Artikel Ilmiah : H1D010063 a.n. AAN DHANDHANG PRABOWO

Kembali Update Delete

NIMH1D010063
NamamhsAAN DHANDHANG PRABOWO
Judul ArtikelPENGARUH VARIASI PANJANG DAN JUMLAH ANGKUR DIAPHRAGM WALL TERHADAP STABILITAS TANAH GALIAN BASEMENT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dalam perencanaan pembangunan sebuah gedung perkantoran, pertokoan, maupun apartemen, diperlukan lahan parkir yang cukup luas. Hal inilah yang menjadi permasalahan tersendiri bagi pengembang karena tidak dimungkinkan lagi pembangunan secara horizontal sebab adanya keterbatasan lahan di daerah perkotaan. Karena itu, dibutuhkan solusi berupa pembangunan ke bawah tanah guna memenuhi lahan parkir seperti penggunaan basement.
Jenis struktur dinding penahan tanah yang umum digunakan dalam konstruksi basement ialah jenis diaphragm wall. Bentuk dari struktur diaphragm wall yang tipis dan panjang sangatlah rentan dalam menahan tekanan tanah lateral yang terjadi, sehingga diperlukan adanya perkuatan dengan cara menambahkan angkur. Penentuan stabilitas lereng yang diperkuat adanya struktur diaphragm wall dengan angkur sebagai support dapat dilakukan melalui pengujian langsung dilapangan, pemodelan di laboratorium dan perhitungan matematis dengan metode elemen hingga. Pengujian di lapangan dan pemodelan di laboratorium membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Perhitungan elemen hingga umumnya sulit untuk dilakukan secara manual, sehingga diperlukan bantuan dengan menggunakan program komputer. Salah satu program komputer yang menggunakan prinsip elemen hingga untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan geoteknik termasuk permasalahan stabilitas lereng adalah Program PLAXIS V8.2.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode analisis numerik, dimana data analisis diperoleh dari data pembangunan kantor ”SIMA OFFICE TOWER @SIMA IZZAR MIX USED DEVELOPMENT” yang berlokasi di Jakarta Selatan. Data analisis merupakan kombinasi dari berbagai data angkur seperti data panjang angkur dan data jumlah angkur. Kombinasi dari berbagai data analisis menghasilkan 34 variasi data analisis.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin panjang dan banyak angkur yang dipasang akan semakin meningkatkan stabilitas tanah pada galian basement, karena penambahan nilai panjang dan jumlah angkur tersebut akan memperkecil nilai deformasi dan akan memperbesar nilai safety factor pada konstruksi diaphragm wall. Pemasangan 1 angkur dengan panjang 13 meter pada konstruksi diaphragm wall ternyata belum menunjukan angka aman dalam menahan lereng karena nilai safety factor yang dihasilkan ≤ 1. Kombinasi efektif antara panjang dan jumlah angkur pada konstruksi diaphragm wall ditunjukan pada pemasangan 2 angkur dengan panjang angkur masing – masing 19 meter. Nilai deformasi dan nilai safety factor yang dihasilkan ialah 18,024 cm dan 1.616.
Abtrak (Bhs. Inggris)In planning the construction of an office building, shops, and apartments, a wide parking lot is quite required. This has become a problem for developers because it is no longer possible to build the horizontal development due to limited lands in urban areas. Therefore, the developers need a solution, such as the underground building in order to fill the needed of parking lot, like the use of basement.
The type of retaining wall structures that are commonly used in basement construction is diaphragm wall type. The shape of diaphragm wall structure which is very thin and long is vulnerable to withstand the lateral earth pressure that occurs, so it is necessary to strengthen it by adding anchor. The determination of slope stability reinforced by diaphragm wall structure with anchors as supporters can be done through testing directly in the field, modeling in the laboratory and mathematical calculations using the finite element method. Testing in the field and modeling in the laboratory take long time and cost. Finite element calculation is generally difficult to do manually, so that the help of computer programming is needed. One of the computer programs that use the principles of finite element to solve geotechnical problems including slope stability problem is PLAXIS V8.2 program.
The method used in this research is a numerical analysis method, where the data analysis is obtained from office development "SIMA OFFICE TOWER DEVELOPMENT SIMA IZZAR MIX USED" data which is located in South Jakarta. Data analysis is a combination of various anchors data such as length anchors data and the amount of anchor data. The combination of various data analysis produced 34 variations of the data analysis.
The result of the research showed that the longer and more anchors are installed will increase the stability of the soil in the basement excavation, because the addition of the length and number of anchor will reduce deformation value and increase safety factor value in the construction of diaphragm wall. Installing 1 anchor with a length of 13 meters of diaphragm wall construction is not yet secure in holding the slope because the result of the safety factor is ≤ 1. The effective combination between the length and number of anchors on the diaphragm wall construction is shown in the installation of 2 anchors with the length of 19 meters for each anchor. The deformation value and safety factor value that is resulted is 18.024 cm and 1,616.
Kata kuncibasement, stabilitas galian, stabilitas lereng, diafragma wall, tieback anchors, metode elemen hingga.
Pembimbing 1Arwan Apriyono S.T.,M.Eng.
Pembimbing 2Sumiyanto S.T.,M.T.
Pembimbing 3-
Tahun2015
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2015-08-18 20:53:35.675577
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.