Artikelilmiahs

Menampilkan 26.101-26.120 dari 50.237 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2610129462B1A016023EFEK EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA DAN PERSENTASE LIMFOSIT DARAH PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI KADMIUM
Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang banyak digunakan dalam berbagai industri. Kadmium yang masuk ke dalam tubuh akan berikatan dengan metallotionein. Ikatan Cd dengan metallotionein dapat meningkatkan ROS sehingga mengakibatkan terjadinya radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan peningkatan iNOS sehingga eNOS inaktif dan produksi nitrit oksida dari eNOS menurun serta menurunnya persentase limfosit. Pemberian Ekstrak pegagan (Centella asiatica) yang mengandung flavonoid dapat digunakan sebagai antioksidan. Flavonoid dapat mendonorkan H+ sehingga radikal bebas menjadi netral. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ektsrak pegagan terhadap kadar nitrit oksida dan persentase limfosit darah pada tikus putih yang diinduksi kadmium dan mengetahui dosis ekstrak pegagan yang paling berpengaruh terhadap kadar nitrit oksida dan persentase limfosit darah pada tikus putih yang diinduksi kadmium. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tikus dibagi lima kelompok secara acak masing-masing terdiri dari lima ulangan. Semua tikus diinduksi kadmium 25% dari LD50 sebesar 14 mg.kg-1 BB selama 24 hari pada kelompok P0 (kontrol tanpa diberi ekstrak pegagan), selama 10 hari pada kelompok P1(ekstrak pegagan 100 mg.kg-1BB ), P2(ekstrak pegagan 200 mg.kg-1BB), P3(ekstrak pegagan 300 mg.kg-1BB), P4(ekstrak pegagan 400 mg.kg-1BB). Parameter yang diukur adalah kadar nitrit oksida dan persentase limfosit darah pada tikus putih. Data diuji menggunakan analisis varian (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar nitrit oksida dan persentase limfosit darah tikus putih yang diinduksi kadmium. Pemberian ekstrak pegagan dengan dosis 300 mg.kg-1BB paling berpengaruh dalam meningkatkan kadar nitrit oksida dan persentase limfosit.Cadmium (Cd) is a heavy metal that is widely used in various industries. Cadmium that enters the body will bind to the metallotionein. Bond Cd player with metallotionein can increase ROS, resulting in the occurrence of free radicals in the body that can cause an increase in iNOS that eNOS is inactive and the production of nitric oxide from eNOS is decreased as well as decreasing the percentage of lymphocytes. Administration of the Extract of gotu kola (Centella asiatica) containing flavonoids can be used as an antioxidant. Flavonoids can donate H+ so that free radicals become neutral. The study aims to determine the influence of gotu kola exctracs on the levels of nitric oxide and the percentage of blood lymphocytes in mice induced by cadmium and determine the dose of extract of gotu kola which is most influential on the levels of nitric oxide and the percentage of blood lymphocytes in mice induced by cadmium. Research use Complete Random Design (RAL). The rats were divided five groups randomly, each consisting of five replicates. All of the rats induced cadmium 25% of the LD50 of 14 mg.kg-1 BB for 24 days in group P0 (control without being given the gotu kola extracts), for 10 days in group P1(gotu kola extracts 100 mg.kg-1BB ), P2(gotu kola extracts 200 mg.kg-1BB), P3(gotu kola extracts 300 mg.kg-1BB), P4(gotu kola extracts 400 mg.kg-1BB). The parameters measured were the levels of nitrite oxide and the percentage of blood lymphocytes in mice. The Data was tested using analysis of variance (ANOVA) on error rate of 5% and followed by Duncan's test with a confidence level of 95%. The results showed that administration of gotu kola extracts significantly influence the elevated levels of nitric oxide and the percentage of lymphocytes of blood of white rats induced cadmium. Administration of the gotu kola extracts at a dose of 300 mg.kg-1BB most influential in increasing the levels of nitric oxide and the percentage of lymphocytes.
2610229463B1B016011ANTIPROLIFERATIVE EFFECT OF ETHANOLIC AND METHANOLIC EXTRACT OF PEGAGAN CENTELLA ASIATICA L. ON BREAST CANCER MCF-7Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling banyak didiagnosis dan dapat menyebabkan kematian pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi tertinggi kedua setelah kanker serviks. Kanker payudara adalah karsinoma yang menyerang jaringan epitel payudara. Penanganan kanker dengan agen kemoterapi masih menjadi pilihan dalam pengobatan kanker. Namun, adanya mekanisme multidrug resistance (MDR) mengakibatkan penurunan efisiensi obat kemoterapi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari potensi obat dari bahan alami sebagai agen kemoterapi. Bahan alami tersebut ditargetkan untuk meningkatkan sensitivitas sel kanker dan mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh agen kemoterapi lainnya. Centella asiatica merupakan tumbuhan perdu kecil yang sebagian besar tumbuh di belahan bumi selatan, terkait erat dengan spesies Hidrokotil dan menghasilkan minyak atsiri yang khas, asam asiatik dan asiatikosida yang diketahui memiliki aktivitas antikanker. Penelitian tentang pengaruh tanaman ini terhadap kanker dibatasi. Oleh karena itu penelitian ini akan dilakukan untuk: . 1. Untuk mengetahui konsentrasi efektif (IC50) ekstrak metanol pegagan (pegagan) terhadap sel kanker payudara MCF-7 2. Untuk mengetahui konsentrasi efektif (IC50) ekstrak etanol pegagan (pegagan) pada sel kanker payudara MCF- 7, 3. Untuk mengetahui efek penghambatan proliferasi Ekstrak Methanolik Pegagan (Centella asiatica) terhadap sel kanker payudara MCF-7 dalam inkubasi 0, 24,48,72 jam, 4. Untuk mengetahui penghambatan proliferasi Ekstrak Etanolik Pegagan (Centella). asiatica) pada jalur sel kanker payudara MCF-7 dalam inkubasi 0, 24,48,72 jam Penelitian ini akan dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) dengan tiga faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pegagan yang terdiri dari kontrol, IC12,5, IC25 dan IC50. Faktor kedua adalah waktu inkubasi yang terdiri dari 0, 24, 48 dan 72 jam serta efektifitas ekstrak pelarut antara etanol dan metanol untuk ekstrak tersebut akan diberikan tiga ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan. Data akan diuji normalitas menggunakan Kolmogofov-Smirnov dan homogenitas menggunakan uji Levene sebelum Anova. Analisis akan dilanjutkan ke Bonferonni bila Anova menunjukkan p <0,05 .Breast cancer is one of the most diagnosed cancers and can cause death in women throughout the world. In Indonesia, it is the second highest prevalence after cervical cancer. Breast cancer is a carcinoma attacking the breast epithelial tissue. Handling cancer with chemotherapy agents is still an option in cancer treatment. However, the presence of a multidrug resistance (MDR) mechanism results in reduced efficiency of chemotherapy drugs. Some researches had been conducted to search potential remedy of natural ingredients as chemotherapic agents. The natural ingredients is targeted to increase the sensitivity of cancer cells and reduce the side effects caused by other chemotherapy agents. Centella asiatica is a small herbaceous plant predominantly growing in the Southern hemisphere, is closely re- lated to the species of Hydrocotyle and produces a characteristic essential oil,asiatic acid and asiaticocide which are known tho have an anticancer activity. Ressearch on the effect of this plant on cancer is limited. Threrefore this research will be conducted to: 1. To determine the effective concentration (IC50) of methanolic extract of Pegagan (Centella asiatica) on breast cancer cell MCF-7 2.To determine the effective concentration of (IC50) of ethanolic extract of pegagan (Centella asiatica) on breast cancer cell MCF-7, 3. To determine the proliferation inhibition effect of Methanolic Extract of Pegagan (Centella asiatica) on breast cancer cell line MCF-7 in 0,24,48,72 hours incubation, 4. To determine the proliferation inhibition of Ethanolic Extract of Pegagan(Centella asiatica) on Breast cancer cell line MCF-7 in 0,24,48,72 hours incubation. This research will be conducted experimentally using Randomize completely block design (RCBD) with three factors. The first factor is the concentration of Pegagan consisted of control, IC12,5, IC25 and IC50. The second factor is incubation time consisted of 0,24, 48 and 72 hours and the solvent extract effectiveness between ethanol and methanol for the extract Three replicates will be provided for each treatment combination. The data will be tested for normality using Kolmogofov-Smirnov and homogeneity using Levene test prior to Anova. The analysis will be proceed to Bonferonni when Anova showed p<0.05..
2610329465B1A016065PERTUMBUHAN TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradien ketinggian tempat sebagai gambaran dari perubahan iklim terhadap pertumbuhan tanaman pare dan mengetahui ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman pare. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan ketiggian tempat yaitu ketinggian tempat 50 mdpl, 200 mdpl, 400 mdpl, 600 mdpl, 800 mdpl, dan 1.100 mdpl. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter tanaman yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah. Parameter lingkungan yang diamati adalah intensitas cahaya matahari, suhu udara, dan kelembaban udara. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%, hasil pengujian ANOVA yang didapatkan menunjukkan berbeda nyata sehingga dilakukan uji lanjut dengan uji HSD–Tukey pada taraf 5%. Keeratan hubungan antara ketinggian tempat dengan pertumbuhan pare dianalisis menggunakan model regresi linear dan dibandingkan dengan model regresi kuadratik dan kubik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan jumlah buah. Ketinggian tempat yang paling optimum untuk pertumbuhan tanaman pare yaitu pada ketinggian 1100 mdpl.This study aims to determine the effect of elevation gradient as an illustration of climate change for the growth of bitter melon and to determine the optimal altitude for bitter melon plant growth. This research was compiled using a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely altitude 50 m asl, 200 m asl, 400 m asl, 600 m asl, 800 m asl, and 1,100 m asl. Each treatment was repeated 4 times. Plant growth parameters includes plant height, number of leaves, number of flowers, and number of fruits, while the observed environmental parameters were sunlight intensity, air temperature, and humidity. The research data were analyzed by ANOVA at a 95% confidence level, the result from ANOVA analyzed is significantly different, it continues with an HSD-Tukey test at 5% level. The firm correlation between altitude and bitter melon growth was analyzed using linear regression model and it compared with quadratic and cubic regression model. The results showed that the height of the place had a significant effect on plant height, number of leaves, number of flowers, and number of fruits. The optimum height for bitter melon plants is 1100 meters above sea level.
2610429466B1A016016HUBUNGAN KETINGGIAN TEMPAT DENGAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN KACANG PANJANG
(Vigna unguiculata (L.) Walp.)
Kacang panjang (Vigna unguiculata (L.) Walp.) merupakan tanaman hortikultura yang mudah diolah menjadi makanan yang kaya nutrisi seperti vitamin, protein, lemak nabati, karbohidrat, dan mineral. Pertumbuhan kacang panjang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Faktor lingkungan yang berkaitan dengan syarat tumbuh meliputi iklim, jenis tanah, sinar matahari, suhu, ketinggian tempat, curah hujan dan kelembaban. Salah satu faktor lingkungan yang banyak mempengaruhi faktor lingkungan lainnya adalah ketinggian tempat di atas permukaan laut. Dengan demikian, secara tidak langsung ketinggian tempat akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketinggian tempat dengan karakter morfologi tanaman kacang panjang serta untuk mengetahui ketinggian tempat yang optimal untuk pertumbuhan tanaman kacang panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tanaman kacang panjang ditanam pada 6 lokasi ketinggian tempat yang berbeda yaitu Cilacap (±50 mdpl), Gunung Tugel Patikraja Banyumas (±200 mdpl), Limpakuwus I (±400 mdpl), Limpakuwus II (±600 mdpl), Serang I Purbalingga (±800 mdpl), dan Serang II Purbalingga (±1.100 mdpl). Pada setiap lokasi ketinggian tempat, tanaman kacang panjang ditanam pada empat guludan. Setiap guludan terdiri dari 24 sampel tanaman. Faktor lingkungan yang diamati meliputi suhu, kelembaban dan intensitas cahaya, sedangkan karakter morfologi kacang panjang yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah, jumlah polong dan panjang daun. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji lanjut HSD pada α=5%. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga dan buah. Ketinggian tempat paling optimum untuk pertumbuhan tanaman kacang panjang yaitu pada ketinggian 50 mdpl sampai 200 mdpl.Long beans (Vigna unguiculata (L.) Walp.) Are horticultural plants that are easily processed into foods that are rich in nutrients such as vitamins, protein, vegetable fat, carbohydrates, and minerals. The growth of long beans is influenced by environmental conditions. Environmental factors related to growing conditions include climate, soil type, sunlight, temperature, altitude, rainfall and humidity. One of the many environmental factors that influence other environmental factors is the height of the place above sea level. Indirectly the altitude will affect the growth and development of long bean plants. The purpose of this study was to determine the relationship of altitude with morphological characters and determine the optimal height for the growth of long bean plants. The research method used is an experimental method. This research was compiled using a Completely Randomized Design (CRD). Long bean plants were planted at 6 different altitude locations, namely Cilacap (± 50 m.a.s.l), Mount Tugel Patikraja Banyumas (± 200 m.a.s.l), Limpakuwus I (± 400 m.a.s.l), Limpakuwus II (± 600 m.a.s.l), Serang I Purbalingga (± 200 m.a.s.l). 800 m.a.s.l), and Serang II Purbalingga (± 1,100 m.a.s.l). At each altitude location, long bean plants are planted on four mounds. Each mound consists of 24 plant samples. Environmental factors observed included temperature, humidity and light intensity, while the morphological characters of long beans observed included plant height, number of leaves, number of branches, number of flowers, number of fruits, number of pods and leaf length. The research data obtained were analyzed using Variance Analysis (ANOVA) at a 95% confidence level and continued with further HSD testing at α = 5%. Data analysis was performed with the help of the SPSS application. The results showed that the height of the place significantly affected plant height, number of leaves, number of branches, number of flowers and fruit. The optimum height of the place for the growth of long bean plants is at an altitude of 50 m.a.s.l to 200 m.a.s.l.
2610529448A1D016040PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum L. ) PADA VARIASI DOSIS PUPUK SILIKA ALAMI DAN KADAR STRES AIR TANAH PADA TANAH INCEPTISOL Tujuan penelitian ini sebagai berikut: (1) mendapatkan dosis terbaik pemupukan silika alami terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah inceptisol, (2) mendapatkan kondisi kadar stres air tanah yang mampu mempertahankan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah inceptisol, dan (3) mendapatkan kombinasi dosis terbaik pemupukan silika alami dan kondisi stress kadar air yang dapat mempertahankan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah inceptisol. Rancangan yang digunakan metode petak terbagi (Split Plot Design) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dicobakan sebagai main plot adalah kondisi stres kadar air, sedangkan sebagai sub plot adalah pupuk silika alami yang diulangan masing-masing 3 kali. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu dosis pupuk silika alami dengan taraf 0;10;20;30 dan 40 g/tanaman. Faktor kedua adalah kadar stres air tanah antara lain kadar air 100%, 80%, dan 60%. Variabel pengamatan meliputi panjang daun, jumlah anakan, bobot daun segar, bobot daun kering, jumlah umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukan Pemberian pupuk silika alami meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan, bobot daun segar, dan bobot umbi segar Kondisi stres air tanah sampai 60 % tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah, kecuali diameter umbi dan panjang daun. Kombinasi pemberian kadar stres air tanah dengan dosis pupuk silika alami terbaik untuk meningkatkan jumlah umbi, bobot umbi segar dan diamter umbi masing-masing adalah kombinasi perlakuan dosis pupuk silika alami 30 g/tanaman dengan kadar air tanah 100%, kombinasi perlakuan dosis pupuk silika alami 40 g/tanaman dengan kadar air tanah 100% dan kombinasi perlakuan dosis pupuk silika alami 30 g/tanaman dengan kadar air 80%.The aims of this research are; 1) to get the best dose of natural silica fertilization to increase the growth and yield of shallots on Inceptisol soil, 2) to get the stress conditions of soil water content that is able to maintain the growth and yield of shallots on Inceptisol soil, and 3) to get the best combination dose of natural silica fertilization and stress conditions of water content that can maintain the growth and yield of shallots on Inceptisol soil. The design used is the Split Plot Design with the basic design of the Randomized Complete Block Design (RCBD), with 3 replications. The treatments consisted of two factors; the dosage of natural silica fertilizer with a level of 0; 10; 20; 30 and 40 g/plant and the groundwater stress levels include 100%, 80%, and 60% water content, respectively. Observation variables included leaf length, number of tillers, leaf fresh weight, leaf dry weight, number of tubers; tuber fresh weight, tuber dry weight and tuber diameter. This research resulted that the application of natural silica fertilizer increases the number of leaves, the number of tillers, the fresh weight of the leaves, and the fresh weight of the tubers. Water stress levels 60% do not affect the growth and production of shallots, except for tube diameter and leaf length. The combination of administering soil moisture water content with a dose of best natural silica fertilizer to increase the number of tubers, tuber fresh weight and diameter of the tubers respectively is a combination treatment of natural silica fertilizer dosages of 30 g/plant with 100% soil moisture water content, a combination of natural silica fertilizer dosage treatments 40 g/plant with 100% soil moisture water content and the combined treatment dosage of natural silica fertilizer 30 g/plant with 80% water content.
2610629467B1A016101Status Reproduksi Belut Sawah (Monopterus albus Z) yang Tertangkap di Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten PurbalinggaBelut sawah merupakan salah satu jenis ikan yang habitatnya di lahan persawahan dan tubuhnya tidak memiliki sisik. Belut sawah memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga banyak dikonsumsi serta dijual di pasar lokal maupun internasional. Reproduksi belut bersifat hermaprodit protogini yang memiliki siklus pergantian dari kelamin betina ke kelamin jantan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dengan pengambilan sampel Belut Sawah di Desa Kalitinggar, Kemacatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara Indeks Kematangan Gonad (IKG) dengan panjang tubuh belut tertentu, serta gambaran histologi gonad belut sawah pada masing-masing bulan tangkap. Hasil penelitian dari hasil tangkapan belut sebanyak 54 ekor. Belut sawah ditangkap pada bulan Mei, Juni dan Agustus 2019. Panjang tubuh belut dari hasil tangkapan berkisar 16-35 cm dengan nilai IKG sebesar 0,32 - 10,36%. Terdapat korelasi antara panjang tubuh belut dengan ikg dengan nilai p>0,01 yang diuji menggunakan Korelasi pearson pada aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop belut yang dihasilkan banyak yang berjenis kelamin betina dengan kisaran panjang 19-32 cm.Ricefield eel is one type of fish whose habitat is in paddy fields and eel's body does not have scales. Ricefield eel has a high protein, so it is widely consumed and sold in local and international markets. Eel reproduction is a protogynous hermaphrodite which has a replacement cycle from female sex to the male sex. This research was conducted in the laboratory of the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University by taking samples of Ricefield Eel in Kalitinggar Village, Padamara District, Purbalingga Regency. The purpose of this study was to know the relationship between GSI with a certain eel body length, as well as the gonad histology picture of rice eels in each fishing month. The results of the study as many as 54 eel catches. Ricefield eel was caught in May, June, and August 2019. Eel body length ranges from 16-35 cm with GSI value of 0.32 – 10.36 %. There is a correlation between eels body length toward GSI with the value p < 0.01 which was tested using Pearson correlation in SPSS application. Based on observations using a microscope, many of the eels produced female with a body length ranges of 19-32 cm.
2610729468K1B016071SOLUSI PERSAMAAN STOKES DI HALF-SPACE DENGAN TRANSFORMASI FOURIERFluida merupakan zat yang mengalir karena adanya gaya atau tekanan. Aliran fluida Newton termampatkan dapat dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial, salah satunya adalah persamaan Stokes. Persamaan Stokes merupakan penurunan dari kesetimbangan momentum dan konservasi massa. Pada penelitian ini dikaji penjabaran secara mendetail mengenai solusi dari persaman Stokes di half-space. Solusi dari persamaan Stokes di half-space diperoleh dengan menggunakan transformasi Fourier dan metode partial Fourier transform.Fluid is a substance that flows under the stresses or forces. A Newtonian compressible fluid flow can be modeled by a differential equation, such as Stokes equation. The Stokes equation is derived from balance of momentum and mass conservation. In this reseacrh we discussed the detailed description about the solution of the Stokes equation in half-space. The solution of the Stokes equation in half-space is determined by using Fourier transform and the partial Fourier transform method.
2610829469C1A016067PENGARUH PAJAK, PERTUMBUHAN EKONOMI, JIBOR, KURS DAN INFLASI TERHADAP INVESTASI DI INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak, pertumbuhan ekonomi, suku bunga (JIBOR), nilai tukar, serta inflasi terhadap investasi di Indonesia baik secara parsial maupun secara simultan serta penelitian ini juga menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap investasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis Error Correction Model (ECM) yang diolah menggunakan Eviews9.Penelitian ini menunjukan hasil sebagai berikut : 1) Dalam jangka panjang pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap investasi di Indonesia. 2) Dalam jangka panjang dan jangka pendek pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap investasi di Indonesia. 3) Dalam jangka panjang suku bunga (JIBOR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi di Indoensia. 4) Dalam jangka panjang nilai tukar memiliki pengaruh positif dan signifikan . 5) Dalam jangka panjang dan jangka pendek inflasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap investasi di Indonesia. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu, dalam meningkatkan investasi di Indonesia diharapkan pemerintah tetap menjaga stabilitas ekonomi serta inflasi yang rendah melalui kebijakan – kebijakan moneter. Pemerintah diharapkan dapat memepertahanan kebijakan keringanan membayar pajak bagi perusahaan baru di Indonesia. Diharapkan Bank Indonesia dapat menjaga stabilitas suku bunga (JIBOR) dan nilai tukar.This research aims to analyze the effect of taxes, economic growth, interest rates (JIBOR), exchange rates, and inflation on investment in Indonesia either partially or simultaneously. This study also analyzes the variables that have the most influence on investment in Indonesia.This research uses the Error Correction Model (ECM) analysis method that is processed by Eviews9 This research shows the following results: 1) In the long run, taxes have a positive and significant effect on investment in Indonesia. 2) In the long term and short term economic growth has a negative but insignificant impact on investment in Indonesia. 3) In the long term, the interest rate (JIBOR) has a negative and significant impact on investment in Indonesia. 4) In the long run, the exchange rate has a positive and significant effect. 5) In the long term and short term inflation has a positive and significant effect on investment in Indonesia.The implication of the conclusion above is that in increasing investment in Indonesia, the government is expected to maintain economic stability and low inflation through monetary policies. The government is expected to continue a tax relief policy for new companies in Indonesia. Bank Indonesia is expected to maintain the stability of interest rates (JIBOR) and exchange rates.
2610929470A1F016009Penentuan Umur Simpan Serbuk Minuman Fungsional Biji Carica Menggunakan Model ArrheniusBuah carica merupakan komoditas pertanian unggulan Wonosobo. Serbuk minuman fungsional biji carica merupakan salah satu diversifikasi olahan carica. Informasi umur simpan menjadi penting karena produk akan direkomendasikan ke UKM di Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan umur simpan serbuk minuman fungsional biji carica yang dikemas dengan 2 jenis kemasan berdasarkan parameter kritis kadar air. Formulasi serbuk minuman fungsional biji carica yaitu 72% biji carica dan 28% buah nangka kering. Proses pembuatannya meliputi, perendaman biji carica dengan asam sitrat 0,2%, pengukusan selama 1 jam, fermentasi dengan Rhizopus oligosporus selama 75 jam, pengeringan pada suhu 60˚C selama 8 jam, penggilingan biji carica dan buah nangka kering, dan pengayakan. Produk dikemas menggunakan alumunium foil dan botol kaca, lalu di simpan dalam inkubator pada suhu 35˚C, 45˚C, dan 55˚C. Analisis kadar air dilakukan setiap hari ke 5 selama 20 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah metode accelerated testing dengan persamaan Arrhenius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan produk yang dikemas menggunakan alumunium foil pada suhu ruang (25˚C) adalah 1 tahun 1 bulan, sedangkan pada suhu refrigerator (8˚C) adalah 1 tahun 4 bulan. Umur simpan produk yang dikemas menggunakan botol kaca pada suhu ruang (25˚C) adalah 5 bulan, sedangkan pada suhu refrigerator (8˚C) adalah 6 bulan.Carica is Wonosobo’s superior agricultural commodity. Carica seed functional drink powder is one of the diversification of carica processing. Information on shelf life is important because the product will be recommended to UKM in Wonosobo. The purpose of this study is determine the shelf life of carica seed functional drink powder which is packaged in 2 types of packaging based on critical parameters of water content. Formulation of carica seed functional drink powder are 72% carica seeds and 28% dried jackfruit. The making process includes soaking carica seeds with 0,2% citric acid, steaming for 1 hours, fermentation with Rhizhopus oligosporus for 75 hours, drying at 60˚C for 8 hours, grinding carica seeds and dried jackfruit, and sifting. Products are packed using alumunium foil and glass bottles, then stored in an incubator at 35˚C, 45˚C, and 55˚C. Water content analysis was carried out every 5th day for 20 days. Design of experiment used accelerated testing method with the Arrhenius equation. The result showed that the shelf life of products that packaged using alumunium foil at room temperature (25˚C) is 1 year 1 month, while at refrigerator temperature (8˚C) is 1 year 4 month. The shelf life of products that packaged using glass bottles at room temperature (25˚C) is 5 month, while at refrigerator temperature (8˚C) is 6 month.
2611029471B1A016123Efek Ekstrak Etanol Coprinus comatus terhadap Kadar Total Protein dan Albumin pada Tikus Model DiabetesCoprinus comatus atau biasa dikenal dengan jamur paha ayam di Indonesia, merupakan jamur pangan dan jamur obat dari famili Coprinaceae yang ditemukan di seluruh dunia. C. comatus juga memiliki beberapa senyawa aktif yang berpotensi sebagai obat. Senyawa aktif tersebut memiliki beberapa potensi seperti hipoglikemik, hipolipidemik, imunomodulator, antikanker, dan antioksidan. C. comatus dapat dijadikan bahan alternatif pengobatan diabetes karena dinilai lebih aman dan hampir tidak menimbulkan efek samping. Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah yang disebabkan berkurangnya sekresi insulin atau tidak diproduksinya insulin oleh sel β pankreas pulau Langerhans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak C. comatus terhadap kadar total protein dan albumin, serta mengetahui dosis ekstrak C. comatus yang efektif dalam meningkatkan kadar total protein dan albumin pada tikus model diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Metode penelitian menggunakan metode eskperimental. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan KS (kontrol sehat), tikus tanpa perlakuan. Perlakuan KN (kontrol negatif), tikus hanya diberi STZ. Perlakuan KP (kontrol pembanding), tikus diinduksi STZ dan metformin 45 mg/kg BB. Perlakuan P1, tikus diinduksi STZ dan ekstrak C. comatus 250 mg/kg BB. Perlakuan P2, tikus diinduksi STZ dan ekstrak C. comatus 500 mg/kg BB. Perlakuan P3, tikus diinduksi STZ dan ekstrak C. comatus 750 mg/kg BB. Variabel yang digunakan meliputi variabel bebas yaitu dosis ekstrak C. comatus dan variabel terikat berupa efek ekstrak C. comatus terhadap peningkatan kadar total protein dan albumin. Parameter yang diamati meliputi parameter utama yaitu kadar total protein dan albumin, sedangkan parameter pendukung meliputi kadar glukosa darah dan berat badan tikus. Hasil penelitian diperoleh dosis ekstrak C. comatus yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan berat badan, dan meningkatkan kadar total protein dan albumin pada tikus model diabetes yaitu dosis 500 mg/kg BB.Coprinus comatus or commonly known as chicken thigh mushroom in Indonesia, is a edible mushroom and medicinal mushroom from the Coprinaceae family found throughout the world. C. comatus also has several active compounds that have medicinal potential. These active compounds have several potentials such as hypoglycemic, hypolipidemic, immunomodulatory, anticancer, and antioxidant. C. comatus can be used as an alternative material for diabetes treatment because it is considered safer and has almost no side effects. Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease which is marked with increased blood glucose level caused by reduced insulin secretion or insulin production by β-cells in the inslets of Langerhans. This study aims to determine the effect of C. comatus extract on protein total and albumin, as well as knowing the dose of C. comatus extract which is effective in increasing protein total and albumin levels in streptozotocin-induced diabetic rats. The research method uses the experimental method. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 6 treatments with 4 replications. Treatment KS (healthy control), mice without treatment. Treatment KN (negative control), mice were only given STZ. Treatment KP (comparative control), STZ induced mice and metformin 45 mg / kg BW. Treatment P1, STZ induced mice and C. comatus extract 250 mg / kg BW. In treatment P2, STZ induced mice and C. comatus extract 500 mg / kg BW. Treatment P3, STZ induced mice and C. comatus extract 750 mg / kg BW. Variables include the independent variable, namely the dose of C. comatus extract and the dependent variable is the effect of C. comatus extract on increasing levels of total protein and albumin. The parameters observed include the main parameters namely total protein and albumin levels, while supporting parameters include blood glucose levels and body weight of mice. The results showed that the dose of C. comatus extract was effective in reducing blood glucose levels, increasing body weight, and increasing total protein and albumin levels in diabetic model mice, namely a dose of 500 mg / kg body weight.
2611129472B1A016114PENGARUH PENAMBAHAN PREBIOTIK INULIN DAN FRUKTOOLIGOSAKARIDA (FOS) TERHADAP PERTUMBUHAN PROBIOTIK Bifidobacterium sp. Bb2EKesehatan manusia sangat erat kaitannya dengan kondisi saluran pencernaan manusia sejak awal kehidupannya. Diversitas mikroorganisme yang terdapat dalam saluran pencernaan manusia sangat beragam, yaitu berkisar 300-500 spesies bakteri berbeda. Penambahan beberapa aspek dalam nutrisi diperlukan untuk meningkatkan daya kerja nutrisi. Prebiotik seperti inulin dan FOS serta probiotik seperti Bifidobacteria adalah aspek yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan nutrisi. Pertumbuhan bakteri yang optimal dapat diketahui berdasarkan pada kurva pertumbuhan bakteri. Permasalahan penelitian yang muncul yaitu bagaimana pengaruh prebiotik inulin dan FOS terhadap pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E, berapa waktu inkubasi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E, dan bagaimana interaksi antara jenis prebiotik dan waktu inkubasi terhadap pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prebiotik inulin dan FOS terhadap pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E, mengetahui waktu inkubasi optimal Bifidobacterium sp. Bb2E, dan mengetahui interaksi antara jenis prebiotik dan waktu inkubasi terhadap pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Parameter utama yang diukur yaitu jumlah populasi Bifidobacterium sp. Bb2E, sedangkan parameter pendukung yang diukur yaitu nilai pH dan kadar asam laktat tertitrasi. Variabel bebas yang diamati dalam penelitian ini adalah penambahan prebiotik pada medium, sedangkan variabel terikat yang diamati yaitu jumlah populasi dari Bifidobacterium sp. Bb2E. Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan prebiotik inulin dan FOS dengan waktu inkubasi berbeda berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E. Hasil terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan Bifidobacterium sp. Bb2E yaitu kombinasi prebiotik inulin+FOS dan waktu inkubasi 18 jam dengan nilai optical density sebesar 1,794 dan jumlah kepadatan populasi sebanyak 2,44x1010 CFU/mL.
Human health is very closely related to the condition of the human digestive tract since the beginning of life. The diversity of microorganisms found in the human digestive tract is very diverse, consisting of 300-500 different species of bacteria to increase the working power of nutrition. Prebiotics such as inulin and FOS and probiotics such as Bifidobacteria are aspects that can be added for the increase of nutrition. Optimal bacterial growth can be seen on the bacterial growth curve. The research problems were how the effect of prebiotic inulin and FOS on the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E, the amount of incubation time needed to support the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E, and how the interaction between prebiotic types and incubation times on the growth of Bifidobacterium sp. BB2E. The purposes of this study were to study the effect of prebiotic inulin and FOS on the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E, to know the optimal incubation time of Bifidobacterium sp. Bb2E, and to know the interaction between prebiotic types and incubation times on the growth of Bifidobacterium sp. BB2E. This research was conducted using a completely randomized design (CRD) with factorial patterns. The main parameter measured was the population of Bifidobacterium sp. Bb2E, and the additional parameters measured were the pH level and the value of lactic acid titrated. The independent variable discussed in this study is prebiotic estimation on the medium, while the dependent variable considered is the population of Bifidobacterium sp. BB2E. The results of this study showed that inulin and fructooligosaccharide prebiotic at different incubation times were significantly effect to the growth of Bifidobacterium sp. Bb2E with the best treatment was a combination of inulin + FOS at incubation time of 18 hours with an optical density value was 1,794 and a total population density was 2,44x1010 CFU/mL
2611229474A1F016018PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG ALMOND SERTA VARIASI JENIS PEMANIS TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES BEBAS GLUTENCookies berbahan dasar tepung terigu, gula dan lemak yang dibuat melalui proses pemanggangan. Tepung terigu disubstitusi menggunakan tepung sorgum yang akan menghasilkan cookies bebas gluten. Pemberian tepung almond sebagai sumber protein untuk menggantikan penggunaan susu skim. Variasi jenis pemanis seperti gula pasir dan gula kelapa kristal dalam pembuatan cookies juga dapat berpengaruh terhadap sifat kimia dan fisik cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung sorgum dan tepung almond serta variasi jenis pemanis terhadap sifat fisik dan kimia cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu perbandingan tepung sorgum dan tepung almond (K) yang terdiri dari (1:1), (2:1), dan (3:1) serta variasi jenis pemanis (G) yang terdiri gula pasir (G1), campuran gula pasir dan gula kelapa kristal (G2), dan gula kelapa kristal (1:1 b/b) (G3). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perbandingan tepung sorgum dan tepung almond serta variasi jenis pemanis tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan volume pengembangan cookies. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini pada perbandingan tepung sorgum dan tepung almond (1:1) dan menggunakan jenis pemanis gula kelapa kristal dengan kadar air 3,68% dan volume pengembangan 76,68%.Cookies made from wheat flour, sugar and fat by baking process. Wheat flour is substituted using sorghum flour which will produce gluten-free cookies. The provision of almond flour as a source of protein to replace the use of skim milk. The variation of sweeteners such as granulated sugar and crystal coconut sugar in making cookies also affect the chemical and physical properties of cookies. This study aimed to determine the effect of the comparison of sorghum flour and almond flour and the variety of sweeteners on the physical and chemical properties of cookies. This study used a randomized block design (RBD). The factors studied were the ratio of sorghum flour and almond flour (K) which consisted of (1:1), (2:1), and (3:1)as well as variations in the type of sweetener (G) consisting of granulated sugar (G1), a mixture of granulated sugar and crystal coconut sugar (G2), and crystal coconut sugar (1: 1 w / w) (G3). The results showed that the comparison of sorghum flour and almond flour and variations in the type of sweetener did not significantly affect the moisture content and cookies baking expansion. The best treatment in this study was on the rasio of sorghum flour and almond flour (1:1) and using a type of crystal coconut sugar sweetener with a moisture content of 3.68% and baking expansion of 76.68%.
2611329475C1G016029DETERMINANTS OF INCENSES DEMAND
IN GUNUNG WETAN VILLAGE, JATILAWANG BANYUMAS

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan kemenyan di Desa Gunung Wetan, Jatilawang Banyumas. Variabel – variabel yang digunakan untuk menganalisis permintaan kemenyan yaitu kepercayaan, harga, pendapatan, pendidikan dan jumlah perokok. Jenis penelitian ini adalah mixed method, yaitu gabungan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi kasus pada masyarakat Desa Gunung Wetan sebagai objek penelitian. Populasi penelitian ini adalah rumah tangga yang menganut kepercayaan kejawen dan non kejawen di Desa Gunung Wetan. Proportionate Stratified Random Sampling digunakan sebagai metode pengambilan sempel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan tekhnik analisis data regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kepercayaan, harga dan jumlah perokok berpengaruh signifikan sedangkan pendapatan dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan kemenyan di Desa Gunung Wetan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan kemenyan di Desa Gunung Wetan adalah variabel jumlah perokok. Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini dapat diimplikasikan bahwa kepercayaan kejawen merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan dan kepercayaan kejawen merupakan bagian dari ekonomi kelembagaan yang didalamnya terdapat unsur sosial budaya yang berhubungan dengan aktvitas ekonomi. Harga dan juga jumlah perokok dalam rumah tangga juga mempengaruhi permintaan kemenyan, kebijakan yang harus dilakukan adalah ketika harga tinggi yaitu dengan menerapkan kebijakan harga pasar tertinggi. Tambahan jumlah perokok dalam rumah tangga dapat meningkatkan permintaan kemenyan sehingga dapat diimplikasikan dengan menambah jumlah produksi kemenyan.




The purpose of this study was to analyze the factors that influence the demand for incense in Gunung Wetan Village, Jatilawang Banyumas. Variables used to analyze incense demand are trustworthiness, price, income, education and number of smokers. This type of research is a mixed method, which is a combination of qualitative research and quantitative research using case studies in the community of Gunung Wetan Village as the object of research. The population of this study is households that adhere to the beliefs of kejawen and non-kejawen in Gunung Wetan Village. Proportionate Stratified Random Sampling was used as a sampling method in this study. This study uses multiple linear regression data analysis techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the belief, price and number of smokers have a significant effect while income and education have no significant effect on the demand for incense in the village of Gunung Wetan. The most influential variable on the incense demand in Gunung Wetan Village is the number of smokers. Based on the conclusions of this study, it can be implied that the belief of kejawen is a heritage of ancestors that must be preserved and the belief of kejawen is part of the institutional economy in which there are socio-cultural elements related to economic activity. The price and also the number of smokers in the household also affect the demand for incense, the policy that must be carried out is when the price is high, namely by applying the highest market price policy. The additional number of smokers in the household can increase the demand for incense so that it can be implied by increasing amount of incense production.

Keywords: Demand for incense, belief, price, income, education and number of smokers.
2611429476E1A115117Permohonan Talak Karena Istri Bermain Zumba (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Karawang No. 2189/Pdt.G/2019/PA.Krw PERMOHONAN TALAK KARENA ISTRI BERMAIN ZUMBA
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA KARAWANG
NOMOR 2189/PDT.G/2019/PA.KRW)

Oleh:
Diki Abidin
E1A115117

ABSTRAK

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan disebutkan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun dalam praktiknya berumahtangga ini banyak terjadi permasalahan yang berujung perceraian, sehingga tujuan perkawinan tersebut tidak tercapai, seperti Putusan Nomor 2189/Pdt.G/2019/PA.Krw.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam memutus permohonan talak karena istri bermain zumba Pengadilan Karawang: Nomor 2189/Pdt.G/2019/PA.Krw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normaif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi data, penyajian data dengan teks naratif dan analisis data normatif kualitatif. Berdasarka hasil penelusan dan pembahasan mengenai permohonan talak karena istri bermain zumba terhadap Putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 2189/Pdt.G/2019/PN/Krw,
Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan mengenai permohonan talak pada putusan Pengadilan Negeri Karawang Nomor 2189/Pdt.G/2019/PA.Krw, menunjukan bahwa pertimbangan hukum hakim kurang tepat menggunakan Pasal 19 huruf (f) PP No. 9 tahun 1975 jo. pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, seharusnya menggunakan Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975. Menurut penulis, sebaiknya pertimbangan Hukum Hakim dalam memutuskan suatu perkara demi tercapainya rasa keadilan, maka menggunakan metode penemuan hukum yaitu interpretasi gramatikal dan interpretasi sistematis dalam perkara ini.

Kata kunci: Permohonan Talak, Bermain Zumba.

DIVORCE REQUESTS BECAUSE WIVES PLAY ZUMBA
(JURIDICAL REVIEW OF KARAWANG RELIGIOUS COURT DECISION
NOMOR 2189 / PDT.G / 2019 / PA.KRW)

Written By :
Diki Abidin
E1A115117
ABSTRACT
Article 1 of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage states that "Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the Godhead", but in practice This household has many problems that lead to divorce, so that the purpose of the marriage is not achieved, such as Decision Number 2189 / Pdt.G / 2019 / PA.Krw.
The problem in this study is regarding the legal considerations of the Judge in deciding the divorce petition because the wife plays zumba Karawang Court: Number 2189 / Pdt.G / 2019 / PA.Krw. The method used in this research is normative juridical, prescriptive analytical research specifications, data collection techniques for library study with data inventory, data presentation with narrative texts and qualitative normative data analysis. Based on the results of the study and discussion regarding the application of divorce because the wife playing zumba against Karawang District Court Decision Number 2189 / Pdt.G / 2019 / PN / Krw.
Based on the results of the writing and discussion of the application of divorce in the Karawang District Court decision No. 2189 / Pdt.G / 2019 / PA.Krw, it shows that the legal judgment of judges is not appropriate to use Article 19 letter (f) PP No. 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law, should use Article 19 letter (a) Government Regulation Number 9 of 1975. According to the author, judges should consider the legal judgment in deciding a case for the achievement of a sense of justice, then using the method of legal discovery that is grammatical interpretation and systematic interpretation in this case.
Keywords : Divorce Request, Play Zumba.

2611529477A1D016005KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH DAN HASIL TANAMAN KEDELAI
(Glycine max (L.)) PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN
KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui sifat kimia tanah meliputi pH tanah, daya hantar listrik (DHL), potensial redoks, C-organik, S-tersedia dan C/N ratio pada lahan sawah di kecamatan Kebasen, (2) memberikan rekomendasi pupuk organik untuk areal persawahan di kecamatan Kebasen. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari persiapan survei yaitu bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020 dengan metode survei pada tingkat ketelitian semi detail dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat dengan cara menumpang susunkan (overlay) peta yaitu Peta Administrasi, Peta Penggunaan Lahan, Peta Kemiringan Lereng dan Peta Jenis Tanah kecamatan Kebasen. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks, C-organik, C/N rasio dan S-tersedia. Hasil analisis sifat kimia tanah di lahan sawah Kebasen menunjukkan bahwa pH tanah rata-rata bersifat netral, daya hantar listrik rata-rata sangat baik, potensial redoks rata-rata termasuk pada kelas tereduksi, kandungan C-organik rata-rata rendah, kandungan sulfur tersedia rata-rata tersedia sedang dan C/N rasio rata-rata sedang. Korelasi antar variabel juga menunjukkan bahwa pada kedalaman tanah 0-25 cm 58,34% hasil tanaman kedelai di lahan sawah dipengaruhi oleh daya hantar listrik, kemudian pada kedalaman tanah 25-50 cm 48,66% hasil tanaman kedelai di lahan sawah dipengaruhi oleh pH H2O dan hasil tanaman kedelai pada kedalaman tanah 0-50 cm lebih banyak dipengaruhi oleh pH KCl yaitu sebesar 63,07%. Beberapa tanah masih ada yang bersifat masam, sehingga perlu dilakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian. Kandungan organik yang terkandung juga masih bersifat rendah, sehingga perlu dilakukan pemupukan dengan takaran tertentu sesuai kebutuhan.The purpose of this study is to determine the chemical properties of the soil including soil pH, electrical conductivity, redox potential; C-organic, available of Sulfur, and C/N ratio in paddy fields in Kebasen sub-district and provide recommendations for organic fertilizer for paddy fields in Kebasen. This research was carried out starting from the preparation of the survey, from November 2019 to February 2020 with a survey method at the level of semi-detailed accuracy with a scale of 1:50.000. Determination of sample points is based on the Homogeneous Land Unit Map made by overlapping maps, namely Administrative Maps, Land Use Maps, Slope Slides Maps, and Land Types Maps of Kebasen.
The observed variables included pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity, Redox Potential, C-organic, C/N ratio and S-available. The results of the analysis of the soil chemical properties in the Kebasen paddy fields showed that the average soil pH was neutral, the average conductance of electricity was very good, the average redox potential included in the reduced class, the average C-organic was low, the average sulfur of available was medium available and average C/N ratio was medium available. Correlation between variables also showed that at soil depth 0-25 cm 58.34% soybean crop yields in paddy fields were affected by electrical conductivity, then at soil depth 25-50 cm 48.66% soybean crop yields in paddy fields were affected by pH H2O and the yield of soybean plants in soil depth of 0-50 cm was more influenced by pH of KCl that was equal to 63.07%. Some of the lands are still acidic, so liming needs to be done using agricultural lime. The organic content contained is also still low, so fertilization needs to be done with a certain dose as needed.
2611629478E1A116059IZIN POLIGAMI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 1675/Pdt.G/2018/PA.Pwt)ABSTRAK

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menganut azas monogami, Artinya hanya terdiri dari seorang suami dan seorang isteri. Azas monogami lebih ditegaskan lagi pada Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang No.1 Tahun 1974. Namun azas tersebut memiliki pengecualian sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 3 Ayat (2) yaitu seorang suami dapat beristerikan lebih dari seorang (poligami) meski hal tersebut dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan, tetapi hanya dapat dilaksanakan apabila si suami memenuhi beberapa persyaratan tertentu dan diputuskan di pengadilan. Syarat yang ketat dalam poligami yaitu salah satunya harus mampu berlaku adil.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami pada Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor : 1675/Pdt.G/2018/PA.Pwt. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian berupa prespektif analitis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan inventarisasi data, metode analisis menggunakan normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa majelis hakim lebih mengedepankan syarat komulatif yang terdapat pada Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan dan menghindari kemudhorotan agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama.
Kata kunci: perkawinan, monogami, poligami, berlaku adil
ABSTRACT

Law Number 1 of 1974 concerning Marriage adheres to the principle of monogamy, meaning that it only consists of a husband and a wife. The principle of monogamy is further emphasized in Article 3 paragraph (1) of Law No.1 of 1974. However, this principle has exceptions as stated in Article 3 Paragraph (2), namely that a husband can have more than one inscription (polygamy) even though this is the case. desired by the parties concerned, but can only be implemented if the husband fulfills certain conditions and it is decided in court. One of the strict conditions in polygamy is that one must be able to act fairly.
The formulation of the problem in this study is how the judges' legal considerations in granting the application for polygamy permits in the Purwokerto Religious Court Decision Number: 1675 / Pdt.G / 2018 / PA.Pwt. The method used is juridical normative, the research specification is in the form of an analytical perspective, the data collection method uses literature study and data inventory, the analysis method uses qualitative normative.
The results showed that the panel of judges prioritized the cumulative requirements contained in Article 5 Paragraph (1) of the Marriage Law and avoided deprivation so as not to commit acts prohibited by religion.
Keywords: marriage, monogamy, polygamy, fair cooperation
2611729479A1D016166Potensi BIO T10 (Trichoderma sp.) untuk Mengendliakan Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) Pada Tanaman TomatTanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) adalah tanaman semusim berbentuk perdu dan termasuk ke dalam famili solanaceae. Kendala dalam budidaya tanaman tomat adalah adanya organisme pengganggu tanaman, salah satunya nematode puru akar (Meloidogyne spp.). BIO T10 merupakan biopestisida hasil metabolit sekunder jamur antagonis Trichoderma harzianum yang dapat digunakan sebagai agensia pengendali hayati. Penelitian bertujuan menguji konsentrasi BIO T10 efektif terhadap mortalitas nematoda puru akar, menguji pengaruh frekuensi BIO T10 terbaik dalam mengendalikan nematoda puru akar pada tanaman tomat, dan mengkaji pengaruh aplikasi BIO T10 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan November 2019 hingga Maret 2020. Uji in vitro menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu kontrol, BIO T10 1%, BIO T10 2%, BIO T10 3%, dan BIO T10 4%. Uji in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu kontrol, frekuensi aplikasi BIO T10 2 kali, frekuensi aplikasi BIO T10 4 kali, frekuensi aplikasi BIO T10 6 kali, aplikasi nematisida (karbofuran 3%). Variabel yang diamati pada uji in vitro yaitu mortalitas larva, dan pada uji in planta yaitu tingkat kerusakan akar, populasi akhir nematoda di dalam tanah, bobot akar segar, dan bobot tajuk segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi BIO T10 mampu menimbulkan mortalitas nematoda puru akar, nilai LC50 yang dihasilkan sebesar 3,4% dan LC95 sebesar 8,9%. Semua frekuensi pemberian BIO T10 mampu menekan tingkat kerusakan akar, dan hanya frekuensi 6 kali mampu menekan populasi nematoda di dalam tanah. BIO T10 belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan pada tanaman tomat.
Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) is a shrub seasonal crop and belongs to the solanaceae family. One of the cultivation obstacles is the root knot nematode (Meloidogyne spp.). BIO T10 is a biopesticide produced by the secondary metabolite of the antagonistic fungus Trichoderma harzianum used as a biological control agent. The research aimed to test the effective concentration of BIO T10 on root knot nematode mortality, the effect of the best BIO T10 frequency in controlling root knot nematode in tomato plants, and their effect on the growth of tomato plants.
The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from November 2019 to March 2020. The in vitro test used a Randomized Block Design with 5 treatment and 5 replications, namely control, of BIO T10 1 %, BIO T10 2%, BIO T10 3%, and BIO T10 4%. In planta test used a randomized block design with 5 treatments and 5 replications, namely control, BIO T10 application frequency 2 times, BIO T10 application frequency 4 times, BIO T10 application frequency 6 times, nematicide application (carbofuran 3%). Variables observed were larval mortality, level of root knot, final population of nematodes in the soil, root fresh weight, and shoot fresh weight.
The results showed that BIO T10 were able to cause root knot nematode mortality, the resulting LC50 value was 3.4% and LC95 was 8.9%. All frequencies of BIO T10 were able to reduce the level of root damage, and only 6 times the frequency was able to suppress the nematode population in the soil. BIO T10 could not able to increase the growth of tomato plants.
2611829481B1A016116Pertumbuhan Koloni Lebah (Tetragonula laeviceps) dan Hubungannya dengan Jumlah Ketersediaan Polen dan Madu dalam SarangLebah Tetragonula merupakan lebah tidak bersengat (stingless bee), family Apidae, dan sub family Meliponinae. Lebah membutuhkan nektar dan polen untuk mempertahankan kehidupan serta menjaga pertumbuhan dan perkembangan koloni. Ketersediaan sumber pakan berupa polen dan nektar sangat berpengaruh terhadap perkembangan koloni. Nektar dan polen yang dikumpulkan oleh lebah sebagai sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral yang esensial dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, memperbaiki jaringan dan menstimulasi perkembangan kelenjar hypopharyngeal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah sel polen dan sel madu dengan jumlah sel anakan Tetragonula laeviceps, serta mengetahui fluktuasi jumlah sel polen dan sel madu antar waktu.
Penelitian ini dilakukan di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Jumlah sel polen, sel madu, dan sel anakan di dokumentasikan dan dihitung setiap minggu selama 8 minggu. Hasil perhitungan dimasukkan kedalam tabel pengamatan. Variabel penelitian meliputi variabel bebas adalah jumlah sel polen dan sel madu. Variabel terikat adalah jumlah sel anakan. Parameter yang diamati meliputi parameter utama yaitu jumlah sel anakan, sedangkan parameter pendukung meliputi jumlah sel polen dan sel madu. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah sel polen dan sel madu berpengaruh terhadap jumlah anakan, dan fluktuasi pada jumlah sel polen dan madu antar waktu cukup tinggi.
The Tetragonula is a stingless bee, a family Apidae, and a sub-family Meliponinae. Bees need nectar and pollen to preserve life and preserve the growth and development of the colony. The availability of pollen and nectar feed sources greatly affects the development of the colony. Nectar and pollen collected by bees as a source of carbohydrates, proteins, fats, vitamins, essential minerals are needed for growth, development, tissue repair and stimulating the development of the hypopharyngeal gland. The study aims to find out the relationship between the number of pollen cells and the honey cells with the number of Tetragonula laeviceps tiller cells, and to determine the fluctuation in the number of pollen cells and the honey cells over time.
This research was conducted in Serang village, Karangreja, Purbalingga, Central Java. The research method used is a survey method. The number of pollen cells, honey cells, and tiller cells is documented and calculated every week for 8 weeks. Calculation results are inserted into the observation table. The research variables include free variables are the number of pollen cells and honey cells. Bound variables are the number of tiller cells. The observed parameters include the main parameter of the number of the saplings, while the supporting parameters include the number of the pollen and the honey cell. The results of the study showed that the number of pollen cells and honey cells affected the number of saplings, and the fluctuations in the number of pollen cells and honey between time were high enough.
2611929483J1B015007Pandangan Dunia Pengarang Tentang Perempuan dalam Enam Kumpulan Cerpen karya Djenar Maesa AyuPenelitian ini berjudul “Pandangan Dunia Pengarang tentang Perempuan dalam Enam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu”. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan pandangan Djenar Maesa Ayu tentang dunia perempuan dan memberikan sumbangan pengembangan penelitian bidang kesusastraan. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis.
Adapun hasil analisis penelitian kumpulan cerpen karya Djenar Maesa Ayu ini menunjukkan keresahan Djenar Maesa Ayu terhadap dunia perempuan dan sebagai perempuan. Fenomena dalam dunia perempuan yang semakin hari mengakibatkan kegelisahan, baik bagi orang yang mengalami atau hanya melihatnya. Penindasan perempuan merupakan salah satu fenomena yang ada. Penindasan secara verbal lebih mendominasi daripada penindasan secara fisik. Namun, tidak semua perempuan melakukan perlawanan yang sesuai dengan teori Simone de Beauvoir. Setidaknya mereka mencoba untuk keluar dari penderitaan tersebut.



This research is titled “The World View of the Author about Women in Six Collection of Short Stories by Djenar Maesa Ayu”. The aim of this research is to explain Djenar Maesa Ayu's view of the world of women and to enrich further references and improvements in literature field. The type of this research is a qualitative research with descriptive analysis method and uses a feminist literary criticism approach.
As for the results of research analysis of a collection of short stories by Djenar Maesa Ayu, this shows Djenar Maesa Ayu's anxiety towards the world of women and as a woman. The Phenomenon in women's world day by day causes anxiety, whether for people who experience it or only see it. The oppression of women is one of the phenomena that exists. Verbal oppression is more dominant than physical oppression. However, not all women put up a fight according to the Simone de Beauvoir theory. At least they tried to get out of that suffering.


2612029482J1B015022Analisis Wacana Kritis Poster Kampanye Caleg Kabupaten Banyumas Dapil II 2019Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis Poster Kampanye Caleg Kabupaten Banyumas Dapil II 2019”. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial pada poster kampanye caleg Kabupaten Banyumas dapil II 2019 berdasarkan analisis wacana kritis model Van Dijk. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah wacana tulis yaitu bahasa pada kampanye caleg Kabupaten Banyumas dapil II 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan metode lanjutannya teknik bebas libat cakap kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode analisis wacana kritis model Van Dijk. Analisisnya digambarkan melalui tiga dimensi yaitu analisis struktur teks, kognisi sosial, dan konteks. Masing-masing dimensi memiliki beberapa struktur/tingkatan. Data disajikan secara formal dan informal. Jumlah data penelitian ini adalah 40 poster kampanye caleg.
Dalam penelitian ini terdiri dari struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Struktur teks dari poster kampanye caleg Kabupaten Banyumas dapil II 2019 ditemukan beberapa macam tema seperti publikasi, promosi, permintaan, himbauan, merakyat, ajakan, dan seruan. Dari segi skematik memiliki alur yang sama yaitu dimulai dengan permintaan doa dan dukungan, kemudian gambar bagian surat suara, foto caleg, dan informasi sebagai caleg DPRD Kabupaten Banyumas dan nama-nama daerah pemilihan II Kabupaten Banyumas. Dari segi semantik ditemukan 33 elemen latar, 40 elemen detil, dan 26 elemen maksud. Dari segi sintaksis data pada penelitian ini menggunakan kata, frasa, klausa, kalimat, dan adanya kohesi serta koherensi. Dari segi stilistik leksikon yang digunakan merupakan kata berimbuhan serta berupa kata kerja, kata sifat, dan kata benda. Dari segi retoris data dalam penelitian ini menggunakan elemen grafis seperti gambar, foto, dan tulisan yang dibuat berbeda baik dari segi warna, ukuran, jenis huruf, dan tebal. Berdasarkan kognisi sosial dari poster kampanye caleg Kabupaten Banyumas dapil II 2019 ditemukan 26 skema peristiwa, 40 skema peran, 40 skema diri, dan 31 skema person. Selanjutnya berdasarkan konteks, praktik kekuasaan didasarkan pada partai politik yang memiliki pengaruh cukup kuat, sedangkan akses diperoleh dari poster yang diletakkan di tepi jalan, logo partai, dan foto tokoh penting.
The research is titled “An Analysis of Critical Discourse Analysis Campaign posters of the Legislative Candidate in Banyumas II 2019”. The purpose of this research is to describe the structure of the text, social cognition, and social context on the campaign posters of the legislative candidate Banyumas II 2019 based on the analysis of Van Dijk’s critical discourse. The form of this research is descriptive qualitative. The data analyzed were written discourse, namely language in the Banyumas regency campaign district II 2019. The data collection method used was the method of listening with the basic techniques of tapping techniques and the subsequent methods of competent free and involved techniques then continued with the note taking technique. The method used to analyze the data is the critical discourse analysis method of the Van Dijk model. The analysis is depicted through three dimensions, namely analysis of text structure, social cognition, and context. Each dimension has several structures / levels. Data is presented formally and informally. The amount of data from this research is 40 campaign candidates' posters.
In this study consists of text structure, social cognition, and social context. The structure of the text of the campaign posters of the Banyumas Regency District dapil II 2019 found several themes such as publications, promotions, requests, appeals, people, invitations, and appeals. In terms of schematic it has the same flow that starts with a request for prayer and support, then draws part of the ballot paper, photo of the legislative candidate, and information as a legislative candidate in the Banyumas Regency DPRD and the names of the electoral area II of Banyumas Regency. In terms of semantics found 33 background elements, 40 detailed elements, and 26 intent elements. In terms of syntactic data in this study using words, phrases, clauses, sentences, and the presence of cohesion and coherence. In terms of the lexicon stylistic used, they are affixed words and are verbs, adjectives, and nouns. In terms of rhetorical data in this study using graphic elements such as pictures, photographs and writing that are made different both in terms of color, size, typeface, and thickness. Based on the social cognition of the campaign posters of the Banyumas Regency District dapil II 2019, there were 26 event schemes, 40 role schemes, 40 self schemes, and 31 person schemes. Furthermore, based on context, the practice of power is based on political parties that have a strong enough influence, while access is obtained from posters placed at the curb, party logos, and photos of important figures.