Artikelilmiahs
Menampilkan 25.701-25.720 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25701 | 29038 | C1B016025 | PERBANDINGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE, DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (Studi Kasus pada Perusahaan Tekstil dan Garmen Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018) | Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan model Altman, Springate, dan Zmijewski dalam memprediksi financial distress pada perusahaan tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui model terbaik dalam memprediksi financial distress. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat verifikatif yang menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total sampel sebanyak 13 perusahaan dengan jumlah pengamatan sebanyak 52 pengamatan. Data dianalisis untuk mengetahui tingkat akurasi dan tingkat kesalahan prediksi masing-masing model. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi logistik biner dan analisis tingkat akurasi menunjukkan bahwa: 1) Model Altman mampu memprediksi financial distress perusahaan tekstil dan garmen, 2) Model Springate mampu memprediksi financial distress perusahaan tekstil dan garmen, 3) Model Zmijewski mampu memprediksi financial distress perusahaan tekstil dan garmen, dan 4) Model Springate merupakan model yang paling akurat dalam memprediksi financial distress dibandingkan model Altman dan Zmijewski. | This study aims to compare the ability of the Altman, Springate, and Zmijewski models to predict financial distress on textile and garment companies listed in the Indonesia Stock Exchange. This study also aims to determine the best model for predicting financial distress. This research is a quantitative verification study that uses secondary data. The research sample was taken using a purposive sampling method with a total sample of 13 companies with a total of 52 observations. Data were analyzed to determine the level of accuracy and prediction error of each model. The results of the study using binary logistik regression analysis and accuracy level analysis show that: 1) Altman model is able to predict the financial distress of textile and garment companies, 2) Springate model is able to predict the financial distress of textile and garment companies, 3) Zmijewski model is able to predict financial distress of textile and garment companies, and 4) Springate model is the most accurate model in predicting financial distress compared to the Altman and Zmijewski models. | |
| 25702 | 29039 | D1A016027 | PENGARUH SUPLEMENTASI RUMPUT LAUT (Gracillaria sp) DAN KROMIUM ORGANIK DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KECERNAAN PTOTEIN KASAR DAN SERAT KASAR | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen pakan berupa rumput laut Gracillaria Sp. dan Kromium Organik terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar. Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo pada tanggal 9 maret 2020 sampai dengan 9 juni 2020 di Gunung Tugel Farm, Green House dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 18 ekor domba ekor gemuk jantan dengan rataan bobot awal ±17 kg, kandang panggung individu, pakan yang diberikan terdiri atas rumput lapang, konsentrat dan Indigofera. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu 3,6% rumput laut Gracillaria Sp. dan 0,3 ppm Kromium Organik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental In vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan yang diuji, yaitu R0 ( 43,5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1,5% tepung Indiofera), R1 (43,5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1,5% tepung Indiofera + 3,6 % rumput laut ), R2 (43,5% rumput lapang + 55% konsentrat + 1,5% tepung Indiofera + 3,6 % rumput laut + 0,3 ppm Kromium Organik). Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 18 kali perccobaan. Uji lanjut yang digunakan adalah ortogonal kontras. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan kecernaan protein kasar adalah R0 = 69,71 ± 5,12 %, R1 = 71, 96 ± 3,79 % dan R2 = 68,83 ± 7,09 %; rataan kecernaan serat kasar adalah R0 = 42,30 ± 3,58 %, R1 = 44,29 ± 2,84 % dan R2 = 54 ± 6,02%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan protein kasar sedangkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar. Hasil uji lanjut ortogonal kontras menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat kontras antara pakan kontrol R1 dengan pakan perlakuan R1 dan R2 (P<0,01), begitupun antar perlakuan R1 dengan R2 (P<0,01). Disimpulkan bahwa suplementasi tepung rumput laut 3,6% dan 0,3 ppm kromium organik tidak meningkatkan kecernaan ptotein kasar, namun meningkatkan kecernaan serat kasar. | This study conducted to examine the effect of seaweed Glaricia sp and organic chromium as feed supplementaion on protein crude protein and crude fiber digestibility. The study conducted in vivo on 9th march until 9th june, 2020 in gunung tugel farm , green house , and animal feed and raw material laboratory of animal science faculty, Jenderal Soedirman University. The materials were 18 male sheep with the body average ±17 kg, individual cage stages, and feed consisted field grass, concentrate, and Indigofera. The feed treatment were 3,6% seaweed Glaricia sp and 0,3 ppm organic chromium. The research method was an experimental in vivo using completely randomized design. There were 3 treatments, namely R1 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal), R1 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal + 3,6 % seaweed ), R2 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal, 3,6 % seaweed + 0,3 ppm organic chromium). Each treatment had 6 replications. The variables were crude protein and crude fiber digestibility. Data were analyzed using analysis of variance and the significant data anlyzed using orthogonal contrast. The means of crude protein digestibility were R0 = 69,71 ± 5,12 %, R1 = 71, 96 ± 3,79 % dan R2 = 68,83 ± 7,09 %; The means of crude fiber digestibility were R0 = 42,30 ± 3,58 %, R1 = 44,29 ± 2,84 % dan R2 = 54 ± 6,02%. The results of analysis of variance showed that the treatment had no significant effect on crude protein digestibility, however it had significant effect on crude fiber digestibility. The result of orthogonal contrast showed that there was a significant contrast between feed control R1 and Feed Treatment R2 and R3 (P<0,01) as well as between R2 and R3 (P<0,01). It concluded that supplementation of 3,6% seaweed Glaricia sp and 0,3 ppm organic chromium did not increase crude protein digestibilty, however it increased crude fiber digestibility. | |
| 25703 | 29438 | J0B017050 | UPAYA MENINGKATKAN PARIWISATA MELALUI PENERJEMAHAN DIORAMA SEJARAH RAKYAT INDONESIA DARI BAHASA INDONESIA KE BAHASA MANDARIN DI MONUMEN YOGYA KEMBALI | Laporan praktik kerja ini berjudul “Upaya Meningkatkan Pariwisata Melalui Penerjemahan Diorama Sejarah Rakyat Indonesia Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin Di Monumen Yogya Kembali”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 28 Januari sampai 17 Maret 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah melakukan upaya meningkatkan pariwisata melalui penerjemahan diorama sejarah rakyat Indonesia dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin. Penulis menggunakan dua metode penerjemahan untuk menghasilkan terjemahan diorama sejarah rakyat Indonesia dalam bahasa Mandarin.Dua metode yang sesuai dan tepat adalah metode komunikatif sebagai metode utama dan metode harfiah sebagai metode pendukung, dua metode ini sangat sesuai sehingga menghasilkan terjemahan diorama sejarah rakyat Indonesia yang mudah dipahami oleh wisatawan yang berasal dari Tionggkok.Selain menggunakan metode terjemahan penulis menggunakan metode pengumpulan datayaitu metode observasi, metode wawancara, dan metode jelajah internet.Pada kegiatan praktik kerja ini penulis menghasilkan terjemahan diorama sejarah rakyat Indonesia dalam bahasa mandarin. Kata Kunci:Pariwisata, Penerjemahan, Diorama sejarah rakyat Indonesia, Metode Penerjemahan Harfiah,Metode Penerjemahan Komunikatif. | 这份实习报告的题目是“Upaya Meningkatkan Pariwisata Melalui Penerjemahan Diorama Sejarah Rakyat Indonesia Dari Bahasa Indonesia Ke Bahasa Mandarin Di Monumen Yogya Kembali”. 实习时间为2020年1月28日至3月17日。实习的目的是通过将印尼民间历史透视画馆翻译成汉语,努力改善旅游业。作者用两种翻译方法对印尼民间历史透视画馆进行了汉语翻译, 两种相应和合适的方法是 交际法为主要方法,直译法为补充方法。这两种方法非常适合,所以翻译印尼民间历史透视画馆的结果便于从中国游客理解。除了使用翻译方法外,作者还使用了数据收集方法,即观察方法、访谈方法和浏览互联网方法。在实习活动的结果作者将印尼民间历史透视图翻译成中文。 关键词:旅游,翻译, 印尼民间历史透视画馆,直译翻译方法,交际翻译方 法。 | |
| 25704 | 29040 | C1L016031 | Determinan Prestasi Belajar Siswa Kelas X MIPA 7,8,9 SMA Negeri 1 Purwokerto Prespektif: Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa determinan prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7,8,9 SMA Negeri 1 Purwokerto prespektif kecerdasan intrapersonal dan interpersonal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA 7,8,9 dengan jumlah 107 siswa. Kemudian untuk menentukan besarnya sampel yang representative dalam penelitian ini menggunakan jumlah indikator yaitu 20 dikali 5 sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 100 responden. Metode penggumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder. Untuk data primer diperoleh melalui distribusi kuesioner yang diisi oleh siswa sebagai responden, sedangkan data sekundernya diperoleh dari penilaian harian 1 (ph1), penilaian harian 2 (ph2), dan penilaian tengah semester (pts). Data tersebut kemudian diolah dengan structural equation modelling (sem) dengan program amos 23.0. Hasil penelitin menunjukkan, 1) kecerdasan intrapersonal (kesadaran diri emosional) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7, 8, dan 9 yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 3.458 > 1.967 dan probabilitas 0.000 < 0.005. 2) Kecerdasan intrapersonal (sikap asertif) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7, 8, dan 9 yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 2.790 > 1.967 dan probabilitas 0.005 ≤ 0.005. 3) Kecerdasan intrapersonal (harga diri) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7, 8, dan 9 yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 2.744 > 1.967 dan probabilitas 0.000 < 0.005. 4) Kecerdasan intrapersonal (kemandirian) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7, 8, dan 9 yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 3.175 > 1.967 dan probabilitas 0.000 < 0.005. 5) Kecerdasan interpersonal (social sensitivity) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIPA 7, 8, dan 9 yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 3.223 > 1.967 dengan probabilitas 0.000 < 0.005. 6) Kecerdasan Interpersonal (social insight) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 3.035 > 1.967 dan probabilitas 0.000 < 0.005. 7) Kecerdasan interpersonal (social communication) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar yang dibuktikan dengan nilai C.R. sebesar 3.004 > 1.967 dan probabilitas 0.000 < 0.005. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai rata-rata Squared Multiple Correlations (R2) yang menunjukkan besarnya kontribusi variabel kecerdasan intrapersonal (kesadaran diri emosional, sikap asertif, harga diri, kemandirian) dan interpersonal (social sensitivity, social insight, social communication) terhadap prestasi belajar siswa sebesar 53,28 %, sisanya 46,72 % merupakan variabel lain yang tidak diteliti seperti kecerdasan yang lain, motivasi, bakat, kemampuan kognitif, kondisi fisik, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kecerdasan intrapersonal (kesadaran diri emosional, sikap asertif, harga diri, kemandirian) dan interpersonal (social sensitivity, social insight, social communication) berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. | The purpose of this study was to analyze the determinants of student achievement in class X MIPA 7,8,9 SMA Negeri 1 Purwokerto from a perspective of intrapersonal and interpersonal intelligence. The approach used in this research is quantitative. The population in this study were all students of class X MIPA 7,8,9 with 107 students. Then to determine the size of the sample representative in this study using the number of indicators that is 20 times 5 so that the number of samples used is 100 respondents. Data collection methods used in this study are primary and secondary. For primary data obtained through the distribution of questionnaires filled out by students as respondents, while secondary data obtained from daily assessment 1 (ph1), daily assessment 2 (ph2), and midterm assessment (pts). The data is then processed with structural equation modeling (sem) with the amos 23.0 program. Research results show, 1) intrapersonal intelligence (emotional self-awareness) has a positive effect on student achievement in class X MIPA 7, 8, and 9 as evidenced by the value of C.R. of 3,458> 1,967 and the probability of 0,000 <0.005. 2) Intrapersonal intelligence (assertiveness) has a positive effect on student achievement in class X MIPA 7, 8, and 9 as evidenced by the value of C.R. of 2,790> 1,967 and the probability of 0.005 ≤ 0.005. 3) Intrapersonal intelligence (self-esteem) has a positive effect on student achievement in grade X MIPA 7, 8, and 9 as evidenced by the value of C.R. of 2,744> 1,967 and the probability of 0,000 <0.005. 4) Intrapersonal intelligence (autonomy) has a positive effect on student achievement in class X MIPA 7, 8, and 9 as evidenced by the value of C.R. of 3,175> 1,967 and the probability of 0,000 <0.005. 5) Interpersonal intelligence (social sensitivity) has a positive effect on student achievement in class X MIPA 7, 8, and 9 as evidenced by the value of C.R. of 3,223> 1,967 with a probability of 0,000 <0.005. 6) Interpersonal intelligence (social insight) has a positive effect on learning achievement as evidenced by the value of C.R. of 3,035> 1,967 and the probability of 0,000 <0.005. 7) Interpersonal intelligence (social communication) has a positive effect on learning achievement as evidenced by the value of C.R. of 3,004> 1,967 and a probability of 0,000 <0.005. The results of this study also indicate that the average value of Squared Multiple Correlations (R2) which shows the contribution of intrapersonal intelligence variables (emotional self awareness, assertiveness, self-esteem, independence) and interpersonal (social sensitivity, social insight, social communication) on achievement student learning by 53.28%, the remaining 46.72% are other variables not examined such as other intelligence, motivation, talent, cognitive abilities, physical conditions, and the community environment. Therefore it can be concluded that intrapersonal intelligence (emotional self-awareness, assertiveness, self-esteem, independence) and interpersonal (social sensitivity, social insight, social communication) have a positive effect on learning achievement. | |
| 25705 | 29043 | P2C017001 | MIKROPROPAGASI PISANG (Musa paradisiaca cv. Raja Bulu) SECARA IN VITRO DENGAN PERLAKUAN 6-Benzilaminopurin (BAP) DAN LAMA PENCAHAYAAN | Ketersediaan bibit pisang Raja Bulu yang sehat belum dapat terpenuhi dengan baik di Indonesia. Bibit pisang ini sulit ditemukan karena jenis pisang ini rentan terhadap serangan patogen. Supply dan demand yang tidak seimbang membuat pisang Raja Bulu harganya mahal dan sulit ditemukan di pasar sehingga diperlukan mikropropagasi secara in vitro untuk memenuhi kebutuhan bibit pisang Raja Bulu yang sehat dan bebas patogen. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui konsentrasi BAP yang terbaik untuk mikropropagasi, 2) mengetahui lama pencahayaan yang tepat, dan 3) mengetahui interaksi BAP dan lama pencahayaan terhadap mikropropagasi pisang Raja Bulu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman selama 13 bulan dari November 2018 sampai dengan Desember 2019. Rancangan percobaan yang digunakan untuk multiplikasi adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa konsentrasi BAP dengan taraf 0 mg/L; 2,5 mg/L; 5,0 mg/L dan 7,5 mg/L dan faktor kedua berupa lama pencahayaan dengan ketentuan 1) perlakuan gelap selama dua minggu dilanjutkan dengan perlakuan lama pencahayaan 12 jam/hari selama dua minggu dan 2) perlakuan gelap selama dua minggu dilanjutkan dengan perlakuan lama pencahayaan 16 jam per hari selama dua minggu. Intensitas cahaya yang digunakan adalah 3000 lux dan suhu ruang 28oC. Percobaan terdiri dari delapan kombinasi perlakuan dengan empat blok dan dua unit setiap perlakuan. Variabel yang diamati berupa pertumbuhan eksplan, dengan parameter berupa waktu muncul tunas (hst), jumlah tunas, tinggi tunas (cm), jumlah daun, dan jumlah akar. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan taraf 5%, jika berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah akar planlet yang diberi perlakuan lama pencahayaan 12 jam tidak berbeda dengan waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah akar planlet yang diberi perlakuan lama pencahayaan 16 jam. Pemberian berbagai konsentrasi BAP perpengaruh nyata pada jumlah tunas, tetapi tidak berpengaruh nyata untuk variabel waktu muncul tunas (hst), tinggi tunas (cm), jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi terbaik untuk meningkatkan jumlah tunas adalah BAP 5,8 mg/L dengan rerata 4 tunas per eksplan. Konsentrasi 5 mg/L dan 7,5 mg/L BAP akan memunculkan scalp pada pisang Raja Bulu kultivar lokal tersebut. Sitokinin yang terlalu tinggi dapat menghambat dan menjadi mutagen untuk tanaman pisang. | The availability of healthy Raja Bulu banana can not be fulfilled properly in Indonesia. These sucker of banana are hard to find because this banana is susceptible to pathogen attack. Unbalanced supply and demand make Raja Bulu bananas expensive and difficult to find in the market so in vitro micropropagation is needed to meet the needs of Raja Bulu banana that are healthy and free of pathogens. This study aims to 1) determine the best concentration of BAP for micropropagation, 2) find out the appropriate lighting duration, and 3) find out the interaction of BAP and lighting duration to Raja Bulu banana micropropagation. The study was conducted at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, the Jenderal Soedirman University for 13 months from November 2018 to December 2019. The experimental design used for multiplication was a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor is BAP concentration with a level of 0 mg/L; 2.5 mg/L; 5.0 mg/L and 7.5 mg/L and the second factor was duration of lighting with the provisions of 1) dark treatment for two weeks followed by lighting treatment for 12 hours per day for two weeks and 2) dark treatment for two weeks followed by lighting treatment 16 hours per day for two weeks. The intensity of light used was 3000 lux and the incubation temperature was 28oC. Consists of eight treatment combinations with four blocks and two units per treatment. The observed variables were explant growth, with parameters such as time of emergence of shoots (dap), number of shoots, shoot height (cm), number of leaves, and number of roots. Data were analyzed using analysis of variance with a level of 5%, if significantly different, then proceed with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Results showed that the time of shoots appeared, the number of shoots, shoot height and number of plantlet roots treated with 12 hours long lighting did not differ from the time of shoots appeared, number of shoots, shoot height and number of plantlet roots were treated with 16 hours lighting duration and the addition of various BAP concentrations had a significant effect on the number of shoots, but did not significantly affect shoot time (dap), shoot height (cm), leaf number and root number. The best concentration to increase the number of shoots is 5.8 mg/L BAP with an average of 4 shoots per explant. Concentrations 5 mg/L and 7.5 mg/L BAP will cause scalp on the Raja Bulu banana local cultivar. Cytokines that are too high can inhibit and become a mutagen for banana plants. | |
| 25706 | 29049 | I1C016055 | MODEL HKSA SENYAWA TURUNAN FLAVON SEBAGAI AGEN SITOTOKSIK SEL HCC1954 HASIL PERHITUNGAN SEMI-EMPIRIS PM3 | Beberapa obat antikanker payudara telah dilaporkan mengalami resistensi terhadap reseptor HER2. Berdasarkan permasalahan tersebut, penemuan dan pengembangan obat antikanker payudara sampai saat ini masih terus dilakukan. Obat antikanker golongan small molecule banyak ditemukan dan terbukti memiliki aktivitas sitotoksik yang baik seperti golongan quinazoline, pyrrolopyrimidine, cyanoquinoline. Senyawa golongan turunan flavon juga terbukti memiliki aktivitas yang baik sebagai agen sitotoksik sel kanker payudara HCC1954 sehingga berpotensi untuk dijadikan model senyawa antikanker payudara. Pemodelan dapat dilakukan melalui kajian HKSA. Model terbaik yang didapatkan dijadikan acuan untuk mengusulkan senyawa baru yang harapannya memiliki aktivitas sitotoksik lebih baik dari senyawa sebelumnya. Penelitian ini berdasarkan metode perhitungan semi empiris PM3 melalui pendekatan Regresi Multi Linier. log 1/IC50 sebagai variabel tergantung dan variabel bebasnya berupa muatan atom, energi HOMO (EHOMO), energi LUMO (ELUMO), momen dipol (µ), polarisabilitas (α), log P, dan berat molekul (Mr). Persamaan HKSA terbaik yang didapatkan dari penelitian ini adalah log 1/IC50= 3.3840534975053345 + 37.23346684644525 qC5 -0.0005535276207876832 momen_dipole (Debye) + 1.7965286042772313 E_HOMO(eV) -1.3834864837811742 E_LUMO(eV) -0.3617783430386554 polarizability + 0.04084129425104288 Mr + 0.34531211621067337 logP dengan n=9, R= 0.997331, R2=0.99467, Fratio=149.0371, SE= 0.049992, PRESS= 0.00096. Berdasarkan persamaan tersebut didapatkan 11 senyawa hasil modifikasi senyawa rangka utama dengan aktivitas sitotoksik prediksi 0.039056-14.68846 µM. Hubungan struktur dan aktivitas sitotoksik senyawa turunan flavon terhadap sel HCC1954 dapat dijelaskan melalui persamaan HKSA yang didapatkan. Didapatkan 11 senyawa usulan hasil modifikasi dan 10 senyawa memiliki aktivitas lebih baik dibandingkan dengan senyawa yang digunakan pada dataset. | Some anticancer drugs have increased resistance to HER2 receptors. Therefore, the discovery and development of breast anticancer drugs are still ongoing. Small molecule anticancer drugs are found and proven to have a good cytotoxic activity such as quinazoline, pyrrolopyrimidine, cyanoquinoline. Flavone-derived compounds have also been shown to have good activity as cytotoxic agents for HCC1954 breast cancer cells so that they have the potential to be used as models of breast anticancer compounds. Modeling can be done through an HKSA study. The best model obtained is used as a reference to propose a new compound that hopes to have better cytotoxic activity than the previous compounds This research is based on the PM3 semi-empirical calculation method through the Multi Linear Regression approach. log 1 / IC50 as the dependent variable and the independent variables are atomic charge, HOMO energy (EHOMO), LUMO energy (ELUMO), dipole moment (µ), polarisability (α), log P, and molecular weight (Mr). The best QSAR equation obtained from this study is log 1/IC50= 3.3840534975053345 + 37.23346684644525 qC5 -0.0005535276207876832 momen_dipole (Debye) + 1.7965286042772313 E_HOMO(eV) -1.3834864837811742 E_LUMO(eV) -0.3617783430386554 polarizability + 0.04084129425104288 Mr + 0.34531211621067337 logP, n=9, R= 0.997331, R2=0.99467, Fratio=149.0371, SE= 0.049992, PRESS= 0.00096. Based on these equations, there were 11 compounds produced from the modification of the main skeleton with predicted cytotoxic activity of 0.039056-14.68846 µM. The quantitative relationship of structure and cytotoxic activity of flavone-derived compounds to HCC1954 cells can be explained through the obtained HKSA equation. There were 11 proposed modified compounds and 10 compounds had better activity compared to the compounds used in the dataset. | |
| 25707 | 29052 | I1C016020 | NANOPORI LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI PENETRAL AIR ASAM DAN PENYERAP LOGAM BERAT | Latar Belakang: Cangkang telur ayam terdiri dari 94% CaCO3 yang berfungsi sebagai adsorben dan penetral keasaman air. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah cangkang telur ayam menjadi bentuk nanopori sebagai adsorben logam berat dan penetral keasaman air. Metodologi: Penelitian ini meliputi pembuatan nanopori serbuk cangkang telur ayam dengan berbagai formula, karakterisasi formula terpilih menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope), uji performa, serta membandingkan kinerja nanopori cangkang telur ayam dengan karbon aktif pada air keran. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk karakteristik nanopori serbuk cangkang telur ayam hasil SEM, persentase nilai kemampuan penyerapan logam berat dan penetralan asam dengan EC meter dan pH meter. Hasil Penelitian: Nanopori serbuk cangkang telur ayam formula 5 mampu menyerap logam berat dan menetralkan asam paling baik sebesar 40,2% dan 22,1%. Hasil performa terbaik yaitu pada jumlah serbuk 500 mg dan waktu pengadukan 120 detik. Kemampuan penyerapan logam berat dan penetralan asam mengalami penurunan 5 kali pemakaian berulang. Karakteristik SEM menunjukkan nanopori serbuk cangkang telur ayam memiliki pori berukuran nanopori (kurang dari 1 μm). Kemampuan penyerapan logam berat dan penetralan asam nanopori serbuk cangkang telur ayam lebih baik dibandingkan karbon aktif. Kesimpulan: Nanopori limbah cangkang telur ayam dapat dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat dan penetral keasaman air. | Background: Chicken eggshell contains 94% CaCO3 that can be used as adsorbent and acidity removal in water. This research aims to utilize chicken eggshell waste in nanoporous form as heavy metal adsorption and acidity removal in water. Methods: This study performed preparation of nanoporous chicken eggshell with various formulas, characterized using SEM (Scanning Electron Microscope), performance test, and ability comparison between activated carbon and nanoporous chicken eggshell. The result was presented descriptively in characteristic of nanoporous chicken eggshell using SEM and percentage value of the ability of heavy metal adsorption and acidity removal in water using EC meter and pH meter. Results: Formula 5 nanoporous chicken eggshell can adsorb heavy metal and remove acidity in water by 40,2% and 22,1% sequently. The best performance test result was in 500 mg amount nanoporous powder and 120 seconds of stirring time. This ability was decreasing as 5 times repeated usage. SEM characterization showed that nanoporous chicken eggshell powder has nanopore-sized pore (less than 1 μm). Nanoporous chicken eggshell is better than activated carbon in adsorbing heavy metal and removing acid in water. Conclusion: Nanoporous of chicken eggshell waste can be utilized as heavy metal adsorption and acidity removal in water. | |
| 25708 | 29306 | D1A016117 | Total Mikroba dan Tingkat Keasaman Susu Sapi yang Ditambahkan dengan Santan dengan Persentase Berbeda | “Total Mikroba Dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Yang Ditambahkan Santan Dengan Persentase Berbeda”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemalsuan susu sapi perah yang dilakukan oleh pedagang agar mendapat keuntungan lebih tinggi. Penambahan santan ke dalam susu (R0: 0%; R1: 2%; R2: 4%; R3: 6%; R4: 8%; R5: 10%). Metode yang digunakan yaitu experimental dengan mengambil sampel susu masing-masing 500 ml untuk setiap perlakuan. Penelitian tersebut menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Pengukuran kualitas susu yang ditambah santan dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diukur meliputi total mikroba dan derajat keasaman pada susu. Hasil perlakuan uji total mikroba pada perlakuan 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% mempunyai hasil berturut turut sebesar 9,5 x 105 cfu/ml, 8,5 x 105 cfu/ml, 2,7 x 105 cfu/ml, 10 x 105 cfu/ml, 8,7 x 105 cfu/ml, dan 10,2 x 105 cfu/ml. Nilai derajat keasaman pada perlakuan 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% mempunyai hasil 6,25 ̊SH, 6,65 ̊SH, 6,70 ̊SH, 6,30 ̊SH, 6,55 ̊SH, dan 6,55 ̊SH. Analisis data menunjukkan total mikroba yang diuji tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap perlakuan penambahan santan kedalam susu segar. Hasil penelitian menunjukkan rataan total mikroba sebesar 8,2 x 105 cfu/ml. Analisis data menunjukkan terhadap derajat keasaman yang diuji tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap perlakuan penambahan santan kedalam susu segar. Hasil dari derajat keasaman rataan derajat keasaman 6,520SH. Hasil analisis statistik pada derajat keasaman dan total mikroba tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata. | “Total Microbes and Acidity Dairy Milk Added Coconut Milk in Different Percentages”. The purpose of this study to knowing fresh milk that added coconut milk by seller to get more profit. Adding coconut milk to fresh milk (R0: 0%; R1: 2%; R2: 4%; R3: 6%; R4: 8%; R5: 10%). The method used in this research was experimental that taking milk sample 500 ml for each experiment. The study used a completely randomized design (CRD). Measurement quality of milk that added coconut milk are carried out in Dairy Milk Laboratory, Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The treatment used total microbes and acidity to fresh milk. The result from data analysist has no real effect. Variable using total microbes and acidity. The result of the research of total microbes in treatment 2%, 4%, 6%, 8%, and 10% were 9,5 x 105 cfu/ml, 8,5 x 105 cfu/ml, 2,7 x 105 cfu/ml, 10 x 105 cfu/ml, 8,7 x 105 cfu/ml, dan 10,2 x 105 cfu/ml. The result of acidity were 6,25 ̊SH, 6,65 ̊SH, 6,70 ̊SH, 6,30 ̊SH, 6,55 ̊SH, and 6,55 ̊SH. Result of analytical statistic in total microbes did not show any significant differences (P>0,05) to a treatment added by coconut milk. The average of total microbes was 8,2 x 105 CFU/ml. Result of analytical statistic in acidity did not show any significant differences too (P>0,05) to a treatment added by coconut milk. The average of acidity was 6,520SH. The result of statistic analytical of acidity and total microbes did not show any significant differences. | |
| 25709 | 29056 | D1A016015 | Pengaruh penggunaan tepung roti afkir pada pakan terhadap bobot dan persentase karkas bagian dada dan paha bawah ayam niaga pedaging | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung roti afkir terhadap bobot dan persentase karkas bagian dada dan paha bawah ayam broiler. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Materi penelitian adalah ayam broiler strain MB 202 umur 21 hari sebanyak 90 ekor dengan perlakuan selama 20 hari. Perlakuan adalah formula A: pakan tanpa tepung roti afkir/pakan komersial, formula B: pakan menggunakan tepung roti afkir 15% menggantikan jagung, dan formula C: pakan menggunakan tepung roti afkir 30% menggantikan jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakan formula A memberikan bobot bagian dada lebih tinggi dari pada yang mendapat pakan formula B dan C (P<0,05) sedangkan bobot karkas bagian dada ayam broiler mendapat pakan formula B dan C tidak berbeda. Persentase karkas bagian dada ayam broiler yang mendapat pakan formula A, B, dan C tidak berbeda nyata (P>0,05). Bobot karkas bagian paha bawah ayam broiler yang mendapat pakan formula A dan C berbeda nyata (P<0,05) sedangkan pakan formula A dan B, serta pakan formula B dan C tidak berbeda. Persentase karkas bagian paha bawah ayam broiler yang mendapat pakan formula A dan B berbeda nyata (P<0,05) sedangkan pakan formula A dan C, serta pakan formula B dan C tidak berbeda. Simpulan hasil penelitian bahwa penggunaan tepung roti afkir sampai 30% menggantikan jagung belum mampu menghasilkan bobot karkas bagian dada dan paha bawah ayam niaga pedaging sebaik ayam yang mendapat pakan tanpa tepung roti afkir/pakan komersial, namun dapat menghasilkan persentase bagian-bagian karkas yang sama kecuali pada paha bawah. | The study was aims to determine the use of rejected bread flour on the weight and percentage of the chest and the lower thighs carcasses of broiler chickens. The study used completely randomized design (CRD) with three treatments and six times repeatation. The research used MB 202 strain, 21 days old, 90 chickens and treated along 20 days. Feed treatment in this research was formula A: commercial feed without rejected bread flour, formula B: feed used rejected bread flour 15% replacing corn and formula C: feed used rejected bread flour 30% replacing corn. The results showed that the weight of chest carcasses of broiler chickens that got the formula A higher than B and C (P < 0.05) but chest weight from chickens fed formula B and C did not different. The percentage of chest carcasses of broiler chickens that got formula A, B, and C are not significantly different (P > 0.05). The weight of the lower thigh of chickens that got the formula A was higher than ones got formula C (P < 0.05) but for formula A and B also formula B and C were not different lower thigh weight. The percentage of the lower thigh of chicken got formula A and B were significantly different (P < 0.05). The percentage of lower thigh of chickens feed formula A and C also formula B and C were not different. The conclusion of the research was the use rejected bread flour until 30% as a substitution for corn has not able to produce of the same the weight of the chest carcass and lower thighs of commercial broiler chickens as well as chickens that are feed without rejacted bread flour / commercial feed, but can produce the same percentage of carcass parts except on the lower thigh. | |
| 25710 | 29054 | F1B016032 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS DI PASAR MANIS PURWOKERTO) | Pertumbuhan pasar modern yang menggeser pasar tradisional perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui kebijakan revitalisasi pasar tradisional. Kabupaten Banyumas telah melaksanakan kebijakan revitalisasi pasar tradisional di pasar Manis, sehingga menjadi pasar yang bersih, aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi kebijakan revitalisasi pasar di pasar Manis Purwokerto dan menyusun kebijakan revitalisasi untuk pengembangan pasar tradisional pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk studi kasus terpancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasinya pihak pasar Manis telah memenuhi aspek kebijakan revitalisasi pasar, namun belum semuanya berjalan dengan optimal. Hal ini tampak pada RAB yang sebagian besar digunakan pada aspek fisik saja, sementara aspek manajemen, ekonomi dan sosial sudah diupayakan namun hasilnya belum maksimal dan masih meninggalkan beberapa persoalan. Kebijakan revitalisasi pasar tradisional di Indonesia seharusnya mencakup aspek fisik, manajemen, sosial dan ekonomi secara keseluruhan. | Modern markets that shift traditional markets need government attention. One of the government's efforts to overcome this is through traditional market revitalization. Banyumas Regency has made a policy of revitalizing traditional markets in Pasar Manis so that it becomes a clean, safe and comfortable market. This research is designed to describe the process of implementing market revitalization policies in Pasar Manis Purwokerto and formulate a revitalization policy for the development of traditional markets in general. This research uses a qualitative method with a fixed case study form. Research results show that in its implementation the Sweet Market Party has fulfilled aspects of market revitalization policies, but not everything has been running optimally. This is evident in the RAB which is mostly used only on the physical aspect, while the management, economic and social aspects have been pursued but not yet maximally and there are still some that have not. The traditional market revitalization policy in Indonesia covers the physical, management, social and economic sectors as a whole. | |
| 25711 | 29059 | I1C015080 | UJI AKTIVITAS ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL SUSUKABING PERANAKAN ETAWA SEBAGAI ANTIBAKTERI ESCERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS | Latar Belakang: Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri pathogen seperti Escerichia coli dan S.aureus. di Indonesia prevalensinya mencapai 50%. Resistensi penggunaan antibiotik yang tidak sesuai indikasi menurun dari 42% menjadi 30,6% namun prevalensi E. coli 52% dan S. aures 24% meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas jenis BAL unggul probiotik yaitu L.rhamnosus dan L.plantarum yang diharapkan mempunyai sifat antibakteri lebih tinggi dan mampu membuktikan sifat antagonis terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental acak lengkap meliputi uji aktivitas antibakteri terhadap E.coli dan S.aureus menggunakan difusi cakram dengan konsentrasi yaitu tanpa pengenceran, pengenceran 1x (10-1) dan pengenceran 2x (10-2), kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (kloramfenikol 10 5µg/disc) dianalisis dengan ANOVA dilanjut dengan Tukey HSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakteri Asam Laktat (BAL) L.rhamnosus memiliki kemampuan daya hambat tertinggi terhadap bakteri E.coli dengan konsentrasi 100% (108 Cfu/ml) isolate BAL L.rhamnosus dengan nilai 15mm dan S.aureus 13mm Kesimpulan: Isolat BAL Lrhamnosus memiliki aktivitas daya hambat tertinggi terhadap bakteri E.coli pada isolate BAL konsentrasi 100% (108 Cfu/ml) dengan nilai diameter yaitu 15 mm. | Background: Infectious diseases are caused by pathogenic bacteria such as Escerichia coli and S.aureus. in Indonesia the prevalence reaches 50%. Resistance of inappropriate use of antibiotics decreased from 42% to 30.6% but the prevalence of E. coli was 52% and S. aures 24% increased. This study aims to look at the superior BAL types of probiotics namely L.rhamnosus and L.plantarum which are expected to have higher antimicrobial properties and be able to prove the antagonistic nature of E. coli and S. aureus bacteria. Method: This research is a complete randomized experimental study which includes antibacterial activity tests on E.coli and S. aureus using diffusion discs with a concentration that is without dilution 100% 108 (Cfu/ml) , 1x dilution (107) and 2x (106) dilution, negative control (aquadest ), positive controls (chloramphenicol 10 µg/disc) were analyzed by ANOVA followed by Tukey HSD. Results: The results showed that L. Rhamnosus Lactic Acid Bacteria (LAB) had the greatest inhibitory ability against E. coli bacteria with a concentration without dilution in the second replication of 15mm and S. aureus was 13mm. Conclusion: LAB isolate L.rhamnosus has the highest inhibitory activity against E. coli bacteria in pure isolates without dilution with a diameter value of 15 mm | |
| 25712 | 29061 | C1H016045 | FACTORS INFLUENCING LEVEL OF UNDERPRICING IPOs (Study on the Indonesia Stock Exchange over the period 2016-2019) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing pada IPO di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2019. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio lancar, leverage keuangan, kepemilikan institusional, margin laba bersih, dan ukuran perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan 79 sampel yang dipilih dari 161 perusahaan yang tersedia dalam populasi. Hasilnya menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional, margin laba bersih, dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif yang signifikan pada tingkat underpricing, sedangkan rasio lancar dan leverage keuangan tidak memiliki dampak signifikan pada tingkat underpricing. | This study aimed to analyze the factors that influence the level of underpricing on IPO in the Indonesia Stock Exchange over the period 2016-2019. Variable used in this research is the current ratio, financial leverage, institutional ownership, net profit margin, and firm size. This study used a quantitative approach with a model multiple linear regression analysis with a 5% significance level. The data collection method used in this study is purposive sampling. This study used 79 selected samples from 161 companies available in the population. The result concluded that institutional ownership, net profit margin, and firm size have a significant negative effect on the level of underpricing, while current ratio and financial leverage have no significant impact on the level of underpricing | |
| 25713 | 29278 | I1B016021 | PERBEDAAN EFEKTIFITAS RELAKSASI AUTOGENIK DAN GUIDED IMAGERY TERHADAP DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang Dismenorea merupakan nyeri dengan sensasi kram pada perut bagian bawah hingga membuat tidak nyaman dalam beraktivitas. Dismenorea dapat diatasi dengan relaksasi autogenik dan guided imagery. Kedua relaksasi tersebut dapat menurunkan nyeri dengan cara membuat seseorang rileks. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan efektifitas relaksasi autogenik dan guided imagery terhadap dismenorea. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental pretest-postest design. Sampel berjumlah 36 responden dibagi menjadi kelompok autogenik dan kelompok guided imagery. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala nyeri yaitu Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan uji t. Hasil: Rata-rata usia kelompok autogenik 20 tahun dan 19 tahun kelompok guided imagery. Usia menarke kelompok autogenik 12 tahun dan 13 tahun kelompok guided imagery. Mayoritas Indeks Massa Tubuh (IMT) responden normal, sering melakukan olahraga. Terdapat penurunan signifikan pada kelompok autogenik dan kelompok guided imagery dengan nilai p=0,000. Tidak terdapat perbedaan pretest antara kedua kelompok p=0,311. Tidak terdapat perbedaan efektifitas posttest antara kedua kelompok dengan nilai p=0,348. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan efektifitas relaksasi autogenik dan guided imagery terhadap dismenorea. | Background: Dysmenorrhoea is a pain with a sensation of cramps in the lower abdomen that makes it uncomfortable to move. Dysmenorrhea can be overcome by autogenic relaxation and guided imagery. Both of these relaxations can reduce pain by making someone relax. The purpose of this study is to determine the differences in the effectiveness of autogenic relaxation and guided imagery of dysmenorrhea. Method: The design of this study used a quasi-experimental pretest-postest design. The population is 810 Unsoed students with active status. A sample of 36 respondents was divided into autogenic and guided imagery groups. Sampling technique used accidental sampling. The research instrument used a pain scale questionnaire, the Numeric Rating Scale. Data analysis using t-test. Results: The average age in the autogenic group was 20 years and 19 years in the guided imagery group. The age of menarche in the autogenic group was 12 years and 13 years in the guided imagery group. The majority of IMT respondents are normal, and often do sports. There was a significant decrease in the autogenic group and the guided imagery group for dysmenorrhea with a value of p= 0,000. There was no difference in pretest between the two groups p= 0.311. And there was no difference in the effectiveness of the posttest between the two groups with a value of p= 0.348. Conclusion: There is no difference in the effectiveness of autogenic relaxation and guided imagery on dysmenorrhea. | |
| 25714 | 29062 | C1H016032 | The Influence of Brand Identity Towards Customer Brand Loyalty | Saat ini, budaya Korea Selatan merembes ke banyak negara di dunia, terutama Indonesia. Dikenal karena ramuannya yang kaya dan teknologi canggih. Innisfree adalah salah satu merek yang dikenal sebagai pelopor merek kecantikan alami di Korea Selatan. Saat ini mereka bersaing dengan jenis-jenis identitas merek serupa di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah identitas merek memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas merek pelanggan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh jenis analisis data kuantitatif dengan jumlah 110 responden di wilayah Indonesia. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yang digunakan adalah non-probability sampling dan metode purposive digunakan karena memerlukan beberapa karakteristik untuk responden yang mengisi kuesioner seperti yang berusia antara 17-35 tahun dan yang aktivitas pembeliannya setidaknya dua kali atau lebih . Sampai pada kesimpulan dari data output penelitian ini bahwa ada pengaruh positif dari visi merek terhadap loyalitas merek pelanggan, ada pengaruh positif dari nilai merek terhadap loyalitas merek pelanggan, ada pengaruh positif dari positioning merek terhadap loyalitas merek pelanggan, dan tidak ada pengaruh positif dari kepribadian merek terhadap loyalitas merek pelanggan. | Nowadays, South-Korean culture is seeping into many countries in the world especially Indonesia. It is known for its rich ingredients and advanced technology. Innisfree is one brand that is known for being a pioneer in natural beauty brand in South Korea. Nowadays they are competing with similar type of brand identity in Indonesia. Hence, this research aims to find out whether brand identity has positive influence towards customer brand loyalty. This research is done by using questionnaire to obtain quantitative type of data analysis with the total of 110 respondents in the area of Indonesia. Sampling in this research that is used is non-probability sampling and purposive method is used as it requires several characteristics for respondents who filled out the questionnaire such as whose age in between 17-35 years old and whose purchase activity is at least twice or more. It comes to the conclusion from the output data of this research that there is positive influence from brand vision towards customer brand loyalty, there is positive influence from brand value towards customer brand loyalty, there is positive influence from brand positioning towards customer brand loyalty, and there is no positive influence from brand personality towards customer brand loyalty. | |
| 25715 | 29063 | E1A015210 | PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG (STUDI DI POLRESTA BOGOR) | Penelitian ini berjudul, “Pelaksanaan Penyidikan Tindak Pidana Pemalsuan Uang (Studi di Polresta Bogor)”. Berdasarkan data statistik Bank Indonesia megenai temuan uang palsu, pada tahun 2018 terdapat 237.431 uang palsu ditemukan. Merujuk pada penjelasan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, bahwa tindak pidana pemalsuan uang sangat merisaukan dan berdampak buruk bagi masyarakat. Tindak pidana pemalsuan uang biasanya dilakukan oleh kelompok yang terorganisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyidikan dalam hal mengungkap tindak pidana pemalsuan uang oleh penyidik di Polresta Bogor serta hambatan-hambatan yang dialami oleh penyidik dalam proses penyidikan tindak pidana pemalsuan uang. Metode pendeketan yang digunakan penelitian ini yaitu yuridis sosiologis. Data penelitian ini berasal dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa studi kepustakaan yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode kualitatfif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Polisi Penyidik Unit 1 Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor dalam mengungkap tindak pidana pemalsuan uang pada proses penyidikan berpedoman pada empat tahap pokok yaitu, tahap penyelidikan, tahap penindakan, tahap pemeriksaan dan tahap pemberkasan. Guna kepentingan penyidikan, penyidik dapat melakukan tindakan terhadap tersangka yaitu penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan pemanggilan. Faktor yang menjadi penghambat dalam proses penyidikan yaitu faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas dan faktor masyarakat. Perlu ditingkatkan intensitas kegiatan sosialisasi mengenai uang oleh Bank Indonesia kepada masyarakat maupun aparat penegak hukum, serta perlu ditambahnya alat khusus pendeteksi uang tersebut asli atau palsu. | The research’s title is “Disclosure of Criminal Acts of Money Counterfeiting Crimes (Study at Bogor Police Station)” Based on statistical data from Bank Indonesia regarding the findings of counterfeit money, in 2018 there were 237,431 counterfeit money found. Referring to the explanation of Law of The Republic of Indonesia Number 7 of 2011 on Currency, counterfeiting money is one of the criminal offenses which is worrisome and has negative impact on the community. Money Counterfeiting Crimes usually carried out by an organized group. The purpose of this research is to find out the investigation process in terms of exposing the crime of counterfeiting money by investigators at Bogor Police Station and the inhibiting factor which obtain by the investigator in the process of investigating the crime of counterfeiting money. The judicial sociological approach method has been used in this research. The research’s data are derived from primary data in the form of interview and secondary data in the form of literature structure compiled systematically then being analyzed using qualitative methods. Based on the result of research and study, it can be concluded that Police Investigator Unit 1 Criminal Investigation Unit in uncovering the crime of counterfeiting money, the investigation process is guided by four main stages namely, the stage of investigation, prosecution, examination and filing. For the purposes of investigation, investigators can take action against the suspect, namely arrest, detention, search, seizure and summons. Inhibiting factors in the investigation process are law enforcer, facility and community. It is necessary to increase the intensity of information dissemination activities about money by Bank Indonesia to the public and law enforcement officials, and to add special tools to detect money that are genuine or fake. | |
| 25716 | 29068 | J0B017001 | PENERJEMAHAN DOKUMEN KEGIATAN INSPEKSI LAPANGAN DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN DI BOILER PLANT PT KRAKATAU STEEL CILEGON | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Kegiatan Inspeksi Lapangan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin di Boiler Plant PT Krakatau Steel Cilegon” yang dilaksanakan pada 6 Juli 2019 – 7 September 2019. Tujuan praktik kerja ini untuk menerjemahkan dokumen kegiatan inspeksi lapangan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam menerjemahan dokumen, penulis menggunakan tiga tahapan proses penerjemahan yaitu tahap analisis, tahap transfer padanan, dan tahap restrukturisasi. Untuk tahap analisis teks penulis membaca berulang-ulang untuk memahami isi dokumen tersebut. Selanjutnya pada tahap transfer padanan penulis mengelompokkan kosakata menjadi dua, yaitu kosakata umum dan kosakata khusus. Pada tahap restrukturisasi penulis melakukan pengalihan pesan menjadi bentuk yang cocok dengan bahasa sasaran dengan menggunakan metode harfiah sebagai metode utama dan metode komunikatif sebagai metode pendukung. Hasil dari praktik kerja ini penulis telah menerjemahkan dokumen dengan baik sehingga dapat diterima dan digunakan oleh karyawan Tiongkok. | 这份实习报告题目是 “Penerjemahan Dokumen Kegiatan Inspeksi Lapangan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin di Boiler Plant PT Krakatau Steel Cilegon” 实习时间为2019年7月6日到9月7日。习的目的是翻译从印尼文成中文现场检查活动的文件。作者用四种方法收集文件 :观察方法,访谈方法,图书研究方法,和浏览互联网方法。翻译的时候作者用三种翻译阶段, 是观察阶段,翻译阶段,和修成阶段。观察阶段时,作者反复阅读以了解文件的内容。翻译阶段时,作者将词汇分为两部分: 普通词汇和特殊词汇。修成阶段,作者将消息切换为与目标语言配合语法的形式,作者用直译方法为主要方法和交际方法为补充方法。实习结速后作者已经把文件翻译好,以被中国员工接受并使用。 | |
| 25717 | 29065 | C1K013043 | COMPARATIVE ANALYSIS OF SERIES QUEUE SYSTEM AT REGIONAL GENERAL HOSPITALS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan dalam faktor pemanfaatan sistem sistem antrian di Rumah Sakit Umum Daerah X dan Y. Antrian disebut optimasi jika waktu tunggu didistribusikan Poisson. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang dan memasuki sistem antrian layanan di Rumah Sakit Umum Daerah X dan Y. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengantre atau memasuki sistem dan layanan antrian rumah sakit di Rumah Sakit Umum Daerah X dan Y dalam seminggu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Berdasarkan analisis data menggunakan POM QM, dapat disimpulkan bahwa kinerja sistem antrian kurang optimal karena rendahnya penggunaan fasilitas dan rendahnya aktivitas karyawan. Kesibukan karyawan meningkat hanya pada jam-jam tertentu. Antrian di Rumah Sakit Umum Daerah Y memiliki faktor pemanfaatan sistem 21.944%, lebih baik daripada Rumah Sakit Umum Daerah X yang memiliki pemanfaatan sistem 16.482%. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa antrian di Rumah Sakit Umum Daerah X memiliki faktor pemanfaatan sistem 16,482%, kurang optimal dibandingkan Rumah Sakit Umum Daerah Y yang memiliki faktor pemanfaatan sistem 21,944%. Dengan demikian, Rumah Sakit Umum Daerah X perlu mengurangi jumlah server dari 3 menjadi 2 untuk meningkatkan optimalisasi server. | The purpose of the research to test the differences in the system utilization factor of the queuing system at X and Y Regional General Hospital. Population are were patients who came and entered the service queue system at X and Y Regional General Hospital. The samples are were patients who came in line or entered the hospital queue system and services at X and Y Regional General Hospital in a week. Based on the data analysis using POM QM, it can be concluded that the performance of the queuing system is less than optimal because of the low use of facilities and low employee activity. Employee busyness increases only at certain hours. The queue at the Y Regional General Hospital has a system utilization factor of 21.944%, better than the X Regional General Hospital which has a system utilization of 16.482%. The implication of this study is that the queue at the X Regional General Hospital has a system utilization factor of 16.482%, less optimal than the Y Regional General Hospital which has a system utilization factor of 21..944%. Thus, X Regional General Hospital needs to reduce the number of servers from 3 to 2 to improve server optimization. | |
| 25718 | 29066 | D1A016208 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN AYAM KAMPUNG DALAM PENGENCER SUSU SKIM PADA SUHU DINGIN TERHADAP FERTILITAS DAN MORTALITAS EMBRIO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Ayam Kampung dalam Pengencer Susu Skim Pada Suhu Dingin Terhadap Fertilitas dan Mortalitas Embrio”. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm dan di Laboratorium fisiologi dan reproduksi ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, tanggal 15 Februari sampai dengan 17 Maret 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh lama penyimpanan semen dalam pengencer susu skim pada suhu dingin terhadap fertilitas dan mortalitas embrio. Materi penelitian yang digunakan yaitu ±3 ml semen segar dari 12 ekor ayam kampung jantan berumur 1,5 tahun, 40 ekor ayam niaga petelur berumur 25 minggu, mikroskop, pipet tetes, object glass, cover glass, pakan ayam niaga petelur dan pejantan ayam kampung untuk 10 hari pemeliharaan sebanyak 50 kg. Bahan yang digunakan meliputi 12 unit kandang pejantan, 40 unit kandang betina, dan perlengkapanya, tabung penampung semen, pengencer susu skim, kuning telur, microtube, spuit injeksi, refrigerator dan mesin tetas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan R0: kontrol (30 menit),; R1 = penyimpanan 24 jam 30 menit,; R2 = penyimpanan 48 jam 30 menit,; R3 = penyimpanan 72 jam 30 menit. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa semen yang disimpan pada suhu dingin dengan pengencer susu skim berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap mortalitas embrio. Rataan fertiltas pada perlakuan adalah R0 90,99±9,13,; R1 42,72±30,02,; R2 50,87±27,60,; R3 47,20±21,01,; sedangkan rataan mortalitas embrio pada perlakuan adalah R0 15,41±2,86,; R1 100,00±0,; R2 100,00±0,; R3 100,00±0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil penyimpanan semen ayam kampung pada temperatur refrigerator dengan pengencer susu skim semakin lama penyimpanan dapat menurunkan fertilitas dan meningkatkan mortalitas embrio. | The research entitled “The Effect of The Long Free-Range Chicken’s Semen Storage in Skim Milk Thinners at Cold Temperatures for Embryo Fertility and Mortality”. This research was conducted at the Experimental farm and laboratory of Physiology and Animal Reproduction, Animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University on February 15th – 17rd March, 2020. The purpose of research was to examine the effect of the long free-range chicken’s semen storage at cold temperatures for embryo fertility and mortality. The research materials used were ± 3 ml of fresh semen from 12 free-range chickens aged 1.5 years, 40 laying hens aged 25 weeks, microscopes, dropper pipettes, object glass, cover glass, feed of laying hens for 10 days of maintenance as much as 50 kg. The materials used include 12 units of rooster cages, 40 units of hen cages, and equipment, semen collecting tubes, skim milk thinners, egg yolks, microtubes, injection syringes, refrigerators and hatching machines. Research design used was Completely Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 5 replications R0 : control (30 minutes),; R1 = storage 24 hours 30 minutes ,; R2 = storage 48 hours 30 minutes; R 3 = storage 72 hours 30 minutes. The result of variance analysis showed that the storage of semen in cold temperatures with skim milk thinners had a significant effect (P> 0.05) on fertility and had no significant effect (P> 0.05) on embryo mortality. The average fertility rate in the treatment is R 0 90.99 ± 9.13 ,; R 1: 42.72 ± 30.02; R 2 50.87 ± 27.60 ,; R 3 47.20 ± 21.01 ,; while the average embryo mortality in the treatment was R 0 15.41 ± 2.86 ,; R 1 100.00 ± 0 ,; R 2 100.00 ± 0 ,; R 3 100.00 ± 0. The conclusion of this research is that the free-range chicken’s semen storage at a cold temperature with skim milk thinners is the longer the storage, the lower fertility and increase embryo mortality. | |
| 25719 | 28963 | L1B016035 | PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN | Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu komuditas unggulan yang memiliki prospek yang cerah dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengambilan sampel secara purpose random sampling. Variabel yang digunakan adalah mengamati keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik dari saluran pencernaan ikan Kakap Putih yang dibudidayakan di desa Pangandaran kabupaten Pangandaran. Ciri dari keberadaan dan aktivitas bakteri amilolitik adalah terbentuknya zona bening. Terdapat aktivitas dari bakteri amilolitik dengan pengukuran zona bening yang terhidrolisis pada saluran pencernaan ikan Kakap Putih dengan rasio ikan Kakap putih 1 usus bagian anterior 0,25 – 1,75, middle 0,6 - 1,25, posterior 0,4 – 1, pada ikan Kakap Putih 2 usus bagian anterior 0,67 – 1, middle 0,25 - 0,67, posterior 0,2 – 0,5, pada ikan Kakap Putih 3 usus bagian anterior 0,25-2, middle 0,22 – 0,75, posterior 0,22 – 1,2. | White snapper fish (Lates calcarifer) is one of the leading commodities that have bright prospects and have high economic value. The purpose of this study was to determine the presense and activity of amylolytic bacteria in the digestive tract of the white snapper (Lates calcarifer). The method used in this study is the method of observation with purpose random sampling. The variable used is to observe the presence and activity of amylolytic bacteriafrom the digestive tract of the white snapper cultivated in Pangandaran village, Pangandaran district. The hallmark of the presence and activity of amylytic bacteria is the formation of a clear zone. There is activity of amylolytic bacteria by measuring the hydrolyzed clear zone in the digestive tract of the White Snapper with a ratio of White Snapper 1 anterior intestine 0.25 – 1.75, middle 0.6 – 1.25, posterior 0.4 – 1, in the White Snapper 2 anterior intestine 0.67 - 1, middle 0.25 – 0.67, posterior 0.2 – 0.5, and White Snapper 3 anterior intestine 0.25 – 2, middle 0.22 – 0.75, posterior 0.22 – 1.2. | |
| 25720 | 29070 | C1C015085 | MAQASID SYARIAH : SUATU ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD RAHN BERDASARKAN PSAK 107 (STUDI KASUS PADA PEGADAIAN SYARIAH DI KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian Akad Rahn berdasarkan PSAK 107 pada Pegadaian Syariah di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan model analisis SWOT untuk mengidentifikasi suatu permasalahan untuk mencapai solusi dengan mengklasifikasikan berdasarkan 4 (empat) elemen: kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities),dan ancaman (Threats). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian akad rahn berdasarkan PSAK 107 yang ada di Kecamatan Purwokerto Kabupaten Banyumas, mulai dari tahapan prosedur, penyimpanan barang, pemenuhan ketentuan-ketentuan syariat Islam, serta transaksi tanpa riba, telah dilakukan cukup maksimal. Hasil penelitian menemukan beberapa faktor yang penting, baik dari pihak internal maupun eksternal, yang dikasifikasikan menggunakan model analisis SWOT, yaitu bahwa persyaratan yang mudah dan prosedur yang cepat sangat membantu masyarakat, serta tersimpan dan pemeliharaan barang yang terjamin. Akan tetapi ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti nama produk yang ditawarkan belum familiar karena berbahasa Arab, promosi yang kurang menjangkau pada kalangan masyarakat, serta ancaman dari orang-orang yang tidak suka atas berdirinya lembaga Pegadaian Syariah. Pegadaian Syariah dapat memaksimalkan kinerjanya dengan melihat beberapa aspek yang belum dapat dimaksimalkan dengan baik, sehingga Pegadaian Syariah dapat terus berkembang. | This research aims to determine the implementation of the Rahn Agreement based on PSAK 107 in the Sharia Pawnshop in Banyumas Regency by using the SWOT analysis model to identify a problem to achieve a solution by classifying based on 4 (four) elements: strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The results of this study indicate that the implementation of the Rahn contract based on PSAK 107 in Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, starting from the stages of the procedure, storage of goods, the fulfillment of Islamic Sharia provisions, and transactions without usury, has been done quite optimally. The results found several important factors, both from internal and external parties, which were classified using the SWO analysis model, namely that easy requirements and fast procedures were very helpful to the community, as well as stored and maintained goods that were guaranteed. However, there are several obstacles faced, such as the name of the product offered is not yet familiar because it is Arabic, the promotion is not reaching out to the community, as well as threats from people who do not like the establishment of Sharia Pawnshop. Sharia Pawnshop can maximize its performance by looking at several aspects that have not been maximized properly, so Sharia Pawnshop can continue to grow. |