, pH H¬2O tanah, P tersedia tanah dan P total tanah), serapan P oleh tanaman dan produksi tanaman kacang hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan P total tanah kedalaman 0-25 cm tergolong rendah atau sedang dengan kisaran 12-35 mg P2O5/100g, dan kandungan P tersedia berkisar antara 8-23 ppm P2O5. Pada kedalaman tanah 25-50 cm, kandungan P tersedia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lapisan atasnya yang tergolong sangat rendah sampai rendah dengan kisaran antara 4-8 ppm P2O5. Terdapat hubungan korelasi yang cukup kuat antara pH tanah dan ketersediaan P pada kedalaman tanah 0-25 cm dengan serapan P oleh tanaman dan produksi tanaman kacang hijau. Takaran pemupukan P yang dapat direkomendasikan untuk budidaya tanaman kacang hijau di Kecamatan Jatilawang, Banyumas berkisar antara 57,5-95 kg P2O5/ha.The research was aimed at: (1) evaluating the distribution of total soil P content and its availability in Jatilawang Sub-district, Banyumas Regency, (2) examining the correlation of some chemical properties with P uptake by plant and mung bean production, and (3) determining recommended rate of P fertilizer for mung bean plant in Jatilawang Sub-district, Banyumas Regency. The research was carried out from February to May 2020 using a survey method. The observation points were determined based on a purposive random sampling at the mung bean fields in Kecamatan Jatilawang. At each observation point, a composite sample of soil and plant was taken for laboratory analysis. The variable observed comprised of some selected soil chemical properties (redox potentials, pH H2O, soil total P, soil available P), P uptake by plant, and mung bean production. The results showed that the content of total soil P and available P at the top 0-25 soil layer was classified as low or moderate ranging from 12 to 35 mg P2O5/100g and from 8 to 23 ppm P2O5/100g respectively. The proportion of soil available P was as high as 9 % of the total P. At the depth of 25-50, the available P content was lower than that of the upper layer and categorized as very low and low, ranging from 4 to 8 ppm P2O5¬. There were apparently quite strong correlations of soil pH and soil available P at the depth of 0-25 cm with the plant uptake of P and the mung bean production. The recommended rates of P fertilizer for mung bean cultivation in the Subdistrict of Jatilawang, Banyumas ranged from 57,5 to 95 kg P2O5/ha.
2841531769F1A017045Perilaku Konsumtif Fans JKT48 Di PurwokertoArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku konsumtif yang dilakukan oleh fans JKT48 yang berada di Purwokerto. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui, mendeskripsikan, serta menjelaskan bagaimana perilaku konsumtif oleh fans JKT48 di Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sasaran penelitian yaitu fans JKT48 di Purwokerto dan fans JKT48 yang tergabung dalam komunitas Fans Regional JKT48 Purwokerto. Teknik menentukan sasaran yang digunakan adalah simple random sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, kehadiran budaya populer yang kini sudah menjamur di Indonesia nyatanya telah menghasilkan gaya hidup (lifestyle) baru yang diadopsi oleh masyarakat.

Budaya populer yang dibawa melalui karya seni musik ini sangat digemari oleh kalangan anak muda. Salah satunya yaitu JKT48, budaya populer yang dibawa oleh JKT48 beriringan dengan gaya hidup baru yang tercipta di kalangan fans. Gaya hidup tersebut adalah perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif fans JKT48 didasari oleh dorongan impulsive, wasteful, dan non-rational. Berdasar pada tiga faktor atau dorongan tersebut, fans JKT48 di Purwokerto sangat terindikasi melakukan wasteful buying dan non-rational buying. Serta terindikasi melakukan impulsive buying. Sangat terindikasinya fans JKT48 di Purwokerto dalam melakukan wasteful buying dan non-rational buying dikarenakan motif emosional yang timbul karena ada rasa kebanggaan tersendiri, tuntutan gengsi sebagai fans JKT48, ikut-ikutan teman satu komunitas, hingga ke motif kesenangan saja. Sedangkan terindikasi melakukan impusive buying karena status sosial dari responden yang merupakan fans JKT48 yang tinggal di Purwokerto.
This article aims to explain the consumptive behavior carried out by JKT48 fans in Purwokerto. The purpose of this research is also to describes, explain, and find out how JKT48 fans in Purwokerto do their consumptive behavior. This research was conducted using descriptive quantitative methods with the object namely JKT48 Fans in Purwokerto and those who are member of Fans Regional JKT48 Purwokerto. The technique of determining the target is simple random sampling. On this research, the data was collected with several ways such as survey methods, observation, interviews, and also documentation. Based on the results of the research, the existence of popular culture which has been widespread in Indonesia, it turned out succesfully bring out the new lifestyle adopted by Indonesians.

Popular culture that is brought about through the music is very popular for youth. One of them is JKT48, the populer culture brought by JKT48 is accompanied by a new lifestyle created among fans. That new lifestyle is called consumptive behavior. The consumptive behavior of JKT48 fans is literally based on impulsive buying, wasteful buying, and non-rational buying. Through these three factors, JKT48 fans in Purwokerto strongly indicated do the wasteful buying and non-rational buying which is due to emotional motive that came because there is a sense of pride, prestige demands, join friends, and the pleasure motive. JKT48 Fans has indications do the impulsive buying, because of the social status of the respondents who are JKT48 Fans lived in Purwokerto.
2841631761K1C016013IDENTIFIKASI ZONA AMBLESAN KAWASAN JALAN RAYA KEBASEN-BANYUMAS BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER
Pengukuran nilai resistivitas batuan di bawah permukaan berdasarkan survei geolistrik Konfigurasi Wenner telah dilakukan di Kawasan Jalan Raya Kebasen-Banyumas, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variasi nilai resistivitas dan struktur penyusun lapisan bawah permukaan, mengetahui adanya zona amblesan di bawah permukaan pada wilayah yang terjadi amblesan berdasarkan hasil penampang 2D survei geolistrik konfigurasi wenner dan mengetahui faktor penyebab terjadinya amblesan di daerah penelitian. Pemodelan variasi nilai resistivitas menggunakan Software RES2DINV 3.54, Software Excel dan Surfer 10. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan kawasan ini berupa lapisan batu pasir dengan nilai resistivitas pada rentang 2,60 – 13,10 Ωm, lempung dengan nilai resistivitas pada rentang 13,20 – 38,50 Ωm, dan breksi dengan nilai resistivitas pada rentang 38,60 – 114,00 Ωm, ditemukan zona amblesan berada di bawah permukaan zona terjadinya amblesan. Zona amblesan di kawasan ini diinterpretasi sebagai lapisan batu pasir dan lempung yang ditandai dengan nilai resistivitas rendah, berada pada kelompok batuan sedimen yang bersifat lunak. Perubahan struktur penyusun bawah permukaan tersebut diakibatkan adanya gaya tekanan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermuatan berat yang setiap hari melintasi pada daerah penelitian.

Measurement of the subsurface rock resistivity value based on the geoelectrical survey of the Wenner Configuration has been carried out in the Kebasen-Banyumas Highway Area, Banyumas District, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the variation of the resistivity value and the structure of the subsurface layers, to determine the subsurface zone in the area where subsidence occurred based on the 2D geoelectrical survey results of Wenner's configuration and to determine the causes of subsidence in the study area. Modeling the variation of resistivity values using RES2DINV 3.54 Software, Excel and Surfer 10 Software. The results of this study indicate that the subsurface structure of this area is a sandstone layer with a resistivity value in the range 2.60 - 13.10 Ωm, clay with a resistivity value at range 13.20 - 38.50 Ωm, and breccia with resistivity values in the range 38.60 - 114.00 Ωm, it was found that the subsidence zone was below the surface of the zone where subsidence occurred. The subsidence zone in this area is interpreted as a layer of sandstone and clay characterized by a low resistivity value, located in a soft sedimentary rock group. Changes in the subsurface constituent structures are caused by the pressure force generated by heavy-loaded vehicles that cross the research area every day.

2841731764K1C016005IDENTIFIKASI ZONA POTENSI PANAS BUMI CIPARI KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN METODE GRAVITASIIdentifikasi zona potensi panas bumi di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi densitas serta struktur bawah permukaan zona potensi panas bumi di wilayah Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap berdasarkan data anomali gravitasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari peta anomali Bouger yang dikeluarkan oleh Pusat Survei Geologi (PSG) tahun 1975 dengan batas zona penelitian antara 7˚24’15” LS - 7˚29’21” LS dan 108˚43’34,2” BT - 108˚48’40,2” BT. Proses pengolahan data dilakukan dengan mendigitasi peta anomali Bouguer, proyeksi anomali Bouguer di bidang datar dan pemisahan anomali lokal dengan regional menggunakan metode polinomial (polynomial fitting) orde 2. Pola kontur anomali Bouguer dapat dibedakan menjadi tiga pola. Pola pertama adalah pola tinggian dengan rentang nilai anomali 58 mGal sampai dengan 64 mGal. Pola kedua adalah pola sedang dengan rentang nilai anomali 51 mGal sampai dengan 57 mGal. Pola ketiga adalah pola rendah dengan rentang nilai anomali 43 mGal sampai dengan 50 mGal. Data nilai Anomali Bouguer Lengkap sepanjang profil digunakan untuk pemodelan 2D menggunakan software Grav2DC. Model menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari empat lapisan. Lapisan paling atas ditafsirkan sebagai lapisan andesite (ρ = 2,54 g/cm3), lapisan kedua merupakan lapisan batupasir (ρ = 2,35 g/cm3), dan diikuti oleh lapisan lempung (ρ = 2,21 g/cm3) di bawahnya. Lapisan terbawah diduga sebagai breksi (ρ = 2,77 g/cm3). Breksi diprediksi sebagai lapisan reservoir dan lapisan lempung sebagai lapisan penutup (cap rock) pada sistem panas bumi di wilayah Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap.

Kata Kunci: metode gravitasi, densitas, Grav2DC, sistem panas bumi, Cipari, Cilacap.
Identification of geothermal potential zones in Cipari District, Cilacap Regency has been carried out. This study aims to determine the density variation and subsurface structure of the geothermal potential zone in the Cipari District, Cilacap Regency based on gravity anomaly data. The data used are secondary data obtained from the Bouger anomaly map issued by the Geological Survey Center (PSG) in 1975 with the research zone boundary between 7˚24'15 " LS - 7˚29'21" LS and 108˚43'34, 2” BT - 108˚48'40,2" BT. The data processing is carried out by digitizing the Bouguer anomaly map, projection of Bouguer anomaly in the flat plane and the separation of local and regional anomalies using the 2nd order polynomial method (polynomial fitting) 2. The contour pattern of Bouguer anomaly can be divided into three patterns. The first pattern is the height pattern with anomalous values ranging from 58 mGal to 64 mGal. The second pattern is a moderate pattern with anomalous values ranging from 51 mGal to 57 mGal. The third pattern is a low pattern with anomalous values ranging from 43 mGal to 50 mGal. Complete Bouguer Anomaly value data along the profile is used for 2D modeling using Grav2DC software. The model shows that the subsurface structure of the study area consists of four layers. The top layer is interpreted as the andesite layer (ρ = 2.54 g/cm3), the second layer is the sandstone layer (ρ = 2.35 g/cm3), and is followed by the clay layer (ρ = 2.21 g/cm3) in beneath it. The bottom layer is thought to be breccias (ρ = 2.77 g/cm3). The breccia is predicted to be a reservoir layer and a clay layer as a cap rock in the geothermal system in the Cipari District, Cilacap Regency.

Keywords: gravity method, density, Grav2DC, geothermal system, Cipari, Cilacap.
2841831762K1A017003PENERAPAN MEMBRAN FILTRASI NATA DE BAMBOO PADA PENURUNAN NILAI BOD, COD, TSS DAN TDS LIMBAH CAIR TAHUPengolahan limbah cair tahu telah dilakukan dengan metode filtrasi menggunakan membran selulosa bakterial yang terbuat dari nata de bamboo. Bambu merupakan salah satu tanaman kayu yang mengandung gula pada tunasnya (rebung) sehingga dapat digunakan untuk membuat selulosa bakterial. Pembuatan membran nata de bamboo dilakukan dengan cara membiakan starter Acetobacter xylinum, membuat nata de bamboo dengan proses fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter xylinum dan memurnikan nata de bamboo hasil proses fermentasi. Karakterisasi membran meliputi berat jenis, kekuatan tarik, nilai fluks dan koefisien rejeksi. Proses filtrasi limbah cair tahu menggunakan tekanan sebesar 2 kgf/cm2 dimana limbah cair tahu tersebut sudah dilakukan pretreatment melalui proses koagulasi dan flokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja membran nata de bamboo memiliki berat jenis sebesar 2,44 g/cm3, nilai kuat tarik sebesar 62,05 N/mm2 dan persen elongasi sebesar 8,1%. Nilai fluks air sebesar 30,57 L/m2.jam, fluks limbah cair tahu sebesar 4,58 L/m2.jam dan fluks dekstran T-500 sebesar 27,82 L/m2.jam serta nilai rejeksi membran sebesar 59,78%. Pengolahan limbah cair tahu dapat dilihat dari penurunan nilai BOD sebesar 93,99%, COD sebesar 90,35%, TSS sebesar 93,09% dan TDS sebesar 84,32%. Tofu wastewater treatment had been done by filtration method using bacterial cellulose membrane made from nata de bamboo. Bamboo is a woody plant that contains sugar in its shoots (bamboo shoots) so that it can be used to make bacterial cellulose. Nata de bamboo membrane preparation had been done by cultivating the Acetobacter xylinum starter, fermentation process using Acetobacter xylinum and purifying nata de bamboo from the fermentation process. Membrane performance includes density, tensile strength, flux value and coefficient of rejection. The filtration process of tofu wastewater using a pressure of 2 kgf/cm2 where the tofu wastewater has been pretreatment by coagulation and floculation process. The results showed that the characterization of nata de bamboo membrane had density was 2.44 g/cm3, tensile strength value was 62.05 N/mm2 and percent elongation was 8.1%. Water flux value was 30.57 L/m2.hour, tofu wastewater flux of 4.58 L/m2.hour and dextran T-500 flux was 27.82 L/m2.hour and rejection value was 59.78%. Tofu wasterwater treatment can be decrease BOD value was 93.99%, COD was 90.35%, TSS was 93.09% and TDS was 84.32%.
2841931763I1D016012HUBUNGAN ANTARA KETIDAKPUASAN BENTUK TUBUH DENGAN PERILAKU DIET PADA MOJANG DI TASIKMALAYALatar Belakang : Para Mojang beranggapan bahwa bentuk tubuh sebagai suatu hal yang penting untuk menunjang penampilan mereka. Perhatian terhadap citra tubuh secara berlebihan dapat menimbulkan ketidakpuasan akan bentuk dan ukuran tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan perilaku diet pada Mojang di Tasikmalaya.

Metodologi : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 44 responden diperoleh dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala BSQ-8C dan skala perilaku diet sebanyak 16 item. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan p = 0,05.

Hasil Penelitian : Sebanyak 31 Mojang (70,5%) memiliki status gizi normal. Sebanyak 15 Mojang (34,1%) mengalami ketidakpuasan bentuk tubuh level ringan dan sebanyak 24 Mojang (54,5%) memiliki perilaku diet yang baik. Berdasarkan analisis Chi-Square diperoleh p = 0,040 (p < 0,05), hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan perilaku diet.

Kesimpulan : Ada hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh dengan perilaku diet.
Introduction: The Mojang assumed the shape of the body as something important to support their appearance. Attention to body image can lead exaggerated to dissatisfaction of body type and size. This research aims to determine the relationship between body shape dissatisfaction with dietary behavior in Mojang in Tasikmalaya.
Research Methodology: This quantitative correlational research uses a cross sectional approach with the sample of 44 respondents that was obtained by total sampling technique. The data were collected using a BSQ-8C and a dietary behavior scale of 16 items. The research data were analyzed using the Chi-Square test at the significance level of p = 0.05.
Findings: 31 Mojang (70.5%) had normal nutritional status. 15 Mojang (34.1%) experienced body shape dissatisfaction in medium level and 24 Mojang (54.5%) had good dietary behavior. Based on the results of Chi-Square analysis, it was obtained p = 0,040 (p < 0,05), it indicates that there is a relationship between body shape dissatisfaction and dietary behavior.
Conclusion: There is a relationship between body shape dissatisfaction and dietary behavior.
2842031765I1A017086ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI RSMS ONLINE DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang: Sebelum hadirnya aplikasi RSMS Online pasien rawat jalan mengeluhkan waktu antrian berjam-jam dari mulai pendaftaran hingga mendapatkan pelayanan. Hadirnya aplikasi RSMS Online bertujuan untuk menjawab keluhan pasien mengenai waktu tunggu atau antrian pelayanan. Belum pernah adanya laporan evaluasi independen mengenai keluhan dan tingkat kepuasan pasien terhadap aplikasi RSMS Online.
Metodologi: Desain penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah pengguna aplikasi RSMS Online terdaftar sebanyak 119.810 pengguna. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 responden pasien rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel pada penelitian ini menggunakan angket. Penelitian ini dilakukan analisis univariat dan bivariat.
Hasil Penelitian: Kepuasan pasien terhadap penggunaan aplikasi RSMS Online sebanyak 70 responden (94,6%) merasa puas. Ada hubungan antara kelengkapan informasi, intensintas penggunaan dan keuntungan bersih individu terhadap penggunaan aplikasi RSMS Online di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Kesimpulan: Kepuasan pasien terhadap penggunaan aplikasi RSMS Online sebanyak 70 responden (94,6%) merasa puas.
Background: Before the presence of the RSMS Online application, outpatients complained about queuing for hours from registration to getting service. The presence of the RSMS Online application aims to answer patient complaints regarding waiting times or service queues. There has never been an independent evaluation report regarding complaints and patient satisfaction levels with the RSMS Online application.
Methodolgy: The quantitative research design used a cross sectional approach. The number of registered RSMS Online application users is 119,810. The sampling technique in this study used accidental sampling. The sample size in this study was 74 outpatient respondents at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The measuring instrument used to measure the variables in this study used a questionnaire. In this study, univariate and bivariate analyzes were carried out.
Research results: Patient satisfaction with the use of the RSMS Online application as many as 70 respondents (94.6%) were satisfied. There is a relationship between completeness of information, intensity of use and individual net benefits on the use of the RSMS Online application at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital.
Conclusions: Patient satisfaction with the use of the RSMS Online application as many as 70 respondents (94.6%) were satisfied.