| NIM | F1F015028 |
| Namamhs | ESTERINA MAYRETHA JESSICA |
| Judul Artikel | STRATEGI DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN PADA MASA KEPEMIMPINAN MOON JAE-IN DALAM MEWUJUDKAN REUNIFIKASI DI SEMENANJUNG KOREA TAHUN 2017-2019 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Beberapa usaha untuk meredakan ketegangan semenjak pecahnya Perang Korea di Semenanjung Korea dilakukan, salah satunya adalah dengan cara membuat kerangka solusi damai antar-Korea sebagai perwujudan reunifikasi. Namun kerangka solusi damai ini hanya akan menjadi suatu hal yang konfrontatif tanpa adanya dialog dan negosiasi secara damai. Program-program perwujudan reunifikasi dilakukan demi meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan di Semenanjung Korea. Di era globalisasi ini, diplomasi publik dipercaya menjadi sebuah solusi bagi Korea Selatan untuk memberikan pendekatan terhadap Korea Utara. Diplomasi publik diidentifikasikan menjadi 3 dimensi, yaitu manajemen pemberitaan, komunikasi strategis, dan pembangunan hubungan jangka panjang. Inisiatif Moon Jae-in selaku presiden yang baru menjabat pada tahun 2017, akan sikap Korea Selatan terhadap Korea Utara, terlihat dari pidatonya di Berlin, dan dengan bantuan media di era globalisasi, pemberitaan akan pidato ini mendorong Korea Utara untuk memberikan tanggapan. Pidato ini kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian kegiatan perwujudan kedamaian di tahun 2018 yang dilakukan oleh kedua pihak. Namun ketiadaan strategi pembangunan hubungan jangka panjang membuat hubungan keduanya kembali merenggang di tahun 2019. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan mengambil sumber sekunder dari media cetak, siaran berita, buku, dan jurnal mengenai kegiatan-kegiatan diplomasi publik untuk kemudian direduksi dan disajikan sebagai strategi diplomasi publik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Several attempts of reunification program in order to ease tensions and to improve relations since the outbreak of the Korean War on the Korean Peninsula were carried out, one of them was to create a framework for a peaceful inter-Korean solution as a manifestation of reunification. However, this framework will only be confrontational without dialogue and peaceful negotiations. In this era of globalization, public diplomacy is believed to be a solution for South Korea in approaching North Korea. Public diplomacy is identified into 3 dimensions, namely news management, strategic communication, and relationship building. Moon Jae-in's initiative as the new president in 2017 on South Korea's attitude towards North Korea was spoken with his speech in Berlin, and with the help of the media in the era of globalization, the news management strategy of the speech prompted North Korea to respond. This speech was then followed up through a series of activities to manifest peace in 2018 carried out by both parties. However, the absence of a relationship building strategy has made the relationship between the two strained again in 2019. This research requires qualitative methods and collecting secondary data to examine a new alternative perspective based on public diplomacy strategy's concept. |
| Kata kunci | Moon Jae-in, Diplomasi Publik, Reunifikasi, Semenanjung Korea |
| Pembimbing 1 | Nurul Azizah Zayzda, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 2 | Renny Miryanti, S.IP., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2020-08-15 20:15:01.866924 |
|---|