Artikelilmiahs
Menampilkan 2.621-2.640 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2621 | 12393 | H1C008077 | IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIF TERHADAP KEHAMILAN RESIKO TINGGI PADA PERANGKAT BERBASIS ANDROID | Sistem pakar merupakan sistem yang dapat menirukan sebuah kemampuan dari seorang pakar atau manusia yang ahli pada bidang-bidang tertentu kemudian dapat diintegrasikan pada computer maupun telepon pintar (smartphone). Dengan penerapan sistem pakar pada berbagai bidang seperti kesehatan diharapkan dapat mendeteksi penyakit secara dini kemudian dapat dilakukan langkah awal untuk pengobatan dan pencegahan, seperti yang ada pada peneletian ini yaitu tentang sistem pakar untuk tindakan preventif terhadap kehamilan beresiko tinggi. Dengan diimplementasikannya sistem ini pada perangkat berbasis android, diharapkan pengaksesan sistem pakar ini dapat dilakukan banyak orang dengan tujuan mempermudah kerja paramedis, tetapi keputusan akhir harus ada pada paramedis itu sendiri. | Expert system is a system that can mimic an ability of a human expert or experts in certain fields can then be integrated on a computer or smart phone. With the application of expert systems in various fields such as health is expected to detect the disease at an early stage can then be carried out the first step to treatment and prevention, as on this peneletian is about expert systems for preventive action against high-risk pregnancy. With the implementation of this system on Android-based devices, is expected to access this expert system can do a lot of people in order to facilitate the work of paramedics, but the final decision must exist at the paramedics itself. | |
| 2622 | 12396 | H1K010019 | PENGARUH JENIS SUBSTRAT BUATAN TERHADAP JUMLAH PENEMPELAN JUVENIL KARANG DI PANTAI BAMA KAWASAN TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR | Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang kompleks terbentuk dari hewan karang yang mampu membentuk kerangka kapur. Proses pembentukan terumbu karang karena rekrutmen juvenile karang berperan untuk memperbaharui dan menjaga karang. Pengamatan recruitmen karang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis substrat buatan, baik dari alam maupun buatan. Penelitian juvenil karang dengan menggunakan substrat buatan dan mempertimbangkan posisi substrat diperlukan untuk meminimalisir permasalahan penempelan juvenil karang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan jumlah juvenile karang serta mengetahui jenis substrat yang sesuai untuk juvenile karang di pantai bama Baluran Jawa Timur. Metode yang digunakan yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap 3 stasiun. Berdasarkan hasil yang didapat jenis juvenile karang yang menempel pada substrat buatan yaitu Montipora. Tingkat kepadatan jenis dan jumlah juvenil karang tertinggi terdapat pada kolektor tempurung kelapa. Jenis substrat yang sesuai sebagai media penempelan juvenil karang di Pantai Bama adalah substrat tempurung kelapa. | Coral reef is a complex ecosytems formed from animals corals that capable of forming limestone skeletons. Formation process of coral reefs due recruitment of juvenile corals whose role is renew and preserve coral reefs. Observations of coral recruitment can be done using various types of artificial substrates, either natural or artificial. The purpose of this study was to determine the type and number of juvenile corals as well as knowing the type of substrate suitable for juvenile corals at the beach bama Baluran East Java. The method used was randomi design experiment with three stations. Based on the results obtained types of juvenile corals attached to artificial substrates was Montipora. Density type and the highest number of juvenile corals found in coconut shell collector. Type of substrate suitable as a medium attachment of juvenile corals in Bama beach was coconut shell substrate. | |
| 2623 | 12395 | F1A010059 | Metode Pembelajaran Pendidikan Non Formal TPQ Al-Ittihad Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Learning Method Non Formal Education TPQ Al-Ittihad Keluraham Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan | Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bersifat non formal yang mendukung akan pembelajaran agama Islam yang dibutuhkan oleh anak-anak usia dini. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan metode pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran di TPQ Al-Ittihad. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Jalan HOS Notosuwiryo RT 2/15 Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Sasaran penelitian ini adalah ustadz, santri, badan pengurus TPQ, dan wali santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah odel analisis interaktif, dimana analisis tersebut terdiri atas empat komponen meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa metode yang digunakan dalam proses pembelajaran di TPQ Al-Ittihad meliputi metode privat, klasikal, BCM (belajar, cerita, menyanyi). Penerapan metode dilakukan menyesuaikan kelas yang ada di TPQ. Dalam metode pembelajaran yang digunakan juga menggunakan pendekatan terhadap santri, yaitu antara lain pendekatan fungsional, pendekatan qolbu, pendekatan keteladanan. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa interaksi yang terjadi di TPQ Al-Ittihad berlangsung secara interaktif dengan pendekatan subyektif karena ustadz berusaha memahami karakteristik santri. | Taman Pendidikan Al-Qur’an is a one institute education which non formal character which support the Islamic learning which is early age children. This research try to know deskripted learning method which carry of learning in TPQ Al-Ittihad. This research used a qualitative research method. Location of this research are street HOS Notosuwiryo RT 2/15 Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan. Target of this research are ustadz, santri, struktural TPQ and wali santri. The sampling technique used purposive sampling. Data collection methods used in this study are in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis method used is the model interactive analysis, where the analysis is comprised of four components including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. This study resulted in the finding that the method used in the learning process in TPQ Al-Ittihad includes private methods, classical, BCM (learning, stories, singing). Application of the method is done to adjust the existing class in the TPQ. In the learning methods used also uses this approach to santri, among other functional approach, the approach qolbu, exemplary approaches. Research results obtained showed that the interactions that occur in TPQ Al-Ittihad take place interactively with the subjective approach because ustadz trying to understand the characteristics of santri. | |
| 2624 | 14180 | H1H011031 | Konsumsi Oksigen Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Dengan Rasio Pemberian Pakan Berbeda | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio pemberian pakan terhadap konsumsi oksigen benih ikan bandeng (Chanos chanos) dan berapa energi yang dibutuhkan untuk metabolisme pakan. Benih ikan bandeng yang dipelihara sebanyak 120 buah dengan berat 0,5 – 0,8 g. Perlakuan yang diberikan ada empat yaitu rasio pemberian pakan sebesar 0%, 2%, 4% dan 6% dari berat badan dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati adalah konsumsi oksigen, dan variabel pendukung adalah kualitas air. Terhadap kontrol ikan tidak diberi pakan sama sekali (0%). Pengamatan dilakukan dengan mengukur konsumsi oksigen benih ikan setelah makan, dilakukan selama 3 jam dengan selang waktu 20 menit setiap pengamatan. Pengukuran konsumsi oksigen dilakukan 15 hari sekali. Penelitian dilakukan selama satu bulan di CV. Mutiara Windu, Cilacap. Uji statistik menggunakan Analisis Variansi (ANOVA). Hasil menunjukkan adanya perbedaan laju konsumsi oksigen pada ikan yang diberi pakan dengan yang tidak diberi pakan (kontrol). Suhu, salitinas dan pH selama penelitian adalah 27 – 28oC, 20 – 21 ppt dan 7. Laju konsumsi oksigen terbesar ditunjukkan oleh benih ikan bandeng dengan rasio pemberian pakan sebesar 6%, yaitu 11,53 mgO2/g/jam pada pengamatan pertama, 12,37 mgO2/g/jam pada pengataman kedua dan 13,21 mgO2/g/jam pada pengamatan ketiga. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rasio pemberian pakan berpengaruh terhadap konsumsi oksigen benih ikan bandeng. | This research aims to determine the ratio of feeding on oxygen consumption of milkfish (Chanos chanos) and how much energy is required for the metabolism of feed. Milkfish are used as many as 120 pieces weighing 0.5 to 0.8 g. The treatments were four feeding system, the ratio of 0%, 2%, 4% and 6% of body weight with three replications. The variables studied were oxygen consumption, and supporting variable is the quality of the water. Control fish are not fed at all (0%). Observations carried out by measuring the oxygen consumption of fish seed after feeding, carried out for 3 hours with an interval of 20 minutes each observation. Oxygen consumption measurements performed each 15 days. The study was conducted for one month in the CV. Mutiara Windu, Cilacap. Statistical test using analysis of variance (ANOVA). Results showed differences in the rate of oxygen consumption in fish with fed and fish with no fed (control). Temperature salinity and pH during the study was 27 - 28°C, 20 - 21 ppt and 7. The rate of oxygen consumption is best demonstrated by fish with a feeding ratio of 6%, which is 11.53 mgO2/g/h at the first observation, 12.37 mgO2/g/h at the second and 13.21 mgO2/g/h on the third observation. Based on these results it can be concluded that the ratio of feeding affect the oxygen consumption of fish seed. | |
| 2625 | 12025 | H1F010046 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI SISTEM GREISEN DAERAH KACANG BUTOR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BADAU, KABUPATEN BELITUNG, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | Mineralisasi timah di Pulau Belitung merupakan bagian dari sabuk timah Asia Tenggara yang membentang mulai dari Thailand-Malaysia di bagian utara. Pembentukan timah berhubungan erat kaitannya dengan intrusi granit dalam sistem endapan greisen. Penelitian dilakukan di daerah Kacang Butor yang terletak pada koordinat UTM 812000; 9693500 sampai UTM 817000; 9698500. Daerah penelitian tersusun oleh batuan sedimen berupa batupasir kuarsa berumur Karbon hingga Permian Awal. Batuan tersebut diterobos oleh intrusi granit berumur Trias Awal hingga Akhir. Berdasarkan singkapan batuan diketahui bahwa intrusi tersebut menghasilkan sistem alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih. Studi alterasi dan mineralisasi dilakukan mengunakan analisis petrografi, mineragrafi, PIMA, dan mineral butir untuk mendapat informasi detil mengenai mineralogi baik mineral ubahan maupun bijih sehingga dapat diketahui kontrol geologi yang mempengaruhi. Di daerah penelitian dibagi menjadi tiga zona alterasi, yaitu zona albit ± kuarsa ± serisit ± muskovit ± illit (220-3000C), zona kuarsa ± serisit ± kaolinit (140-2000C), dan zona kaolinit ± kuarsa ± haloisit ± dikit (140-1600C). Mineralisasi yang berkembang pada daerah penelitian terdiri dari mineral oksida seperti mineral magnetit, kasiterit, ilmenit, hematit, mineral sulfida seperti arsenopirit, pirit, dan mineral hidroksida seperti malachit. Kata kunci: timah, alterasi, mineralisasi bijih, mineragrafi, PIMA | Tin mineralization in Belitung Island part of the Southeast Asia tin belt extends from Thailand-Malaysia in the north. Tin deposition associated with granite intrusions in the greissen system. The study was conducted in Kacang Butor at UTM coordinate of 812000 and 9693500 to UTM 817000 and 9698500. The study area is mainly composed of Carbon-Early Permian quartz arenite. This rock was intruded by Early-Late Triassic granite intrusions. Based on the outcrop, the granite intrusions produced a hydrothermal alteration and ore mineralization. Alteration and mineralization study is used petrographic, mineragraphy, PIMA, and grain counting analysis to obtain detailed information about mineralogy both alteration and ore minerals, so the geologic controls can be known. The study area is divided into three zones consisting of albite ± quartz ± sericite ± muscovite ± illite (220-3000C), quartz ± sericite ± kaolinite (140-2000C), and kaolinite ± quartz ± halloysite ± dickite (140-1600C) zones. Mineralization developed in the study area consisting of oxide minerals such as magnetite, cassiterite, ilmenite, hematite, sulfide minerals such as arsenopyrite, pyrite, and hydroxide minerals such as malachite. Keywords: tin, alteration, ore mineralization, mineragraphy, PIMA | |
| 2626 | 12397 | H1D010011 | PENGARUH PENERAPAN REKAYASA NILAI TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pembangunan Gedung Rusunawa Banjarnegara, Jawa Tengah) | Untuk mengatasi keterbatasan lahan permukiman akibat pertumbuhan penduduk sebesar 2,5% pertahun atau dua kali lipat dari jumlah penduduk sekarang pada tahun 2025, maka pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (KEMENPERA) membangun hunian secara vertikal berupa rumah susun sederhana dengan sistem sewa pada hampir setiap provinsi di Indonesia. Pembangunan rusunawa menggunakan desain typology serta spesifikasi material yang sama di seluruh wilayah pembangunan rusunawa. Namun tidak di semua wilayah terdapat ketersediaan material yang digunakan. Sehingga diperlukan suatu pencarian material alternatif sebagai pengganti material awal. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan Rekayasa Nilai. Rekayasa Nilai merupakan suatu metode yang sistematis untuk menganalisa fungsi dari suatu item untuk mendapatkan fungsi dasar yang diperlukan dengan biaya yang minimal serta menghemat waktu pengerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari solusi terbaik yang dapat digunakan sebagai pengganti material awal. Pada tahap awal rekayasa nilai dilakukan analisis menggunakan hukum pareto, untuk mencari elemen pekerjaan apa saja yang mempunyai biaya tinggi. Setelah dilakukan analisis, diperoleh elemen pekerjaan berbiaya tinggi diantaranya dinding, plat lantai dan penutup lantai. Kemudian memilih alternatif material dengan menggunakan metoda Zero-One. Kriteria dalam mengevaluasi adalah ketersediaan bahan, penghematan biaya, kualitas, pengaruh terhadap struktur dan kemudahan pelaksanaan. Berdasarkan hasil analisis rekayasa nilai didapatkan pengehematan waktu pengerjaan, pada pekerjaan plat lebih cepat 20.6 hari (60.6%) dari waktu awal yaitu 34 hari, pekerjaan dinding lebih cepat 5.84 hari (9.2%) dari waktu awal yaitu 63 hari dan pada pekerjaan penutup lantai lebih cepat 2 hari (6.9%) dari waktu awal 29 hari. Sedangkan penghematan biaya yang didapatkan dari ketiga elemen pekerjaan terpilih yaitu sebesar Rp. 97.220.517 (15.95%) dari biaya awal Rp. 609.336.074 atau sekitar 4.16% dari biaya keseluruhan Rp. 2.336.971.476. | To overcome the limitations of residential land due to population growth of 2.5% per year or double from the current population in 2025, the government through the Ministry of Housing (KEMENPERA) builds residential building vertically in the form of simple rusunawa (flat) with a lease system in almost every province in Indonesia. The construction of rusunawa uses the same typology design and material specifications in all regions of rusunawa construction. However, the materials used are not available in some of the regions, so it needs a search of alternative materials as a substitute for the initial material. One of the methods that can be used is by using Value Engineering. Value engineering is a systematic method for analyzing the function of an item to obtain the necessary basic functionality at minimal cost and saves construction time. The purpose of this research was to find the best solution that can be used as a substitute for the initial materials. In the early stage of value engineering, it was conducted an analysis with using Pareto law to find any job elements that has high cost. After the analysis, it was obtained high-cost job elements, including walls, floor plate and floor coverings. Then, it was chosen alternative materials with using Zero-One method. The criteria for evaluating were the availability of materials, cost savings, quality, influence of structure and ease of implementation. Based on the result of value engineering, it was obtained saving of construction duration on the construction of plate that was faster by 20.6 days (60.6%) from the initial duration of 34 days, it was faster by 5.84 days (9.2%) from the initial duration of 63 days on the wall construction and it was faster by 2 days (6.9%) from the initial duration of 29 days on the construction of wall coverings. While the cost saving obtained from the chosen three elements of construction was Rp. 97,220,517 (15.95%) from the initial cost of Rp. 609,336,074 or about 4.16% from the total cost of Rp. 2,336,971,476. | |
| 2627 | 12398 | H1B008015 | PENILAIAN KUALITAS SUSU SEGAR DI KECAMATAN BATURRADEN MENGGUNAKAN METODE WEIGHTED PRODUCT | Pada makalah ini, metode weighted Productdigunakan untuk menilai kualitas susu segar di BBPTU Kecamatan Baturraden, pada bulan Desember 2014. Atribut yang digunakan pada metode ini adalah atribut lemak, protein, BKTL(bahan kering tanpa lemak), dan laktosa. Perhitungan untuk penilaian kualitas susu segardilakukan secara manual maupun dengan menggunakan program, yang coding-nya dibuat menggunakan software Microsoft Visual Studio 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi dengan ear tag 4228 memiliki kandungan susu terbaik dan sapi dengan ear tag 4276 memiliki kandungan susu terburuk. | In this paper we use the method of weighted product method to determine the quality of fresh milk at BBPTU Baturraden distric on December 2014. The attributes in this method are fat, protein, BKTL (non dry ingredient without fat), and lactose. The calculation in getting the quality of milk is done manually and using a program The code of the program is made using Microsoft Visual Studio 2013. The result shows that the cow with ear tag 4228 produces the best milk and a cow with ear tag 4276 produces the worst milk. | |
| 2628 | 12399 | C1B011069 | ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC (RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNINGS, DAN CAPITAL) | Kondisi dunia perbankan menghadapi suatu tantangan keadaan perekonomian yang berubah-ubah. Gejolak perekonomian eksternal (subprime mortgage) merupakan sumberinstabilitas yang paling utama selama tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan tingkat kesehatan antara bank syariah dan bank konvensional yang terdaftar diOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2012 dan 2014. Penilaian terhadap tingkat kesehatan bankmerupakan penilaian terhadap faktor-faktor RGEC yakni profil risiko (risk profile), tatakelola perusahaan yang baik (good corporate governance), rentabilitas (earnings), danpermodalan (capital). Bank yang menjadi sampel sebanyak 70 bank dari populasi 83 bankdengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kesehatanantara bank syariah dan konvensional. Secara parsial faktor profil risiko dan GCG menunjukkanadanya signifikansi antara bank syariah dan konvensional. Sedangkan faktor rentabilitas danpermodalan menunjukkan hasil yang sebaliknya. Proksi yang beragam dan jangka waktuyang diperpanjang berpotensi akan memberikan hasil yang lebih baik dalam penelitian. | Banking sector faced a challenging economic circumstances change. External economicshocks (subprime mortgages) is the most instability during 2008. This study purpose todetermine differences in bank rating performance between islamic banks and conventional bankslisted on the Otoritas Jasa Keuangan (OJK) in 2012 and 2014. Bank rating performances is anassessment of the factors RGEC which is risk profile, good corporate governance,earnings, and capital. Sample of this analysis are 70 banks of 83 banks using purposivesampling method. Mann-Whitney test as a analysis technique in this research. The result ofthis research show that there is not difference between islamic banks rating performance andconventional banks. The founding of this research are significantly influence to risk profile andgood corporate governance meanwhile capital and earnings are not. More various proxyand longer time period will provide better results in future research. | |
| 2629 | 12519 | G1B011005 | EFEKTIVITAS METODE PEER EDUCATION DALAM UPAYA PENINGKATAN SAFETY BEHAVIOUR PADA PEKERJA BULU MATA PALSU DI PT. X PURBALINGGA | Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang tidak baik dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Banyaknya kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat terjadi karena masih rendahnya penerapan Safety Behaviour di tempat kerja. Safety Behaviour dapat ditingkatkan dengan menyebarluaskan informasi tentang safety behaviour melalui metode peer education. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode peer education dalam upaya peningkatan safety behaviour pada pekerja bulu mata palsu di PT. X Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pre and posttest design. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan checklist. Analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan tentang safety behaviour (0,000<α), sikap mengenai safety behaviour (0,006<α) dan perilaku mengenai safety behaviour (0,000<α). Diharapkan Dinas Kesehatan Purbalingga dan Perusahaan dapat mengadakan pelatihan peer educator tentang safety behaviour sehingga jumlah peer educator menjadi bertambah. Selain itu, media promosi seperti poster dan leaflet juga diperlukan untuk mendukung peer educator dalam memberikan informasi tentang safety behaviour. | The poor implementation of occupational health and safety can cause occupational accidents and diseases. Many cases of occupational accident and disease happened because labor did not apply safety behaviour in the workplace. Safety behaviour among labors can be improved by disseminating information about safety behaviour through peer education method. This research aimed to know the effectiveness of peer education method on improving safety behaviour among eyelashes labors in PT. X Purbalingga. The method used was a quasy experiment with one group pretest and posttest design. Participants of this study were as many as 60 obtained by purposive sampling technique. Data were analyzed by wilcoxon test and pair t test. Results showed that there were significant difference on safety behavior knowledge (0,000<α), attitudes toward safety behavior (0,006<α), and safety behaviour practice (0,000<α). Based on these results, it is expected that Purbalingga Health Department and eyelashes company can conduct training peer educator, so that there will be more peer educators. Furthermore, media promotion such as poster and leaflet is required to support peer educator in giving safety behaviour information. | |
| 2630 | 12403 | H1L008022 | SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JURUSAN PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS SMK NEGERI 1 BALONGAN) | SMK Negeri 1 Balongan merupakan sekolah yang dibangun untuk memenuhi minat para siswa SMP yang ingin langsung bekerja seusai menyelesaikan pendidikan tingkat atasnya. SMK Negeri 1 Balongan membuka 4 jurusan yaitu multimedia, teknik komputer dan jaringan, mekanik otomotif, dan teknik audio-video. Siswa dapat memilih jurusan pada saat pendaftaran, kemudian nilai dari tiap calon siswa yang ada akan diproses. Untuk itu perlu di bangun SPK Penentuan Jurusan (SPK PJ) agar dapat membantu panitia penerimaan siswa baru dalam menentukan apakah siswa tersebut bisa diterima di jurusan yang mereka pilih. SPK PJ menerapkan metode waterfall sebagai metode pengembangan sistem dengan bahasa pemrograman visual basic 6.0 dan database microsoft access. Simple Additive Weighting (SAW) merupakan metode yang dipakai untuk menentukan nilai alternatif pada SPK PJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPK PJ dapat membantu panitia penerimaan siswa baru dalam pengolah data dan melakukan pengambilan keputusan penentuan jurusan pada calon siswa. | SMK Negeri 1 Balongan is a school that built to meet the interests of junior high school students who want to work directly after completing level education. SMK Negeri 1 Balongan opened four departments multimedia, computer and network engineering, automotive mechanics, and audio-video techniques. Students may choose a major at the time of enrollment, then the value of each prospective student that is going to be processed. For that they are need to made SPK Penentuan Jurusan (SPK PJ) in order to assist committee whether students can be accepted in their choose majors. SPK PJ used waterfall method as a method of system development with language programe is Visual Basic 6.0 and Microsoft Access on databases. Simple Additive Weighting (SAW) is method used the value of an alternative to SPK PJ. Results showed that SPK PJ can help new admissions committee in processing data and make decisions on prospective students majoring. | |
| 2631 | 12404 | C1B011025 | ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS LQ45 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh current ratio ( CR ), return on assets ratio (ROA), debt to total assets ratio (DAR), arus kas operasi dan arus kas investasi terhadap return saham. Data penelitian ini dikumpulkan selama periode Januari 2012 hingga Desember 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian internet. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda sebagai sarana menguji hipotesis . Populasi dalam penelitian ini adalah indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2012-2014 , menggunakan metode purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio , return on assets ratio , debt to total assets ratio dan arus kas investasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham sedangkan arus kas operasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. | The purpose of this research was to analyze the effect of current ratio (CR), return on assets ratio (ROA), debt to total assets ratio (DAR), operating cash flow and investment cash flow against stock returns. The data of this research was collected during the period January 2012 until December 2014. Data collection techniques used the method of documentation, literature review and internet search. This research used multiple regression model as a means of testing the hypothesis. Population in this study was the LQ45 index listed on Indonesia Stock Exchange during 2012-2014, using purposive sampling method as a sampling technique. The results of this research showed that current ratio, return on assets ratio, debt to total assets ratio and investment cash flow had a positive and significant effect on stock returns while operating cash flow had a negative and significant effect on stock returns. | |
| 2632 | 12405 | E1A008295 | PERBARENGAN TINDAK PIDANA TERHADAP TUBUH MANUSIA (Tinjauan Yuridis Putusan Pidana Nomor: 10/PID.B/2015/PN.Pwt.) | ABSTRAKSI Praktek hukum dalam masalah penganiayaan dapat dilihat dalam Arrest Hooge Raad tanggal 25 Juni 1894 yang mengatakan bahwa penganiayaan adalah dengan sengaja menimbulkan rasa sakit atau luka. Menurut KUHP, gabungan melakukan tindak pidana sering diistilahkan dengan concursus realis yaitu satu orang yang melakukan beberapa tindak pidana yang mana tindak pidana tersebut berdiri sendiri sendiri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur perbarengan tindak pidana penganiayaan dalam putusan Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt. dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam perkara pidana Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum yang diperoleh dianalisis secara normatif kualitatif, yaitu membahas dan menjabarkan data hasil penelitian berdasarkan kaidah-kaidah, teori-teori, doktrin dalam hukum kesehatan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut : 1. Penerapan unsur-unsur perbarengan tindak pidana penganiayaan dalam putusan Nomor: 10/Pid.B/2015/PN.Pwt telah sesuai dengan perbuatan yang diancam pada Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) tersebut. Unsur-unsur tindak pidana yang telah dibuktikan kebenarannya meliputi barang siapa, dengan siapa, melakukan penganiayaan dan mengakibatkan luka berat. 2. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara pidana Nomor 10/Pid.B/2015/PN.Pwt., adalah dengan pertimbangan yuridis dan sosiologis. Pertimbangan yuridis, karena seluruh unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan telah dibuktikan di pengadilan sebagaimana dirumuskan dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pertimbangan sosiologis yaitu Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.. Majelis Hakim dalam memberikan sanksi pidana terhadap diri terdakwa hendaknya senantiasa mempertimbangkan aspek yuridis da sosiologis yang dapat memberikan rasa adil bagi terdakwa maupun korban, sehingga sanksi pidana yang diberikan dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi terdakwa dan dapat menyadari kesalahannya serta dapat berperilaku lebih baik dikemudian hari. | ABSTRACT The practice of law in the matter of persecution can be seen in Hooge Raad Arrest dated June 25, 1894 which said that the persecution is to deliberately cause pain or injury. According to the Criminal Code, combined with a criminal offense is often termed a van Strafbare Samenloop Feiten ie one person doing some crime. The study aims to determine the application of the elements of the crime of persecution perbarengan in decision No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt. and basic legal considerations the judge in a criminal case No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt. The research method using normative juridical approach. Legal materials obtained were analyzed qualitatively normative, which discusses and describes the research data is based on the principles, theories, doctrines in the health law to address the problems studied. Conclusion of the study as follows: 1. Implementation of the elements of the crime of persecution perbarengan in decision No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt in accordance with the act which is punishable under Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code and Article 351 paragraph (1) is. Elements of crime have been substantiated include anyone, with whom, doing persecution and resulted in serious injuries. 2. Basic legal considerations the judge in a criminal verdict on criminal case No. 10 / Pid.B / 2015 / PN.Pwt., Is the juridical and sociological considerations. Juridical considerations, because all the elements of the crime of which the accused has been proven in court and punishable as defined in Article 351 paragraph (2) and Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code. Sociological considerations that the judge consider the aggravating and relieve the defendant .. The judges in criminal sanctions against the accused should always consider themselves juridical da sociological aspects that can provide a sense of justice for the defendant or the victim, so that a given criminal sanctions can provide a very valuable lesson for the accused and can realize his mistake and can behave better future. | |
| 2633 | 12406 | E1A011073 | KAJIAN YURIDIS PENGAWASAN ALAT TIMBANGAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN PASAL 30 UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Proses jual beli menjadi salah satu bentuk interaksi yang mengemuka setiap harinya. Demi memperlancar proses jual beli diperlukan alat timbangan. Dilatarbelakangi oleh keberadaan alat timbangan sebagai kebutuhan utama dalam proses jual beli ini dapat menjadi sesuatu hal yang menggairahkan untuk disalahfungsikan oleh pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab. Untuk meneliti apakah pelaku usaha sudah memakai alat timbangan sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam setiap transaksi jual beli, maka perlu ada pihak yang mengawasi alat timbangan. Khusus mengenai pengawasan maka diatur di Pasal 30 Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pengaturan mengenai pengawasan barang dan/atau jasa diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa. Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian yuridis normative dengan pendekatan peraturan perundang – undangan. Sumber data hukum dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data tersebut disajikan dalam bentuk teks naratif. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan alat timbangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen di Kabupaten Banyumas berdasarkan Pasal 30 Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan alat timbangan di Kabupaten Banyumas yang dilakukan pemerintah dengan diwakili oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sebagai wakil pemerintah berbentuk pengawasan langsung, pengawasan tidak langsung, pengawasan preventif dan pengawasan represif yang dilakukan baik secara berkala maupun secara khusus. Kata Kunci: Pengawasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Alat Timbangan, Konsumen. | Trade process becomes one of the interaction forms that emerges everyday. Thus to accelerate the trade process so it is needed the pair of scales tool. Related with the existence of the pair of scales as the main necessity in this trade process so it becomes something that is very exited to be malfunction by the trader who do not being responsible. To do the research whether the trader has used the pair scales tool based on regulation that has been determined in every transaction of trade, so it is needed for all parties to control the pair of scales. Especially about the controlling so it is regulated in Article 30 Ordinance Number 8 in 1999 about the Consumer Protection. The regulation of Trade Ministry Number 20/M-DAG/PER/5/2009 about the Certainty and Procedure of Goods/Service Controlling. This research was arranged by using the method of normative juridical and by using the approach of ordinance regulation. Source of law data in this research used the secondary data from the literatures materials that are supported with the primary data from the result of interview. This data was presented in the narrative form. And the method of data analysis used the method of qualitative normative. This research aimed to find out the controlling tool of pair of scales from the Department of Trade and Industry of Central Java to give the law protection to the consumer in Regency of Banyumas based on the Article 30 Ordinance Number 8 in 1999 about the Consumer Protection. The result of research showed that controlling of the pair of scales in Regency of Banyumas was conducted by government which was represented by Department of Trade and Industry of Central Java as the government representation by doing direct controlling, indirect controlling, preventive controlling and repressive controlling that were conducted whether gradually or specifically. Keywords: Controlling, Department of Trade and Industry of Central Java, Pair of Scales Tool, Consumer. | |
| 2634 | 12407 | E1A010006 | PENERAPAN PASAL 35 PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR : 1/POJK.07/2013 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN SEKTOR JASA KEUANGAN BERKAITAN DENGAN PENANGANAN PENGADUAN NASABAH PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk,CAB Tegal | Skripsi ini membahas tentang Penerapan Pasal 35 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Berkaitan dengan Penanganan Pengaduan Nasabah Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,Cab. Tegal. Metode penelitian yang digunakan untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan tersebut antara lain jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, teknik pengumpulan bahan hukum dengan melakukan studi pustaka serta penelusuran bahan-bahan hukum primer dan sekunder, serta menggunakan teknik analisis secara kualitatif, deskriptif analitis dan sistematis.Berdasarkan analisa dan hasil penelitian yang diperoleh,Penerapan penanganan pengaduan nasabah bertujuan untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian bank dan meminimalisir Risiko. Pengaduan nasabah adalah ungkapan ketidakpuasan nasabah yang disebabkan oleh adanya potensi kerugian finansial pada Nasabah yang diduga karena kesalahan atau kelalaian bank. Perlindungan nasabah ini diwujudkan dengan adanya berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/7/PBI/2005 jo (PBI) No 10/10/2008 tentang penyelesaian pengaduan nasabah.dan diperbaharui dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No : 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen. Bank wajib menyelesaikan pengaduan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan; Dalam hal terdapat kondisi tertentu, bank dapat memperpanjang jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan paling lama 20(dua puluh) hari kerja. | This thesis discusses on the Application of Article 35 of the Regulation of the Financial Services Authority Number: 1 / POJK.07 / 2013 on Consumer Protection Financial Services Sector Complaints Relating to customers at PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, limb of Tegal city. The method used to assess and analyze problems, among other types of normative legal research approach legislation, legal materials collection techniques by conducting literature as well for primary legal materials and secondary, as well as qualitative analysis techniques,descriptive and analytical systematic. Application of the handling customer complaints aims to improve the precautionary principle banks and minimize risk. Customer complaint is an expression of customer dissatisfaction caused by the potential financial loss to the Customer arising from errors or omissions bank. Customer protection is realized by the Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 7/7 / PBI / 2005 jo (PBI) No. 10/10/2008 about complaints resolution costumer. dan updated by Regulation Financial Services Authority (POJK) No: 1 / POJK.07 / 2013 on Consumer Protection. Bank are required to resolve the complaint no later than 20 (twenty) working days after the date of receipt of the complaint; In the event of certain circumstances, the bank may extend the period referred to in paragraph (1) up to a maximum of 20 (twenty) working days | |
| 2635 | 12448 | H1K010018 | PENAPISAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK METABOLIT SEKUNDER PADA BEBERAPA SPESIES RUMPUT LAUT DARI PERAIRAN PANTAI BINUANGEUN, BANTEN | ABSTRAK Radikal bebas merupakan senyawa reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan sel, jaringan, dan proses penuaan. Antioksidan mampu menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel dapat dicegah. Rumput laut merupakan sumber daya laut potensial yang mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dan karakteristik metabolit sekunder rumput laut dari Pantai Binuangeun, Banten. Metode yang digunakan dalam pengujian antioksidan pada penelitian ini adalah DPPH dan FRAP. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai IC50 tertinggi dari kelas rumput laut coklat (Phaeophyceae), rumput laut hijau (Chlorophyceae), dan rumput laut merah (Rhodophyceae) berturut-turut diperoleh pada Padina australis (2,46 ppm), Caulerpa sertularioides (89,89 ppm), dan Hypnea sp (144,75 ppm). Nilai FRAP tertinggi pada konsentrasi 1000 ppm dari kelas rumput laut coklat (Phaeophyceae), rumput laut hijau (Chlorophyceae), dan rumput laut merah (rhodophyceae) berturut-turut diperoleh pada Padina australis (181,37 μM/μg), Chaetomorpha sp (298,02 μM/μg), dan Hypnea sp (125,18 μM/μg). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, ada hubungan senyawa fukosantin dan fenol terhadap aktivitas antioksidan. Dengan demikian rumput laut yang mempunyai kandungan fukosantin dan fenol yang tinggi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat-obatan. | ABSTRACT Free Radicals were reactive compound that causes cells and tissues damage, and aging process. Antioxidant can inhibit the oxidation reaction by binding free radicals and reactive moleculs which can prevent cells damage. Seaweeds were potentially marine resource which contains antioxidant compounds. This research aimed to determine antioxidant activity and characterize secondary metabolites of seaweed’s from Binuangeun Beach, Banten. The method used in this research were DPPH and FRAP. The result from this research showed the highest IC50’s value of brown seaweed (Phaeophyceae), green seaweed (Chlorophyceae) and red seaweed (Rhodophyceae) had been found in Padina australis at 2.46 ppm, Caulerpa sertularioides at 89.89 ppm, and Hypnea sp at 144.75 ppm. The highest value from FRAP’s at 1000 ppm of brown seaweed (Phaeophyceae), green seaweed (Chlorophyceae) and red seaweed (Rhodophyceae) had been found in Padina australis at 18.,37 μM/μ, Chaetomorpha sp at 298.02 μM/μg, dan Hypnea sp at 125.18 μM/μg. This research indicated that, there was a relationship between fucoxanthin and phenol compounds to antioxidant activity. Hence, we might conclude that seaweed which contained high fucoxanthin and phenol can be a good candidate to be developed as medicine raw material. | |
| 2636 | 12408 | H1K010045 | IDENTIFIKASI GENUS KARANG DENGAN MENGGUNAKAN CORAL FINDER TOOL DI PANTAI TIMUR PANGANDARAN JAWA BARAT | Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui genus karang, persentase penutupan terumbu karang dan parameter fisika kimia perairan di pantai Timur Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Genus karang diidentifikasi dengan menggunakan perangkat Coral Finder dan pengamatan terumbu karang dilakukan dengan menggunakan Line Intercept Transect (LIT) sepanjang 20 m pada setiap titik pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa genus karang yang teridentifikasi di pantai Timur Pangandaran yaitu genus Acropora, Montipora, Fungia, Porites, Platygra, Echinopora, dan Favia. Nilai rata-rata persentase penutupan karang yang didapatkan dalam pengamatan yaitu 52,70% dan nilai ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut termasuk dalam kategori baik. Parameter fisik kimia di pantai Timur Pangandaran masih dalam kondisi yang baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan terumbu karang secara optimal. | The purpose of this research was to determine the genus of coral, the percentage cover of coral reefs and physical-chemical parameters of water on the East Coast of Pangandaran. The method used in this research was survey method. Coral genus were identified by using the Coral Finder and observations of coral reefs using Line Intercept Transect (LIT) along 20 m at each point of observation. Based on the observation of the study showed that coral genus identified in the East coast of Pangandaran that genus Acropora, Montipora, Fungia, Porites, Platygyra, Echinopora and Favia. The average value of the percentage of coral cover is 52,70%, and this value showed that the region included in good category. Chemical physical parameters on the East coast of Pangandaran are in good condition so it would support the growth of coral reefs optimally. | |
| 2637 | 12415 | E1A010056 | TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PENJATUHAN SANKSI DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN | Penelitian ini berjudul “Penerapan Penjatuhan Sanksi Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Latar belakang masalah penelitian ini adalah masih terjadinya pelanggaran disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang sering melanggar kewajiban-kewajiban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan penjatuhan sanksi disiplin Pegawai Negeri Sipil, serta mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapan penjatuhan sanksi disiplin Pegawai Negeri Sipil tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode perundang-undangan. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa penerapan penjatuhan sanksi disiplin di Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada dasarnya sudah dilaksanakan dan sudah diterapkan sejak peraturan tersebut telah diberlakukan dan pelanggaran sanksi yang dilakukan sudah sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dilakukan. Hambatan yang terjadi dalam penerapan penjatuhan sanksi yaitu peraturan atau tata tertib, yaitu dalam penerapan dan pelaksanaannya tidak tegas atau kurang tegas, atasan atau pimpinan yang tidak tegas dalam mengambil tindakan, kurangnya pembinaan dan pengawasan serta kurangnya kesejahteraan bagi Pegawai Negeri Sipil. | The research is “Juridical Review of Disciplinary Sanctions Implementation of the Civil Service Inspectorate General of the Ministry of Education and Culture”. Backgorund of the research is the violation of discipline against Civil Servants who often violate obligations. The purpose of this study to determine the application of disciplinary sanctions Civil Servants, as well as knowing the obstacles that occur in the application of disciplinary sanctions of the Civil Servant. The method in the research is juridical normative legislation method. This research aimed to find out the implementation of the punishment of discipline sanction to the Civil Public Servant, and to find out the obstacles that happened in the punishment implementation of the discipline sanction to the Civil Public Servant. Method that had been used in this research used the method of normative juridical by using the method of ordinance. The result of research gave the conclusion that the punishment implementation of the discipline sanction at Inspectorate of the Ministry General of Education and Culture that based on the Government Regulation Number 53 in 2010 about the Discipline of the Public Servant and Regulation of the Education and culture Ministry Number 107 in 2013 about the Work Incentive for the Civil Public Servant at Inspectorate of the Ministry General of Culture and Education which basically had been conducted and implemented since this regulation h ad been implemented and the sanction violence that had been conducted had based on the violence level that had been conducted. The obstacle that happened in the implementation of sanction that was the regulation or rules, it was in the implementation and appliance did not being strict or less strict, the head or top management that was not strict in taking the action decision, lack of counseling and controlling and lack of the prosperity for the Civil Public Servant. Keywords: Implementation, Sanction, Discipline of Civil Public Servant | |
| 2638 | 12409 | C1C010119 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, NPL DAN LDR TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi pada Perusahaan Perbankan Persero yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013) | Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris pada perusahaan perbankan persero yang terdaftar pada Bursa Efek indonesia.Penelitian ini mengambil judul tentang “PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, NPL DAN LDR TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh GCG (dewan komisaris, dewan direksi, dewan komisaris independen, komite audit, ), NPL dan LDR terhadap kinerja perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 perusahaan perbankan persero yang ada di BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yang dimana menggunakan seluruh populasi yaitu yang berjumlah 4 perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa GCG (dewan komisaris, dewan direksi, dewan komisaris independen, komite audit, ), NPL dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan. Implikasi dari penelitian ini adalah perbankan persero sebaiknya menganalisis kembali struktur perusahaanya sehingga menciptakan struktur perusahaan yang lebih baik lagi serta perlu memperhatikan dana penerimaan dan penyaluranya.. perlu melihat dan dicermati kembali dalam melakukan penanaman modal dan lebih diamati pula struktur dalam perusahannya. | This research is an empirical study on the state-owned banking company listed on the Stock Exchange this indonesia.Penelitian take the title of "THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, NPL AND PERFORMANCE OF THE COMPANY LDR" This study aims to analyze how much influence GCG (commissioners, board of directors, independent board, audit committee,), NPL and LDR on bank performance. The population in this study was 4 owned banking company in the Stock Exchange. The sample used in this study is that where the saturated sample using the entire population, namely the amount of 4 companies. Based on the research and analysis of data using multiple regression analysis showed that the GCG (commissioners, board of directors, independent board, audit committee,), NPL and LDR had no significant effect on bank performance. The implications of this study are state-owned banks should analyze the structure of his company so as to create a better corporate structure again and the need to consider the acceptance of funds and penyaluranya .. need to see and be observed again in making investment and more observed in the structure of his company. | |
| 2639 | 12411 | G1H011037 | EFEKTIVITAS MEDIA FILM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEJADIAN BAWAH GARIS MERAH PADA BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Banyumas) | Masalah gizi kurang pada balita sampai saat ini masih menjadi masalah yang serius, salah satu keadaan yang mengarah pada permasalahan tersebut adalah berat badan di bawah garis merah (BGM) pada kartu menuju sehat (KMS). Upaya pencegahan masalah gizi pada balita dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu melalui pendidikan kesehatan menggunakan media film. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media film terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu tentang kejadian bawah garis merah pada balita di wilayah kerja Puskesmas Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 32 orang, terdiri dari 16 orang kelompok perlakuan dan 16 orang kelompok pembanding, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji pair t-test, wilcoxon, dan mann-whitney. Hasil uji menunjukkan adanya perubahan skor rata-rata pengetahuan (pretest: 80,83; posttest: 91,67) dan sikap (pretest: 84,84; posttest: 87,34) pada kelompok perlakuan, serta pengetahuan (pretest: 76,25; posttest: 77,08) dan sikap (pretest: 78,44; posttest: 77,81) pada kelompok pembanding. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan posttest pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding (pengetahuan: p = 0.000; sikap: p = 0.002). Peneliti menyarankan penggunaan media film dalam memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. | Nowadays under-nutrition in under five children still be a serious problem. One of the conditions leading to the issue is children’s below the red line weight on the weight chart. Preventing these problems can be implemented by improving mothers’ knowledge and attitude through health education using film media. This study aims to analyze the effectiveness of film media to improve mothers’ knowledge and attitude in relation to below the red line incidents in under-five children around working area of Banyumas Community Health Center. This research is a Quasi- Experimental pretest-posttest with control group design. Total sample is 32 respondents, consists of 16 respondents for experiment group and 16 respondents for control group, selected using purposive sampling technique. The data were analyzed using pair T-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test. Results of the test show there is changes in average score of knowledge (pretest: 80,83; posttest: 91,67) and attitude (pretest: 84,84; posttest: 87,34) in experiment group, and knowledge (pretest: 76,25; posttest: 77,08) and attitude (pretest: 78,44; posttest: 77,81) in control group. The result shows that there is a difference of posttest knowledge and attitude between experiment group and control group (knowledge: p=0.000; attitude: p=0.002). This research suggests the use of film media in providing health education to further improve mother’s knowledge and attitude. | |
| 2640 | 12412 | E1A011247 | REFORMATIO IN PEIUS SEBAGAI KONSEKUENSI PENERAPAN ASAS KEAKTIFAN HAKIM DALAM HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 29/G/2010/PTUN. SMG) | Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang Nomor 29/G/2010/PTUN.SMG, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan Reformatio In Peius sebagai konsekuensi asas keaktifan hakim dalam putusan a-quo serta untuk mengetahui dan menganalisis apakah penerapan Reformatio In Peius dapat memberikan keadilan bagi Penggugat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Penggugat dalam perkara a-quo yakni Wuryanti Listyaningsih, SE (karyawan Perusahaan Daerah (PD) BPR BKK Demak Kota), tergugatnya Direksi PD BPR BKK, objek sengketanya yakni Keputusan Direksi PD BPR BKK Demak Kota Kabupaten Demak Nomor : 581/016/KEP. Dir/IV/2010 tentang Pemberhentian dengan Hormat Tidak atas Permintaan Sendiri sebagai Pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka pada intinya dapat diketahui penerapan Reformatio In Peius dalam putusan Nomor 29/G/2010/PTUN. SMG yaitu pada mulanya kedudukan Penggugat diberhentikan dengan hormat, kemudian setelah Penggugat mengajukan gugatan, amar putusan Hakim menyatakan untuk memerintahkan Tergugat membuat surat keputusan baru yang berisi pemberhentian tidak hormat Penggugat. Reformatio In Peius diartikan bahwa hakim justru memberi putusan yang lebih merugikan (berakibat lebih negatif) kedudukan atau kepentingan hukum penggugat, dibandingkan kedudukan hukum Penggugat sebelum mengajukan gugatan. Amar Putusan yang bersifat Reformatio In Peius dalam putusan nomor 29/G/2010/Ptun.Smg sudah sesuai dengan teori keadilan substantif dan keadilan prosedural. Kata kunci : Reformatio In Peius, Peradilan Tata Usaha Negara, Keadilan. | This research was based on the verdict issued by State Administrative Court Semarang Number 29/G/2010/PTUN.SMG. It was aimed to find out and analyze the application of Reformatio In Peius as a consequence of judge’s liveliness principle in the a-quo decision and to discover and analyze whether the application of Reformatio in peius could give justice to the plaintiff or not. This research employed normative juridical method with legislation approach. The Plaintiff of this a-qou case was Wuryanti Listyaningsih, SE (an employee of Regional Company of BPR BKK Demak Kota), the Defendant was Board of Directors of PD BPR BKK, and the object of the dispute was the Decision of the Board of Directors of PD BPR BKK Demak Kota, Demak Regency, Number: 581/016/KEP.Dir/IV/2010, concerning Honorable Discharge That was not by Her Own Request as an Employee. Based on the result and discussion of the research, basically, it can be seen that the application of Reformatio In Peius in the verdict Number 29/G/2010/PTUN.SMG was, at the beginning, the position of the Plaintiff was honorably discharge, but then after the Plaintiff submitted a suit, the judge’s command stated to order the Defendant to make a new decision letter that contained dishonorable discharge of the Plaintiff. Reformatio In Peius verdict meant the judge precisely gave a verdict that harmed the plaintiff’s legal interest than before the suit was submitted by him/her. This Reformatio In Peius command in the verdict Number 29/G/2010/ Ptun.Smg had been in conformity with the theory of substantive and procedural justice. Keywords: Reformatio In Peius, State Administrative Court, Justice |