Artikelilmiahs
Menampilkan 25.841-25.860 dari 50.260 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25841 | 29190 | F1C014055 | Bingkai Media Online di Indonesia terhadap Berita Internasional (Analisis Framing Pemberitaan Donald Trump di Cnnindonesia.com dan Kompas.com) | Perhatian terhadap pemberitaan internasional semakin hari kian bertambah. Salah satu media di Indonesia yang paling menonjol dalam menyajikan berita internasional tentu saja cnnindonesia.com. Media online tersebut merupakan anakan portal berita internasional, CNN (berbasis di Amerika Serikat) yang bekerja sama dengan Trans Media (salah satu raksasa media di Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana sudut pandang yang digunakan oleh cnnindonesia.com dalam menyajikan berita-berita internasional. Sebagai pembanding, kompas.com dipilih untuk mewakili media online nasional sekaligus pioner di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan gabungan model Murray Edelman, Robert Entman, dan Zhongdang Pan – Kosicki untuk membedah isi dalam artikel-artikel berita cnnindonesia.com dan kompas.com. Penelitian ini membuahkan beberapa simpulan, diantaranya: pertama, identifikasi masalah antara cnnindonesia.com dan kompas.com cenderung memiliki banyak kesamaan. Kedua, berita internasional yang menyangkut nama Donald Trump lebih banyak didominasi oleh isu-isu ekonomi dan politik internasional. Ketiga, cnnindonesia.com lebih banyak menampilkan recommendation treatment yang sifatnya lebih optimistik jika dibandingkan dengan kompas.com. Keempat, kompas.com menggunakan sudut pandang dari kacamata nasional (Indonesia) yang lebih sering dibanding cnnindonesia.com. sehingga kehadiran CNN Indonesia sebagai anakan media internasional CNN memperkuat gagasan teori Imperialisme Kultural yang menyebut bahwa distribusi pesan atau berita-berita di dunia (khususnya di negara berkembang) lebih banyak didominasi oleh berita-berita dari negara Barat. | This research aims to understand how’s the viewpoint of cnnindonesia.com in presenting international news. As a comparison, kompas.com (as a pioneer online media in Indonesia) is selected to represent the national online media. This research used a qualitative method by using a combined approach of framing analysis model of Murray Edelman, Robert Entman, and Zhongdang Pan - Kosicki to dissect the contents of the news articles cnnindonesia.com and kompas.com. This research led to several conclusions, including: first, the problem identifications between cnnindonesia.com and kompas.com tend to have a lot in common. Second, international news concerning the name Donald Trump are more dominated by economic and international politics issues. Third, the recommendation treatments of cnnindonesia.com are more optimistic than kompas.com. Fourth, kompas.com uses national perspective which is more frequent than cnnindonesia.com. Therefore, the presence of CNN Indonesia as confirms the idea of Cultural Imperialism theory that the distribution of messages in the world (especially in developing countries) are dominated by West Countries. | |
| 25842 | 29191 | A1D116066 | PENGARUH PUPUK P DAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JEWAWUT (Setaria italica L.) PADA KONDISI KADAR AIR TANAH RENDAH | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dosis pupuk P yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut (Setaria italica L.) pada kondisi kadar air tanah rendah, (2) mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut (Setaria italica L.) pada kondisi kadar air tanah rendah, (3) mengetahui kombinasi dosis pupuk P dan pupuk hayati mikoriza yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut (Setaria italica L.) pada kondisi kadar air tanah rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 hingga Juni 2020 di screen house dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk P, yaitu P0 = 0 g SP-36/polibag, P1 = 0,88 g SP-36/polibag, P2 = 1,75 g SP-36/polibag dan P3 = 2,63 g SP-36/polibag. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati mikoriza, yaitu M0 = 0 g pupuk mikoriza/polibag, M1 = 33,3 g pupuk mikoriza/polibag, M2 = 66,6 g pupuk mikoriza/polibag. Masing-masing faktor dikombinasikan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, total luas daun, bobot tajuk kering vegetative, bobot akar kering vegetative, kadar klorofil, infeksi akar, panjang malai, bobot biji, bobot tajuk kering panen, bobot akar kering panen, bobot malai, waktu muncul malai, serapan P. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 1,75 g SP- 36/polibag mampu meningkatkan total luas daun 18%, infeksi akar mikoriza 17%, sedangkan pemberian 0,88 g SP-36/polibag mampu meningkatkan panjang malai 16% dan bobot biji isi 20% dibandingkan tanpa pemberian pupuk P. Pemberian 33,3 g pupuk mikoriza/polibag mampu meningkatkan tinggi tanaman 10%, total luas daun 22%, panjang malai 11%, bobot biji isi 14% dan waktu muncul malai 3% dibandingkan tanpa pemberian pupuk mikoriza. Pemberian kombinasi pupuk P dan mikoriza belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut (Setaria italica L.) Kata kunci : jewawut, pupuk P, pupuk mikoriza, kadar air tanah rendah, pertumbuhan dan hasil. | The purpose of research for (1) knowing the right dose of phosphate fertilizer to increase growth and yield jewawut on low water capacity. (2) knowing the right dose of mycorrhiza fertilizer to increase growth and yield jewawut on low water capacity. (3) knowing dose of phosphate fertilizer and mycorrhiza fertilizer to increase growth and jewawut on low water capacity. This research was carried out from January 2020 until Juny 2020 at screen house and laboratorium Agroecology of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experiments were done with a randomized design with 2 factors. First factor is dose P fertilizer, P0 = 0 g SP-36/polybag, P1 = 0,88 g SP- 36/polybag, P2 = 1,75 g SP-36/polybag and P3 = 2,63 g SP-36/polybag. Second factor is mycorrhiza fertilizer, M0 = 0 g mycorrhiza fertilizer/polybag, M1 = 33,3 g mycorrhiza fertilizer/polybag, M2 = 66,6 g mycorrhiza fertilizer/polybag. Each factor combined and get 12 combinations. The treatment was repeated 3 times to get 36 units of the experiment. The observed of variables are high plants, leaf total, leaf area total, canopy dry weight vegetative, root dry weight vegetative, clorophyll content, root infection, long of malai, weight of seed, canopy dry weight harvest, root dry weight harvest, weight of malai, time up of malai, and P absorption. Data obtained from research were analysed with Anova testand if it has significant effect, it is continued with DMRT test at the trustlevel 95%. The results of research showed that the application of phosphate fertilizer 1,75 g SP-36/polybag can increase variable of total leaf area 18% and root infection of mycorrhiza 17%, while the application of P fertilizer 0,88 g SP-36/polybag can increase of llong of malai 16%, and weight of seed 22% than without application of P fertilizer. The application of mycorrhiza fertilizer 33,3 g per polybag can increase variable of high crop 10%, leaf area total 22%, long of malai 11%, weight of seed 14% and time up of malai 3% than without application of mycorrhiza fertilizer. There is not interaction between application of P fertilizer and mycorrhiza fertilizer to increase growth and production of jewawut plants. Keywords : jewawut, P fertilizer, mycorrhiza fertilizer, under low soil mouisture growth and yield | |
| 25843 | 29192 | F1A015037 | JUDI TOGEL: ANTARA ANGKA DAN INTERPRETASI (STUDI INTERPRETASI KELOMPOK PECANDU TOGEL DALAM MENEBAK ANGKA DI PURWOKERTO) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi kelompok pecandu togel dalam menebak angka di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Wawancara mendalam dilakukan dengan 7 orang informan terdiri atas informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjudi togel dalam menebak angka menggunakan beberapa cara. Pertama, menginterpretasikan angka melalui wangsit, dimana penjudi melakukan pencarian petunjuk dari mimpi yakni menafsirkan kejadian yang ada dalam mimpi ke bentuk angka. Selain mimpi juga ada ngeciam yakni melakukan ritual dengan mendatangi tempat tertentu untuk mencari petunjuk dari makhluk gaib. Adapun cara mitos yakni mempercayai dan menggunakan kepercayaan yang sudah lama ada dalam masyarakat untuk dijadikan bahan mencari angka. Kemudian ada cara ndukun yaitu penjudi mendatangi dukun untuk meminta bantuan dicarikan angka maupun petunjuk mencari angka. Kedua, dengan cara ngrumus, yakni mencari angka melalui pemecahan sebuah rumus. Kegiatan perjudian togel di Klapa Pagak berimplikasi pada perubahan perilaku masyarakat yang bisa dibedakan menjadi perilaku konformis dan perilaku menyimpang. Melalui penyimpangan yang dilakukan penjudi, secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak pada dirinya dan kehidupan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan wawasan serta kewaspadaan akan dampak dari perjudian yang ada dalam masyarakat. | This study aims to determine the interpretation of the group of lottery addicts in guessing numbers in Purwokerto. This study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using in-depth interviews, documentation, observation. In-depth interviews were conducted with 7 informants consisting of main informants and supporting informants. The results showed that lottery gamblers guessed numbers using several methods. First, interpreting numbers through wangsit, where gamblers search for clues from dreams, namely interpreting events in dreams into numbers. Apart from dreams, there is also silence, namely performing rituals by visiting certain places to seek clues from supernatural beings. The mythical method is to believe in and use a long-standing belief in society to be used as material for finding numbers. Then there is ndukun, where gamblers come to a shaman to ask for help in finding numbers and for instructions on finding numbers. Second, by means of ngrumus, which is looking for numbers by solving a formula. The lottery gambling activity at Klapa Pagak has implications for changing people's behavior which can be divided into conformist behavior and deviant behavior. Through irregularities committed by gamblers, it directly or indirectly has an impact on himself and the lives of the surrounding community. This research is expected to be useful and provide insight and awareness of the impact of gambling on society. | |
| 25844 | 29193 | C1C015073 | PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, SPESIALISASI INDUSTRI AUDITOR DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance, spesialisasi industri auditor, dan ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2014-2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel penelitian berjumlah 24 perusahaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi dokumentasi yang dilakukan pada laporan keuangan dan tahunan perusahaan. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan software IBM SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan, (2) kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan, (3) komisaris independen tidak berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan, (4) spesialisasi industri auditor berpengaruh signifikan namun negatif terhadap integritas laporan keuangan, dan (5) ukuran perusahaan berpengaruh signifikan namun negatif terhadap integritas laporan keuangan. | This study aims to determine the effect of corporate governance mechanism, auditor industry specialization and firm size on the integrity of financial statements. Population in this study are manufacture companies registered in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2014-2018. Sampling technique used is purposive sampling and the samples are 24 companies. Data collection in this study is using documentation studies conducted on the company’s financial and annual report. The data were processed using multiple regression analysis with IBM SPSS software version 21. The results of this study indicate that: (1) institutional ownership has no significant effect on the integrity of financial statements, (2) managerial ownership has no significant effect on the integrity of financial statements, (3) independent commissioners has no significant effect on the integrity of financial statements, (4) auditor industry specialization has a significant effect but negative direction on the integrity of the financial statements and (5) firm size has a significant effect but negative direction on the integrity of the financial statements. | |
| 25845 | 29194 | C1C015116 | PENGARUH KESADARAN PERPAJAKAN, SANKSI PERPAJAKAN, SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN MODERN DAN KUALITAS PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK REKLAME DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran perpajakan, sanksi perpajakan, sistem administrasi perpajakan modern dan kualitas pelayanan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak reklame di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak reklame di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teknik convenience random sampling, sampel yang diambil berjumlah 60 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survey melalui kuesioner dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kesadaran perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak, (2) sanksi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak, (3) sistem administrasi perpajakan modern tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, (4) kualitas pelayanan pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Implikasi dari penelitian ini yaitu kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Banyumas dapat ditingkatkan dengan memperhatikan beberapa faktor yang memengaruhinya seperti, Kesadaran Perpajakan, Sanksi Perpajakan, dan Kualitas Pelayanan Pajak terhadap wajib pajak dengan pendampingan dan pemanfaatan teknologi informasi. | This study aims to determine the introduction of taxpayer awareness, penalties, system of modern tax administration and tax service quality to taxpayers compliance in Banyumas Regency. The Population in this research is all of the advertisement taxpayer in Kabupaten Banyumas. This research used convenience sampling technique, the samples taken were 60 respondents. The data obtained were analyzed by multiple linear regression analysis techniques.. Data collection techniques by survey techniques through questionnaires and data analysis techniques in this research using multiple linear regression analysis techniques with SPSS software. The results of this study indicate that: (1) taxpayer awareness has a positive effect on taxpayers compliance, (2) penalties has positive effect on taxpayers compliance, (3) system of modern tax administration does not give the significant effect on taxpayers compliance, (4) tax service quality has positive effect on taxpayers compliance. The implications of this study are that taxpayers compliance in Banyumas Regency can be improved by paying attention to several factors that influence it, such as, taxpayer awareness, penalties, and tax service quality by improving the service quality to taxpayer by accompaniment and utilization of information technology. | |
| 25846 | 29197 | H1F014014 | GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK BATULEMPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN DAERAH PARUMPUNG DAN SEKITARNYA DESA HAMBALANG, KECAMATAN CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT | Pemetaan geologi merupakan salah satu bagian penting untuk memperoleh informasi dari kondisi geologi suatu daerah yang berguna sebagai kepentingan umum. Studi tertentu pemetaan geologi dapat berguna untuk mencari dan menentukan potensi sumberdaya alam pada suatu daerah, seperti dalam pencarian potensi bahan galian industri. Batulempung merupakan salah satu bahan galian industri yang berguna sebagai bahan baku pembuatan semen. Metode penelitian ini terbagi menjadi metode lapangan dan metode laboratorium. Metode lapangan meliputi pemetaan lapangan dengan menginterpretasi objek geologi yang ada serta pengambilan sampel. Metode laboratorium meliputi analisis petrografi untuk mengetahui kandungan mineral pada batuan dengan sayatan tipis, mikrofosil untuk mengetahui umur serta lingkungan pengendapan daerah penelitian, dan XRF untuk mengetahui komposisi kimia yang ada pada batulempung itu sendiri. Batulempung sebagai bahan baku semen terbagi menjadi 3 kualitas yaitu kualitas baik (clay) dengan kandungan Alumina Indeks dibawah 3,2, kualitas kurang baik (sandy clay) dengan kandungan Alumina Indeks 3,2 sampai 4,4, dan kualitas buruk (sand) dengan kandungan Alumina Indeks diatas 4,4. Secara astronomis lokasi penelitian pemetaan geologi terletak pada koordinat UTM WGS 84 X: 707000 mE – 711000 mE dan Y: 9281000 mN – 9277000 mN. Secara administratif berada pada daerah Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kualitas batulempung pada lokasi studi khusus (Blok Parumpung) di dominasi oleh batulempung dengan kualitas baik (clay) berdasarkan hasil dari nilai Alumina Indeks, sehingga batulempung pada daerah Hambalang khususnya Blok Parumpung berpotensi sebagai bahan galian industri untuk dijadikan bahan baku pembuatan semen portland. | ABSTRACT Geology and Characteristic Study of Claystone as Raw Material of Cement in Parumpung and Surrounding Area, Hambalang Region, Citeureup District, Bogor Regency, West Java Province Ricky Setya Pratama Lubis Geological Engineering, Jenderal Soedirman University Email: rs.pratamalubis@gmail.com Geological mapping is an important part for the information of the geological conditions of a region for various public interests. In certain studie this geological mapping can be useful to find and determine the potential of natural resources of a region, for example it’s uses for searching the potential of industrial minerals. Claystone is one of the industrial minerals used as raw material for making cement. The research method is divided into field methods and laboratory methods. The field method includes field mapping by interpreting existing geological objects and sampling. Laboratory methods include petrographic analysis to determine the mineral content of rocks with thin section, microfossils to determine the age and depositional environment of the study area, and XRF to determine the chemical elements in claystone. Claystone as raw material for cement is divided into 3 qualities that’s good quality (clay) with Alumina index value under 3.2, not very good quality (sandy clay) with Alumina Index value 3.2 until 4.4, and bad quality (sand) with Alumina Index value above 4.4. As astronomical, the location of the geological mapping research located at coordinates in the UTM WGS 84 X: 707000 mE - 711000 mE and Y: 9281000 mN - 9277000 mN. Administratively it is in the Hambalang area, Citereup District, Bogor Regency, West Java Province. The quality of claystone at the special study location (Parumpung Block) is dominated by claystone with good quality (clay) based on the results of Alumina Index, so the claystone in Hambalang area, especially at the Parumpung block, has the potential as industrial quarry materials for raw materials of portland cement manufacturing. | |
| 25847 | 29198 | H1D014007 | Aplikasi dari Model Shetran untuk Memprediksi Debit Aliran Sungai Ciliwung | Data historis kejadian banjir di Jakarta menunjukkan bahwa ancaman bencana banjir di ibu kota Indonesia ini meningkat drastis dari tahun ke tahun. Kejadian banjir tersebut terutama disebabkan oleh kapasitas Sungai Ciliwung, sungai yang membelah kota Jakarta, tidak mampu menampung arus puncak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan model hidrologi Shetran untuk pendugaan aliran sungai Ciliwung. Model Shetran mampu memperhitungkan variabilitas spasial dari parameter yang terlibat. Data spasial yang diperlukan dalam model ini dapat dikumpulkan dengan menggunakan teknologi satelit, meliputi data hidroklimatologi, tata guna lahan, jenis tanah, dan topografi. Pengukuran curah hujan TRMM yang mendekati waktu nyata dapat digunakan untuk sistem peringatan dini banjir. Aliran sungai yang disimulasikan dibandingkan dengan debit yang diamati dan dianalisis menggunakan Koefisien Korelasi, Kesalahan Kuadrat Rata-rata Akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Shetran dapat digunakan untuk memprediksi aliran sungai. | The historical record of flood events in Jakarta shows that the threat of flooding disaster in the capital city of Indonesia has increased dramatically from year to year. The flood events were mainly due to the capacity of the Ciliwung River, a river that divides the city of Jakarta, unable to accommodate the peak streamflow. The purpose of this study is to apply the Shetran hydrological model to estimate the Ciliwung river flow. The Shetran model is able to take into account the spatial variability of the parameters involved. Spatial data required in this model can be collected using satellite technology, including hydro-climatology data, land uses and land covers, soil types, and topography. TRMM rainfall measurements that are near real-time can be used for the flood early warning system. Simulated streamflows are compared with observed discharge and analyzed using Correlation Coefficient, Root Mean Square Error. The results of the study show that the Shetran model can be used for predicting streamflow. | |
| 25848 | 29199 | L1C016076 | KOMPETISI ANTARA TURF ALGAE DAN KARANG SEBAGAI INDIKATOR STATUS TERUMBU KARANG DI PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU | Ekosistem terumbu karang di Pulau Pari mengalami degradasi akibat adanya faktor ekologis dan antropogenik. Pada saat kondisi ekosistem terumbu karang terdegradasi, akan seiring dengan penurunan tutupan karang dan peningkatan persentase tutupan turf algae. Turf algae memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan terumbu karang karena hidup berasosiasi pada ekosistem terumbu karang dengan variasi kedalaman yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase tutupan turf algae dan karang serta mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut sebagai indikator status terumbu karang. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun penelitian dengan perbedaan variasi kedalaman (4 m dan 7 m). Metode UPT digunakan untuk pengukuran persentase tutupan turf algae dan karang serta software CPCe untuk menganalisis dan menghitung persentase tutupan bentik (turf algae dan karang). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dan untuk mengetahui hubungan kedua variabel ukur dilakukan analisis statistik regresi linier sederhana. Hasil menunjukan persentase tutupan turf algae lebih tinggi pada kedalaman 4 m (turf algae: 46.20%; karang: 32.73%) dibandingkan kedalaman 7 m (turf algae: 35.33%; karang: 20.67%) di setiap stasiun. Persentase tutupan turf algae berpengaruh signifikan terhadap persentase tutupan karang dengan nilai r = -0.83 pada persamaan y’=-2.9301x’+11.672, R2=0.6956. Hasil dari penelitian ini dapat diterapkan sebagai strategi dalam penanggulangan terumbu karang yang rusak. | The coral reef ecosystem in Pari Island is experiencing degradation due to ecological and anthropogenic factors. When the condition of the coral reef ecosystem is degraded, a decrease in coral cover, and an increase in the percentage of turf algae cover. Turf algae have an important role as an indicator of coral reef health because it lives in association with coral reef ecosystems with different depth variations. The purpose of this study was to determine the percentage cover of turf algae and coral and to determine the relationship between these two variables as an indicator of coral reef status. This research was conducted at 3 research stations with different depth variations (4 m and 7 m). The UPT method was used to measure the percentage cover of turf algae and coral and the CPCe software to analyze and calculate the percentage of benthic cover (turf algae and coral). The data obtained were analyzed descriptively, and to determine the relationship between the two measuring variables, a simple linear regression statistical analysis was carried out. The results showed that the percentage of turf algae cover was higher at a depth of 4 m (turf algae: 46.20%; coral: 32.73%) compared to a depth of 7 m (turf algae: 35.33%; coral: 20.67%) at each station. The percentage of turf algae cover has a significant effect on the percentage of coral cover with a value of r = -0.83 in the equation y'= - 2.9301x' + 11.672, R2 = 0.6956. The results of this study can be applied as a strategy in dealing with damaged coral reefs. | |
| 25849 | 29201 | D1A016109 | Penggunaan Minyak Safflower (Carthamus tinctoriush l) dan Inositol terhadap Bobot dan Persentase Karkas dan Non Karkas Ayam Sentul Jantan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak safflower (Carthamus tinctoriush l) dan inositol terhadap bobot dan persentase karkas serta non karkas ayam Sentul jantan. Penelitian dilaksanakan pada 20 September 2019 sampai 14 Februari 2020 di Experimental Farm dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Pemeliharaan dilakukan selama 8 minggu. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu R0= pakan kontrol (0% minyak safflower dan 0% inositol); R1= pakan kontrol + minyak safflower 0,5%; R2= pakan kontrol + minyak safflower 1%; R3= pakan kontrol + inositol 0,5%; R4= pakan Kontrol + inositol 1%; R5= pakan kontrol + minyak safflower 0,5% dan inositol 0,5%; R6= pakan kontrol + minyak safflower 0,5% dan inositol 1%; R7= pakan kontrol + minyak safflower 1% dan inositol 0,5%; R8= pakan kontrol + minyak safflower 1% dan inositol 1%. Hasil analisis variansi menunjukan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase karkas serta non karkas ayam Sentul jantan. Disimpulkan penggunaan minyak safflower dan inositol dalam pakan mampu meningkatkan bobot karkas sebesar 3,6% dan menurunkan bobot non karkas sebesar 2,5%. | The aim of research was to assess the effect of safflower oil (Carthamus tinctoriush l) and inositol on the weight and percentage of carcass and non carcass of male Sentul chicken. The research was conducted from September 20th 2019 to February 14th 2020 in Experimental Farm and Animal Nutrition and Feed Laboratory of the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The research design used was an experimental method with a complete random design (CRD) with 9 treatments and 3 replications. Treatments to be tasted was R0 = control feed (0% safflower oil and 0% inositol); R1 = control feed + 0.5% safflower oil; R2 = control feed + safflower oil 1%; R3 = control feed + 0.5% inositol; R4 = Control feed + 1% inositol; R5 = control feed + 0.5% safflower oil and 0.5% inositol; R6 = control feed + safflower oil 0.5% and inositol 1%; R7 = control feed + safflower oil 1% and inositol 0.5%; R8 = control feed + safflower oil 1% and inositol 1%. Results of variance analysis showed that the used of safflower oil and inositol in feed had no significant effect (P> 0,05) on the weight and percentage of carcass and non carcass of male Sentul chicken. In conclosion, the used of safflower oil and inositol in feed can increase carcass weight by 3,6% and decrease non carcass weight by 2,5%. | |
| 25850 | 29202 | J0B017046 | PENERJEMAHAN DOKUMEN PROSEDUR KOMISIONING SISTEM EKSITASI UNTUK PROYEK PERLUASAN UNIT 1x1000 MW TAHAP KETIGA DARI BAHASA MANDARIN KE DALAM BAHASA INDONESIA DI PT SUMBER SEGARA PRIMADAYA (S2P) PLTU KARANGKANDRI CILACAP | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Prosedur Komisioning Sistem Eksitasi untuk Proyek Perluasan Unit 1x1000 MW Tahap Ketiga Dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia Di PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Karangkandri Cilacap”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Karangkandri, pada tanggal 21 Desember 2019 hingga 6 Maret 2020. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja tersebut adalah melakukan kegiatan penerjemahan dokumen prosedur berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu metode observasi, metode dokumentasi, metode jelajah internet dan metode wawancara. Saat melakukan penerjemahan, penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode penerjemahan komunikatif dan metode penerjemahan harfiah. Ada tiga tahapan dalam kegiatan praktik kerja tersebut, yang pertama yaitu persiapan, kedua adalah pelaksanaan, ketiga adalah evaluasi dan hasil. Hasil yang penulis peroleh dari praktik kerja ini adalah penulis menerjemahkan Dokumen Prosedur Komisioning Sistem Eksitasi Untuk Proyek Perluasan Unit 1x1000 MW Tahap Ketiga Dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia. | 抽象 这份实习报告的题目是"Penerjemahan Dokumen Prosedur Komisioning Sistem Eksitasi untuk Proyek Perluasan Unit 1x1000MW Tahap Ketiga Dari Bahasa Mandarin ke Dalam Bahasa Indonesia Di PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Karangkandri Cilacap".实习时间是从2019年12月21日至2020年3月6日。实习的地点在 PTSumber Segara Primadaya (S2P)印尼芝拉扎燃煤电站。实习的目的是在行文献将中文文件翻译成印尼文。在收集数据资料中作者使用四个收集方法是观察方法,记录方法,浏览互联网方法和访谈方法。在翻译的过程当中,作者使用了两个翻译方法,交际翻译方法和直译翻译法。在翻译过程有三个阶段,第一是实施阶段,第二是评估阶段,第三是评估阶段。翻译文件时作者时作者使用了交际翻译方法作为主要的方法。作者从此工作实践中得到的结果是作者翻译了文档印尼芝拉扎燃煤电站三期 1×1000MW机组扩建工程励磁系统调试方案。 | |
| 25851 | 29203 | H1A016069 | EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG LABORATORIUM FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (UNSOED) PURWOKERTO | Gedung labotarium tersebut disediakan oleh pihak universitas untuk memenuhi mata kuliah praktikum dalam program studi ilmu perikanan dan kelautan. Instalasi listrik merupakan saluran listrik berserta gawai maupun peralatan yang terpasang baik di dalam bangunan maupun di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dalam instalasi listrik gedung meliputi perhitungan pada kabel penghantar, intensitas cahaya, penentuan titik lampu setiap ruangan dan menentukan penggunaan jenis proteksi daya, proteksi petir, generator set, dan transfomator seperti apa untuk bangunan labotarium FPIK | The laboratory building is provided by the university to fulfill practicum courses in fisheries and marine science study programs. Electrical installations are electrical lines along with devices and equipment that are installed both inside the building and outside the building to distribute electric current. This study aims to evaluate the building electrical installations including calculations on the conductor cable, light intensity, determination of the light points of each room and determine the use of power protection, lightning protection, generator sets, and what kind of transformers for FPIK labotarium buildings | |
| 25852 | 29204 | E1A016140 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA JASA ANGKUTAN UDARA PT. LiON MENTARI AIRLINES ATAS HILANGNYA BAGASI TERCATAT PENUMPANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN Nomor 6/Pdt.G.S/2018/PN DPs) | Angkutan udara kini menjadi salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk bepergian, namun tingginya minat masyarakat tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan oleh pelaku usaha sehingga menimbulkan banyak masalah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah hilangnya bagasi konsumen jasa angkutan udara yang mengakibatkan konsumen menderita kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pada konsumen pengguna jasa angkutan udara PT. Lion Mentari Airlines atas hilangnya bagasi tercatat penumpang berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi Putusan Nomor 6/Pdt.G.S/2018/PN Dps). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berdasarkan Putusan Nomor 6/Pdt.G.S/2018/PN Dps, hakim dalam putusannya tersebut telah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku karena pihak PT. Lion Mentari Airlines telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum karena melanggar ketentuan Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan dihukum untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen. | Air transportation is now one of the most widely used means of transportation for people to travel, but the high interest of the community has not been accompanied by improved services by business actors, causing many problems. The problem in this research is the loss of baggage of air transport service consumers which causes consumers to suffer losses. This study aims to determine the legal protection of consumers using air transportation services at PT. Lion Mentari Airlines for the loss of passenger checked baggage based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (Decision Study Number 6 / Pdt.G.S / 2018 / PN Dps). The method used in this research is normative juridical with descriptive-analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by a literature study, the data obtained were presented with narrative descriptive text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of the research, it can be concluded that consumers have received legal protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Based on Decision Number 6 / Pdt.G.S / 2018 / PN Dps, the judge in his decision was following under the prevailing laws and regulations because of PT. Lion Mentari Airlines has been proven to have committed an illegal act because it violated the provisions of Article 4 letter (a) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and was sentenced to provide compensation to consumers. | |
| 25853 | 29205 | H1A016065 | ANALISIS PENCAHAYAAN RUANG KELAS DI GEDUNG E FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MENGGUNAKAN SOFTWARE DIALUX | Ruang kelas merupakan ruangan yang digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar sehingga pencahayaan yang optimal sangat berperan penting dalam mempengaruhi kualitas dan suasana belajar atau mengajar diantara dosen dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pencahayaan dari ruang kelas yang ada di Gedung E Fakultas Teknik, analisis yang dilakukan antara lain menganalisis secara manual menggunakan rumus untuk menentukan jumlah armatur, dan menghitung nilai lux menggunakan luxmeter. Kemudian analisis menggunakan software DIALux dengan cara menginput komponen-komponen yang ada didalam kelas kedalam software memilih jenis armatur yang tepat, kemudian mengatur agar nilai lux rekomendasi adalah 250 lux (SNI) dan akan didapat jumlah armatur yang harus dipasang, data dari pengukuran langsung di ruang kelas dan software kemudian dibandingkan penghematan daya dari data pengukuran langsung di ruang kelas dan dari software DIALux. | Classrooms are rooms that are used for learning and teaching activities so that optimal lighting plays an important role in influencing the quality and atmosphere of learning or teaching among lecturers and students. This study aims to analyze the lighting of classrooms in the E Building of the Faculty of Engineering, the analysis conducted includes analyzing manually using a formula to determine the number of armatures, and calculating the value of lux using a luxmeter. Then the analysis uses DIALux software by inputting the components in the class into the software choosing the right type of armature, then arranging for the recommended lux value to be 250 lux (SNI) and will get the number of armature to be installed, data from direct measurements in the room classes and software are then compared to power savings from direct measurement data in classrooms and from DIALux software. | |
| 25854 | 29207 | F1D015058 | Proses Agenda Setting Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Waktu Operasional Truk Barang Golongan I-V Pada Ruas Jalan Kabupaten Tangerang | Penelitian ini berjudul “Proses Agenda Setting Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Waktu Operasional Truk Barang Golongan I-V Pada Ruas Jalan di Kabupaten Tangerang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan proses agenda setting dalam kebijakan pembatasan jam operasional truk di Kabupaten Tangerang, dan menjelaskan siapakah aktor dominan dalam proses agenda setting kebijakan pembatasan jam operasional truk di Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data di peroleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Maka untuk menjamin validitas data penelitian ini menggunakan teknik tringulasi data. Hasil Penelitian ini menunjukan kebijakan pembatasan jam operasional truk yang dilakukan oleh pemerintah menimbulkan banyak spekulasi yang terjadi pada saat di terapkan. Kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang nyatanya tidak berjalan dengan mudah dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang membuat kebijakan tersebut atas permasalahan yang terjadi akibat dampak dari truk bertonase besar yang kerap melintas di jalan Kabupaten Tangerang. Masalah yang timbul berawal dari identifikasi masalah seperti terjadi di ruas jalan Kabupaten Tangerang sering terjadi kecelakaan maupun kemacetan akibat truk besar tersebut. Pada tahap definisi masalah Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2018 untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi, Dinas perhubungan sebagai pelaksana teknis tersebut mengalami hambatan seperti kekurangan personil yang dibutuhkan, serta keterbatasan lokasi untuk memarkir kendaraan yang ditilang. Peran DPRD Kabupaten Tangerang tidak terlalu signifikan dalam regulasi pembatasan jam operasional truk sehingga kurangnya implementasi maupun evaluasi dalam kebijakan tersebut. DPRD menyerahkan kewenangan ini kepada pelaksana teknis kebijakan yang di dominasi oleh Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Mobilisasi dukungan dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang melalui per-kecamatan yang terkait tujuannya mendorong pemerintah agar permasalahan yang terjadi akibat truk besar menjadi prioritas dalam agenda setting kebijakan. Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi Masyarakat yang sesuai bidangnya berperan menciptakan suasana yang kondusif dan menjaga stabilitas sosial serta mengawasi kebijakan-kebijakan atau program-program pembangunan demi kepentingan publik. | This study is entitled "The Regulatory Process of Regulating Regulations Number 47 Year 2018 Concerning the Limitation of Operating Time for Goods Group I-V on Section Roads in Tangerang Regency". The purpose of this study is to study and explain the agenda setting process in the truck operating hours policy policy in Tangerang Regency, and explain who are the dominant actors in the agenda for setting the truck operating hours policy in Tangerang Regency. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Data obtained from the results of observations, interviews, and documentation. The analysis uses the interactive model analysis method of Miles and Huberman. So to guarantee the validity of the data this study uses data triangulation techniques. The results of this study indicate that the existence of the truck operating hours policy carried out by the government raises a lot of speculation that occurs when applied. The policy made by the Tangerang Regency Government actually did not run easily and was not in line with the expectations of the community. The Tangerang Regency Government made a policy regarding problems that occur because of the presence of large tonnage trucks that often cross the Tangerang Regency road. Problems that arise starting from the problems that occur in the Tangerang Regency road lane often occur accidents and congestion due to large trucks. In resolving these problems, the Tangerang Regency Government regulates Bupati Regulations No. 47 of 2018 to minimize problems that occur, but this requirement has a negative impact on large tonnage truck drivers. This is a consideration because this is a factor that causes conflict between truck drivers and the people of Tangerang Regency and also the Tangerang Regency Government. This is the reason why there are no restrictions issued by the security forces and the Tangerang District Government. The Transportation Office as a technical implementer is needed as a barrier that is needed, as well as putting a location to park the ticketed vehicle. The role of the Tangerang Regency DPRD is not too significant in managing the operating hours of Tangerang Regency DPRD member Ahmad Zaki Iskandar. Mobilization of support was carried out by the people of Tangerang Regency through the related sub-districts which encouraged the government to consider large trucks as a priority in the policy-setting agenda. The role of non-governmental organizations and community organizations in their respective fields creates conducive comfort and social protection and development policies or programs in accordance with the interests of the community. | |
| 25855 | 29208 | D1A016166 | PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP KONSUMSI LEMAK DAN BOBOT LEMAK ABDOMEN AYAM BROILER | Penelitian berjudul ”Penggunaan Acidifier Sebagai Feed Additive dalam Pakan yang Mengandung Probiotik Terhadap Konsumsi Lemak dan Bobot Lemak Abdomen Ayam Broiler". Penelitian dilaksanakan di Experintal Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada tanggal 27 September sampai dengan 31 Oktober 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan acidifier sebagai feed additive dalam pakan yang mengandung probiotik terhadap konsumsi lemak dan bobot lemak abdomen ayam broiler. Materi yang digunakan yaitu DOC sebanyak 200 ekor yang dipelihara selama 35 hari. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen in vivo dan menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari 10 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diuji adalah R0 = ransum basal (sebagai control), R1 = ransum basal dan acidifier asam sitrat 1%, R2 = ransum basal dan acidifier asam laktat 1%, R3 = ransum basal dan acidifier asam format 1%. Peubah yang diamati yaitu konsumsi lemak dan bobot lemak abdomen ayam broiler. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penggunaan acidifier sebagi feed additive dalam pakan yang mengandung probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi lemak dan bobot lemak abdomen ayam broiler. Rataan konsumsi lemak yaitu antara 13,66 0,89 - 14,93 1,34 g dan bobot lemak abdomen 17,36 2,76 g - 19,27 3,50 g atau dengan persentase 1,57 0,25 - 1,76 0,34 %. Disimpulakan bahwa ke tiga acidifier (asam sitrat, asam laktat dan asam format) belum dapat menurunkan konsumsi lemak dan bobot lemak abdomen ayam broiler | The study titled “The Use of Probiotic Acidifier as Feed Additive on Feed Consumtion and Abdominal Fat Weight”. This study conducted in Experimental farm, animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University on September 27 to Octoberb 31, 2019. This study aimed to determine the use of acidifier as feed additive in feed containing probiotics on fat consumtion and abdominal fat weight of Broiler. The material were 200 DOC maitained 35 days. The reasearch was an in vivo experimetal method and analyzed used a completely randomized design with four treatments and 5 replications, each treatments consisted of 10 chicks. The treatments consisted of R0 = basal ration (as control), R1 = basal ration + 1% citric acid, R2 = basal ration + 1% lactic acid, R3 = basal ration + 1% formic acid. The variables were feed consumption and abdominal fat weight of broiler. the result of analysis variance showed that using of an acidifier as a feed additive in feed containing prociotics had no significant effect (P>0,05) on the fat consumption and abdominal fat weight of broiler. The mean of fat consumption was 13,66 0,89 - 14,93 1,34 g and the mean of abdominal fat weight was 17,36 2,76 g - 19,27 3,50 g or in percentage 1,57 0,25 -1,76 0,34 %. It was conclued that the three acidifiers (citric acid, lactic acid, and formic acid ) did not decrease feed consumption and abdomial fat wigh of broiler. | |
| 25856 | 29209 | C1C016023 | PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, PERSONAL COST, RELIGIUSITAS, DAN TINGKAT KESERIUSAN KECURANGAN TERHADAP INTENSI MELAKUKAN WHISTLEBLOWING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian internal, personal cost, religiusitas dan tingkat keseriusan kecurangan terhadap intensi melakukan whistleblowing. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Inspektorat se-eks Karesidenan Banyuma dengan total populasi sebanyak 222 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 73 orang yang didapat dari penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yaitu pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten yang menjabat sebagai pegawai fungsional yang terdiri dari Auditor dan P2UPD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap intensi melakukan whistleblowing; (2) personal cost tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi melakukan whistleblowing; (3) religiusitas berpengaruh positif terhadap intensi melakukan whistleblowing; (4) tingkat keseriusan kecurangan berpengaruh positif terhadap intensi melakukan whistleblowing. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu intensi melakukan whistleblowing di Inspektorat Daerah Kabupaten se-eks Karesidenan Banyumas dapat meningkat dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya, dalam penelitian ini membuktikan bahwa intensi melakukan whistleblowing dipengaruhi oleh sistem pengendalian internal, religiusitas dan tingkat keseriusan kecurangan. | This study aims to determine the effect of the internal control system, personal cost, religiosity and the level of fraud seriousness on the intention to do whistleblowing. The population in this study were all employee of Inspectorate eks Karesidenan Banyumas with a total population of 222 people. The sample of this study are 73 people samples are sampling selection using purposive sampling method with the criteria of the Inspektorat staff who served as functional employees consisting of Auditors and P2UPD. The results of this study indicate that: (1) the internal control system has a positive effect on the intention to do whistleblowing; (2) personal cost does not have influence to intention to do whistleblowing; (3) religiosity has a positive effect on the intention to do whistleblowing; (4) the level of fraud seriousness has a positive effect on the intention to do whistleblowing. The implication of the conclusion above is that the intention to do whistleblowing in the Inspectorate eks Karesidenan Banyumas can be increased by taking into account its determinant factors. This study proves that the intention to do whistleblowing is influenced by internal control systems, religiosity and the seriousness of fraud. | |
| 25857 | 29206 | E1A014169 | PENERAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk. JAKARTA BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS | Tanggung jawab sosial perusahaan juga bertujuan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mengatasi dampak dari keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatan perusahaan. Perusahaan diwajibkan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan (selanjutnya disebut TJSL). Pemerintah Indonesia mengatur mengenai melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau biasa dikenal corporate social responsibility (CSR) pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, untuk mewajibkan Perseroan Terbatas bertanggungjawab menjaga dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder dan data primer. Metode analisis pengumpulan data yaitu kepustakaan dan dokumenter, data disajikan dengan teks naratif berdasarkan analisis data dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat diambil simpulan bahwa penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan berdasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas telah diterapkan oleh PT Eterindo Wahanatama Tbk. Jakarta meliputi Program Bina Lingkungan, Program Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Program Kemitraan Pengembangan Sosial Budaya dan Program Peningkatan Keamanan Produk. | Corporate social responsibility also aims as a form of corporate responsibility to overcome the impact of corporate decisions and activities. Companies are required to carry out social and environmental responsibility (hereinafter referred to as TJSL). The Government of Indonesia regulates social and environmental responsibility or commonly known as corporate social responsibility (CSR) in Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies, to require Limited Liability companies to be responsible for maintaining and improving the welfare of the environment and society. This research uses a normative juridical approach. This research data sourced from secondary data and primary data. Data collection analysis methods, namely literature and documentaries, the data is presented with narrative texts based on data analysis with qualitative normative methods. Based on the results of the research and discussion above, it can be concluded that the application of social and environmental responsibility based on Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies has been implemented by PT Eterindo Wahanatama Tbk. Jakarta includes the Community Development Program, the Occupational Health and Safety (K3) Program, the Socio-Cultural Development Partnership Program and the Product Safety Improvement Program. | |
| 25858 | 29240 | D1A016099 | PENGGUNAAN ACIDIFIER SEBAGAI FEED ADITIVE DALAM PAKAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK TERHADAP KONSUMSI PROTEIN DAN MASA PROTEIN DAGING AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian acidifier yang terbaik berdasarkan konsumsi protein dan masa protein daging ayam broiler pada pakan yang mengandung probiotik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 September – 31 oktober 2019, di Experimental Farm dan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen secara in-vivo dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, setiap unit percoban terdiri dari 10 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diuji adalah penambahan acidifier yaitu: R0 = pakan basal, R1= pakan basal + asam laktat, R2= pakan basal + asam sitrat, R3= pakan basal + asam formiat. Acidifier diberikan pada air minum dengan konsentrasi 1% dari bobot badan ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian acidifier tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein dan masa protein daging ayam broiler dengan rataan konsumsi protein sebesar 17.57±1.52 gram/ekor/hari, dan masa protein daging 52,23±5,73 gram. Disimpulkan bahwa ke tiga acidifier (asam sitrat, asam laktat, dan asam format) menghasilkan konsumsi protein dan masa protein daging ayam broiler yang relatif sama akan tetapi terjadi peningkatan hasil. | The aim of the research was to determine the optimum consentration based on protein consumption and protein mass probiotics of broilers feed. The research was carried out on September 27 to October 31, 2019, at the Experimental Farm and in the Laboratory of Nutrition and Animal Feed Sciences, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study was conducted using anexperimental method in-vivo with a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, and for each experiment consisted of 10 broilers. The treatments were observed on : R0 = basal feed, R1 = basal feed + lactic acid, R2 = basal feed + citric acid, R3 = basal feed + formic acid. Acidifier is given in drinking water with a concentration of 1% of body weight of chickens. The results showed that the administration of acidifier hadmass of no significant effect (P> 0.05) on protein consumption and proteinbroiler chicken meat with an average protein consumption of 17.57±1.52 grams / head / day, and protein protein mass of 52.23 ± 5.73 gram. It was concluded that the three acidifiers (citric acid, lactic acid, and formic acid) were resulting protein mass and consumption of broilers with same relative result, but there was an increase. | |
| 25859 | 29211 | C1C016079 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENERAPAN SAK EMKM, DAN KEMAMPUAN MANAJER KEUANGAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Pada Coffee Shop di Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh literasi keuangan, penerapan SAK EMKM, dan kemampuan manajer keuangan terhadap kualitas laporan keuangan dengan teknologi informasi sebagai variabel moderasi pada coffee shop - coffee shop di Purwokerto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh coffee shop yang ada di Purwokerto dengan total populasi 150 coffee shop. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan; (2) Penerapakan SAK EMKM tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan; (3) Kemampuan manajer keuangan tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan; (4) Literasi keuangan, penerapan SAK EMKM, dan kemampuan manajer keuangan berpengaruh secara simultan terhadap kualitas laporan keuangan; (5) Teknologi infomarsi mampu memoderasi pengaruh literasi keuangan, penerapan SAK EMKM, dan kemampuan manajer keuangan terhadap kualitas laporan keuangan. | This study aims to determine the effect of financial literacy, the adoption of SAK EMKM, and the ability of financial managers to the quality of financial statements with information technology as a moderating variable in coffee shops in Purwokerto. The population in this study were all coffee shops in Purwokerto with a total population of 150 coffee shops. The sample in this study was determined using a purposive sampling method with the criteria of a coffee shop owner or a coffee shop finance manager in Purwokerto. The results of this study indicate that: (1) Financial Literacy has a positive effect on the quality of financial statements; (2) The adoption of SAK EMKM has no positive effect on the quality of the financial statements; (3) The ability of financial managers does not have a positive effect on the quality of financial statements; (4) Financial literacy, the application of SAK EMKM, and the ability of financial managers to simultaneously influence the quality of financial statements; (5) Information technology is able to moderate the effects of financial literacy, the application of EMBMS FAS, and the ability of financial managers to the quality of financial statements. | |
| 25860 | 29212 | C1C016098 | ANALISIS POTENSI KESADARAN ANTI-FRAUD PADA APARATUR DESA ATAS PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Kasus pada Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen) | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada pemerintah desa yang ada di Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kesadaran anti-fraud pada apartur desa, pengelolaan dana desa, serta hambatan yang dialami dalam mengelola dana desa pada desa-desa yang berada di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik triangulasi melalui wawancara dengan beberapa informan dan telaah dokumen yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran anti-fraud aparatur desa yang berada di Kecamatan Ngrampal secara keseluruhan dapat dikatakan masih kurang, di mana pemisahan tugas yang belum berjalan dengan baik, respon terhadap kecurangan belum optimal, proses rekruitmen belum efektif, dan minimnya pemahaman produk hukum di kalangan perangkat desa. Pengelolaan dana desa secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kendala dalam pengelolaan dana desa di Kecamatan Ngrampal terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yaitu peraturan yang cepat berubah, sistem pencairan rumit, jaringan internet sulit, ketersediaan bahan bangunan di wilayah sekitar terbatas, kesulitan mencari tenaga kerja untuk PKT, kesulitan mencari pekerja untuk pembangunan, dana terlambat turun, dan jumlah dana desa dianggap masih kurang. Faktor internal yaitu kompetensi sumber daya manusia, perbedaan pendapat, dan kurangnya transparansi aparatur desa. | This research is a descriptive qualitative research which is done by using a case study approach to the village apparatus of Ngrampal District, Sragen Regency. The purpose of this research is to find out and analyze anti-fraud awareness in village apparatus, village fund management, and the obstacles experienced in managing village funds in Ngrampal District, Sragen Regency. Data in this study were collected using triangulation techniques through interviews with several informants and review of relevant documents. The results of this study indicate that the anti-fraud awareness of village apparatus in Ngrampal District are still lacking. Segregation of duties is not going well, the response to fraud is not optimal, the recruitment process is not effective, and the understanding of the apparatus about the regulation is still lacking. Village fund management have been carried out according to the regulations. There were internal factors and internal factors that deter the management of village funds. The external factors are fast-changing regulations, complicated disbursement systems, limited internet networks, limited availability of building materials in the surrounding area, difficulties in finding workers for the program, difficulties in finding workers for infrastructure development, late funding, and the amount of village funds is considered to be lacking. The internal factors are human resource competencies, dissent, and village apparatus was less transparent. The implications for this study is the need adjustment of resignation regulation of village apparatus, provide socialization of the regulation during technical guidance, improve internet networks in villages that have minimal internet access, and fill the position of IT staff in each village. |