Artikelilmiahs

Menampilkan 2.581-2.600 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
258112351H1D010063PENGARUH VARIASI PANJANG DAN JUMLAH ANGKUR DIAPHRAGM WALL TERHADAP STABILITAS TANAH GALIAN BASEMENTDalam perencanaan pembangunan sebuah gedung perkantoran, pertokoan, maupun apartemen, diperlukan lahan parkir yang cukup luas. Hal inilah yang menjadi permasalahan tersendiri bagi pengembang karena tidak dimungkinkan lagi pembangunan secara horizontal sebab adanya keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Karena itu, dibutuhkan solusi berupa pembangunan ke bawah tanah guna memenuhi lahan parkir seperti penggunaan basement.
Jenis struktur dinding penahan tanah yang umum digunakan dalam konstruksi basement ialah jenis diaphragm wall. Bentuk dari struktur diaphragm wall yang tipis dan panjang sangatlah rentan dalam menahan tekanan tanah lateral yang terjadi, sehingga diperlukan adanya perkuatan dengan cara menambahkan angkur. Penentuan stabilitas lereng yang diperkuat adanya struktur diaphragm wall dengan angkur sebagai support dapat dilakukan melalui pengujian langsung dilapangan, pemodelan di laboratorium dan perhitungan matematis dengan metode elemen hingga. Pengujian di lapangan dan pemodelan di laboratorium membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Perhitungan elemen hingga umumnya sulit untuk dilakukan secara manual, sehingga diperlukan bantuan dengan menggunakan program komputer. Salah satu program komputer yang menggunakan prinsip elemen hingga untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan geoteknik termasuk permasalahan stabilitas lereng adalah Program PLAXIS V8.2.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode analisis numerik, dimana data analisis diperoleh dari data pembangunan kantor ”SIMA OFFICE TOWER @SIMA IZZAR MIX USED DEVELOPMENT” yang berlokasi di Jakarta Selatan. Data analisis merupakan kombinasi dari berbagai data angkur seperti data panjang angkur dan data jumlah angkur. Kombinasi dari berbagai data analisis menghasilkan 34 variasi data analisis.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin panjang dan banyak angkur yang dipasang akan semakin meningkatkan stabilitas tanah pada galian basement, karena penambahan nilai panjang dan jumlah angkur tersebut akan memperkecil nilai deformasi dan akan memperbesar nilai safety factor pada konstruksi diaphragm wall. Pemasangan 1 angkur dengan panjang 13 meter pada konstruksi diaphragm wall ternyata belum menunjukan angka aman dalam menahan lereng karena nilai safety factor yang dihasilkan ≤ 1. Kombinasi efektif antara panjang dan jumlah angkur pada konstruksi diaphragm wall ditunjukan pada pemasangan 2 angkur dengan panjang angkur masing – masing 19 meter. Nilai deformasi dan nilai safety factor yang dihasilkan ialah 18,024 cm dan 1.616.
In planning the construction of an office building, shops, and apartments, a wide parking lot is quite required. This has become a problem for developers because it is no longer possible to build the horizontal development due to limited lands in urban areas. Therefore, the developers need a solution, such as the underground building in order to fill the needed of parking lot, like the use of basement.
The type of retaining wall structures that are commonly used in basement construction is diaphragm wall type. The shape of diaphragm wall structure which is very thin and long is vulnerable to withstand the lateral earth pressure that occurs, so it is necessary to strengthen it by adding anchor. The determination of slope stability reinforced by diaphragm wall structure with anchors as supporters can be done through testing directly in the field, modeling in the laboratory and mathematical calculations using the finite element method. Testing in the field and modeling in the laboratory take long time and cost. Finite element calculation is generally difficult to do manually, so that the help of computer programming is needed. One of the computer programs that use the principles of finite element to solve geotechnical problems including slope stability problem is PLAXIS V8.2 program.
The method used in this research is a numerical analysis method, where the data analysis is obtained from office development "SIMA OFFICE TOWER DEVELOPMENT SIMA IZZAR MIX USED" data which is located in South Jakarta. Data analysis is a combination of various anchors data such as length anchors data and the amount of anchor data. The combination of various data analysis produced 34 variations of the data analysis.
The result of the research showed that the longer and more anchors are installed will increase the stability of the soil in the basement excavation, because the addition of the length and number of anchor will reduce deformation value and increase safety factor value in the construction of diaphragm wall. Installing 1 anchor with a length of 13 meters of diaphragm wall construction is not yet secure in holding the slope because the result of the safety factor is ≤ 1. The effective combination between the length and number of anchors on the diaphragm wall construction is shown in the installation of 2 anchors with the length of 19 meters for each anchor. The deformation value and safety factor value that is resulted is 18.024 cm and 1,616.
258212352C1L009033ROLE OF MANAGER EDUCATION, CAPITAL STRUCTURE, LEASES EXPENSES, AND BUSINESS AGE ON PROFITABILITY (SURVEY ON SMEs CULINARY IN PURWOKERTO)
The purpose of this study was to examine the effect of managers education, capital structure, leases expenses, and business age on profitability. Method of analysis of this research was quantitative by using multiple regression analysis. In the study, there was a structural equation model to test the effect of manager education, capital structure, leases expenses, and business age on profitability. The sample of this study was consisted of 67 small and medium enterprises (SMEs) located in Purwokerto drawn by using purposive sampling method. The results of this study are (1) managers education has a significant effect on profitability. (2) capital structure has a significant effect on profitability. (3) leases expenses do not have a significant effect on profitability. (4) business age does not have a significant effect on profitability.The purpose of this study was to examine the effect of managers education, capital structure, leases expenses, and business age on profitability. Method of analysis of this research was quantitative by using multiple regression analysis. In the study, there was a structural equation model to test the effect of manager education, capital structure, leases expenses, and business age on profitability. The sample of this study was consisted of 67 small and medium enterprises (SMEs) located in Purwokerto drawn by using purposive sampling method. The results of this study are (1) managers education has a significant effect on profitability. (2) capital structure has a significant effect on profitability. (3) leases expenses do not have a significant effect on profitability. (4) business age does not have a significant effect on profitability.
258312353H1D011061PERBANDINGAN KINERJA MODEL STRUKTUR GEDUNG DI WILAYAH BARLINGMASCAKEB PADA KONDISI TANAH LUNAK AKIBAT BEBAN GEMPA SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012Peraturan gempa Indonesia yang baru, SNI-03-1726-2012 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung) menetapkan prosedur perhitungan geser dasar seismik yang berbeda dengan peraturan gempa Indonesia yang akan berdampak pada kinerja struktur gedung. Dalam penelitian ini dilakukan analisis perbandingan kinerja model struktur gedung dengan menggunakan metode statik ekivalen dan dinamik respon−termasuk perbandingan respon spektrum−akibat beban gempa SNI-03-1726-2002 dan SNI-03-1726-2012 serta analisis pushover. Lokasi tinjauan pada penelitian ini adalah Barlingmascakeb yang merupakan akronim dari nama lima Kabupaten yang melakukan kerjasama (Kab. Banjarnegara, Kab. Purbalingga, Kab. Banyumas, Kab. Cilacap, dan Kab. Kebumen). Pemodelan yang dibuat yaitu model struktur gedung 5 lantai pada kelas situs E (tanah lunak). Hasil yang didapatkan ialah terjadi penurunan nilai percepatan gempa pada kurva respon spektrum untuk Wilayah Barlingmascakeb. Selain itu, terjadi penurunan juga untuk nilai gaya geser, simpangan tingkat, rasio simpangan, dan taraf kinerja gedung untuk Wilayah Barliingmascakeb. Oleh karena itu, untuk gedung yang sudah berdiri tidak diperlukan perlakuan khusus karena terjadi penurunan nilai beban gempa.

Indonesia's new earthquake regulations, SNI-03-1726-2012 (Planning Procedures for Earthquake Resistance for Building Structure and Non Building) establish procedures of seismic base shaer calculations which is totally different from the previous regulations Indonesian earthquake that will have an impact on the performance of the building structure. This research will be carried out analysis of performance comparison the model of the building structure using static equivalent and response dynamic method−including comparison of spectrum response−due to seismic load SNI 03-1726-2002 and SNI 03-1726-2012. Observation site in this research is Barlingmascakeb area which is an acronym of the names of five districts that make cooperation (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap and Kebumen). Modeling building structure is the model structure of 5-storey building with the site class E (soft soil). The result of this research is obtained the value of seismic acceleration response spectrum curve for Barlingmascakeb area has decreased. In addition, the decrease also occurs in shear force values, storey drift, drift ratio, and performance lavel of building for Barlingmascakebarea. Therefore, for a building that had built not needed special treatment because of the seismic load value has decreased.

258412354H1D011002PERILAKU LENTUR PELAT BETON PRACETAK BERONGGA MENGGUNAKAN BETON MUTU K-225 DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGANBerat sendiri pelat beton bertulang mempunyai pengaruh yang besar terhadap berat total bangunan karena memiliki volume beton yang besar. Pelat beton berongga merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi berat sendiri pelat. Rongga ditempatkan pada daerah yang tidak menahan gaya tekan dan diharapkan tidak menurunkan kapasitas lentur dari pelat.
Penelitian ini membahas kapasitas lentur, kekakuan lentur, lendutan dan pola retak pada pelat beton berongga dengan variasi diameter tulangan. Benda uji terdiri atas pelat beton masif sebagai pembanding, pelat beton berongga tipe 1 dengan menggunakan pipa PVC sebagai rongga dan pelat beton tipe 2 dengan menggunakan styrofoam sebagai rongga. Tulangan baja menggunakan diameter 10 mm polos, 10 mm ulir, 12 mm polos dan 13 mm ulir. Tebal pelat yang digunakan adalah 12 cm.
Dari hasil penelitian didapatkan pelat beton berongga tipe 1 dan tipe 2 mampu mereduksi berat sendiri pelat sebesar 24% dan 25% dari berat pelat beton masif. Kapasitas beban lentur yang dihasilkan pelat beton berongga tipe 2 lebih tinggi dibandingkan dengan pelat beton berongga tipe 1. Namun keduanya masih mempunyai kapasitas beban lentur yang lebih rendah dibandingkan pelat beton masif pada semua diameter tulangan. Nilai kekakuan lentur hasil pengujian pelat beton masif memiliki nilai yang lebih besar dari pelat beton berongga tipe1 maupun tipe 2. Retak yang terjadi pada pelat beton masif adalah retak lentur. Sementara itu retak yang terjadi pada pelat beton tipe 1 dan tipe 2 adalah retak geser.
The total weight of the building is greatly influenced by reinforced concrete slab own weight because it has a large volume of concrete. Hollow concrete slab is one of alternative to reduce the weigh of its own slab. Cavities are placed in areas that do not withstand the compressive force and expected not to decrease bending capacity of the plate.
This study discusses the bending capacity, bending stiffness, deflection and crack patterns on hollow concrete slab with a variation in the diameter of reinforcement. Test specimen consist of a massive concrete as a comparison, hollow concrete slab type 1 by using PVC pipe as the cavity and the concrete slab type 2 by using styrofoam as a cavity. Reinforcing steel using diameter of 10 mm plain bar, 10 mm deformed bar, 12 mm plain bar and 13 mm deformed bar. Thick slab used are 12 cm. Test using two points load at a distance of one-third span concrete slab.
From the results, hollow concrete slab type 1 and type 2 can reduce the weight of its own slab by 24% and 25% compared to the weight of the massive concrete slab. Flexural strength resulting hollow concrete slab type 2 higher than the hollow concrete slab type 1. However, both the flexural strength is lower than the massive concrete slab in all reinforcement diameter. The value of bending stiffness test results massive concrete slab has a value greater than hollow concrete slab type 1and type 2. Cracks that occur on massive concrete slab is flexural crack. Meanwhile, the cracks that occur on the concrete slab type 1 and type 2 is a shear crack.
258512382H1G010026PENGARUH WAKTU TINGGAL LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DALAM SISTEM TRICKLING FILTERLimbah cair yang dikeluarkan oleh industri tahu masih menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya limbah industri ini mengandung senyawa organik yang tinggi. Salah satu pengolahan yang efektif dan efisien yaitu menggunakan sistem trickling filter dengan menggunakan waktu tinggal yang terbaik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan kandungan limbah cair tahu dengan menggunakan sistem trickling filter, mengetahui waktu tinggal yang terbaik dari sistem trickling filter dan mengetahui effluent dari sistem trickling filter apakah sesuai standar baku mutu limbah cair tahu. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan tujuh perlakuan waktu tinggal (0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, 10 hari, dan 12 hari) dan tiga kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem trickling filter mampu menurunkan kandungan bahan organik (BOD dan TSS) masing-masing sebesar 4250,0 mg/L (98,77%) selama 6 hari dan 468,7 mg/L (84,76%) selama 4 hari. Nilai tersebut sudah memenuhi standar baku mutu limbah cair tahu untuk dibuang dalam badan perairan Perda Jateng No.5 Tahun 2012.

The liquid waste which was produced by the tofu industry still gives a negative impact to the environment, it’s because the waste contains a high level of organic compounds. One of the most effective and efficient process is the trickling filter system which use the best retention time. The purpose of this research is to know the reduction of organic matters using trickling filter system, retention time of the system and the effluent of the system. The method in this research is an experimental method using seven treatment (0 day, 2 day, 4 day, 6 day, 8 day, 10 day and 12 day) and three times repetition using Completely Randomized Design (CRD) and Honest Significantly Difference (HSD). The result of this research showed that trickling filter system can reduce organic matters (BOD and TSS) each as much as 2536,7 mg/L (98,77%) in 6 days and 191,7 mg/L (84,76%) in 4 days. The values showed have fulfilled the standard quality of Perda Jateng No.5 Year 2012 to be discharged into open water.

258612357E1A010138PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DARI PRODUK YANG TIDAK MENCANTUMKAN PETUNJUK PENGGUNAAN MANUAL DALAM BAHASA INDONESIA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMASPerlindungan hukum pada hakekatnya adalah upaya yang dilakukan untuk menjamin adanya kepastian hukum berdasarkan pada keseluruhan peraturan atau kaidah-kaidah yang ada dalam suatu kehidupan bersama. Pasal 8 ayat (1) huruf J Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, mengatur bahwa pelaku usaha dilarang untuk tidak mencantumkan Informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia. Di dalam peraturan menteri, barang yang dimaksud Pasal tersebut adalah barang produk telematika dan elektronika. Namun disayangkan tidak semua pelaku usaha mematuhi Peraturan tersebut sehingga membuat konsumen dirugikan dan dilanggar haknya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan terkait perlindungan hukum bagi konsumen terhadap haknya untuk mendapatkan keamanan, kenyamanan, keselamatan dan informasi dari produk yang tidak mencantumkan petunjuk penggunaan (manual) dalam bahasa Indonesia di wilayah Kabupaten Banyumas. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach) Data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder dan data primer yang disajikan secara deskriptif disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil dari penelitian didapat bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen dari produk yang tidak mencantumkan petunjuk penggunaan manual diwilayah kabupaten banyumas, secara normatif terpenuhi dimana dinas perdagangan kabupaten Banyumas sebagai salah satu yang memiliki kewenangan melakukan perlindungan konsumen telah melakukan pembinaan, pengawasan dan bahkan sanksi sebagai wujud perlindungan hak konsumen atas keamanan, selain itu dinas perdagangan kabupaten banyumas memfasilitasi konsumen yang dirugikan apabila melapor dan mengupayakan konsumen untuk memperoleh gantirugi yang berupa pengembalian uang konsumen atau penggantian produk dengan produk yang sejenis.
Legal Protection is essentially an effort to ensure legal certainty based on rules or norms that exist in the life of society. Article 8 paragraph (1) letter J Indonesian Act Number 8 of 1999 about Consumer Protection ruled a businessman are prohibited not to include the information and / or using instructions of goods in Indonesian language. In the ministerial regulation, the good that defined by the article is telematics product and electronic goods. Unfortunately, not all of the businessman obey the rules so as to make the rights of consumer harmed.
The purpose of this research is to find out and explain things that related with legal protection for consumers toward their rights to get security, comfort, safety and information of product that has not include a using instruction (manual instruction) in Indonesian in the district of Banyumas. This type of research which used in this research is juridical normative with statute approach. The data in this research come from secondary data and primary data were presented descriptively and systematically compiled and analyzed by qualitative normative method.
The result of this research had been found that legal protection toward the consumers from products which is not include manual instruction in the region of Banyumas, normatively had been fulfilled where the ministry of commerce as one of the parties that have an authorization to do a legal protection toward consumers had been done to do a mentoring, supervising, and giving a sanction as an implementation of Legal protection toward consumer rights for security, otherwise the ministry of commerce district Banyumas had facilitating a consumer that harmed if they reporting and trying to support the costumer to get a compensation such as giving back the customer’s money or changing the product with another product that have a similar type.
258712356B1J011105PENGARUH LAMA PERENDAMAN MINYAK HIDROKARBON HASIL PIROLISIS SAMPAH PLASTIK TERHADAP DAYA SERANG RAYAP TANAH
(Microtermes insperatus Kemner) PADA KAYU ALBASIA
(Albizia falcataria L. Fosberg)
Kayu merupakan komponen penting suatu bangunan. Namun ketersediaan kayu kelas awet I dan II sangat rendah, sedangkan kebanyakan kayu Indonesia rata-rata memiliki tingkat keawetan rendah seperti kayu albasia (Albizia falcataria L. Fosberg) yang rentan terhadap agen perusak kayu terutama rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner). Salah satu alternatif mengatasi keterbatasan kayu kelas awet rendah tersebut, yaitu dengan mengolah kayu kelas awet rendah agar memiliki ketahanan tinggi terhadap agen perusak kayu. Solusi yang ditawarkan adalah dengan merendam kayu ke dalam minyak hidrokarbon hasil pirolisis sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman minyak hasil pirolisis tersebut dalam meningkatkan ketahanan kayu albasia (Albizia falcataria L. Fosberg) terhadap serangan rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner), serta mengetahui lama perendaman minyak hasil pirolisis sampah plastik yang paling efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap), menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Sampel yang digunakan berupa 20 balok kayu albasia (Albizia falcataria L. Fosberg) yang diberi perlakuan perendaman minyak hidrokarbon murni hasil pirolisis sampah plastik dengan lama waktu berbeda yaitu kelompok P0 (0 menit), P1 (5 menit), P2 (10 menit), dan P3 (15 menit). Semua kayu uji diletakkan pada permukaan tanah yang berisi populasi rayap dengan posisi acak. Kemudian ditutup menggunakan karung plastik. Diumpan selama 2 bulan, dengan variabel yang diamati yaitu tingkat ketahanan kayu albasia terhadap serangan rayap tanah, dan parameter berupa selisih antara berat kayu uji utuh sebelum diumpan dengan berat akhir setelah diserang rayap. Metode analisis yang dipakai setelah memperoleh data selisih berat awal kayu uji dengan berat akhir setelah diserang rayap pada masing-masing perlakuan dan ulangan yaitu dengan menggunakan uji F, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman kayu albasia (Albizia falcataria L. Fosberg) ke dalam minyak hidrokarbon hasil pirolisis sampah plastik dapat meningkatkan ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner) dengan kayu uji yang paling tahan yaitu kayu uji P1 (perlakuan 5 menit).
Wood is an essential element of a building. However, the availability of I grade and II grade durable wood is very low, whereas most of Indonesian woods has a low level of durability such as wood Albizia wood (Albizia falcataria L. Fosberg) wich are susceptible against wood destroying agents especially subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner). One alternative to overcome the limitations of low grade durable wood is by processing it in order to have a high resistance against wood destroying agents. The solution offered is to soak the wood into hydrocarbon oil of the result of plastic waste pyrolysis. This study aims to know the effect of the pyrolysis oil submersion in increasing the durability of Albizia wood (Albizia falcataria L. Fosberg) toward the attack of subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner), as well as to know the length of submersion hydrocarbon oil which is most effective in increasing resistance to termite attack (Microtermes insperatus Kemner).
The method used in this research is experimental research Complete Randomized Design, using 4 treatments and 5 replications. The sample used were 20 blocks of Albizia wood (Albizia falcataria L. Fosberg) that were soaked in pure hydrocarbon oil plastic waste pyrolysis results with a different length of time, that is, the group P0 (0 minute), P1 (5 minutes), P2 (10 minutes), and P3 (15 minutes). All test woods are placed on the soil surface which contains a population of termites in a random position. Then sealed using plastic layer. Fed for 2 months, the observed variables were the durability level of Albizia wood to termite attack, and parameters of the difference between the weight of the test wood before fed with a final weight after being attacked by termites. The analytical method used after obtain the data of the weight difference between the test wood before fed with a final weight after being attacked by termites in each treatment and replication is by using the F test, then will be followed by Duncan test. The result showed that Albizia wood (Albizia falcataria L. Fosberg) submersion into the hydrocarbon oil of waste pyrolysis result could improve the endurance toward the attack of subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner) by the most durable wood, that is, P1 test wood (5 minutes treatment).
258812364B1J011036POTENSI Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, DAN Lentinula edodes DALAM MENGHASILKAN β-GLUKAN PADA MEDIUM CAIR DENGAN WAKTU INKUBASI BERBEDA Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, dan Lentinula edodes merupakan jamur dari kelas Basidiomycetes yang bermanfaat bagi manusia karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan obat. Ketiga jamur tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena kandungan gizinya yang baik, dan dipertimbangkan sebagai bahan obat karena menghasilkan β-glukan yang berpotensi sebagai immunomodulator dan antitumor. β-glukan yang berasal dari jamur dapat diisolasi dari miselium yang ditumbuhkan pada medium cair, baik dari biomassa miselium maupun filtrat kultur. Biomassa miselium dan filtrat kultur yang dihasilkan tiap spesies jamur dengan waktu inkubasi yang berbeda menghasilkan bobot kering miselium dan bobot β-glukan yang berbeda. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka telah dilakukan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: mengetahui jenis jamur dan waktu inkubasi yang menghasilkan pertumbuhan miselium paling baik pada Mushroom Complete Medium (MCM); Mengetahui jenis jamur dan waktu inkubasi yang menghasilkan bobot β-glukan tertinggi pada Mushroom Complete Medium (MCM).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah jenis jamur dan lama waktu inkubasi 20, 25 dan 30 hari. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu jenis jamur dengan waktu inkubasi berbeda sedangkan variabel tergantungnya adalah pertumbuhan miselium dan produksi β-glukan. Parameter yang diukur adalah parameter utama yaitu bobot kering miselium dan bobot β-glukan, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH akhir medium. Data bobot kering miselium dan bobot β-glukan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) berdasarkan uji F pada tingkat ketelitian 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kering miselium dan bobot β-glukan berbeda sangat nyata (P < 0,01). Bobot kering miselium rata-rata tertinggi dihasilkan oleh P. cystidiosus dengan waktu inkubasi 25 hari sebesar 0,47 g/100 ml. Bobot β-glukan rata-rata tertinggi dihasilkan oleh P. sajor-caju dengan waktu inkubasi 25 hari sebesar 0,54 g/100 ml.



Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, and Lentinula edodes are fungi of the class Basidiomycetes which beneficial to humans because they were used as food and drug ingredients. Those mushrooms were used as food because of well nutritional content, and considered as a medicinal ingredient for potentially producing β-glucan as an immunomodulator and antitumor. β-glucan which derived from the fungi can be isolated from the mycelium that is grown in a liquid medium, either of mycelium biomass and culture filtrate. Mycelium biomass and culture filtrate were produced by each fungus species with different incubation times will resulted different in mycelium dry weight and β-glucan weight. Based on this background, it has carried out this research with the following objectives: the type of fungus and incubation time that results in the growth of the best mycelium at Mushroom Complete Medium (MCM); This type of fungus and incubation time that results in the highest weight of β-glucan at Mushroom Complete Medium (MCM).
The method used in this study is experimental with Completely Randomized Design (CRD). The treatments were tested by types of fungi and incubation time 20, 25 and 30 days. The variables were used the independent variables were species of fungi with different incubation time, while the dependent variable was the growth of mycelium and the production of β-glucan. The measured parameters were the main parameters such as mycelium dry weight and β-glucan weight, while supporting parameter was the final pH of the medium. The data of mycelium dry weight and β-glucan weight were analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA) F-test based on the accuracy level of 95% and 99%, followed by Least Significant Difference (LSD) test.
The results showed that mycelium dry weight and β-glucan weight were highly significant (P < 0.01). The highest average mycelium dry weight was produced by P. cystidiosus with 25-day incubation time was 0.47 g/100 ml. The highest average β-glucan weight was produced by P. sajor-caju with 25-day incubation time was 0.54 g/100 ml.

258912375C1J010019CORRELATION BETWEEN BANTUAN LANGSUNG SEMENTARA MASYARAKAT (BLSM) AND CONSUMPTION EXPENDITURES OF SOCIETY MEMBER IN CILONGOK SUBDISTRICT IN BANYUMAS REGENCYPenelitian ini berjudul “Hubungan Antara Kebijakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Dan Pengeluaran Konsumsi Masyarakat Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi makan yang dilakukan masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, (2) untuk mengetahui hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi pakaian yang dilakukan masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, (3) untuk mengetahui hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi tempat tinggal yang dilakukan masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Penelitian ini menggunakan metode survey yaitu metode pengumpulan data primer secara langsung dimana peneliti mencatat data seperti apa adanya kemudian menganalisa dan menginterpretasikan data tersebut untuk kemudian berusaha mengambil kesimpulan daripadanya. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 99 orang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis tabulasi, paired t test, dan uji signifikansi.

Hasil dari penelitian ini adalah (1)Nilai t hitung hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi makan masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berada didaerah menolak H0 , yaitu 22,649sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi makan masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. (2) Nilai t hitung hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi pakaian masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berada didaerah menolak H0 , yaitu 14,063 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi pakaian masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.(3) Nilai t hitung hubungan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi tempat tinggal masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berada didaerah menolak H0 , yaitu 9,049 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) dengan pengeluaran konsumsi tempat tinggal masyarakat Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Dengan penelitian ini diharapkan peran pemerintah sebagai tim survey dan penentu sasaran penerima Bantuan Lansgung Sementara Masyarakat (BLSM) harus lebih selektif, tidak hanya bergantung dari data-data yang lama. Sehingga diharapkan ketika ada program kompensasi lainnya lebih tepat sasaran.
This research title is “Correlation Between Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) And Consumption Expenditure Of Society Member In Cilongok Subdistrict In Banyumas Regency”.The purpose of this research are: (1) to determine the correlation between BLSM and food consumption expenditure made by people in Cilongok Sub-district, in Banyumas Regency, (2) to determine the correlation between BLSM and cloth consumption expenditure made by people in Cilongok Sub-district, in Banyumas Regency, (3) to determine the correlation between BLSM and settlement consumption expenditure made by people in Cilongok Sub-district, in Banyumas Regency.

This research used a survey method, which is a method of collecting primary data directly where researchers record the data as it is and to analyze and interpret these data to draw conclusions from it.Data used in this research were primary and secondary data,and number of samples used were 99 person. Data analysis used in this research were tabulation analysis, paired t test and significance test.

The result of this research are : (1) Value of t statcorrelation between of people food consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) located in the area reject H0 is 22.649. It means there is a significant positive correlation between of people food consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (2)Value of t statcorrelation between of people cloth consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) located in the area reject H0 is 14.063. It means there is a significant positive correlation between of people cloth consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). (3)Value of t statcorrelation between of people settlement consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) located in the area reject H0 is 9,049. It means there is a significant positive correlation between of people settlement consumption expenditures before and after receiving Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

This research is expected the government as the survey team and the decision Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) recipients should be more selective, not just rely on the old data. So, hopefully the another compensation programs will be more effective.
259012363H1E008011PERANCANGAN KOLIMATOR NEUTRON UNTUK BNCT DENGAN SUMBER 7Li(p 30 MeV,n)7Be MENGGUNAKAN SOFTWARE MCNPXTelah dilakukan penelitian tentang perancangan kolimator neutron untuk fasilitas Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) dengan sumber neutron yang berbasiskan reaksi 7Li(p,n)7Be menggunakan perangkat lunak Monte Carlo N-Particle X (MCNPX). Berkas proton yang digunakan pada reaksi tersebut memiliki arus 1,1 mA dan bersifat monodirectional serta monoenergetic dengan energi 30 MeV. Spesifikasi dimensi dari setiap komponen kolimator divariasikan untuk mendapatkan desain yang dapat menghasilkan berkas neutron yang optimal mengacu pada kriteria International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulasi menunjukkan bahwa spesifikasi dimensi kolimator neutron yang optimal adalah target 7Li dengan panjang 2,5 cm dan jari-jari 1,5 cm, dinding target dengan material timbal sepanjang 30 cm, moderator air berat dengan panjang 20 cm dan jari-jari 30 cm, moderator aluminium sepanjang 21 cm, reflektor timbal dengan ketebalan 12 cm, filter neutron termal berupa cadmium dengan ketebalan 0,003 cm, aperture dengan celah berjari-jari 6 cm dan panjang total 9,5 cm yang terdiri dari material cadmium sepanjang 0,6 cm dan timbal sepanjang 8,9 cm. Berkas neutron yang dihasilkan memiliki fluks neutron epitermal 4,08×〖10〗^9 neutron 〖cm〗^(-2) s^(-1), dosis neutron cepat tiap fluks neutron epitermal 16,9×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1), dosis gamma tiap fluks neutron epitermal 12×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1), rasio fluks neutron termal terhadap fluks neutron epitermal 0, rasio arus neutron epitermal terhadap total fluks neutron epitermal 0,73. Parameter dosis neutron cepat tiap fluks neutron epitermal dan dosis gamma tiap fluks neutron epitermal belum memenuhi kriteria IAEA yaitu kurang dari 1×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1). Namun untuk parameter dosis gamma tiap fluks neutron epitermal masih berada di dalam batas toleransi IAEA yaitu kurang dari 13×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1).A research of neutron collimator design using Monte Carlo N-Particle X (MCNPX) software for the Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) facility with a neutron source based on 7Li(p, n)7Be reaction has been conducted. Proton beam that is used in the reaction has a current of 1.1 mA and has properties which are monodirectional and monoenergetic with energy of 30 MeV. Dimensional specifications of each collimator’s component are varied to obtain a design that can produce optimal neutron beam refers to the criteria of the International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulations show that the optimal dimensional specifications of neutron collimator are 7Li targets with a length of 2.5 cm and 1.5 cm radius, the target wall based on lead material with 30 cm length, heavy water moderator with a length of 20 cm and 30 cm radius, 21 cm length of aluminum moderators, reflectors based on lead material with a thickness of 12 cm, a thermal neutron filter in the form of cadmium with a thickness of 0.003 cm, slit aperture with a radius of 6 cm and a total length of 9.5 cm which consists of 0.6 cm cadmium material and 8.9 cm lead material. The resulting neutron beam has 4,08×〖10〗^9 neutron 〖cm〗^(-2) s^(-1) epithermal neutron flux, 16,9×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1) fast neutron dose every epithermal neutron flux, 12×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1) gamma dose each epithermal neutron flux, 0 ratio of the thermal neutron flux to the epithermal neutron flux, 0.73 ratio of epithermal neutrons current to the total epithermal neutron flux. Fast neutron doses each epithermal neutron flux and gamma dose every epithermal neutron flux parameters has not met the IAEA’s criteria of less than 1×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1). However, for gamma dose every epithermal neutron flux parameter is still within the limits of tolerance of the IAEA which is less than 13×〖10〗^(-13) Gy 〖cm〗^2 s 〖neutron〗^(-1).
259112355E1A111090Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 200K/Pdt.Sus/2012Penelitian ini mengambil judul “Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 200K/Pdt.Sus/2012”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya suatu Pelaku Usaha dan Konsumen dimana tidak hanya saja konsumen yang selalu dirugikan oleh pelaku usaha namun juga sebaliknya konsumen lah yang dapat merugikan pelaku usaha yaitu antara PT.PLN dan Lukman Wijaya (PT.SARI TANI) dimana terdapat sengketa konsumen antara keduanya, permasalahan ini lalu menuju kepada penyelesaian sengketa yang dilakukan oleh Badan Penyelesaian sengketa konsumen (BPSK) yang mempunyai tugas dan kewenangannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari data primer, sekunder dan tersier untuk mendukung penelitian.
Dari hasil penelitian dapat diketahui tentang Perkembangan Globalisasi yang dapat mempengaruhi persaingan dunia usaha. Dalam persaingan dunia usaha terdapat keuntungan dan kerugian bagi pelaku usaha dan konsumen. Sering kita jumpai kedudukan pelaku usaha dan konsumen tidak seimbang sehingga ada hak-hak konsumen yang tidak terpenuhi oleh pelaku usaha begitupun sebaliknya. Karena hal ini, sering dijumpai sengketa antara pelaku usaha dan konsumen. Untuk menyelesaikan sengketa keduanya maka dibentuklah suatu lembaga penyelesaian sengketa salah satunya adalah BPSK. Dalam menyelesaiakan sengketa tersebut BPSK dalam memutus suatu perkara mendasarkan pada Pasal 52 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 3 Keputusan Menteri dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 350/MPP/Kep/12/2001 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. BPSK itu sendiri dibentuk untuk menyelesaikan kasus-kasus sengketa konsumen yang berskala kecil,cepat,mudah dan murah.
This study entitled "Authority of the Consumer Dispute Settlement Board (BPSK) Based on Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection In the Supreme Court Decision No. 200K / Pdt.Sus / 2012". The problem in this research is the existence of a business communities and consumers which is not just consumers who are always harmed by businesses but also consumers who otherwise could harm businesses, namely between PT PLN and Lukman Wijaya (PT.SARI FARMER) where there is consumer disputes between them, this problem then leads to dispute resolution conducted by the Agency for consumer dispute resolution (BPSK) that has the duty and authority. This study uses normative juridical approach, the specification descriptive analysis. Types and sources of data used are secondary data consist of primary data, secondary and tertiary to support research.
From the research results can be known about the development of globalization which could affect the competitive world of business. In the competitive business world there are advantages and disadvantages for businesses and consumers. Often we find the position of businesses and consumers are not balanced so that no consumer rights are not being met by businesses and vice versa. Because of this, often encountered disputes between businesses and consumers. To resolve disputes both will be established a dispute resolution institutions one of which is BPSK. In resolving the dispute BPSK in deciding a case based on Article 52 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection and Article 3 of the Decree of the Minister and Trade of the Republic of Indonesia No. 350 / MPP / Kep / 12/2001 on Duties and Powers of the Dispute Settlement Body consumers. BPSK itself was formed to resolve the cases of small-scale consumer disputes, fast, easy and inexpensive.
259212359H1D011068PERBANDINGAN KINERJA MODEL STRUKTUR GEDUNG DI WILAYAH BARLINGMASCAKEB PADA KONDISI TANAH SEDANG AKIBAT BEBAN GEMPA
SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012
Barlingmascakeb adalah wilayah yang rawan gempa. Lima kabupaten ini terklasifikasikan sebagai wilayah berpeluang gempa tinggi karena berdasarkan peta hazard gempa Indonesia tahun 2010 dengan gempa berkekuatan 2500 tahunan, Barlingmascakeb memiliki percepatan gravitasi yang termasuk ke dalam klasifikasi resiko gempa tinggi. Perubahan peraturan gempa SNI 2002 ke SNI 2012 berpeluang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku struktur gedung. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih lanjut dampak perubahan peraturan gempa tersebut. Pemodelan gedung yang dibuat untuk melihat perbandingan kinerja model adalah gedung perkantoran 5 lantai. Lokasi gedung berada di wilayah tanah sedang. Dengan 3 metode analisis, yaitu analisis statik ekivalen, dinamik respon, dan pushover maka akan diketahui perbandingan kinerja model struktur gedung akibat perubahan peraturan gempa tersebut. Penelitian ini menggunakan bantuan software SAP2000 V14. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan peraturan tidak memberi dampak bahaya yang signifikan bahkan cenderung aman. Secara umum telah terjadi penurunan gaya geser dasar dan simpangan tingkat pada semua analisis. Kinerja model struktur masih berada pada fase immediate occupancy (IO). Pada analisa nonlinear pushover juga menunjukan distribusi sendi plastis balok terlebih dahulu yang mengalami kehancuran.Barlingmascakeb is the risk area of earthquake. These five districs have calisified to be the risk area of earthquake due to Indonesia hazard quake map in 2010 with the strength of 2500 annual quake, Barlingmascakeb have gravitional acceleration that is included in the classification of high seismic risk. Regulatory changes earthquake SNI 2002 to SNI 2012 opened the possibility of behaviour change the structure of the building. Therefore, it is necessary to study further the impact of regulatory changes earthquake. Modeling of buildings made to look comparisons of performance models are 5-storey office building. The location of the building model is in the area of medium soil. With three methods of static ekuivalent, dynamic respon, and pushover analysis we’ll be known performance comparison of building structure model. This research using SAP2000 V14 software. The results showed that regulatory changes are not significant hazard impacts tend to be even safer. In general there has been a decrease of shear force base and storey drift in all analysis. Performance of building structure is still on immediate occupancy (IO) condition and at the nonlinear pushover analysis shows the distribution of first beam plastic hinge devastated.
259312360E1A008089PERAN TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI)
BERDASARKAN PASAL 30 UNDANG-UNDANG DASAR 1945
Konstitusi mengatur pembagian tugas dan wewenang antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bidang pertahanan dan keamanan negara. Pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara merupakan usaha untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pada hakekatnya pertahanan negara Republik Indonesia adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berusaha untuk menganalisis tentang tugas pertahanan Tentara Nasional Indonesia dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia dan pembangunan dan pengendalian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, metode pendekatan perundang-undangan (statute approach) dengan sumber data berupa data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa peran TNI adalah dalam hal melaksanakan tugas pertahanan dengan menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, maka TNI berwenang untuk menggunakan kekuatan TNI untuk keperluan operasi militer perang (OMP) dan non-perang/Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Sedangkan pembangunan dan pengendalian Alutsista TNI dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek prioritas Alutsista yang diperlukan, yaitu strategi dan metode pemenuhan Alutsista TNI, persyaratan Alutsista TNI, monitoring, evaluasi dan pengendalian. Pembangunan dan pengendalian Alutsista TNI melibatkan berbagai pihak, yaitu perguruan tinggi dan komunitas Litbang yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengkajian dan pengembangan Iptek pertahanan, industri strategis yang mendayagunakan Iptek serta Kementerian Pertahanan dan TNI sebagai pengguna Alutsista.
Constitutional regulate the division of tasks and responsibilities between the Indonesian Armed Forces (TNI) and the Indonesian National Police (INP) in the field of defense and state security. The country's defense as one of the functions of state government is an attempt to ensure the integrity and upholding the Unitary Republic of Indonesia based on Pancasila and the Constitution of 1945. In essence, the defense of the Republic of Indonesia is every effort is universal defense that implementation is based on the realization of the rights and civic duty and belief in our own strength.
Based on the above, this research seeks to analyze about the task of the Indonesian Armed Forces in the defense of the constitutional system of the Republic of Indonesia and the development and control of the Main Tool Weapon System (Alutsista) TNI. The method used in this research is normative juridical, approach legislation (statute approach) with the data in the form of secondary data sources consisting of primary legal materials, secondary law and tertiary legal materials. The data was then analyzed using qualitative analysis methods.
Based on the results of research and discussion, it was concluded that the TNI's role is in terms of performing the duties of defense by upholding state sovereignty, defend the territorial integrity of the Unitary Republic of Indonesia based on Pancasila and the 1945 Constitution, as well as to protect the people and the country of Indonesia from threats and harassment against the integrity of the nation and the state. In order to carry out this task, the military has the authority to use military force for purposes of military operations of war (OMP) and non-war / Military Operations Other Than War (MOOTW). While the development and control of the military Alutsista done by considering aspects Alutsista necessary priority, namely strategies and methods fulfillment Alutsista military, TNI Alutsista requirements, monitoring, evaluation and control. Development and control of the military Alutsista involving various parties, namely the universities and R & D community that has the ability to do the assessment and development of defense science and technology, strategic industries that utilize science and technology as well as the Ministry of Defense and TNI as Alutsista users.
259412305H1C011056RANCANG BANGUN DAN ANALISIS FIVE LEVEL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) KAPASITAS 1 KW DENGAN KONTROL MODIFIED SINE WAVEPerkembangan energi terbarukan menyebabkan peningkatan pada perkembangan elektronika daya sebagai konverter energi. Voltage source inverter (VSI) merupakan salah satu jenis inverter yang mengubah tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Inverter multilevel jauh lebih baik daripada inverter konvensional yang hanya dua level dilihat dari distorsi gelombang keluarannya. Cara kerja inverter ini dikendalikan oleh sakelar-sakelar semikonduktor salah satunya dengan kontrol modified sine wave. Pada studi ini, salah satu topologi five level VSI akan dianalisis secara simulasi komputer dan dibuat prototype-nya untuk diketahui unjuk kerjanya.The development of renewable energy causes the improvement on the development of power electronic as an energy converter. Voltage Source inverter (VSI) is one kind of inverter which changes DC voltage to AC. Multilevel inverter is much better than conventional inverter which has only two levels based from its output wave distortion. This kind of inverter is capable to work by being controlled by some semiconductor switches, one of them is modified sine wave control. In this research, one of five levels VSI topologies will be analyzed with prototype and computer simulation to know its work principle.
Keywords: Energy converter, VSI, multilevel inverter, and modified sine wave.
259512365F1F008010Analysis of Swearing Using Sexual Slang (A Sociolinguistic Study in The Heat Movie)Penelitian ini secara umum membahas tentang umpatan. Pokok bahasan dalam penelitian ini yaitu umpatan menggunakan slang seksual pada film The Heat. Peneliti menganalisa slang seksual menggunakan teori milik Jay didukung oleh Kamus Slang Seks milik Dalzell dan Victor. Peneliti menganalisa tipe-tipe umpatan menggunakan teori milik Pinker yang membagi umpatan menjadi lima tipe: umpatan disfemistis, umpatan hinaan umpatan tegas, umpatan idiomatis dan umpatan katarsis. Peneliti juga menggunakan teori milik Andersson untuk menganalisa motif-motif mengumpat yang dibagi menjadi tiga motif: motif psikologis, motif sosial dan motif linguistik.
Data primer dalam penelitian ini adalah semua dialog dalam film The Heat yang diambil dari naskah film yang diunduh dari subscene.com. Sedangkan data sekunder diambil dari buku, internet, kamus, dan sumber-sumber lainnya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data serta teknik purposive sampling untuk mengambil sampel dari data penelitian. Sumber data dari penelitian ini adalah film The Heat dan datanya berupa dialog-dialog dari semua pemain dalam film The Heat. Populasi dalam penelitian ini adalah ujaran-ujaran dalam dialog semua pemain di film tersebut. Sampel dari penelitian ini berupa kata-kata slang seksual yang digunakan untuk mengumpat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 142 ujaran yang mengandung kata slang seksual yang digunakan untuk mengumpat. Kata slang seksual yang termasuk dalam kategori aktivitas seksual adalah fuck/fucking (110), motherfucking (1) dan screw (1). Kata-kata slang seksual yang termasuk dalam kategori bagian tubuh yaitu ass (1), asshole (13), cunt (1) dan dick (4). Kata-kata slang seksual yang termasuk dalam kategori ketertarikan adalah twat (1). Kata-kata slang seksual yang termasuk dalam kategori julukan untuk orang yang terkait dalam aktivitas seksual adalah bitch (3), fucker (1), motherfucker (4) dan scumbag (2).Terdapat lima tipe umpatan di film The Heat, yaitu umpatan tegas (83 data), umpatan hinaan (28 data), umpatan idiomatis (15
data), umpatan katarsis (12 data) dan umpatan disfemistis (4 data). Selain itu terdapat tiga motif mengumpat dalam film The Heat, yaitu motif psikologis (12 data), motif sosial (60 data) dan motif linguistik (70 data).
Berdasarkan data diatas, ditemukan bahwa kata yang paling sering diucapkan adalah kata fuck /fucking. Tipe umpatan yang sering digunakan adalah umpatan tegas yang berfungsi untuk menegaskan kata agar menghasilkan emosi yang kuat. Motif yang paling sering digunakan adalah motif linguistik karena para tokoh dalam film lebih sering mengumpat untuk menegaskan kata. Peneliti menyarankan kepada peneliti berikutnya dan para pembaca untuk mempelajari teori lain tentang umpatan dan slang, sehingga pengetahuan mereka menjadi bertambah.
The general idea of this research was about swearing. The main concern of it was swearing using sexual slang in The Heat movie. The researcher analyzed sexual slang by using Jay’s theory and supported by Dalzell and Victor’s Sex Slang Dictionary. The researcher analyzed types of swearing by using Pinker’s theory which divides swearing into five types: dysphemistic swearing, abusive swearing, emphatic swearing, idiomatic swearing and cathartic swearing. The researcher also used Andersson’s theory to analyze motives of swearing which are divided into three motives: psychological motive, social motive, and linguistic motive.
The primary data were all dialogues in The Heat movie that were taken from the movie script downloaded from subscene.com. Meanwhile, the secondary data were taken from books, internet, dictionary, and other sources.
In this research, the researcher used descriptive qualitative method to analyze the data and purposive sampling technique to take the sample of research data. The data source of this research was The Heat movie and the data were the dialogues of all characters of The Heat movie. The population in this research was utterances from the dialogues of all characters in The Heat movie. The sample of the research was sexual slang words used for swearing in the movie.
The findings showed that the characters performed 142 utterances which contained sexual slang words used for swearing. Sexual slang words belong to sex activity category were fuck/fucking (110), motherfucking (1) and screw (1). Sexual slang words belong to body parts category were ass (1), asshole (13), cunt (1) and dick (4).
Sexual slang words belong to attractions category was twat (1). Sexual slang words belong to names for people involved in sex act were bitch (3), fucker (1), motherfucker (4) and scumbag (2). Then, there were five types of swearing existed in the movie. They were emphatic swearing (83 data), abusive swearing (28 data), idiomatic swearing (15 data), cathartic swearing (12 data) and dysphemistic swearing (4 data). Besides, there were three motives of swearing occurred in the movie. They were psychological motive (12 data), social motive (60 data) and linguistic motive (70 data).
Based on the data, the researcher found that the word fuck/fucking was highly uttered; the most frequent type of swearing was emphatic swearing which indicated that the swearing was uttered in order to emphasize words to gain strong emotion. Besides, swearing in the movie mostly belonged to linguistic motive because the swearing uttered by the characters mostly used to emphasize words. The researcher suggested the next researchers and readers to read and learn other theories about slang and swearing. Thus, they can have a better understanding about swearing and slang.
259612366H1D011062PERMODELAN FISIK GERUSAN DI BAHU JALAN DENGAN PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN BADAN JALAN TERHADAP INTENSITAS HUJAN YANG TETAPBahu jalan adalah bagian tepi jalan yang dipergunakan sebagai tempat untuk kendaraan yang mengalami kerusakan untuk berhenti dan digunakan oleh kendaraan darurat untuk menyalip kendaraan didepannya. Salah satu kerusakan yang terjadi pada bahu jalan yaitu gerusan lokal. Peristiwa gerusan lokal di bahu jalan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu hujan, kemiringan badan jalan dan durasi hujan. Untuk mengkaji peristiwa gerusan lebih lanjut, maka perlu dilakukan penelitian berupa model fisik kondisi gerusan di bahu jalan.
Model di buat di laboratorium teknik sipil dengan menirukan perilaku hujan pada sepenggal jalan yang dilengkapi dengan bahu jalan yang terbuat dari material pasir. Perilaku gerusan yang diamati terfokus pada pengaruh variasi kemiringan badan jalan dari 2% sampai 6% dengan intensitas hujan 10 mm/jam. Media pengujian terdiri dari saluran uji dan kotak penampung yang selanjutkan dihujani menggunakana alat simulasi hujan yang dapat di atur seberapa besar air yang dikeluarkan. Kedalaman gerusan diamati pada selang waktu tertentu sampai aliran air menjadi stabil.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kemiringan melintang badan jalan serta parameter aliran untuk kondisi aliran super kritis dengan angka froude >1 berpengaruh terhadap kedalaman dan panjang gerusan serta pola gerusan yang terjadi. Kedalaman maksimal yang terjadi yaitu 2,1 cm pada pengujian dengan S = 6%, I = 9,7325 mm/jam dan t = 634 detik. Kemiringan melintang badan jalan juga berpengaruh terhadap material erosi yang terbuang. Semakin besar kemiringan badan jalan mengakibatkan material erosi bahu jalan yang terbuang menjadi semakin besar.
The shoulder of the road is the part of the roadside used as the place for damaged vehicles to stop and used by emergency vehicles during the preceding vehicles in front of them. One of shoulder damage of the road is local scour. The event of local scour at the shoulder of the road caused by several factors, for examples rain, the slope of the road and duration of rainfall. To assess the scour events, it is necessary to study a physical model of scour at the shoulder of the road.
This models are made in civil engineering laboratory by imitating the behavior of rain on a piece of road that equipped with a shoulder of the road that made sand. The scour behavior which observed focused on the effect of the slope road variation from 2 % to 6 % with rain intensity 10 mm/hour. The media of the experience consisted of flume and container box furthermore showered by rain simulator which can be set the discharge as rain intensity. The scour depths were observed at a certain time interval until the water flow becomes stable.
The results of the research showed that the transverse slope of the road as well as the flow parameter for super critical flow conditions with Froude numbers > 1 influenced on the depth and length of scour and scour patterns that occur. The maximum depth of 2.1 cm occurred in testing with S = 6 % , I = 9.7325 mm/hr and t = 634 sec. Transverse slope of the road also affects the erosion of material that wasted. The greater slope of the road made road shoulder erosion material wastage becomes larger.
259712368H1C008056STUDI PERANCANGAN DAN ANALISIS INTERKONEKSI PLTS DENGAN JALA-JALA LISTRIK SATU FASA MENGGUNAKAN FULL-BRIDGE INVERTER DAN TRAFO DENGAN PI CURRENT CONTROLLER
Semakin tinggi kebutuhan listrik di dunia menunjukan bahwa energi listrik sangatlah penting. Selama ini sumber energi listrik banyak didapatkan dari hasil konversi energi fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas. Jumlah energi fosil ini makin lama semakin berkurang dan kecenderungan harganya terus naik, sehingga perlu dicarikan sumber energi alternatif untuk membangkitkan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu pembangkit terbarukan yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Alat utama untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik adalah Panel Sel Surya atau Photovoltaic (PV). Salah satu topologi jaringan PV adalah Grid Connected-PV. Keandalan Grid Connected PV tergantung dari banyak aspek, namun yang paling menunjang adalah pada perancangan inverter dengan penggunaan controller yang tepat. Perancangan rangkaian simulasi pada penelitian ini menggunakan full-bridge inverter dengan kontrol arus PI. Dengan adanya sistem ini diharapkan akan menghasilkan nilai tegangan keluaran dan arus keluaran yang lebih stabil. Hasil penelitian menunjukan nilai THD arus keluaran inverter sebesar 0,355 % pada saat arus referensi 20 A. Hal ini masih dalam standar yang diizinkan sehingga keluaran inverter dapat dikatakan baik. Nilai faktor daya yang dihasilkan sebesar 0,995 dengan daya aktif sebesar 196,529 Watt, daya semu sebesar 197,371 VA, dan daya reaktif yang dihasilkan 16,660 VAR. Untuk nilai efisiensi dari sistem didapat sebesar 98,303 % pada saat arus referensi 20 A. Hal ini menunjukkan tingkat kehandalan yang baik dari sistem.The higher demand for electricity in the world shows that electrical energy is very important. So far sources of electrical energy many obtained from the results of the conversion of fossil energy as petroleum , coal and gas. The amount of fossil energy for longer periods became much smaller and a tendency its price is constantly rising , so that must be founded of alternative energy sources to excite electrical energy. Solar Power Plant (SPP) is one of the renewable power plants that utilize the sun as a source of electricity. The main tool for converting sunlight into electrical energy is Panels Solar Cells or Photovoltaic (PV) . One of the topology of a network pv is grid connected-pv. Grid Connected PV reliability depends on many aspects, but the most support is in the design of the inverter with the proper use of the controller. The design of the circuit simulation in this study using full bridge inverter with pi current control. With the system is expected to produce the value of an output voltage and current output more stable. Research results showed the value of total harmonic distortion the output current of the inverter by 0.355% during the reference current 20 A. It is still in a standard that are allowed to output inverter so that it can be said good. The value of a power factor produced 0.995 with active power of 196.529 Watt, apparent power of 197.371 VA, and reactive power produced 16.660 VAR. The efficiency of the system is obtained by 98.303% during the reference current 20 A. This indicates a good level of reliability of the system.
259812369F1F008018AN ANALYSIS OF ENGLISH ONOMATOPOEIC WORDS USED IN THE ADVENTURES OF TINTIN COMIC : THE BROKEN EARPenelitian ini berjudul An Analysis of English Onomatopoeic Words Used in The Adventures of Tintin comic: The Broken Ear. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui onomatopoeia apa saja yang terdapat dalam komik ini, makna leksikal dan makna kontekstual serta untuk mengetahui fungsi dari onomatopoeia dalam komik The Adventures of Tintin : The Broken Ear.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah komik The Adventures of Tintin : The Broken Ear, dan data yang digunakan adalah semua onomatopoeia yang terdapat pada komik ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan teori dari Tsoi, Halliday dan Chaer. Teknik sample digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap strip dalam komik ini terdapat 27data onomatopoeia. Data tersebut adalah, suara hewan (2 kata), suara alam (3 kata), suara manusia (8 kata) dan suara lain-lain (14 kata). Sedangkan untuk tipe dari onomatopoeia, ada dua tipe, yaitu reduplikatif onomatopoeia (5 kata) dan non-reduplikatif onomatopoeia sebanyak (22 kata).
Pembahasan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tipe onomatopoeia yang paling dominan pada komik The Adventures of Tintin: The Broken Ear adalah non-reduplikatif onomatopoeia.Penelitian ini juga menemukan bahwa ada empat klasifikasi dari onomatopoeia; yaitu suara alam, suara yang berasal dari manusia, suara hewan dan suara lain-lain. Pada kesimpulan penelitian ini, ditemukan bahwa tidak semua kata onomatopoeia dalam komik The Adventures of Tintin: The Broken Ear comics memiliki makna leksikal yang sama dengan makna konteks. Seringkali kedua makna tersebut berbeda karena mengacu pada konteks cerita dan konteks gambar yang terdapat dalam komik ini.
Pada akhir kata, peneliti menganjurkan kepada peneliti selanjutnya untuk membuat sebuah penelitian dengan objek dan kajian yang berbeda dan dengan topik yang berbeda dalam membahas onomatopoeia. Hal tersebut diharapkan dapat lebih mengembangkan kembali tentang sudut pandang dan pembahasan tentang onomatopoeia.
The research is entitled “An Analysis of English Onomatopoeic Words Used in The Adventures of Tintin comic: The Broken Ear”. Aims of the research are to find out the onomatopoeic words that are found, the lexical meaning and contextual meaning and the functions of onomatopoeic words in The Adventures of Tintin comic: The Broken Ear.
This research was analyzed by descriptive qualitative approach. The source of the data is comic The Adventures of Tintin: The Broken Ear, and the data were all onomatopoeic words that exist in the story. Then, the data collected were analyzed through Tsoi, Halliday and Chaer theory. Purposive sampling technique is used to obtain relevant data only.
The results of this study revealed that the strips of this comic perform 27 onomatopoeic words. They are calls of animals (2 words), sound of nature (3 words), sound of human (8 words) and miscellaneous sound (14 words). Then about the type, there are two types; reduplicated onomatopoeia (5 words) and the non-reduplicated onomatopoeia (22 words).
The discussion of this study shows the most dominant type of onomatopoeia in The Adventures of Tintin: The Broken Ear comic is non-reduplicated onomatopoeia. This study also concludes that there are four classifications of onomatopoeia, they are; sound of nature, sound made by human, calls of animal and miscellaneous sound. Finally this study examines that not all onomatopoeic word in The Adventures of Tintin: The Broken Ear comics have similar meaning as the context. However, they are different from each other based on the context of the story. Finally, this study suggests that the next researcher conduct further research in examining the different topic in different object to be able to expand this study by giving different point of view, such as the word class or syntactical onomatopoeic words.
259912371E1A011269PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK ATAS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG
(Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Perkara Nomor : 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj.)
ABSTRAK
Perdagangan manusia baik dalam negeri sangatlah mengkhawatirkan, Perdagangan manusia yang menonjol terjadi khususnya anak perempuan serta kegiatan industri seksual. Penelitian ini mengambil judul “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Atas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Perkara Nomor : 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj.) Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana bagi terdakwa berdasarkan Putusan Nomor : 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj. dan untuk mengetahui perlindungan hukum anak dalam putusan Nomor : 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, Metode pengumpulan data dengan inventarisasi peraturan undang-undang dan metode analisa data menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan Pembahasan maka dapat disimpulkan Pertimbangan yuridis yang memenuhi unsur-unsur Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP yakni semua unsur telah terpenuhi dengan beberapa alat bukti berupa keterangan saksi dari YUSNITA FEBRIANTI binti YUSUF KARTOBI, saksi SHABIRA PUTRI SUWANDI, LESTHY SONYA PRATIWI binti ANDRIANTO, keterangan dari terdakwa DJAJA DJAKARIA alias JANONG AI OM JEY bin SANA dan barang bukti berupa visum et repertum dan hakim berkeyakinan terhadap terdakwa DJAJA DJAKARIA alias JANONG AI OM JEY bin SANA telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan pengiriman anak ke dalam negeri dengan cara memberikam solusi dengan mengajak saksi korban untuk bekerja sama dimana saksi korban dapat memenuhi kebutuhannya, sebagaimana didakwaan dalam Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP . Dalam Putusan Pengadilan Negeri Cianjur Nomor 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj tidak terpenuhi adanya bentuk perlindungan hukum bagi korban perdagangan orang baik kerugian materiil, layanan konseling dan bantuan hukum, hanya berupa pemberian informasi kepada keluarga dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan tindak pidana yang dialami korban untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan kasus yang melibatkannya.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Korban Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang.
ABSTRACT
Human trafficking in the country is a serious crime. The primary victims are woman and girls, the majority of whom are trafficked for the purpose of commercial sexual industry. This research titled “Legal Protection of Children on The Crime of Human Trafficking”. (Judicial Review against The decision on Case number: 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj.) The purposes of this research was to determine the consideration of judges in convicting the defendant criminal defendant based decision number: 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj. and to determine the legal protection of children in decision number: 179/Pid.Sus/2014/PN.C.j.
This study used normative juridical research method, descriptive study specification. Inventory of rule of law in data collection method and qualitative normative in data analysis method.
Based on the results of research and discussion, can be concluded that juridical consideration which meet the elements of article 6 of the law Republic of Indonesia number 21 of 2007 on The Eradication of Human Trafficking jo article 55 paragraph 1 of KUHP jo article 64 paragraph 1 of KUHP are all elements have been met with some evidence in the form of witness testimony from YUSNITA FEBRIANTI daughter YUSUF KARTOBI, witness SHABIRA PUTRI SUWANDI, LESTHY SONYA PRATIWI daughter ANDRIANTO, statements from defendant DJAJA DJAKARIA or JANONG AI OM JEY son SANA and tool of evidence is visum et repertum. Judge believes that defendant DJAJA DJAKARIA or JANONG AI OM JEY son SANA has been proven be at fault legally and reassure did criminal action in the form of send children into the country by invites witnesses to cooperate while the witness could meet his needs, as in indictment in article 6 law of Republic of Indonesia number 21 of 2007 on Eradication The Crime of Human Trafficking jo article 55 paragraph (1) 1 KUHP jo article 64 paragrah (1) KUHP. In a Cianjur District Court Decision number 179/Pid.Sus/2014/PN.Cj, victims of human trafficking have no legal protection material, counseling services and legal aid. They only got information services related to the process of investigation and examination of criminal acts suffered by victims.

Keywords: Legal Protection, Child victims, The Crime of Human Trafficking
260012300E1A111089KEWENANGAN MENGADILI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA TERHADAP KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA YANG DIKELUARKAN ATAS DASAR HASIL PEMERIKSAAN BADAN PERADILAN UMUM ( Studi Penerapan Pasal 2 huruf (e) UU No. 9 Tahun 2004 pada Putusan No. 43/G/2014/PTUN-SRG )
Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Serang Nomor 43/G/2014/PTUN-SRG, yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan kewenangan mengadili pada Putusan No. 43/G/2014/PTUN-SRG dan kriteria terhadap pengecualian Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) menurut Pasal 2 huruf (e) UU No. 9 Tahun 2004. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan.
Penggugat dalam perkara a-quo yakni Tjo Kim Sian/Elisa, Tjo Yohan, dan Tjo Oktavianus, sedangkan Tergugat ialah Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten, obyek sengketanya yaitu Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Banten Nomor: 04/PBTL/BPN.36/VI/2014, tentang Pembatalan Sertipikat Hak Milik Nomor: 1149/Mekarsari seluas 780 m2 dan Sertipikat Hak Milik Nomor: 1151/Mekarsari seluas 930 m2 masing-masing atas nama Millianto Mantovani terletak di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Provinsi Banten sebagai Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang Telah Mempunyai Kekuatan Hukum Tetap, tertanggal 26 Juni 2014.
Pertimbangan hukum Hakim menyatakan bahwa kewenangan mengadili terhadap gugatan Penggugat merupakan kewenangan dari Peradilan Umum/Negeri karena gugatan Penggugat menitikberatkan pada hal waris-mewaris dan KTUN yang menjadi objek sengketa termasuk dalam krtiteria pengecualian Pasal 2 huruf (e) UU No. 9 Tahun 2004, sehingga gugatan Penggugat tidak dapat diterima/ NO (Niet OnvantklijkVerklaard), yang seharusnya hal mengenai kewenangan mengadili diputuskan dalam Dismissal Proses.
The research is based on PTUN Serang decision Number 43/G/2014/PTUN-SRG, which is to find out and analyze the judges consideration of justice in determining the authorities to judge in Decision No. 43/G/2014/PTUN-SRG and criteria of exception Administrative Decision (KTUN) based on Article 2 section (e) Law No. 9 Year 2004. The research method is normative juridical, by the specification is legislation approach.
Claimant on the a-quo case are Tjo Kim Sian/Elisa, Tjo Yohan, and Tjo Oktavianus, whereas Defendant is Head of National Land Agency Banten, the object of dispute is Head of National Land Agency Banten Province Decision Number: 04/PBTL/BPN.36/VI/2014, about the Property Right Certificate Cancellation, Number: 1149/Mekarsari 780 m2 area and Property Right Certificate, Number: 1151/Mekarsari 930 m2 area both are belongs to Millianto Mantovani which is located on Mekarsari Village Neglasari Sub Tangerang City Banten Province as the Execution of Court Decision which has Legal, dated on 26 Juni 2014.
The consideration of Judges was mentioned that the authority to judge the claim of Claimant is the authority of Domestic Court/ General Court because of the claim of dispute include in the criteria of exception of Article 2 section (e) Law No. 9 Year 2004, thus the claim of Claimant could not be approved / NO (Niet OntvankelijkVerklaard), which supposed to have the authority to judge is decided on Dismissal Proses.
Keywords : Authority to Judge, Exception of KTUN, General Board Investigation Result