Artikel Ilmiah : F1A016059 a.n. CICI PRAMESTI TIKA PRATIWI
| NIM | F1A016059 |
|---|---|
| Namamhs | CICI PRAMESTI TIKA PRATIWI |
| Judul Artikel | RELASI SOSIAL SUAMI ISTRI PADA KELUARGA PEREMPUAN PEKERJA PABRIK RAMBUT PALSU DAN BULU MATA PALSU DI DESA TALAGENING KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perubahan peran antara suami dan istri dapat terjadi ketika dalam sebuah keluarga istri bekerja di ranah publik. Terbentuk pola relasi baru antara suami dan istri dalam pembagian tugas rumah tangga dan pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan memahami dan mendeskripsikan relasi sosial suami istri pekerja pabrik rambut palsu dan bulu mata palsu di Desa Talagening Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sementara teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, stereotip masyarakat yang sudah menjadi kultur bahwa perempuan mengurus rumah tangga dan suami menjadi pencari nafkah ternyata masih melekat hingga saat ini. Namun modernisasi dan industrialisasi memberikan ruang bagi perempuan dapat berkontribusi di sektor publik, yaitu dengan bekerja. Kedua, pasangan suami istri membentuk sebuah relasi dalam keluarga. Dalam hal ini, menyangkut pembagian tugas dan pengambilan keputusan urusan rumah tangga. Telah terjadi perubahan pola relasi antara suami istri pada keluarga perempuan buruh pabrik bulu mata palsu dan rambut palsu. Pola relasi dalam pembagian tugas membentuk pola relasi head complement dan equal patner. Berbeda dari pola head complement pada umumnya di mana suami berperan sebagai head dan istri sebagai complement, Suami dan istri memutuskan untuk mengatur kehidupan secara bersama. Pada pola equal partner tugas suami dan istri sama-sama mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Tidak hanya dalam pembagian tugas keluarga, pengambilan keputusan juga menggunakan pola relasi equal patner dan senior junior patner. Pada pengambilan keputusan ada keluarga yang menggunakan pola relasi equal patner karena pengambilan keputusan disepakati secara bersama .Ada pula keluarga yang menggunakan pola relasi senior junior patner namun istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to understand and describe the social relations of husband and wife workers of fake eyelashes and wigs in the village of Talagening, Purbalingga Regency. The study was conducted using qualitative research methods with a case study approach. While the informant selection technique used is purposive sampling. The data in this study were collected through interview, observation and document study techniques. The collected data is then analyzed using interactive analysis techniques. For the validity of the data, source triangulation techniques are used. The results of this research show, first, stereotypical society that has become culture that women take care of the household and husband to be the breadwinner is still attached to the present. But modernization and industrialization make room for women to contribute in the public sector, that is by working. Secondly, married couples form a relationship in the family. In this case, the division of tasks in household management and decision-making in the family. There has been a relationship pattern change between husband and wife on the female family of false eyelash and false hair. The relationship pattern in the task Division in the family takes the form of the head complement and equal patner relationship patterns. Different from the general head complement pattern in which the husband plays the head and wife as complement, husband and wife decide to organize life together. On an equal pattern partner's duties husband and wife both take care of the household and educate the child. Not only in family work sharing, decision making also uses equal Patner and senior junior Patner relationship patterns. At decision making there is a family that uses equal patner relationship patterns because decision making is agreed together. There are also families who use the relationship pattern of a senior junior Patner but the wife has greater power in decision making. Keywords: Relationship patterns, family, husband and wife. |
| Kata kunci | Kata kunci : pola relasi, keluarga, suami-istri |
| Pembimbing 1 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Nanang Martono, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Ratna Dewi, M.A. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2020-08-19 22:57:52.22793 |