Artikel Ilmiah : B1J011036 a.n. CHAYYU LATIFAH
| NIM | B1J011036 |
|---|---|
| Namamhs | CHAYYU LATIFAH |
| Judul Artikel | POTENSI Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, DAN Lentinula edodes DALAM MENGHASILKAN β-GLUKAN PADA MEDIUM CAIR DENGAN WAKTU INKUBASI BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, dan Lentinula edodes merupakan jamur dari kelas Basidiomycetes yang bermanfaat bagi manusia karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan obat. Ketiga jamur tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena kandungan gizinya yang baik, dan dipertimbangkan sebagai bahan obat karena menghasilkan β-glukan yang berpotensi sebagai immunomodulator dan antitumor. β-glukan yang berasal dari jamur dapat diisolasi dari miselium yang ditumbuhkan pada medium cair, baik dari biomassa miselium maupun filtrat kultur. Biomassa miselium dan filtrat kultur yang dihasilkan tiap spesies jamur dengan waktu inkubasi yang berbeda menghasilkan bobot kering miselium dan bobot β-glukan yang berbeda. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka telah dilakukan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: mengetahui jenis jamur dan waktu inkubasi yang menghasilkan pertumbuhan miselium paling baik pada Mushroom Complete Medium (MCM); Mengetahui jenis jamur dan waktu inkubasi yang menghasilkan bobot β-glukan tertinggi pada Mushroom Complete Medium (MCM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah jenis jamur dan lama waktu inkubasi 20, 25 dan 30 hari. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu jenis jamur dengan waktu inkubasi berbeda sedangkan variabel tergantungnya adalah pertumbuhan miselium dan produksi β-glukan. Parameter yang diukur adalah parameter utama yaitu bobot kering miselium dan bobot β-glukan, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH akhir medium. Data bobot kering miselium dan bobot β-glukan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) berdasarkan uji F pada tingkat ketelitian 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kering miselium dan bobot β-glukan berbeda sangat nyata (P < 0,01). Bobot kering miselium rata-rata tertinggi dihasilkan oleh P. cystidiosus dengan waktu inkubasi 25 hari sebesar 0,47 g/100 ml. Bobot β-glukan rata-rata tertinggi dihasilkan oleh P. sajor-caju dengan waktu inkubasi 25 hari sebesar 0,54 g/100 ml. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, and Lentinula edodes are fungi of the class Basidiomycetes which beneficial to humans because they were used as food and drug ingredients. Those mushrooms were used as food because of well nutritional content, and considered as a medicinal ingredient for potentially producing β-glucan as an immunomodulator and antitumor. β-glucan which derived from the fungi can be isolated from the mycelium that is grown in a liquid medium, either of mycelium biomass and culture filtrate. Mycelium biomass and culture filtrate were produced by each fungus species with different incubation times will resulted different in mycelium dry weight and β-glucan weight. Based on this background, it has carried out this research with the following objectives: the type of fungus and incubation time that results in the growth of the best mycelium at Mushroom Complete Medium (MCM); This type of fungus and incubation time that results in the highest weight of β-glucan at Mushroom Complete Medium (MCM). The method used in this study is experimental with Completely Randomized Design (CRD). The treatments were tested by types of fungi and incubation time 20, 25 and 30 days. The variables were used the independent variables were species of fungi with different incubation time, while the dependent variable was the growth of mycelium and the production of β-glucan. The measured parameters were the main parameters such as mycelium dry weight and β-glucan weight, while supporting parameter was the final pH of the medium. The data of mycelium dry weight and β-glucan weight were analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA) F-test based on the accuracy level of 95% and 99%, followed by Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that mycelium dry weight and β-glucan weight were highly significant (P < 0.01). The highest average mycelium dry weight was produced by P. cystidiosus with 25-day incubation time was 0.47 g/100 ml. The highest average β-glucan weight was produced by P. sajor-caju with 25-day incubation time was 0.54 g/100 ml. |
| Kata kunci | Pleurotus sajor-caju, P. cystidiosus, Lentinula edodes, β-glukan, waktu inkubasi. |
| Pembimbing 1 | Dr. Nuraeni Ekowati, M.S. |
| Pembimbing 2 | Drs. Slamet Priyanto, M.S. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 44 |
| Tgl. Entri | 2015-08-19 07:02:12.903177 |